The Result when I Time Leaped Chapter 141

 

Kompetisi yang Ditakdirkan - Bagian 3

 

 “Wooow! Di sini cukup sempit

Di akhir pekan, Hiiragi-chan dan aku berkunjung ke karaoke untuk melakukan latihan Kontes Kecantikan.

Di dalam ruangan yang remang-remang, layarnya tampak sangat terang.

“Sensei, kau belum pernah karaokean, kan?”

“Ummm… Eheheh. Tunggu, panggil aku Haruka-san sekarang! ”

Aku tidak pernah pergi selama masa SMA-ku. Aku dianggap terlambat berkembang karena pertama kali aku ke karaoke saat masa kuliah.

Namun, itu adalah hal yang baik aku bisa mengunjunginya saat itu.

“Ummm, Seiji-kun… apa yang harus aku lakukan dengan ini…?”

Hiiragi-chan, yang segera bergerak di depan terminal, tampak seperti ada banyak tanda tanya melayang di atas kepalanya.

“Kau bisa menggunakannya untuk mencari lagu yang ingin kau nyanyikan dengan memasukkan nama lagu, artis, atau kata kunci lainnnya.”

Hiiragi-chan mengedipkan matanya dengan cepat.

“Lu-luar biasa…! Rasanya seperti fiksi ilmiah!”

“Itu berlebihan.”

“Maksudku, bukannya kamu harus melihat ke daftarnya dulu yang ada di buku dan terus memasukkan nomornya secara normal?”

Itu sudah cukup tua! Pengetahuan Hiiragi-chan tentang karaoke rasanya seperti dari era Showa… Tapi kalau aku bilang begitu, dia pasti akan marah, jadi untuk sementara aku akan diam saja.

“Kurasa untuk orang-orang yang belum pernah datang ke kaaraoke, peralatan terbaru mungkin juga terasa seperti berada di masa depan.”

“Seiji-kun, apa yang akan kamu nyanyikan?”

Tidak, sungguh, aku pikir ada bagusnya aku bisa mengalaminya selama kuliah.

Setelah membawa pacarku ke sini, aku takkan mengatakan bahwa aku terlalu malu untuk bernyanyi. Jika aku melakukan itu, aku mungkin dianggap sebagai pria yang sangat menyedihkan.

“Mungkin lagu dari band rock yang itu. Itu juga lagu tema utama untuk sebuah anime—”

Jika lagu ini, itu harus dianggap cukup aman. Seharusnya ada banyak orang di generasi yang sama yang mengenalinya.

Aku cuma pergi karaoke ketika aku diajak, tetapi untungnya, kemampuan menyanyiku cukup lumayan. Sebenarnya bukan suara nyanyian yang membutuhkan tepuk tangan meriah, tapi juga bukan suara yang terlalu buruk sehingga membutuhkan pertimbangan khusus. Normal.

Hiiragi-chan tampak bersemangat saat dia melompat ke arahku.

Tatapan matanya memberitahuku bahwa dia ingin mendengarku bernyanyi.

“Setelah ini, Haruka-san akan bernyanyi, oke? Ini pelatihan.”

“Okaaay.”

Dia menggenjreng marakas setelah mengambilnya dengan tangannya.

Aku mencari nama lagu di konsol, dan memasukkannya ke daftar lagu. Layar dialihkan dan intro musik mengalir keluar. Hiiragi-chan menatapku dengan harapan yang kuat saat aku terus memegang mikrofon.

Ra-Rasanya sulit untuk bernyanyi seperti ini…

Setelah intro berakhir, liriknya menampilkan karakter berwarna. Aku menyelaraskannya dan bernyanyi bersama. Hiiragi-chan, yang berada di sampingku, menyamakan tangannya dengan nyanyianku dan mengguncang marakas. Tanpa memakan waktu 5 menit, lagu itu pun berakhir.

“Seiji-kun, kamu benar-benar hebat!”

Shashashashashashan! Dia sangat menyukai maracas itu.

“Yah, kamu cukup banyak bernyanyi seperti itu.”

Sambil istirahat, aku menenggak jus yang sudah aku pesan sebelumnya.

“Apa yang harus aku nyanyikan?”

“Aku pikir sebaiknya menyanyikan lagu yang Sensei sukai.”

“Lagu yang aku suka, lagu yang aku suka…?”

Hiiragi-chan terus menekan konsol. Ah, mungkin yang dia suka tidak ada di sana?

“Apa yang harus aku nyanyikan jika aku tidak ingin kalah dari Sana-chan…”

Begitu rupanya. Menyanyi saja tidak cukup untuknya.

Seorang guru populer menyanyikan lagu populer yang semua orang tahu benar-benar tidak berdampak banyak. Ini akan menjadi karaoke untuk Kontes Kecantikan. Kemampuannya akan dinilai. Itulah sebabnya lagu yang berdampak jauh lebih baik.

… Tergantung pada kemampuan untuk bernyanyi, itu mungkin meninggalkan kesan yang buruk.

“Lalu, kenapa tidak kamu mulai dengan memilih sesuatu secara acak?”

Saat aku menyarankan itu, Hiiragi-chan mengoperasikan konsol. Apa yang dia pilih adalah lagu yang populer selama masa SMA-ku. Jika di jaman sekarang sih,  sekitar 2 atau 3 tahun sebelumnya.

Hiiragi-chan berdiri sambil memegang mikrofon di tangan dan mulai bernyanyi.

“~~♪ ——! ——♪”

Saat aku sedang dibuat penasaran seberapa bagusnya kemampuan menyanyi Hiiragi-chan, Suara Hiiragi-chan terdengar cukup bagus. Dengan level nyanyianku, aku tidak bisa menilai itu.

Itu bagus, itu bagus. Namun, dengan ini, yang paling buruk, semuanya akan berhasil selama lagu yang tepat dipilih.

——Ah, itu benar.

“Fuuu. Bagaimana, Seiji-kun? ”

Aku menanggapi dengan ringan dengan “Uhh, yeah, bagus kkok,” saat aku memilih lagu berikutnya.

“Aah, kamu tidak dengar, iya ‘kan !?”

Mikrofonnya masih menyala sehingga terdengar suara pekikan yang tajam.

“Aku dengar, kok!”

“Benarkah?”

Hiiragi-chan kembali duduk, dan karena kami cukup baik untuk memiliki kamar pribadi tanpa orang lain, badannya menempel di lenganku. Dia meletakkan kepalanya di pundakku dan berbisik padaku, “Ini kamar nyaman yang bagus”

“Haruka-san, payudaramu…”

“Kamu tidak suka kalau itu menyentuhmu?”

“… Jika aku tidak menyukainya, aku akan melepaskanmu dengan lenganku.”

“Seiji-kun mesum

Memangnya siapa yang lebih mesum !?

Hiiragi-chan berguling-guling meminta untuk dimanjakan. Mulutnya membentuk bentuk seperti ini ω. Selama waktu itu, aku memilih lagu dari papan konsol.

“Haruka-san, apa kau ingin mencoba menyanyikan sesuatu seperti ini?”

“Aku sih oke-oke aja, tapi ini…?”

Memang ada risikonya, tapi jika berhasil, itu akan berdampak besar. Jika dia bisa menyanyikannya dengan baik, maka resiko itu akan berkurang. Itu ide yang cukup bagus bagiku.

Hiiragi-chan sedang gelisah ketika melihat ponselnya, lalu dia tersentak karena terkejut.

“Apa ada yang salah?”

“Natsumi dan yang lainnya juga ada di karaoke.”

Aku dengar Sana dan Natsumi-chan juga pergi karaoke hari ini, tapi aku tidak pernah mengira kami akan berpapasan. Kami bahkan sengaja memilih salah satu yang jaraknya 5 stasiun dari stasiun kereta terdekat.

Namun, kemungkinan dia mengejar kita setelah melihat GPS cukup tinggi.

Dengan kekuatan jail Natsumi-chan, itu sangat mungkin terjadi.

Aku memutuskan untuk meminta Hiiragi-chan melatih lagu yang dipilih dengan mode penilaian aktif.

Selama ini, aku memutuskan untuk memata-matai. Setelah menanyakan nomor kamar Natsumi-chan, aku diam-diam mengintip ke dalam.

“Kenapa kita hanya menyanyikan lagu anime !?”

“Itu karena Sana ingin menyanyikannya, jadi tidak apa-apa !!”

Pukuku, mereka malah bertengkar.

“Eeeeeh… tapi ini lagu dari anime yang ditonton anak-anak, kan?”

“ The Lightning King, Breig adalah anime yang tidak cuma untuk anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa menikmatinya. Jika kamu tidak menontonnya, kamu tidak berhak menghinanya.”

Apa? Jadi dia berbicara tentang Breig .

Benar, Natsumi-chan. Jika kau tidak menontonnya, maka kau tidak berhak menghinanya. Tema pembukanya sangat bagus, dan cukup berhasil.

“Aku tidak menghina sama sekali. Hei, apa kamu benar-benar akan menyanyikan ini untuk kontes kecantikan nanti? ”

“Apa ada masalah dengan itu?”

“Kamu mungkin kalah dari Haru-chan, tahu?”

“Ugugugu… Ta-Tapi Sana tidak tahu lagu yang lain…”

“Lagu balad, atau mungkin lagu yang lebih memilukan.”

“ Lagu Breig sangat memilukan. Sana merasa ingin menangis di tengah jalan saat dia menonton video itu. Benar-benar pemandangan yang mengharukan!”

“Tentu saja! Cuma kamu yang satu-satunya tergerak oleh ini! Aku tidak peduli lagi! ”

“Ah, kamu beneran mengatakannya! Breig luar biasa! Aku akan pastikan untuk memberikan presentasi yang serius tentang hal itu lain kali! ”

“Astaga, kamu sudah berusaha terlalu keras pada hal-hal yang tidak penting!”

Nah, mengesampingkan masalah Breig , sepertinya semuanya tidak berjalan dengan baik. Aku berharap mereka berdua akan mengambil ini sebagai kesempatan untuk lebih dekat satu sama lain.

Ketika aku kembali ke ruangan kami, Hiiragi-chan sibuk bernyanyi dengan penuh semangat.

Setelah lagu selesai, total poin penilaian diungkapkan di layar.

Don! Don!

[94 Poin!]

“Seiji-kun, lihat, lihat!”

I-itu luar biasa !?

Hiiragi-chan melompat-lompat dengan kegirangan.

Tidak ada kesalahan dalam lagu yang aku pilih. Aku merasa kasihan pada Sana, tapi kami akan menang dengan lagu ini. Gahaha!


Sebelumnya | Selanjutnya

close

1 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama