Chapter 7 — Tidak Ada Succubus Yang Baik Hati Terhadap Mahardika
Ketika mereka melihat sedikit ke dalam melalui
celah pintu yang sedikit terbuka, punggung Alisa tiba-tiba kaku dan
tegang.
“Cepat
menghindar──”
Sambil
berteriak, Alisa melompat ke samping untuk menjauh dari pintu. Pada saat yang
sama, Masachika mendorong Maria di sebelahnya, memanfaatkan dorongan itu untuk
menghindar ke samping. Tak lama setelah itu,
Jubaa!
Suara itu
terdengar saat cahaya hijau gelap melintas tepat di depan Masachika. Lantai dan
dinding di jalur tembakan itu meleleh dengan asap mengepul.
“Serangan
korosi...!?”
Jika
Masachika tidak bisa bereaksi cepat terhadap insting bahaya Alisa... pemikiran semacam itu membuatnya merasa
merinding hanya dengan membayangkan akibatnya,
lalu mereka mendengar suara
dari dalam pintu yang terbuka.
“Eh~?
Ternyata mereka bisa menghindarinya ya~.
Padahal kupikir ini adalah strategi yang
bagus.”
“Tidak
ada yang mengenai sasaran, rasanya sedikit di luar dugaan. Menurutku setidaknya kita bisa menghancurkan salah satu
dari barisan belakang.”
Suara
yang tidak tegang dan datar itu, tanpa rasa penyesalan terhadap serangan
mendadak yang mengejutkan, sangat familiar bagi Masachika.
“Masuklah~, dasar para penyusup~”
Suara sapaan
yang terlalu akrab, seolah mengundang tamu yang sudah dikenal. Usai mendengar suara itu, Masachika
bertukar pandang dengan Alisa dan Maria, mengangguk satu sama lain, lalu dengan
hati-hati mengintip dari samping pintu.
Mereka lalu memasuki
ruangan yang benar-benar memiliki
suasana seperti sebuah singgasana.
Di tengahnya berdiri empat makhluk iblis yang menghadang, dan di belakang
mereka... seorang gadis berambut pirang berkuncir
duduk di atas takhta yang sedikit lebih tinggi. Di sebelahnya, seorang gadis
berkacamata dengan rambut pendek berwarna hitam berdiri tegak. Keduanya
memiliki tanduk hitam pekat di sisi kepala mereka.
“Sudah
kuduga, tentu saja
kalian berdua ya...”
Miyamae
Nonoa dan Taniyama Sayaka. Masachika tersenyum pahit
mengenang dua orang yang pernah bersaing untuk menjadi ketua OSIS hingga akhir semasa SMP mereka. Namun,
tampaknya kedua gadis itu tidak merasakan hal yang sama, hanya menatapnya
dengan mata yang tidak bisa dibaca emosinya.
Sambil
perlahan maju dan memperhatikan mereka dengan waspada, Yuki yang melayang di
sampingnya berkata,
‘Tunggu...
Bukannya kostum
Nonoa-san sangat
seksi?’
“Bukan itu yang perlu kamu perhatikan.”
‘Tapi
jelas-jelas itu yang
perlu diperhatikan. Baru
pertama kalinya aku melihat wanita dengan kostum bondage di kehidupan nyata.’
Seperti
yang dikatakan Yuki, pakaian Nonoa yang duduk dengan santai di atas takhta adalah kostum bondage hitam yang mengkilap.
Seolah-olah dia adalah ratu sadis,
lebih tepatnya, tipe yang cocok dengan cambuk dan lilin.
‘Aku jadi
teringat dengan peralatan yang ada di toko kerajinan... Eh, oi, oi, oi, oi tunggu, tunggu, tunggu, coba lihat
baik-baik deh. Ada ritsleting di bagian selangkangannya loh? Wuahhh~ kira-kira ritsleting itu untuk apaan ya~?”
Mengabaikan
kata-kata Yuki yang anehnya terlalu bersemangat, Masachika mengalihkan
pandangannya ke arah Sayaka yang berdiri di sebelah
Nonoa.
Berbeda jauh dengan Nonoa, Sayaka berpakaian formal. Dia mengenakan
seragam militer lengkap dengan pedang di pinggang dan topi. Meskipun itu adalah
rok mini, posisinya yang tegak membuatnya terlihat seperti seorang ajudan.
Kontras dengan Nonoa di sebelahnya sangat mencolok.
‘Hmm,
sekilas memang terlihat
seperti seragam militer yang kaku. Namun justru karena itulah, area absolut yang terjepit
antara rok mini dan kaus kaki terlihat bersinar... luar biasa.’
Sambil
mengabaikan analisis ceroboh Yuki, Masachika memfokuskan pandangannya kepada
empat makhluk iblis yang berdiri menghadang di depan Nonoa dan Sayaka.
“Raja
iblis dan ajudan pribadinya,
ditambah empat raja... begitulah kira-kira?”
Di sisi paling kiri, ada makhluk iblis bertubuh
kekar yang memegang palu logam raksasa. Di sisi kanan, ada yang bisa
digambarkan sebagai kumbang yang berjalan tegak dengan dua kaki. Ia memiliki
satu tanduk panjang yang tebal di dahi dan empat lengan yang tertutup cangkang,
menyilangkan lengan di depan. Di sebelahnya... makhluk
tersebut sama sekali tidak bisa dikenali. Seluruh tubuhnya
dilapisi dengan baju zirah yang tebal, dan ia dilengkapi dengan perisai menara raksasa di kedua
lengan, sehingga tidak ada bagian tubuhnya yang terlihat. Di sebelahnya lagi
ada... makhluk iblis dengan kepala kambing yang mengenakan jubah dan memegang
tongkat dengan tengkorak kecil di ujungnya. Namun, ia memiliki tiga
kepala.
(Dari
penampilannya, jelas-jelas ia seorang penyihir... dan
sepertinya bisa menggunakan tiga sihir sekaligus. Sihir cahaya korosi tadi, mungkin
itu sihirnya? Atau mungkin Miyamae... meskipun begitu)
Menghadapi situasi yang sangat berbeda dari
yang diperkirakan sebelumnya, Masachika tersenyum sinis.
“Tiga
lawan enam, ya... Biasanya bos terakhir tidak seharusnya memiliki pengikut
sebanyak ini, bukan?”
Keempat
makhluk iblis itu, bahkan yang terbesar dengan kepala sapi, hanya setinggi dua
setengah meter, jadi ukurannya tidak
terlalu besar. Jika hanya berdasarkan ukuran, masih banyak makhluk iblis yang
lebih besar, termasuk Cyclops yang merupakan bos di area keempat. Selain itu,
mereka semua hanya memiliki satu bar HP.
Namun... jelas hanya dengan melihatnya bahwa kekuatan tempur mereka melampaui
kekuatan iblis mana pun yang pernah mereka hadapi sejauh ini.
“...
Dari kiri, Sapi, Kambing, Armor, Kumbang.”
Dirinya membagikan sebutan untuk musuh
kepada dua orang di sampingnya dengan suara pelan. Ketika kedua orang itu
mengangguk, pintu di belakang mereka tertutup, dan Nonoa membuka mulutnya.
“Selamat
datang, para pahlawan~. Aku
adalah Ratu Succubus, Nonoa. Dan ini adalah Sayacchi.”
“Aku
Sayaka.”
Sayaka memotong
perkenalan Nonoa dan mendorong kacamatanya.
'Dia bilang Ratu
Succubus. Hei, apa mendingan kita mengalah saja
di sini?'
'Tidak
mungkin. Apa yang kamu
harapkan?'
Saat
Masachika dan Yuki berdiskusi tanpa suara, Nonoa kemudian menunjuk makhluk iblis
seperti kumbang itu dengan tatapannya.
“Jadi,
mereka yang berdiri di sini adalah
pasukan pengawalku, Venven, Saririn, Mimi, dan Jersey.”
“Nama-nama
mereka mirip seperti panda... eh, si kepala sapi di panggil Jersey? Itu bukan sapi perah,
kan?”
“Tentu
saja boleh. Kan?”
Saat
Nonoa memanggil mereka, keempat makhluk iblis itu mengangguk serentak.
“Mereka
sudah dilatih dengan baik dan sangat patuh ya...”
Setelah
mengatakan itu secara spontan, Masachika membersihkan tenggorokannya dengan
lembut. Kemudian, ia melirik kedua rekannya
sebelum melangkah maju di depan
Alisa.
“Permisi.
Aku adalah anggota party
pahlawan, Masachika si Mahardika.
Di belakangku ada
pahlawan Alisa dan Saintess
Maria.”
Sambil
memperkenalkan diri, Masachika dengan hati-hati mengamati reaksi Nonoa dan
Sayaka. Namun, tidak ada reaksi yang signifikan dari
mereka.
(Sudah kuduga, mereka
juga penduduk dunia ini...)
Sambil berpikir
demikian, Masachika membersihkan tenggorokannya dan berkata,
“Baiklah...
tanpa berlama-lama, apa kita melakukan
negosiasi?”
“Hee~
negosiasi?”
Melihat
Nonoa bersandar dengan santai,
Masachika melanjutkan,
“Jika
kamu mengembalikan ketua...Maksudku Touya-domo,
kami akan mundur dengan tenang. Kami berjanji tidak akan menyakiti kalian sama sekali.”
Perkataan
Masachika membuat Nonoa mengangkat satu alisnya dengan ringan, lalu tersenyum
lebar hanya dengan mulutnya.
“Ah,
itu sih bukan namanya negosiasi, kan~? Dalam situasi
yang sangat tidak menguntungkan ini, memangnya
kamu pikir kamu bisa menuntut sesuatu~?”
Setelah
mendengar argumen Nonoar, Masachika tetap tidak gentar.
“Tentu saja.
Karena jika kamu tidak menyetujuinya, cuma kehancuran yang menanti kalian.”
Sebuah
pernyataan yang penuh keyakinan dan sangat berani. Menanggapi hal itu, Sayaka
menyipitkan matanya dan berkata,
“Kelihatannya kamu cukup percara diri,
ya. Memangnya kamu yakin bisa mengalahkan
kami berenam?”
“Yah,
meskipun kami bertarung secara adil, aku tidak merasa akan kalah... Jika
ternyata aku kalah, aku akan membawa istana iblis ini bersamaku. Sejak datang
ke sini, aku telah menghancurkan banyak pilar. Jika aku mau, istana ini bisa
hancur kapan saja. Aku penasaran, berapa
banyak makhluk iblis di dalam istana ini yang bisa selamat?”
Perkataannya
cuma gertakan. Sebenarnya, dia telah menghancurkan
banyak hal dengan sihir, tetapi dia berhati-hati agar tidak merusak pilar.
Mungkin beberapa bagian sudah mulai rapuh, tapi apa seluruh istana akan hancur
jika Masachika menggunakan sihir secara maksimal, itu masih diragukan. Namun,
Masachika melanjutkan tanpa menunjukkan fakta tersebut.
“Jika
kalian berhasil melewati itu, jika kami mati, orang
yang akan datang berikutnya adalah... Yang Mulia Chisaki. Jika
itu terjadi, kalian tidak akan memiliki kesempatan untuk menang. Aku bisa menjaminnya dengan pasti.”
Ini
adalah fakta yang tak terbantahkan. Memang, Nonoa dan yang lainnya pasti kuat. Hanya dengan melihat mereka saja sudah jelas.
Namun... kekuatan absolut yang tidak bisa ditandingi saat melihat Chisaki
sangat jauh dari mereka. Bahkan jika dia mengambil Touya sebagai sandera, dia tidak
percaya bisa menghentikan kemarahan Chisaki.
“Sebaliknya,
jika kalian mengembalikan Touya kepada kami, kami akan menyampaikan
dengan baik kepada Yang Mulia Chisaki. Kami akan mengatakan bahwa kalian
terlalu kuat dan hanya bisa membawa Touya
kembali. Kami juga akan memberi tahu bahwa jika bertarung dengan kalian, bahkan
Yang Mulia Chisaki pun tidak akan keluar
dengan selamat. Sebenarnya, kami juga datang ke sini untuk menenangkan kemarahan
Yang Mulia Chisaki. Jika kami bisa memenuhi tugas itu, tidak ada alasan untuk
melanjutkan pertarungan lebih lanjut.”
Setelah
mengatakan itu, Masachika menyampaikan dengan ekspresi serius.
“Kamu mengerti, kan? Kalian tidak
akan menang lagi. Jika demikian, mari kita akhiri dengan hasil imbang. Jika
kalian mengangguk di sini sekarang, aku berjanji akan berusaha untuk
memperjuangkan gencatan senjata dengan syarat yang setara.”
Meskipun ucapannya terdengar seolah-olah ia peduli
pada lawan, tentu saja itu tidak benar. Sederhananya, sejak Nonoa menjadi ratu
iblis, Masachika dan yang lainnya tidak dapat memenuhi misi ‘mengalahkan raja iblis’. Meskipun mereka adalah musuh,
dia merasa tidak tega membunuh
seseorang yang dikenalnya. Oleh karena itu, rencananya adalah hanya
menyelesaikan misi untuk membawa Touya
kembali dan memikirkan cara untuk kembali ke dunia asal mereka.
(Sebenarnya,
jika perjanjian gencatan senjata ditandatangani, itu berarti misi pahlawan
sudah selesai dan kami bisa pulang. Bagaimanapun, sekarang Ayano telah mundur
dari garis depan, lebih baik menghindari pertempuran di sini.)
Dengan pemikiran penuh perhitungan tersebut, Masachika menatap
Nonoa dengan tajam dan bertanya,
“Sekarang,
apa jawabanmu!”
Keheningan
meliputi ruang singgasana. Selama
beberapa detik, keheningan yang penuh ketegangan mengalir... lalu Nonoa tersenyum.
“Ya,
baiklah~”
Sebuah
persetujuan yang sangat mudah, sampai-sampai terasa mengejutkan. Saat Masachika
dan yang lainnya tertegun, Nonoa berdiri dari takhta dan melanjutkan dengan
senyuman.
“Ah,
aku juga berpikir bahwa jika aku bisa mengatasi ratu itu, semuanya akan
baik-baik saja~. Tapi
pemanggilan pahlawan itu benar-benar di luar perhitunganku, loh~? Ketika situasi sudah sejauh
ini, aku sudah merasa ada yang tidak beres~.”
Kemudian,
Nonoa mengulurkan tangan ke arah Masachika, seolah meminta jabat tangan dari
jauh.
“Jadi,
baiklah. Ya, mari kita berteman oke~?”
Bagi
Masachika, ini adalah perkembangan yang sesuai harapan. Namun...
'Rasanya mencurigakan~'
'Benar sekali.'
Sembari
mengerutkan dahinya, Masachika dalam hati setuju dengan pendapat Yuki. Ia kemudian berpikir cepat tentang bagaimana
harus bereaksi.
(Semuanya berjalan terlalu lancar sesuai rencanaku, jadi rasanya bikin janggal... Apa aku cuma terlalu waspada? Karena
lawan kami adalah
Miyamae, jadi aku terlalu curiga? Tidak, bagaimanapun juga, aku harus
mengangguk. Menunjukkan kewaspadaan di sini hanya akan merugikan... )
Pemikiran semacam itu melintas dalam dua detik di benaknya, dan
Masachika berusaha mengangguk dengan senyuman... namun
saat itu.
(Hmm?)
Dari dalam sakunya, di bawah jubahnya,
terdengar samar suara sesuatu yang mengencang, mirip
seperti suara yang menekan.
(Apa itu?
Sesuatu sedang mengencang?)
Setelah
berpikir sejenak... Masachika
menyadari bahwa itu adalah item yang disembunyikan karena reputasinya yang
buruk di antara rekan-rekannya. Suara tali dari boneka gantung yang mengencang.
Item yang dibeli di toko sihir, boneka gantung. Efeknya adalah... untuk
menyerap dan menetralkan sihir tipe gelap yang diterima.
(Aku
sedang diserang!?)
Akhirnya,
Masachika menampar dirinya
sendiri karena ketidakwaspadaannya.
(Tentu
saja! Dia adalah Ratu Succubus. Iblis yang menggoda dan memperdaya pria!? Mana mungkin aku mengangguk pada
kata-kata 'mari berteman' dari orang seperti itu, meskipun itu bohong!)
Menyadari
hal itu, Masachika tersenyum dengan percaya diri dan berkata,
“Mari kita
mengesampingkan apa kita akan berteman atau tidak... tapi sebelum itu, bisa kamu melepaskan
sihir yang kamu lemparkan padaku?”
Saat itu
juga, senyuman akrab Nonoa menghilang seketika. Beberapa saat kemudian, dia
berusaha memperbaiki suasana dengan senyuman lagi.
“Hee~,
ketahuan ya~ padaha hampir
saja berhasil~.”
Dia
kemudian melemparkan sesuatu yang kecil dan mirip tanduk yang dipegangnya
dengan tangan kiri ke lantai.
“...
'Tanduk Iblis Kecil Hitam'?”
“Oh,
kamu mengetahuinya dengan baik~. Ya, dengan ini,
penggunaan sihir bisa disembunyikan, ya~. Meskipun ini sekali pakai sih.”
"Aku
tahu. Karena itu dijual di toko sihir... Aku
tidak menyangka kalau pihak iblis
akan menggunakan item seperti itu.”
“Tentu
saja aku akan menggunakannya~. Aku akan
menggunakan apa pun yang bisa digunakan. Bukannya itu akal sehat dalam
pertempuran, iya ‘kan?”
“Yah memang...
Aku sepenuhnya setuju dengan hal itu.”
|
|
“【Бходжакара】”
Dalam ekejap,
di antara Masachika dan Nonoa, pilar cahaya diam-diam turun dari tepat di atas keempat iblis itu.
|
|
Sihir
cahaya suci tingkat tinggi Alisa,【Бходжакара】. Itu adalah efek sihir area luas dengan kekuatan yang sangat
tinggi, tetapi memiliki jangkauan yang pendek dan memerlukan waktu lebih dari
satu menit untuk diaktifkan, sehingga tidak dapat dianggap praktis dalam
pertempuran. Namun, jika mengenai sasaran, sihir tersebut seharusnya bisa mengalahkan
makhluk iblis apa pun dalam satu serangan... seharusnya begitu.
“Hah!?”
Di dalam cahaya tersebut, empat bar HP yang muncul...
tidak berkurang.
(Apa ada sesuatu yang menghalangi!? Mana mungkin sihir ini sama sekali
tidak memberikan damage? Kalau
begitu, kemungkinannya... )
Pada saat
itu, sebuah kilasan pemikiran melintas di benak Masachika.
Keempat
makhluk iblis yang sejak tadi tidak bersuara. Mungkin mereka hanya mengangguk
saat dipanggil Nonoa karena jika mereka bersuara, lokasi asli mereka akan
terbongkar...
“Ah!”
Begitu
menyadari kemungkinan itu, Masachika segera mengeluarkan sebuah gulungan dari
saku jubahnya. Begitu dibuka, ledakan terjadi di sisi lain pilar cahaya, dan
empat bar HP itu sedikit berkurang... lalu menghilang.
(Ternyata
mereka ada di belakang!! Apa ini sihir ilusi yang menggeser posisi!? )
Menyadari
bahwa mereka bebar-benar tertipu,
Masachika menggertakkan giginya dengan
frustrasi. Namun, ia segera beralih dan mulai
mengoperasikan menu untuk mengeluarkan jurus andalannya.
(Dalam
situasi ini, tidak ada gunanya menahan diri! Pokoknya, jika tidak bisa
mengalahkan beberapa dari mereka, kita akan kalah karena jumlah! Jadi,
satu-satunya cara adalah menggunakan cahaya ini sebagai pengalih
perhatian!)
Item yang
diambil Masachika adalah lengan naga merah yang memegang bola.
Itu adalah tongkat pendek yang dibuat dari bahan naga di toko senjata, sedikit
lebih dari sekadar tongkat. Dengan memegangnya di tangan kiri, Masachika
berteriak.
“Aktifkan!”
Pada saat
itu, bola di ujung tongkat pendek bersinar merah terang, dan setelah jeda
sejenak, api yang sangat dahsyat menyembur keluar. Api itu melesat menuju
cahaya, dan segera setelah itu, pilar cahaya itu menghilang.
“!”
Apa yang
terlihat di sana adalah keempat makhluk iblis yang bertahan di tengah semburan
napas naga. Sepertinya ada semacam dinding penghalang
yang dipasang, sehingga serangan napas
itu tidak sampai ke posisi Sayaka dan Nonoa yang berada di atas.
(Apa itu
sihir dari iblis kambing...? Tapi, jika melihat keadaan ini, beberapa dari
mereka mungkin akan terluka parah!)
Tongkat
pendek ini adalah item yang sangat kuat yang dapat mereproduksi napas naga
dengan menghabiskan MP, tetapi memiliki satu kelemahan besar. Yaitu, setelah
diaktifkan, serangan napas tidak bisa
dihentikan hingga MP habis.
Dari
jumlah MP yang diperlukan untuk mengaktifkannya, item ini hanya bisa diaktifkan
oleh penyihir level tinggi, tapi setelah diaktifkan, pasti akan menghabiskan
semua MP, menyisakan penyihir tak berguna yang
tidak bisa menggunakan sihir. Namun, bagi Masachika, yang sembilan puluh persen
sihirnya sering gagal, hal itu tidak
terlalu menjadi masalah besar.
“Alya! Segera pulihkan MP-mu!”
Sambil
memanggil dari belakang, Masachika memperhatikan MP-nya sendiri dan HP musuh... dan
kemudian.
“Oooooooooooooooooooooooooo!!”
Tiba-tiba,
makhluk iblis yang mengenakan armor berteriak dengan keras. Pada saat itu, rasa
takut menyelimuti seluruh tubuh Masachika.
“!?”
Dan saat
menyadarinya... ia
tergerak oleh rasa bahaya yang sangat mendalam, mempersempit area napas. Dirinya mengabaikan makhluk iblis
lainnya dan berkonsentrasi pada makhluk iblis yang mengenakan armor.
'Hei,
hei, apa yang kamu
lakukan, Master!?'
Yuki
berseru dengan suara terkejut, tapi Masachika
sendiri tidak tahu mengapa dirinya
melakukan itu. Namun, dirinya tidak
bisa menahan diri. Masachika merasa kalau
dirinya harus mengalahkan makhluk itu dengan segala
kekuatan sekarang. Jika tidak, sesuatu yang keluar dari dalam armor itu akan
membunuhnya dalam sekejap.
Rasa
bahaya dan ketakutan yang tidak berdasar itu mengikat tindakan Masachika.
“Jangan-jangan...
ini adalah skill provokasi!?”
Hal pertama
yang terlintas dalam pikirannya adalah skill yang sangat
penting bagi profesi tank,
yang mengalihkan perhatian musuh kepada dirinya.
(Apa
rasanya seperti ini jika terkena skill
provokasi!? )
Namun,
mengetahui jenis musuh tidak banyak membantunya.
Makhluk iblis kambing yang berada di luar jangkauan serangan napas mulai meraung. Sebagai respons, HP keempat
makhluk iblis itu pulih. Meskipun begitu, Masachika tidak bisa mengarahkan serangan napasnya ke arah mereka.
“Alya! Pegang tanganku dan arahkan ke
kambing itu!”
Dirinya berteriak dengan semangat,
tetapi jawaban yang diterima adalah suara yang penuh tekanan.
“Tidak
bisa! Aku tidak bisa melepaskan pandanganku
dari si armor itu!”
“!!!”
Mengetahui
bahwa Alisa juga dalam keadaan yang sama, Masachika memutuskan bahwa ia tidak
punya pilihan lain selain menghancurkan makhluk iblis yang mengenakan armor itu
dengan sekuat tenaga.
“【Ударгрома】!”
Pada
saat itu, serangan sihir bantuan
dari Alisa juga datang. Segera setelah itu,
“Dejection”
Suara
Nonoa terdengar dari atas singgasana.
Pada saat yang sama, Masachika merasakan kepalanya terasa berat.
(Apa
ini? Apa ini semacam debuff?
Dalam situasi ini... penurunan kekuatan serangan sihir, mungkin? Sayang sekali.
Serangan napas ini memiliki damage tetap, dan tidak tergantung pada statusku!
Aku akan terus menyerang──)
Namun,
saat itu.
“Bertahanlah
dengan segenap kekuatanmu, Sarilior!”
Sayaka tiba-tiba berteriak dengan lantang,
dan aura intimidasi dari makhluk iblis yang mengenakan armor itu tiba-tiba
meningkat. Kemudian,
“Vendil,
habisi Mahardika. Jerseyrias, serang pahlawan. Mira-Mir
akan memberikan dukungan penuh kepada Sarilior!”
Makhluk
iblis yang menerima perintah dari Sayaka mulai meningkatkan aura intimidasi
mereka satu per satu. Dan, makhluk kumbang dan sapi yang HP-nya telah pulih
sekitar delapan puluh persen, melesat ke arah mereka dengan ganas. Selain itu,
kecepatan pengurangan HP dari makhluk iblis yang mengenakan armor itu jelas
melambat dibandingkan sebelumnya.
(Apa
dengan memberikan perintah, mereka mendapatkan peningkatan stat yang
sesuai!? )
Mereka
terjebak dalam keadaan genting. Jika dibiarkan seperti ini,
mereka akan terjebak dalam pertempuran sebelum bisa mengalahkan makhluk iblis
yang mengenakan armor.
(Apa yang
harus kulakukan!?
Apa yang bisa kulakukan──!?)
Masachika
berteriak kepada rekannya setelah berhasil
menemukan solusinya.
“!【Вуадьянойшар】!”
Dengan koordinasi sempurna, bola air raksasa
meluncur menuju makhluk iblis yang mengenakan armor. Serangan bola air itu mengenai napas
naga di tengah jalan... dan uap super panas meledak secara eksplosif.
“Ugh...!?”
Gelombang uap dan panas yang luar biasa
menyebar seperti ledakan uap. Tentu saja, serangan itu
masih tidak cukup untuk memberikan damage yang efektif
terhadap makhluk iblis... tetapi makhluk iblis kambing yang sedang melakukan
mantra dengan tiga mulut berbeda adalah pengecualian.
“““Veeeee!?”””
Tiga teriakan
makhluk iblis kambing yang tenggorokannya terbakar terdengar dari balik kepulan uap putih. Pada
saat yang sama, kecepatan pengurangan HP dari makhluk iblis yang mengenakan
armor yang sihir penyembuhannya terputus meningkat.
(Tinggal sedikit lagi!)
Namun, di
saat itu, dua makhluk iblis muncul dari balik uap.
“““!!”””
Dua
makhluk iblis yang jelas-jelas terampil dalam pertempuran jarak dekat mendekat dari kedua sisi. Namun,
Masachika dan Alisa yang masih terikat oleh skill provokasi
dari makhluk iblis yang mengenakan armor itu tidak bisa berbalik dan bersiap
menghadapi mereka.
“Penembus
benteng!”
“Lengan
perkasa tak tertandingi!”
Dengan
aura yang menyelubungi, palu besar dan empat tinju mendekat, terhalang oleh
dinding cahaya. Itu adalah sihir pertahanan yang telah dipasang oleh Maria
sebelumnya. Namun, dinding cahaya tersebut
mulai retak setelah menghadapi serangan sepihak──
“Hmph!”
“Ngh!”
Dinding
cahaya mulai hancur dan HP makhluk iblis yang
mengenakan armor menghilang... hampir bersamaan.
Ketakutan
dan rasa bahaya yang mengikat seluruh tubuh mereka lenyap, dan Masachika serta
Alisa berbalik menghadap musuh. Pedang suci Alisa menangkis serangan palu besar, sementara
Masachika mengarahkan serangan napas
naga ke makhluk kumbang.
“Ugh!”
Makhluk
kumbang itu menyilangkan empat lengannya untuk menjaga jarak dari kobaran api yang mendekatinya. Dalam kesempatan itu, Masachika
mengamati sisa musuh.
Di lantai
yang masih dipenuhi uap putih, makhluk iblis yang mengenakan armor terjatuh.
Makhluk iblis kambing mengerang kesakitan. Di belakang mereka, Nonoa dan Sayaka
masih tidak bergerak dari tempatnya.
“【Витцсёравнь──】”
“Displacement”
“【── Боджи Паклавичлистове】...! Eh!?”
“Apa
yang terjadi—”
Saat mendengar suara Maria yang terkejut,
Masachika mencoba bertanya sambil menghindari serangan yang mendekat, tapi dirinya segera
menyadari perubahan di dalam pandangannya.
Di sudut
kanan atasnya, nama Maria
dan bar HP-nya yang sebelumnya ditampilkan
di bawah bar HP Masachika menghilang tanpa suara. Masachika dengan cepat melirik ke arah Maria, dan dia masih ada di
sana seperti biasa. Jika begitu, ini berarti...
“Party, dibubarkan secara paksa!?”
Sebuah
sihir yang sama sekali tidak dikenalnya,
jika hanya mendengar efeknya terdengar sepele. Namun, ketika profesi pendukungnya terpengaruh, sihir ini menjadi sangat
merepotkan.
Sihir
penyembuhan dan dukungan Maria hampir sepenuhnya otomatis menargetkan anggota kelompok ketika
dalam keadaan berparty. Namun,
jika tidak dalam keadaan berparti, dia harus melihat dan menargetkan sendiri.
Tentu saja, jika terjadi kesalahan, itu bisa menyembuhkan atau memperkuat
musuh. Dan dalam pertempuran jarak dekat, kemungkinan terjadinya kesalahan itu
cukup tinggi.
Demi
membentuk kembali party, Alisa sebagai pemimpin party harus
berpegangan tangan dengan Maria dan mengoperasikan menu...
(Tapi kita tidak punya waktu untuk itu!)
Menghadapi
makhluk kumbang yang menyerang lagi, Masachika terus mundur dengan langkah
mundur dan langkah samping, berusaha menghindar. Meskipun berprofesi kelas pendukung, berkat
status tinggi dan pengalaman bela diri yang didapat di dunia asalnya, menghindari serangan musuh tidak terlalu sulit.
Bahkan, ia masih memiliki waktu untuk memperhatikan situasi sekitar.
“Serangan
Meteor!”
“Pembalikan Cermin!”
Suara
benturan yang sangat keras terdengar saat palu besar dan pedang suci
bertabrakan. Alisa dan makhluk iblis kepala sapi terlibat dalam pertempuran
yang seimbang. Maria berjuang untuk meluncurkan sihir dukungan secara manual,
sementara makhluk iblis kambing tampaknya berusaha menggunakan sihir dengan
tenggorokan yang terbakar, dan mengeluarkan asap dari sisi kanannya saat dirinya menggeliat
kesakitan.
“Mira-Mir,
mundur dan fokus pada penyembuhan dulu!”
Perintah
Sayaka membuat makhluk iblis kambing berlari mendekat, lalu duduk bersila
dengan tongkatnya di lantai.
(Mereka
masih menonton dari kejauhan...
Jika kedua orang itu tidak berniat ikut berpartisipasi, mungkin masih ada
harapan...)
Melihat
Sayaka yang masih berdiri tegak dan Nonoa yang bersandar malas dengan
tongkatnya di atas takhta,
Masachika berpikir demikian. Namun, seolah-olah mereka membaca pikirannya,
kedua pasang mata itu secara bersamaan mengarah ke Masachika.
“Slow”
Suara
Nonoa bergema, dan Masachika merasakan seolah kakinya diberi beban berat.
“Vendil,
tangkap dia!”
Perintah
Sayaka membuat makhluk kumbang itu menurunkan pusat gravitasnya dan bersiap
untuk menyerang.
“【Максимал
Найес Ньячи Эзакуриячия...! 】”
Cahaya
menyelimuti seluruh tubuhnya bersamaan dengan suara
Maria, dan beban di kakinya menghilang. Namun, dirinya sudah terlambar satu
langkah.
“Ugh!”
Dirinya tidak bisa menghindari musuh
yang melesat dengan kecepatan luar biasa dan tubuhnya ditangkap dengan erat
oleh empat lengan. Parahnya lagi,
dirinya dibanting ke dinding dan
lantai... atau begitulah dugaannya.
“Terus
cekik dan habisi dia!”
“!?!”
Mengikuti
perintah Sayaka, kekuatan mengalir ke empat lengan yang menggenggamnya dengan
erat. Posisi itu seperti teknik sumo, tetapi...
(Ib-Iblis
ini, dia memiliki
duri di bagian dalam lengannya...! Itu, kan? Duri
kumbang yang digunakan untuk mencengkeram pohon!?)
Keempat
lengannya ditambah dengan duri tebal yang menonjol di
bagian dalam, mulai mengikis HP Masachika meskipun dari luar armor.
'Master sedang dipeluk oleh seorang pria
sampai hancur...'
“Sekarang
bukan saat untuk mengomentari itu?!”
Meskipun
kedua lengannya bebas, itu adalah kesempatan
di tengah kesengsaraan. Namun, makhluk iblis ini tidak terpengaruh meskipun
dipukul dengan buku sihirnya.
Meskipun posisinya tidak memungkinkan untuk memberikan banyak tenaga, daya
tahan lawan masih terlalu
tinggi. Jika terus berjuang dengan putus asa, HP Masachika akan habis sebelum
bisa mengurangi 20% HP lawan.
(Jika
sudah begini, kurasa aku tidak punya
pilihan lain selain meledakkan diri...!)
“【Вузлуиф】!”
Dia
memilih sihir api tingkat tinggi demi
melonggarkan cengkeraman musuh. Namun, tidak ada yang terjadi.
Tidak ada keberhasilan dalam mantra... bukan karena gagal.
(Ah,
sial! Aku sudah menghabiskan MP!)
Masachika
melihat bahwa MP yang sudah habis setelah menggunakan serangan napas naga belum pulih sama
sekali. Mungkin hanya cukup untuk satu sihir tingkat rendah. Sihir sekelas itu
tidak mungkin efektif melawan makhluk iblis ini. Dirinya terburu-buru meneguk ramuan
pemulihan MP dan HP, tetapi dalam situasi ini, tindakan
semacam itu hanya
bertindak seperti menuangkan air di atas batu panas.
“Kalau
begitu, bagaimana dengan ini!”
Masachika
mengambil racun dari penyimpanan
dan menyiramkannya ke punggung makhluk kumbang. Racun kuat yang dibuat dari
serbuk sari treant yang merupakan bos di area keenam dan beberapa bahan
lainnya. Racun itu mulai menggerogoti cangkang makhluk kumbang dan melarutkan
permukaannya.
Namun,
meskipun dalam situasi itu, makhluk kumbang itu terus menggenggam tubuh
Masachika dengan erat. Musuhnnya tidak
menunjukkan kegentaran sedikit
pun, makhluk itu tampak seperti mesin yang diciptakan untuk mencekik
manusia.
(Apak ini
juga efek dari perintah Taniyama...!?)
Dalam
keadaan panik, Maria yang berusaha keras mengarahkan sihirnya berteriak.
“【Засши
───】”
“Blindness”
“Eh,
kya!”
Namun,
sepertinya mereka memang menunggu momen itu. Tepat sebelum itu terjadi, sihir
Nonoa melesat lebih cepat, dan Maria terjebak dalam kebingungan akibat kebutaan
mendadak dan kegagalan mantra yang menyebabkan ledakan kecil.
“Masha-san,
tolong tenangkan diri──”
“Mute.”
“──!
Gunakan mantra penyembuhan status negatif pada dirimu sendiri!”
Panggilan
Masachika tidak terdengar oleh Maria, yang kehilangan penglihatan dan sekarang
juga pendengarannya.
Namun, Maria
menunjukkan ketenangan yang mengejutkan, dia segera
memasukkan tangan kirinya ke dalam tas pinggangnya dan meraba-raba untuk
mengambil ramuan penyembuh status──
“Fumble”
Suara
Nonoa kembali bergema, dan botol ramuan
terlepas dari tangan Maria, jatuh ke tanah dan pecah berkeping-keping. Itu
belum semuanya.
“Eh,
loh? Kenapa??”
Tiba-tiba,
tongkat suci yang dipegang di tangan kanannya tampaknya meluncur, dan Maria dengan panik berusaha menggenggamnya kembali dengan
kedua tangan, tetapi dia tidak bisa mengendalikan seperti sedang memegang
belut.
(Apa ini
efek status yang mengurangi gesekan tangan!? Sial, sihir Miyamae terlalu
merepotkan! Apa yang harus kulakukan?
Apa ada cara lain...!?)
Sementara
itu, HP-nya sudah di bawah 50%... dan Masachika terkejut.
“Alya! Pulihkan dulu efek status
untuk Masha-san! Dan
juga gunakan sihir penyembuhan untukku!”
Mendengar
teriakan Masachika, Alisa yang sedang bertarung melawan makhluk iblis kepala
sapi menoleh dengan terkejut. Masachika menatapnya dengan penuh harapan.
(Tolong!
Sampaikan padanya!)
Seolah-olah
menginterupsi jeritan batin Masachika, teriakan itu terputus oleh...
“Exile”
Sihir
Nonoa melesat, dan kali ini Alisa dikeluarkan
secara paksa dari party. Dan pada saat itu...
keterampilan unik Alisa diaktifkan seketika.
Keterampilan
unik 《Putri
Penyendiri》,
efeknya adalah “Meningkatkan
semua status ketika tidak mempunyai
anggota party”.
Deng!
Pedang
suci yang sebelumnya seimbang dalam pertarungan kini memantulkan palu besar
dengan hebat. Tiba-tiba,
makhluk iblis kepala sapi terhuyung mundur karena serangan yang hampir
membuatnya melepaskan palu. Dalam celah fatal itu, Nonoa dan Sayaka membuka
mulut mereka── tetapi sebelum itu, pedang suci Alisa melesat.
“Kehancuran Abadi!”
Serangan
Alisa yang melompat ringan menyusup ke leher makhluk iblis. Meskipun menghabiskan banyak SP, teknik ‘Kehancuran Abadi’ adalah serangan tunggal yang
tidak terlalu kuat. Namun,
jika berhasil mengenai titik lemah lawan dengan tepat... ada kemungkinan untuk
memberikan efek status kematian instan.
“Guuh!”
Efek
kerusakan berwarna merah tua muncul di leher makhluk iblis kepala sapi. Pada
saat yang sama, di samping bar HP-nya muncul ikon tengkorak yang menyeramkan,
dan HP yang sebelumnya masih lebih dari 70% kini lenyap tanpa berkurang.
“Yosh,
bagus!”
Masachika
bersorak gembira atas hasil luar biasa dari Alisa. Seolah merespons suaranya,
Alisa yang telah mengendurkan konsentrasi berlari mendekat.
“Kuze-kun!”
Demi berusaha
menyelamatkan Masachika, Alisa menarik pedang sucinya ke arah makhluk iblis
kumbang.
“Di
sini! Arahkan ke sini!”
Melihat
ke arah itu, Masachika menunjuk ke cangkang yang sudah disiram racun dan
melemah. Dia mendengar suara samar dari sarung pedang yang bergerak.
“Ah!
Alya! Taniyama──”
“Ilusi
Pembantaian: Wilayah Luar!”
“Teknik
yang cringe akut sepertinya datang!”
Nama teknik
itu diucapkan dengan suara serius dan nada yang sangat serius,
sebuah nama teknik yang membuat seorang remaja laki-laki merasa bersemangat.
Seketika, Alisa yang merasakan sesuatu mengangkat pedang sucinya ke sisi kanan,
diikuti oleh suara benturan.

“Ugh!”
“Oh,
kamu cukup lihai. Kamu
adalah orang kedua yang berhasil menghindari serangan itu pada pandangan
pertama.”
“Tapi
kamu... sepertinya kamu sangat bersemangat! Apa karakter
ini memang seperti itu!?"
'Wahh, dia benar-benar mengerahkan
semua kemampuannya dengan Chuunibyou...!'
Dengan
kecepatan yang bisa dianggap teleportasi, Sayaka menyerang Alisa dan mendarat
dengan lembut. Bukan hanya keterampilan yang dia tunjukkan, tetapi nama teknik
dan kalimat setelahnya membuat Masachika dan Yuki merinding. Namun, Sayaka
tampak tidak peduli dengan reaksi itu,
dan dengan sabar mengarahkan sabernya ke pinggangnya sambil berkata,
“Kalau
begitu... bagaimana dengan ini? Gelombang Berkelanjutan: Parit Biru!”
“Dadaku
terasa nyeri, Taniyama! Kenapa nama tekniknya harus ada titik
tengahnya sih!?”
'Padahal bukan master yang menerima dampak serangannya'
“Ugh,
rasanya menyakitkan saat melihat
orang yang aku kenal serius dengan penyakit Chuunibyou-nya...”
Sambil mengabaikan tangisan dan rintihan Masachika
dengan anggun, Sayaka memberi perintah saat beradu
pedang dengan Alisa.
“Mira-Mir,
jika kamu sudah pulih, seranglah sang Saintess!”
Usai mendengar
perintah itu, makhluk iblis kambing yang sedang meditasi berdiri.
(Gawat, ini bahaya! Profesi penyihir yang
tidak dikenal kembali ke medan perang!)
Masachika merasa terancam oleh fakta tersebut... dan pada saat yang sama, dirinya menyadari bahwa tidak ada pasukan tersisa yang melindungi
Nonoa.
(Kesempatan emas!)
Jika Masachika menyerang Nonoa yang merupakan pemimpin musuh, dirinya bisa menyebabkan kekacauan di
pihak lawan. Sebaliknya, jika ia membiarkan Nonoa bebas, dirinya tidak tahu gangguan apa yang
akan ditambahkan kepada Alisa dan Maria.
Tanpa
mempedulikan HP-nya yang tersisa di bawah 30%, Masachika mengeluarkan gulungan
dan mengarahkannya ke Nonoa── tapi kemudian tatapan mata
mereka bertemu.
Nonoa
menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dibaca. Dalam sekejap, Nonoa
melafalkan,
“Block”
Secara
tiba-tiba, penglihatannya menjadi goyah.
“Eh,
loh?”
Ketika
menyadarinya, Masachika sedang melihat dinding di sisi
kiri takhta, dan buru-buru mengalihkan pandangannya ke kanan──── saat ia
menyadari, ia sudah melewati takhta dan melihat dinding di sebelah kanan.
“Apa
ini?”
Setelah
beberapa kali mengulangi hal yang
sama, Masachika menyadari bahwa dirinya tidak bisa melihat Nonoa. Ia masih bisa menangkap sosoknya
di pinggir pandang, tapi ketika ia berusaha melihat ke arah Nonoa, fokus matanya langsung hilang,
dan pandangannya menjadi kabur.
(Apa-apaan ini, aku tidak bisa
mengincar Miyama──!?)
Tidak, dirinya bukan hanya tidak bisa melihat Nonoa. Masachika
bahkan tidak bisa memusatkan perhatian pada keberadaan itu di dalam
kepalanya.
(Di
sekitar sini, di sekitar sini, seharusnya ada...)
'Hei,
Master! Di sana!'
(Aku
tahu! Aku tahu, tapi...)
Semakin Masachika berusaha untuk mengincar Nonoa, dirinya
semakin sulit untuk menetapkan pandangan dan pikirannya.
Matanya dan pikirannya bergetar, dan dia bahkan tidak tahu apa yang sedang
dilakukannya...
“Kyaaa!”
“Masha!”
Teriakan
Maria membuat Masachika tersadar. Dan secara
instan, ia membuka gulungan yang dipegangnya ke arah makhluk iblis kambing. Petir yang dilepaskan menuju
target dengan lurus...
“■■■ーー!”
“【Крипасна Ястина】!”
Maria
mencoba menghalangi serangat tersebut
dengan dinding cahaya, tetapi tampaknya serangan sinar
korosi itu bahkan menggerogoti sihir
pertahanan, membuat lubang di dinding cahaya. Selanjutnya, serangan petir mengalir masuk dari lubang tersebut.
“!!”
Maria berusaha melompat ke samping untuk
menghindar, tetapi,
“Slip”
Kaki yang
berusaha melompat kehilangan kekuatannya,
dan Maria jatuh ke lantai. Selain itu, karena momentum tersebut, tongkat sucinya terlepas dari
tangannya dan berguling menuju dinding.
“■■■”
Makhluk
iblis kambing itu berusaha menyerang Maria yang sepenuhnya
tanpa perlindungan── tapi sebelum
itu terjadi, lima bola yang dilemparkan Masachika meledak di lantai dan
dinding, menciptakan asap yang cukup besar hingga mencapai langit-langit.
Bola
asap. Item murah yang ada di dalam tas set petualang yang dibeli di kota
pertama. Namun, sesuai dengan rencana Masachika, makhluk iblis kambing yang
kehilangan jejak Maria menghentikan mantra mereka.
(Sama
halnya dengan uap sebelumnya... Jika aku bisa menghalangi pandangan ***mae, setidaknya aku bisa
bertahan melawan sihirnya.)
Saat
merasa lega, tiba-tiba kekuatan Masachika menghilang, dan kepalanya
tertunduk.
(Ah,
sial... HP-ku sudah...)
Ia
menyadari bahwa HP-nya sudah di bawah 10%. Penglihatannya yang kabur bukan
hanya karena asap. Nyatanya, di sekitar makhluk iblis kumbang, aliran asap
terlihat jelas──
(Hmm?)
Masachika
mengerutkan keningnya saat
menyadari sesuatu yang aneh yang tidak bisa diabaikan.
Asap yang
tebal itu sepertinya diserap ke dalam sisi tubuh makhluk iblis kumbang. Tidak, dirinya tidak salah lihat. Jika
diperhatikan dengan seksama, ada lubang kecil di sisi tubuh makhluk iblis
kumbang...
(Apa,
jangan-jangan itu...
pori-pori?)
Pori-pori.
Itu adalah lubang yang digunakan serangga untuk bernapas, terhubung hingga ke
organ pernapasan di dalam tubuh.
“!!”
Setelah
menyadari hal itu, Masachika segera mengangkat tangan dan membuka item. Dirinya mengeluarkan sebuah botol kaca.
Isinya adalah racun khusus yang terbuat dari biji pohon yang dibawa oleh monyet
merah di area kelima. Ia
menuangkan racun itu ke dalam lubang yang ada di bawahnya!
“Gwah!”
Makhluk
iblis kumbang itu terkejut dan otot-ototnya menjadi kaku.
Masachika
segera menguatkan kedua tangannya, dan meskipun
duri-duri itu menusuk tubuhnya, dia berhasil keluar dari ikatan. HP-nya semakin
berkurang, tetapi dia tidak peduli dan berusaha menyusup ke belakang makhluk
iblis kumbang, melingkarkan kedua tangannya di sisi tubuhnya──
“Hah!”
Dia
melakukan teknik back drop yang terlarang di atas batu paving.
Makhluk
iblis kumbang yang dalam keadaan lumpuh tidak bisa melawan dan kepalanya seketika membentur
lantai... tidak, malah tanduknya yang panjang dan melengkung menancap dalam ke
lantai. Setelah keluar dari bawahnya, Masachika melihat ke bawah makhluk iblis
itu dan berkata,
“…
Teruslah meronta-ronta di situ untuk sementara waktu.”
Mengingat
panjangnya lengan dan tanduk makhluk itu, dia mungkin tidak akan bisa menarik
tanduknya keluar. Bahkan jika sayapnya dibentangkan, makhluk kumbang tidak
mungkin terbang mundur.
Setelah
memutuskan itu, Masachika meneguk ramuan penyembuhan dan berlari menuju
asap.
“““■■■ーーー!””
Meskipun
pandangannya terhalang oleh asap, makhluk iblis kambing menembakkan sihir area
luas ke arah tempat Maria berada. Mengandalkan suara berisik mereka, Masachika
maju melalui asap dan menuju ke tengkuk yang tidak terlindungi──
“Orrah!”
Dirinya memukul keras dengan sudut buku
sihir.
“Veeeeee!?”
Serangan
mendadak itu mengganggu mantra sihir makhluk iblis kambing,
dan sihir elemen api yang tidak terduga membakar tubuh mereka. Kepala yang
tersisa juga menghentikan mantra dan berbalik, dengan sudut buku sihir
menghantam dahi mereka.
“Veey!”
Makhluk
iblis itu terhuyung-huyung sambil berteriak. Sambil memberikan pukulan uppercut
dengan buku sihir ke kepala terakhir, Masachika berkata dengan suara
rendah,
“Kamu benar-benar melakukan apa pun
yang kau mau..."
Kemudian,
ia mengangkat buku sihirnya ke arah musuh yang telah menyakiti Maria.
“Mulai
sekarang, aku akan menunjukkan kekerasan sihirku!”
Selama
beberapa puluh detik berikutnya, suara mengembik
dari makhluk iblis kambing dan suara benturan yang tumpul terus bergema di
dalam tabir asap.
◇◇◇◇
Saat Masachika
membunuh makhluk iblis kambing tanpa memberikan waktu untuk ketiga kepala itu
melafalkan mantra, akhirnya asap mulai menghilang dan keadaan medan perang
menjadi terlihat.
Nonoa
masih tetap duduk di atas singgasananya dengan
wajah dingin seolah-olah tidak
peduli. Di tengah ruangan, Alisa dan Sayaka saling mengarahkan pedang. Maria,
yang tampaknya masih belum pulih dari kondisi status abnormalnya, memegang tongkat sucinya
dengan menekannya ke lantai. Tiga makhluk iblis terjatuh. Makhluk iblis kumbang,
terbalik seperti kumbang, berjuang dengan canggung.
Cahaya
yang dilepaskan Maria membungkus tubuh Masachika, dan HP-nya pulih dengan
cepat. Mengarahkan tatapan terima kasih ke arah Maria, Masachika berniat untuk
membantu Alisa──
Jiriririririn!!
“““!!”””
Pada saat
itu, suara bising yang mengingatkan pada deringan telepon tua bergema dari
kejauhan. Itu adalah suara dari item bernama botol resonansi yang dibeli
Masachika di toko peralatan. Dan jika suara ini
berbunyi──
(Ayano
berhasil menyelamatkan ketua!! )
Mendengar
kabar baik yang tak terduga ini, Masachika berteriak gembira dalam hati dan
bertukar pandangan dengan Alisa dan Maria.
“Hahhh!”
Segera,
Alisa melakukan serangan besar, menghalangi Sayaka sambil cepat melompat
mundur. Dan saat jarak terbuka di
antara keduanya, Masachika menatap lantai di depan yang mencakup Sayaka dan
Nonoa.
(Kalau begitu, sampai jumpa... Kuharap
kau akan sedikit mengurangi masalahku!)
“【Абу──! 】”
'Master, lihatlah ke bawah!'
“!?
[──вуал! 】”
Masachika
yang dipanggil Yuki secara tiba-tiba saat melafalkan mantra, secara refleks
menundukkan kepala... dan dirinya sedikit
salah dalam pengucapan bahasa Rusia. Akibatnya,
“Ah...”
Lantai di
bawah kaki Masachika seketika runtuh.
Lantai di bawahnya. Bahkan, beberapa lantai sekaligus.
“Tunggu!”
“Kuze-kun!?”
Suara
terkejut dari kakak beradik Kujou segera menghilang di atasnya.
“Yang benar
sajaaaaaaaaa~~~!?”
Masachika
ditarik ke bawah oleh gravitasi dan langsung jatuh ke dasar tanah.
Sebelumnya | Daftar isi | Selanjutnya