The World Made By Love, So Love is Root of Life

Thursday, 18 July 2019

July 18, 2019

The Result when I Time Leaped Chapter 48 Bahasa Indonesia


Diskusi Bagian 3

Setelah mereka berdua berhenti menangis, kami menghabiskan hidangan buatan Hiiragi-chan.
Dorobo-kun, ngomong-ngomong, apa yang kamu suka dari Haru-chan?"
Sembari menyesap teh, Natsumi-chan mengajukan pertanyaan tersebut. Hiiragi-chan, yang sedari tadi bersembunyi di dapur, kembali ke ruang tamu dengan muka bingung.
"O-ohon .... Apa yang kamu suka dari aku ...? kalau dipikir-pikir, aku belum mendengar hal itu belakangan ini.”
Kalau topik yang seperti ini, Hiiragi-chan selalu ingin mendengarnya dengan penuh harapan. Namun, setelah mendengar jawabannya, wajahnya langsung tersipu malu dalam 10 detik dan melarikan diri.
“Haru-chan, pandai melakukan pekerjaan rumah, tapi terkadang dia itu agak bodoh. Tapi, sebagai adik perempuannya, aku pikir wajahnya cukup cantik dan imut. ” (Natsumi)
“Hmm….karena dia pintar memasak, mungkin?" (Sanada)
"Itulah yang Ia katakan, Haru-chan." (Natsumi)
“Yeah. Selama akhir pekan aku selalu memasak makan malam atau makan siang untuknya. Kadang-kadang aku juga membuatkan bekal untuknya! ” (Hiiragi-chan)
“Masih ada yang lainnya, ‘kan? Misalnya saja, dia tiba-tiba menjadi orang mesum.” (Natsumi)
“A-aku ngga mesum sama sekali, kok! Ka-Kami benar-benar menjaga hubungan kami dari hal yang begituan. ” (Hiiragi-chan)
Hmmm ... ada kalanya dia tidak berdaya, apalagi setelah minum bir. Selama masa itu, dia jadi sedikit erotis dan cabul …... contohnya saja, dia tiba-tiba melepas pakaiannya di depan mataku, menunjukkan pakaian dalamnya kepadaku, atau melakukan ciuman yang erotis.
"Ya…Ada beberapa hal erotis juga sih ...." (Sanada)
"Seperti yang kuduga, Haru-chan memang mesum ..." (Natsumi)
Natsumi-chan sangat penasaran.
"Itu ngga benar, kok! Jangan memandangi gurumu dengan mata mesum seperti itu. ” (Hiiragi-chan)
"J-jadi seberapa mesumnya dia ...?" (Natsumi)
"Misalnya, dia tiba-tiba menunjukkan celana dalamnya kepadaku." (Sanada)
"Uwaah, itu sangat mesum!!" (Natsumi)
“I-Itu kan—, itu karena aku mengira Seiji-kun menyukai rok mini, bukan karena aku ingin menunjukkan celana dalamku pada Seiji-kun! Jangan salah paham! ” (Hiiragi-chan)
Jika kau bilang begitu, itu malah kedengarannya seperti kau benar-benar ingin aku melihatnya. Tolong berhati-hati saat mengatakan sesuatu seperti itu di depan umum, oke.
“Uhhh,..masih ada yang lain ….."  (Sanada)
“Eh, masih ada lagi!?” (Natsumi)
Mo — mouuuuu, udahaaaaan sih! Aku akan pergi mencuci piring dulu.” (Hiiragi-chan)
Merajuk layaknya anak kecil yang sedang marah, Hiiragi-chan melarikan diri ke dapur.
Kusu kusu, Natsumi-chan tertawa setelah melihat tingkah Hiiragi-chan.
"Haru-chan, dia terlihat sangat bahagia."
"Baguslah kalau begitu."
“Dia pasti sedang bahagia. Sejak dia menjadi guru, segala sesuatu terasa sulit baginya. Aku cuma bisa berbicara dengannya melalui telepon, tapi aku pikir kalau Haru-chan pada saat itu jauh lebih suram. ”
Awal-awal berada di dunia kerja memang hampir seperti itu. Rasanya berat dan benar-benar menyebalkan.
“... Jadi, apa yang benar-benar kamu sukai dari dia? Kamu ngga bakal bilang sesuatu seperti ‘aku menyukainya karena dia adalah guruku’, bukan? ”
“Wajahnya juga seperti itu, tapi dia cukup imut? Sifatnya juga. "
Sambil mengangguk, Natsumi-chan terus mendesak, “Dan?”
“Pada awalnya, kami cuma sebatas murid dan guru, jadi aku hanya bisa melihat apa yang ada di luarnya saja. Tapi saat kami mulai berkencan, aku bisa mengetahui sisi lain Hiiragi-chan. Semakin aku mengenalnya, aku jadi ingin tahu lebih, dan aku bisa melihat bagian dirinya yang imut dan manis. ”
"Du-Duh, A-Aku sendiri jadi malu walau cuma mendengarnya."
Merasa ada sesuatu, Natsumi-chan menengok ke arah dapur.
“Haru-chan? Kamu dari tadi menguping, ‘kan? ”
"A-Aku tidak menguping, kok!"
“Selama bagian-bagian penting pembicaraan, aku tidak mendengar bunyi air yang mengalir? Rasanya aneh, padahal kamu sedang cuci piring ”
“Sudah kubilang aku tidak menguping! Aku sama sekali tidak imut! "
"" Uwaahh, ngibulnya keliatan banget. ""
Hiiragi-chan pasti diam-diam menguping pembicaraan kami.
“Lagian juga, Seiji-kun itu seperti orang Italia dan pandai memuji orang. Itu tidak membuatku senang atau semacamnya.” (Hiiragi-chan)
“Ya, aku juga memikirkan hal seperti itu. Dia seperti orang Amerika saja.” (Natsumi)
“Kamu salah, Seiji-kun itu mirip orang Italia.” (Hiiragi-chan)
"Orang Amerika." (Natsumi)
Padahal, aku ini orang Jepang asli…..
“Lebih penting lagi, jika kamu nggak pandai berbohong, apa kalian berdua baik-baik saja di sekolah? Misalnya, nggak bisa ketemu selama di sekolah atau semacamnya? ”
"" Kami bisa dengan mudah berduaan. "" (Pasangan Bucin)
“Tapi, mana mungkin kalian mesra-mesraan di sekolah, ‘kan” (Natsumi)
"" Kami melakukannya dengan mudah ... "" (Pasangan Bucin)
“Sebenarnya, apa yang kalian lakukan di sekolah, sih!?” (Natsumi)
Dia benar-benar marah.
“Na-Natsumi, coba kamu bayangkan! Orang yang kamu sukai ada di sekolah, bisa berduaan sepulang sekolah saat sepi—. Kamu tidak ingin melewatkan waktu seperti itu, kan?” (Hiiragi-chan)
“Uuu. Berat, terlalu berat ...! A-Aku tidak mengerti hal yang begituan. Aku tidak punya pengalaman!” (Natsumi)
“Usai pekerjaan selesai dan pulang ke rumah, apa yang akan aku lakukan? Aku ingin menelponnya, mengiriminya sms selamat pagi, dan memulai hariku dengan perasaan bahagia!” (Hiiragi-chan)
“Y-ya ...” (Natsumi)
“Aku sudah lumayan memahami jadwalnya sekarang, jadi terkadang aku berpikir, Seiji-kun sedang tertidur di kelas, atau berpikir kalau aku sangat menantikan kelas sejarah dunia yang aku ajar. Kadang-kadang, aku bahkan pergi melihat betapa kerennya dia selama pelajaran olahraga— ” (Hiiragi-chan)
Saat Hiiragi-chan sedang menerangkan betapa senangnya punya pacar, Natsumi-chan mengernyitkan alisnya.
“Haru-chan, jangan bilang kalau kamu tipe orang seperti itu ...?” (Natsumi)
“Tidak, seharusnya tidak ...” (Hiiragi-chan)
Kami berdua mulai saling berbisik.
“Obsesi yang seperti itu tidak bisa ditertawakan, tahu? Ini sudah di tingkat otaku berbicara tentang alasan mereka hidup, ini sudah berada dilevel gawat. Apa ini baik-baik saja? Apa kamu ngga merasa terkekang? " (Natsumi)
"Ah, untuk saat ini, tidak masalah.” (Sanada)
"’Tidak apa-apa menjadi penguntit asalkan kalian itu berpacaran’ begitu maksudmu?" (Natsumi)
"Entahlah, mungkin sampai pada titik tertentu?" (Sanada)
“Sebaliknya, apa Haru-chan benar-benar punya banyak waktu luang? Apa dia  melakukan pekerjaannya dengan benar? " (Natsumi)
“Sebelumnya, dia datang ke gedung olahraga, dan kepergok oleh guru Penjas dan dimarahi.” (Sanada)
“Uwah ... padahal dia seorang guru …” (Natsumi)
“Jangan main mata dengan Seiji-kun." (Hiiragi-chan)
Pun, celemek yang digulung datang melayang dan memukul wajahku.
“Kami tidak main mata. Haru-chan, tidak masalah kalau kamu ingin menghabiskan waktu dengan pacarmu, tapi kamu juga harus melakukan pekerjaanmu dengan benar, kalau tidak, itu bisa menjadi masalah. ” (Natsumi)
"Ugi ... aku bekerja dengan benar. Iya ‘kan? Seiji-kun? " (Hiiragi-chan)
"Yah ... entah…aku juga ingin tahu ...." (Sanada)
“Cobalah dukung aku sedikit." (Hiiragi-chan)
Haah, Natsumi-chan mendesah.
“Sekarang aku sudah mengerti seberapa besar cinta Haru-chan pada Dorobo-kun. Kamu benar-benar mengalami kesulitan. ” (Natsumi)
“Ah, kau memahaminya?" (Sanada)
"Seiji-kun, kamu seharusnya menyangkalnya.” (Hiiragi-chan)
Yah, kesampingkan dulu candaan tadi. Seperti yang diharapkan, jika aku tidak hati-hati, ini akan menjadi di luar kendali ….. Aku juga menyukai Hiiragi-chan, baik sebagai guru, dan tentu saja, sebagai pacarku juga. Namun, jika ada yang sesuatu terjadi, Hiiragi-chan yang akan bertanggung jawab. Aku perlu memikirkan cara yang lebih baik.
"Ngomong-ngomong, sudah waktunya serangga pengganggu untuk pergi." (Natsumi)
Nishishishishi, Natsumi-chan berdiri dari kursinya sambil cekikikan. Hiiragi-chan dan aku mengantarnya sampai ke pintu depan.
“Aku juga sduah mengerti kalau kalian berdua benar-benar saling mencintai.” (Natsumi)
Natsumi-chan mengarahkan pandangannya ke bawah. Pada saat yang sama, Hiiragi-chan dan aku mulai berpegangan tangan.
Sampai jumpa lagi, ujar Natsumi-chan sambil berjalan pergi.
Setelah beberapa saat, aku menghela nafas lega dan merilekskan bahuku.
"Natsumi-chan, dia sungguh gadis yang baik." (Sanada)
"Iya, ‘kan? Dia adalah adik perempuan yang kubanggakan. ” (Hiiragi-chan)
Beberapa saat yang lalu, aku cemas mengenai apa yang akan terjadi, tapi untungnya kami bisa membuat Natsumi-chan merestui hubungan kami.