The World Made By Love, So Love is Root of Life

Saturday, 29 September 2018

September 29, 2018

The Result when I Time Leaped Chapter 21 Bahasa Indonesia



Perjalanan Pemandian Air Panas Bersama Hiiragi-chan - Bagian 3

Pada hari kedua dari perjalanan pemandian air panas, kita berdua menonton TV sambil Hiiragi-chan memberiku bantal pangkuan. Terkadang, kita akan memasuki pemandian pribadi, dan setelah merasa nyaman dan hangat kita akan tidur siang. Begitulah cara kami menghabiskan waktu bersama-sama. Itu adalah saat-saat kebahagiaan yang serasa seperti  berada di surga. 
Waktu pagi di hari ketiga.
Sambil memakan sarapan yang dibawa oleh karyawan penginapan, Hiiragi-cahn mengangkat tangannya dan bertanya.
“Seiji-kun, ada lautan di dekat sini, ‘kan? Apa kau ingin pergi nanti? "
"Boleh tuh…"
Mungkin tidak ada banyak tamu yang datang ke sini untuk melihat lautan, tapi mungkin ada juga orang seperti kami yang memutuskan untuk pergi ke laut karena mereka sudah ada di sini.
Jika kita pergi ke suatu tempat yang terbuka dan dilihat orang, risiko ketahuan akan meningkat. Meski kita berada di luar prefektur, tak ada jaminan kalau tidak ada orang lain yang memutuskan untuk bermalam di pemandian air panas selama Sabtu dan Minggu. Rasanya sedikit sedih karena harus tetap berdiam di penginapan ini ...
“Aku juga ingin pergi bersama Hiiragi-chan, tapi ada resiko wajah kita terlihat ...”
“Sekarang kamu baru bilang begitu, tapi aku sudah membuat beberapa persiapan! Tada! "
Bersamaan dengan efek suara yang dibuat-buat, Hiiragi-chan mengeluarkan benda yang tampak seperti topi dengan pinggiran lebar.
"Jika kamu memakai ini, orang-orang mungkin tidak akan mengenalimu dari jauh."
"Kau mempersiapkannya dengan baik ..."
“Fufun. Karena ini kesempatan langka. Ini barang yang penting! ”
Hiiragi-chan, yang memiliki wajah bangga, mengenakan topi lebar yang menutupi matanya. Rasanya seolah kita ini selebritis. Aku kemudian diberi topi. Nah, jika dengan benda ini, mungkin takkan masalah.
"Lalu, setelah kita check out, Ayo pergi ke sana."
"Yay !"
Setelah makan dengan santai, kami membereskan barang-barang dan memeriksanya. Kemudian, setelah berkendara sebentar, kami memarkir mobil di tempat parkir yang tampaknya untuk orang-orang yang pergi ke pantai.
Cuacanya bagus, dan luasnya cakrawala  bisa terlihat di bentangan langit biru nan cerah.
"Ini laut, Seiji-kun, lihat, lihat itu!"
"Iya, Iya aku tahu, tidak perlu terlalu bersemangat."
Kyaa, kyaa, Hiiragi-chan berteriak seperti anak kecil. Entah bagaimana, kelihatannya seperti anjing yang bersemangat karena melihat salju ... Aku benar-benar bisa melihatnya ... di sekitar pantat Hiiragi-chan, aku bisa melihat bayangan ekor yang bergoyang-goyang dengan kekuatan penuh.
Setelah turun dari mobil, kami berjalan di sepanjang pantai dengan tangan yang saling bergandengan. Untungnya, sekarang masih pagi, jadi hanya ada sedikit orang di sekitar sini. Meski begitu, kami tetap memakai topi. Hiiragi-chan sepertinya menikmati dirinya hari ini, saat dia berbicara dengan bersemangat tentang berbagai hal.
Ya. Jika sekarang, aku bisa menyerahkan hadiahku padanya ...! Ini adalah hal yang sudah aku katakan tadi, saat aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan memberinya hadiah karena bekerja sangat keras. Namun, aku kehilangan waktu yang pas untuk menyerahkannya kepadanya, dan entah bagaimana sulit untuk membuat peluang untuk itu. Terbungkus dengan kantong kertas, ada lima ikat rambut yang aku beli. Karena sudah menjadi seperti ini, mungkin aku seharusnya mendapatkan sedikit lebih banyak untuk hadiah ...
"Atau... sesuatu seperti ini, kebanyakan gadis mungkin sudah punya banyak, ‘kan ...?"
"Apa ada yang salah?"
Uooo!
Dia melihat lurus ke arahku.
"Kamu sepertinya bergumam sendiri?"
Se-sekarang. Aku hanya bisa melakukan ini sekarang.
"Haruka-san ... ini ..."
Aku mengeluarkan kantong kertas kecil yang aku sembunyikan.
"Apa itu?"
"Bukannya aku pernah bilang, kalau aku akan memberimu hadiah jika kau bekerja keras?"
"Kau akan memberiku hadiah ...?"
"Yeah. Ini semacam hadiah atas kerja kerasmu. ”
Hiiragi-chan menerimanya dan bertanya apakah dia bisa melihat isinya. Aku menjawabnya dengan mengangguk perlahan.
Ba-bagaimana reaksinya ...?
“Ah, ternyata ikat rambut. Lucu sekali. ”
Oh Oh …..itu bagus. Sepertinya dia menyukainya.
"Terima kasih, Seiji-kun ..."
Dia mengangkat kepalanya untuk mengucapkan terima kasih, tapi mata Hiiragi-chan tampak berkaca-kaca karena suatu alasan.
Mengapa!?
“Ini lucu… dan tidak terlalu mencolok, jadi bisa digunakan di sekolah. Itu benar-benar memiliki sentuhan yang tepat ... ”
Air mata mulai mengalir ke pipinya. Gusun, dia mendengus dan menarik ujung topinya untuk menyembunyikan wajahnya.
“Ke-kenapa? Tenanglah, Haruka-san! Ini hanya hadiah yang aku berikan padamu. ”
"Ya ... I-itu sesuatu yang mudah digunakan di sekolah, jadi itu menunjukkan bahwa ... kau benar-benar ... memikirkanku ... dan itu membuatku benar-benar bahagia ..."
Fueeeen, Hiiragi-chan mulai menangis tersedu-sedu. Aku memeluknya dan menepuk punggungnya untuk menenangkan dirinya.
"Aku sangat senang sampai aku menangis."
"Kau menangis lebih dari cukup."
"Itu hampir saja ..."
"Tidak, itu sudah bukan hampir, ‘kan?"
"Jawaban yang cepat dan tajam."
Hiiragi-chan menyubitku dengan suasana hati yang baik.
"Kamu yang terbaik, aku mencintaimu, Seiji-kun ..."
"Aku juga, Sensei."
Dia segera bereaksi dan mulai memukuli dadaku.
"Kamu memanggilku Sensei lagi, ih ..."
Apa-apaan orang ini? Dia sangat imut sekali.
“Kamu juga memiliki sisi yang jahil. Saat aku ingin kamu mengucapkan namaku dengan benar, kamu akhirnya menggodaku dan memanggilku Sensei, mooou. Aku sudah berulang kali memberitahumu kalau kita bersama-sama— ”
"Haruka-san, aku mencintaimu."
"Aku memaafkanmu…"
Sambil memegang kepalaku, Hiiragi-chan memberiku ciuman tanpa ragu-ragu.
Aku menggelengkan kepala untuk menghindari wajahnya.
"Tu-tunggu, di sini masih ada orang lain, tahu?"
“Seiji-kun, jangan melarikan diri.”
"Jika aku tidak melarikan diri, aku akan ditangkap oleh Sensei—"
"Sensei tidak suka kalau ada orang lain bicara, jadi tolong diam selama pelajaran."
Gashi, dia menggunakan kedua tangannya untuk memegang pipiku.
“Apa yang kamu bicarakan. Tu-tunggu, ada orang…. ”
“Tidak apa-apa sekarang. Nnn… ”
Mengunci wajahku sepenuhnya, Hiiragi-chan merampas bibirku.
Ketika aku mencoba melarikan diri ke belakang, aku akhirnya kehilangan keseimbangan karena aku harus menahan berat badannya, yang mana membuatku jatuh terlentang di pantai.
"..."
"Chuu, Chuu, Chuu."
"Apa kamu bisa berhenti."
"Kyaah"
Saling memandang satu sama lain, kami berdua mulai tertawa seolah kami pikir ada sesuatu yang lucu. Dari sudut pandang orang luar, kita mungkin terlihat seperti pasangan bodoh. Tapi kemungkinan besar, dari sudut pandang pasangan juga, akan berpikir bahwa orang lain terlihat bodoh juga. Jika tidak, Kau takkan bisa jatuh cinta. Jika kau berpikir secara logis tentang hal itu, Kau kemungkinan besar akan berpikir bahwa hubungan romantis itu tidak menyenangkan.

Setelah melakukan perjalanan romantis tiga hari dua malam, aku disambut ke dalam kelas sejarah dunia keesokan harinya.
"Ah. Sensei, apa kamu membeli ikat rambut baru? ”
"Aku tidak membelinya, malahan, ada seseorang yang memberikannya padaku."
"Lucu sekali."
"Itu bagus. Kamu mendapatkannya dari pacarmu, ‘kan? ”
“Pasti begitu! Itu sudah tertulis di wajahmu! ”
Ada beberapa gadis yang bertanya padanya sebelum pelajaran dimulai tentang ikat rambut yang aku berikan padanya.
“Y-ya. Entah?”
Hiiragi-chan yang bertindak bodoh, tersenyum dan melirikku dari samping.
“Baiklah, bel sudah berbunyi,  pelajaran akan segera dimulai. Silakan duduk di kursi kalian masing-masing. "






September 29, 2018

The Result when I Time Leaped Chapter 20 Bahasa Indonesia

Perjalanan Pemandian Air Panas Bersama Hiiragi-Chan - Bagian 2

Setelah menikmati makanan mewah dengan banyak hidangan seafood, sudah waktunya untuk mandi.
"Silakan duluan."
Karena Hiiragi-chan sudah bilang begitu, aku akhirnya menerima tawarannya. Saat aku mulai terlelap di dalam pemandian, aku dikagetkan oleh suara keras dari pintu terbuka.
“Wah. Rasanya lebih enak dari yang aku kira . "
Saat aku hendak berbalik, ada Hiiragi-chan, yang sedang terlilit handuk.
“Uwaahh !? Kenapa!? Bukannya kau bilang aku bisa masuk duluan !? ”
"Yah, maksudku, jika aku datang lebih dulu, kamu tidak akan ikut denganku, ‘kan?"
"Tentu saja!"
Sejak aku mulai berkencan dengannya, terkadang ada saat di mana aku melihat dirinya yang hanya memakai celana dalam saja. Namun, hanya dengan satu lapisan handuk, tampak lebih erotis daripada benar-benar telanjang ...
“Aku akan membersihkan punggungmu. Ayo kemari."
"Kau segampang itu bilang kemari ..."
Bagiku, segala sesuatunya benar-benar tidak terjaga, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak memiliki armor di tubuhku. Aku tidak berpikir ada orang yang masuk, jadi aku tidak membawa handuk ke dalam ...
Handuk tubuh itu sekarang berada di tangan Hiiragi-chan, yang dibasahi dengan sabun dengan kekuatan penuh. ... Itu akan baik-baik saja jika aku memakai celana dalamku, tapi aku tidak ingin Hiiragi-chan melihat bagianku yang penting.
"Cepat, cepat."
"Aku akan mencuci sendiri jadi tidak apa-apa."
“Eeh. Padahal aku sangat menantikan ini ... mandi bersama dan mencuci punggung satu sama lain ... ”
Sialan ... bukannya itu tidak adil? Dia bilang begitu padaku, sementara aku paham betul bagaimana dia telah bekerja keras untuk sampai ke titik ini.
"... Aku akan pergi ke sana, jadi ... U-umm ... A-apa kau bisa menutup matamu?" (TN : Eh…bukannya kebalik ya, masa cowok yang malu sih :’v )
“Seiji-kun, kamu sangat imut! Kamu seperti seorang gadis saja. ”
"Diamlah."
Basha, aku menyipratkan beberapa air panas padanya, lalu Hiiragi-chan mengeluarkan teriakan "Kyah!"
"Aku tidak pakai handuk sekarang."
“Heeh, aku mengerti ... Eh? Itu berarti kamu benar-benar bugil !? ”
"I-itu benar!"
Hiiragi-chan yang tadinya bersemangat, mulai menjerit dan wajahnya memerah.
“Ke-kenapa kamu tidak memakainya sih? Bukannya kamu tahu kalau aku akan datang? ”
"Jika aku tahu, aku tidak akan kaget begini."
“A-A-Aku mengerti. Aku pasti, pasti tidak akan membuka mataku. "
Dia terus menutup matanya saat dia memukul kursi kayu yang tampak mahal di depannya. Sepertinya "Aku ingin mencuci punggung Seiji-kun," berakhir menjadi "Aku akan merasa malu karena hampir melihat bagian terpenting Seiji-kun," Aku membuat resolusiku dan keluar dari bak mandi. Dengan kelincahan yang tampak seperti kepiting, aku bergerak sendiri dan duduk di kursi.
“I-itu baik-baik saja. Kau bisa membukanya sekarang. ”
"Ya ... aku akan dengan hati-hati membuka mataku."
Dia begitu sopan sampai-sampai tidak bisa dimengerti.
“Wah. Luar biasa. Ini seperti punggung yang indah dan lebar ... ”
"Masa sih?"
Goshi goshi, Hiiragi-chan mulai menggosok punggungku.
“Apa itu terlalu kuat? Apa kamu baik baik saja?"
"Tidak,. Ini sudah pas. "
"Apa ada tempat yang gatal?"
"Tidak juga. Malahan, kok seperti salon kecantikan sih? ”
"Izinkan aku untuk bergerak ke bagian depan."
"Kau tidak boleh melakukan itu."
Saat dia mencoba menggerakkan lengannya di bawah lenganku, aku meraih dan menghentikannya. Lebih penting lagi, punggungku,mulai merasakan sesuatu yang empuk ... Karena aku mulai sedikit terangsang, aku berharap dia akan sedikit menjauh ...
“Aku akan mencuci sendiri bagian depanku! Pinjamkan aku handuknya. ”
"Eh?"
"Jika kamu bersikeras untuk mencuci bagian depan, aku juga akan mencuci bagian depan Haruka-san, oke?"
"..."
Tak bisa berkata apa-apa, dia menyerahkan handuk yang ada ditangannya kepadaku. Aku senang dia mengerti. Begitu selesai mencuci, Hiiragi-chan menyesuaikan air panas untukku. Karena bagaimana posisi handuk  ditubuhnya, sepertinya itu akan jatuh ... Selain itu, handuk basah yang menempel padanya terllihat erotis ...
Zazaza, setelah dicuci oleh Hiiragi-chan, posisi kami berubah.
"Ji-jika kamu pikir itu merepotkan, kamu tidak perlu mencuciku, tahu?"
"Walau aku sudah bersikeras menolaknya, tapi kau masih ingin menggosok punggungku. Bukannya sikap melarikan dirimu ini sedikit tidak adil, Sensei?"
Dia melepaskan handuknya sedikit dan menunjukkan punggungnya. Itu adalah punggung putih, bersih nan indah.
"Pe-permisiii."
"Hyuu"
Goshi goshi, goshi goshi.
"Bagaimana?"
"Rasanya lumayan enak."
Hiiragi-chan mencoba membungkus tubuhnya dengan handuknya.
"Bagaimana kalau di sini?"
Aku meraih sikunya dan mengangkatnya.
"Jangan di keteekk!"
"Lenganmu cukup lembut juga."
"Mooooouuuuu, jangan pegang seperti ituuuu!"
Hiiragi-chan menjadi sangat imut saat wajahnya berubah menjadi merah padam sampai ke telinga, ketika aku sedikit menggodanya. Aku didesak untuk duluan masuk dan menunggu di pemandian terbuka. Sesaat kemudian, Hiiragi-chan juga datang. Dia sepertinya telah menanggalkan handuknya saat dia memegang dadanya dengan tangan. Aku melihat tubuhnya yang mirip seperti bayi yang baru lahir, tapi dengan cepat mengalihkan pandanganku.
"Kau benar-benar memesan penginapan yang bagus, Haruka-san."
“Hanya ini satu-satunya kesempatan yang kita miliki. Apa kamu menyukainya?"
"Ya. Yah, kita bisa mendapatkan ini karena Sensei bekerja keras. ”
“Saat kita sendirian, bukan Sensei, tapi Haruka-san, ‘kan? Mou, kamu melakukan itu dengan sengaja, bukan? ”
Aku akhirnya mengatakan itu secara tidak sengaja. Bertingkah seolah dia marah, Hiiragi-chan meraih pipiku dan menyubitnya.
"Bukan hanya aku yang bekerja keras, tahu?"
“Hmm? Lalu ada orang lain lagi? ”
Dia melingkarkan tangannya di lenganku di dalam air panas, dan menyandarkan kepalanya di pundakku.


"Seiji-kun, kamu memotivasiku untuk bekerja keras."
"Meski kau bilang begitu, aku sama sekali tidak melakukan apapun."
“Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Adanya kamu di sini untukku, itu saja sudah cukup. ”
"Kedengarannya seperti rayuan."
"Jangan bilang begitu ."
Dan begitulah kami terus melakukan percakapan sepele. Bersamaan dengan bulan yang menggantung di langit, ditambah suasananya juga luar biasa.
"Ini mulai pusing, jadi bagaimana kalau kita keluar?"
"Hiiragi Haruka sudah ... sedikit ... terang menuju ..."
"Eh, apa kau baik-baik saja?"
Dia tampak sedikit terspi ketika dia berbicara dengan suara kecil.
"Aku bersandar padamu ... jadi, aku sedikit panas ... Aku pasti tidak baik-baik saja ... Bagaimana denganmu?"
Mengatakan sesuatu seperti itu dengan pipinya yang memerah, aku benar-benar berpikir itu tidak adil.
"Aku juga seksi."
Hiiragi-chan menutup matanya dan menjulurkan bibirnya.
Menjawab permintaannya, aku memberinya apa yang dimintanya.
"Sekali lagi…"
Chuu.
"Lebih ... Tidak cukup ..."
Kewarasanku sudah terhempas oleh suaranya yang terdengar manis. Setelah itu, mungkin karena kami terlalu banyak mesra-mesraan, kami berdua benar-benar mulai merasa pusing.






September 29, 2018

The Result when I Time Leaped Chapter 19 Bahasa Indonesia



Perjalanan Pemandian Air Panas Bersama Hiiragi-Chan - Bagian 1

Mulai dari seminggu sebelum masa ujian dimulai, dengan pengecualian siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan klub, jam sekolah hanya berjalan setengah hari. Nilaiku sendiri berada di atas rata-rata. Jadi, meski aku tidak belajar dengan sangat keras, hasil nilaiku tidak aka terlalu jatuh.
“Untuk tes kali ini, jika kamu berusaha keras, aku akan melakukan sesuatu yang baik untukmu .
Tadi malam, Akupikir cuma sekedar obrolan biasa, tapi tindakan Hiiragi-chan melebihi harapanku.
"Seiji-kun, besok, sudah mulai ujian."
"Ya. Aku tidak perlu belajar terlalu keras, tapi sekedar belajar ringan masih diperlukan. ”
“Eeeeh !? Bukannya nilaimu baik-baik saja !? Aku sudah tahu itu. Seiji-kun akan baik-baik saja bahkan jika kamu tidak terlalu berusaha, ‘kan? Jika kamu ingin belajar, aku tidak akan menghentikanmu, sih. ”
“Bukankah sekarang adalah waktunya dimana kau seharusnya memberiku semacam motivasi atau sesuatu ...? Lagipula, kau ‘kan seorang guru. ”
“Aku bukan gurumu, tapi pacarmu. Phun. "
“Tidak, kau tidak seharusnya cemberut. Aku hanya bilang kalau secara teknis, kau itu memiliki kedudukan seorang guru ... ”
“Saat aku sedang bekerja, aku sedang mencari sesuatu di laptopku dan merencanakan apa yang akan kita lakukan bersama dari Jumat malam hingga Minggu nanti.”
"Lakukan pekerjaanmu dengan benar!"
“Tolong beritahu orang tuamu nanti, oke? Jika tidak, aku akan dituduh menculik anak di bawah umur. ”
“Keluargaku tidak akan terlalu khawatir. Cuma mengirim pesan pada mereka juga  tak masalah, aku yakin. ”
“Ya ya. Kalau begitu, Seiji-kun tidak perlu belajar. Aku sangat menantikan akhir pecan ini .
Dan begitulah jadinya.
Sepertinya dia ingin membuatku membuang ide untuk belajar selama akhir pekan, dan malah mengajakku bersenang-senang. Karena itulah, Hiiragi-chan bekerja keras sampai larut malam agar dia bisa menikmati akhir pekan. Aku tidak mendengar apa-apa tentang kemana kita akan pergi. Apa semuanya baik-baik saja ...?
Lalu, hari Jumat pun berakhir dan digantikan dengan akhir pekan. Saat aku pulang dari sekolah, ada panggilan dari Hiiragi-chan.
"Aku bisa bekerja keras ... akhir pekan ini ... sepertinya aku tidak memiliki pekerjaan yang tersisa ...!"
"Terima kasih atas kerja kerasmu."
"Aku bekerja ... sangat keras, itu bukan hanya upaya super-deluxe, tapi itu adalah ultra-deluxe."
Dia sampai mengatakan kata deluxe dua kali, tapi aku hanya mengabaikannya. Sejak Dia mengusulkan rencana melakukan perjalanan selama akhir pekan, Hiiragi-chan terus bekerja keras. Dia tidak hadir saat makan siang atau saat kegiatan klub ekonomi rumah. Dia bahkan bekerja  sampai larut malam. Aku masih bisa berjumpa saat pelajarannya di kelas, tapi dia akhirnya memiliki aura suram di sekelilingnya yang mana membuat takut semua teman sekelasku. Menandakan kalau  dia terlihat lesu, itu memberikan sedikit pengaruh.
Pada akhirnya, aku tidak bisa memberinya hadiah saat aku berbelanja bersama Sana. Aku akan mencoba mencari waktu yang tepat untuk menyerahkannya kepadanya. Sepertinya Hiiragi-chan baru saja akan pulang, dan dia ingin aku bersiap sebelum aku pergi. Ini baik-baik saja, tapi kita mau pergi kemana?
Aku membawa pakaian ganti dan berbagai benda lain di dalam tasku, dan aku pergi ke tempat Hiiragi-chan dengan sepedaku. Setelah memastikan tidak ada orang lain di sekitarku, aku menghentikan sepedaku, dan menggunakan kunci cadangan yang pernah aku terima untuk membuka pintu ruangan Hiiragi-chan. Tak lama kemudian, aku mendengar suara pemilik ini kembali ke rumah.
"Selamat datang, Haruka-san."
"!!"
Melihatku menyambut dirinya, Dia tampak sedikit terharu saat matanya menjadi sedikit berkaca-kaca.
"Gyu"
Dia memelukku di pintu masuk.
"Haruka-san, terima kasih atas kerja kerasmu."
“Entah kenapa, rasanya cukup bagus! Setelah kamu lulus, ayo lakukan ini setiap hari, oke? ”
Mungkin itu karena dia tidak berbicara denganku sepanjang minggu ini, tapi tiba-tiba terasa seperti Hiiragi-chan telah melepaskan limiter-nya, dan dalam ledakan tiba-tiba, mulai memberiku ciuman. Itu sama intimnya seperti orang Amerika. 
Di dahiku, di pipiku, dan bahkan bibirku.
…Apa-apaan ini? Rasanya seperti semacam di kecup anjing besar.
"Baiklah baiklah. Haruka-san, mulailah bersiap. ”
“Jangan meremehkan Hiiragi-sensei! Tadi malam, aku sudah beres-beres dan aku sangat menantikannya sampai aku tidak bisa tidur sama sekali. ”
"Daripada seorang guru, kau malah turun tingkat jadi anak SD !?"
Menoleh ke arah ujung jari Hiiragi-chan tunjuk, ada satu tas Boston* dan satu tas jinjing. (TN: Tas besar yang biasa untuk berpergian)
“... Kalau begitu, sebenarnya aku mau di bawa kemana, sih?”
"Penginapan! Pemandian Air Panas! "
"Yeah! …Tunggu. Aku tidak punya banyak uang, tahu? ”
Saat aku masih di dekapnya, Dia mulai mengelus-elus kepalaku.
“Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Haruka-san akan mengeluarkan uang untuk bagianmu juga .
"Eeh ... itu membuatku merasa kurang enak."
“Aku tidak memiliki banyak ketertarikan, jadi aku tidak punya banyak cara lain untuk menghabiskan uang. Ini tidak masalah! ”
"Tidak, kau tidak perlu sejauh itu ..."
"Seiji-kun, kamu mau ‘kan?"
Dia mencengkeram pipiku dan mengayun-ayuninya maju mundur sambil menatap lurus ke arahku dari jarak yang sangat dekat.
... Ini sedikit memalukan.
"Hiiragi Haruka-san jauh lebih kaya dari yang kamu kira, Seiji-kun!"
"Kau hanya asal ngomong, ‘kan !?"
Aku mengerti, aku akhirnya mengerti apa artinya bergantung pada orang lain.
“Aku sedikit bercanda, tapi tetap saja, sebelum aku mulai berkencan dengan Seiji-kun, aku menghabiskan hari-hariku dengan bermalas-malasan. Aku tidak benar-benar menggunakan uangku ... aku sangat hemat pada pakaian, makeup, dan alkohol juga. ”
Sekarang dia mengatakan itu, aku mengingatnya. Seseorang yang sudah bekerja, biasanya terlalu sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk menggunakan uang mereka. Bahkan jika mereka menggunakannya, selain kebutuhan sehari-hari, tidak banyak lagi yang bisa mereka gunakan untuk itu.
“Kurasa aku bisa menghemat uang karena aku tidak memiliki banyak minat. Aku tahu bahwa menggunakannya pada game dan semacamnya hanya menghabiskan sedikit uang. Selain itu, aku juga tidak terlalu banyak minum dan makananku cukup sederhana. ”
“Itu betul, itu betul ... eh? Seiji-kun, kamu tidak boleh minum alkohol, tahu? Dan makanan sederhana ... bukannya kau tinggal di rumah orang tuamu? "
"Ah."
Aku keceplosan.
"Atau lebih tepatnya, pamanku pernah mengatakan itu padaku?"
"Ah, jadi begitu."
Hampir saja. Mulai sekarang, jika aku tidak sengaja keceplosan, aku harus menggunakan perumpamaan yang masuk akal.
"Sekarang. Ayo ayo."
Kami bergandengan tangan dan meninggalkan rumah, lalu masuk ke mobil Hiiragi-chan.
"Mulai sekarang, kira-kira sekitar dua jam lagi untuk tiba di sana ..."
Aku memasukkan informasi tujuan yang telah diberitahukan Hiiragi-chan padaku tentang navigasi. Itu adalah kota spa dekat laut di luar prefektur.
"Bahkan jika kita terlambat check in, sepertinya pihak penginapan masih memberimu makan malam ..."
Hiiragi-chan terus memberitahuku berbagai informasi tentang penginapan. Setelah beberapa saat, jumlah hal yang dia katakan anehnya berkurang. Aku pikir itu aneh, jadi aku melirik ke orang di sebelahku. Saat aku menoleh, aku melihat Hiiragi-chan sedang menggosok matanya.
... Di-Dia sepertinya sangat mengantuk!
“Sensei, apa kau baik-baik saja? Kau tidak mengantuk, ‘kan? ”
"Jangan panggil Haruka-san, ini Sensei, kan ...?"
Ah, ini buruk. Dia sudah mulai ngelantur.
"Kita setidaknya harus menghentikan mobil di suatu tempat dan membiarkanmu tidur siang."
“Hari ini, aku tidak tidur jadi ini benar-benar buruk ~. Apa yang harus kita lakukan ~? Benar-benar buruk ~. "
“Ini bukan waktunya untuk ngelantur yang aneh-aneh, aku juga tidak tidur terlalu nyenyak! Situasi ini benar-benar buruk! "
Kami menemukan supermarket dengan tempat parkir yang luas dan masuk ke dalamnya. Dia duduk di kursi belakang dan menguap, dan kemudian mulai tidur dengan ekspresi lucu. Aku akan membiarkannya tidur sekitar 15 menit lagi.
Selama waktu itu, aku pergi ke supermarket untuk membeli sekaleng kopi dan kembali ke mobil. Tidur Hiiragi-chan terlihat sangat nyenyak, sepertinya dia tidak bisa bangun dalam waktu dekat. Bahkan setelah 30 menit, dia tampak begitu nyenyak dan tidak menunjukkan tanda-tanda untuk bangun.
“Sensei. Bukankah sudah waktunya untuk pergi, atau itu akan menjadi buruk? Bukankah kita seharusnya check in pada jam 8? ”
Aku menepuk bahunya, dan mengguncangnya. Tapi, dia sama sekali tidak mau bangun. Perlahan-lahan, aku menjadi semakin gelisah. Apa kita akan bermalam di dalam mobil ...? Jika itu masalahnya, aku tidak keberatan. Namun, perjalanan kali ini adalah sesuatu yang sudah susah payah Hiiragi-chan buat.
Ditambah, ini adalah hal yang paling menggembirakan yang pernah aku lihat padanya. Dia bahkan memberitahuku dengan gembira tentang menu malam ini untuk makan malam. Bahkan jika itu bukan perjalanan, dan hanya sekedar kencan biasa, aku masih merasa senang. Namun, ketika dia bangun, Hiiragi-chan mungkin akan meminta maaf kepadaku berulang kali.
Aku mungkin akan memberitahunya berkali-kali kalau aku tidak keberatan bermalam di dalam mobil dan tidak perlu baginya untuk meminta maaf. Meski aku mengatakan itu padanya, Hiiragi-chan mungkin masih akan meminta maaf karena rasa bersalah. Aku pikir aku mungkin membiarkannya tidur lebih lama.
…Hmmm.
Aku tidak ingin melihat Hiiragi-chan kecewa. Dia baru saja akan menikmati perjalanan yang dia rencanakan, jadi aku tidak ingin rencana ini berantakan.
"..."
Nah, sekarang. Ayo pergi.
uuuu
Aku mengguncang bahu Hiiragi-chan yang duduk di kursi pengemudi dari kursi penumpang.
"Haruka-san."
"Ueeh ...?"
Hiiragi-chan berkedip beberapa kali dan melihat ke sekelilingnya.
“Hmm? Ini di mana…?"
"Kau tidak ingat? Karena kau tidak tidur, mungkin ingatanmu menjadi sedikit kabur."
"Benarkah…?"
“Ayo, sudah waktunya pergi. Ayo cepat? "
Aku keluar dari mobil dan mengambil barang Hiiragi-chan denganku. Dia akhirnya menggaruk kepalanya, bingung, sebelum mengejarku. Melihat arsitektur penginapan dari luar, itu bukan pada tingkat yang aku kenali ... Itu memiliki perasaan kemegahan ... itu tampak sangat mewah ...
Setelah memeriksa tanpa masalah, seorang pekerja di penginapan menuntun kita ke kamar. Itu adalah ruang bergaya Jepang dengan luas sekitar 8 tatami. Di satu sisi ruangan ada meja pendek dengan dua kursi yang saling berhadapan. Sekarang sudah gelap, tetapi melihat kea rah luar jendela, sepertinya kau bisa melihat pemandangan laut. Estetika yang sangat luar biasa.
"Apa Anda tidak keberatan kalau saya membawa makan malam anda ke sini sekarang?"
"Iya. Tolong lakukan."
Setelah memeriksa instruksi lebih lanjut, pekerja itu pergi dari ruangan.
“Haruka-san. Apa kau tahu berapa lama kamar mandi umum akan dibuka? "
“Eh? Tidak ada hal seperti itu"
“Hah? Bukankah ini penginapan pemandian air panas?
"Kemarilah."
Dia menarik lenganku dan membuka pintu yang membuatku penasaran sejak aku masuk. Ada area ganti baju, dan pintu ke tempat yang terlihat seperti area pemandian. Ada mandi Hinoko yang bagus, dan juga pemandian udara terbuka kecil di balik kaca.
"... Eh."
“Sepertinya setiap kamar memiliki satu kamar mandi. Tapi, kamu tidak bisa memesan kamar berlama-lama. Kamu hanya bisa tinggal selama 24 jam? ”
Dengan kata lain, pemandian air panas pribadi ...? Sebagai orang biasa, aku sangat gugup. Aku dipeluk oleh Hiiragi-chan dari belakang.
"Karena aku punya kesempatan."
"Tidak heran kamu menantikannya."
"... Untuk anak-anak nakal, Sensei harus memberikan hukuman."
Yah, tentu saja dia akan memperhatikan. Setelah mengatakan dengan gaya seorang guru, Hiiragi-chan menggunakan mulutnya untuk memberiku ciuman panjang.