Most Popular Girl Next to Me Chapter 03 Bahasa Indonesia




Chapter  - 03

"Setsu, ayo kita pergi ke karaoke hari ini. Sudah lama aku tidak menyanyikan lagu. "
Sagami berbicara kepadaku tak lama setelah pelajaran terakhir selesai.
"Maaf, aku punya pekerjaan hari ini."
"Apa ~? Ambil libur gih. Ayo pergi ke karaoke ~ "
"Tidak, aku tidak ingin libur dari pekerjaan."
"Wow ~. Kau sangat pekerja keras "
"Kupikir ini hanya hal yang normal."
Tidak mengambil cuti dari pekerjaan kecuali jika kau harus melakukannya, ini seharusnya normal. Lagi pula, jika kau mengambil cuti tanpa alasan, kau akan menyebabkan masalah bagi orang lain dan kau akan kehilangan penghasilan.
"Baiklah, aku tidak punya banyak waktu jadi aku akan pergi sekarang."
"Yeah ... sampai jumpa lagi."
Sagami membalasku, dengan wajah depresi. Apa kau sangat ingin pergi ke karaoke sebanyak itu?
******
Tempat dimana aku bekerja berjarak sekitar lima menit berjalan kaki dari SMA Touyama.
Mon Pet Kuna
Ini adalah sebuah kafe yang tersembunyi di dalam kawasan perumahan, sangat disukai oleh orang-orang karena suasananya yang  tenang dan santai. Aku sudah bekerja di sini selama sekitar setengah tahun dan sudah bisa mengenali pelanggan tetap yang datang ke kafe ini. Para pelanggan yang datang semuanya adalah orang yang baik dan si ownernya pun sangat baik sehingga bekerja di kafe ini sangatlah menyenangkan.
Aku masuk melalui pintu belakang tepat sebelum shift-ku dimulai. Si Owner selalu berada di kafe, jadi biasanya tidak ada orang di belakang sini. Hari ini, tidak ada orang di ruang istirahat; sebuah ruangan berukuran sekitar 6 tatami.
Biasanya hanya ada tiga orang, dua pekerja part-time dan si owner, yang bekerja di kafe. Meski begitu, kafe ini tidak terlalu sibuk sehingga terkadang hanya ada dua orang saja, satu pekerja part-time dan si owner, yang sedang dalam shift.
Hari ini, karena tidak ada orang di ruang istirahat, kemungkinan besar hanya ada aku dan si owner. Aku mengambil gantungan baju dan seragamku lalu membuka pintu yang satu-satunya ruang ganti. Namun…
"!!!"
"Ah…"
Aku sudah selesai sekarang.
Aku tidak memikirkan kalau ada orang di dalam tapi kenyataannya aku salah, ada orang di dalam ruangan ini. Yang lebih buruk lagi, orang itu adalah seorang gadis, dan dia sedang mengganti bajunya. Dengan kata lain, di hadapanku ada pemandangan seorang gadis dengan celana dalamnya.
Namanya adalah Hina Echizen. Dia memiliki rambut pirang dengan potongan bob pendek, mata cerah, dan kulit mulus, seolah-olah dia meninggalkan pori-pori di perut ibunya. Ditambah lagi, tubuhnya memiliki lekukan yang sempurna. Sedang berada memakai pakaian dalam membuatnya sangat jelas bagiku, dia sangat cantik sekali.
Wajah Echizen menjadi merah saat dia mencoba menyembunyikan tubuhnya, dan perlahan, dia mulai memelototiku.
"Berhenti menatapku teruuusss! Maaattiiiiiiiiiiii!! "
Dengan itu dia menendangku keluar dengan segenap kekuatannya, dan menutup pintu ruang ganti dengan keras.
...
Apa aku yang  salah?
Ini salahnya karena pintunya tidak terkunci dengan benar,kan? Lagi pula, tidak mungkin aku bisa berhenti menatapnya apabila dia terlihat begitu cantik. Sebaliknya, aku gagal menjadi seorang lelaki bila tidak melakukannya.
Nah, itu juga benar  bahwa jika aku memeriksa jadwal shift hari ini, aku bisa berasumsi bahwa Echizen ada di ruang ganti ... Namun, tetap saja, bukankah itu terlalu jahat sampai dia harus menendangku begitu keras, bukan?
Sambil mencoba menegaskan pendapatku sendiri, pintu ruang ganti perlahan terbuka, dan Echizen keluar dengan keadaan seperti sedang dalam suasana hati yang buruk. Menatapku seperti itu, aku tidak akan terkejut jika dia membunuhku sekarang juga. Mencoba untuk tidak membuat marah Echizen yang sudah sangat mirip dengan binatang buas , aku diam-diam memasuki ruang ganti.
Pada kenyataannya, Dari awal Echizen dan aku tidak pernah benar-benar akur. Usia kita hampir sama dan kita mulai bekerja di sini sekitar waktu yang sama, namun, secara mengejutkan, kita tidak bisa cocok. Minat kita sepenuhnya berbeda dan kejadian seperti yang barusan terjadi sebelumnya, jumlahnya tidak sedikit. Kemungkinan besar, dia sudah pasti membenciku.
Bukannya aku menyukai Echizen dengan cara yang romantis, tapi karena kita rekan kerja, aku ingin saling akrab satu sama lain. Aku sudah mencoba berbicara dengannya berkali-kali sebelumnya, tapi aku selalu diabaikan atau dia merespon hanya dengan satu kata. Kesan bahwa dia membenciku sudah sangat kuat.
Namun, aku tidak akan menyerah, hari ini, aku akan berbicara dengan Echizen. Setelah memutuskan pemikiranku, aku membuka pintu ke ruang ganti.
"Hei Echizen, tentang  kejadian tadi, aku minta ma ... aaf ..."
Echizen tidak terlihat di ruang istirahat. Setidaknya masih ada waktu sepuluh menit sampai giliranmu dimulai, kau tahu?
*****
Sudah sekitar satu jam sejak aku memulai shift-ku. Seperti biasa, hampir tidak ada pelanggan. Si owner sedang sibuk membersihkan dan mengatur dapur, tapi Echizen dan aku cukup bebas di kafe. Dalam situasi saat ini, kita berdua berdiri diam tanpa berbicara satu sama lain. Selalu seperti ini setiap saat. Ini terasa seperti aku menahan napasku, dan rasanya agak canggung.
"Echizen, kau murid SMA Oumi kan? Apa kalian mempunyai perjalanan sekolah atau semacamnya? "
Karena tidak tahan dalam keheningan yang canggung, aku mencoba memulai percakapan santai.
"..."
Namun, dia terus mengabaikanku. Jarak di antara kita hanya sekitar 5 meter jadi mungkin bukan karena dia tidak mendengarku.
"Sekolahku akan pergi ke Hokkaido ~. Kupikir, jika kita akan melakukan perjalanan, aku lebih memilih pergi ke luar negeri ~. "
"..."
"Seperti Hawaii, atau Guam. Tempat-tempat itu sangat menyenangkan. "
"..."
"Hokkaido ......?"
"..."
Ini buruk, sepertinya hatiku akan berantakan. Seberapa banyak dia membenciku sih? Apakah ada manusia yang benar-benar bisa mengabaikan seseorang begitu lama? Aku tidak ingin berbicara lagi hari ini. Tapi baiklah, aku akan mencoba untuk terakhir kalinya.
"Selain itu, Hokkaido sangatlah besar, kau tahu?"
"..."
"..."
"..."
"......"
"........."
"........."
"........."
"......... Ma-Maaf."
Aku benar-benar minta maaf.

close

5 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama