[LN] Saijou no Osewa Jilid 11 Bab SS Bahasa Indonesia

 

Chapter SS —Duta Fashion: Tsurumi Shizune

 

Pada hari ketika Itsuki dan Hinako pergi untuk menonton pertunjukan teater.

Shizune bekerja di kediaman keluarga Konohana seperti biasanya. Dia memberikan instruksi kepada para pelayan, membantu tugas Kagen, dan kemudian membersihkan kamar Hinako... Sementara itu, dia menerima beberapa pesan dari SP keluarga Konohana yang mengawasi Itsuki dan Hinako. Setelah menerima laporan tidak ada masalah dari para SP, Shizune kembali fokus pada pekerjaannya.

Saat dia melipat seprai untuk dicuci, smartphone-nya bergetar menandakan pesan masuk. Dia mengira itu adalah pesan dari para SP, jadi dia segera memeriksa isinya.

Usai melihat layar, Shizune sedikit terkejut. ...karena dia mendapat pesan yang langka dari Hinako.

Pesan itu berisi satu foto dan pesan singkat.

Shizune, apa kamu bisa memberi saran?

Bersamaan dengan kalimat itu, terdapat foto Itsuki yang sedang berganti pakaian di ruang ganti.

Karena masih ada waktu sebelum pertunjukan, mungkin mereka sedang menghabiskan waktu di department store terdekat. Pilihan pakaian Itsuki cukup aman, tetapi setiap item terlihat berkualitas tinggi. Sepertinya dia memilih toko yang bagus.

Shizune menghentikan pekerjaannya dan menarik napas dalam-dalam.

Dua orang itu...

Dua orang itu tertarik pada fashion...!!

(Aku harus membalas dengan sebaik-baiknya)

Setelah mengetik ulang kalimatnya sekitar lima kali, dia mengirimkannya. Karena tidak sabar menunggu balasan, dia segera meninjau kembali pesan yang baru saja dikirim, tetapi mungkin informasi yang disampaikan masih kurang.

Penjelasan lebih lanjut bisa ditunggu sampai mereka kembali ke rumah.

Shizune pun mulai mengerjakan sisa tugasnya dengan semangat lebih dari biasanya.

 

◆◆◆◆

 

Ketika malam tiba, Itsuki dan Hinako akhirnya kembali.

Kondisi Hinako sudah kembali seperti biasa. Melihat punggung Hinako yang menuju kamar Itsuki sambil mengeluh, Aku ngantuk..., Shizune merasa lega. Dia sempat berpikir bahwa mungkin dia tidak akan bisa berbicara dengan Hinako yang asli lagi, tetapi sepertinya Itsuki telah menyelesaikan masalah tersebut.

hizune melanjutkan pekerjaannya hingga keduanya selesai mandi dan kembali ke kamar masing-masing.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya untuk hari itu, Shizune berkata dengan antusias, Baiklah, kalau begitu.

Sekarang—waktunya untuk membahas fashion.

Kamar yang pertama dikunjunginya adalah kamar Hinako. Dia pasti akan segera tidur, jadi sebelum itu, mereka harus berbicara tentang pakaian sampai puas.

Permisi, Ojou-sama.

Saat masuk ke dalam kamar, Hinako duduk di kursi menghadap meja. Shizune sedikit terkejut karena mengira Hinako sedang berbaring di tempat tidur.

“Hmm... ada apa, Shizune...?

Aku ingin melanjutkan pembicaraan tentang pesan yang aku terima siang tadi.

Siang tadi...?”

Hinako memiringkan kepalanya dengan ekspresi kebingungan. Tiba-tiba, Shizune menyadari sesuatu yang dipegang Hinako dengan kedua tangan. Itu adalah cangkir berwarna biru.

“Ojou-sama, kamu mendapatkan cangkir itu dari mana?

Ini? Ini... hehe... cangkir serasi yang kubeli bersama Itsuki."

Hinako menjelaskan sambil tersenyum lebar.

Begitu rupanya, jadi itu tembikar. Otak Shizune yang rajin segera menemukan jawabannya. Karena perabotan di rumah ini semuanya bergaya Barat, biasanya mereka menggunakan porselen yang cocok untuk teh, tetapi sesekali membeli keramik atau tembikar mungkin tidak masalah.

Hari ini, Hinako tampaknya tidak mengantuk, dan sepertinya dia sudah mengagumi cangkir itu sejak kembali ke kamar.

Dia bisa memahami perasaan itu. Shizune juga kadang-kadang menghabiskan waktu satu jam untuk mengagumi pakaian yang baru dibelinya.

Ojou-sama, bagaimana dengan pakaian?

Pakaian?

 

Saat Hinako mengulangi pertanyaannya, Shizune bertanya dengan suara gemetar.

Apa... kamu tidak membeli pakaian...?

“Hmm, kami memutuskan untuk melakukannya lain kali.

Shizune menengadah ke arah langit-langit dan tertegun sejenak.

Akhirnya, dia berjalan goyah keluar dari kamar Hinako.

Tujuan berikutnya Shizune adalah kamar Itsuki.

Itsuki-san!!

“Uwahhh!? Bikin kaget orang saja!?

Karena terlalu linglung, Shizune membuka pintu sebelum sempat mengetuk.

“Kenapa!!

Apanya yang kenapa!?

Mengapa itu bukan tentang pakaian!!

……………Apa maksudmu!?

Itsuki, yang tidak menyangka akan menerima pertanyaan yang tidak jelas dua kali berturut-turut, menatap wajah Shizune dengan bingung.

Ya ampun, aku harus menenangkan diri dulu sebentar.

Shizune menarik napas dalam-dalam dan menenangkan pikirannya.

Apa semangatmu terhadap fashion hanya sebatas itu?

…Shizune-san, apa kamu sedang tidak enak badan hari ini?

Mungkin saja. Namun, jika aku merasa tidak enak badan, itu karena salahmu.

“Hari ini, Ojou-sama mengirimiku pesan sekitaran siang tadi, kan? Katanya dia menginginkan saran tentang pakaian.

Ah, ya. Tapi...”

Aku sangat menantikan jenis pakaian apa yang kalian beli setelah melihat pesan itu. Itulah yang menjadi motivasiku untuk bekerja hari ini.

“Sebaiknya kamu mencari sesuatu yang lain untuk memotivasi dirimu...

Itsuki menatap Shizune dengan wajah khawatir.

“Dengarkan baik-baik, oke? Fashion memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan peralatan teh.

Hah?

Sepertinya kesadaranmu terhadap pakaian kerja meningkat, tetapi pada dasarnya, fashion adalah sesuatu yang bisa dikenakan dengan bebas sesuai suasana hati. Dengan kata lain, fashion juga bisa dianggap sebagai barang konsumsi. Misalnya—

Shizune berbicara dengan penuh semangat menjelaskan kehebatan fashion. Dia ingin Itsuki memahami daya tarik fashion.

Sementara itu, Itsuki merenung. …Aku tidak akan lagi bersikap ambigu tentang pakaian di depan Shizune-san.

Presentasi Shizune berlangsung selama dua jam.

Dan Itsuki mendengarkannya dalam keadaan setengah tertidur.

 

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama