Isekai Alya-san Chapter 8 Bahasa Indonesia

Chapter 8 Pertempuran Terakhir

 

Penglihatannya kabur ke atas dengan kecepatan tinggi, dan langit-langit berjatuhan menimpa puing-puing, berguling dan menggelinding menuruni lereng.

Aduh, aduh, aduh, ugh!

Masachika mendarat dengan bunyi gedebuk di tanah datar dan perlahan bangkit. 

Ugh... kepalaku pusing banget... sialan, padahal sudah disembuhkan...hei, jangan tiba-tiba memanggilku seperti itu.” 

Dia menatap Yuki dengan penuh kebencian, tapi Yuki hanya berpaling dengan wajah acuh tak acuh. Merasa sedikit jengkel, Masachika melihat sekeliling. 

Ketika melihat ke atas, Masachika bisa melihat lubang tempat dirinya jatuh. Namun, lubang yang seharusnya berdiameter satu setengah meter itu terlihat jauh lebih kecil. Itu menunjukkan bahwa langit-langit ruangan ini cukup tinggi. 

... Jadi, ini di mana?

Tidak ada tempat di lantai kastil iblis yang dilalui mereka sebelumnya yang memiliki langit-langit setinggi ini. Jadi, apa ini berarti dirinya berada di bawah kastil iblis...? 

(Apa yang harus kulakukan? Kalau terbang sih tidak mungkin... Aku bisa saja menggunakan sihir elemen tanah untuk mengangkat tanah... tapi, jika menggunakan sihir, itu sama saja. Aku tidak yakin bisa menggunakan sihir dengan tepat ke lubang sekecil itu. Lagipula, MP yang dipulihkan tadi hampir habis... Apa ada item yang bisa kugunakan? Tali dengan kait sudah dipinjamkan kepada Ayano, kira-kira apa ada item lainnya...) 

Setelah berpikir cepat selama sekitar lima detik, Masachika memutuskan untuk mencari tangga yang bisa membawanya ke atas permukaan. 

Semoga mereka berdua baik-baik saja... Alya, Masha-san. 

Masachika merasa sebagian besar bahaya telah berlalu, tetapi karena Nonoa dan Sayaka hampir tidak terluka, dirinya masih harus waspada. Sembari menahan rasa penasarannya, Masachika mengeluarkan ramuan MP dan alat sihir penerangan dari itemnya. Cahaya oranye lembut menerangi kegelapan, tetapi tidak ada dinding yang terlihat di mana pun. Sepertinya ruang ini sangat luas. 

(... Baiklah, untuk sekarang, aku akan mencari dinding dulu.) 

Setelah memastikan tidak ada tanda-tanda makhluk hidup di sekitarnya, Masachika mulai berjalan cepat ke depan sambil meminum ramuan MP. Tiba-tiba, 

Vrooommmm

Whoa!?

Lingkaran sihir berwarna ungu hitam bersinar di bawah kakinya

Mengira itu adalah jebakan, Masachika melompat mundur dengan panik, dan cahaya ungu hitam menyebar ke segala arah dari tepi lingkaran sihir. Cahaya itu melewati kakinya, mencapai dinding, dan dengan kekuatan yang sama, melesat naik ke dinding, berhenti sekitar tiga meter di atas tanah── 

Wus wus wus wus

Ketika api menyembur bertubi-tubi, nyala api tersebut menerangi ruang bawah tanah yang luas. Api ungu gelap menerangi ruang berbentuk silinder. Jika dilihat lebih dekat, ada pilar-pilar tempat api itu berasal, dan di antara tiang-tiang itu, ada patung raksasa iblis yang mirip dengan yang berdiri di samping pintu lantai lima... tidak, lebih besar dan lebih menyeramkan. 

“O-Oi, oi... jangan bilang kalau semua patung itu akan bergerak? Aku belum pernah mendengar tentang fenomena monster house di bawah kastil iblis. 

Setelah melihatnya secara sekilas, Masachika memperkirakan ada lebih dari dua puluh patung raksasa. Ua merasakan ketegangan di pipinya. Meskipun begitu, dirinya tetap bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk dan menjaga kewaspadaan di sekelilingnya. 

...

Namun, seolah-olah mengejek Masachika, patung-patung itu tidak bergerak sedikit pun. Sambil sedikit mengendurkan kewaspadaannya, Masachika masih melihat sekeliling dengan hati-hati... dan menyadari. 

Tiang-tiang batu besar yang berdiri berjejer. Patung-patung yang menyeramkan dan megah berdiri di antara mereka. Mirip seperti...

“Kuil suci...? 

Saat Masachika bergumam diam, Yuki yang selama ini diam akhirnya menjawab. 

“Kamu akhirnya menyadarinya? My Master... tidak, Sang Mahardika, Masachika.

? Yuki?

Mengabaikan pertanyaan Masachika yang kebingungan, Yuki melesat pergi.

Kemudian, saat berdiri di depan patung raksasa yang paling besar dan menyeramkan, Yuki berbalik menghadap Masachika. Pada saat itu, mata patung yang berdiri di belakang Yuki memancarkan cahaya merah hitam, dan seolah-olah merespons, semua mata patung bersinar dengan cahaya merah hitam. Bersamaan dengan itu, tubuh Yuki mulai dibungkus oleh cahaya merah hitam. 

“Tempat ini adalah kuil yang disembah oleh para iblis, kuil dewa jahat... 

Suara Yuki yang bergema tidak hanya terdengar di dalam pikiran Masachika, tetapi juga menggema di seluruh ruang bawah tanah. 

Semakin keras suaranya, tubuh Yuki yang dibungkus cahaya merah hitam juga semakin membesar. 

Ya, ini adalah suaka bagi ras iblis. Dan aku sendiri tak lain adalah── 

Akhirnya, cahaya merah hitam yang telah menjadi sebesar manusia bersinar dengan lebih kuat, dan yang muncul adalah... sosok Yuki yang mengenakan pakaian hitam yang menggoda, dengan sayap kelelawar dari punggungnya, serta tanduk hitam yang lebih besar dan menyeramkan daripada milik Nonoa atau Sayaka. Sembari mengembangkan sayapnya dengan anggun serta rambut hitam panjangnya berkibar, Yuki menatap Masachika dari udara dengan sombong. 

Akulah penguasa sejati dari kastil ini. Raja Iblis Yuki.

Jadi, bukan sebagai Suou Yuki, melainkan Raja Iblis Yuki. Bagus juga.

Dan──

Tanpa memperhatikan interupsi Masachika yang terdengar datar, Yuki mengangkat dagunya, menggerakkan jarinya di atas mata kanannya, dan dengan percaya diri berteriak. 

I, am! Your! Sisterrrrrrrrrrr!!

Ah, begitu rupanya, jadi itu yang ingin kamu lakukan.

Dengan ekspresi datar, Masachika mengamati Yuki dengan seksama. Setelah mengamatinya... ia mengangguk dengan serius dan berkata. 

Masih ada beberapa hal yang ukurannya kecil. 

Berisik sekali

Yuki menembakkan serangan sinar dari ujung jari telunjuknya kepada Masachika yang serius mengatakan hal-hal yang tidak perlu. Sambil hanya memiringkan kepala untuk menghindarinya, Masachika mengerutkan dahi dan berkata. 

“Yah, maksudku... meskipun pakaianmu kelihatan seksi, tapi kamu tidak terlalu glamor, malah perutmu terlihat ramping dan tinggimu pendek... Apa, jangan bilang kamu terjebak dalam bentuk ini setelah disegel dan diubah menjadi loli? 

Aku tidak kehilangan kekuatan puncakku, oke? Apa kamu sudah mulai meremehkanku?

“Bukannya aku meremehkanmu, tapi... setidaknya, jika kamu bisa terbang, bisakah kamu membawaku ke tempat Alya dan yang lainnya?

Jangan coba-coba menggunakan Raja Iblis sebagai pijakanmu. Lagian! Kenapa kamu tidak terkejut sama sekali!! 

“Yah, habisnya... jika kamu terus mengucapkan hal-hal meta seperti itu, ya..." 

Itu adalah sesuatu yang sebenarnya sudah lama mengganggu pikirannya. 

Sementara Ayano dan Chisaki berperilaku sepenuhnya seperti penduduk dunia ini, Yuki jelas-jelas mengeluarkan pernyataan yang menyadari dunia asalnya. Tentang OSIS, darah Eropa Timur... dan dia bahkan mengatakan dengan jelas di awal. Dia adalah makhluk dari dimensi lain. Itu berarti, Yuki berada dalam posisi yang lebih dekat dengan Alisa dan MAlya daripada Ayano atau Chisaki... dan Masachika berpikir bahwa mana mungkin keberadaan yang begitu istimewa cuma berakhir sebagai peri penolong biasa. 

Jadi, maksudmu... bisa dibilang kalau kamu berada dalam posisi seperti GM (Game Master), bukan?

Saat Masachika mengajukan pertanyaan itu, Yuki tersenyum lebar dan mendarat di tanah. 

“Hmm~, gimana ya..... jika kamu ingin tahu jawabannya, cuma ada satu hal yang harus kamu lakukan... kalahkan aku di sini!" 

Aku khawatir tentang Alya dan Masha-san, jadi aku ingin pergi ke tempat mereka dulu. 

Diam! Jika kamu juga bagian dari kelompok pahlawan, percayalah pada teman-temanmu dan persiapkan dirimu!

Sambil mengatakan hal yang tampaknya masuk akal, Yuki mengangkat jari telunjuknya ke langit-langit. Lalu, tubuhnya dibungkus oleh aura ungu hitam, dan rambutnya yang melambai tiba-tiba berubah menjadi ekor kuda. Selanjutnya, Yuki menurunkan tangannya dan langsung menunjuk Masachika sambil mengaum. 

Ini adalah pertarungan terakhir yang sebenarnya! Ayo serang aku!!

Dengan demikian, pertempuran terakhir yang tidak jelas antara raja iblis dan sang mahardika dimulai di bawah kastil iblis.

 

◇◇◇◇

 

...

Setelah Masachika menghilang ke lantai bawah akibat ledakan tak terduga. 

Block 

!

Alisa tersadar dari lamunannya ketika dirinya mendengar suara Nonoa, dia lalu cepat-cepat mengangkat wajahnya... dan menyadari bahwa dia tidak bisa melihat Nonoa lagi. 

“Agh, lagi-lagi ini... 

Alisa menggertakkan giginya ketika menghadapi sihir yang mirip tetapi berbeda dari keterampilan penyamaran yang digunakan Ayano. Efeknya tidak berlangsung selamanya, tetapi selama sihir tersebut aktif, Alisa tidak bisa menyerang Nonoa sama sekali. Tentu saja, jika menyerang dengan cara serangan acak mungkin berbeda, tetapi... 

(Untuk saat ini... kurasa aku tidak punya pilihan lain selain menghadapi Taniyama, ‘kan?) 

Saat Alisa mempertimbangkan kembali dan memfokuskan perhatiannya pada Sayaka, mantra lain melayang ke arahnya. 

“Fumble 

Pada saat itu, genggaman Alisa pada pedang suci tiba-tiba menjadi tidak stabil.

(Hah, ap-apa ini—)

Meskipun bingung, dirinya mencoba untuk memegang pedang suci dengan lebih baik, tetapi Sayaka bergerak lebih cepat. 

Hah!

Dengan langkah cepat, Sayaka menyerang dari arah bawah dengan pedangnya. Alisa segera menangkisnya dengan pedang suci── 

Gyaaaain!! 

Dengan suara logam yang beradu, pedang suci Alisa terpental dari tangannya. 

(Gawat──!) 

Dia mundur beberapa Langkah akibat guncangan tersebut, tapi Alisa bersiap untuk mengejar dengan kedua lengannya di depan tubuhnya. Namun, Sayaka tetap tenang dan cermat. 

Serangan Bintang Hitam──

Sayaka memegang sabernya di pinggang dan bersiap untuk menyerang. Dia berencana menembus pertahanan Alisa yang putus asa tanpa senjata. Demi menghadapinya, Alisa melompat mundur dengan lebih besar, mengangkat kedua tangannya ke depan dan melafalkan. 

Крипасна Ястина!

Dinding cahaya muncul di antara mereka, dan segera setelah itu, pedang Sayaka memancarkan aura pertarungan merah. 

──Menembus Bulan

Dengan suara tenang, aura pedang yang diayunkan mulai bertabrakan dengan dinding cahaya── dan dalam sekejap, dinding cahaya itu lenyap. 

“Ap──

Sayaka menatap Alisa yang terdiam dengan mata dingin di balik kacamatanya, dan berbicara dengan tenang. 

Sihir seperti itu tidak berguna di hadapan pedang sihir ini, 'Holy Eraser'....semuanya sudah berakhir, Pahlawan.

Dan dengan semangat juang yang sama, pedang Sayaka yang dikelilingi aura merah diarahkan ke jantung Alisa── 

Waahhh!!

Tepat sebelum itu, Maria melompat di antara mereka, mengeluarkan teriakan yang agak antiklimaks. 

Masha!?

Kemudian, di hadapan Alisa yang terkejut, dia mengayunkan tongkat yang dipegangnya ke arah ayunan pedang Sayaka. 

Pada titik ini, Maria yang masih memprioritaskan pembatalan keadaan abnormal lainnya juga terkena keadaan abnormal pengurangan gesekan tangan yang sama dengan Alisa. Jika mereka bertarung secara normal, tongkat Maria seharusnya terpental seperti pedang suci Alisa. Namun, 

(Tongkat itu...!) 

Dalam pandangan yang bergerak lambat, Alisa membuka matanya lebar-lebar melihat tongkat yang dipegang Maria.

Benda yang dipegang Maria saat ini bukanlah tongkat suci yang biasa. Bagian ujungnya yang sangat besar, terlihat seperti mace, adalah item terkutuk Tongkat Penyiksaan Heretik. Dan, perlengkapan terkutuk tidak bisa terpental. 

(Tapi, jika bertarung secara normal...) 

Kekhawatiran Alisa mulai menjadi kenyataan. Meskipun kekuatan ototnya meningkat pesat karena efek Tongkat Penyiksaan Heretik, serangan biasa tidak akan cukup untuk melawan teknik bertarung. Namun... 

Full swing!

Bersamaan dengan seruan Maria, aura pertarungan memancar dari tongkatnya. 

Ya, Maria hanya memiliki satu keterampilan pertarungan jarak dekat. Namanya adalah Baseball. Lebih tepatnya, itu termasuk dalam Teknik Tongkat’. Serangan penuh dari teknik ini mungkin tidak memiliki kekuatan besar, tetapi meskipun itu adalah teknik kategori tongkat, efek dorongannya melampaui teknik palu biasa, dan lebih jauh lagi, dengan serangan kritis—dapat memicu efek memantulkan senjata dengan probabilitas untuk menghasilkan home run

Kakiiiiiinn!! 

Suara yang tidak cocok dengan kastil iblis bergema, pedang Sayaka terpental tinggi ke udara dan menancap di langit-langit. 

... 

Dengan tatapan yang tidak bisa dibaca, Sayaka melihat tangan kanannya yang kosong. Sambil tetap waspada, Alisa cepat mundur dan mengambil kembali pedang sucinya. Meskipun dia masih merasakan pegangan pedang yang goyah, itu tidak terlalu masalah jika dia tidak khawatir tentang bertarung melawan lawan. 

… Situasinya mulai terbalik.

Ucap Alisa sembari dengan hati-hati mengangkat pedang sucinya, dan Sayaka mengangkat pandangannya untuk menjawab. 

──Begitukah?

Sayaka menjawab dengan tenang dan kemudian dia mengatakan sesuatu yang mengejutkan. 

Bangkitlah, Jargilas, Sarilior, Mira-Mir.

Ha──?

Alisa terkejut mendengar itu, dan pada saat berikutnya, ketiga makhluk iblis yang terjatuh itu menempelkan tangan mereka ke lantai dan perlahan bangkit. 

Apa!?

Jika dilihat, HP yang seharusnya sudah hancur total itu sedikit pulih. Memang, ketiga makhluk itu hampir mati, tapi... situasi dua melawan enam adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan. 

(Apa yang harus kulakukan!? Apa yang bisa kulakukan...!?) 

Karena tidak tahu apa yang harus diprioritaskan, Alisa mencoba meminta keputusan Masachika... dan menggigit bibirnya karena kenyataan bahwa rekannya tidak ada di sini. Kemudian, dia segera menyemangati dirinya sendiri. 

(Pikirkanlah sendiri, Alisa! Apa kamu tidak belajar apa pun setelah bersama Kuze-kun? Pikirkan baik-baik! Dalam situasi seperti ini, apa yang akan dilakukan Kuze-kun...) 

Selama tiga detik. Alisa berusaha keras mengingat taktik dan instruksi Masachika sebelumnya, lalu mengangkat lengan kanannya tinggi-tinggi. 

Masha, pokoknya cepatlah berlari ke sana!

Dia menatap kakaknya yang berbalik dengan tegas. Dan, percaya bahwa pesan itu diterima, dia dengan cepat mengoperasikan menu dengan tangan kanannya yang diturunkan. 

Ooohhh!

Bummooooo!

“““Veeeee!!””” 

Jeritan ketiga makhluk iblis yang bangkit bergema. Sayaka menarik pisau dari belakang pinggangnya dan bersiap menghadap Maria. Sambil berusaha untuk tidak terlalu memperhatikan itu, Alisa mengeluarkan tiga bola asap dan melemparkannya ke tanah. 

Asap menyebar lagi, menutupi medan perang. Namun.... 

Mira-Mir, tiup asap itu dengan angin. 

Kali ini, keputusan Sayaka jauh lebih cepat. Dia mengeluarkan perintah dengan tenang, dan Alisa bisa mendengar makhluk iblis kambing mulai melafalkan mantra. Namun, Alisa tidak panik dan percaya pada kakaknya, menunggu saat yang tepat.

Strategi yang dibuat Alisa sederhana. Jika jumlah musuh terlalu banyak, maka satu-satunya cara adalah mengabaikan pengikut dan langsung menyerang kepala. Namun, karena sihir yang merepotkan itu, dia tidak bisa langsung menyerang Nonoa. Meskipun begitu... 

Alya-chan! 

Dengan keterampilan khusus Mukjizat Bunda Suci, Maria dapat mencapai tujuan Nonoa meskipun terhalang oleh sihir dan penglihatan yang terhalang. 

!

Usai mendengar suara dari arah singgasana, Alisa segera menggenggam kuat gelang sakunya di lengan kanannya. Setelah merasakan sensasi melayang sejenak, penglihatannya beralih. Sekaligus, Alisa mengangkat pedang sucinya. 

Dia tidak perlu melihat maupun membidiknya. Cukup ayunkan pedang, dan Nonoa ada di sana. 

(Mungkin rasanya akan sedikit sakit!) 

Teknik yang diaktifkan adalah Serangan Tumpul’. Meskipun teknik ini menghabiskan SP, kekuatan serangannya tidak meningkat, malah menurun. Sebagai gantinya, dia dapat menambahkan kerusakan pukulan pada serangan tebasan dan memberikan status abnormal pingsan dengan probabilitas tertentu. Dan, serangan ini tidak akan pernah membuat HP menjadi nol. 

Pukulan Tumpul!

Memanfaatkan keadaan bahwa dia tidak bisa melihatnya, Alisa memejamkan matanya dan mengayunkan pedangnya── 

Baiklah~ aku menyerah~”

... Dia menghentikan ayunan tangannya saat mendengar suara yang mengejutkan dari jarak dekat. 

... Menyerah?”

Ya, aku menyerah~ aku menyerah~. Kami menyerah sepenuhnya. Ayo, semua buang senjata kalian~” 

Suara senjata yang dibuang terus terdengar di dalam asap yang sudah mulai menipis. Dan sebelum dia bisa menyadarinya, Alisa kini bisa melihat Nonoa secara langsung. 

... Apa maksudmu?

“Hmm~~? Habisnya, keadaannya jadi semakin sangat sulit, jadi... kupikir semuanya akan baik-baik saja. Dan sepertinya bala bantuanmu sudah datang~?

Eh?

Mengikuti tatapan Nonoa, Alisa menyadari Ayano yang mengarahkan sesuatu yang terlihat seperti pensil tajam di leher Sayaka. 

“Ayano-san! 

Mendengar suara Alisa, Ayano hanya melirik sedikit sebelum menunjukkan sesuatu di belakangnya yang terlihat seperti kotak kardus. 

Benda itu yang telah membesar hingga satu meter di setiap sisi menunjukkan bahwa ada seseorang di dalamnya. Dia pasti berhasil menyelamatkan Touya dan berlari ke sini. Merasa lega dengan fakta tersebut, Alisa mulai berpikir tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dan dia menatap Nonoa sambil berkata. 

...Sebagai bukti bahwa Raja Iblis telah menyerah, aku akan memintamu untuk menemaniku ke ibu kota.

Mendengar kata-kata itu, Nonoa memiringkan kepalanya sambil tetap duduk di singgasana. 

Aku bukan raja iblis loh~”

... Hah?

Tidak, aku tidak pernah menyebut diriku sebagai raja iblis.

Itu tidak mungkin...!

Saat Alisa ingin membantah dengan cepat, dia mulai menyadarinya

Nonoa memang hanya menyebut dirinya sebagai Ratu Succubus, dan tidak pernah mengatakan raja iblis. Para iblis yang Alisa kira adalah empat raja iblis juga, Nonoa dengan jelas menyebut mereka sebagai pengawal. 

Ngomong-ngomong, jika kamu sedang mencari raja iblis, dia sedang bertarung di bawah.

!?

“Bukankah sebaiknya kalian harus menyusul ke sana? Kurasa kalau cuma Sang Mahardika saja yang melawannya pasti berat. Meskipun, dengan perisai yang aktif, aku rasa tidak mudah untuk masuk sih.

Setelah mendengar itu, Alisa tidak bisa menahan diri dan berlari menuju lubang tempat Masachika jatuh. Dan, dia menyadari suara pertarungan yang terdengar dari dalam membuatnya tersentak

Kuze-kun...!!

 

◇◇◇◇

 

Saat Alisa berhasil mengalahkan Nonoa dan Sayaka, serta bergabung dengan Ayano, dia mulai bergerak menuju Masachika. 

Uwoooooh!?

Sementara itu, Masachika berusaha mati-matian menghindari sinar merah muda yang ditembakkan dari jari telunjuk Yuki. Tanpa menunjukkan tanda-tanda penurunan kekuatan, sinar itu telah ditembakkan lebih dari satu menit, dan ia berlari, melompat, dan menghindar. 

Serius, mau sampai berapa lama serangan itu berlangsung?! Pancaran cahaya macam apa itu?!?

Ohh~ kamu penasaran?

Setelah Masachika berteriak dengan putus asa, Yuki tiba-tiba menghentikan sinar itu, dan Masachika menghela napas sambil menatap Yuki. 

“Kamu ingin mengetahuinya? Pancaran cahaya macam apa ini.” 

... Aku sangat ingin mendengarnya.

Karena dapat ditembakkan terus menerus selama lebih dari satu menit, tampaknya itu bukan mantra sihir yang menghabiskan MP. Ada kemungkinan besar ini adalah keterampilan khusus raja iblis, tapi jika demikian, bagaimana dengan batasan jumlah atau waktu aktifnya? Apalagi, jika itu keterampilan khusus, kemungkinan besar kemampuannya itu mencerminkan kepribadian dan karakter Yuki... tapi kepribadian macam apa yang bisa melepaskan sinar seperti itu

Baiklah, kalau begitu, aku akan memberitahumu...

Di depan Masachika yang serius merenungkan sesuatu, Yuki perlahan menyilangkan tangan dan mengangkat dagunya, lalu dengan sikap yang sangat percaya diri, dia mengumumkan. 

Itu adalah sinar 'Onii-chan chuki-chuki beam'. 

“Ohh, jadi itu 'Onii-chan chuki-chuki beam', ya. 

“Umu...

Sambil mengangguk dengan ekspresi serius, Yuki kemudian tersenyum lebar, 

Zubibibibi!!

Tidak, kekuatannya terlalu kuat oi!!

Masachika kembali fokus untuk menghindari serangan sinar yang dengan mudah mengikis tanah dan dinding. 

Kamu ini! Aku sudah terluka parah dari pertempuran di atas! Kamu seharusnya sedikit mengasihaniku sedikit dong!

Oi, oi, kamu berbicara sangat manja. Apa kamu pikir bisa bertarung dalam kondisi terbaik setiap saat? Ini bukan pertandingan, ini adalah pertempuran sungguhan!

Sejujurnya, aku tidak punya alasan untuk bertarung denganmu!?

Aku sih punya alasan!

Alasan!? Alasan macam apa!?

Menjawab pertanyaan Masachika, Yuki menghentikan serangan sinar sejenak, lalu dengan wajah serius menggenggam tinjunya dan berkata, 

“Dengan kesempatan ini, aku akan mengalahkan Onii-chan sampai sepuasnya! 

Sepele banget!

Itu tidak sepele! Kamu mengerti bagaimana perasaanku yang tidak pernah bisa mengalahkan Onii-chan sampai sekarang!?

“Aku tidak pernah tahu kalau kamu memiliki kompleks yang begitu serius!?” 

Itu sih karena kamu, itu loh, karena kamu... 

“Sama sekali tidak ada, kan!? Tunggu, oiiii!?

Begitu Yuki terlihat bingung, sinar itu kembali menyala, dan Masachika menghindar lagi. 

“Kamu ini benar-benar yaaaa!! 

Masachika berlarian menghindar sambil berteriak keras, Yuki tiba-tiba menunjukkan ekspresi penuh kasih, meletakkan tangan di dadanya, dan berkata dengan lembut, 

Terima kasih atas segalanya, Onii-sama. Hari ini, Yuki akan melampaui Onii-sama.

Jangan menciptakan suasana yang emosional! Apa sebegitu menyenangkan menang dengan akun curang!?

“Ya, rasanya sangat menyenangkan~~♪

Sialan!

Sambil berteriak jengkel, Masachika melompat ke dalam bayangan tumpukan puing yang terbentuk akibat sihir yang menembus beberapa lantai. 

Hahaha~ rintangan seperti itu tidak ada artinya di depan cintaku yang melimpah!

Ini cinta yang cukup agresif! 

“Onii-chan~, terimalah cintaku ini~ 

Tapi aku menolaknya!

Hah? Kamu ini bilang apaan? Aku akan menangis, aku akan menangis tau!? 

Berhenti menembak sinar dulu baru bicara!

Sambil saling berdebat seperti itu, Masachika mengoperasikan item dan mengeluarkan jubah gelap dan kayu yang ia dapatkan di sepanjang jalan. Lalu, ia memasukkan kayu ke dalam jubah dan melemparkannya dari balik puing-puing, lalu melompat keluar mengikuti setelahnya. Tiba-tiba, sinar itu menyala di belakang Masachika, menembus tumpukan puing. 

(Bagus!

Tanpa meleset dari sasarannya, Yuki segera menyadari kayu dan jubah itu sebagai tipu daya dan dengan cepat mengarahkan sinarnya ke sisi yang berlawanan. 

Yuki pasti akan menyadari bahwa dirinya telah ditipu dan akan mengarahkan sinar ke arah Masachika lagi. Kesempatan sesaat yang muncul dari penyesalan itu. Ia mencuri napas sejenak untuk beralih kembali ke serangan. Teknik yang dia pelajari di dunia asalnya adalah── 

(Teknik yang disukai semua orang, Shukuchi!) 

Bukan teleportasi. Hanya berpindah dengan lincah ke celah dalam kesadaran lawan. Dengan begitu, Masachika bergerak ke sisi luar lengan kanan Yuki dan segera mengayunkan buku sihirnya. 

Tentu saja, mana mungkin bagi Masachika yang diakui sebagai siscon akut untuk memukul adiknya dengan keras. Jadi, targetnya adalah... tanduk. Dengan membayangkan memindahkan dampak dari tanduk yang tumbuh di sisi kepala Yuki ke tanduk yang berlawanan, ia memukulnya secara vertikal! 

Hmph!

Dengan suara tumpul, sampul belakang buku sihir Masachika menghantam tanduk Yuki dengan keras. 

Eh...?

Yuki yang menggelengkan kepalanya dengan kuat, tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan kakinya tampak goyah... dia kemudian menjejakkan kaki dengan keras di tanah. 

Ya, sayang sekali~!! 

Dari bawah kakinya, lingkaran sihir merah muncul. 

!? 

Ketika melihat lingkaran sihir yang muncul satu per satu di sekitarnya, Masachika diserang rasa bahaya dan segera mundur sekuat tenaga. Dari lingkaran sihir itu, pilar-pilar api menyembur tinggi sembari diiringi bunyi gemuruh

Ah, panas, panas!

Setelah melarikan diri dari dinding api yang mengejarnya, Masachika akhirnya bersembunyi di belakang tumpukan puing. Dan setelah beberapa detik, penyebaran lingkaran sihir berhenti. Ketika pilar api yang berkobar itu tiba-tiba padam, Yuki berkata sambil menggelengkan kepalanya. 

Ah, jadi kau menggunakan pengalaman kelinci bertanduk untuk mengincar efek gegar otak. Itu memang mengesankan, tetapi raja iblis memiliki ketahanan pingsan yang luar biasa~!

... Ah, jadi ketahanan seperti itu juga mempengaruhi ya?

Jika dipikirkan lagi dengan tenang, jarang sekali bos terakhir terkena status abnormal. Meskipun terkena, selalu ada kesan cepat pulih. 

(Jadi, menahan serangan mereka dengan status abnormal itu mungkin mustahil ya...) 

Rencana untuk melumpuhkan musuh secara damai sudah gagal, hadi Masachika mendengus pelan di depan Yuki yang menggerakkan lengannya. 

Baiklah, setelah pembukaan yang mengerikan ini selesai... kita mulai pertarungan yang sebenarnya.

Hah?

Masachika mengernyitkan dahinya, dan Yuki mengangkat jari telunjuknya. 

Pertama-tama, aku akan mengungkapkan satu hal: kematian di dunia ini tidak akan mempengaruhi dunia nyata.

Apa? Tunggu, apa kamu mengetahui dengan jelas kalau dunia ini apaan? 

Menanggapi pertanyaan Masachika, Yuki tersenyum penuh percaya diri. 

Yah, itu akan bisa menjadi kejutan nanti... jadi, mari kita nikmati pertarungan ini tanpa ragu, oke? Kesempatan semacam ini tidak akan datang lagi. Ayo, lepaskan sihirmu. Karena tidak ada Alya-san atau Masha-san di sini, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan orang lain, kan?

Yuki menggerakkan kedua tangannya dengan suasana hati yang jelas-jelas sedang gembira

... Jadi, dampak kerusakan di sini benar-benar tidak akan mempengaruhi kenyataan?

“Iya beneran. Aku sangat serius kok. 

“Haaa... aku mengerti.

Setelah menghela napas ringan, Masachika juga tersenyum penuh percaya diri seperti Yuki. 

Baiklah, aku akan melakukannya. Aku akan menunjukkan bahwa adik perempuan tidak bisa mengalahkan kakaknya. 

Hahaha, maka aku akan menunjukkan bahwa seorang kakak bisa dilampaui oleh adik perempuan! 

Keduanya bertukar senyum lebar, dan kemudian mulai melafalkan mantra secara bersamaan... dari situ dimulailah pertarungan yang benar-benar merupakan puncak sihir. 

Black Lightning!! 

Старино-Иекапиё!!”   

Ketika Yuki melepaskan petir hitam, Masachika memunculkan tombak baja dari tanah satu per satu untuk mengalirkan petir ke tanah dan membidik Yuki yang berada di udara. 

Blaze Blast!! 

Гигантский вихрь!! 

Demi menghindari dan menghalangi serangan tombak yang datang secara beruntun, Yuki melepaskan bola api raksasa. Sementara itu, Masachika menciptakan tornado untuk menelan api dan menyebarkannya.

Pertarungan antara sang mahardika, yang merupakan penyihir terkuat umat manusia, dan raja iblis, penyihir terkuat makhluk iblis, berlangsung dengan sangat sengit meskipun sihir sang mahardika cenderung tidak stabil, dan menyebabkan kerusakan besar di sekitar mereka, keduanya tidak mengalami kerusakan yang signifikan. 

(Jika situasi ini terus berlanjut... aku duluan yang akan berada dalam posisi tidak menguntungkan.) 

Sebagai saudara kandung, mereka dapat membaca gerakan satu sama lain hingga tingkat tertentu. Jika kekuatan sihir mereka seimbang, yang menentukan adalah jumlah serangan dan stamina. Dalam hal ini, Masachika yang kehabisan MP setelah bertarung berulang kali dan tidak bisa terbang berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan. 

(Dan dia juga memiliki serangan sinar itu... tadi dia mengeluarkan tiang api tanpa melafalkan mantra, dan jika dia memiliki dua keterampilan khusus seperti kita, mungkin dia juga memiliki kemampuan lain.) 

Jika dugaannya benar, maka Yuki memiliki keunggulan dalam jumlah serangan. 

(Dan jika kita menganggap raja iblis adalah entitas yang sebanding dengan pahlawan, maka...) 

Saat Masachika berpikir sejauh itu, serangan badai api mulai mereda, dan Yuki terlihat mengarahkan tangan kanannya ke arahnya. 

“Dark Ray”

(Ah, sudah kuduga! Dia memang memiliki sihir kegelapan!) 

Mungkin sihir itu adalah kebalikan dari sihir cahaya suci yang dimiliki Alisa. Sihir ini tidak dapat dinetralkan oleh sihir lima elemen. 

“Cih! 

Dihadapkan dengan sinar hitam pekat yang datang menyerbu dengan kecepatan tinggi, Masachika segera memutuskan untuk menggunakan buku sihirnya sebagai perisai. 

Ugh!

Kedua tangannya diserang oleh sensasi kejutan misterius, tetapi buku sihir legendaris itu tidak rusak meskipun terkena sihir raja iblis, dan berhasil menahan serangan itu. 

Hebat, kamu memang luar biasa. Seperti yang diharapkan dari Onii-chan-sama tercintaku.

Mengabaikan reaksi adiknya yang ceria, Masachika segera berlari ke belakang bayangan tombak besar yang diciptakannya tadi, memotong garis tembakan. Selanjutnya, Masachika dengan cepat mengoperasikan menu sambil berlari dan mengeluarkan beberapa item. 

Inilah keunggulan yang dimiliki Masachika dibandingkan Yuki. Berbeda dengan Yuki, ia memiliki senjata dan juga dapat menggunakan item. 

(Tetapi dia juga hampir mengetahui semua item yang kumiliki... Jika aku menggunakannya dengan ceroboh, dia mungkin akan memanfaatkan celah itu.) 

Sambil meneguk ramuan MP, Masachika memasukkan dua item yang ia ambil ke dalam sabuk di punggungnya. 

(Kesempatanku cuma sekali.) 

Ketika bersembunyi di balik bayangan tombak besar dan mengamati keadaan, Masachika mendengar suara Yuki. 

Summon Devil!

Hah!?

Ketika Masachika dibuat terkejut, dua iblis muncul dengan sayap kelelawar, membawa perisai besar dan nyala api biru sebagai pengganti rambut mereka. 

“Oi, tunggu, kenapa kamu malah memanggil bala bantuan!? Itu tidak adil!? 

Aku hanya bertarung dengan semua kekuatanku, tau!

Sialannn!

Masachika melompat keluar dari bayangan tombak dan berlari. 

Hahahahaha, kamu mau pergi ke mana~. Dark Ball.”

Dengan suara tawa yang riang menyenangkan, Yuki menciptakan bola hitam di tangannya. Bersamaan dengan itu, kedua iblis juga menciptakan bola hitam di tangan mereka dengan suara yang samar. 

(Jika sudah begini... kurasa aku sudah tidak punya pilihan lain.) 

Sembari mengatur arah larinya, Masachika menghentikan langkahnya dengan rem mendadak dan berteriak. 

Нишаджиятший Ваздоуши Юнуйпаток!! 

Sembari merasakan sensasi MP yang baru saja pulih berkurang drastis, ledakan besar terjadi di ruang bawah tanah. 

Whoa!?

!?

Yuki yang terkejut bersama dua iblis kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah... tetapi sebelum mereka sempat melakukannya, Masachika sudah berlari

Seraya menahan hembusan angin kencang yang menekan tubuhnya, Masachika bergerak maju melintasi tiga bola hitam yang ditembakkan dan juga melewati dua iblis di bawahnya

Ugh!

Kemudian, dia mengangkat buku sihirnya ke arah adiknya yang jatuh ke tanah. Namun, lebih cepat dari gerakan Masachika, Yuki menyadari bahwa dia akan meluncurkan sihir... dan melihat dua iblis ada di jalurnya. 

Menyadari bahwa dia akan melibatkan bawahannya, Yuki membalas dengan senyuman nakal kepada kakaknya yang mendekat dan mulai berlari ke depan dengan tinjunya terangkat. Ini adalah pertama kalinya Yuki yang sebelumnya hanya menyerang dengan sihir, kini terjun ke dalam pertarungan jarak dekat. 

Uoooooohhhhhhhh! Kamu selalu My Sweetest Brotherrrrrrrrrrrr! 

Uooooooh! I promise untuk selamanya with youuuuuuuuuu!

Ketika Yuki menerjang sambil meneriakkan hal yang aneh, dan Masachika pun membalas dengan teriakan anehnya sendiri... dan melemparkan buku sihirnya dengan sekuat tenaga. 

Hah?

Buku sihir itu mengenai wajah Yuki yang terkejut sepenuhnya. 

“Au!

Sambil mengeluarkan suara aneh dan menengok ke belakang, Masachika meraih item yang sudah ia sisipkan di sabuknya. 

(Kamu hampir mengetahui semua item yang kumiliki... tapi item ini pasti tidak kamu ketahui!) 

Ketika Yuki berkedip-kedip dan menoleh kembali, Masachika sudah mengangkat... sandal toilet berwarna hijau yang dipegangnya

Apa-apaan itu!?

Dengan suara terkejut, sandal toilet itu mendarat di kepala Yuki dengan serangan kritis. Suara "Splat!" yang sangat memuaskan bergema... dan Masachika merasa telah menang dalam taruhan ini. 

(Baiklah!) 

Di sebelah bar HP Yuki, muncul tanda catatan yang terhapus dengan tanda silang. Status abnormal "Hening". Efeknya adalah tidak bisa menggunakan sihir untuk waktu tertentu. 

(Dia mungkin akan segera pulih... tapi, dia pasti tidak bisa menghentikan serangan ini!) 

Masachika langsung mengambil item lain yang sudah disimpan di sabuknya, tongkat pendek naga, dan berteriak. 

Aktifkan!

Kobaran api besar menyembur dari tongkat pendek itu dan melahap Yuki dalam sekejap. Karena Masachika hampir tidak memiliki MP tersisa, serangan api itu berhenti dalam beberapa detik... 

(Yah, pasti akan ada kerusakan besar, dan ini harus menyelesaikan masalah.) 

Namun, bertentangan dengan harapan Masachika, Yuki muncul dari asap hitam tanpa cedera. 

Hah?

Masachika membuka mulutnya karena terkejut. Yuki mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya dan berkata, 

Sayang sekali. Makhluk yang aku panggil sebelumnya adalah Iblis Pelindung. Selama pemanggilan, dia akan menanggung kerusakan yang diterima oleh pemanggil. Meksipun jika dia menanggung kerusakan, jumlahnya akan menjadi dua kali lipat. 

... Memangnya itu mungkin?

Rencananya telah sepenuhnya digagalkan dengan cara yang tak terduga, dan ketika kakaknya masih dalam keadaan tercengang, Yuki tersenyum lebar sambil melayang di udara. 

Tapi ya, mungkin salahku sendiri karena terlalu fokus pada serangan jarak jauh. Tidak kusangka bisa terkena satu serangan dengan begitu mudah... mungkin saatnya aku menunjukkan kemampuanku yang sesungguhnya.

Hah? Kemampuan sesungguhnya?

“Onii-chan juga sudah menduganya, kan~? Keterampilan khususku yang satu lagi.

Usai mendengar itu, Masachika secara refleks bersiap-siap. Melihat reaksi kakaknya, Yuki seolah-olah menertawakan ketidakberdayaan tersebut, dan mulai membungkus dirinya dengan cahaya ungu gelap. 

Ya, ini adalah keterampilan khusus keduaku... yang disebut 'Mode Perubahan'.

Di dalam aura ungu gelap, kuncir rambutnya terurai, dan rambut hitam panjangnya terbentang seperti sayap. 

Selanjutnya, saat Yuki menggerakkan tangan kanannya ke samping, kegelapan pekat terkompresi di tangannya. Energi yang menyeramkan dan ganas itu, mirip dengan lubang hitam kecil, berubah bentuk dalam sekejap, dan menjadi pedang besar yang mengerikan. 

Dan ini adalah perlengkapan khusus untuk raja iblis... pedang sihir ‘Break Lovers Connection?'... atau biasa disingkat 'Brocon'... 

“Penamaannya. 

Masachika menanggapi dengan tatapan tajam usai mendengar penamaan senjata yang sangat buruk itu... dan sesaat kemudian, ia mendengar suara keras dari atas kepalanya. 

Hah?

Aaaahhhhhhhhhhhhhhhhh!

Kemudian, Alisa jatuh dengan teriakan yang terdengar seperti jeritan. Dalam sekejap, dia jatuh dari tumpukan puing-puing dan meluncur ke bawah... atau lebih tepatnya, melompat turun. 

Dan dengan ajaibnya, dia mendarat di samping Masachika. 

A-Alya? Jangan bilang kamu terjun dari atas, kan? 

Saat Masachika bertanya sambil melihat lubang di atas dan Alisa secara bergantian, Alisa menatap Masachika dan mulai mengatakan sesuatu... tapi dia mengalihkan pandangannya dan berbisik. 

Habisnya, aku khawatir sih 

Pada saat itu, Masachika merasakan sesuatu yang hangat membuncah dari dalam tubuhnya. 

(Ap-Apa yang terjadi? Apa ini karena sudah lama aku tidak mendengarnya berbicara malu-malu dalam bahasa Rusia?? Oh, ya, kalau dipikir-pikir, Masha-san selalu berada di dekatnya...) 

Meskipun merasa malu, Masachika mencoba tidak menunjukkan ekspresi itu dan hanya memiringkan kepalanya

Apa?

... Aku hanya mengatakan kalau aku jatuh karena terjatuh saat merusak penghalang.

Begitu?

Pada saat itu, Masachika mendengar suara Maria dari atas dan melihatnya turun dengan menggenggam tali yang menjuntai dari lubang. Maria turun dengan suara yang menyedihkan. 

... Syukurlah kamu selamat.

“Ahh, iya.

Jadi... 

Alisa menatap Yuki dan bersiap dengan pedang sucinya tanpa lengah. 

Yuki-san, apa benar kamu adalah raja iblis?

“Fufufu, ya, benar. 

... Kamu sudah berkelana bersama Kuze-kun, kan?

Tentu saja, kami selalu bersama sepanjang waktu. Bahkan mandi pun kami lakukan bersama.

Kamu...!

Saat itu, Alisa yang terkejut membuka matanya lebar-lebar dan berbalik dengan cepat, sementara Masachika berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat ke arahnya. Namun, Yuki dengan senyum licik seperti raja iblis melanjutkan. 

Tentu saja, saat tidur kami berbagi satu selimut, kan? Tapi ya, mau bagaimana lagi, oke? Aku dan Masachika-kun secara praktis mirip seperti satu tubuh yang tak terpisahkan.

Tatapan Alisa kembali tertuju pada Yuki. Dia sepertinya ingin mengatakan sesuatu, ragu sejenak, lalu berbisik dalam bahasa Rusia. 

Aku juga begitu. Karena kita adalah partner

Pada saat itu, tubuh Masachika kembali terasa panas. 

(Ap-Apa ini... Padahal itu bukan sesuatu yang perlu tersipu... Tunggu, eh? Perasaan ini...) 

Masachika menyadari bahwa perasaan ini mirip dengan yang pernah ia rasakan sebelumnya, dan membuka menu untuk memeriksa statusnya. Setelah melihat statusnya, dirinya semakin yakin. 

... Hei, Alya. 

Apa sih? 

“Sepertinya aku mendapat semacam buff.

... Hah?

Sepertinya bahasa Rusiamu telah memberiku semacam buff? 

Meskipun ia merasakan tatapan bingung dari Alisa, Masachika dengan jelas mengatakannya, dan Yuki mengangguk sambil menyentuh dagunya. 

Bagi manusia di dunia ini, bahasa Rusia seperti bahasa sihir. Mungkin saja memang terjadi begitu.

Usai mendengar kata-kata tersebut, Masachika melihat Alisa yang ternganga kaget dan memanfaatkan kesempatan itu untuk memohon padanya. 

“Kumohon, Alya! Berikan lebih banyak buff padaku supaya aku bisa mengalahkannya! 

E-Ehhh?

“Coba ucapkan sesuatu yang bisa memberiku kekuatan! Saat ini, dia terlalu curang dan aku sama sekali tidak bisa menang melawannya!

Bee-Begitukah? Hmm, kalau begitu...

Mungkin karena kewalahan oleh permohonan Masachika, Alisa mengalihkan pandangannya dan berkata, sedikit malu-malu. 

Semangat ya? Ak-Aku mendukungmu, oke?

... Loh, kok sepertinya buff-nya melemah, ya. 

Kenapa!?

Alisa menggertakan bibirnya dengan pipi memerah dan mengerutkan alis. Masachika menggerakkan kedua tangannya, memanggilnya untuk mendekat. 

Mungkin kata-kata sebelumnya lebih tepat. Tolong ucapkan yang sejalan dengan itu! 

“Ka-Kamu ini, jangan terlalu terbawa suasana...! 

Eh? Ada apa? Apa aku mengucapkan hal yang aneh? 

Ketika Masachika bertanya dengan ekspresi polos, Alisa terdiam sejenak seraya mengalihkan pandangannya. Lalu, dengan sedikit kesal, dia mengerucutkan bibirnya. 

... Kamu adalah pasangan sehidup sematiku, oke?

“O-Ohh! Statusku meningkat! Ucapkan lagi yang sejalan!”

Kalau kamu benar-benar mau... aku bisa tidur bersamamu

Oooo! Statusku meningkat lagi! Teruskan dengan satu kalimat lagi!

Aku tidak akan menyerahkan tempat di sampingku kepada siapa pun!

Uoooooohhh!!

Alisa berteriak dalam bahasa Rusia seolah menantang dengan wajah merah padam, sementara Masachika berusaha keras menahan wajahnya yang juga hampir memerah. Akhirnya, Maria turun di atas puing-puing, diikuti oleh Ayano yang mendarat dengan anggun sambil membawa kotak kardus besar. 

Setelah memastikan semua rekannya berkumpul, Masachika menoleh ke arah Yuki. 

Baiklah, maaf sudah menunggumu, Yuki! Dari sini, ini adalah pertempuran terakhir yang sebenarnya!

Merasa sedikit tertekan dengan suasana aneh dari Masachika, Yuki tersenyum tenang. 

“Fufu, kamu pikir hanya dirimu yang menjadi lebih kuat? Sebelumnya, aku berada dalam mode jarak jauh yang terfokus pada serangan jarak jauh. Sekarang, aku berada dalam mode raja iblis yang serba bisa dan bisa bertarung jarak dekat.

Kamu mungkin ingin mengelabuhiku, tapi mode jarak jauh itu sedikit berlebihan.

Mengabaikan komentar Masachika, Yuki terbang ke udara. 

Jika kamu begitu yakin bisa mengalahkanku sekarang... silakan saja! Aku akan melawan kalian berempat sekaligus.

Yuki memancarkan aura ungu gelap dengan senyum percaya diri, dan Alisa menggenggam pedang sucinya sambil memanggil rekan-rekannya. 

Ayo! Kita pasti bisa menang!

Ya! Tapi jangan berlebihan, ya? Untuk jaga-jaga.

Eh, kita akan melawan Yuki-chan? Tunggu sebentar dong, Onee-chan masih belum siap!

[Apa kita benar-benar harus bertarung?]

“Bukannya kita semua tidak sejalan!?

Alisa berteriak dengan suara putus asa melihat rekan-rekannya yang tidak kompak, dan saat itu, pertempuran terakhir yang sebenarnya tampaknya akan dimulai... ketika tiba-tiba. 

────yaaaーーーー!

Mereka semua mendengar suara yang terdengar familiar mendekat dari kejauhan. Semua orang di tempat itu menengadah dan melihat, suara kecil yang awalnya terdengar samar semakin membesar. 

“Oooyaaaaa────────Touyaaaaaaaaaaaaaaa────!!

Ughe!

Siapa yang mengeluarkan suara itu? Tanpa sempat berpikir, suara hancuran yang mengerikan menggema, dan langit-langitnya jebol dengan suara yang menggelegar. 

Layaknya meteor, ada sesuatu yang jatuh ke lantai kuil... tidak, dia melayang seperti tendangan terbang, menyebabkan retakan yang meluas sebelum akhirnya berhenti. Dia adalah seorang gadis. Ya, dia adalah Ratu Chisaki. 

Touyaaaaaaaaaaaaaaa────!! Aku datang untuk menjemputmu!! 

Gelombang kejut meledak di sekitar Chisaki yang berteriak keras. Patung iblis di dekat dinding runtuh seolah-olah itu hanya lelucon. Melihat pemandangan itu, Masachika yang berjongkok sambil menutup telinga merasa jauh. 

(Ahahaha~~ Ini gila sekali♪ Meskipun aku sudah naik level cukup tinggi, aku sama sekali tidak merasa bisa menang melawannya

Dengan kekuatan luar biasa dari sang ratu, Masachika mencapai pencerahan seolah-olah dirinya menghadapi akhir dunia, tapi saat itu, kotak kardus yang melayang di belakang Ayano terbuka. 

Chisaki!

Dan dari dalamnya muncul Touya... Touya yang Masachika kenal dengan tubuh yang kekar dan kuat. 

(Apa? Bukannya ketua yang diculik itu adalah ketua yang gemuk sebelumnya?) 

Sambil mempertanyakan hal itu, dua tunangan itu akhirnya bertemu kembali dengan penuh emosi. 

Tooya! Kamu Tooya, kan? Kenapa penampilanmu jadi seperti ini!? 

Saat aku ditangkap, aku berusaha keras melatih diriku untuk bisa melarikan diri!

“Jadi kamu benar-benar berniat melakukan 'prison break' (secara fisik)!?”

Sambil memberi komentar, Masachika menyadari dari percakapan mereka bahwa Touya sepenuhnya berada di pihak penduduk dunia ini. 

(Setidaknya, ketua yang malang itu tidak langsung ditangkap setelah dipanggil... yah, mungkin itu baik.) 

Saat Masachika berpikir demikian, akhirnya dua sejoli itu saling menggenggam tangan, dan Chisaki menahan air mata di matanya. 

Tooya... ah, kamu jadi terlihat sangat kurus... pasti lingkungan itu sangat berat, ya... 

Dengan ekspresi sedih, Chisaki memeluk Touya dengan erat. Pelukan yang sangat kuat itu membuat tubuh Touya bergetar. Namun, Touya hanya terengah sejenak sebelum segera tersenyum. 

Tidak, tidak semuanya buruk... buktinya, sekarang aku bisa menerima cintamu!

! Jadi, apa kita bisa bergandeng tangan mulai sekarang!?

Ya, aku berjanji tidak akan patah tulang atau terkilir lagi!

Tooya! Aku sangat mencintaimu!

“Bukannya hubungan cinta mereka terlalu brutal secara harfiah?”

Masachika memberi komentar pada percakapan yang agak sulit untuk dipahami, tapi tidak ada yang mendengarnya. Karena ini adalah dunia mereka berdua.

Masachika dan Alisa merasa lega saat melihat dua orang yang saling membisikkan cinta di jantung kastil raja iblis, menyadari bahwa krisis dunia telah berlalu. Namun kemudian

“Meskipun begitu.... dasar raja iblis sialan! Bisa-bisanya kamu memperlakukan Tooya seperti ini! Aku pasti tidak akan memaafkanmu!! 

Rasa tenang itu masih terlalu dini. Chisaki kembali mengeluarkan aura penguasa dan menatap Yuki dengan tajam. Melihat itu, Yuki cepat-cepat mengalihkan wajahnya, menyembunyikan pedang sihirnya (meskipun tidak sepenuhnya tersembunyi), dan bersiul sambil berbisik. 

Tidak, aku bukan raja iblis atau semacamnya, kok? Aku hanya peri biasa, ya.

Kemudian, dengan bunyi letupan kecil dan kepulan asap, dia kembali ke wujud iblis kecilnya. Dengan wajah polos, dia berusaha kembali ke tempat Masachika... 

Uhyah!?

Dalam gerakan teleportasi, Chisaki mendekat dan menggenggamnya dengan erat, membuat Yuki panik dan berusaha menembus cengkeraman itu. 

Aneh sekali... padahal aku merasakan kehadiran di sekitar sini, tapi tidak ada respons...

Menakutkan! Orang ini menakutkan!

Yuki terbang dengan panik sembari mengepakkan sayapnya dan bersembunyi di belakang Masachika. Sambil mencari dengan mata liar layaknya binatang buas, Chisaki berteriak dengan semangat. 

Kamu pergi kemanaaaaa, dasar raja iblis!? Setelah menculik tunangan orang, jangan coba-coba melarikan diriiiiiiiiii!!

Lagi-lagi, saat Chisaki tampak akan mengamuk seolah-olah dirinya ingin menghancurkan dunia, Touya mencoba menenangkannya

Tunggu, Chisaki, iblis yang menculikku bukan makhluk iblis yang sekarang. 

Hah? 

Eh?

“““Eh?”””

Usai mendengar pengakuan Touya, Masachika dan yang lainnya berseru bersamaan. Mereka menyadari bahwa rasanya aneh jika Yuki yang menculik Touya. 

Benarkah? Lalu, siapa yang menculikmu!?

Chisaki bertanya dengan nada marah, dan Touya menjawab perlahan. 

Yang menculikku bukanlah raja iblis biasa.

“Apa itu berarti... Raja Iblis Agung? 

Chisaki bertanya dengan nada hati-hati, tapi Touya menggelengkan kepala dengan tenang. Ia meletakkan tangannya di kedua bahu Chisaki dan berkata. 

Dengarkan dengan tenang. Yang menculikku adalah...

Dengan ekspresi serius itu, Masachika dan yang lainnya juga merasakan ketegangan... dan Touya mengungkapkan. 

Raja Iblis Perawan, Elena. 

Ketika mendengar nama iitu diucapkan secara perlahan, Alisa serta Maria saling berpandangan, sementara Masachika menengadah ke langit. 

... Apa itu berarti.

“Yah, kira-kira dia siapa ya?

Eh, hah? Kalau begitu, itu berarti kita tidak bisa kembali ke dunia asal kita? 

Mendengar suara Maria yang kebingungan, Masachika menatap Yuki di belakangnya dengan tajam. 

Ngomong-ngomong, kamu tahu tentang dunia ini, kan? Sebenarnya dunia ini apaan sih?

'Ehm, ummmmm... mungkin saja....'

Sambil mendongak ke atas, Yuki mulai menjelaskan mengenai kebenaran dunia ini.

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama