Gimai Seikatsu Volume 15 Chapter SS Bahasa Indonesia

 

Chapter SS — Jarak Antara Ia dan Dirinya

 

“Menurutmu, sesuatu yang semakin jauh kita pergi, semakin dekat diri kita itu apaan? 

Ayase Saki terkejut dan berkedip dua kali saat menghadapi situasi langka di mana Asamura Yuuta mengajukan teka-teki. 

Eh? Mendadak ada apaan?

Setelah mengucapkannya, Saki segera menyesalinya. Ini adalah kesalahan komunikasi yang klasik. Yuuta yang biasanya tidak nyaman mengangkat topik pembicaraan, pasti telah berani mengambil keputusan besar untuk membahas hal ini di meja makan. Namun, respons pertamanya yang “mendadak ada apa? mungkin membuatnya bingung. Ini tidak baik. Aku seharusnya merespons topik yang telah dia ajukan dengan baik... Pikirannya dipengaruhi oleh teman yang sedikit nakal. Tidak, tidak, sebelum terkejut, aku harus menunjukkan minat pada kata-kata pacarku. 

Ah, bukan begitu! Aku hanya sedikit terkejut. Itu—

Saki dengan cepat merenungkan kata-kata yang diucapkan Yuuta. Pada saat mendengarnya, dia tidak terlalu memikirkan masalah itu, tetapi setelah berpikir sejenak, dia menyadari bahwa itu adalah teka-teki aneh yang tidak bisa dijawab dengan cepat. Sepertinya cukup sulit. Pergi jauh tetapi semakin dekat? Apa maksudnya? Tapi karena Yuta yang mengajukannya, pasti ada sesuatu yang berkaitan dengan mereka berdua. 

Jika aku tidak bisa memecahkan ini, hubungan kami akan berisiko. Mungkin itu berlebihan, tetapi aku merasa ini adalah krisis dalam komunikasi kami. 

Aku merasa nostalgia dengan teka-teki... Oh, dan, um... Beri aku petunjuk. Ya, petunjuk! 

Petunjuk? 

Sekarang, giliran Yuuta yang terkejut dengan membuka matanya lebar-lebar. 

Setelah berpikir sejenak, Yuuta mulai berbicara. 

“Jarak dari rumah ke SMA Suisei itu sekitar 1,5 kilometer, kan?

…Ya.

Ada apa ini? Mengapa dia tiba-tiba membahas jarak antara rumah dan sekolah? pikir Saki. 

Jika kita bersekolah dari Senin sampai Jumat, jumlah hari sekolah tanpa libur panjang itu sekitar 200 hari. Jadi, dalam satu setengah tahun, jika dihitung satu arah, itu 1,5 kilometer × 200 × 1,5, jadi sekitar 450 kilometer. Dari Shibuya, itu jaraknya kira-kira sejauh Aomori di utara atau Kobe di barat. Jaraknya lumayan jauh, ‘kan? 

Fakta bahwa Yuuta dengan lancar menyebutkan angka-angka tersebut  menunjukkan bahwa ia mungkin sudah menghitungnya ketika memikirkan teka-teki ini. 

“Rasanya... memang jauh. Wah, tanpa disadari kita sudah berjalan cukup jauh, ya?

Setelah mengatakannya dan mengambil waktu sejenak, Saki kembali merenung. 

Jarak 450 kilometer memang jauh. Jauh sih, tetapi mungkin jarak itu sendiri tidak memiliki makna.

Hal yang lebih penting dari itu adalah waktu.

Yuuta telah bersekolah di SMA Suisei selama tiga tahun. Artinya, dirinya telah menempuh perjalanan satu arah sejauh 1,5 kilometer selama tiga tahun, jadi mengapa dia hanya membatasi satu setengah tahun? Satu setengah tahun... dari saat masuk sekolah hingga sekitar September atau Oktober kelas dua SMA. Atau mungkin dari situ sampai lulus? 

Di sini, Saki mulai menyadari sesuatu. 

Lagipula, Yuuta bersekolah dengan sepeda! Artinya, dirinya tidak berjalan kaki ke sekolah. Yang berjalan kaki dari rumah ke SMA Suisei adalah Saki. Namun, tunggu sebentar, Saki perlahan-lahan melihat wajah Yuuta. Kemudian dia bergumam sesuatu

Yuuta tuh bersekolah dengan sepeda, ‘kan?

Ya, benar.

Dia mungkin berpikir bahwa dia mengucapkannya tanpa mengubah ekspresi, tetapi itu terlalu manis. Di dalam hatinya, Saki menari-nari dengan gembira. Saat ini, Yuuta menunjukkan ekspresi bahagia sejenak mendengar kata-kata Saki. Artinya, arah berpikirnya sudah benar. 

Namun, perlu diingat. Saki pindah ke rumah Asamura pada awal musim panas kelas dua SMA, dan dari situ hingga lulus masih ada satu tahun sembilan bulan. Bukan satu setengah tahun. Dia harus mengurangi sekitar tiga bulan dari situ. Jadi, jarak yang ditempuh Saki dari sekitar September atau Oktober tahun kedua—musim gugur—dan apa alasan untuk hanya mengambil itu...? 

Apa yang terjadi di musim gugur semasa kelas dua mereka? Mungkin festival budaya. Ulang tahunnya di bulan Desember, dan sebelumnya, mungkin sekitar waktu Halloween. 

Ah...

Apa kamu memahami sesuatu?

Um, 450 kilometer itu, mungkin jarak yang kita tempuh saat berjalan ke sekolah bersama?

Yuuta tersenyum lebar dengan wajah yang sangat bahagia. Tapi jarak ke sekolah hanya semakin bertambah, tidak pernah mendekat, kan? Itu berarti... Saki mulai berpikir lebih jauh. 

450 kilometer, ya. Memang jika dipikirkan, itu memang jarak yang jauh. Awalnya, Saki tidak suka jika hubungan mereka dibicarakan, jadi dia tidak mau berjalan ke sekolah bersama. Namun, setelah sekitaran waktu Halloween, mereka mulai sering berjalan bersama. Jadi, sebenarnya jarak yang ditempuh Saki dan Yuta saat berjalan berdampingan pasti lebih panjang. Dari 1,5 kilometer yang pertama, terus bertambah, melewati 450 kilometer, dan mungkin mereka akan berjalan lebih jauh lagi ke depan. 

Aku mengerti. Sesuatu yang semakin jauh kita pergi, semakin dekat kita adalah 'Jarak di antara kita,' kan?

Saki tahu kalau jawabannya itu benar saat melihat senyuman Yuuta.

 

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama