Gimai Seikatsu Volume 17 Chapter 5.5

 

Selingan — Rekaman Panggilan

 

Saki      : Ngomong-ngomong, anak di dalam perut Ibukatanya kemungkinan besar itu bayi perempuan.

Yuuta   : Jadi, kita akan mempunyai adik perempuan, ya. 

Saki      : Rasanya agak aneh.

Yuuta   : Adik perempuan Saki dan aku, ya...

Saki      : “Fufu. Untuk Yuuta-oniichan sih, ini adalah adik perempuan kedua. 

Yuuta   : Yah, kurasa... bakalan begitu. Tapi, jadi begitu, ah, begitu rupanya. Jadi, itu maksudnya. Sepertinya kali ini—

Saki      : Apa? 

Yuuta   : Tidak, itu bukan masalah besar. 

Saki      : Aku jadi penasaran.

Yuuta   : “Umm. Jadi begini, dalam situasi seperti itu, kurasa hal-hal semacam itu takkan terjadi saat aku pertama kali bertemu dengan Ayase-san... tidak, seperti saat aku pertama kali bertemu denganmu, Saki. 

Saki      : Saat pertama kali kita bertemu denganku? 

Yuuta   : “Itu loh, kita berdua saling menjaga jarak.

Saki      : Yuuta, kamu kadang-kadang mengatakan hal-hal aneh, ya. Bayi tidak mungkin berpikir seperti itu.

Yuuta   : Aku mendadak mengingatnya saja. 

Saki      : Ak-Aku hanya tidak suka jika aku dipaksa untuk memenuhi 'peran' tertentu.

Yuuta   : Ya.

Saki      : Aku tidak suka diharapkan menjadi 'adik perempuan' yang dibayangkan oleh orang lain, dan aku tidak suka ketika orang-orang memiliki harapan padaku tapi kemudian merasa kecewa sendiri.

Yuuta   : Aku mengerti. Aku juga merasa tidak nyaman jika dipaksa menjadi 'kakak laki-laki' dalam bentuk apapun. 

Saki      : Ya... Ngomong-ngomong, belakangan ini, apa kamu sering minum sup miso? 

Yuuta : “Pertanyaan yang tiba-tiba sekali. 

Saki      : Dulu kamu hanya minum sup miso dalam kemasan, kan? Mungkin kamu kembali ke gaya hidup itu.

Yuuta   : “Yang begitu juga mempunyai cita rasa enaknya sendiri. 

Saki      : Ah, sudah kuduga, jadi kamu masih bagian dari kelompok kemasan." 

Yuuta   : Tentu saja. Oh, tapi bukan itu masalahnya. Aku menyimpan beberapa sebagai makanan darurat, tetapi sebisa mungkin aku berusaha memasak sendiri. Jika aku memasak sendiri, aku bisa menyesuaikan takarannya. 

Saki      : Menyesuaikan takaran...?

Yuuta   : Sebelum tenggat waktu tugas laporan, aku menghabiskan sepanjang hari di depan meja. Ketika itu terjadi, jika aku makan terlalu banyak, aku jadi mengantuk.

Saki      : Itu sih... memang benar." 

Yuuta   : Jadi, aku membaginya menjadi porsi kecil dan memakannya sedikit-sedikit. Makan sedikit, lalu menulis laporan, makan sedikit lagi, lalu menulis laporan. Ini juga cocok dengan metode Pomodoro. 

Saki      : Yuuta... Apa itu beneran baik-baik saja?" 

Yuuta   : Sejauh ini, aku belum mengalami masalah kesehatan.

Saki      : Yuuta?

Yuuta   : Ah... Kembali ke topik tadi. Bayi yang baru lahir pasti mengharapkan untuk dirawat, kan? 

Saki      : Kamu berusaha mengalihkan topik... Yah, kurasa begitu, menurutku mereka akan mati jika tidak dirawat.

Yuuta   : Bayi dilahirkan dengan harapan yang sederhana terhadap dunia. 

Saki      : …Harapan terhadap dunia.

Yuuta   : “Benar. Dalam arti tertentu, mereka lahir dengan sangat egois. Ketika mereka lapar, mereka berharap untuk disuapi makan, dan jika tidak diberikan apa-apa, mereka akan menangis tanpa ragu. Mereka tidak meminta imbalan untuk tindakan mereka.

Saki      : “Yah namanya juga bayi. 

Yuuta   : Ya. Tapi, ini pertama kalinya aku berhadapan dengan orang seperti itu. Aku penasaran bagaimana rasanya. Aku tidak bisa membayangkannya. 

Saki      : Jadi, bahkan terhadap bayi, Yuuta mengharapkan mereka menjadi manusia... 

Yuuta   : Ya, itu hanya eksperimen pemikiran. Perasaanku yang sebenarnya sih aku justru menantikannya. 

Saki      : Menantikannya... Benar juga, kita seharusnya menantikannya... 

Yuuta   : Saki... Hmm.

Saki      : “Hmm? Ah, apa? 

Yuuta   : Aku berpikir untuk lebih banyak menghabiskan waktu yang di rumah. 

Saki      : Eh? 

Yuuta   : “Bukan hanya pada akhir pekan saja, tapi pada hari-hari ketika tidak ada kelas pagi, aku berencana pulang ke sana sehari sebelumnya, lalu pergi ke kampus dari Shibuya. Beberapa hari dimulai dari jam kedua, jadi jika seperti itu, tidak akan terlalu menyusahkan. 

Saki      : Ta-Tapi, kamu ada pekerjaan paruh waktu, kan...? 

Yuuta   : “Aku bisa melakukannya dari rumah. Sebenarnya, aku sudah bernegosiasi untuk mendapatkan lebih banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah selama periode itu. Meskipun tidak mungkin untuk terus-menerus, sepertinya aku bisa melakukannya selama sekitar dua bulan.

Saki      : Begitu, ya. 

Yuuta   : Ketika aku mulai bekerja paruh waktu, perusahaan juga kekurangan tenaga kerja sehingga itu cukup sulit. Namun, dalam enam bulan ini, ada lebih banyak pekerja paruh waktu selain aku. Kami berhasil melewati akhir tahun. Hanya saja... 

Saki      : Apa? 

Yuuta   : Tidak, bukan apa-apa. 

Saki      : Yuuta? Tidak. Katakan yang sebenarnya. Jika kamu bersikap sungkan padaku, aku akan terus menanyakan itu kalau kamu tidak mau membicarakannya. 

Yuuta   : Bukan begitu. Hmm, ada yang namanya progres Golden Week. 

Saki      : Ah. Ya. Aku tahu bahwa pekerjaan menumpuk sebelum liburan panjang.

Yuuta   : Jadi, mungkin akan ada masa yang agak sibuk di pertengahan April. Mungkin, sih. 

Saki      : Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Ngomong-ngomong, aku sudah membaca artikel pengantar yang kamu tulis. 

Yuuta   : Oh, ya. Terima kasih.

Saki      : Rasanya seperti game yang menarik. Meskipun aku tidak terlalu sering bermain game seperti itu, jadi itu kesan yang kutangkap. Karena aku melihat punggung karakter, aku bisa merasakan ketegangan pada tubuh mereka saat menembak, dan itu membuatku berpikir demikian. Lalu, tentang foto layar? Ketika aku melihatnya, aku merasa penampilan karakter gamenya terlalu terbukaapa ini game untuk pria? Jadi, ada juga sudut pandang seperti itu ya’ pikirku. 

Yuuta   : Hal-hal seperti itu, ketika kamu melihatnya, tubuhmu juga ingin bergerak dengan cara yang sama. Ketegangan itu terasa dari punggung. Aku merasa ada ketegangan di bahu. Aku hanya menulis apa adanya. 

Saki      : Yuuta, kamu memang melihat sesuatu yang berbeda dari kebanyakan orang. 

Yuuta   : Semoga begitu... Nah, berkat itu, aku bisa menulis beberapa artikel kecil setelahnya. Jadi, sepertinya aku bisa mendapatkan sedikit kelonggaran." 

Saki      : Hebat. Sangat dapat diandalkan! 

Yuuta   : Tapi, sampai bisa diandalkan... mungkin belum. Nah, karena itulah, aku yakin kalau Ibu tiri juga pasti mengalami kesulitan. Jadi, aku berpikir untuk membantu sedikit mulai bulan April. 

Saki      : Kalau begitu... ya. Terima kasih. 

Yuuta   : Lalu, bagaimana denganmu, Saki? Bagaimana dengan perkuliahan dan magangmu?

Saki      : Yah... Gimana ya. Hmm, kalau aku sih

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama