[LN] Saijou no Osewa Jilid 12 Bab 2

 Chapter 2 Ketua dan Wakil Ketua

 

Setelah berganti pakaian di ruang ganti, aku memasuki gymnasium. Tempat itu bukan lagi ruang yang familiar seperti saat pelajaran biasa. 

Ada banyak lampu gantung kristal tergantung di langit-langit yang tinggi, dan kilauannya memantul di lantai yang mengkilap seperti langit berbintang. Di atas panggung, orkestra yang mengenakan pakaian tuxedo memainkan melodi lembut, dan di atas irama tersebut, para wanita berpakaian gaun indah melangkah dengan anggun. Aroma parfum yang harum dan suara gesekan kain berpadu, menciptakan suasana pesta dansa yang autentik

Aku melangkah ke dalam ruang yang tidak biasa ini. 

――Aku sudah menunggu kedatanganmu, Tomonari-san.” 

Suara yang indah menyusup di tengah keramaian. Kerumunan secara alami terpisah ke kiri dan kanan, dan dari dalam, sosok Tennouji-san muncul. 

Wanita yang mengenakan gaun merah tua itu bersinar lebih terang daripada permata mana pun di ruangan itu. Rambut pirangnya yang tergerai, kulitnya yang seputih porselen, dan yang paling penting, kepercayaan diri yang terpancar dari matanya…… 

Hanya dengan keberadaannya, suasana di ruangan itu terasa lebih tegang dan berkilau. 

“Maaf, aku sudah membuatmu menunggu.” 

“Fufu…… jika kamu perlu waktu untuk bersiap, aku bisa menunggu sedikit lebih lama.” 

Aku baik-baik saja.” 

Aku menggelengkan kepalaku kepada Tennouji-san yang tersenyum santai. 

“Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi.” 

“…….!!” 

Wajah Tennouji-san yang sebelumnya tenang kini terlihat jelas memerah. 

“Kamu, benar-benar mengatakan itu. Tadi itu sedikit…… membuatku terkejut.” 

“Kalau begitu, aku senang bisa mengatakannya.…… Melihat postur percaya diri Tennouji-san, aku juga ingin berani lebih hari ini.” 

H-Hmph. Itu adalah sikap yang sangat berani.” 

Wajah Tennouji-san kelihatan memerah, tampak canggung. 

Pertunjukan kelas 2C adalah tarian sosial yang sesuai dengan penampilannya. Di festival budaya Akademi Kekaisaran, hal ini dianggap sebagai salah satu daya tarik utama, bersanding dengan teater dan paduan suara. 

Sembilan dari sepuluh kemungkinan, pertunjukan ini dipilih karena ada Tennouji-san. Faktanya, Tennouji-san tampaknya juga memberikan pelajaran tari kepada teman-teman sekelasnya sambil menjalankan tugas OSIS

Sebelumnya, aku juga pernah diajari menari oleh Tennouji-san. Teknik yang diasah saat itu masih mengalir dalam tubuhku hingga kini. Saat aku melirik sekeliling, ada banyak orang yang menatapku dan Tennouji-san. 

Putri dari Grup Tennouji. Ketua OSIS Akademi Kekaisaran. Tokoh sentral di kelas C. Ahli tari. Rambut pirang berombak seperti di manga. Ada banyak alasan mengapa kami menarik perhatian. Seberapa banyak aku bisa membuat permata yang luar biasa ini bersinar... semuanya tergantung padaku. 

“Kita bisa mulai kapan saja, kan?” 

“Ya.” 

Tanpa disadari, kami saling mendekatkan jarak. 

“Silakan pimpin, aku mengandalkanmu.” 

“Aku serahkan padamu.” 

Ketika aku dengan hormat mengulurkan tangan, dia meletakkan jari-jarinya di atas tanganku dengan anggun. Tatapan orang-orang di sekitar kami tertuju pada kami. Para siswa, orang tua, dan orang-orang penting dari dunia politik dan bisnis. Ada banyak mata menatap tajam, tetapi anehnya, aku tidak merasa gentar. 

Itu karena aku bisa merasakan kehangatan dan tekad yang kuat terpancar dari telapak tangan Tennouji-san. 

Dirigen orkestra mengangkat tongkatnya. Kami mulai berlayar ke lautan suara dan cahaya. 

“…… Menyajikan pertunjukan langsung adalah keputusan yang tepat.” 

“Ya. Kata Festival dalam festival budaya berarti tentang sebuah perayaan.” 

Akademi Kekaisaran adalah sekolah tempat berkumpulnya putra dan putri dari keluarga kaya. Para siswa di sini pandai menunjukkan keanggunan mereka, tetapi jika berlebihan, suasana bisa terasa menekan. 

Demi mengurangi ketegangan itu, kami menyediakan kehangatan melalui pertunjukan langsung. 

Tarian sosial ini bersifat partisipatif. Kami ingin tidak hanya siswa, tetapi juga semua tamu merasa nyaman untuk ikut serta. Kami tidak meminjamkan gaun, jadi tidak masalah jika mereka memakai pakaian bebas untuk menari. 

Setiap kali berputar, gaun merah tua Tennouji-san bermekaran seperti bunga. Jejak merah yang tertinggal menghiasi pandangan orang-orang. Di tengah-tengah tarian, aku melihat sekelompok orang di sudut lantai dansa

Yuri, Itabashi, Toshima, dan Sumida. 

Menyadari tatapan teman-teman lamaku, aku tersenyum. 

――Tolong lihat kami. 

Aku bergumam sendiri di dalam hatiku, dan memperbaiki posisi tubuhku. Saat aku bersekolah di SMA Ryuguu, aku tidak bisa menghabiskan waktu bersama mereka karena bekerja paruh waktu. Aku ingin mengucapkan terima kasih atas kebaikan mereka yang tidak meninggalkanku. 

Setidaknya…… aku ingin menjadi teman yang bisa mereka banggakan.

Suatu hari nanti, aku akan menunjukkan diriku cukup mencolok agar mereka bisa bercerita tentang pengalaman ini kepada teman sekelas. 

“…… Ekspresimu terlihat sangat bagus.” 

Di dekatku, Tennouji-san tersenyum dengan percaya diri. Hanya dengan melihat senyumannya, aku merasa seolah energi tak terbatas mengalir dalam diriku. Kami merasakan napas satu sama lain, menyatu dengan musik, dan terus menari sebagai bintang di lantai. Ketika lagu berakhir, suasana hening menyelimuti. 

Setelah jeda sejenak, tepuk tangan yang menggelegar mengguncang aula. 

“…… Kurasa ini juga memberikan efek promosi yang bagus, bukan?” 

“Ya. Sempurna sekali!” 

Tennouji-san tertawa ceria. 

Dalam pemilihan OSIS, Tennouji-san berjanji untuk mengadakan kursus etiket bagi para siswa. 

Tarian sosial kali ini juga berfungsi untuk mempromosikan pelajaran tari yang akan datang.…… Mungkin kedengarannya agak licik, tetapi jadwal para anggota OSIS sudah sangat padat. Kami harus menggabungkan berbagai hal agar bisa berjalan bersamaan. 

“Sekarang, dari sini……” 

“Bergabung dengan staf, kan?” 

Kami berdua berpisah di sini. Setelah menunjukkan bahwa kami bisa menari, kami akan menjadi anggota staf yang menjadikan diri kami pasangan bagi tamu yang ingin menari. 

Tennouji-san segera didekati oleh banyak orang. 

Aku melirik ke arah teman-teman lamaku. 

Mereka tampak sedikit canggung, tetapi sepertinya mereka akan ikutan jika aku mendekati mereka. Saat aku berpikir untuk mendekat――. 

“T-Tomonari-san!” 

Seseorang yang tidak kukenal memanggilku. 

Umm, jika kamu tidak keberatan, maukah kamu menari denganku?” 

“…… Ya. Jika kamu tidak keberatan denganku.” 

Sepertinya dia adalah siswi Akademi Kekaisaran.  Aku tidak mengenalnya secara pribadi, tetapi merupakan suatu kehormatan bahwa dia memilihku. Kami saling membungkuk dengan hormat dan mulai berdansa.. 

Setelah satu lagu selesai, aku dipanggil oleh gadis lainnya. 

“S-Selanjutnya, aku ingin menari denganmu……!” 

Umm, aku juga ingin menari denganmu, Tomonari-san……!” 

O-Oh? 

Apa ini? Ada apa ini? 

Ternyata aku lebih populer dari yang kubayangkan…… 

(…… Mungkin karena aku menari dengan Tennouji-san, jadi orang-orang menganggapku juga mahir berdansa.) 

Aku harus berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan…… 

Saat aku menari dengan cemas, gadis yang menjadi pasanganku menatap mataku. 

“Sejujurnya, aku selalu ingin berdekatan seperti ini denganmu, Tomonari-sa.” 

“Kenapa begitu……?” 

“Karena aku sering mendengar tentang prestasi Tomonari-san.…… Aku yakin kamu adalah pria yang luar biasa.” 

“…… Apa aku barhasil memenuhi harapanmu?” 

“Ya. Aku sangat puas…….” 

Tatapan matanya yang berkilau dan suara bisikan yang penuh gairah membuatku merasa seolah ada batasan yang tidak boleh dilanggar di depan kami. Ketika aku terdiam dan tidak bisa mengeluarkan kata-kata, siswi itu tersenyum kecil. 

“Satu lagu telah berakhir. Jika kamu mau, kita bisa menari lagi――” 

――Ahem!!” 

Kami berdua sama-sama terkejut dan menoleh mendengar suara batuk yang tiba-tiba. Tennouji-san berdiri di dekat kami dan terus batuk dengan keras. Tentu saja kami bukan tipe orang yang tidak mengerti maksudnya. 

Baiklah, kalau begitu, aku akan pergi sekarang……” 

“Ah, terima kasih……” 

Gadis itu segera pergi dengan cepat. Aku menghela napas lega dan mengusap dadaku, kemudian Tennouji-san mendekat. 

“I-t-s-u-k-i-san……!!” 

“Y-ya……!!”

Dipanggil dengan namaku, aku menyadari bahwa percakapan yang akan berlangsung ini adalah pembicaraan rahasia. Saat aku memperbaiki posisiku, Tennouji-san menghela napas dan berkata, 

Kurasa aku harus memberitahumu untuk jaga-jaga…… kita sudah memasuki pertengahan masa kelas dua. Jadi, sudah ada banyak siswa yang mulai memikirkan masa depan dan mencari pasangan.” 

“Mencari pasangan maksudnya……?” 

Tatapan Tennouji-san menjadi tajam. 

“Maksudnya adalah mencari pasangan untuk menikah……!!” 

Be-Begitu……” 

Jadi maksudnya seperti itu. 

Secara pribadi, aku berpendapat kalau itu masih terlalu awal…… Namun, di akademi ini, ada banyak murid dari latar belakang yang cocok, jadi aku bisa memahami perasaan orang-orang yang ingin menjadikan tempat ini sebagai ajang pertemuan.” 

“Tapi aku tidak memiliki latar belakang keluarga yang istimewa……” 

Tatapan Tennouji-san semakin tajam. 

“Kamu memiliki prestasi yang cukup untuk menutupi latar belakangmu!!” 

Mendengar itu membuatku senang, tetapi…… aku tidak pernah menyangka bahwa orang yang tidak kukenal pun berpikir demikian. 

Rasanya campur aduk, antara senang dan merasa tertekan. Aku tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari, para Ojou-sama dari akademi ini akan menganggapku pantas sebagai calon suami mereka

“…… Kenapa kamu terlihat terharu?” 

“…… Maaf.” 

Saat aku terdiam, Tennouji-san menatapku dengan tajam. 

Ya ampun.…… Oleh karena itu, jangan mudah terpengaruh. Di akademi ini, ada banyak Ojou-sama yang memiliki semangat bebas seperti binatang buas…… maksudku, mereka memiliki semangat yang kuat.” 

“Y-Ya, aku mengerti.” 

Justru dari pandanganku, semua siswa di akademi ini adalah orang-orang yang penuh semangat. Mulai sekarang, semangat itu mungkin akan diarahkan untuk pernikahan di masa depan. 

(…… Apa sekarang sudah saatnya untuk mulai memikirkan masa depan seperti itu?) 

Seperti yang dirasakan Tennouji-san, aku juga merasa ini terlalu cepat, tetapi…… di sampingku ada seseorang yang lebih cepat menyadari pernikahan. 

Itu adalah Hinako.…… Hinako sudah lama berperan sebagai Ojou-sama yang sempurna untuk mencari calon suami di masa depan. Menjaga reputasi keluarganya. Mungkin bukan hal yang aneh bagi siswa di Akademi Kekaisaran untuk mencari pasangan hidup yang lebih baik sebagai cara untuk mencapai tujuan tersebut

Berbeda dengan Hinako, ada banyak dari mereka yang benar-benar antusias. Aku harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam arus itu. 

“…… Tetapi.” 

Tennouji-san bergumam pelan, dan aku memiringkan kepalaku sambil bertanya, “Hm?” 

“Jika Itsuki-san memang berminat, aku……” 

“……? Tennouji-san?” 

Bu-Bukan apa-apa.…… Mari kita terus melayani tamu.” 

Tennouji-san pergi untuk mencari pasangan menari. Dia tampaknya ingin mengatakan sesuatu, tetapi…… mungkin nanti aku akan coba bertanya padanya dengan santai. 

――Itsuki~~!!” 

Teman-teman lamaku datang bergantian. Yuri yang memanggilku tersenyum lebar dan menyikutku dengan siku. 

“Kamu bisa menari seperti itu, ya? Aku terkejut!” 

“Aku sudah berlatih.…… Kesempatan untuk menari sosial ternyata cukup banyak.” 

Sebenarnya, jika ada kesempatan untuk menari, aku hanya mengangkat tangan untuk ikut serta.…… Tarian sosial di kalangan orang kaya mirip dengan kebiasaan merokok di kalangan pegawai. Meskipun tidak ada masalah jika tidak melakukannya, jika kamu melakukannya, kamu bisa berpartisipasi dalam tempat berkumpul yang disebut area merokok. 

Aku tidak bermaksud mendorong kebiasaan merokok, tetapi hal semacam ini tidak ada salahnya jika dipelajari. Jika aku menghindari kesempatan menari, hubungan sosialku mungkin akan berbeda dari sekarang. 

“Apa kalian juga ingin menari?” 

“Ya. Tapi, bukannya sulit bagi Itsuki untuk menjadi pasangan semua orang?” 

Aturannya, kita bisa berpasangan dengan siapa saja. Pertama-tama, aku akan mengajarkan kalian cara berdansa dulu, jadi mari kita coba bersama-sama.” 

Mungkin sebaiknya aku harus berdansa dengan seseorang terlebih dahulu dan menunjukkan contoh. Saat aku melirik teman-teman lamaku, aku menyadari bahwa Toshima terlihat paling bersinar di antara mereka. 

“Toshima, maukah kamu berdansa bersamaku――” 

“――Tunggu!! A-Aku yang akan melakukannya!! Aku akan menari dengan Itsuki!!” 

“Eh? O-oh, baiklah. Kalau begitu, aku akan menari dengan Yuri.”

Yuri menarik tanganku dengan paksa. Didorong oleh semangatnya, kami mulai melangkah. 

Mendadak ada apaan sih?” 

“…… Tunggu sebentar.” 

Yuri menari sambil mengarahkan pandangannya ke suatu tempat. Apa dia melihat Itabashi? 

Setelah menyadari tatapan mata Yuri, Itabashi mengangguk tiga kali. 

“Sepertinya tidak ada masalah, jadi aku akan memberitahumu.…… Sebenarnya, Itabashi berencana untuk mengungkapkan perasaannya kepada Toshima-san hari ini.” 

“Eh!?” 

Aku terkejut hingga hampir salah langkah. Jadi, itu alasannya…… 

Ternyata Itabashi menyukai Toshima-san…… 

“Aku sudah diberitahu bahwa Itabashi ingin berkonsultasi, tetapi…… jadi ini yang dimaksudnya.” 

“Ya.…… Ia jatuh cinta pada pandangan pertama padanya saat mendukung di pertandingan klub bisbol.” 

Aku bisa memahami perasaan Itabashi. Toshima-san adalah orang yang ceria dan tulus. Dia pasti memberi dukungan dengan sepenuh hati. Jadi rasanya sangat mudah untuk membayangkan bahwa Itabashi yang serius akan tertarik pada sosoknya. 

Itulah sebabnya, aku berharap kamu bisa membantunya, Itsuki?” 

“Tentu saja.” 

Aku langsung menjawab. 

“Hari ini aku sudah memutuskan untuk membuat semua orang bersenang-senang.” 

“Wah, kamu bisa diandalkan.” 

Aku menggenggam tangan Yuri dengan lebih erat dan memutar tubuhnya. 

“Yuri juga harus bersenang-senang, oke?” 

“Tentu saja. Aku sudah bersenang-senang sejak lama……” 

Yuri sedikit mengerucutkan bibirnya. 

“…… Tapi, bukannya kamu terlalu terbiasa?” 

Apa maksudnya? 

Secara logis, mungkin dia membicarakan tentang tarian sosial. 

“Sebetulnya, aku sudah terbiasa.” 

“Wah~” 

Saat kami menari, Yuri mendekatkan wajahnya. 

“Tadi juga, kamu didekati oleh gadis-gadis cantik.” 

“Itu, eh…….” 

Saat dia mengatakan itu, aku menyadari perkataannya. Yang dimaksud Yuri dengan terbiasa adalah jarakku dengan lawan jenis. 

“…… Aku hanya ingin memberitahumu, bahwa tarian sosial itu seperti ini. Awalnya aku juga bingung, tetapi setelah terbiasa, rasanya menjadi menyenangkan.” 

“Hmm, sepertinya aku takkan mendapatkan cukup pengalaman untuk terbiasa.” 

Yuri berkata dengan nada sedikit menjengkelkan. 

“…… Kalau begitu, bagaimana kalau kita menari saat kamu datang ke kediaman Konohana?” 

“Eh?” 

“Jika dengan Yuri, aku bisa menari kapan saja.” 

Aku ingin menunjukkan seberapa menariknya tarian sosial. Jika begitu, Yuri pasti akan mengerti. Bukan berarti aku sedang berperilaku manja di depan lawan jenis. 

Saat aku menatap Yuri dengan serius, dia mengalihkan pandangannya. 

“Ba-baiklah. Akulah yang salah……” 

“Bagaimana kalau kamu benar-benar mencobanya? Ini juga bisa jadi olahraga yang baik.” 

Ini juga bisa jadi penyegaran. Saat aku berpikir demikian, Yuri sengaja menginjak kakiku. 

“Au!?” 

“Memang, ini bisa jadi olahraga, tapi!!” 

Yuri menggenggam tanganku dengan kuat. 

“Aku ingin kamu merasakan bahwa aku lebih spesial!!” 

Yuri yang mengatakan itu dengan wajah memerah membuatku juga mengalihkan pandangan. Bahkan jika kamu mengatakan hal seperti itu……!! 

Jika aku mulai merasa kamu spesial, aku bisa kehilangan akal sehatku……!!

 

◆◆◆◆

 

Setelah berdansa dengan Yuri, orang-orang di sekitar mulai berkumpul lagi. 

(Aku ingin segera pergi……) 

Saat aku menoleh ke arah Tennouji-san, dia juga berada dalam situasi yang sama. Bukan hanya siswa saja, tetapi orang tua dan tamu yang ingin menyapa juga mulai mendekat. 

Siswa dari kelas 2-C mengumumkan supaya mereka tidak berkumpul di satu tempat, tetapi…… sepertinya mereka tidak mendengarnya. Aku terlalu fokus pada tarian sehingga tidak menyadari bahwa jumlah orang di gymnasium lebih banyak dari yang diperkirakan.  

…… Apa yang harus kulakukan? 

Aku bertukar pandang dengan Tennouji-san. Kami berdua menunjukkan ekspresi bingung, dan saat itu――. 

“――Serahkan saja kepada kami!!” 

Suara bariton yang jelas terdengar di telinga kami. Kemudian, sepasang pria dan wanita muncul di hadapan kami yang terkejut. Seorang pria tampan dan wanita muda yang cantik――. 

A-Ayahanda!? Ibunda!?!” 

Sungguh tarian yang indah, Mirei!! Yah, kamu memang selalu cantik!! Wahahaha!!” 

Rupanya mereka adalah orang tua Tennouji-san, Masatsugu-san dan Hanami-san. Kedatangan mereka membuat aula ramai. Meskipun sudah diperkirakan, mereka pasti memiliki banyak kenalan.…… Tentu saja, mereka adalah orang tua Tennouji-san. 

“Sudah lama tidak bertemu ya, Itsuki-kun. Meski ada banyak yang ingin kami bicarakan, tetapi…… sekarang kami akan membantu kalian!” 

“Eh?” 

Di hadapanku yang kebingungan, Masatsugu-san dan Hanami-san saling berhadapan. 

“Yuk, Mama. Mari tunjukkan kepada para pemuda tentang keindahan sejati.” 

“Ya, Papa. Mari kita bawa kalian ke dunia mimpi.”

Keduanya berdiri di tengah gymnasium. Dalam sekejap, mereka berubah menjadi satu kesatuan api. Tarian tango yang intens, penuh semangat, dan sempurna hingga ke ujung jari. Penampilan yang mengesankan dan ekspresi cinta yang meluap membuat penonton terpesona. 

Berbeda dengan tarian waltz yang lambat, tango memiliki tempo yang cepat, sehingga tidak semua orang bisa menari. Namun, tarian mereka yang selaras tidak menunjukkan sedikit pun kesulitan. Dengan penuh kebahagiaan dan kebanggaan menari di depan satu sama lain, mereka memancarkan gairah. 

Gerakan dinamis mereka mengalir seperti arus sungai. Arus tersebut mengikuti ritme dan mengubah jalurnya. Ketika jalur berubah, ekspresi mereka juga berubah. 

Sungguh indahnya tarian itu…… 

Aku melupakan segala posisi dan situasi, dan terpesona oleh tarian mereka. 

“…… Tomonari-san.” suara kecil Tennouji-san memanggil dari belakang. 

Sial…… aku juga sampai ikut terpesona. 

Sementara semua orang terfokus pada tarian Masatsugu-san dan Hanami-san, aku dan Tennouji-san diam-diam keluar dari gymnasium. Suara gaduh perlahan menjauh, dan ketika ketenangan kembali, kami menghela napas lega. 

“Fufu…… rasanya seperti kita sedang kawin lari. Menyelinap keluar dari pesta dansa untuk bisa berduaan.” 

“…… Memang.” 

Ini adalah plot yang sepertinya ada di film-film lama. Saat aku memikirkan hal itu, Tennouji-san mengembungkan pipinya. 

“Jika kamu benar-benar berpikir begitu, kamu seharusnya merasa lebih malu.” 

Meskipun dia mengatakan itu…… 

“…… Jika aku merasa malu sekarang, mungkin itu akan mengganggu patroli kita nanti……” 

Mendengar penjelasanku, Tennouji-san tertawa kecil. 

“Benar juga. Kita masih harus patroli setelah ini.” 

“Ah, ya. Kami harus mulai patroli sekarang……” 

Kami saling memandang dan tertawa. Sebenarnya, para anggota OSIS sebelumnya juga tampaknya menikmati festival budaya dengan alasan patroli. Baik siswa maupun guru sepertinya mengetahui hal ini dan membiarkannya. 

“Tennouji-san, apa ada tempat tertentu yang ingin kamu kunjungi saat berpatroli?” 

“Ya!! Aku sudah mencari tahu!!” 

Tennouji-san dengan mata bersinar mengumumkan. 

“Aku ingin pergi ke rumah hantu!!” 

Aku membelalakkan mata karena terkejut mendengar usulannya yang tak terduga.

 

◆◆◆◆

 

Di pintu masuk rumah hantu yang menggunakan ruangan siswa kelas satu, terdapat papan nama menyeramkan yang bertuliskan 'Rumah Sakit Terkutuk yang Terbengkalai'. Dari pintu masuk yang tertutup tirai hitam, terkadang-kada terdengar jeritan “Kyaaa!!” 

Aku dan Tennouji-san menelan ludah mendengar jeritan itu. 

…… Kami berdua sudah sampai di rumah hantu. 

Karena kami anggota OSIS, jadi tentu saja kami mengetahui gambaran umum tentang rumah hantu ini. Meskipun begitu, sama seperti aku yang pergi ke akuarium dengan Narika, kami tidak tahu tentang pengaturan spesifiknya. Kurasa Yodogawa lah yang memeriksa pengaturan pertunjukan ini.  

――Pertunjukkannya cukup menakutkan!! Aku yakin ini pasti akan populer!! 

Begitulah yang dikatakan Yodogawa dengan bersemangat, tetapi…… 

“Ka-Kalau begitu, ayo kita masuk ke dalam?” 

“Y-Y-Y-Y-Y-Y-Y-Y-Ya, ayo……” 

Kami sudah merasakan ketakutan sebelum masuk, dan kami pun melangkah maju. Setelah melewati tirai hitam, kami masuk ke dunia gelap yang sunyi, seolah-olah segala kebisingan dunia luar tidak pernah ada. Aroma disinfektan yang samar dan suara air aneh yang terdengar dari mana saja semakin menambah rasa takut kami. 

Konsep rumah hantu ini adalah rumah sakit yang terbengkalai, sesuai dengan judulnya. Properti di dalamnya telah diproses dengan teknik penuaan profesional, bahkan aroma karat dan jamur pun bisa tercium. 

Dengar-dengar, putra seorang produsen peralatan medis di kelas ini telah menyediakan sejumlah besar peralatan medis bekas..…… Rumah hantu ini sangat berbeda dari rumah hantu festival budaya yang kukenal, yang tampaknya terbuat dari kardus dan kantong plastik hitam. Kualitasnya bahkan melebihi rumah hantu di taman hiburan. 

“Rumah hantu adalah pertunjukan yang sudah akrab bagiku, tetapi…… ternyata siswa Akademi Kekaisaran juga mengetahuinya, ya.” 

“Sejak dipamerkan di festival budaya beberapa tahun lalu, karena mendapat reputasi baik, sepertinya sudah menjadi tradisi setiap tahun…… Aku tidak bisa pergi tahun lalu, jadi aku sangat menantikannya tahun ini……” 

Tennouji-san berkata demikian sambil bergetar ketakutan. 

“Jadi, bagi Tennouji-san, ini pertama kalinya kamu mengunjungi rumah hantu?” 

Hiii!? Y-y-y-y-y-y-ya, benar!!” 

Dia tampak sedikit menyesal telah datang. Suara Tennouji-san melengking sepanjang waktu. Dia masih bisa berbicara, tetapi sepertinya dia tidak bisa tenang jika tidak berbicara. 

(…… Sepertinya aku yang harus memimpin.) 

Sebenarnya, aku juga merasa ketakutan, tetapi kami tidak bisa berdiri di tempat terus-terusan

“Tennouji-san, karena gela jadi harap hati-hati dengan langkahmu.” 

“Y-ya!! Aku akan hati-hati karena gelap!!” 

Sepertinya dia sudah tidak mengerti apa yang dia katakana lagi. Saat kami berjalan di jalan sempit, aroma disinfektan terhembus oleh angin sejuk. 

“Ugaaaahhh――!!” 

Tiba-tiba, seorang perawat berlumuran darah melompat keluar dari kegelapan. Pada saat itu juga, Tennouji-san langsung menggenggam lenganku. 

“Hiih!? Ja-Jangan mendekatiku!! Ak-Aku ini tidak enak dimakan desuwa!!” 

Dia bergetar ketakutan dan berusaha bersembunyi di belakangku. 

T-Tennouji-san…… 

Ketakutannya terlalu berlebihan, sehingga siswa yang berperan sebagai perawat pun sampai menatapnya dengan tatapan khawatir. 

Reaksi Tennouji-san yang berlebihan justru membuatku lebih tenang. Aku memberi isyarat kepada siswa perawat itu bahwa tidak ada masalah dan melanjutkan langkah. 

“Tennouji-san, sekarang sudah aman, jadi, um, bisa tolong lepaskan…….” 

“Ap-Ap-Ap-Apanya yang aman!? Bukannya sekarang masih gelap sekali!!” 

Dia sudah merasa takut hanya karena ruangan yang gelap. Sekarang kalau kuingat-ingat lagi, Tennouji-san juga sangat terkejut saat aku membawanya ke pusat permainan. Mungkin dia memang lemah terhadap hal-hal baru. 

Putri yang sebelumnya memikat banyak penonton dengan tarian sosialnya dan menguasai tempat dengan karisma yang luar biasa kini tidak terlihat sama sekali. 

“…… Pfft.” 

Ke-Ke-Kenapa kamu malah tertawa!?” 

“Maaf, aku hanya terkejut dengan perbedaan yang begitu kontras.” 

Tolong jangan tertawa!! Tolong jangan tertawa begitu!!” 

Ketika aku tertawa tebahak-bahak, Tennouji-san mencubit lenganku dengan kesal. Namun, cengkeramannya lemah. 

Saat kami melanjutkan perjalanan, efek rumah hantu semakin meningkat. Setiap kali tangan berdarah muncul dari dinding atau kepala terputus jatuh dari langit-langit, jeritan Tennouji-san semakin menggema. 

[Kesalahan medis yang terus berulang. Eksperimen mengerikan yang dilakukan di balik layar. Semua ini akan menjadi hutang yang ditanggung oleh rumah sakit ini—――]

Sebuah suara, bercampur dengan suara statis, terdengar dari pengeras suara. 

(…… Suasana dunia yang diciptakan sangat baik.) 

Pertunjukkan mereka melampaui rasa takut sampai-sampai membuatku terkesan. 

Sepertinya ada siswa di kelas ini yang sangat memahami genre horor. Mereka telah mengatur hal-hal klasik dengan baik dan juga menyisipkan elemen yang disukai oleh orang-orang yang terkait dengan Akademi Kekaisaran

Perjalanan rumah hantu ini hampir berakhir. 

Saat aku melihat Tennouji-san yang masih menggenggam lenganku…… 

“Hyuuh…… hyuuh…… hyuuh……” 

Wajah Tennouji-san kelihatan pucat pasi, dan dia bernapas dengan susah payah. 

Sepertinya kami harus segera menuju keluar. 

Melihat Tennouji-san yang hampir menangis, aku berusaha menariknya dengan lembut untuk melanjutkan. 

Tepat ketika kami bisa melihat cahaya di ujung terowongan—

Hooeaaa~~~!!” 

Seorang zombie berpakaian dokter muncul di depan kami. Kulitnya berwarna hijau dan lengket, dengan rongga mata yang cekung. Luka menganga di kedua pipinya.…… Dengan riasan yang terlalu realistis, aku hampir berteriak. 

Secara refleks, aku melihat ke arah Tennouji-san. 

Bahkan aku yang biasanya tenang pun merasa ingin melompat karena ketakutan. Jika Tennouji-san merasakannya sekarang――. 

“Fue……” 

Tennouji-san mengeluarkan suara kecil. Dan dari matanya, air mata besar mulai mengalir. 

“Fueeee…….” 

Dia menangis!! Apa yang harus kulakukan!! Ini benar-benar di luar dugaan!!

Tennouji-san menggenggam lenganku dengan kedua tangan dan terus meneteskan air mata. 

“Itsuki-san…… aku sudah tidak sanggup lagi desuwa……” 

“Te-Tennouji-san, kita tidak berduaan sekarang, jadi memanggilku dengan nama itu agak……!!” 

“……? Bukannya kita sedang berduaan……?” 

“Apa kamu menganggap hantu ini nyata!?” 

Pantas saja dia merasa takut!! 

Zombie dokter itu tampak bingung dan minta maaf. Aku tersenyum pahit sambil menarik lengan Tennouji-san dan berusaha keluar. 

Yodogawa……!! 

Kamu!! Ini bukan ketakutan yang pas tauuuu……!!

 

◆◆◆◆

 

Setelah terpapar sinar matahari yang cerah di luar, Tennouji-san akhirnya bisa kembali ke keadaan normal. Kami menyediakan banyak bangku untuk beristirahat dan bersantai, khusus untuk saat-saat seperti ini. Ruang santai dengan pendingin udara dan makanan ringan juga dibangun di mana-mana, tetapi aku khawatir apakah kondisi mental Tennouji-san akan bertahan sampai kami sampai ke sana, jadi kami duduk di bangku terdekat dan menikmati angin sepoi-sepoi

“…… Maafkan aku karena telah menunjukkan sisi yang tidak pantas begini.” 

Tennouji-san mengucapkan itu dengan wajah memerah, hampir terdengar sedang bergumam. Setelah merasa tenang, sepertinya dia mulai merasa malu. Dia memang orang yang sibuk. 

“Tidak, itu menyenangkan. Rasanya aanyak hal yang baru dan menarik.” 

“…… Termasuk diriku juga, kan?” 

“Tentu saja tidak.” 

Hahaha, apa yang dia bicarakan? 

Dia menatapku dengan tatapan tajam, tetapi aku hanya tertawa untuk mengalihkan perhatian. 

…… Tapi ke depannya, aku harus mengingat bahwa ketahanan Tennouji-san terhadap horor cukup rendah. 

Siswa-siswa di Akademi Kekaisaran tidak begitu akrab dengan budaya rakyat biasa. Jadi aku mengira rumah hantu ini adalah atraksi khusus di akademi ini, tetapi sepertinya ini adalah pertunjukan yang populer setiap tahun, jadi banyak siswa dapat menikmati elemen horor ini secara langsung. 

Siswa-siswa yang sehat dan cerdas mungkin sebenarnya cukup kuat terhadap elemen horor seperti ini. Tennouji-san sepertinya pengecualian…… 

Jika dipikir-pikir, Hinako juga tampaknya kuat terhadap elemen horor. Setidaknya, dia bisa berpura-pura tidak takut. 

Mengenai Narika, mungkin dia akan bereaksi berlebihan dalam hal terkejut…… tapi apakah dia akan merasa takut terhadap hantu? Dulu, dia menangis hanya karena melihat satu serangga, tetapi sekarang, dalam situasi tertentu, mungkin hantu yang akan merasa takut padanya. 

Saat aku mencoba menenangkan Tennouji-san, seorang siswi dari kelas yang mengelola kedai teh kebetulan lewat dan menawarkan dua cangkir teh untuk dicicipi. 

Aku dengan lembut memiringkan cangkir yang memiliki pola modern bergaya Art Deco. 

“…… Rencana Itsuki-san tampaknya berhasil, ya.” 

“Lebih tepatnya, rencana kita berdua.” 

Tennouji-san tampaknya kini benar-benar tenang setelah meneguk tehnya. Di hadapan kami, ada banyak tamu yang menikmati teh dalam suasana berdiri yang anggun. 

Ini adalah salah satu pertunjukan kafe yang bisa dianggap sebagai klasik di festival budaya. Dalam perencanaan ini, beberapa siswa mengajukan permintaan untuk memberikan sampel minuman kepada tamu. 

Sebenarnya, sistem mencicipi ini sebelumnya tidak diizinkan dan baru pertama kali diterapkan tahun ini.…… Alasannya karena gelas kertas yang digunakan untuk mencicipi dinilai merusak pemandangan Akademi Kekaisaran

Namun, ketua OSIS tahun ini adalah putri dari grup Tennouji yang sangat terkenal karena tata krama mereka yang halus―― Tennouji Mirei. 

Tennouji-san, yang telah memutuskan untuk melaksanakan kursus etiket, berpikir bahwa dia tidak ingin mengurangi kesempatan bagi siswa untuk mengasah etiket mereka dalam suasana sosial. 

Dan aku berada dalam posisi untuk membantu Tennouji-san. 

Setelah diskusi panjang, kami mendirikan ruang makan di berbagai tempat di Akademi Kekaisaran. Meskipun hanya ada meja tanpa kursi, siswa di sini dan tamu yang diundang ke festival budaya ini terbiasa dengan suasana berdiri, jadi tidak ada masalah. Mencicipi teh di kafe hanya diizinkan di area sekitar ruang tersebut. 

Peralatan teh yang digunakan untuk mencicipi ditentukan dari merek yang menarik. Tempat pengembalian cangkir ada di dekatnya, tetapi pada dasarnya, siswa dari kelas yang menyediakan sampel akan secara aktif mencari dan mengumpulkan cangkir yang kosong. 

Semua ini adalah pemandangan yang bisa terjadi berkat pendidikan yang baik dari para siswa. Tidak ada yang membuang sampah sembarangan. Tidak ada yang berisik secara berlebihan. Tidak ada yang membawa makanan atau minuman secara sembarangan, dan menggoda pun sama sekali tidak diperbolehkan. 

Hanya dalam Akademi Kekaisaran lah hal ini bisa terjadi.…… Kami, pihak OSIS, harus dengan cermat menemukan dan mewujudkan hal-hal seperti ini. 

“Aku penasaran, apa Hirano-san dan yang lainnya juga menikmatinya?” 

“Mereka sangat menikmatinya. Sepertinya kita tidak perlu khawatir.” 

Meskipun mungkin sulit untuk sepenuhnya menghilangkan ketegangan, Yuri yang sudah terbiasa bisa menjaga semua orang dengan baik. Ketika topik berpindah ke teman-teman lama, aku teringat tentang masalah yang ingin dibicarakan Itabashi.  

Pengakuan perasaannya kepada Toshima-san…… aku ingin pengakuannya bisa berhasil. Aku juga harus mempertimbangkan perasaan Toshima-san, tetapi dari sudut pandang orang luar, mereka berdua terlihat cocok bersama. 

“Ngomong-ngomong, Tennouji-san.” 

“Ada apa?” 

“Apa kamu mempunyai rekomendasi tempat untuk mengungkapkan perasaan?” 

“Koohhhhhh――!?” 

Tennouji-san mengeluarkan jeritan seperti ayam. Sepertinya dia salah paham, jadi aku segera menjelaskan. 

“Sebenarnya, seorang teman lamaku yang datang bersama Yuri ingin menyatakan perasaannya di festival budaya ini.” 

Be-Begitu ya, jadi itu maksudnya……” 

Tennouji-san yang kembali tenang mulai berpikir sejenak. 

“…… Sayangnya, aku tidak bisa memikirkan tempat yang bagus. Aku menjalani hidup yang jauh dari hal-hal seperti itu.” 

Kupikir ada banyak orang yang mendekati Tennouji-san.” 

Kupikir aku akan dijodohkan dengan orang yang dipilih oleh orang tuaku.” 

Ah…… jadi begitu ya

Jika dia merasa tidak memiliki kebebasan untuk mencintai, dia pasti akan kurang paham tentang cinta. 

“Yah, berkat ulah seseorang, sepertinya orang tuaku takkan pernah memperkenalkanku pada tunangan seumur hidupku.” 

Tennouji-san melihatku dengan senyuman. 

Mana mungkin sampai seumur hidup, ‘kan. Jika Tennouji-san menginginkannya……” 

“Apa menurutmu aku menginginkannya?” 

…… Tentu saja dia tidak menginginkannya. 

Sejak saat itu, Tennouji-san sangat menghargai keinginannya sendiri. Jika dia menemukan tunangan, itu pasti adalah orang yang dia pilih sendiri, bukan seseorang yang disiapkan untuknya

“Fufu, jika aku terlambat menikah, kamu harus bertanggung jawab.” 

Itu tanggung jawab yang besar…… 

Meskipun begitu, aku tidak merasa terlalu tertekan. Sangat kecil kemungkinannya bahwa Tennouji-san akan tetap melajang

“Bagaimana denganmu, Itsuki-san? Saat menari tadi, kamu didekati oleh banyak wanita…… Apa ada yang menarik perhatianmu?” 

“Menarik perhatian? Yah, jika mendadak ditanya begitu……” 

Saat aku terkejut dengan pertanyaan mendadak itu, Tennouji-san menghela napas. 

“Dalam tarian sosial, berinteraksi dengan lawan jenis merupakan hal yang tak bisa dihindari. Sebagai seseorang yang mengajarkan tarian kepada Itsuki-san, aku ingin memuji keseriusanmu, tapi…… bukannya kamu terlalu santai? Bahkan aku pun merasa tegang saat menari dengan pria yang baru kutemui.” 

“Eh, masa?” 

“…… Aku sudah lama memikirkannya, apa kamu menganggapku sebagai orang yang bermuka tebal, Itsuki-san?” 

“T-Tentu saja tidak.” 

Aku memang berpikir dia memiliki mental yang kuat. Namun, bahkan Yuri juga menunjukkan jarak antara aku dan pasangan dansaku saat menari juga.…… Apa aku benar-benar terlihat setenang itu

“Itsuki-san, apa kamu tidak merasakan apapun saat menari bersamaku?” 

Tennouji-san bertanya dengan muka cemberut

Jika aku merasakan sesuatu, mungkin itu akan menjadi masalah…… tetapi jika aku tidak merasakan apa-apa, itu mungkin akan melukai perasaan seorang wanita. 

“…… Sejujurnya, aku juga seorang pria, jadi terkadang ada saat-saat di mana aku merasa terpesona.” 

Ap-Ap-Ap-Ap-Apa benar begitu!?!” 

Itu hal yang wajar. Aku memang mengatakan kepada Yuri bahwa aku sudah terbiasa, tetapi ada kalanya aku terguncang di momen-momen tertentu. Terutama jika pasanganku adalah wanita yang menawan dan cantik seperti Tennouji-san. 

“Namun, begitu tarian dimulai, aku secara otomatis merasa tenang.…… kurasa mungkin ini juga berkat pelajaran dari Tennouji-san. Saat itu aku benar-benar berusaha keras, jadi aku belajar cara untuk tidak memikirkan hal-hal lain selama menari.” 

Terima kasih telah mengajarkanku dengan tegas.…… Aku menjawab dengan niatan seperti itu, tetapi entah mengapa Tennouji-san terlihat menggigit bibirnya dengan ekspresi kesal. 

Kugh!! Diriku di masa lalu benar-benar bodoh...!! Jika saat itu aku membimbing lebih lembut, hal-hal seperti ini dan itu mungkin akan terjadi...……!!” 

Tennouji-san menutupi wajahnya dengan kedua tangan dan menengadah ke langit seolah merasa putus asa. Aku tidak mengerti apa yang dia katakan, tetapi…… mungkin karena sifat Tennouji-san, kurasa dia tidak bisa mengajar dengan lembut. 

“…… Aku mendengar bahwa di sekolah sebelumnya, Itsuki-san juga pernah mendapatkan pengakuan cinta dari lawan jenis.” 

“…… Ya.” 

Yuri menceritakannya kepada semua orang selama liburan musim panas...…… 

Saat itu, aku memang pernah diungkapkan perasaan cinta oleh seorang teman sekelas perempuan, tetapi karena aku tidak ingin melibatkan latar belakang keluargaku, aku terpaksa menolaknya.…… Tidak, ungkapan terpaksa menolak itu hanyalah pengalihan tanggung jawab. Saat itu, aku hanya tidak memiliki kepercayaan diri untuk menjalani hubungan cinta yang biasa. 

Selama menari tadi, ada banyak wanita yang menunjukkan ketertarikan pada Itsuki-san. Wanita yang cantik, wanita yang imut, wanita yang ceria…… Apa kamu tidak merasa kalau mereka menarik, Itsuki-san?” 

“Mengesampingkan pertanyaan sejauh mana 'ketertarikan' itu…… Yah, kupikir mereka semua menarik. Sebenarnya, semua wanita di Akademi Kekaisaran memiliki level yang tinggi bagiku――” 

Saat aku menjawab dengan jujur, Tennouji-san menatapku dengan tajam. 

P-Padahal kamu sendiri yang bertanya padaku……!! 

Ini pasti jebakan……!! 

“Mu-Mungkin…………” 

Tennouji-san membuka mulutnya dengan ekspresi serius. 

“Ap-Apa Itsuki-san sudah memiliki…… seseorang yang seperti itu?” 

Seseorang yang seperti itu maksudnya…… seseorang yang kusukai

“Tidak ada.” 

“Fuuuuuuuuuh~~~~~~~……” 

“Lebih tepatnya, saat ini aku tidak berniat untuk memilikinya.” 

“Eh, ah, hah, eh……!?”

Tennouji-san hampir terjatuh dari kursinya. 

Bahaya!! Cangkirnya bisa jatuh!! 

Aku dengan cepat menyokong tubuh Tennouji-san dan membantunya duduk kembali. Setelah menempatkan tangannya di dadanya dan berusaha tenang, aku menjelaskan situasinya padanya. 

“Ada banyak hal yang ingin kulakukan dan hal-hal yang harus kulakukan…… Dalam keadaanku saat ini, aku tidak bisa memprioritaskannya di atas segalanya.” 

Aku merasa malu dengan pernyataan yang terlalu kekanak-kanakan itu. 

“…… Itsuki-san, kamu memang serakah.”  

“Serakah?” 

Aku sering dianggap serius, tetapi jarang dianggap serakah. Saat aku bertanya kembali, Tennouji-san menjelaskan. 

“Karena kamu tidak ingin mengorbankan kebahagiaan orang yang kamu cintai dan pencapaian tujuanmu, kamu menghadapinya dengan cara seperti ini.” 

Ketika dia mengatakannya seperti itu, mungkin memang benar. 

“…… Apa aku salah?” 

“Tentu tidak. Aku juga ingin seperti itu.” Tennouji-san lalu melanjutkan, “Ini adalah masalah yang tidak bisa dihindari. Manusia memiliki batasan sumber daya. Kita tidak bisa memilih semuanya…… Jika hasil analisis diri menunjukkan bahwa kedua hal itu sulit untuk dicapai, maka aku akan mendukung pemikiran itu.” 

Rasanya cukup menyegarkan melihat Tennouji-san yang biasanya selalu positif berbicara tentang batasan. Namun, itu tidak terasa aneh.…… Tennouji-san pasti telah menghadapi banyak batasan yang tidak kuketahui. Aku merasakan kebijaksanaan yang mendalam dalam kata-katanya

Waktu itu terbatas. Dan, itu tidak sama bagi semua orang

Mungkin ada banyak orang yang bisa mencapai keduanya di dunia ini. Terutama di Akademi Kekaisaran. Tapi, aku tidak bisa. Manusia memiliki batasan sumber daya, dan pilihan yang dimiliki setiap orang juga berbeda. Aku hanya bisa hidup dengan caraku sendiri. 

“…… Itsuki-san, apa kamu pernah mendapatkan pengakuan cinta dari seseorang setelah pindah ke akademi ini?” 

Wajah Narika melintas di pikiranku. Aku takkan pernah melupakan pengakuan cintanya

“…… Pernah.” 

“Pernah!?!” 

“Ya.” 

“Si-Si-Siapa, siapa yang mengungkapkan perasaan―― ahem!! Jika tidak keberatan, bolehkah kamu memberitahu siapa orang tersebut!?” 

Kata-katanya mulai terdengar mencurigakan

“Hal itu tentu saja tidak bisa kukatakan……” 

“…… Itu memang benar.” 

Aku teringat janji yang kubuat dengan Tennouji-san. Aku tidak akan berbohong. Jika tidak bisa menjawab, aku akan mengatakan bahwa aku tidak bisa menjawab. Aku menggunakan hak untuk yang terakhir. 

“Aku menolak pengakuannya…… tetapi orang itu adalah seseorang yang sangat kuhormati, jadi keputusan itu membuatku semakin mantap.” 

“Mantap, ya?” 

“Ya.…… Karena aku telah menolak orang yang sebaik itu, aku tidak bisa mundur lagi.” 

Lagipula, aku telah menolak pengakuan cinta Narika. Tidak ada jalan untuk kembali. Jika begitu, aku harus hidup di masa sekarang tanpa menyesali pilihan di masa lalu. Saat aku merasakan tekad itu di dalam hati, 

“Hmm~~~~~, entahlah~~~~……” 

Tennouji-san membuat ekspresi curiga. 

“Sepertinya ini bukan kata-kata dari seseorang yang langsung menjual perusahaan yang didirikan dalam permainan manajemen dan memulai bisnis lain.” 

“Ugh!” 

Pernyataan yang tajam dan tepat sasaran……!! 

Jika dipikir-pikir kembali, ini bukan hanya soal permainan manajemen. Ini juga berkaitan dengan jalur masa depanku. 

Sebenarnya, pada awalnya aku ingin masuk ke industri IT…… tetapi setelah bertemu Takuma-san, aku mengubah tujuanku menjadi konsultan. Baru saja, saat berbicara dengan Narika, aku juga mempertimbangkan kemungkinan lain. 

“Karena Itsuki-san adalah tipe yang fleksibel dalam mengubah tujuannya. Tentu saja, aku menganggap ini sebagai kelebihan, tapi di sisi lain, itu juga berarti ada banyak celah untuk dimanfaatkan.…… Mungkin wanita itu masih terus mendekati Itsuki-san hingga sekarang, ‘kan?” 

Ba-Bagaimana kamu bisa tahu itu!?” 

Cenayang Mirei!

“Aku juga akan melakukan hal yang sama―― ahem!! Cu-Cuma dengan sedikit imajinasi sudah cukup untuk mengetahuinya!!” 

Jadi, hanya dengan membayangkannya sudah cukup untuk mengetahuinya…… 

…… Seberapa gampang ditebaknya aku ini.

Aku merasakan campuran kebahagiaan, rasa malu, dan semacam ketidakberdayaan yang lebih dalam ketika Tennouji-san yang mengenal diriku dengan baik ada di sampingku. 

Apa aku harus lebih mengembangkan kedalaman kepribadianku

“Ternyata, kedua anggota OSIS sedang bolos ya?” 

Tiba-tiba, aku mendengar suara yang datang dari belakang bangku. Saat aku menoleh, ada seorang siswa laki-laki dengan kacamata bingkai perak. 

Asahi Rintarou.…… Dia adalah adik laki-laki Asahi-san dan rivalku yang sering bertemu dan berbicara sebagai kandidat wakil ketua OSIS

“Rintarou.…… Ini bukan bolos. Kami sedang, um, melakukan pengawasan……” 

Aku hanya bercanda. Semua siswa tahu bahwa para anggota OSIS bekerja keras hingga larut malam setiap hari. Silakan nikmati waktu luang kalian.” 

Dengan senyuman santai, aku dan Tennouji-san saling bertukar tatapan canggung. 

“Rintarou, kenapa kamu di sini?” 

“Aku datang untuk memeriksa keadaan. Karena Tennouji-senpai terlihat seperti mau pingsan.” 

Tennouji-san terkejut dan wajahnya seketika memerah. 

“Kenapa kamu tahu itu……” 

Seharusnya Senpai bisa langsung menyadarinya jika melihat penampilanku ini.” 

Setelah mengatakan itu, Rintarou menarik kerah jas putih yang dikenakannya. 

Oh...

Sepertinya aku pernah melihat jas putih itu baru-baru ini…… 

“Zombie dokter yang muncul terakhir, itu aku.” 

Wajah Tennouji-san yang tadinya memerah sekarang berubah menjadi biru. 

“Aku melihat kalian berdua, jadi aku berusaha tampil dengan penuh semangat…… Tapi sepertinya efeknya jauh lebih besar dari yang kubayangkan, jadi aku datang untuk memeriksa.…… Apa kamu baik-baik saja, Tennouji-senpai?” 

“…… Ugh, ku, kuuu~~~!!” 

“Eh, kenapa kamu menatapku seperti itu? Aku juga terkejut. Aku tidak pernah menyangka kalau ketua OSIS yang terhormat seperti kamu menangis karena hantu.” 

“Kuahhhhhh!!” 

Tennouji-san sepertinya sudah gila…… 

Baik Jotou maupun Rintarou…… kedua orang ini seesekali melemparkan rasa frustrasi mereka karena tidak bisa menjadi anggota OSIS. Namun, daripada merasa canggung, lebih baik memiliki jarak yang mudah untuk diajak bicara. Ini juga bisa dianggap sebagai bentuk perhatian. 

“Jadi, pertunjukkan rumah hantu itu berasal dari kelas Rintarou, ya?” 

“Ya.…… Kami telah merencanakan banyak hal di belakang, dan akhirnya aku diberi tugas besar.” 

Luar biasa. Aku sama sekali tidak menyadarinya kalau itu kamu, Rintarou.” 

Kami berhasil mengundang seorang penata rias khusus yang berkarir di Hollywood melalui koneksi teman sekelas untuk mendapatkan pelatihan teknis.” 

Inilah kualitas Akademi Kekaisaran…… 

“Aku khawatir apakah aku bisa menikmati festival sekolah sepenuhnya karena itu tepat setelah pemilihan, tetapi menciptakan acara bersama ternyata menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan.” 

Rintarou menyampaikan dengan suara yang seimbang antara kesenangan dan keseriusan. 

“…… Rintarou, kamu berencana untuk mendirikan perusahaanmu sendiri di masa depan, kan?” 

“Aku berniat begitu, tetapi belakangan ini aku memikirkan pendekatan yang sedikit berbeda.” 

Pendekatan yang berbeda?” 

Pernyataan itu menarik perhatianku, karena aku juga memikirkan hal serupa. 

Kakakku sangat bersemangat untuk mewarisi perusahaan. Namun, mewujudkan bisnis penjualan barang elektronik bergerak tampaknya tidak mudah. Menyeimbangkan dengan studi juga tampaknya sulit, jadi mungkin lebih baik jika ada seseorang yang mendukungnya……” 

“…… Rintarou, apa kamu akan mendukung Asahi-san?” 

“Aku berpikir itu bisa jadi salah satu opsi. Untuk saat ini, bekerja sebagai asisten kakakku dan mendapatkan pengalaman praktis sebelum mendirikan perusahaan bukanlah pilihan yang buruk.”

Memang, itu adalah pilihan yang lebih aman. 

Awalnya, Rintarou mempertimbangkan kewirausahaan sebagai jalur karier masa depannya karena masalah keluarganya. Sekarang setelah masalah itu teratasi, ia mungkin mulai melihat kembali prospek ke depan. 

“Kalau begitu, aku akan kembali. Terima kasih sudah datang berkunjung.” 

Rintarou memberi hormat dengan sopan dan pergi. Sementara itu, Tennouji-san menatap punggungnya dengan wajah kecewa sambil menggigit sapu tangannya.…… Ternyata bentuk penyesalan semacam itu beneran ada di dunia nyata. 

“Tennouji-san, apa kamu juga mulai mengambil langkah menuju masa depan?” 

Baik Narika dan Rintarou sama-sama memikirkan langkah selanjutnya. Bagaimana dengan Tennouji-san? Aku penasaran dan bertanya. 

“Benar juga. Aku telah resmi menjadi ketua OSIS dulu, jadi aku berniat untuk fokus pada tugas di depan mata terlebih dahulu…… tapi, sambil melihat kesempatan, aku juga akan mempersiapkan diri untuk mewarisi bisnis keluarga.” 

Begitu rupanya.…… Semua orang benar-benar memikirkan hal ini, ya.” 

“Lalu, Itsuki-san, bagaimana denganmu?” 

Di bawah tatapan Tennouji-san yang menusuk, aku mulai berpikir. 

“…… Aku tetap ingin menjadi konsultan. Karena kurasa itu cocok untukku, dan motivasiku juga tinggi. Untuk itu, aku harus mendapatkan nilai yang baik dan masuk universitas yang bagus……” 

“Kita sepertinya akan mengalami kesulitan setelah lulus.” 

Tiba-tiba, pikiranku menjadi kosong. 

Lulus. Kata yang diucapkan Tennouji-san begitu santai terus bergema di kepalaku. 

Memang benar…… 

Kita tidak akan selamanya berada di Akademi Kekaisaran. 

Sungguh aneh. Di suatu tempat di hatiku, aku berpikir masa depanku adalah perpanjangan dari akademi ini. Tapi itu tidak mungkin. Setelah lulus, kita semua pasti akan menempuh jalan masing-masing. 

(…… Aku tidak bisa membuang-buang waktu terus.) 

Sejak permainan manajemen, ambisi yang sedikit demi sedikit mulai terbangun. Suatu saat, aku ingin menyampaikan identitasku kepada semua orang tanpa menyembunyikannya. Dengan begitu, aku ingin menghabiskan waktu dengan siswa-siswa Akademi Kekaisaran secara terbuka dan setara. 

Jika aku terus menunda-dunda, aku akan lulus dari akademi. Aku kembali menyadari bahwa ambisiku memiliki batas waktu――――

――Yah, untuk sekarang, mari menikmati festival budaya saja dulu.” 

“Oh, kamu sudah berkembang. Jika ekspresi cemberutmu bertahan tiga detik lagi, aku akan mencubit dahimu.” 

Rupanya tadi itu hampir saja

Itsuki-san, setelah ini kamu akan bergabung dengan Hirano-san dan yang lainnya, kan?” 

“Ya. Aku berpikir untuk berkumpul bersama mereka di sekitar sini.” 

“Selamat bersenang-senang.” 

Setelah berpisah dengan Tennouji-san, aku menuju tempat pertemuan yang telah disepakati dengan Yuri dan yang lainnya. Aku sudah bertemu dengan mereka di sela-sela waktu, tetapi kami sepakat untuk bergerak bersama di sekitar sini. 

Sekarang…… kira-kira enaknya aku akan membawa mereka semua ke mana, ya

Sambil berbicara dengan Tennouji-san, aku memikirkan satu ide. Ada pertunjukan yang sangat cocok untuk menyatukan Itabashi dan Toshima-san. 

Aku akan mencoba mengusulkannya dengan santai.

 

◆◆◆◆

 

Setelah bergabung dengan Yuri dan yang lainnya, aku mengantar semua orang ke tujuan. 

“Menakjubkan banget!! Ini kapel~~~~~!!

Toshima-san bereaksi dengan mata yang berbinar-binar. 

Hanya dengan melihat tanggapannya, aku merasa senang sudah datang... 

Di sudut lapangan, ada kapel yang digunakan untuk upacara pernikahan. Di sekitarnya, ada banyak wanita muda berkumpul, dan beberapa di antaranya sedang mengambil foto. 

Tomonari-kun, kita beneran boleh masuk!?

Tentu saja." 

Mengikuti Toshima-san yang dengan gembira masuk ke dalam, kami juga melangkah masuk. Dan kami terpesona oleh pemandangan di hadapan kami

Dinding dan jendelanya dibuat menyerupai ukiran batu yang indah. Atapnya berbentuk lengkung dari kayu. Dari jendela besar di belakang, cahaya lembut yang sudah dihitung dengan cermat mengalir masuk. 

Di sisi jalan pengantin yang dilapisi karpet merah tua, kursi panjang dari kayu ek yang berat dan bergaya antik tersusun rapi di kedua sisi. Dari suatu tempat, terdengar lagu pujian dari alat musik organ pipa yang megah, memenuhi seluruh ruang dengan suasana yang suci. 

Di sampingku, Yuri ternganga dengan mulut terbuka karena takjub

...Eh, apa-apaan ini? Memangnya di Akademi Kekaisaran bisa mengadakan pernikahan, ya? 

Tidak... ini juga salah satu pertunjukan. 

Hebatnya, ini adalah bangunan yang hanya ada untuk festival budaya ini. Bangunan ini direncanakan akan dibongkar dalam beberapa hari ke depan, tetapi... sampai di sini, jujur aku tidak ingin membongkarnya. 

Selamat datang di acara pengalaman pernikahan kelas 2-F.

Seorang siswa laki-laki berpakaian jas menyapa kami yang terdiam terpesona. 

Aku mengenal siswa itu. 

Kami saling bertatap mata dan setelah tersenyum ringan, siswa laki-laki itu memperkenalkan diri kepada kami. 

Salam kenal, namaku Ikuno. Aku selalu berhutang budi kepada Tomonari-kun. 

Tidak, tidak.

Sebelum Ikuno membungkuk, aku melihat dirinya tersenyum nakal, jadi aku menolak dengan senyum kecut. Justru akulah yang seharusnya berterima kasih kepada Ikuno. 

Ikuno adalah teman yang kukenal di kelas Akademi Kekaisaran. Keluarganya menjalankan perusahaan di industri pernikahan bernama Wedding Needs.

Aku pernah mendengarnya di iklan!! 

“Kakak perempuanku bilang dia menikah di sana!!

Toshima-san dan Itabashi memberikan reaksi yang sangat baik. 

Ketimbang dibilang kapel... bukannya ini sudah seperti gereja yang asli?

Sumida bergumam demikian, dan Ikuno merespons dengan antusias, Oh, kamu benar-benar memperhatikan. Seperti yang kamu katakan, kapel ini dirancang menyerupai gereja yang asli. ...Kapel bergaya Jepang juga tidak buruk, tetapi belakangan ini banyak orang yang ingin mengadakan upacara di gereja yang sebenarnya. Bahkan ada yang pergi ke luar negeri untuk itu.

Lima orang berseru Hee~ dengan penuh pemahaman. 

Ngomong-ngomong, saat aku mencari informasi tentang perusahaan Ikuno dalam permainan manajemen, aku kebetulan melihat kolom yang menuliskan hal itu. Dari sudut pandang luar negeri, kapel di Jepang dianggap seperti gereja mainan, dan pendetanya juga tidak terlihat seperti pendeta asli. Sebagian besar orang mungkin tidak memperhatikan, tetapi pasti ada yang peduli. 

Sumida-kun, kamu hebat juga.

Eh!? Oh, ya!!

Sumida tersenyum bahagia saat Yuri menepuk bahunya. Setelah itu, Yuri mendekat ke sini. 

Kami melihat ke arah Itabashi dan Toshima-san. 

(Senang kalian bisa datang ke sini, kan?)

(Ya. Toshima-san menyukai hal semacam ini... dan Itabashi juga menyadarinya.) 

Ketika datang berpasangan sebagai pria dan wanita, tidak bisa dipungkiri bahwa pertunjukan ini mengingatkan pada cinta. Terutama wanita, mereka pasti sangat tertarik dengan penampilan pengantin. Toshima-san terlihat sangat senang, bahkan Yuri juga tampak bersemangat. 

Apa kalian semua ingin mencoba mengalaminya? Kami bisa menyiapkan pakaian pengantin perempuan di sini...

Ikuno bertanya setelah memastikan ekspresi wajah kami

Jika pasangan terdiri dari satu pria dan satu wanita, maka akan ada satu pria yang tersisa. Jadi, kami bisa meminta seorang wanita untuk berperan sebagai pengantin, tapi.... aku mengamati ekspresi semua orang dan menggelengkan kepala. 

Yuri bisa melakukannya dua kali, kan?

Benar juga. Kalau begitu aku akan berperan sebagai pengantin untuk Itsuki dan Sumida-kun.

Sumida menunjukkan reaksi bahagia, Kamu yakin mau denganku!?

Sejak tadi, reaksi ini... tapi, mungkin terlalu cepat untuk membuat kesimpulan...? 

Kurasa Itabashi akan merasa sedikit canggung jika Toshima-san berperan sebagai pengantin wanita dua kali, jadi Yuri dengan cepat menunjukkan pemikirannya yang cepat. Yuri benar-benar pandai dalam hal pertimbangan seperti ini. Di sekolahku yang sebelumnya, saat aku sibuk dengan pekerjaan paruh waktu, dia juga banyak membantuku. 

Baiklah, kami akan mengantar kalian satu per satu ke ruang ganti.

Setelah didorong oleh Ikuno, pertama-tama pasangan Sumida dan Yuri yang akan berganti pakaian lebih dulu. Pasangan kedua adalah Toshima-san dan Itabashi. Pasangan ketiga adalah aku dan Yuri. 

Setelah aku duduk dan menunggu sebentar, Sumida keluar terlebih dahulu. 

“Ra-Rasanya agak memalukan..." 

Sumida yang mengenakan tuxedo tersenyum malu-malu. 

Sumida, kamu kelihatan cocok kok!”

Tidak, ah... seharusnya aku lebih menjaga badan. Haha, hahaha.

Sumida tertawa sambil tersenyum. Melihat reaksinya, aku merasakan empati yang mendalam. 

(Aku mengerti... aku paham banget, Sumida...!!) 

Aku juga awalnya seperti itu...!! 

Tanpa ada yang perlu memberiathuku, aku sudah merasakannya sendiri ketika melihat cermin, Ada yang tidak beres, Sepertinya aku terpaksa mengenakan pakaian ini. 

Rasanya seperti saat kamu membeli pakaian yang persis sama dengan yang ada di manekin, tapi rasanya tidak pas di tubuhmu. Rasanya sangat membuat frustrasi... rasanya seperti pakaian itu menolakmu. 

Seolah-olah ada yang berkata, Percuma saja kamu berusaha tampil modis!! 

Tapi karena aku tidak ingin mengakuinya, aku segera memberikan alasan yang tidak tepat. 

...Ada apa, Tomonari? Apa-apaan dengan tatapan hangat itu." 

...Sumida. Kita bisa menjadi teman yang lebih dekat.

Sumida menatapku seolah-olah berkata, “Orang ini ngomong apaan sih? 

Seperti halnya mode pada umumnya, penampilan formal tidak bisa hanya ditentukan dengan niat. Seperti yang dikatakan Sumida, kita harus konsisten menjaga bentuk tubuh, rambut, dan kulit, semua itu adalah akumulasi dari usaha sehari-hari agar terlihat pas. 

Tidak ada masalah dengan pakaian itu sendiri. Hanya ketika mengenakan pakaian yang berkualitas tinggi, aku baru menyadari pentingnya merawat diri sendiri... pentingnya totalitas dalam berpakaian.

Aku belum memberitahukan Hinako dan Shizune-san, tetapi aku juga berlatih angkat beban setiap malam agar bisa menjadi pria yang cocok mengenakan jas. Meskipun tidak berlatih secara serius, aku ingin mempertahankan bentuk tubuh yang kira-kira cocok saat membeli pakaian dari model manekin

Saat aku merenungkan perjuanganku sehari-hari dan merasa tersentuh, pintu ruang ganti terbuka. Sepertinya Yuri juga sudah selesai berganti pakaian. 

Aku tahu bakalan begini, tapi rasanya agak sempit ya...

Kami terpukau sejenak saat Yuri muncul dengan suara kesal. 

Dia mengenakan gaun pengantin putih bersih, dan rambutnya ditata dengan indah oleh seorang profesional. Karena ini hanya sebuah pengalaman, jadi riasan yang digunakan sangat ringan, tetapi wajahnya yang cantik membuatnya terlihat sangat menawan. Suasana aktif dan ceria yang biasanya tidak terasa sama sekali. 

Melihat Yuri seperti itu, Toshima-san berdiri dan memberi tepuk tangan. 

Hirano-san!! Kamu kelihatan sangat cantik!!

Be-Benarkah? Aku tidak begitu yakin melihat diriku sendiri...

“Kamu imut banget tau!! Lihat, Sumida-kun juga mengangguk cepat!!" 

“Kupikir dia sedang melakukan headbanging.

Headbang di lagu pujian adalah hal baru yang terlalu ekstrem. Sumida mengangguk berkali-kali hingga menciptakan ilusi gerakan, dan aku sangat mengerti perasaannya. 

Yuri memegang ujung gaunnya dan menunjukkan gerakan sedikit malu-malu

Dia begitu cantik hingga membuatku terpesona. ... Aku tidak pernah menyangka akan merasakan keanggunan yang begitu halus dari Yuri. 

Tiba-tiba, aku melihat ke arah Itabashi yang tidak mengucapkan sepatah kata pun. 

……Uwaah, cantiknya.

Oi. 

Kamu tidak boleh terpesona. 

Itabashi menyadari tatapanku dan membersihkan tenggorokannya seolah ingin mengalihkan perhatian. ...Syukurlah, Toshima-san tidak menyadarinya. 

Ketika aku melihat Yuri lagi, pandangan mata kami bertemu

Ada apa? ...Kamu berpikir kalau aku cuma kelihatan cantik karena bajunya?

Tidak...

Bukan begitu maksudku. 

Aku hanya berpikir, Yuri memang cantik.

H-Hah!? Apaan sih, kenapa kamu tiba-tiba bilang begitu!? 

Itulah pendapatku yang tulus. Setelah permainan manajemen berakhir, aku melihat Yuri mengenakan gaun di acara sosial keluarga Konohana... Yuri sangat cocok dengan penampilan yang anggun seperti ini. Biasanya dia lebih suka pakaian yang lebih sederhana, jadi aku merasakan perbedaan yang segar. 

“Ay-Ayo, Hirano-san!! Mari kita berjalan bersama!! 

Sumida tampak panik dan menarik tangan Yuri. Keduanya mengikuti arahan petugas dan berjalan di jalan pengantin menuju altar. 

Ada seorang pendeta yang berdiri di sana, tetapi tampaknya kata-kata janji diucapkan secara sukarela. Mungkin ada tamu yang merasa canggung melakukan itu. Ciuman terakhir tentu saja dihindari. 

Jika mereka datang sebagai pasangan, mungkin mereka bisa mengucapkan kata-kata janji, tetapi jika tidak, ini adalah pertunjukan yang cukup sederhana. Acara utamanya mungkin adalah berganti pakaian formal. 

Ketika Yuri dan yang lainnya kembali, Sumida segera kembali ke pakaian aslinya dari tuxedo, dan kemudian Itabashi dan Toshima-san pindah ke ruang ganti. Yuri tetap mengenakan gaun pengantin karena dia akan berpasangan denganku. 

Setelah menunggu sebentar, Itabashi dan Toshima-san keluar dari ruang ganti. Keduanya tampak terpesona dengan penampilan satu sama lain setelah berganti pakaian. 

To-Toshima-san... itu sangat cocok untukmu. 

“Ma-Makasih. ...Itabashi-kun juga terlihat tampan. 

Melihat keduanya yang masih canggung, aku dan Yuri saling bertukar senyum. 

Rencana berhasil.

Ya. Tapi...

Yuri mendekat dan berbisik. 

“Bukannya lebih baik kalau menyimpan ini untuk terakhir? Situasinya juga mendukung untuk mengungkapkan perasaan...

Tidak, kurasa jika mengungkapkan perasaan di sini akan terasa terlalu sepele. Lagipula, hal seperti ini harus dimulai dengan saling menyadari keberadaan satu sama lain terlebih dahulu...

Kenapa kamu bisa begitu peka dalam urusan cinta orang lain? 

Yuri menatapku dengan ekspresi serius. Meskipun dia mengatakan itu... 

“Sekarang giliran kalian, Tomonari-kun.

Ikuno memanggilku, dan aku masuk ke ruang ganti. Di dalam ruangan kecil itu, terdapat banyak jas yang tersusun rapi. Dari merek yang kukenal hingga yang tidak aku kenal. Saat aku sedang melihat-lihat, Ikuno juga masuk ke dalam ruangan. 

“Aku akan bertanggung jawab atas penataan gayamu. Apa ada permintaan?

Itu sangat membantu. Tapi, permintaan ya? ...Kalau bisa, aku ingin mencoba sesuatu yang tidak biasa. 

Aku ingin mencoba kerah runcing. ...Oh, tapi untuk celana, aku ingin mencoba hem ganda. Jadi tidak akan membingungkan antara formal dan kasual, apa mungkin sebaiknya aku tetap menggunakan salah satunya saja? 

Aku mengungkapkan apa yang ada di pikiranku. Kemudian, Ikuno melihatku dengan rasa kagum. 

Tomonari-kun... kamu sangat tahu tentang pakaian formal.

Aku sering menggunakannya. 

Seperti yang diharapkan dari wakil ketua OSIS. Kamu terbiasa dalam acara sosial.” 

Jangan begitu, jangan begitu. Meskipun tidak pantas, hanya pengalaman dari berbagai tempat yang membantuku. 

Aku akan menyesuaikannya dengan permintaanmu. Hem celana perlu diseimbangkan dengan volume sepatu. ...Menyeimbangkan kerah itu sulit. Sementara itu, vest juga memiliki peak lapel, jadi mari kita periksa itu. 

…Ikuno juga tahu banyak.

Aku tumbuh besar menyaksikan bisnis keluargaku. Selain itu, ada teman sekelas yang merupakan pewaris dari jaringan penjualan pakaian formal, jadi aku belajar banyak dari mereka. Kamu tahu, yang terkenal dengan papan biru itu. 

Rasanya seperti semua jenis orang bakalan ada di Akademi Kekaisaran.... 

Sekilas, aku berpikir untuk meminta pendapat Shizune-san, tetapi... aku memutuskan untuk tidak melakukannya. Karena pasti akan memakan waktu yang lama.

 

◆◆◆◆

 

Setelah aku selesai berganti pakaian dan keluar dari ruang ganti, Yuri dan yang lainnya terkejut dengan mata terbuka lebar. 

…Kamu, apa kamu benar-benar Itsuki?" 

“Sembarangan saja kalau ngomong.

Aku tersenyum pahit mendengar ucapan Yuri yang terlalu blak-blakan. Memang aku mengenakan pakaian yang bagus, tetapi... bagaimana penampilanku biasanya? 

Tomonari-kun, kamu ganteng banget!! Kamu kelihatan sangat pas dengan penampilan itu! 

Terima kasih, Toshima-san.

Meski aku senang mendengarnya, tapi memujiku di depan Itabashi agak membuatku cemas... 

Saat aku melihat ke arah Itabashi, dia tampaknya tidak peduli dengan pernyataan Toshima-san, bahkan ia juga memperhatikan pakaianku dengan tatapan polosnya

Tidak... ini benar-benar cocok untukmu. Aku sampai tidak mengenalimu.

Sejak mulai bersekolah di akademi ini, aku sering mengenakannya.

Aku merasakan rasa hormat yang mendalam dari Itabashi, dan itu membuatku sedikit malu. Ia jelas-jelas memisahkan romansa dari segalanya ketika menilaiku. ...Ini adalah daya tarik Itabashi. Dirinya begitu polos, sederhana dan lugas

Baiklah, Yuri, ayo pergi.”

Eh, iya... 

Ketika aku memanggilnya, Yuri mendekat dengan sedikit ragu. 

Yuri menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan rona kemerahan di pipinya, dan dia tampak gelisah sambil melirik ke sana kemari. ...Apa jangan-jangan dia merasa gugup

Tumben sekali. Biasanya, Yuri yang menarik tanganku dengan percaya diri... 

Ketika kami berjalan di jalan pengantin dan sampai di depan altar, aku melihat wajah Yuri. Dia masih tampak malu... jadi aku merasa ingin sedikit menggodanya

“Gimana kalau kita melakukannya sampai berciuman?”  

“Da-Dasar bodoh!!

Wajah Yuri menjadi merah padam ketika dirinya berteriak. Di sudut pandangku, aku melihat Sumida menunjukkan ekspresi jengkel dengan ekspresi “Kugh!!

Sesekali menggoda Yuri juga terasa menyenangkan, pikirku dalam hati, tapi kemudian aku mendengar tepuk tangan. 

Ketika aku dan Yuri menoleh, di sana ada—. 

Selamat atas pernikahan kalian...

Aku tidak sabar menunggu kehadiran cucuku...

Orang tua Yuri terus memberi tepuk tangan sambil berusaha menahan air mata. 

Ayah, Ibu!?

Yuri tammpak kebingungan, bertanya-tanya sudah berapa lama mereka menonton. Sementara Yuri panik, aku merapikan kerah dan memberi hormat kepada mereka. 

Sudah lama tidak beremu, Paman.

Wah, kamu sudah berubah menjadi sangat dewasa ya. Caramu mengenakan jas itu lebih baik daripada aktor film di luar sana. 

Ayah Yuri, Heizo-san, berkata dengan senyum ramah. Ia adalah pemilik dan koki di restoran Hiramaru. Yuri terus mengikuti jejaknya dan berencana untuk meneruskan bisnisnya suatu hari nanti. 

Ketika aku masih kecil dan merasakan kelaparan, ia selalu menyajikan makanan yang melimpah untukku. Bagiku, dia mungkin lebih seperti orang tua daripada orang tuaku sendiri. 

Terima kasih telah mengundangku ke sini ya, Itsuki-kun. 

Tidak... aku seharusnya berterima kasih karena kalian datang hari ini.

“Kamu tidak perlu kaku dan formal begitu. Kita sudah akrab, bukan?

Ibu Yuri, Minae-san, tersenyum lembut. Aku tidak bermaksud untuk terlalu formal, aku hanya ingin menunjukkan rasa hormatku. Aku juga tersenyum. 

Tentu saja, Yuri dan kedua orang tuanya adalah orang-orang yang sangat berarti bagiku. Aku telah banyak dibantu oleh keluarga Hirano sampai aku bisa menjadi siswa SMA yang bisa bekerja paruh waktu. 

Itulah sebabnya, aku merasa sangat senang bisa mengundang mereka ke Akademi Kekaisaran hari ini. Bagiku, ini mirip seperti sedikit tindakan membalas budi kepada orang tua. 

“Se-Se-Senang bertemu dengan Anda!! Namaku Sumida, teman sekelasnya Hirano-san!! 

Ara, kamu semangat sekali ya.

Sumida menyapa ibu Yuri dengan antusias. Dalam alur itu, Itabashi dan Toshima-san juga memberikan sapaan ringan. Yuri tampak sedikit malu, tetapi di sisi lain, dia juga terlihat senang. 

Dengan Minae-san sebagai pusat perhatian, suasana hangat dan ceria mulai tercipta. Saat aku mengamati dari jarak yang sedikit jauh, Heizo-san dengan pelan memanggilku. 

Akademi Kekaisaran memang luar biasa. Aku bahkan lebih terkejut daripada putriku.

Yah, Yuri sering datang ke rumah Konohana-san, jadi dia sudah terbiasa.

Konohana-san ya... Aku masih belum bisa membayangkannya. Aku tak pernah membayangkan bahwa putriku bisa bergaul dengan anak dari grup Konohana yang itu. 

“Sepertinya mereka sering mengobrol seru tentang manga shoujo.

Hahaha!! Sebelum menjadi Ojou-sama, dia tetaplah gadis seusianya!

Setelah tertawa terbahak-bahak, ekspresi Heizo-san mendadak berubah menjadi serius

“Kamu tidak perlu terlalu khawatir tentang kami. 

Apa maksudnya? 

Ketika aku memiringkan kepalaku dengan kebingungan, Heizo-san melanjutkan. 

Kamu sudah mendengar tentang impian Yuri, kan? Meneruskan restoran kami dan mengembangkannya lebih besar. ...Tapi sebagai orang tua, hal yang terpenting adalah kebahagiaan Yuri sendiri, tidak peduli apakah dia meneruskan bisnis atau tidak. ...Jika Yuri menginginkannya, biarkan dia terjun lebih dalam ke lingkungan orang-orang kaya ini. Jika dia bahagia, dia tidak perlu kembali ke rumah kami.

Meski rasanya sedikit sedih juga, imbuh Heizo-san di akhir. 

Aku memahami perasaan Heizo-san

Aku juga sedikit memikirkan hal ini. — Mengajarkan Yuri tentang norma-norma kelas atas yang tidak perlu ketika dia sudah memutuskan untuk meneruskan restoran makanan sederhana, bisa jadi berdampak buruk. 

Masakan kelas atas, bahan-bahan kelas atas, bumbu-bumbu kelas atas, peralatan kelas atas, dan pelanggan elit. Pengalaman dalam menangani semua itu, bagaimana itu akan berpengaruh pada masa depan ketika dia meneruskan restoran makanan sederhana, membuatku sedikit khawatir. 

Heizo-san dan... mungkin Minae-san juga berpikir bahwa Yuri bisa menjejakkan kedua kakinya di dunia kelas atas ini dan merasa nyaman di sana. Keduanya benar-benar menginginkan kebahagiaan putri mereka. 

(... Mereka benar-benar luar biasa.) 

Orang tua Yuri sungguh luar biasa. Aku merasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan mereka. Jika aku tidak bertemu dengan keduanya, mungkin aku menjadi orang yang melihat sosok orang tua dengan pandangan sinis. 

...Semuanya akan baik-maik saja,” kataku sambil mengamati Yuri dari jauh.  “Kurasa Yuri akan bahagia tanpa perlu kita perlu mengkhawatirkan apapun.

...Itu juga benar.

Heizo-san mengangguk dengan ekspresi tenang.

Yuri pernah menerima tawaran dari restoran kelas atas dalam lingkaran sosial keluarga Konohana. Namun, meskipun begitu, Yuri tetap mengutamakan niatnya untuk meneruskan Hiramaru. ...Heizo-san sebagai orang tua pasti khawatir tentang Yuri. Namun, dari sudut pandangku, tekad Yuri sangat kuat, dan jelas bahwa itu keinginannya sendiri. 

Meskipun bagiku itu tidak perlu dikhawatirkan, tapi mereka pasti merasa harus khawatir. Tapi, begitulah orang tua. Itulah yang namanya keluarga. 

“Aku akan merasa jauh lebih tenang jika ada Itsuki yang berdiri di samping putriku. 

Begitulah kata Heizo-san sambil menyeringai

Jadi———kapan acara sebenarnya akan dilaksanakan? Setelah lulus?" 

—Ayah!! Jangan ngomong hal yang aneh-aneh!!

Yuri berlari mendekat dengan wajah merah padam. Tepat kekita aku tersenyum kecut pada Yuri yang marah dalam balutan gaunnya——— 

Tomonari-sama. 

Tiba-tiba, suara yang tenang namun tegas menyapaku dari belakang. Ketika aku menoleh, ada seorang wanita berpakaian pelayan yang melakukan penghormatan dengan sempurna — Shizune-san, pelayan keluarga Konohana. 

Shizune-san? 

“Beberapa saat yang lalu, ada panggilan dari Kagen-sama. Sebentar lagi, Douzen-sama akan tiba di akademi.

Akhirnya dia datang —. 

Aku menarik napas dalam-dalam untuk meredakan ketegangan yang muncul dalam diriku

Walaupun Kagen-san adalah ketua Konohana Group, tapi Douzen-san adalah kepala keluarga Kohana yang mengatur urusan rumah. Beliau biasanya tinggal di kediaman utama yang hanya diisi oleh orang-orang terpilih dari keluarga Konohana, dan posisinya lebih tinggi dari Kagen-san... 

Tapi bagiku, dia adalah seseorang yang ingin kujaga hubungan jangka panjangnya. Karena aku bertanggung jawab untuk menjaga Konohana Hinako. 

Aku berbalik kepada teman-teman lamaku. 

“Baiklah semuanya, aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi aku akan pergi sebentar.”

“Ya. Mari kita bertemu lagi saat waktunya pertunjukan Konohana-san. 

Aku telah berjanji untuk menonton pertunjukan Hinako bersama Yuri dan yang lainnya. Setelah berganti pakaian, aku melangkah keluar bersama Shizune-san diiringi oleh teman-teman lamaku.

 

◆◆◆◆

 

Saat melangkah keluar, aku bisa mendengar suara riuh festival budaya akademi

Aku melihat sekeliling untuk memastikan persiapan menyambut Douzen-san sudah siap. Para petugas keamanan yang dipekerjakan menjalankan tugas sesuai jadwal. Siswa-siswa yang sedang menampilkan pertunjukan di lapangan juga menjaga etika agar tidak mengganggu pejalan kaki. 

Festival budaya kali ini sangat memperhatikan detail, ya. 

Sambil berjalan, Shizune-san tiba-tiba berbicara demikian

Kami menggunakan lounge untuk pelayan, dan itu sangat nyaman.

Terima kasih. ...Usulanku ternyata berhasil.

“Rupanya itu ide Itsuki-san, ya? Aku terkejut karena tahun lalu tidak ada. 

Para tamu festival budaya memang diperiksa dengan ketat, tetapi tetap saja, banyak permintaan dari orang tua yang ingin agar pelayan dan petugas keamanan menunggu di dekatnya demi keamanan. Oleh karena itu, aku mengusulkan dalam rapat untuk menyiapkan tempat tunggu bagi mereka, dan usulanku itu diterima. 

Kurasa ide tersebut muncul karena aku adalah pelayan keluarga Konohana. Aku ingin para pelayan juga bisa bersantai, jadi aku menyiapkan sistem pemesanan makanan dan minuman dari kelas-kelas yang disediakan di lounge. Setelah memesan melalui tablet, pemberitahuan akan diterima oleh kelas, dan mereka akan mengantarkannya ke dalam lounge. Intinya, itu adalah layanan pengantaran, tetapi cukup banyak kelas yang bersedia bekerja sama. Banyak siswa yang ingin mencoba hal-hal yang tidak biasa dalam festival budaya ini. Lounge untuk pelayan dekat dengan gedung sekolah, dan kadang-kadang aku bertemu siswa yang mendorong troli teh yang elegan di koridor. 

Apa kamu sudah memakan sesuatu, Shizune-san? 

Ya, aku memesan teh Inggris dari kelas 1-E. 

Itu kelas yang terkenal dengan kue dan teh susunya, ya. Selain rasanya yang enak, aku merasa ada kehangatan seperti di rumah...

Benar. Rasanya sepertinya cocok disajikan kepada Ojou-sama di kediaman, jadi aku berpikir untuk mencoba mereproduksinya di lain waktu. Untungnya, sepertinya aku bisa mendapatkan bahan-bahannya.

Dengan kemampuan keluarga Konohana dan Shizune-san, seharusnya mereka bisa mendapatkan hampir semua yang dibutuhkan. ...Meskipun festival budaya di Akademi Kekaisaran dipenuhi dengan pertunjukan yang aneh, jika keluarga Konohana serius, sebagian besar bisa direplikasi. Sekali lagi, aku merasa bahwa kekuatan finansial dan kemampuan keluarga Konohana sangat luar biasa. 

...Syukurlah, sepertinya Shizune-san juga menikmati festival budaya ini. Meskipun dia terlihat serius, tapi ini keadaan normalnya

Ngomong-ngomong... tadi kamu mengenakan jas yang bagus.

Shizune-san berkata dengan nada formal. 

“Bukannya itu tidak massalah jika kamu tetap mengenakannya? 

Tidak, seragam jauh lebih praktis untuk mengerjakan tugas OSIS. 

Kali ini, seragam jauh lebih nyaman dibandingkan jas. Para tamu dari luar bisa langsung mengenali kami sebagai siswa Akademi Kekaisaran

...Begitu ya.

Shizune-san tampak memahami alasanku, tetapi... apa-apaan dengan ekspresi kecewanya itu? 

Apa kamu lebih suka melihatku dalam setelan jas, Shizune-san? 

“!!!” 

Pertanyaan bercanda itu membuat Shizune-san sedikit terkejut. 

Ja-Jaangan salah paham. Ini hanya masalah konteks.

Konteks?

Aku terbiasa melihat setelan jas, karena para pelayan di kediaman Konohana juga memakainya. Namun, jarang sekali melihat seseorang seusiamu mengenakan jas...

Mungkin konteksnya adalah status pelajar atau status di bawah umur. 

Meski begitu, membahas hal yang seperti itu...

Itu bukan sekadar pandangan. Itu semacam apresiasi. Pakaian adalah seni yang bisa dikenakan.

Wow, itu adalah ungkapan yang sangat bagus. 

Sama seperti seni bela diri bagi Narika, atau etiket bagi Tennouji-san. Kata-kata dari seseorang yang telah menguasai bidang tertentu memiliki kedalaman yang tidak bisa dipahami dari sudut pandang biasa. 

Saat aku mencatat kata-kata Shizune-san dalam ingatanku, aku merasakan tatapan dari samping dan menoleh. 

Seorang gadis kecil menatap Shizune-san dengan mata berbinar. 

“Wah, ada pelayan~~~!! 

Gadis itu berteriak sambil menunjuk Shizune-san

Shizune-san tersenyum bangga pada gadis itu, yang matanya berbinar seolah-olah telah melihat sihir. 

Lihatlah, inilah kekuatan pakaian.

...Aku mengakui bahwa ada kekuatan dalam pakaian pelayan.

Meskipun kurasa itu bukan kekuatan artistic sih... 

...Meski begitu, jarang sekali

Melihat anak di depanku, aku berpikir demikian. 

Bukan hal yang aneh melihat anak-anak ada di sini. Hari ini, aku juga melihat anak-anak SMP dan siswa SD yang datang bersama orang tua mereka. Mereka mungkin adalah lulusan Akademi Kekaisaran atau siswa yang sedang mempertimbangkan untuk mendaftar. 

Tapi, hal yang menarik perhatianku justru... 

(... Rambut perak, baru pertama kali aku melihatnya.) 

Sama menariknya dengan rambut pirang keriting Tennouji-san, gadis itu memiliki dua ekor kuda dengan rambut perak yang sangat khas. 

Dilihat dari penampilannya, dia mungkin berusia sekitar sepuluh tahun, jadi sepertinya itu bukan hasil pewarnaan. Akademi Kekaisaran memang berada di level yang berbeda. Festival budaya sekolahnya saja benar-benar mendunia. 

Aku belum pernah melihat pelayan sebelumnya!! Mereka benar-benar ada!!

Ya, mereka beneran ada loh.

“Hee~~~!! 

Ternyata... memang ada banyak, ya. 

Hanya keluarga Konohana saja mempekerjakan cukup banyak pelayan. 

Aku berjongkok supaya bisa sejajar dengan tinggi badan gadis itu. Meskipun aku rasa tidak apa-apa, aku ingin memastikan karena dia mungkin tersesat. 

Aku Tomonari dari OSIS. Apa orang tuamu ada di dekat sini?

Papa dan Mama tidak ada di sini. Kakekku yang mengajakku ke sini hari ini!

Dia tampak tidak khawatir dan sepertinya tidak berbohong, tetapi... aku sedikit khawatir untuk membiarkannya sendirian. Gadis itu memberi jawaban yang ceria, tetapi tatapannya terus tertuju pada pakaian pelayan Shizune-san. Dia menatap dengan sangat fokus. 

Aku juga ingin mengenakannya!

Gadis itu menatapku dengan mata yang tulus. 

“Maksudmu pakaian pelayan? 

Ya!!

Gadis kecil itu mengangguk dengan senyuman lebar. Bagi anak perempuan seusianya, pakaian pelayan mungkin terlihat sama menariknya dengan gaun putri. 

Itsuki-san, kita tidak punya banyak waktu, jadi aku bisa menemani anak ini...

Tidak, aku akan mengurusnya. Ada beberapa kelas yang menggunakan pakaian pelayan untuk pertunjukan, jadi aku akan coba meminta bantuan mereka. 

Namun, waktu yang kumiliki memang terbatas, jadi aku akan menyerahkannya kepada anggota OSIS lainnya. Kelas 2-A seharusnya menggunakan pakaian pelayan untuk pertunjukan, tetapi mereka tidak menyiapkan ukuran untuk anak-anak. Selain itu, pertunjukan akan segera dimulai, jadi sebaiknya tidak meminta bantuan sekarang. 

Dengan demikian, aku menelepon anggota OSIS lainnya dan memanggil Yodogawa yang kebetulan sedang tidak sibuk... 

(…Ia agak terlambat.) 

Setelah menjawab dengan suara ceria, Yodogawa datang setelah beberapa waktu. Dirinya berlari kecil menuju kami dan tampak meminta maaf. 

Maaf, aku terlambat! 

Apa ada malasah?

Tidak ada yang mendesak sih, tapi kami menerima pertanyaan yang cukup sulit...

Yodogawa melirik sebentar ke arah gadis kecil yang ada di sampingnya. Mungkin dia merasa ragu untuk menjelaskan tentang latar belakang acara kepada anak kecil. Namun, Yodogawa mulai berbicara, menyadari bahwa gadis itu mungkin tidak akan mengerti. 

Jadi, ada banyak tamu yang bertanya tentang rasio keuntungan festival budaya. Sepertinya semua orang yang merupakan pengusaha penasaran, jadi aku baru saja menghitungnya... 

Tentu saja, itu bukan hal yang mudah untuk dihitung. 

Aku sudah menyiapkan kumpulan jawaban untuk pertanyaan yang bisa diprediksi, tetapi rasio keuntungan tidak termasuk dalam perkiraan. Memang benar bahwa festival budaya ini bisa menjadi model untuk berbagai acara. Ini pasti menjadi topik yang menarik bagi orang-orang dari perusahaan acara. 

Saat aku berpikir untuk membahas ini dengan Abeno-san dari bagian keuangan nanti... 

“Kurasa sekitar 15%!!

Gadis kecil itu tiba-tiba berkata dengan ceria. Aku dan Yodogawa saling memandang dan kemudian menatap gadis itu. 

“Umm, dari mana kamu mendapatkan angka itu...?

“? Estimasi Fermi!

Gadis itu menjawab dengan penuh percaya diri. Estimasi Fermi adalah teknik untuk memperkirakan angka dengan asumsi logis, tetapi... mengejutkan bahwa gadis sekecil itu sudah tahu istilah tersebut. 

...Baiklah, aku akan menghubungi Abeno-san dan menyampaikan angka itu." 

Ya, baik!

Aku berbisik kepada Yodogawa. Meskipun Yodogawa masih terkejut, aku tidak ingin menghentikan gadis itu lebih lama karena beberapa keadaan yang mendasarinya. 

“Baiklah, Nona kecil! Dari sini, aku yang akan mengantarmu! Kamu ingin mengenakan pakaian pelayan, kan?

Ya!! Aku mau!!

Dengan sifat Yodogawa yang ramah, gadis itu menunjukkan senyum ceria. 

Terima kasih, Onii-chan! Pelayan-san! 

Gadis kecil itu memberi hormat dengan sopan, dan aku serta Shizune melambaikan tangan. Sembari dipandu oleh Yodogawa, punggung kecil gadis itu menghilang di kerumunan. 

...Meski dia anak yang unik, tapi kamu menanganganinya dengan baik.

Karena aku selalu dilatih oleh Shizune-san.

Aku berkata sambil menunjukkan kekuatan ototku. Shizune-san tersenyum tanpa mengeluarkan suara. 

Itsuki-san, kamu sepertinya akan menjadi ayah yang baik.

“Siapapun bisa melakukan itu. 

“Bukan hanya kejadian ini saja, tapi kadang-kadang aku melihatmu saat merawat Ojou-sama dan berpikir demikian. Sepertinya kamu suka melihat orang lain dengan penuh perhatian, bukan? 

Itu, yah... aku rasa memang begitu. 

Jika tidak, aku takkan merasakan kepuasan sebesar ini dalam kehidupan sehari-hari. 

...Dulu, aku berharap bisa menjadi sosok ayah bagi Hinako. 

Begitu, ya?

Ya. ...Ketika Hinako pertama kali demam dan pingsan di hadapanku, dia memanggilku 'Papa' dalam mimpinya. Kagenn-san terlihat kesulitan dengan berbagai masalah, dan aku berpikir seseorang harus mengisi posisi itu.

Aku ingin mengisi kekosongan tersebut. Menjadi sosok yang bisa mendampingi Hinako yang mencari ikatan keluarga. 

Tapi, belakangan ini, Kagen-san tampaknya sudah berperan sebagai ayah dengan baik.

...Mari kita anggap kalau aku tidak pernah mendengar itu. 

Aku akan sangat berterima kasih jika dia melakukannya, tetapi karena dia tidak membantah, sepertinya Shizune-san memiliki pendapat yang sama denganku. Belakangan ini, Kagen-san tampaknya semakin lembut terhadap Hinako, bahkan menurut pandangan Shizune-san

Sebelum kedatangan Itsuki-san, aku juga pernah menjadi pengurusnya, jadi rasanya sangat emosional.

Begitu, ya?

Ya. Rasanya seolah-olah aku menjadi ibunya.

Shizune berkata sambil bercanda. Ibu Hinako sudah meninggal. Oleh karena itu, sosok seperti Shizune-san pasti menjadi pengganti ibunya bagi Hinako. 

Hahaha, kalau begitu kita adalah pasangan suami istri. 

Aku sebagai Papa, dan Shizune-san sebagai Mama, dengan Hinako sebagai putri kami. Saat membayangkan hubungan pasangan yang harmonis begitu, aku melirik wajah Shizune. 

…Maaf, aku mengatakan sesuatu yang aneh.

…Tidak, akulah yang salah. 

Kami berdua sama-sama tersipu

Tanpa sadar, aku mulai membayangkannya. Ruang keluarga yang tenang dan hangat di bawah sinar matahari. Di dapur ruang tamu, Shizune-san sedang memasak, sementara aku duduk menonton TV dengan Hinako bersandar di pangkuanku. Ketika Shizune-san berkata, Makanannya sudah siap loh, aku dan Hinako berdiri sambil menjawab Ya~~” dan bersama-sama membawa piring. Saat makan, Hinako seringkali mengotori bibirnya, jadi aku yang duduk di sampingnya mengelapnya dengan saputangan, dan melihat itu, Shizune-san tersenyum lembut... 

(…Rasanya sangat cocok dan pas banget

Apa ini benar-benar kenangan yang tidak ada? Sampai-sampai aku berpikir mungkin aku hidup seperti itu di suatu tempat. Melihat ekspresi Shizune-san yang tampak rumit, sepertinya dia merasakan hal yang sama denganku. 

…Ketika kita dipecat dari keluarga Konohana, mari kita beralih menjadi pengasuh.

…Sepertinya tidak jauh berbeda dengan apa yang biasa kita lakukan.

Menidurkan anak-anak, menggandeng tangan, sesekali memberikan perhatian... 

Hmm... aku merasa sangat percaya diri bisa melakukannya dengan baik. Aneh sekali. 

Tapi, jika Kagenn-sama mengisi kekosongan di hati putrinya... kira-kira di posisi mana Itsuki-san sekarang?

Shizune-san bertanya dengan nada serius. Aku berpikir sejenak sebelum menjawab. 

“Itu sih tentu saja, aku menjadi pengasuhnya. 

Jawaban sederhana itu muncul dalam pikiranku. 

“Aku ingin menjadi sosok yang paling dapat diandalkan oleh Hinako apapun yang terjadi. Aku ingin menjadi pengasuh yang sejati. Bukan sebagai orang tua, bukan sebagai pelayan... tetapi berada di samping Hinako dengan pandangan yang sama dan tujuan yang sama. Kurasa itulah posisiku. 

Posisi yang kumaksud di sini bukanlah dalam artian bisnis. Ini adalah tentang perasaan mendalam di mana Hinako yang terbebani bisa membuka hatinya. Aku ingin menjadi tempat seperti itu. 

“Nilai sempurna”

“Hah? 

“Bukan apa-apa. Sekarang, ayo kita pergi menyambut Douzen-sama. 

Shizune berjalan di depan. Sepertinya itu bukan imajinasiku saja bahwa punggungnya terlihat ceria.

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama