Gimai Seikatsu Volume 16 Selingan 2 Bahasa Indonesia

 

Selingan — Riwayat Panggilan

 

Yuuta : ...... Aku sudah sampai. Aku baru saja menyalakan lampu di kamar.

Saki    : Selamat datang kembali. Apa kamu sudah mengunci pintu dengan benar? Harus dicek dua kali.

Yuuta : Sudah, kok. Kamu suka bermain peran sebagai ibu, ya?

Saki    : Aku benar-benar khawatir. Kamu tahu, tinggal sendiri itu bisa berbahaya, karena kamu bisa saja terlibat kejahatan dan lain-lain.

Yuuta : Kalau begitu, aku juga khawatir tentang rumah kita yang hanya ada kamu dan Ibu tiri.

Saki    : Keamanan di apartemen sangat berbeda.

Yuuta : Itu juga benar.

Saki    : —Oktober sudah hampir berakhir, ya.

Yuuta : Rasanya cepat sekali. Halloween tahun ini sepi... aku sampai terkejut.

Saki    : Di depan Stasiun Shibuya tahun ini juga sama seperti biasa. ... Ya, aku tahu itu jadi aku sengaja menjauh area itu.

Yuuta : Kamu tidak pergi dengan teman-temanmu?

Saki    : Ada anak-anak yang tertarik. Tapi karena aku tidak terlalu antusias, mereka tidak mengajakku pada hari itu.

Yuuta : “Begitu, jadi kita sudah sama-sama dewasa, ya?

Saki    : ...... Kalau Yuuta mau mengajakku kencan Halloween sih, aku pasti akan merasa senang, kok.”

Yuuta : Ma-Maaf. Jadwal kita tidak cocok.

Saki    : Sebagai hukuman, kamu harus memakai topeng labu di depan kamera. Jika kamu bisa membuatku merasakan suasana Halloween, aku akan memaafkanmu.

Yuuta : Eh? Apa aku bisa menyiapkan kostum Jack-o'-lantern sekarang?

Saki    : “Fufufu. Itu hanya bercanda, jangan dianggap serius.

Yuuta : Tahun depan aku pasti akan menyiapkannya.

Saki    : Kalau begitu, tahun depan kita akan berkencan.

Yuuta : ...... Itu benar.

Saki    : Yuuta, sekarang kamu sedang apa?

Yuuta : Aku habis melepas sepatu dan menggantungkan mantel... dan tanpa sadar hampir bilang 'aku pulang'.

Saki    : ...... Padahal bilang begitu juga tidak masalah.

Yuuta : Aku merasa itu tidak akan sampai dengan jelas lewat telepon."

Saki    : Itu akan sampai. Lihat... selamat datang kembali di rumah.

Yuuta : ...Aku pulang.

Saki    : Ya. Selamat datang kembali. Ah, cepat nyalakan pemanasnya. Hari ini lumayan dingin loh.

Yuuta : “Cuacanya tiba-tiba jadi dingin, ya. Bagaimana denganmu?

Saki    : Aku sudah mengeluarkan botol air panas. Dan selimut.

Yuuta : Masih terlalu awal untuk kotatsu, ya?

Saki    : Tentu saja.

Yuuta : Mari kita bicarakan sesuatu yang hangat. ... Hari ini, aku akan membuat sup miso sekarang.”

Saki    : Bagus. Isinya apa?

Yuuta : Tahu.

Saki    : Cuma satu doang?

Yuuta : Dan rumput laut.

Saki    : Itu isian yang klasik.

Yuuta : Aku belum sampai pada tahap membuat kaldu yang rumit. Tapi perlahan-lahan memasak mulai terasa menyenangkan, dan suatu saat aku ingin berkreasi seperti kamu.

Saki    : Aku akan mengawasi perkembangan muridku.

Yuuta : Tolonglah.

Saki    : ...... Hei, Yuuta.

Yuuta : Hmm?

Saki    : Apa kamu tidur dengan nyenyak?

Yuuta : ...... Mungkin. Ada waktu-waktu ketika rasanya terlalu sunyi sehingga membuatku sulit tidur, tapi sekarang sudah jauh lebih baik.

Saki    : Kamu sudah terbiasa, ya. Sayang banget.

Yuuta : Kenapa?

Saki    : Aku tadinya berpikir ingin datang dan tidur bersamamu.

Yuuta : ...... Tempat tidur di sini terlalu kecil untuk kita berdua tidur berdamppingan.

Saki    : Aku tidak masalah meski sempit.

Yuuta : Ya, baiklah...

Saki    : “Ah, gawat! Besok aku harus bangun pagi.

Yuuta : Kerja?

Saki    : Tidak, jam perkuliahan. Ada dokumen yang harus diserahkan di loket. Dan ada tugas yang belum selesai.

Yuuta : Kalau begitu, kita akhiri di sini saja untuk hari ini.

Saki    : Ya. Oh, tapi, satu hal terakhir."

Yuuta : Apa itu?

Saki    : Aku belum mau tidur, tapi aku ingin mendengar 'selamat malam' darimu. Sebagai persiapan.

Yuuta : ...... Selamat malam, Saki.

Saki    : “Fufu. Selamat malam juga. ... Sampai jumpa besok.

Yuuta : Sampai jumpa, besok.

 


Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama