[LN] Saijou no Osewa Jilid 11 Epilog Bahasa Indonesia

Epilog

 

Sehari sebelum festival budaya diselenggarakan.

Kami berkumpul di kafe seperti biasa saat istirahat makan siang untuk mengadakan pertemuan teh.

“Jadi, Konohana Hinako.

Tennouji-san menyesap tehnya dan menatap Hinako yang duduk di seberangnya.

“Apa latihan aktingmu sudah selesai?”

“Ya.”

Hinako membalas seraya menganggukkan kepalanya.

Aku mohon maaf atas masalah yang telah kutimbulkan.”

Punggungnya yang tadinya tegak kini membungkuk dalam-dalam. Suara yang lembut, gerakan yang anggun saat makan... di sana ada seorang Ojou-sama sempurna yang dikenal semua orang.

Kami tidak merasa kerepotan sama sekali kok!”

Meski itu sempat membuatku terkejut, tapi semua orang di kelas juga menikmatinya, kan?”

Asahi-san dan Taishou mengatakannya sambil tersenyum. Keduanya tampaknya benar-benar berpikir demikian.

“Sejujurnya, latihan kemarin luar biasa sekali, loh?”

“Benar banget! Konohana-san, aktingmu terasa sengat nyata dan mendalam! Kemampuanmu bahkan lebih baik dari tahun lalu!”

Ketika Hinako tersenyum dan mengucapkan “Terima kasih,” Asahi-san dan yang lainnya terpesona oleh senyumnya untuk beberapa lama. Melihat mereka berdua yang seperti itu, aku tidak bisa menahan tawa.

Kehidupan sehari-hariku telah kembali normal.

Sekarang setelah Hinako mengatasi kelelahan dari aktingnya, aku menyadari bahwa aku juga menyukai pemandangan ini. Selama ini, Hinako terpaksa menjadi Ojou-sama yang sempurna, jadi aku merasa ragu untuk menerima aktingnya, tetapi aku selalu berpikir bahwa Hinako yang sekarang juga menarik. ...Setelah dikenang-kenang lagi, mungkin Hinako mencoba mengganti karakternya dengan memahami perasaanku.

Latihan yang tampaknya dilakukan setelah sekolah kemarin, aku tidak bisa melihatnya karena ada pekerjaan OSIS, tetapi teman-teman sekelas memujinya dengan antusias. Dengan cara ini, kualitas drama tahun ini pasti akan memenuhi harapan Kagen-san.

Semua masalah sudah beres. ...Tidak, semuanya berjalan lebih baik dari sebelumnya.

Saat aku menikmati makan siang buatan keluarga Konohana dengan perasaan segar, Narika berbicara dengan ragu-ragu.

“Tapi... apa itu semua beneran cuma akting?”

Semua orang berhenti makan dan menatap Hinako.

Mungkin itu sesuatu yang dipikirkan semua orang secara diam-diam. Karena ada kesenjangan yang sangat kontras di antara Hinako mode Ojou-sama yang sempurna dan sifatnya yang sebenarnya.

Saat ketegangan mulai memenuhi udara, Hinako mengungkapkan.

“Sebenarnya, tidak seperti itu.”

Kemudian, semua orang mendengarkan pengakuan Hinako dengan mata terbelalak.

Aku... menyukai keripik kentang.”

 

◆◆◆◆

 

Pertemuan teh berakhir dengan damai, lalu aku serta Hinako menuju kelas bersama.

Kelihatannya Asahi-san dan Taishou diminta oleh teman-teman sekelas untuk melakukan pekerjaan terkait pementasan drama, jadi mereka bergerak cepat ke ruang guru. Kami juga menawarkan untuk membantu, tetapi sepertinya cukup mereka berdua yang melakukannya.

“Fyuh... capek.”

Setelah kami mulai berduaan, Hinako menunjukkan sisi aslinya.

“Akhirnya, besok ya.”

“Hmm... merepotkan...”

Meskipun dia bilang merepotkan, dia tetap berpartisipasi dalam semua latihan drama dan tampaknya benar-benar meningkatkan aktingnya. Dia ingin bersantai tetapi dia juga tidak ingin merepotkan orang lain.

Aku menyukai sifat Hinako yang kadang terlihat manja.

“Keripik kentang... hal itu diterima dengan baik, ya.”

“Ya. Aku jadi mengerti apa yang dikatakan Itsuki sebelumnya...”

Apa yang dia bicarakan?

Cerita mengenai begitu kamu menunjukkan sisi aslimu, kamu diterima dengan mudah...”

Ah...

Apa ini tentang saat aku menunjukkan cara bicara asliku?

Tidak... sepertinya keripik kentang lebih diterima dengan baik. Setelah itu, semua orang langsung mencari informasi tentang keripik kentang di smartphone mereka, dan akhirnya berujung pada, Mari kita bawa keripik kentang untuk pertemuan teh berikutnya! ...Apa semuanya baik-baik saja, Akademi Kekaisaran? Bayangan Jouto di dalam kepalaku menghela napas.

Tapi, berkat itu, semua orang tampaknya semakin menyukai Hinako.

“Reaksi semua orang juga terlihat senang. Sepertinya jarak antara Hinako dan mereka semakin dekat.”

“Hmm... Aku berencana untuk memberitahukan teman-teman sekelas setelah sekolah hari ini.”

Kurasa itu ide yang bagus. Bahkan Hinako yang asli pun memiliki banyak hal yang disukai orang.”

Namun, jika semua sisi asli Hinako ditampilkan, tentu saja ada masalah dengan reputasi keluarga Konohana. Tapi aku bisa membantu hal itu sebagai pengurusnya.

Hinako tidak ingin menjadikan keluarga besarnya murka. Jika demikian, aku akan mendukung keinginannya.

Ungkapan sempurna dalam kata-kata Ojou-sama yang sempurna bahkan mungkin termasuk ketidaksempurnaan. Lagipula, tidak mungkin ada manusia sempurna yang tidak memiliki satu pun kelemahan.

Berkat kejadian kali ini, jarak antara Hinako dan teman-teman sekelasnya tampaknya semakin dekat. Seolah-olah dia tidak hidup dalam kesendirian sama sekali.

“Tapi Itsuki, kamu pasti berdebar-debar melihatku sebagai Ojou-sama yang sempurna, kan...?”

“Ti-Tidak, itu karena, ya, biasanya juga sama...”

“Biasanya juga...?”

“Ugh.”

Sial, aku terlanjur bicara.

Ketika aku tanpa sadar menutup mulutku, Hinako tersenyum kecil.

“Kamu juga menyukai diriku yang satu ini, kan, Tomonari-kun?”

Hinako yang berubah menjadi Ojou-sama yang sempurna menatapku dengan senyuman lebar.

Bulu matanya yang panjang, mata yang sebening kristal... Sesuatu yang selama ini bisa kuabaikan, tiba-tiba menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan dan mengganggu hatiku.

Begitu rupanya... jika berakting tidak lagi membuatnya lelah, itu berarti...

Mulai sekarang, dia bisa bebas berganti peran kapan pun yang dia mau...

Sebaiknya kamu harus berhati-hati, oke.”

Hinako lalu mendekatkan wajahnya.

Karena diriku yang satu ini cukup agresif.”



 


 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama