Watashi no Shiranai, Senpai no Hyakko no Koto Chapter 95

#Sudut Pandang si Senpai#   

Iguchi Keita : Ngomong-ngomong, aku lupa mengatakan ini

Maharun ♪ : Ya?

Setelah pulang dengan suasana santai karena menghabiskan hariku di sekolah karena hanya dapat lembar jawaban, aku ingat kalau aku harus mengatakan sesuatu kepadanya, jadi aku mulai mengetuk ikon LINE di tabletku.

Dan seperti biasa, Kouhai-chan membalas dengan cepat. Dia sudah membacanya dalam hitungan detik.

Iguchi Keita : Aku besok berangkat di jam pelajaran ketiga

Maharun ♪ : Ehh, itu tidak adil

Iguchi Keita : Ya, kami hanya mengikuti kemauan guru

Pelajaran untuk periode pertama dan kedua dibatalkan karena beberapa kelas belum mendapatkan lembar jawaban mereka kembali. Bukannya ini hebat? Aku bisa tidur lebih lama.

Maharun ♪ : Apa boleh buat kalau begitu

Iguchi Keita : Dengan itu, aku akan pergi lebih siang dari biasanya besok

Maharun ♪ : Oke.

Iguchi Keita : Jangan kesepian dan menangis bahkan jika aku tidak ada di sana, oke?

Sesekali menggodanya tidak ada salahnya, ‘kan?

Maharun ♪ : Memangnya siapa yang kesepian?

Iguchi Keita : Ehh

Maharun ♪ : Ehh

Iguchi Keita : Tentu saja itu Kouhai-chan?

Maharun ♪ : Bukannya itu Senpai?

Kedua belah pihak membantahnya pada saat bersamaan.

Iguchi Keita : Eh?

Maharun ♪ : Iya, ‘kan?

Ugh ...

Iguchi Keita : Aku tidak kesepian

Maharun ♪ : Aku juga

Setelah sekian lama, aku bisa membaca buku di kereta pagi. Minggu lalu, meski tidak ada Kouhai-chan, itu sebelum ujian, jadi aku melihat catatan dan ringkasan.

Aku berdiri di posisi yang sama seperti biasanya, tapi untuk beberapa alasan, aku tidak bisa tenang.

 

* Sudut Pandang si Kouhai *    

Hari ini adalah hari terakhir di sekolah sebelum liburan musim dingin dimulai.

Tidak ada yang bisa dilakukan lagi pada jam keenam, jadi semua orang di kelas pergi ke karaoke, membuat kegaduhan, dan kemudian kembali ke rumah mereka.

Tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas di benakku.

Sayang sekali aku tidak bisa bertemu Senpai hari ini.

Tapi, setidaknya kita bisa saling berbalas pesan melalui LINE.

Ketika aku membuka aplikasi LINE, aku merasa sedikit malu setelah melihat percakapan dari malam itu. ... Uu.

Maharun ♪ : Senpai~

Iguchi Keita : Apa? Tumben sekali.

Biasanya aku akan mengirim pesan LINE agak malaman.

Tapi bukan berarti aku hanya bisa mengirim pesan LINE pada periode waktu itu saja.

Maharun ♪ : Aku belum mengajukan pertanyaan hari ini

Iguchi Keita : Ya, karena kita tidak bertemu satu sama lain hari ini

Maharun ♪ : Ini akan merepotkan jika tanggalnya berganti

Iguchi Keita : Tapi itu tidak merepotkan bagiku

Ehh…

Maharun ♪ : Lalu, aku akan mengajukan pertanyaan sebelum tanggalnya berubah.

Iguchi Keita : Ada apa dengan pelecehan itu?

Senpai biasanya hanya mengikuti pertanyaandariku  dan mencocokkannya dengan pertanyaanku.

Maharun ♪ : Aku hanya ingin melakukan itu hari ini, tahu?

Iguchi Keita : Aku mengerti, maaf

Iguchi Keita : Oke, beri aku pertanyaan

Maharun ♪ : Ehh, tidak mau

Iguchi Keita : Haa.

Tapi, aku sudah menyiapkan pertanyaanku.

Rasnaya sia-sia bila tidak ditanyakan.

Maharun ♪ : Kemarin, kita berbicara tentang bunga, ‘kan?

Maharun ♪ : Jadi aku meneliti tentang sesuatu dengan hal itu

Iguchi Keita : Apa?

Maharun ♪ : Bunga kelahiran Senpai

Tada~

Iguchi Keita : Bunga kelahiran? Entah bagaimana, itu terdengar seperti sesuatu yang sangat ilmiah

Iguchi Keita : Aku bahkan tidak tahu bunga kelahiranku sendiri

Maharun ♪ : Benarkah?

Maharun ♪ : Ulang tahun Senpai adalah 27 Oktober

Maharun ♪ : Bunga Lantana

Iguchi Keita : Aku belum pernah mendengar bunga itu sebelumnya

Aku sepenuhnya siap hari ini, senpai.

Maharun ♪ : [Kamu mengirim gambar.]

Maharun ♪ : Begini bentuk bunganya

Hehe~

Iguchi Keita : Hoo.

Iguchi Keita : Tampak mirip dengan hydrangea

Maharun ♪ : Ngomong-ngomong, dalam bahasa bunga artinya ketat

Maharun ♪ : Itu sangat sempurna untuk Senpai ♪

Masih ada satu makna lagi, tetapi aku takkan memberitahunya

Iguchi Keita : Apa aku orangnya seketat itu?

Iguchi Keita : Benarkah?

Maharun ♪ : Kamu orangnya terlalu ketat

Maharun ♪ : Ini luar biasa

Iguchi Keita : Haa.

 

#Sudut Pandang si Senpai#      

Bunga kelahiranku adalah bunga misterius yang disebut Lantana. Aku belum pernah mendengar nama bunga itu sebelumnya.

Ditambah lagi, dalam bahasa bunga artinya “ketat”, katamu?

Ketika Kouhai-chan memberitahuku, aku merasa itu sangat mirip denganku. Cerita macam apa ini?

Mengabaikan pemberitahuan LINE-ku sejenak, aku menyalakan komputerku untuk menyelidiki lebih lanjut tentang bunga Lantana. Ini adalah kebiasaanku saat menemukan sebuah kata yang tidak aku tahu.

Nama Jepangnya adalah Shichihenge. Hee.

… .Hm?

Seperti yang Kouhai-chan katakan, dalam bahasa bunga artinya adalah ketat. Tapi masih ada arti lain.

Eh? Hmm? Serius?

Bagi kebanyakan orang, memiliki seseorang yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka "seperti ini" akan membuat mereka merasa seperti "semacam ini". Tapi bukannya ini terlalu cocok untukku?

Baiklah, mending aku kesampaingkan saja hal itu untuk saat ini.

Aku menghentikan pembicaraan LINE kami, tapi kami belum berbicara tentang bunga kelahiran Kouhai-chan. Aku ingin menggodanya dengan bahasa bunganya jika memungkinkan. Ayo kita periksa juga.

Hmm. 12 Desember adalah ...

Iguchi Keita : Punyamu adalah Den-Phal

Maharun ♪ : Ah, Senpai, kamu mencarinya

Maharun ♪ : Ya. Bunga apa ini?

Aku benar-benar tidak tahu banyak tentang bunga. Sepertinya nama lengkapnya adalah Dendrobium Phalaenopsis.

Iguchi Keita : Temannya dengan anggrek

Iguchi Keita : Lari

Maharun ♪ : Apa sih yang kamu katakan, Senpai ...

Iguchi Keita :Dalam bahasa bunga artinya adalah “kecantikan egois”

Aku mengetik kalau bunga tersebut sangat cocok untuknya, tapi aku menghentikan jariku.

Jika aku membiarkannya dengan ini, itu pasti akan menyebabkan masalah segera.

Iguchi Keita : Bagian yang egoisnya, oke? Bagian yang egoisnya.

Aku yakin dia akan membalikkan situasi jika aku tidak menekankan hal ini.

... Bukannya dia tidak cantik. Tapi aku benar-benar tidak akan mengatakannya.

Maharun ♪ : Aku tidak berpikir aku egois hari ini

Iguchi Keita : ... Ya, yah

Dibandingkan dengan dirinya pada bulan September, dia jauh lebih “tidak masuk akal” sekarang.

Mungkin karena aku sudah terbiasa dengannya?

Uwahh. Itu membuatku frustrasi, jadi aku akan memastikan untuk tidak mengatakan apa-apa.

 

* Sudut Pandang si Kouhai *    

Maharun ♪ : Ah, ini sudah jam 11 malam

Maharun ♪ : Senpai, apa kamu begadang hari ini?

Iguchi Keita : Entahlah

Aku ingin tahu bagaimana jadwalnya. Ia bahkan tidak tahu kapan dia akan tidur.

Baiklah. ayo kita ajukan pertanyaan hari ini segera.

Maharun ♪ : Inilah pertanyaan hari ini untuk senpai

Iguchi Keita : Ah, aku lupa tentang itu. Tentu

Maharun ♪ : Bagaimana hasil ujianmu?

Aku cukup khawatir tentang ini.

Aku telah menyeretnya dengan berbagai cara. Itu akan membuatku merasa sedikit bersalah jika nilainya turun karena aku.

Iguchi Keita : Apa?

Iguchi Keita : Eh, ah, maaf

Iguchi Keita : Kau menanyakan itu?

Maharun ♪ : Aku menanyakan itu

Maharun ♪ : Ayo, tolong jawab aku dengan benar

Iguchi Keita : Tidak, aku tidak masalah memberitahumu, tapi ...

Itu seperti senpai. Ia panik dengan hal-hal aneh.

Iguchi Keita : Ini seperti biasa. Jangan khawatir, beneran.

Iguchi Keita : Mungkin aku akan mendapat nilai A untuk sebagian besar dari mata pelajaran yang ada.

Iguchi Keita : Tapi aku takkan tahu sebelum pertemuan antar orang tua-guru

Maharun ♪ : Kalau begitu syukurlah

Iguchi Keita : Apa? Kau benar-benar khawatir?

Maharun ♪ : Yah, hanya sedikit

Iguchi Keita : Hee

Apa-apaan dengan reaksinya itu, uhhh ...

Iguchi Keita : Lalu, bagaimana ujian Kouhai-chan?

Iguchi Keita : Ah, tadi itu pertanyaan hari ini

Maharun ♪ : Mungkin mustahil mendapatkan nilai A untuk semuanya

Maharun ♪ : Tapi mungkin aku mendapat nilai yang lebih baik dari semester pertama

Iguchi Keita : Efisiensi belajarmu sangat bagus

Iguchi Keita : Aku jadi iri

Hehe~

Maharun ♪ : Aku baik-baik saja jika Senpai ingin mengikutiku, oke?

Iguchi Keita : Aku ingin punya nilai yang lebih baik

Maharun ♪ : Ya, ya

Maharun ♪ : Aku mengerti

Karena, Senpai adalah brilian .

Maharun ♪ : Kamu juga ketat dengan dirimu sendiri, ya

Maharun ♪ : Senpai yang “ketat”

 

#Sudut Pandang si Senpai#      

Eh, dia mengungkit itu lagi.

Tapi jika dia melakukan itu, aku juga bisa melakukannya. Ayo tunjukkan kepadanya sisi kerenku dan tekad untuk bersiap untuk hari esok.

Iguchi Keita : Bukannya aku selalu ketat

Maharun ♪ : Ya

Iguchi Keita : Bahkan aku bisa berubah pikiran

Bunga Lantana dalam bahasa bunga memiliki arti sangat ketat, kooperatif, setuju, dan berubah pikiran.

Aku yang keras setuju dengan Kouhai-chan. Kami mulai berjalan dalam kerja sama. Akhirnya, aku berubah pikiran.

Siapa yang membuat tipuan seperti ini dalam hidupku?

 

 


Hal yang kuketahui tentang Senpai-ku, nomor (95)

Sepertinya Ia tidak akan tetap ketat. Ehehe.


close

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama