The Result when I Time Leaped Chapter 140

 

Kompetisi yang ditakdirkan - Bagian 2

 

Sudut Pandang Hiiragi Haruka

“Sensei, Sana juga akan ikut berpartisipasi dalam Kontes Kecantikan."

Itu adalah hal pertama yang dia katakan selama telepon mendadak yang aku terima dari Sana.

“Benarkah!? Aku juga ikut berpartisipasi, jadi ayo sama-sama berjuang yang terbaik!”

Itu melegakan. Setidaknya ada satu siswa yang aku kenal. Sekarang aku tidak akan terlalu malu.

“Aku sedang tidak membicarakan itu—”

“Memangnya apa yang salah?”

“Nnnn ~ Dasar tidak peka ...!”

Nada bicara Sana di telepon tampak sangat jengkel.

“It-Itu tidak sopan. Aku melakukan yang terbaik di sini. Aku orangnya peka.”

“Po-Pokoknya, Sana — tidak akan kalah dari Sensei!”

Panggilan itu kemudian tiba-tiba terputus.

“... Buat apa dia mendadak menelpon sih?”

Setelah memiringkan kepala dengan heran, aku kembali ke ruang guru untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa.

 

*****

Malam harinya. Ketika aku memberitahu Natsumi tentang apa yang terjadi melalui SMS, ada telepon masuk.

“Haru-chan, Haru-chan!”

“Apa? Kenapa kamu mendadak menelponku?”

Suara Natsumi tampak bersemangat karena suatu alasan.

“Lalu! Apa yang Hiiragi-sensei katakan sebagai balasan untuk Sana-chan !? ”

Di-Dia ngotot hal itu sangat susah payah !?

“Eh? Aku hanya mengatakan ayo sama-sama berjuang yang terbaik ...”

“Gaaah, kamu tidak paham! Kamu tidak paham sama sekali! Tidak heran, Sana-chan akan memanggilmu tidak peka! ”

“Eh? Mengapa?”

Memangnya aneh untuk mengatakan bahwa ketika kita berdua akan berpartisipasi bersama?

“Pada dasarnya, Sana-chan menyatakan perang kepadamu. Dia datang untuk bersaing denganmu memperebutkan Dorobo-kun. ”

“Bengitu ya. Sana-chan memang sangat imut. ”

Aku kira dia ingin menunjukkan kepada kakaknya betapa bagusnya dia. Saat aku sibuk mengangguk pada diriku sendiri, aku mendengar desahan di telepon.

“Begitulah adanya. Jadi jangan perlakukan dia seperti anak kecil, dan hadapi dia dengan setara. ”

“Maksudku, aku juga tidak berniat untuk kalah, tahu? Aku ingin menunjukkan kepada Seiji-kun betapa bagusnya aku. ”

“Semangat yang bagus, Haru-chan!”

Aku dipaksa untuk berpartisipasi, tapi jika itu masalahnya, aku masih ingin menang. Aku ingin menjadi pacar yang bisa dibanggakan Seiji-kun ... Meskipun, kita tidak bisa secara resmi mengumumkan hubungan kita.

“Begitu ya, begitu ya, jadi akhirnya sampai pada benturan langsung ... ini benar-benar membuatku bersemangat ...!”

“Kau pasti mau mengerjai kami, bukan? Bahkan selama festival olahraga, kamu mengipasi api. ”

“Aku perlu melakukan yang terbaik untuk mendukung Sana-chan.”

“Kenapa!?”

“Kenapa, yah, maksudku bukannya itu membosankan jika dimenangkan oleh pemenang yang jelas?”

Mem-Membosankan? Tidak apa-apa seperti itu?

“Se-setidaknya sesama saudara harus bersorak untuk satu sama lain. Kamu benar-benar harus. Caramu itu membuatku merasa seperti satu-satunya yang jahat.”

“Dengan logika itu, itu artinya Dorobo-kun seharusnya bersorak untuk Sana-chan, kan?”

“Tu-Tunggu, jangan terlalu terkejut dengan itu!”

“Se-Seiji-kun akan mendukungku ...”

“Dengan sedikit energi dalam suaramu, sama sekali tidak ada persuasif di dalamnya.”

Jika dia mendukung Sana-chan, aku akan sedikit sedih.

“Kesampingkan hal itu, Haru-chan, memngnya kamu bisa bernyanyi?”

“Tentu saja aku bisa. Enak saja. Yang kulakukan cuma menyanyikan lagu, kan? ”

“Itu benar, tapi ... apa yang biasanya kamu nyanyikan di karaoke?”

“Aku belum pernah ke karaoke sebelumnya, tapi itu cuma nyanyi, ‘kan?”

“…Eh?”

“Eh? Apa?”

Memangnya ada sesuatu yang aneh tentang itu?

“Tidak salah sih, tapi ... lupakan saja, bukan apa-apa ...”

Natsumi menjadi sedikit mengelak.

“Ummm, apa yang kamu rencanakan untuk bernyanyi?”

“Aku ingin tahu apa ... mungkin lagu itu dari buku teks?”

“Ahahah. Kamu bahkan tidak mengajar kelas musik.”

“Apa itu aneh?”

“Kamu ... serius? Kamu tidak bercanda?”

Aku tidak bermaksud itu sebagai lelucon ... Dari sisi lain penerima, Natsumi tetap diam dalam kesedihan.

“Y-yah, karena kamu guru. Kurasa tidak ada salahnya menyanyikan lagu dari buku teks?”

“Bukannya karaoke itu ...!?”

“Haru-chan, maaf. Aku di pihak Sana-chan, jadi saran selanjutnya adalah— ”

“Tunggu! Setidaknya kamu bisa mengajariku satu atau dua hal?”

Puchi, bunyi telepon terputus.

Sungguh, anak-anak jaman sekarang ... Bahkan Seiji-kun tidak melakukan itu!

 

Sudut Pandang Sanada Seiji

—Itulah yang dia ceritakan saat istirahat makan siang di ruang persiapan sejarah dunia.

“La-Lagu dari buku teks ....”

Ini gawat. Pacarku sangat payah tentang pengetahuan umum ... bukan itu, mengenai masalah karaoke.

“Itu tidak aneh, iya ‘kan?”

“Sensei, tolong tenang dan dengarkan baik-baik. ---Itu aneh.”

“Kenaaappaaaa !? Tunggu, jangan panggil Sensei, tapi Haruka-san sekarang! ”

Aku dipukul Hiiragi-chan. Jika semua orang menyanyikan lagu-lagu populer, dan Hiiragi-chan menyanyikan itu, maka dia pasti akan bertahan ...?

“Bukannya kau pernah menyebutkan band rock itu kepadaku sebelumnya?”

“Ma-Maaf. Aku hanya tahu beberapa lagu, dan tidak benar-benar tahu sesuatu yang spesifik tentang mereka.”

Sepertinya dia hanya mencoba menemukan beberapa poin umum untuk dibicarakan setelah mengetahui aku menyukainya. Aku tidak bermaksud marah padanya karena itu. Lagipula, aku senang dia begitu perhatian padaku.

Tetap saja, dia bukan tipe yang biasanya mendengarkan musik ... apa yang harus aku lakukan ...?

"Seiji-kun, kamu tidak mendukung Sana-chan? Itu bagian terpenting. ”

“Setidaknya aku akan mendukungnya sedikit.”

Hmmmmph Hiiragi-chan menjadi cemberut.

“Aku akan memastikan untuk mendukungmu juga, Haruka-san.”

Teheheh. Hiiragi-chan tersenyum senang. Dia orang yang gampang dibaca.

Menyemangati seseorang, dan apa yang aku inginkan untuk hasilnya, sangat berbeda. Bagiku, tidak masalah siapa yang menang. Namun, itu cerita yang sama sekali berbeda jika Natsumi-chan adalah otak di balik taktik Sana.

Jika dia melakukan itu, maka mana mungkin aku bisa membiarkan dewi yang sableng ini berpartisipasi dalam Kontes Kecantikan seperti ini.

“Bagaimana kalau kita pergi karaoke Sabtu ini?”

“Aah , ajakan kencan dari Seiji-kun. Sudah lama rasanya jadi aku senang

Dia memelukku erat-erat.

Daripada berkencan, itu akan menjadi latihan untuk kontes nanti ...



Sebelumnya | Selanjutnya

close

1 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama