true became fiction when fiction's true

Sunday, 12 January 2020

Watashi no Shiranai, Senpai no Hyakko no Koto Chapter 43



u Sudut Pandang si Senpai u
Keesokan harinya.
Benar saja, dia memanggilku ke stasiun pas siang hari.
Ah, Senpai! Sebelah sini!”
Seperti biasa, pakaiannya yang serasi benar-benar menarik perhatian orang lain. Apa dia tidak sadar bagaimana pandangan orang-orang di sekelilingnya?
Aku yakin dia pasti menyadari hal itu. Lebih dari itu, dia bahkan mengabaikannya.
... Itu benar-benar mustahil bagiku, tapi baginya, kurasa tidak ada yang namanya mustahil.
Apa aku sudah membuatmu menunggu lama?
Aku menunggu Senpai sejak pagi, jadi tidak apa-apa.
Ha?
“Aku bercanda,kok. Bahkan jika itu benar, Senpai mana mungkin datang pagi-pagi jika aku tidak menghubungimu terlebih dahulu.”
Haa ...
Yah, toh itu gaya hidupku? Aku tidak ingin mengubahnya sama sekali.
Bahkan, meski aku mencoba mengubahnya, aku terlalu mengantuk di pagi hari. Aku tidak bisa bangun. Bahkan pada hari biasa, aku perlu mengerahkan seluruh kemauanku untuk bangun.
Lebih dari itu, ada sesuatu yang lebih penting sekarang.
Kouhai-chan yang berdiri di depanku menyipitkan matanya, menatapku dengan seksama.
Ini cocok untukmu, Senpai. Ngomong-ngomong, malah kacamata yang tidak cocok untukmu.”
Iya. Aku memakai lensa kontak hari ini, menggunakan hadiah Kouhai-chan. Karena aku tidak menggunakan jariku, bukan penjepit silikon, aku tidak takut memakainya.
Tapi yah. Seperti yang sudah kuduga, rasanya bakal sulit untuk mengenakannya di sekolah setiap hari. Kesulitan untuk memakainya tidak banyak berubah. Masih butuh sepuluh menit bagiku untuk menaruh masing-masing pada pagi ini.
“Yah, terima kasih.”
Kalau begitu, ayo pergi sekarang.
Kouhai-chan berbalik (roknya berkibar), dan dia mulai berjalan menuju pintu keluar stasiun.
Atau begitulah yang aku pikirkan, ketika dia tiba-tiba berhenti.
Dan kemudian, dia terlihat agak malu, dan bilang…..
Ngomong-ngomong, kita harus pergi ke mana, Senpai?

u Sudut Pandang si Kohai u
Di saat aku hendak pergi setelah bertemu Senpai, aku baru sadar.
Aku tidak tahu ke mana tujuan kami hari ini. Aku benar-benarceroboh.
Ha?
Senpai juga memasang wajah seola-olah tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
Senpai, apa kamu punya tempat yang ingin dikunjungi?
Tidak, kau tahu. Aku biasanya tak punya tempat yang ingin aku kunjungi di akhir pekan, dan aku hanya mendekam di rumah saja.”
Jadi tidak ada, nih?
Senpai terdiam selama beberapa detik sebelum membuka mulutnya lagi.
Jika kau bertanya apa aku punya atau tidak, aku punya,kok.
Hou hou.
Tapi, itu bukan tempat di mana orang bisa pergi berkencan.
Setelah kata pengantar itu, Senpai menarik poninya, dan menambahkan.
“Aku ingin memotong rambutku.”
Tentu saja itu sudah cukup panjang, ya.
Aku tidak tahu bagaimana standar anak cowok, tetapi rambut Senpai saat ini terlihat agak terlalu panjang. Poninya sudah mencapai matanya, dan nampaknya menghalangi pandangannya.
Kalau begitu, disana――”
Aku berhenti berbicara. Aku memikirkan sesuatu yang bahkan lebih menarik.
Nn?
Senpai, pertanyaan hari ini .
Mana mungkin senpai pergi ke tempat yang layak, karena senpai adalah senpai.
Senpai, salon kecantikan apa yang biasanya kamu kunjungi?

u Sudut Pandang si Senpai u
Hei, Aku ini cowok, tau.
Aku tidak pergi ke tempat-tempat elit semacam itu, dan lagian, aku bahkan tidak pergi ke salon kecantikan.
Ahh…
Oi, apa-apaan dengan eksprsi lega 'seperti yang sudah aku duga'!
Tidak, bukan apa-apa.
Aku sering pergi ke potongan 1.000 yen.”
(TN : "Potongan 1000 Yen" adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan tempat pangkas rambut di mana kalian bisa membayar seribu yen untuk potongan rambut yang cuma memakan waktu sepuluh menit. Karena kecepatan dan teknik yang luar biasa di tempat pangkas rambut ini, mereka sangat populer di Jepang)
Itu pemikiran yang bodoh saat kau berpikir bagaimana memotong rambut akan membutuhkan jumlah uang yang setara dengan harga membeli Light Novel yang agak mahal dari biasanya. Yah, itu juga sudah termasuk harga untuk biaya jasa, jadi mau bagaimana lagi.
Tapi salon kecantikan pasti lebih mahal, ‘kan? Aku Ogah pergi ke sana.
“Begitu ya. Aku mengerti.”
Sampai kau bertanya begitu, kemana kita akan pergi sekarang? Itu pertanyaan hari inidariku.”
Haa ...
Ketika aku berpikir Kouhai-chan sedang menghela napas, dia tiba-tiba mengalihkan perhatiannya ke jalan.
Senpai, tolong ikuti aku. Aku akan memberitahumu segera.”
Jika dia mengatakannya seperti itu, aku tidak punya hak menolak.
Tidak, jika dia bertingkah tidak masuk akal, tentu saja aku bisa menolaknya, tapi sungguh menyusahkan untuk melakukannya.
Kami berjalan sebentar dan memasuki suatu gedung, lalu naik lift yang bergoyang. Aku bisa mencium aroma sampo Kouhai-chan dari suatu tempat.
Saat dia membuka pintu, seperti yang kuharapkan, di sana ada salon kecantikan.
Umm ...
Aku yang akan membayarnya.
Bukan itu masalahnya. Maksudku, ini masalah perasaan dan kepercayaanku.
Tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk fashion, atau untuk terlihat modis. Karena aku hidup dengan kepercayaan ini, hanya dengan memasuki tempat seperti ini saja sudah membuatku kehilangan arah
Tanpa peduli bagaimana aku terpana, Kouhai-chan terus memasuki ruangan.
Koreksi. Dia peduli.
Kouhai-chan menarik tanganku, dan membuka pintu.
Oh? Maharu-chan, selamat datang. Bukannya kau baru saja potong rambut? Apa yang terjadi?”
Si Resepsionis adalah orang yang berbicara agak lenjeh. Sejujurnya, aku tidak begitu menyukainya.
Ini bukan untukku, tapi orang ini.
Kouhai-chan tiba-tiba menarik tanganku yang saat ini dipegangnya, dan mendorongku ke depan.
Oh? Pacarmu? Jadi akhirnya musim semi tiba juga untuk Maharu-chan?”
Untuk beberapa alasan, aku tidak bisa menyuarakan penolakanku.
Aku akan pulang sekarang, oke?
“Maaf maaf.”
Usai bilang begitu, pria mencolok itu berbalik ke arahku. Melihat bagaimana dirinya memiliki gunting di pinggangnya, mungkin orang ini adalah seorang ahli kecantikan. Hah? Atau seorang penata rambut? Tukang cukur? Yah, yang mana saja tak masalah.
Sekarang. Senang bertemu denganmu. Namaku Hatano, ahli kecantikan yang bertanggung jawab atas Maharu-chan.”
“Senang bertemu denganmu. Namaku Iguchi.”
Iguchi-kun, eh. Senang bertemu denganmu juga. Lalu, apa yang akan kau punya hari ini?”
Ia pasti bertanya tentang apa yang ingin aku lakukan di sini hari ini, tapi sayangnya, aku tidak punya pengalaman di tempat semacam ini, jadi aku tidak tahu bagaimana aku harus membalasnya.
Ketika aku sedang berpikir, Kouhai-chan yang menjawab untukku.
Tolong buat Ia terlihat baik, ubah pria yang membosankan ini menjadi seseorang yang lebih tampan.”
Apa-apaan dengan memanggilku membosankan, bukannya itu terlalu kasar?
Aku hanya mengatakan yang sebenarnya.
Yah, itu mungkin benar. Orang-orang yang “tidak berusaha untuk dandan” akan terlihat membosankan dari perspektif mereka yang peduli.
Baiklah, oke. Serahkan saja pada kakak ini.”
Ia menepak pundakku dan menuntunku ke kursi.
Ngomong-ngomong, apa diwarna tak masalah?
Untuk sesaat, kupikir Ia bertanya apakah kerah bajuku boleh-boleh saja kena kotor. Tapi sepertinya bukan itu masalahnya.
Tolong biarkan tetap hitam.
Bagaimanapun, aku ini ketua OSIS.
Warna rambut asli dan rambut cokelat saat ini telah menjadi topik yang cukup panas.
Tapi bagaimanapun juga, rasanya agak, kau tahu sendiri ‘kan? Jika kita berbicara tentang murid teladan, selalu ada gambaran memiliki rambut hitam. Aku tidak ingin menentang itu.
“Ya ya. Lalu, aku akan mulai.”

u Sudut Pandang si Kohai u
Butuh sekitar tiga puluh menit untuk selesai.
Senpai yang sudah selesai keramas kembali ke sisiku.
“Ya. Itu terlihat bagus.”
Ia tidak mewarnai rambutnya seperti yang aku kira, tetapi rambutnya yang tadinya nampak besar menjadi lebih bersih, membuat kesannya sedikit berubah.
Hanya itu pendapatmu?
Hatano-san, terima kasih banyak.
Setelah berterima kasih padanya, kami keluar dari toko.
Senpai, bagaimana?
Aku merasa tidak ada yang berubah sama sekali.
Rambut Senpai dikeraskan dengan wax oleh Hatano-san, dan juga ditata olehnya. Aku merasa terlihat lebih Senpai keren, walau hanya dari leher sampai ke atas.
Bila melihat ke bawah, gaya pakaiannya tidak bagus. Ia benar-benar memilih yang paling aman dari yang aman, ya.
Hhmmm, apa selanjutnya kita harus mencari pakaian yang lebih baik?
Gumaman kecilku tumpang tindih dengan suara mobil di jalan.
Apa itu terdengar ke telinga orang yang berjalan di sampingku, aku tidak punya cara untuk mengetahui hal itu.




Hal yang kuketahui tentang Senpai-ku, nomor
Sepertinya dia selalu memotong rambutnya dengan potongan 1.000 yen.


No comments:

Post a Comment

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat