Ojou-sama no Yousu ga Vol 2 Prolog Bahasa Indonesia

Prolog Laut atau Gunung atau Kopdar

 

Dengan begini akhirnya rampung juga…”

Aku mengusap keringat yang mengalir di dahi. Meskipun pendingin udara berfungsi sempurna, membuka kotak kardus dan mengeluarkan barang-barang untuk diatur sendirian di dalam ruangan cukup melelahkan.

“Kalau ada yang kurang, aku bisa membelinya nanti. Meskipun hanya untuk liburan musim panas, aku bisa membawa pulang barang-barang tambahan dan memakainya sendiri…”

Setelah semua persiapan selesai, aku melihat sekeliling ruangan.

Tempat tidur dan meja. Kulkas dan microwave, serta perabotan dan peralatan dasar lainnya, ruangan ini cukup sederhana tanpa dekorasi khusus. Setelah menghubungkan televisi, semuanya akan selesai untuk sementara. Televisi sangat penting untuk memeriksa informasi yang beredar di masyarakat, jadi sebaiknya segera dihubungkan. Meskipun aku hanya meninggalkan kediaman Tendou untuk sementara, aku tidak bisa hanya berdiam diri saja dan tidak melakukan apapun.

Sebelum liburan musim panas, aku meminta izin dari tuan besar dan Ojou serta memanfaatkan koneksi Yukimichi untuk menyewa kamar di apartemen ini.

Pada awalnya, aku ingin memilih tempat yang dekat dengan kediaman Tendou supaya bisa segera bergegas ke sisi Ojou jika terjadi keadaan darurat. Namun, tuan besar melarangku dengan tegas, dan dengan dorongan dari Ojou, akhirnya aku memilih tempat yang lebih jauh dari kediaman Tendou.

Mungkin jaraknya akan sangat berlawanan dengan sekolah.

…Meskipun ada kekhawatiran, mungkin hal ini lebih baik untukku.

Jika terlalu dekat dengan kediaman rumah besar, aku mungkin akan terlalu bergantung pada lingkungan di sana, dan itu akan menjadi kebalikan dari tujuanku.

Dan pada hari pertama liburan musim panas.

Aku menjauh dari kediaman Tendou dan memulai hidup sendiri untuk sementara.

“Sekarang. Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu?”

Tujuan dari hidup sendiri ini adalah untuk mengasah diri sendiri… tetapi tujuan utamanya adalah menjauh dari sisi Ojou. Awalnya, aku merasa bahwa keberadaanku di sampingnya menghambat pertumbuhannya.

Jadi, sebenarnya tidak ada kebutuhan untuk melakukan sesuatu yang konkret.

“………… Untuk saat ini, mungkin aku bisa melakukan push-up.”

Karena pikiranku terlalu terfokus untuk menjauh dari Ojou, aku jadi tidak bisa memutuskan apa yang harus dilakukan. Rasanya bodoh juga.

“Lima ribu seratus tujuh puluh delapan, lima ribu seratus tujuh puluh sembilan…”

“Yo! Aku datang mengganggu… eh, kamu lagi ngapain?”

Saat aku melakukan push-up, tiba-tiba Yukimichi masuk ke dalam ruangan.

Karena tidak ada kegiatan khusus yang bisa dilakukan, jadi…”

“Jadi kamu melakukan push-up? Itu juga aneh…”

“Eh, bagaimana kamu bisa masuk? Kupikir aku sudah mengunci pintunya.”

Aku memakai kunci cadangan, kunci duplikat.”

“Aku tidak ingat memberikannya padamu.”

“Hahaha. Yah ada saja deh caranya.”

Aku ingin tahu tentang ‘ada saja yang dimaksud itu, tetapi jika aku bertanya padanya, aku pasti tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan, jadi aku memilih untuk diam.

“Jadi, intinya. Kamu lagi bosan ya?”

“………… Meskipun mengakui itu agak menyakitkan, tapi ya, memang, aku bosan.”

“Liburan musim panas yang berharga ini terasa sepi, ya.”

“Bahkan kamu yang datang ke tempat seperti ini di hari pertama liburan juga cukup menyedihkan, kan?”

“Jangan meremehkanku. Apa aku terlihat seperti orang yang tidak punya alasan untuk mampir ke rumah orang di hari pertama liburan musim panas?”

Aku sudah menduga ini akan terjadi sejak dia datang.

“... Jadi, sebenarnya kamu datang kemari dengan tujuan apa?”

“Karena kita sudah memasuki liburan musim panas, aku berpikir untuk mengajakmu bersenang-senang. Selama ini, kamu pasti tidak punya waktu untuk bersenang-senang karena urusan keluarga Tendou, ‘kan?

Memang. Jika ada waktu untuk bersenang-senang, lebih baik aku mengabdikan waktuku untuk Ojou. Justru waktu lainnya tidak begitu penting.”

“Tapi sekarang kamu sudah menjauh dari Ojou-sama. Selain itu, kamu juga sedang merasa bosan.”

“…………”

Jika ia menunjukkan hal itu, aku jadi tidak bisa berkata apa-apa. Tujuanku semula untuk “menjauh dari sisi Ojou” sudah tercapai sejak proses pindahan selesai. Dan memang benar, aku sampai mulai melakukan push-up karena merasa bosan.

Aku memang merasa bosan. Tapi, bukannya berarti aku bisa hanya bersantai dan bermain-main, itu akan membuatku merasa bersalah kepada Tuan besar yang telah memberikan dana. Aku memutuskan untuk menggunakan liburan musim panas ini untuk mengasah diri.”

Sebenarnya, Tuan besar itulah yang meminta bantuanku untuk melakukan ini, tau.”

“Apa… maksudmu…!?”

Ini adalah fakta yang sangat mengejutkan.

Seketika aku merasa pusing meskipun berada di ruangan yang berpendingin.

Dengan kata lain, Ojou juga meminta hal yang sama…!?”

“... Tidak. Ojou-sama tidak ada hubungannya dengan ini. Kepala keluarga Tendou juga menyuruhku untuk merahasiakannya.”

“Benarkah? Tapi, kenapa kamu harus merahasiakan hal ini dari Ojou juga…”

“Yah, itu sih karena ia tidak ingin menyerahkan putri kesayangannya dengan mudah. Tapi jika ini sampai diketahui oleh Ojou-sama, aku juga dalam masalah… Hah. Aku tidak menyangka bisa memahami perasaan manajer menengah di usia seperti ini.”

“?”

“Tidak. Bukan apa-apa. Ini urusanku.”

Yukimichi membersihkan tenggorokannya seolah ingin memulai kembali,

“Dengarkan baik-baik, Eito. Aku akan dengan jelas mengatakan ini.”

Dengan semangat yang seolah bisa mendengar suara keras, Yukimichi menunjuk ke arahku.

Eitokamu itu kurang bermain dan bersenang-senang!”

Ku-Kurang bermain…!?”

“Betul! Kamu itu terlalu serius! Mainlah lebih banyak! Bersantailah!”

“Tunggu, Yukimichi! Sebagai pelayan yang setia di sisi Ojou, aku harus bersikap pantas sebagaimana mestinnya! Aku tidak bisa hanya bersenang-senang…!”

Itulah sebabnya kamu tidak akan pernah bisa berkembang!”

Aku tidak bisa… berkembang…!?”

Rasanya seperti dipukul dengan palu di bagian kepalaku. Bagi diriku saat ini, kata-kata “tidak bisa berkembang” terasa sangat menyakitkan.

“Orang yang hanya serius belajar lebih sering kalah dibandingkan orang yang bisa bersenang-senang dengan baik! Dunia ini memang dibuat seperti itu!”

“Ketika kamu yang mengatakannya, entah kenapa rasanya sangat meyakinkan…!”

“Aku merasa kesal diingatkan oleh Eito, tapi aku akan menganggapnya sebagai pujian. … Jadi, ‘bermain’ kadang-kadang bisa menjadi sumber pertumbuhan bagi manusia. Meskipun kata ‘bermain’ terdengar buruk, bisa juga diartikan sebagai ‘pengalaman’. Semakin banyak pengalaman yang kamu miliki, semakin fleksibel kamu bisa beradaptasi saat dibutuhkan.”

Mengakui pendapat orang ini memang menyebalkan, tetapi memang ada benarnya juga. Jika ia mengatakan bahwa aku telah hidup dalam dunia yang sempit, aku hanya bisa mengangguk. Tentu saja, aku merasa bangga telah mendapatkan pengalaman yang sulit didapat. Namun, di sisi lain, aku mungkin kekurangan apa yang disebut pengalaman biasa.

Eito. Yang kamu butuhkan sekarang adalah pengalaman sebagai ‘siswa SMA biasa’! Kalau kamu benar-benar memikirkannya, daru situlah kamu bisa berkembang!”

Ini memang menyebalkan, tetapi ada daya tarik tertentu dalam pembicaraan orang ini. Berbeda dengan Ojou, ia juga tampaknya orang yang bisa mempengaruhi orang lain.

…Yah, jika Ojou memiliki ‘karisma’, mungkin lebih tepat jika orang ini disebut sebagai ‘penipu’.

“... Baiklah. Aku akan mengumpulkan pengalaman sebagai ‘siswa SMA biasa’ seperti yang kamu katakan.”

Jadi kamu mengerti maksudku ya!?”

“Ya. ... Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk bersenang-senang?”

“Itu adalah...”

“... Itu apa?”

Yukimichi seolah-olah mengulur waktu sejenak,

 

“—Kencan buta!”

 

“Aku akan membunuhmu.”

Sial. Tanpa sadar, aku mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya.

“Tunggu. Jika kamu bilang akan membunuhku, itu bukan lelucon lagi.”

“Maaf. Saran yang terlalu bodoh ini keluar begitu saja…”

“Aku mengerti jika kamu merasa kebingungan. Secara umum, kencan buta adalah sesuatu yang dilakukan oleh orang dewasa, biasanya mahasiswa ke atas.”

Hal yang membuatku bingung itu karena ide gilamu itu.”

Ternyata ia memang seorang penipu atau semacamnya.

“Kencan buta itu sebenarnya hanya istilah. Sebenarnya, ini hanya pertemuan biasa untuk berkumpul dan mengobrol atau makan bersama dengan siswa dari sekolah lain.”

“Jadi… maksudnya adalah memperdalam hubungan dengan siswa dari sekolah lain?”

“Begitulah. Selain itu, kali ini lawan interaksi kita adalah Akademi Houraiou yang terkenal sebagai sekolah khusus gadis-gadis kaya! Ini diatur melalui koneksi kepala keluarga Tendou!”

“Tuan besar sendiri yang mengatur kencan buta ini!?”

“Betul! Jadi, ini adalah kencan buta yang disetujui oleh kepala keluarga Tendou!”

Apa-apaan ini. Kenapa Tuan besar mengatur kencan buta…?

Apa ini kenyataan? Tidak, ini tidak sesuai dengan pemikiranku.

“Sebenarnya, aku ingin menghindari membawamu ke kesempatan yang sangat langka ini… tapi itu adalah syarat dari kepala keluarga Tendou. Jadi aku terpaksa mengundangmu. Oh, jika kamu menolak, itu tidak masalah, kan? Dengan begitu, kemungkinan kamu bisa menguasai bunga-bunga baru akan berkurang.”

“Tapi… jika tuan besar terlibat, mana mungkin aku tidak hadir… itu akan mencemarkan nama baik beliau…”

Namun, aku tidak mengerti. Pemikiranku tidak bisa mengikuti.

Mengapa tuan besar bersikeras membawaku ke kencan buta…?

“Tapi, meskipun ada koneksi dari Tuan besar, bagaimana caranya kamu bisa menarik siswa dari sekolah khusus putri itu…? Atau mungkin jangan-jangan, tentang kasus yang itu?”

“Kamu tahu bahwa Akademi Houraiou akan segera beralih menjadi sekolah campuran, kan? Kasus kali ini adalah bagian dari itu. Di semester kedua, siswa terpilih dari Akademi Tenjouin akan mulai bersekolah di sana sebagai percobaan… jadi, meskipun aku secara pribadi menyebutnya kencan buta, sebenarnya ini adalah ‘acara pertukaran sosial’.”

Pertukaran sosial, ya. Begitu rupanya… jadi Yukimichi hanya berbicara berlebihan saja. Tentu saja, Tuan besar memang bijak. Mungkin maksudnya adalah “Sebagai pelayan keluarga Tendou, berkontribusilah kepada akademi.”

“Baiklah. Jika itu yang dimaksud, aku akan ikut acara ‘pertukaran’ itu.”

“Kencan buta, oke.”

“Kenapa kamu begitu terobsesi dengan sebutan itu…”

“Jadi, aku akan memberi tahu detailnya nanti. Siapkan dirimu ya~”

Yukimichi keluar dari rumah sambil melambaikan tangannya.

Sepertinya ia datang hanya untuk menyampaikan hal ini. Namun, entah bagaimana, ia juga datang untuk melihat keadaanku. Jika hanya untuk menyampaikan ini, ia bisa saja menggunakan email atau aplikasi pesan.

“Kencan buta ya… saat melayani Ojou, aku tidak pernah memikirkan hal ini.”

 

──────✧❅✦❅✧──────

(Sudut Pandang Yukimichi)

 

Segera setelah keluar dari apartemen Eito, aku menelepon seseorang di taman terdekat. Tepat setelah tiga kali dering, orang yang dimaksud menjawab telepon.

Orang itu adalah kepala keluarga Tendou saat ini—Tendou Yuuta-san, yang juga merupakan klien untuk permintaan kali ini.

“Ah, ini aku. Ya. Sesuai rencana, aku sudah menyampaikan tentang kencan buta. Sepertinya ia akan ikutan.”

Entah kenapa, aku mengarahkan pandanganku ke apartemen Eito. Sekarang, dirinya pasti tidak tahu apa-apa.

“Ah, ya. Seperti yang kuduga, ia tidak mencurigai apa-apa. Tentu saja, ia tidak akan pernah berpikir bahwa ini bukan ‘kencan buta atau ‘acara pertukaran’—tetapi ‘perjodohan’ untuk Eito.”

Benar. Yang sebenarnya aku tawarkan kepada Eito kali ini adalah ‘perjodohan’.

Mengapa ini bisa terjadi? Alasannya sangat sederhana.

 

Karena kepala keluarga Tendou adalah orang tua yang sangat penyayang.

 

Ia tidak ingin menikahkan putri satu-satunya yang cantik. Namun, putrinya itu sangat tergila-gila pada Eito. Jadi, ia merencanakan agar Eito segera mendapatkan pacar.

…Serius, ia adalah orang tua yang terlalu penyayang. Di sisi lain, istrinya, Tendou Hina-san, sering menegurnya… atau lebih tepatnya, sering marah padanya.

“Aku mengerti, kok. Setidaknya kita harus merahasiakannya dari Ojou-sama. Tentu saja, jika ini terbongkar, aku juga akan dalam masalah, dan lebih penting lagi, Yuuta-san juga akan dalam masalah, kan? Aku akan menjaga rahasia ini. Hahaha.”

 

“—Wah, wah. Sepertinya ada cerita menarik yang baru saja kudengar, ya? Otoha.”

“—… Ya. Tadi aku memang mendengar kata ‘perjodohan’.”

 

“Haha… ha…”

 

“Perjodohan untuk membuat Eito punya pacar, ya…”

“…Baru pertama kalinya aku mendengar ini.”

 

“……………………”

 

“Dan katanya, Ayahanda yang mengatur semuanya.”

“…Taoi kita tidak diberitahu sama sekali.”

““…Sungguh cerita yang sangat menarik.””

 

“…………………………………………”

Rasanya seperti ruang ini diselimuti kegelapan yang pekat.

Ketakutan membuat tubuhku bergetar, bahkan untuk berbalik pun sulit.

Sebenarnya, jika aku berbalik sekarang… nyawaku mungkin tidak akan selamat.

“Kamu sedng menelepon dengan ayahanda, kan?”

“…Serahkan ponsel itu.”

 

“…………………………………………”

Jangan sekali-kali membuka mulutmu. Kazami Yukimichi.

Sebagai seseorang yang menangani informasi, aku tidak bisa membicarakan klien. Apalagi menyerahkan ponsel…!

 

“Hey, Kazami.”

“…Aku hanya ingin bertanya satu hal padamu yang cerdas.”

 

“…………………………………………”

Jangan bicara. Jangan bicara. Jangan bicara. Aku harus tetap diam…!

 

““……Kamu lebih suka laut atau gunung?””

 

“Silakan diterima.”

Maafkan aku, Yuuta-san.

Apa aku akan tenggelam di dasar laut atau terkubur hidup-hidup di dalam gunung?

Jika dihadapkan pada pilihan seperti itu, aku tidak punya pilihan selain menuruti mereka.

Karena hidupku sangat berharga.

“Baiklah… mari kita bicarakan dengan tenang, ya, a-y-a-h-a-n-d-a?”

Sepertinya ponselku bergetar sedikit.

…Baiklah. Selama ini aku akan melarikan diri. Apa sih, satu ponsel tidak ada artinya. Tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa.

“……Kamu mau pergi ke mana?”

Saat aku berusaha melarikan diri secara diam-diam, tangan sang diva menangkap bahuku dan menghentikanku.

Aku tidak pernah menyangka… ternyata Habataki Otoha memiliki kekuatan genggam yang begitu kuat…

Seperti alat penjepit. Haha. Rasanya, bahuku seolah-olah akan terlepas.

 

“Kalian berdua, duduk dengan benar.”

“……Aku ingin mendengar semua alasanmu.”

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama