Jinsei Gyakuten Jilid 3 Prolog


Prolog

 

———10 September, Sudut Pandang Ichijou Ai———

 

Aku menghela napas lega setelah turun dari panggung bersama Senpai. 

Rasanya bikin gugup, ya? 

“Iya.

Saat kami saling tersenyum, ketegangan yang menyelimuti tubuhku perlahan-lahan mengendur. Aku ingin selalu bersamanya. Mungkin karena ia adalah cinta pertamaku. Aku sudah tergila-gila padanya. 

Namun, pada saat yang sama, aku merasa takut. Aku telah kehilangan ibuku dan ayahku. Sekarang, aku tidak bisa mempercayai diriku sendiri. Dalam hatiku selalu ada ketakutan, apakah orang yang kucintai selalu ditakdirkan untuk meninggalkanku

Kurasa novel buatan Senpai akan semakin populer ke depannya. Itu membuatku senang. Namun, di saat yang sama, aku merasa takut. Mungkin, aku akan ditinggalkan begitu saja. Sepertinya aku masih belum bisa melangkah maju. Sejak hari kecelakaan itu, waktu kehidupanku seakan-akan telah terhenti. 

Oleh karena itu, aku tidak bisa jatuh cinta pada siapa pun. Itulah yang selalu kupikirkan selama beberapa tahun terakhir ini. Namun, pria bernama Aono Eiji ini bahkan bisa mencairkan hatiku yang dingin. Kurasa aku tidak akan pernah bertemu seseorang yang kucintai sebanyak ini lagi. 

Itulah sebabnya, aku takut kehilangannya

Mulai sekarang, segalanya akan menjadi semakin rumit. Keluarga Kondo pasti akan mengajukan protes kepada sekolah. Dan jika tidak puas, mereka mungkin akan mulai mengganggu Kitchen Aono dan keluarga Senpai. Namun, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Dengan segala cara, aku harus melindungi tempat favoritku dan keluarga orang yang kucintai. 

Aku teringat sensasi saat dia mengantarkanku tadi. Aku ingin terus menggenggam tangannya. Seberapa bahagianya hal itu jika aku bisa menghabiskan waktu bersamanya sambil tertawa dengan tenang. 

Mungkin ini hanya khayalan yang berlebihan. Tapi itulah yang selalu kuinginkan. Aku ingin memiliki keluarga. Aku ingin kembali ke masa-masa bahagia. Aku tahu orang lain melihatku dan berpikir bahwa aku masih menjalani kehidupan yang beruntung. Namun, meskipun seberapa beruntungnya aku, aku selalu merasa kesepian. Sebelum kecelakaan itu terjadi, aku selalu bahagia... pada hari itu, semuanya berakhir. 

Apa yang seharusnya kulakukan? 

Meskipun aku tahu bahwa percuma saja memikirkannya, tapi mau tak mau aku terus memikirkannya. 

Namun, aku tidak ingin kehilangannya. Aku merasa ada semacam kecenderungan untuk menguasainya, dan itu membuatku membenci diriku sendiri. 

Dan aku terpaksa memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak ingin kupikirkan.

Apa aku layak dicintai oleh seseorang? Semakin aku memikirkannya, semakin dalam aku terjebak. Kenyataan bahwa aku masih belum bisa memberi tahu Senpai tentang keluargaku hanya semakin memperburuk pemikiranku. Aku terus berbohong kepada orang-orang yang sangat aku cintai. Aku takut untuk berbicara. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri karena tidak bisa melangkah maju pada saat-saat yang paling penting.

 

※※※※

———Sudut Pandang Kondo———

 

“Ayah, tolong bantu aku! Aku dalam masalah besar.” 

Sialan. Meskipun sangat memalukan, tapi aku tidak punya pilihan lain. Aku memutuskan untuk mengadu kepada ayahku. 

“Ada apa? Lagipula, bagaimana dengan sekolahmu?” 

Tidak apa-apa. Ayahku juga seorang playboy, sama sepertiku. Meskipun ia mungkin menganggapku merepotkan, demi melindungi dirinya sendiri, dirinya pasti akan bergerak untuk melindungiku. 

Sebenarnya...” 

Aku menceritakan apa yang sedang terjadi apa adanya. Aku terlibat masalah cinta dan akhirnya memukul seorang junior. Karena kesal, aku menyebarkan fitnah tentang pria itu di internet dan mengucilkannya. 

Anggota tim sepak bola yang mengagumiku menjadi liar dan melakukan tindakan perundungan terhadap junior itu. 

Dan kemudian, insiden-insiden ini terungkap sebagai kasus penyerangan, dan bahkan pihak kepolisian telah menghubungi sekolah. 

Saat menceritakan hal itu kepadanya, aku merasakan kalau wajahku memucat

“Di saat-saat penting menjelang pemilihan walikota begini... hal ini bisa berakibat lebih fatal daripada masalah hotel cinta sebelumnya! Kita harus menghindari itu! Tapi tetap saja, kenapa bisa terjadi seperti ini?” 

“Tapi, belum ada tindakan serius yang diambil. Jadi, semuanya masih aman-aman saja. Ayah, tolong bantu aku.” 

Setelah mengatakan ini, ayahku pasti akan memberi tekanan kepada pihak sekolah untuk menutupi masalah ini. 

Jika itu tidak berhasil, dia pasti akan mengancam keluarga Aono dengan kekuatan dan uang, memaksa mereka untuk mencapai kesepakatan. Kenyataan bahwa pihak kepolisian sampai terlibat itu berarti mereka telah mengajukan laporan. Namun, aku yakin ayahku pasti akan menemukan caranya entah bagaimana

Masih belum jelas apakah ada bukti jelas bahwa aku yang melakukannya, tapi jika tidak ada, ayahku akan memberi tekanan dan berpura-pura tidak tahu. Benar, kenapa aku jadi panik begini? Jika aku warga negara kelas atas, perkara semacam ini seharusnya tidak masalah. Ya, aku cuma terlalu takut. 

“Dengar, jika masalah ini sampai terungkap, kita berdua akan hancur. Ingat baik-baik, jangan lakukan hal yang tidak perlu lagi. Jangan sekali-kali menghalangiku. Serahkan sisanya padaku. Lagipula, sebagian besar masalah bisa diselesaikan dengan uang dan kekuatan.”

Ayahku menekankan hal ini. Tidak ada gunanya menyesali apa yang sudah terjadi. Sekarang, yang penting ialah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Tidak apa-apa, aku selalu bisa mengatasi berkat kekuatan ayahku. 

“Baiklah, aku akan mengurusnya dengan pihak sekolah. Sementara itu, kamu tetap di rumah. Ingat, jangan sekali-kali keluar.” 

Ayahku memang bisa diandalkan. Dengan begini, aku pasti baik-baik saja.

 

※※※※

———-Sudut Pandang Ketua Klub Sastra———

 

Pelajaran bahasa Jepang yang membosankan pun dimulai.

 Aku sama sekali tidak mengerti apa yang ingin diajarkan oleh guru ini kepada kami.  Itulah sebabnya, aku membaca buku teks bahasa Jepang secara acak. Di bagian sastra luar negeri, aku tertarik dengan pengenalan sastra Rusia. 

Aku sangat menyukai novel Kejahatan dan Hukuman karya Dostoevsky. 

Beberapa dosa dapat ditebus dengan banyak perbuatan baik.” 

Oleh karena itu, para jenius yang dapat membawa banyak perkembangan bagi masyarakat tidak perlu terikat pada etika yang membosankan.” 

Ini adalah cara berpikir yang sangat kusukai. 

Sejak kecil, aku suka menulis cerita. Aku memenangkan medali emas dalam lomba menulis esai bahasa Jepang tingkat nasional. Dalam slogan dan esai bacaan, aku selalu mendapatkan penghargaan. Semua orang memujiku sebagai jenius. 

Saat menginjak bangku SMP, aku menyadari bahwa dunia ini seperti sebuah cerita. Hanya dengan sedikit campur tangan dariku, nasib orang-orang bodoh bisa dengan mudah dihancurkan. Aku tidak perlu mencemari tanganku sendiri, cukup dengan mencemari tangan orang lain. Yang perlu kulakukan hanyalah memandu mereka sedikit

Misalnya, jika aku berkata kepada Kondo-kun yang seperti binatang buas, “Gadis itu imut, ya. Tapi, sepertinya dia sudah punya pacar. Mereka adalah pasangan teman masa kecil,” pria itu yang sangat suka menghancurkan martabat orang lain pasti akan bergerak untuk merobohkan hubungan mereka. Semudah itu

Nasib orang-orang ada di telapak tanganku. Akulah si penulis cerita. 

Mainan yang bernama Kondo-kun juga benar-benar luar biasa. Aku belum pernah menemukan karakter yang lebih mudah untuk dikendalikan daripada dirinya. 

Aku merasakan kegagalan untuk pertama kalinya dalam kehidupanku yang selama ini berjalan mulus karena junior bernama Aono Eiji. Aku memanggilnya Eiji-kun dengan akrab, tetapi hingga sekarang, aku masih terus merasa cemburu padanya. 

Dalam hal bakat menulis cerita, aku merasa tidak memiliki saingan di antara umur sebaya. Namun, ia memiliki bakat yang melampauiku. Ketika aku membaca novelnya, keringat dingin mengalir di punggungku. Kenapa anak laki-laki tak dikenal ini bisa menulis sebagus ini? 

Aku merasa iri. Aku bahkan berpikir seharusnya dirinya mati saja. Aku merasa posisiku akan runtuh. Karya yang kuanggap sebagai mahakarya tiba-tiba terasa murahan, dan aku menghapus data manuskripku.

Jadi, aku memutuskan untuk menghancurkan bakatnya. Seorang jenius bisa dengan mudah hancur karena kerumitan hubungan antar manusia. Aku memahami bahwa hal seperti itu memang terjadi. 

Aku hanya perlu membabat habis bakat itu sebelum keluar ke publik. Dengan begitu, posisiku akan terjaga. 

Aku berpikir untuk merayunya dan merusaknya, tetapi karena dia memiliki pacar yang merupakan teman masa kecil dan sifatnya yang jujur, aku membatalkan rencana itu. Itu semakin melukai harga diriku. Sebagai seorang wanita, aku merasa marah karena tidak dipilih. 

Sebagai langkah berikutnya, aku menggunakan Kondo-kun. Aku merasa diriku sebagai wanita telah ditolak. Oleh karena itu, aku ingin menghancurkan martabatnya sebagai pria. Aku mengarahkan Kondo-kun dengan baik agar mendekati Amada Miyuki. Lalu, aku berencana untuk membuat mereka bertemu secara diam-diam pada hari ulang tahun Eiji-kun, mengambil foto mereka yang menghilang ke dalam hotel dan menyelipkannya ke dalam meja sekolah Eiji-kun. 

Namun, sesuatu yang lebih menarik justru terjadi. Tidak kusangka mereka akan bertemu. Takdir memang menarik. Jadi, aku akan mengubah cerita ini ke arah yang lebih menarik. Aku memprovokasi Kondo-kun dan mengucilkan Eiji-kun. 

Ngomong-ngomong, aplikasi SNS yang kami gunakan sedikit khusus, di mana riwayat pesan akan hilang begitu salah satu dari kami menghapusnya. Aplikasi ini buatan luar negeri dan servernya juga dari luar negeri, jadi jika mereka menyadari bahwa kami menggunakannya, polisi tidak akan bisa berbuat banyak. Lagipula, ini hanya masalah perundungan. Pihak kepolisian pun takkan menyelidikinya sampai sejauh itu. Karena aku telah menghapus riwayatku, yang perlu dilakukan Kondo-kun hanyalah meluncurkan aplikasi di ponselnya dan pesan-pesan iitu akan otomatis menghilang. 

Sayangnya. Tidak peduli seberapa keras Kondo-kun mengklaim keterlibatanku, tapi ia tidak memiliki bukti sama sekali, dan perilaku buruk Kondo-kun takkan pernah bisa menyeret diriku yang mengenakan kedok siswa teladan yang baik. 

Eiji-kun juga kemungkinan akan keluar dari klub sastra dan pensiun dari kegiatan kreatif. Untuk saat ini, tujuan awalku telah tercapai. Ah, rasanya sangat menyenangkan. 

Dengan begini, tidak ada yang bisa melarikan diri dari skenario yang kubuat.

 

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama