true became fiction when fiction's true

Wednesday, 30 May 2018

May 30, 2018

Most Popular Girl Next to Me Chapter 30 Bahasa Indonesia


Chapter   30



 “Hmm? Tumben hari ini bangun pagi, Onii-chan. ”
Sekarang adalah hari Minggu, dan karena aku bangun pagi-pagi sekali hari ini, adik perempuanku memanggilku.
"Yeah, itu karena aku memiliki urusan hari ini."
“Kau memakai seragammu, apa itu sekolah? Tapi ini ‘kan hari Minggu. ”
“Tidak, ini adalah sesi informasi sekolah. Aku entah bagaimana dipaksa untuk membantu. ”
"Eh, bukannya itu acara yang diselenggarakan di balai budaya kota?"
"Ya, memang."
"Jika memang seperti itu, aku juga hari ini akan pergi ke sana."
"Eh!"
Tanpa sadar aku berteriak keras pada kata-kata Yui. Menyikat giginya di sampingku, Yui menunjukkan senyuman geli.
"Begitu ya ~ Onii-chan akan ada di sana ~. Aku menantikannya ~ ”
Sialan, dia mengejekku. Tak disangka Yui juga akan datang. Seharusnya ini tak ada yang perlu dikhawatirkan, tapi ketika mengetahui ada keluargaku di sana, itu membuatku merasa sangat gugup.
Tunggu sebentar.
“Bukannya kau sudah memutuskan untuk masuk ke sekolahku? Seharusnya kau tidak perlu pergi. "
“Ada teman yang mengajakku karena mereka bilang agak sulit untuk pergi sendiri. Selain itu, aku juga ingin melihat apakah aku bisa mencoba sekolah yang lebih baik. ”
"Benarkah? Mencoba sekolah yang lebih baik? Sejak kapan kau menjadi sepintar itu? ”
Bahkan jika aku sendiri yang bilang, aku akan mengatakan bahwa sekolah kami, Touyama, sudah cukup terkenal. Sekolah yang lebih baik mungkin berarti seperti SMA Oumi, atau sekolah terbaik di wilayah kami: SMA Anzen.
Ditambah pula, jika kau ingin masuk ke SMA Oumi, mereka hanya menerima Siswa SMP yang nilai ilmu pengetahuan dan matematika pada tingkat yang sama dengan SMA Anzen... Jika itu yang terjadi, kau membutuhkan nilai sekitar 250 pada ujian percobaan. Aku dengar terakhir kali Yui mendapatkan nilai sekitar 180 ...
"Yah, aku benar-benar pintar."
"Memang saat ujian kemarin, kau dapat nilai berapa?"
"182."
"Itu tidak berubah sama sekali!"
Gadis ini ... dengan nilai segitu, bagaimana dia berharap diterima di SMA Oumi atau SMA Anzen.
"Selain itu, dengan nilai 182, itu mungkin sedikit berbahaya bahkan untuk sekolahku."
Nilai tertinggiku saat SMP ialah 246 dan aku rata-rata sekitar 230. Jika aku berusaha keras, aku bisa memilih untuk mencoba masuk ke SMA Anzen, tapi karena tak ada jaminan bisa masuk, aku menurunkan levelku. Sekolahku menginginkan orang-orang yang memiliki nilai paling sedikit 200. Ini masih liburan musim panas, tetapi 182 mungkin cukup sulit.
“Aku sudah tahu itu. Itu sebabnya aku berusaha sangat keras sekarang. ”
Wajah yang Yui miliki sekarang begitu serius seolah-olah dia tidak sedang bercanda. Itu terlihat lebih serius daripada yang pernah aku lihat sebelumnya.
"..."
Itu benar, gadis ini juga seorang pelajar. Tentu saja dia akan serius.
"Lakukan yang terbaik, Yui."
Aku merasa bahwa mengatakan hal seperti ini kepada Yui, yang sudah bekerja keras rasanya agak kasar, tapi aku tak bisa menemukan hal lain untuk dikatakan. Kemudian, Yui menghadap ke arahku dengan senyuman dan memberiku jawaban.
“Yeah, aku akan melakukan yang terbaik! Onii-chan juga, lakukan yang terbaik hari ini! ”
"Yeah!"
Aku benar-benar tidak termotivasi hari ini, tapi setelah mendengar kata-kata Yui, aku merasa sedikit bersemangat. Setelah itu, kami berdua memutuskan untuk naik kereta bersama karena kami pergi ke tempat yang sama.
*****
Balai Kebudayaan Touyama.
Konser atau kompetisi musik sering diadakan di sini, menjadikan tempat ini sebagai fasilitas budaya terbaik di kota. Ketika aku masih di sekolah SD, aku pernah datang ke sini untuk pertunjukan musik sekolah.
Namun, aku jarang datang ke sini baru-baru ini. Aku tak pernah berharap untuk datang ke sini lagi, jadi datang seperti ini benar-benar tak terduga. Sambil mengernyitkan mukaku, aku menunggu di tempat pertemuan yang ditentukan di dekat pintu masuk.
Ngomong-ngomong, Mamiko juga datang hari ini. Karena seharusnya ada seorang gadis dan seorang lelaki dari setiap sekolah, tampaknya Mamiko mengambil tempat gadis lain yang seharusnya bertugas. Sungguh, betapa putus asanya dia?
“Jadi, Onii-chan, aku harus pergi kesini karena temanku sudah menungguku. Semoga berhasil."
Lalu, Yui berjalan menuju ke dalam balai kebudayaan. Melihatnya seperti itu, aku benar-benar bisa merasakan bahwa Yui telah banyak berubah. Setelah Yui mengaku padaku, hubungan kami tidak sepenuhnya berubah, pada akhirnya, tidak ada perbedaan sekarang bila dibandingkan dengan sebelum pengakuan.
Namun, rasanya ada sedikit jarak di antara kami. Lagi pula, kami berhenti berbelanja bersama, dan waktu yang kami gunakan untuk berbicara di rumah sudah sedikit berkurang. Yui sekarang melakukan ujian masuk SMA, tapi tetap saja, ada sesuatu yang berubah tentang dirinya. Ini sedikit aneh tapi aku merasa  sedih dengan perubahannya, tapi pada saat yang sama aku juga senang tentang itu.
Setelah melihat Yui menghilang, aku mengembalikan mataku ke smartphone-ku. Kemudian, sebuah pesan datang dari Mamiko yang mengatakan, [Apa kau sudah sampai?]. Hari ini, Mamiko tidak datang dengan kereta tetapi dengan mobil, jadi kami datang secara terpisah.
[Aku sudah disini. Aku dekat pintu masuk.]
[Mengerti! Aku akan berada di sana sekitar 5 menit lagi!]
Setelah melihat jawaban Mamiko, aku kembali memainkan aplikasi game yang aku mainkan sebelumnya. Game ini adalah game kartu yang sudah aku mainkan selama sekitar satu tahun sekarang. Ini bukan permainan yang aku mainkan sama seriusnya dengan Human Beast Wars, tapi aku memainkannya kadang-kadang hanya untuk melewati waktu luangku.
“Hmm? Bukankah itu Setsu? ”
Kemudian, sebuah suara menghentikan tanganku yang sedang memainkan game. Ketika aku menengok, aku melihat teman sekelasku saat SMP dulu, Ueno, orang yang terakhir kali aku lihat di stasiun kereta.
“Hei, Ueno. Sudah lama, ada apa? ”
“Aku datang untuk sesi informasi sekolah. Aku mewakili sekolah SMA-ku tahu. ”
"Aku juga sama."
“Eh, Setsu juga? Mengejutkan sekali! Kau sepertinya bukan tipe yang melakukan hal seperti ini. ”
“Aku tak ingin melakukannya jika aku bisa. Namun, tidak ada orang lain yang bisa melakukannya. ”
"Ah ~ Tak masalah, jangan dipikirkan."
Saat dia bilang bahwa aku bukanlah tipe orang yang melakukan hal seperti ini, Ueno mengernyitkan sedikit wajahnya, tapi setelah itu, dengan cepat tersenyum dan memberiku tepukan di punggung.
Jenis skinship ini tidak berubah sama sekali. Bukannya kau sudah punya pacar? Apa baik-baik saja melakukan ini? Jika aku adalah pacarnya, aku tak ingin kau melakukan ini.
"Ueno, seperti biasa, kau suka melakukan hal semacam ini bukan?."
Ueno adalah orang yang cukup agresif, tipe orang yang mengurusi  hal yang mana orang lain tidak ingin melakukannya. Kepribadian bergairah miliknya itu sangat bersinar terang bagiku, dan mungkin itulah yang menyebabkan aku jatuh cinta padanya saat itu. Karakterku sangat berkebalikan dengannya.
"Yup. Berbicara di depan banyak orang adalah sesuatu yang sangat aku sukai. ”
"Benarkah ... Aku tak bisa berpikir dengan cara yang sama ..."
“Kau juga, setelah melakukannya beberapa kali, kau akan menikmatinya! Tentunya!"
Ueno menyemangatiku dengan senyuman. Setelah melihatnya beberapa kali sekarang, sepertinya dia belum berubah sama sekali dari hari-hari SMPnya.
“Ah, itu benar! Aku ingin bertanya, tapi apa yang terjadi dengan pacarmu setelah itu? Apakah kalian putus? ”
Kemungkinan besar dia membicarakan tentang apa yang terjadi di kereta terakhir kali. Saat di mana Mamiko melihat kami berbicara dan sedikit marah.
"... Dia sangat marah."
"Tentu saja ~. Jika aku melakukan itu, pacarku juga akan marah. ”
"Namun, aku lega karena kita tidak putus."
“Yay! Itu bagus!"
"Ya, itu sebabnya aku berusaha untuk tidak sendirian dengan gadis lain."
“Ooh! Itu cara yang bagus~ ”
Yah, lagipula, aku tak ingin membuat Mamiko sedih.
“Namun, apakah situasi saat ini baik-baik saja? Maksudku, sekarang kau sedang berbicara denganku sendirian, kan? ”
"Ah."
Sekarang dia menyebutkannya, itu benar. Sejujurnya, aku berhenti memikirkannya saat aku melihat Ueno, jadi aku bahkan tidak menyadarinya. Tidak, mengapa aku bisa menjadi orang yang pelupa begini? Untungnya, Mamiko belum datang, jadi seharusnya tak masalah kalau aku pergi sekarang.
"Yoshiki-kun?"
Aku sedang memikirkan itu ketika aku mendengar Mamiko memanggilku dengan senyum gelapnya. Aha ~ aku pernah melihat perkembangan seperti ini sebelumnya, tapi …...
Kurasa, aku belum cukup merenungkan tindakanku sendiri.





Sunday, 27 May 2018

May 27, 2018

Most Popular Girl Next to Me Chapter 29 Bahasa Indonesia


Chapter – 29

"Apa maksud anda, Sensei?"
Sementara Mamiko yang sedang marah menghadapku, aku memandang Wada-Sensei dari sudut mataku dan bertanya padanya.
“Tak ada maksud apapun. Pada hari Minggu, temani aku ke suatu tempat. ”
"Tidak, maksudku, kita ini memiliki hubungan guru-siswa ... bertemu pada hari bukan sekolah itu sedikit ..."
“I-itu benar Sensei. Itu aneh sekali!"
Setelah mendengar jawabanku, Mamiko ikut menyela.
“Ah, salahku. Aku mengatakannya dengan cara yang buruk. Aku tak bermaksud  untuk pergi kencan denganku di suatu tempat. ”
Sensei menjawab dengan nada kosong. Jadi, saat dia berkata, “menemani”, dia tak bermaksud pergi berkencan dengannya atau semacamnya? Eh, apa aku salah paham karena aku tidak terbiasa dengan hal semacam ini?
"Lalu, apa maksud anda !?"
Saat aku sedang memikirkannya, Mamiko meninggikan suaranya.
“Itu bukan sesuatu yang besar. Hanya saja pada hari Minggu itu, aku ingin Setsu ikut denganku ke sesi informasi sekolah yang ditargetkan untuk para siswa SMP. ”
"Sesi informasi sekolah?"
“Ah, itu merupakan salah satu program yang diselenggarakan bersama dengan beberapa sekolah SMA di daerah ini. Siswa yang seharusnya mewakili sekolah kita ke sana, kakinya terluka, jadi aku berpikir untuk meminta Setsu sebagai gantinya. ”
"Apa itu berarti aku akan berbicara di atas panggung?"
"Ya. Berdasarkan dari tahun-tahun sebelumnya, setidaknya ada dua ratus siswa bersama orang tua mereka yang akan datang. ”
“Tidak, itu mustahil. Aku tidak bisa melakukan itu. Aku tidak ingin melakukannya. ”
Saat aku mendengar bahwa akan ada lebih dari 200 orang yang akan datang, aku menjadi gugup dan menolaknya. Tidak mungkin aku bisa berbicara di depan banyak orang. Kemungkinan besar aku akan sangat gugup, dan aku pasti tidak ingin melakukannya. Selain itu, aku sudah tidak ingin datang hari ini, bagaimana aku bisa berdiri melakukan itu pada hari Minggu. Sensei menanggapi penolakanku dengan takjub.
"Kau ... tidak perlu menolak sebegitunya."
“Aku benci sekali. Selain itu, tugas ini tidak harus diriku. Aku yakin ada banyak orang lain yang bisa melakukannya. ”
“Tidak, meminta orang lain akan sangat merepotkan. Tolong, Apa kau mau melakukannya? ”
"Aku tidak mau."
Sensei membuat wajah serius saat dia bertanya padaku sekali lagi. Sayangnya, keputusanku tidak berubah. Aku takkan membiarkan hari Minggu berhargaku dicuri untuk hal semacam ini. Kemudian, Mamiko menyela percakapan antara Sensei dan diriku.
"Yoshiki-kun sudah mengatakan bahwa dia tidak ingin melakukannya, jadi tolong hentikan!"
"Yoshiki-kun ... Aah, maksudmu Setsu."
Sensei bergumam pada dirinya sendiri saat dia berpikir sebentar, lalu memfokuskan pandangannya pada Mamiko dan aku.
“Ngomong ngomong, aku merasa penasaran, tapi hubungan apa yang kalian berdua miliki? Mungkinkah kalian berdua pacaran? ”
"Eh ... Tidak tidak tidak, kita tidak ber--"
"Kami berpacaran !!"
"Eh."
Karena aku tidak menyukai orang lain tahu tentang itu, aku akan menolak kata-kata Sensei, namun pada saat itu, Mamiko memotong perkataanku dengan suara kerasnya sendiri.
“Kami adalah pasangan yang benar-benar saling jatuh cinta. Tolong jangan masuk di antara kami! ”
"... Kii, karaktermu benar-benar berbeda dari yang biasanya ..."
Sensei merasa terheran saat dia mengatakan itu. Yah, Mamiko biasanya seseorang yang baik kepada semua orang, dan murid teladan. Dengan Mamiko yang seperti ini, aku tak berpikir kalaua sensei tidak mengatakan apapun.
"Namun, tetap saja, Setsu dan Kii ... kalian berdua benar-benar tidak cocok sama sekali."
Yeah, aku mengerti itu. Aku sudah mengerti bahwa Mamiko dan aku tidak serasi sama sekali. Aku sudah mengerti, jadi tolong jangan blak-blakkan begitu, itu benar-benar menyakiti hatiku. Saat aku berkubang dalam pikiranku sendiri, entah mengapa, Mamiko memelototi Sensei dengan ekspresi menyesal.
“Aku sudah mengerti. Fakta bahwa kami berdua tidak cocok. Bagaimana aku bisa cocok dengan orang keren seperti dirinya? Namun, kami berdua saling menyukai satu sama lain! ”
Tidak, itu salah…
Sensei mungkin bermaksud sebaliknya. Aku membalas seperti itu dalam pikiranku, tetapi kenyataan bahwa Mamiko berkata begitu tentang diriku membuatku benar-benar merasa senang.
“Aah, begitu ya. Aku paham, aku paham. Jadi, Setsu, apa hari Minggu baik-baik saja? ”
Sensei mungkin sudah lelah meladeni Mamiko, jadi dia sekali lagi berbicara denganku.
"Tidak, seperti yang aku bilang, aku tidak bisa."
"Kenapa?"
"Pergi keluar untuk melakukan hal seperti itu pada hari libur, aku tak menyukainya."
“Yah, itu juga yang akan aku lakukan, jadi tak masalah, ‘kan?”
“Tidak, aku keberatan. Hal itu tak ada manfaatnya bagiku. Sensei akan dibayar, tapi aku tidak mendapatkan apapun dari itu. ”
Saat aku berkata begitu, seperti yang diharapkan, Sensei tak bisa berkata apa-apa. Kemudian, setelah berpikir sebentar, beliau berbicara kembali.
"Lalu, selama kau mendapatkan imbalan, apa kau mau melakukannya?"
“Yah, kurasa begitu. Namun, jika imbalan anda tidak bisa membuatku puas, aku masih tidak mau. ”
Aku bilang begitu, tapi aku berniat menolaknya apapun yang akan dia katakan. Yah, jika itu sesuatu yang besar, aku masih akan memikirkannya.
“Begitu ya. Hmmm, bagaimana dengan ciuman? ”
"Apa?"
"Apaaa!?"
Mamiko bereaksi lebih dramatis terhadap kata-kata Sensei. Dia merasa kalut dengan wajahnya yang sepenuhnya merah.
“Ci-cicici-ciuman !? Anda tak bisa melakukan itu, tidak pernah !! Se-selain itu, bukankah itu kejahatan!? ”
“Ini hanya lelucon, hanya lelucon. Jangan terlalu serius, Kii, ”
“Tolong hentikan itu, Sensei. Mamiko tidak pernah menganggap hal seperti itu sebagai candaan saja. ”
"Fuun ~, hal itu malah membuatku ingin terus menggoda kalian berdua."
"Tolong hentikan? Aku cukup serius tentang ini. "
Seseorang akan kehilangan kesabarannya jika dia terus bercanda lagi. Lagipula, aku sudah dipelototi dari sebelahku. Dia mungkin merasa frustrasi karena aku masih bisa berbicara normal dengan Sensei bahkan setelah mengatakan hal seperti itu. Kemungkinan besar aku akan dimarahi saat makan siang nanti. Sebelum itu, aku harus mencari cara untuk membuatnya senang.
“Apa anda sudah selesai? Kami akan makan siang bersama sekarang. ”
“Tidak, tunggu dulu. Pembicaraan tentang sesi informasi ini belum berakhir. "
"Aku tidak akan pergi."
"Keras kepala sekali kau ..."
Aku mengubah sikapku terhadap Sensei untuk menunjukkan ketidaksabaran aku. Kemudian, seolah-olah dia mendapat inspirasi, Sensei membuka matanya lebar-lebar.
"Setsu, jika kau mendapatkan semacam manfaat, maka kau akan menerimanya, ‘kan?"
"Ya, kurasa…"
Namun, tidak ada yang bisa meyakinkanku untuk melakukannya.
“Lalu, aku akan tetap merahasiakan hubungan kalian berdua. Jadi lakukanlah."
"..."
Jadi sampai pada titik ini ya...
"Dan, jika aku tidak ingin melakukannya?"
"Setelah liburan musim panas berakhir, kau mungkin akan mendapatkan tatapan mematikan dari semua siswa di sekolah."
"..."
Kau mungkin lupa, tapi Mamiko adalah gadis paling populer di sekolah.
Orang-orang super waspada terhadap hal-hal yang terjadi padanya, dan ada juga banyak orang yang suka Mamiko. Kenyataan bahwa Mamiko memiliki pacar mungkin akan membuat orang cukup cemburu untuk membunuhnya.
Sampai sekarang, interaksi antara Mamiko dan diriku di sekolah hanya sebatas makan siang di atas atap sekolah, jadi tak terlalu banyak rumor yang beredar. Namun, jika Sensei menyebarkan hubungan kami, maka akan menjadi the end untukku.
"Jadi, apa yang akan kau lakukan?"
Senesei menanyakan itu dengan senyum tak kenal takut. Aku tidak punya pilihan lagi.
****
“Karena itu, aku tidak bisa bekerja pada hari Minggu. Aku benar-benar minta maaf. ”
“Ah, aku mengerti, jangan khawatir tentang itu. Ini sesi informasi, kan? Semoga berhasil."
“Ya, aku akan melakukan yang terbaik. Terima kasih."
"Tak masalah ~"
Sejauh yang aku tahu, Setsu-kun terlihat sangat menyesal di telepon. Ini hanya mengambil jeda dari satu hari kerja, tidak perlu khawatir tentang hal itu. Tetap saja, hari Minggu ...
Siapa lagi yang bisa aku minta untuk masuk? Echizen-chan ... Ah, berbicara tentang Echizen-chan, dia juga mengatakan dia akan pergi ke sesi informasi sekolah hari itu.
Mungkin mereka berdua, Echizen-chan dan Setsu-kun, akan pergi ke tempat yang sama.



Friday, 25 May 2018

May 25, 2018

The Hero and Swamp Girl Chapter 04 [Tamat] Bahasa Indonesia

XxxX
Gadis Rawa 04

Aku langsung melangkah mundur dengan ketakutan.

"Yah ... itu ... dengan kata lain ..."

Sebuah tangan kasar dengan kuat menepuk pundakku.
Sejak kapan mereka datang !? Penyihir Hitam! Jangan tiba-tiba menakutiku!

“Dia itu…..…Sampai sekarang, dia memiliki latar belakang yang terhormat. Dia selalu dipuji dan dikagumi oleh orang lain, tapi karena bakatnya yang tinggi, tidak ada yang pernah benar-benar memarahinya. Sebaliknya, semua gadis yang mendekatinya mereka semua berjenis yang sama. Menjadi terkenal dan dipuji secara berlebihan adalah hal biasa baginya. Lalu di tengah semua itu, mendadak dimarahi oleh seorang gadis untuk pertama kalinya mungkin terasa segar baginya. Sebagai hasilnya, dia membangkitkan sesuatu, kurasa ~ ”

Melihat Pria penyihir yang memiliki senyuman menggoda seakan-akan dia merasa terhibur, aku ingin bertanya padanya apa sebenarnya yang sangat lucu.

"Ap ... Apa yang dia bangkitkan ...?"

Meski aku sendiri yang bertanya, aku merasa takut untuk mendengar jawabannya.

“Hmm? Misalnya, kenikmatan dimaki-maki atau kesenangan menerima pelecehan saecara lisan, kurasa~... ”

Siapa yang butuh kemampuan Super-Masokis semacam itu ———! Kupikir perlu bagi para pahlawan untuk memiliki banyak kemampuan, tapi apakah hanya aku sendiri yang merasa bahwa kemampuan semacam itu sama sekali tidak diperlukan?

Aku ingin memukul diriku sendiri karena sudah melakukan sesuatu seperti membangunkan singa yang sedang tertidur. Aku ingin kembali ke hari itu. “Ada keterampilan tertentu dan orang-orang yang memiliki keterampilan itu lebih baik tertidur.” ialah apa yang aku sadari tapi, kemudian, ini sudah terlambat.

"Ja-Jadi, apa yang harus aku lakukan?"

"Menyerahlah."

"Hah?"

Apa aku salah dengar?

“Wajah bahagia miliknya. Ini pertama kalinya aku melihatnya seperti itu, bahkan untuk diriku yang sudah kenal lama bersamanya. ... Lebih tepatnya, dia sudah bahagia sejak kemarin. Aku belum pernah melihatnya sampai sekarang. Bukankah ini yang disebut ... 'cinta pertamanya'? "

“La-Lalu, bagaimana kalau membiarkan dia mengalami secara langsung apa yang namanya, 'Cinta pertama takkan pernah terwujud'?”

Si Penyihir hitam pun tertawa.

"Itu  mustahil. Sampai sekarang, dia membunuh setiap monster yang menjadi targetnya. Bahkan Gigantes yang berada di Den Monster Utara dan naga yang berada di Southern Fire Mountains telah dibunuh olehnya. ”

Hentikan itu! Jangan samakan aku dengan monster seperti naga atau Gigantes. Meski aku disangka sebagai seorang gadis rawa, aku hanyalah manusia normal yang lemah —!

"Dan juga, bukankah ada sebuah peribahasa...?"

Menertawakanku, si Penyihir hitam mengelus rambutnya.

"'Cinta adalah monster', atau semacamnya."
"………………………………"

S—I—A—S—I—A———!

Pria ini sama sekali tidak berguna ———!

Secara pribadi, aku berharap bahwa, karena mereka berada di party yang sama, ia akan menghentikan sang pahlawan tapi aku tidak perlu kalimat yang kuno dan rendah seperti “Aku baru saja memutuskan ...”!

Aku langsung berbalik.

Sang Pahlawan, dengan matanya yang berkilauan, menatapku dengan tatapan penuh harap. Untuk sesaat, kupikir aku melihat dua telinga anjing muncul di antara rambut peraknya tapi itu mungkin hanya imajinasiku saja. Tanpa berpikir, aku merasakan dorongan untuk mengikatkan tali di lehernya, lalu mengikatnya di pohon, dan melarikan diri; tapi aku menahannya. Aku mundur ke belakang, langkah demi langkah.

Aku sempat memikirkannya sesaat tapi tidak ada lagi yang bisa kukatakan.

Ini sudah waktunya perpisahan.

Selamat tinggal, rawa.

Selamat tinggal, tempat memancing.

Selamat tinggal, hobiku.

Selamat tinggal, pahlawan-yang-benar-benar-cabul.

"………Selamat tinggal."

Terus tetap disini merupakan hal yang tidak berguna, jadi aku lari dengan kecepatan penuh. Melihat Pahlawan yang mengejarku untuk menghentikan diriku, tanpa berpikir, aku bilang:

“Jangan ikuti aku! Orang cabul!"

Aku meneriakkan beberapa pelecehan lisan, tapi yang aku lakukan hanyalah membuat Hero merasa tersipu dan senang.

"Kau akan memanggilku dengan nama yang begitu indah, aku mengerti."

*tercengang~*

Oh Ahh. Selesai, sudah selesai. Pahlawan ini sudah tak bisa tertolong lagi.


—————

Setelah itu.

Pesta Pahlawan pergi ke tujuan berikutnya …... yah, seharusnya sih begitu tapi, sebelum ada yang menyadari, party pahlawan sering berhenti di kota ini. 
Bukankah itu aneh? “Demi kedamaian dunia, kerjakan tugasmu!” itulah yang ingin aku maki padanya…….. bukan, maksudku memberinya pelajaran tapi dia hanya tersipu dan terus menggunakan kota ini sebagai pos pemeriksaan perjalanannya.

Dan, entah kenapa, kota ini dikenal sebagai "Tempat Persembunyian Pahlawan", dan mendapatkan lebih banyak turis. Situs rawa menjadi dikenal sebagai "Rawa Cinta" dan lebih banyak pasangan mulai mengunjunginya. Pada titik tertentu, ada sebuah rumor yang mengatakan bila kau berlutut di depan seorang gadis dan mengambil sumpah cinta di situs rawa, kau akan menikah dengan bahagia. 
Akibatnya, rawa menjadi tempat wisata dan kota yang tenang menjadi semakin ramai dan sibuk. Pekerjaan baruku adalah pemandu wisata. Dan Aku sibuk bekerja setiap hari.

Kemudian, aku menemukan bahwa Hero Rufus sendirilah yang menyebarkan rumor yang mencurigakan itu. Setelah mengetahui bahwa dia adalah orang yang memberitahu pada semua orang bahwa "Tuan Putri dan aku melekat satu sama lain di sana", aku benar-benar membantingya sebagai hukuman.

Bahkan saat aku memukulnya:
"Suatu hari, ayo kita membangun rumah di dekat rawa dan tinggal di sana."

Kepada Rufus yang membuat pernyataan itu secara sembarangan:

"Aku menolak."


Selesai.



________________________________________
Gigantes : Gigantes adalah nama yang digunakan dalam mitologi Yunani untuk ras raksasa.

Catatan penerjemah inggris: *hembusan angin diam* Penulis menggunakan efek suara seperti * dong* tapi aku merasa bahwa angin diam sedikit lebih baik. Bagi yang tidak tahu, angin diam dalam humor Jepang menunjukkan keheningan dingin yang mengikuti candaan jelek. Karena candaannya sangat buruk, tidak ada yang tertawa dan begitu tenang sehingga orang dapat mendengar tiupan angin.

Catatan mimin : Mimin ngga nemu kata yang pas buat adegan *dong* si heroine di kejar sama pahlawan, biasanya sih, adegan kayak gini banyak di anime komedi.

May 25, 2018

The Hero and Swamp Girl Chapter 03 Bahasa Indonesia

XxxX
Gadis Rawa 03


"…………..sungguh buruk sekali."

Pagi berikutnya, itu adalah hal pertama yang kukatakan saat aku terbangun di kamarku sendiri.

Apanya "yang terburuk", kau bilang?

Jawabannya sudah jelas,  fakta bahwa aku dirampok dari kesenangan harianku, lokasi memancing milikku. Jika memungkinkan, aku berharap bahwa itu hanyalah mimpi, tapi, setelah aku bangun, aku menyadari bahwa itu pasti bukan mimpi. Bahkan jika kota itu berada dalam suasana “Hore Pahlawan”, secara pribadi, aku dalam suasana hati “Dasar berengsek kau, Pahlawan”.

Memasuki dapurku, aku mengisi cangkir dengan air dan meminumnya, membasahi tenggorokanku yang kering dan mengambil nafas.
Aku mengerti.
Sejujurnya, aku hanya melampiaskan kemarahanku padanya.

Party Pahlawan itu, secara kebetulan, hanya mampir dan disambut di kota ini dan setelah mendengar walikota dan masalah warga kota, menawarkan diri untuk menghancurkan rawa itu dari kebaikan hati mereka atau sesuatu seperti itu. 
Lagipula dari awal, tempat itu diperlakukan sebagai rawa menyeramkan oleh penduduk kota.

Itulah mengapa ini adalah kemarahanku yang salah tempat.

“Siapa yang peduli kalau kau pergi memancing di rawa seperti ini!”

“Jika kau punya keluhan, katakan pada walikota!”

Aslinya, itu takkan menjadi aneh bagi Pahlawan untuk mengatakan kalimat semacam itu padaku, namun, sebaliknya, dia melakukan hal yang dewasa dan hanya menerima pelecehan lisanku. Tidak hanya itu, dia juga meminta maaf kepadaku dari lubuk hatinya. Berdasarkan hanya itu saja, Hero Rufus, seperti yang diharapkan, dan mirip apa yang rumor beredar bahwa dia adalah seorang pria yang jantan.

Tapi, untuk diriku yang berhati kecil, jika mungkin, aku benar-benar tidak ingin bertemu dengannya lagi.

Dan, begitulah, aku  keluar dari rumahku. Tujuanku adalah tempat yang biasa. Tapi, tidak seperti biasanya, kali ini aku tidak membawa pancingku.


"... Seperti yang kupikirkan, ini tidak baik ..."

Tidak bisa menyembunyikan rasa kekecewaanku, aku merasa depresi. Aku sedang berada di tempat rawa……maksdunya bekas rawa, yang berada di bagian dalam hutan. Sekarang, tempat itu hanya tersisa lubang besar.

Aku berpegang teguh pada harapan optimisku bahwa mungkin, setelah tidur semalam, rawa itu mungkin akan kembali. Oleh karena itu, aku datang untuk memeriksanya namun dunia tidak begitu baik padaku. Lubang itu terbuka lebar seolah-olah dari awal tidak pernah ada rawa di  sana. Sementara hatiku juga merasakan kehilangan seperti lubang yang terbuka, aku merasakan kehadiran seseorang yang mendadak menyelinap dari belakangku. Setelah berbalik, aku melihat bahwa itu adalah Hero Rufus.

Ke-Kenapa?

Saat aku tengah panik, Pahlawan mendekatiku dan membuat wajah lega.

"Syukurlah, kita bertemu lagi."

“Huh…? Haah…?”

Kebalikan dari Pahlawan yang semakin dekat selangkah demi selangkah, aku mundur menjauh darinya.

"Setelah itu, kamu lari begitu saja ..."

Hahahaha.

Sekarang baru aku memikirkannya, kemarin, aku melarikan diri begitu saja setelah aku selesai mencaci maki dirinya. Belum lagi, kalimat terakhir yang kukatakan ialah "Pusar ibumu itu bodong" ... sungguh kalimat yang kekanak-kanakan.

"Aku seharusnya segera mengejarmu tapi ... karena dampaknya ..."

Lalu, tepat dihadapanku, sang Pahlawan mulai berlutut dengan satu kaki dan menatapku dari bawah. Mata hijau segarnya mulai berkilauan. Aku merasa bahwa matanya berkilau dengan sukacita hidup, benar-benar kebalikan dari hutan yang gelap ini.

“Kau mengatakannya kemarin, bukan? ‘Amankan dan pastikan gaya hidup masa depanku mulai sekarang !' Setelah itu, aku benar-benar memikirkannya. ”

Tolong lupakan itu! Itu hanya pelampiasan kemarahanku. Ini bukanlah sesuatu yang harus dipikirkan dengan serius oleh seorang pahlawan Rank-SS seperti dirimu! Segera lupakan itu dan kumohon cepatlah pergi ke kota berikutnya!

“Aku akan bertanggung jawab dan memastikan gaya hidup masa depanmu. Aku menjanjikanmu kehidupan tanpa kesulitan. Karena itulah ... ”

Aku berdiri di sana, merasa bingung, saat dia meraih tangan kananku. Pada saat dia menggenggam tanganku, dia berkata:

"Mulai sekarang, mohon marahi ... tidak, maksudku, tolong siksa diriku yang tak berguna ini!"

Apa !?

... Apa-apaan itu !?

Bahkan jika kau bilang begitu dengan mata berbinar dan nada seperti itu, itu masih menakutkan! Aku tak bisa mengerti—!

"…Kotor!"

Merasa merinding, aku hanya bisa mengatakan perasaanku yang sebenarnya. Karena terlalu mendadak, aku tak punya waktu untuk lebih bijaksana. Oh tidak, pada saat aku menyadarinya, itu sudah terlambat.

... Karena itu, aku tidak memujimu! Tidak peduli bagaimana pun kau melihatnya, tadi itu bukan pujian! Itu sebabnya, bisakah kau berhenti tersipu dan dengan senang hati mengalihkan pandanganmu dariku sambil tersenyum dan gelisah?

"Dan juga ... bagaimana kau mengetahuinya?"

"Ta-tahu apa?"

"Fakta bahwa ibuku, Ratu Gran, memiliki pusar yang bodong."

"……………"

Tidak, yaa..sebenarnya itu adalah kalimat klise yang dikatakan oleh anak kecil selama perkelahian dari jaman dulu. Jadi, aku tidak tahu sama sekali bahwa itu memang benar.

Entah bagaimana, aku benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan pahlawan ini yang terus menatapku dengan tatapan penuh pemujaan.

"... Ngomong-ngomong, aku juga punya pusar yang bodong."

"Mana aku peduli!"

"... Aku merasa ditakdirkan untuk bersamamu saat kau melihat semua rahasiaku pada pandangan pertama ..."

Benar-benar berlawanan dari diriku yang bermasalah, Pahlawan itu terasa tenang sambil mengarahkan tatapannya yang membara ke arahku. Tatapannya begitu panas sampai aku hampir mulai khawatir jika dia demam dan demam itu telah mencapai otaknya, lalu membuat bunga mekar di sana. Sambil memikirkan itu, Pahlawan menjatuhkan ciuman ke tangan kananku yang digenggamnya.

"Tuan Putri ..." dia diam-diam bergumam.

GYAAA! Siapa yang tuan Putri!? (*T-Note)

Tanpa berpikir, aku menginjak wajah pucat Pahlawan.

Ah.
Oh tidak, ini gawat.

Karena dorongan yang tiba-tiba, aku menginjak wajahnya, tapi, meskipun pahlawan ini terlihat seperti begini, dia memiliki kekuatan yang cukup untuk memusnahkan rawa besar dalam sekejap. Jika pahlawan ini cukup serius, dia mungkin bisa, dalam sekejap, mengubah seseorang seperti diriku menjadi debu, puing-puin, dan abu.

Merasakan bahaya yang akan datang, aku perlahan-lahan~ memindahkan kakiku darinya.

Di wajahnya, jejak kakiku masih tertinggal. Dengan mata berair dan senyum lebar, untuk beberapa alasan, sang Pahlawan tampak bahagia.

Dibandingkan menjadi peringkat SS, bukankah pahlawan ini benar-benar peringkat-M?

Tidak! Peringkat semacam itu tak pernah ada!

Tapi, tepat di depan mataku sekarang. Apa yang harus aku lakukan dengan ini?



________________________________________
Catatan Penerjemah Inggris: Si Heroine menggunakan Kansai-ben di sini, lebih tepatnya, Osaka-ben. Aku tak tahu apakah ada yang mendengar Kansai-ben sebelumnya, tetapi ini sangat menggemaskan! Bagaimanapun, sebelum aku keluar jalur, orang Jepang memiliki kebiasaan menggunakan Kansai-ben untuk menunjukkan kejutan atau kejutan karakter untuk humor. Jadi, dia pada dasarnya melakukan reaksi super berlebihan.

Catatan mimin: Tahu Heiji dari serial Detective Conan? Ya.. Kansai-ben adalah cara bicara si Heiji. Contoh dari kansai-ben ya mungkin seperti “nandeya” atau “seyana~” (Efek Yuru Camp :’v)