The Result when I Time Leaped Chapter 73



Kunjungan Rumah Selama Liburan Musim Panas - Bagian Kedua

Saat waktu bermesra-mesraan dan berciuman kami berakhir, wajahku dipenuhi tanda ciuman.
Di saat aku sedang membersihkan kamar yang berantakan, Hiiragi-chan tengah asyik membaca manga yang aku kibuli dan kubilang membosankan, “Seperti yang kuduga, Seiji-kun. Ini sebenarnya cukup menarik.”
Aku senang dia bisa membaca manga yang menurutku menarik. Namun, sekarang kami sangat fokus untuk main di rumah, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Setelah aku duduk, Hiiragi-chan langsung bergerak  di depanku, duduk dan membaca manga sambil menggunakanku sebagai sandaran. Mau tak mau, Aku akhirnya memeluknya begitu saja.
“Haruka-san ...”
“Apaa?”
Rambutnya yang halus terasa geli. Samponya juga beraroma harum. Ini bau yang aku tahu, tapi aku tak pernah terbiasa dengannya dan itu selalu membuat jantungku berdetak lebih cepat.
Setiap bagian dari Hiiragi-chan yang aku sentuh terasa lembut. Aku heran kenapa wanita selalu terasa begitu lembut.
“Kau harus geser sedikit. Atau…”
“Atau apa?”
Aku akan menyentuh payudaramu. Atau begitulah yang aku pikirkan, tapi aku tak punya keberanian untuk melakukannya. Sebaliknya, aku mencium leher dan tengkuknya.
“Eiiii, tunggu, ini rasanya geli
Ki ki, suara sepeda berhenti di luar bisa terdengar.
“Hhmm? Ini buruk, Sana mungkin sudah pulang.”
“Eh. Bukannya kamu bilang kalau dia akan keluar sampai malam?”
“Seharusnya sih begitu— ”
Setelah menggeser Hiiragi-chan dari pangkuanku, aku melihat keluar dari jendela dan menyadari kalau Sana memang sudah kembali. Selain itu, dia membawa Kanata bersamanya. Kurasa mereka bosan nongkrong di luar, dan memutuskan pulang untuk bermain di rumah ini? Sialan Friendly Gamer Combo.
Aku bergegas ke lantai pertama dan menyembunyikan …... sandal yang dikenakan Hiiragi-chan. Tepat pada waktu bersamaan pintu depan terbuka.
“Hmmm? Nii-san, bukannya kamu sedang keluar? ”
“Tidak, yah ... Aku memang punya urusan, dan cepat kembali setelah urusanku sudah selesai.”
“... Permisi, maaf mengganggu.”
Ucap Kanata yang selalu sopan seperti biasa.
“Ya, selamat datang.”
“Nii-san, apa kamu menyembunyikan sesuatu? Seperti di belakangmu? ”
“Ha-haah? Ak-Aku tidak menyembunyikan apa-apa, kok? ”
Kuarahkan punggungku ke dinding dan berjalan seperti kepiting.
“…”
Kanata terus-terusan menatapku.
Apa aku dicurigai?
“Oiya. Kami berencana main game di kamarku. Nii-san mungkin lagi gabut, ‘kan? Apa boleh buat, Sana akan mengizinkanmu bergabung dengan kami. ”
“Maaf. Aku lagi sibuk.”
“Muu. Apa-apaan dengan cara bicaramu itu !? Kamu pasti lagi banyak waktu luang, ‘kan.”
“Berisik - ”
Saat mereka melepas sepatunya, aku berjalan menjauh dari pintu masuk dan menaiki tangga. Lalu pada saat itu, Aku mendengar percakapan mereka di pintu masuk.
“Eeh? Masa? Mustahil!”
“... Wajah paniknya itu, pasti tidak salah lagi.”
“Ni-Nii-san mana mungkin punya pa-pa-pa-pacar. It-i-itu mustahil. ”
“... Sa-chan. Ada kemungkinan besar. ”
“Me-Meski begitu, datang sekarang, mana mungkin ..."
Gadis itu, Kanata terlalu peka.
“Jika Kana-chan sampai segitunya, gimana kalau kita konfirmasi saja? Mu-mungkin tidak ada ...”
“... Sa-chan, badanmu terlalu gemetaran.”
Begitu aku memasuki kamar aku, aku langsung membarikade pintu masuk. Aku menumpuk kotak-kotak berwarna, lemari pakaianku, dan barang-barang lainnya di depan pintu.
“Ada apa, Seiji-kun?”
“Entah bagaimana, sepertinya aku ketahuan.”
“Eh? kalau aku ada di sini? ”
“Bukan. Ketimbang Haruka-san, malah lebih ke fakta kalau aku sedang bersama pacarku sekarang. ”
“Ap-Apa yang harus kita lakukan ...?”
Berkebalikan dari ucapannya, Hiiragi-chan tampak senang. Diakui sebagai pacarku, sepertinya menggelitik kesukaannya.
“Haruka-san, pergi ke tempat tidur dulu.”
“Eh, kasur Seiji-kun? Boleh nih!? ”
“Kenapa kau malah membuat wajah senang?”
Hiiragi-chan segera terjun ke tempat tidurku.
“... Aromanya seperti Seiji-kun ... Fufu.”
Nampaknya dia bersenang-senang, kurasa tidak apa-apa.
Tok tok, suara ketukan datang dari pintu kamarku.
“Ni-nii-san? Ini Sana ... apa sana boleh Sana masuk? ”
“Kamu ngga boleh masuk, tidak. Tentu saja tidak! Kamarku sangat berantakan sekarang.”
Di sisi lain pintu, suara keduanya bisa terdengar.
“... Seperti yang kuduga, ternyata benar.”
“...... Tidak mungkin ... Uuuuu ...”
“... Sa-chan. Ini tidak apa-apa.”
Mana mungkin kedua gadis lemah ini bisa menghancurkan barikade kamarku. Jika aku tidak memberi mereka kesempatan untuk melihat hal yang sebenarnya, aku bisa melewati kesulitan ini ...!
Saat aku melirik ke tempat tidur, aku melihat Hiiragi-chan yang sedang terbungkus selimut.
“Selimut ini ... aromanya seperti Seiji-kun ... aku ingin membawanya pulang bersamaku ...”
Baik di dalam kamar ataupun di luar kamar, semuanya sangat serius, namun dewiku benar-benar bebas.
“Nii-san? Apa mungkin ... di dalam ... jika ada seseorang di sana yang tidak bisa Sana ajak bicara, maka Sana ingin kamu memberitahu dia ... jika tidak, Sana ingin kamu mengatakannya dengan jelas.”
"——Di sini tidak ada siapa-siapa.”
“... Ia tadi menggunakan bahasa formal. Ia pasti berbohong. Jika memang tidak ada, seharusnya Ia sudah membuka pintu dari tadi.”
Sialan kau. Kanata ...!
“Jika ... pa-pacarmu datang, tinggal bilang saja ...?”
Mana mungkin aku bisa mengatakannya, ‘kan? Jika aku mengakuinya, lalu dia akan bertanya, orang seperti apa pacarmu? Aku ingin bertemu dengannya, biarkan aku masuk dan memperkenalkan diriku —— tentu saja akan menjadi seperti itu.
Jika aku bisa bertahan dan terus mengatakan tidak ada, pintu ini takkan terbuka. Aku harus mempertahankan ini dengan hidupku.
“Di sini ngga ada siapa-siapa kok. Aku cuma lagi beres-beres barang sekarang, jadi semuanya sedang berantakan dan kamu tidak bisa masuk. ”
“... Jika Ia begitu keras kepala, ada kemungkinan besar pacarnya kalau adalah seseorang yang tidak bisa dikenalkan dengan kita."
Giku.
“Eh? Apa maksudmu, Kana-chan?”
“... Seiji-kun, secara tidak langsung berbicara, pada liburan musim panas ini sebagai kesempatan untuk membawa gadis-gadis SD ke kamarnya——”
“Kau salah kaprah!”
“Itu benar, Kana-chan. Tak peduli seberapa besar Nii-san menyukai dada rata, itu berbeda dengan loli.”
“Hei. Jangan seenaknya memanggilku sebagai bagian dari faksi dada datar.”
“... Terlepas dari ada tidaknya gadis SD, selama kamu tidak membuka pintu, kita takkan pernah tahu.”
Sialan. Ini sofisme, tapi memang masuk akal. Aku tahu itu salah karena aku terus mengunci di dalam.
“... Selama kamu tidak membuka pintu, ada dua kemungkinan yang ada pada saat yang sama ... Seiji-kun yang lolicon dan Seiji-kun yang tidak ...”
“Ummm, kalau aku tidak salah ingat ... itu Kucing Sugar.”
“Kucing Schrödinger. Apa yang kamu lakukan, mengubahnya menjadi semacam permen?”
Merasa ada yang menatap, aku membalikkan badan. Honyuun, honyuun, Hiiragi-chan mengusap-usap payudaranya sendiri.
“Seiji-kun ... kamu menyukai dada rata?”
“Bukan itu masalahnya. Jangan gigit segalanya, itu akan membingungkan. ”
“... Sa-chan, barusan, ada suara.”
“... Ya ... Sana juga mendengarnya. ——Nii-san! Kenapa kamu terus bersembunyi!? ... Bahkan jika Nii-san adalah lolicon ... Sana akan menahannya.”
Kau bertahan dari apa? Lebih penting lagi, itu tidak benar.
“... Seseorang yang tidak bisa dikenalkan kepada kita, sudah diputuskan ... Jika bukan gadis SD, kemungkinan lain ...”
“Jika bukan gadis SD, lalu apa ...?”
“... Kemungkinan besar, cowok.”
“Jika itu seorang cowok, bukannya itu baik-baik saja?”
“... Seorang cowok yang tidak bisa dikenalkan kepada kita, itu berarti—— Di dalam ruangan itu, bunga mawar sedang bermekaran.”
Itu tidak mekar sama sekali. Terus, jangan gunakan kata yang mudah dibayangkan.
“Itu berarti…!? —Pacar Nii-san adalah ... cowok? Karena itu Ia tidak bisa memperkenalkannya pada Kana-chan dan Sana? ”
“... ada kemungkinan seperti itu.”
“Tidak, bukan itu, kalian salah.”
“Nii-san! Biarpun Nii-san suka sama cowok, Sana akan bertahan. ”
"Seperti yang sudah kubilang, apa yang kau tahan?"
“Kumohon, keluarlah…”
Sana, maafkan aku, tapi aku tidak bisa melakukan itu. Bahkan aku punya sesuatu yang perlu aku lindungi.
Karena aku tidak menaruh perhatian padanya, saat aku sadar, Hiiragi-chan sudah tertidur pulas. Wajah tidurnya terlihat imut.
“... Sa-chan. Dengan asumsi kemungkinan terburuk ... Bisa jadi itu keduanya. ”
“Keduanya?”
“... Kemungkinan kalau di dalam ruangan itu, ada anak laki-laki SD..."
“Itu berarti ... itu bukan loli tetapi shota ...!?”
Ini buruk. Tingkat kemesumanku di mata mereka perlahan-lahan naik.
“Sebelum Nii-san menjadi penjahat——!”
Brak, setelah mendengar suara keras, kotak-kotak berwarna itu bergerak.
He-hei hei hei, yang bener aja, Imouto.
“... Kekuatan cinta Sa-chan ...”
“It-Itu tidak benar. Bu-Bukan itu masalahnya. ”
Brak, gebrakan lain yang melanda pintu menyebabkan barikade bergetar.
Ini bukan candaan lagi! Mana mungkin aku membiarkannya mengetahuinya! Kuu ... Kekuatan Sana lebih kuat dari yang aku kira ... !? Di mana dia menyembunyikan kekuatan konyol ini?
“Sana, sebenarnya tidak memikirkan Nii-san, okaaaay?”
Brak, barikade bergetar lagi. Tinggal masalah waktu saja sebelum rusak. Menyerah pada barikade, aku membangunkan Hiiragi-chan.
“Ciuman pagi ...”
“Baiklah, baiklah. Pegang erat-erat selimutnya. Aku akan membiarkan Haruka-san keluar. ”
“Hoeh?”
Setelah dia memakai sandal, aku membawanya lebih dekat ke jendela.
“Eh, eeeeehhh !? Ak-Aku turun dari sini !? Aku tidak bisa, tidak bisa, tidak bisa. ”
“Tidak ada waktu lagi. Sana dan Kanata hampir akan— ”
“A-aku mengerti. Sampai jumpa lagi ... Seiji-kun, aku mencintaimu.”
“Aku juga, Haruka-san.”
Sambil saling memeluk, kami berdua berciuman. Rasanya seperti adegan di film-film Hollywood.
Sambil menginjak ambang jendela, aku perlahan-lahan menurunkan Hiiragi-chan yang berpegangan selimut. Kemudian, berat tiba-tiba menghilang, dan ketika aku melihat ke bawah, Hiiragi-chan melambaikan tangannya.
Pada saat yang sama, gubraaak, barikade hancur beratakan ditendang Sana dan Kanata saat mereka masuk.
“Ah. Apa…?”
“…… Seiji-kun, di mana gadis atau bocah laki-laki SD-nya?”
Haah, aku menghela nafas lega. Mereka berdua mungkin juga melihat ekspresi legaku.
“Bukannya dari tadi sudah kubilang kalau orang semacam itu tidak ada, ‘kan?”
Keduanya berusaha mencari seseorang yang mereka pikir ada di dalam ruangan ini.
“Lihat ‘kan? bukannya sudah kubilang. Nii-san mana mungkin punya pacar. ”
Dia membusungkan dadanya yang rata dengan wajah sombong.
“... Ini aneh ...”
Kanata tampaknya tidak puas saat dia menyuarakan kebingungannya.
“Aku sedang beres-beres, jadi aku mengumpulkan semua perabotan di dekat pintu.”
Dengan alasan yang masuk akal, entah bagaimana aku bisa berhasil melarikan diri.
“Kana-chan, ayo pergi? Ayo main game yang baru saja kita beli? ”
“………Ya.”
Kanata, yang sedari tadi duduk di tempat tidur, berdiri, dan akan mengikuti Sana keluar dari kamar. Namun sebelum membuka pintu, dia berhenti sejenak.
“… Di tempat tidur itu. Ada bau gadis lain selain Sa-chan. Seprainya juga agak hangat.”
Giku.
Mungkin karena barusan Hiiragi-chan tidur di sana.
“Itu bau badanku. Baunya harum, ‘kan? Aku sempat tidur siang, sih.”
“... Jika , kamu memang punya pacar, tolong beri tahu Sa-chan, oke? ... Lagipula Sa-chan benar-benar menyukai Onii-chan.”
Sama seperti aku memberitahu Natsumi-chan, apa aku juga harus memberitahu Sana  ...? Jika aku melakukan itu, apakah Sana akan mendukung kita seperti Natsumi-chan?
Kana-chan? Sana memanggil Kanata dari kamarnya sendiri dengan suara nyaring.
Kanata sedikit menundukkan kepalanya dan keluar dari kamarku.
Goron, aku berguling-guling di tempat tidur. Itu benar. Baunya harum seperti Hiiragi-chan.
Kanata tampaknya curiga bahwa aku memang sudah punya pacar. Walau dia mungkin tidak tahu siapa orangnya.
“Entah bagaimana semuanya berhasil.”
Aku menelepon Hiiragi-chan.
"Itu bagus. Aku akhirnya mengalami banyak hal yang mendebarkan. Ahaha .... Maaf karena mengatakan sesuatu yang egois seperti ingin pergi ke rumah Seiji-kun. ”
“Tidak masalah. Seharusnya tidak ada orang di rumah, jadi jangan khawatir. ”
Setelah memutuskan waktu pertemuan kami berikutnya, aku mengakhiri panggilan.
Suun suun, ketika aku mengendusnya, bau Hiiragi-chan bisa tercium dari seprai.
Apa aku bisa tidur malam ini ...?
Aku sekarang agak mengerti perasaan Hiiragi-chan ketika dia bilang kalau dia ingin membawa selimutku ke rumahnya.



close

3 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama