Bad-end go no Heroine Vol 3 Chapter 8 Bahasa Indonesia

 

Chapter 8 — Buku Aneh

 

“Aku pulang.

Ah, selamat datang kembali!

Setelah melaporkan penukaran item dan penyelesaian misi di Guild Petualang, aku pulang ke rumah dan bertemu Aisha yang masih mengenakan piyama.

“Jangan bilang kamu menghabiskan waktu dengan pakaian itu?

“Emang? Karena sekolah dimulai besok, jadi aku ingin bersantai dan menyegarkan diri sampai saat itu.

Ketika aku bertanya, Aisha menjawab sambil menguap dengan terlihat mengantuk.

… Rasanya dia sedang berada di jalur menjadi manusia tak berguna, tapi apa dia benar-benar baik-baik saja?

Ah, mungkin aku bisa memikirkannya nanti.

Ngomong-ngomong, di mana Fine?

Fine-chan? Tadi aku melihatnya sedang melihat-lihat di dapur, dan sepertinya ada yang terlupa dibeli, jadi dia pergi terburu-buru dengan tas belanja.

Aku berpikir kenapa suasananya terasa sunyi sekali dan aku menyadari kalau ternyata Fine sedang berbelanja. Belakangan ini, ketika pulang, Fine selalu menyambutku atau kami pulang bersama…

… Hmm.

“Apaan nih~? Apa kamu merasa kesepian tanpa Fine kesayanganmu?

Ya, ada sedikit perasaan seperti itu. Tapi aku ingin bertanya sesuatu padamu.

“O-Ohh, jika kamu menjawabnya secara langsung, aku jadi merasa kecewa sendiri. Jadi, apa yang ingin kamu tanyakan?

Aku mengeluarkan buku sejarah yang kutemukan di saluran bawah tanah dari tas, lalu menunjukkan halaman yang terdapat catatan misterius kepada Aisha.

Setelah itu, aku mencoba mencari catatan serupa yang lain, tetapi akhirnya hanya menemukan tulisan yang sama di buku ini. Karena aku sudah mengeluarkan perisai pertahanan untuk melindunginya, seharusnya ada alasan di balik itu…

Eh, 'Monster-monster mengerikan itu berusaha mengambil alih kerajaan'? Apa-apaan ini?

Aku menemukannya secara kebetulan. Aku pikir kamu mungkin memiliki informasi tentang 'Kizuyoru' yang tidak kuketahui.

Wah, aku juga belum pernah melihat atau mendengar tentang ini, jadi aku tidak tahu.

… Jadi kamu benar-benar tidak tahu apa-apa, ya.

Tidak tahu, tidak tahu. Aku benar-benar belum pernah melihat ini.

Aisha menggelengkan kepala berkali-kali sambil mengatakan bahwa dia tidak tahu.

Jika melihat reaksinya, sepertinya dia tidak sedang berbohong.

“Umm, jika tidak ada yang lain, aku ingin kembali ke kamarku.

“Ah, ya, maaf sudah menghentikanmu.

Ya…

Setelah itu, Aisha pergi kembali ke dalam kamarnya, aku menghela napas.

Jika dia meninggal setelah kematianku, mungkin dia memiliki informasi tentang 'Kizuyoru' yang tidak kuketahui. Itulah sebabnya aku bertanya…

… Mungkin aku harus mandi dan mengganti pakaian.

Mungkin lebih baik jika aku berhenti memikirkan hal itu?

Dengan pikiran itu, aku memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang kotor dari saluran bawah tanah.

 

※※※※

 

Malam itu.

(Tapi apa yang harus kulakukan tentang itu…)

Sambil duduk di sofa ruang tamu dan menatap langit-langit, aku kembali memikirkan catatan misterius yang tertulis di buku sejarah yang kutemukan di saluran bawah tanah.

'Negara ini sudah berakhir. Monster-monster mengerikan itu berusaha untuk mengambil alih kerajaan.'

Aku tidak mengerti arti kalimat ini. Apa yang dimaksud dengan 'berakhir'? Dan apa makna sebenarnya dari 'monster-monster mengerikan' itu?

Aku mendengar bahwa istana adalah sarang yang penuh dengan roh jahat, tetapi apa monster-monster itu hanyalah ungkapan kiasan, atau itu merujuk pada ras iblis atau monster yang menyamar sebagai manusia?

Selain itu, orang yang menulis catatan ini tampaknya berada dalam posisi di mana dia bisa bertemu raja jika dia ingin, seperti yang tertera dalam kalimat [Aku harus menyampaikannya kepada Yang Mulia].

Jika demikian, mungkin ini seharusnya disampaikan kepada kesatria atau pejabat tinggi negara, tapi bisa juga ini hanyalah dokumen aneh yang ditulis sembarangan oleh seorang bangsawan yang mabuk dan dibuang begitu saja. Lagipula, jika aku jujur dan mengatakan, Aku menemukan ini di saluran bawah tanah, mereka mungkin tidak akan menganggapnya serius.

Apalagi sekarang, akibat berbunyinya ‘Lonceng Agung’, situasinya sudah sangat sibuk, dan mereka mungkin akan semakin dingin terhadapku…

Ash-san, mau teh?

Saat aku sedang berpikir harus berbuat apa, Fine datang menghampiriku dengan segelas es teh.

Ah, terima kasih.

Aku menerima gelas dari Fine dan segera meneguk teh yang dia buat.

Ya, seperti yang kuduga, teh buatan Fine memang yang paling enak di dunia.

“Aku senang mendengarnya…

Fine tersenyum lembut seperti biasanya, tapi dia tiba-tiba terdiam saat melihat wajahku.

… Fine? Apa ada sesuatu yang menempel di wajahku?

"Ah, ma-maafkan aku! Karena wajah Ash-san terlihat sangat tampan dan menawan seperti biasanya!

O-oh. Terima kasih atas pujiannya…?

Karena pujian itu datang begitu mendadak sehingga membuatku kebingungan dan aku mencoba menenangkan diri dengan meneguk es teh. Jika tidak ada yang aneh di wajahku, itu membuatku lega, tetapi mengapa Fine bereaksi seperti itu?

Saat aku merenungkan hal itu, Fine dengan ekspresi cemas bertanya padaku.

Umm, Ash-san. Apa ada sesuatu yang sedang kamu khawatirkan?

Kh-Khawatir? Ehm, kenapa kamu bertanya seperti itu…?

Habisnya, kamu kelihatan sangat Lelah hari ini. Selain itu, maaf jika ini terdengar aneh, tetapi aura atau suasana yang kamu pancarkan terlihat lebih gelap dan suram dari biasanya…

Aura yang gelap dan suram. Aku tidak merasa memancarkan hal semacam itu…

Tunggu sebentar. Sepertinya aku pernah mendengar kata-kata itu di suatu tempat? Pasti di dalam game 'Kizuyoru'──.

… Ah!

“Ma-Maafkan aku. Aku jadi mengatakan sesuatu yang aneh. Lupakan saja apa yang barusan aku katakan──

Fine. Bisakah kamu sampaikan kepada Nona Valen bahwa aku ingin bertemu dengannya setelah sekolah besok?

… Baiklah?

 

※※※※

 

Keesokan harinya sepulang skeolah, ketika aku sedamg mengerjakan PR di teras kantin Akademi Sihir Kerajaan yang sepi karena langit mendung, Fine dan Agnes datang bersama.

“Ma-Maaf sudah membuatmu menunggu.

Tidak, tidak, akulah yang seharusnya meminta maaf karena tiba-tiba memanggilmu.

Ti-Tidak ada masalah, sih…

Melihat mereka berdua berdiri berdampingan seperti ini rasanya mirip dalam adegan sebuah permainan, dan aku mengajak mereka untuk duduk.

Namun…

(Ternyata Fine sudah gelisah sejak kemarin, ya?)

Sambil memanggil pelayan untuk memesan teh tambahan untuk mereka, aku menatap Fine. Pada awalnya, kupikir dia bereaksi aneh karena bertengkar dengan Agnes atau semacamnya, tetapi karena mereka duduk bersebelahan, sepertinya bukan itu masalahnya, ya…

“Umm, jadi ada keperluan apa denganku?

Ehm, bagaimana keadaan kabar Aldy sekarang?

Aldy? Dia sudah pulih dan sepertinya sekarang sedang berjalan-jalan di sekitar.

Aldy adalah makhluk yang diciptakan oleh keluarga Count Valen, tempat Agnes berasal, dan sekarang berada dalam kontrak dengannya. Setelah menggunakan kekuatannya terlalu banyak, Aldy telah masuk ke dalam keadaan hibernasi beberapa waktu yang lalu, tetapi sepertinya sekarang sudah pulih cukup untuk bergerak bebas.

… Apa jangan-jangan kamu ada keperluan dengan Aldy?

Ah, ya. Maaf jika membuatmu merasa tidak enakan.

Tidak, tidak ada masalah! … Lihat, kan? Ternyata ini cuma imajinasimu saja.

“I-Iya, maaf ya, Agnes-san.

Agnes tampak lega dan menghela napas sambil mengusap dadanya, kemudian memberi sedikit dorongan pada tubuh Fine yang duduk di sebelahnya. Fine terlihat menundukkan kepala dengan rasa bersalah kepada Agnes.

Eh, ini sebenarnya ada apaan…?

Ja-Jadi, ini hanya masalah pribadiku…! Po-Pokoknya, tolong lupakan tentang ini untuk sekarang…!

O-Oh…

Kenapa Fine begitu panik? Apa yang sebenarnya terjadi?

Meskipun aku merasa sangat penasaran, tapi sepertinya Fine tidak ingin membicarakannya, jadi lebih baik aku membiarkannya saja untuk saat ini.

Ehm, jadi, Ash-san. Ada keperluan apa dengan Aldy?

Ah, ya. Aku ingin memintanya untuk menyelidiki ini.

Aku mengeluarkan buku sejarah yang kutemukan di saluran bawah tanah dari tas dan menunjukkan kepada mereka berdua.

… Eh? Rasanya seperti aku pernah merasakan suasana ini sebelumnya.

Fine melihatnya dengan bingung, memiringkan kepalanya. Kalimat yang dia ucapkan kemarin, Aura atau suasana yang kamu pancarkan terlihat lebih gelap dan suram dari biasanya… Itu adalah kalimat yang keluar saat dia melihat teman sekelas yang mencurigakan dalam game 'Kizuyoru', yang menjadi pemicu untuk quest mengusir iblis yang merasuki siswa tersebut.

Dan ada pengaturan bahwa seorang Saintess atau pendeta tinggi dapat segera mendeteksi iblis atau makhluk serupa. Artinya, buku ini, atau lebih tepatnya dokumen aneh yang tertulis di dalamnya, mungkin menyimpan informasi tersembunyi. Dengan pemikiran itu, aku memutuskan untuk meminta Aldy menyelidikinya.

Tentu saja aku akan memberikan imbalan. Bagaimana? Apa kamu bisa menerimanya?

“Kamu tidak perlu memberi imbalan segala! Aku sudah banyak dibantu oleh Ash-san! Hanya saja, informasi itu kemungkinan baru bisa disampaikan paling cepat minggu depan…

“Kalau memang begitu, itu sudah lebih dari cukup. Jadi, kita bertemu lagi di kantin pada siang hari minggu depan, dan saat itu kamu bisa memberitahuku.

Baik!

Aku berterima kasih kepada Agnes karena mau membantuku, lalu memberinya buku sejarah yang kutemukan di saluran bawah tanah. Dengan begitu, pertemuan hari itu pun berakhir dengan baik.

 

※※※※

 

Ash-san, Fine-chan, sampai jumpa besok.

“Iya, sampai jumpa besok.

Sampai jumpa lagi, Agnes-chan.

Setelah berpisah dengan Agnes di depan gedung sekolah, kami berdua pulang bersama.

Sekarang, karena cuacanya buruk, tidak banyak orang yang berjalan di jalan utama ibukota. Dengan waktu yang ada, Aisha pasti sudah pulang ke rumah, jadi jika ingin bertanya, ini adalah waktu yang tepat…

Fine, aku ingin bertanya sesuatu…

Apa itu tentang apa yang terjadi antara aku dan Agnes-chan tadi?

Ah, ya. Kamu benar.”

Usai mendengar tanggapanku, tatapan Fine mulai menghindar.

Sebenarnya, sejak kemarin saat Ash-san menyebut nama Agnes-chan, aku jadi merasa cemas…

Eh, kenapa?

… Aku bertanya apakah ada yang mengganggu pikiran Ash-san. Setelah mengatakannya, aku merasa itu sangat tidak peka dan tidak sopan… Dan aku jadi berpikir, apakah aku sudah membuatmu tidak suka padaku…

Eh? Tidak, tidak, itu terlalu berpikir negatif.

Aku hampir mengatakannya, tetapi melihat wajah Fine yang benar-benar sedih dan khawatir dengan air mata di matanya, aku terdiam.

Kalau diingat-ingat kembali, belakangan ini aku tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersamanya karena berbagai hal. Selain itu, meskipun dia semakin baik, Fine pernah mengalami pengkhianatan yang menyakitkan dari Elise, yang dulunya dianggap sebagai sahabatnya.

Memikirkan itu, wajar jika Fine merasa cemas.

Maaf. Aku tidak memikirkan perasaanmu.

Ak-Aku hanya merasa sedih sendiri, jadi Ash-san tidak melakukan kesalahan sama sekali! Ja-Jadi tolong angkat kepalamu…!

Saat aku menundukkan kepalaku, Fine terlihat sangat panik.

“Kurasa itu takkan membuatmu merasa lebih baik. Bukan permintaan maaf, tapi izinkan aku melakukan sesuatu untuk menebusnya.

Menebus? Itu tidak perlu──

Di situ, Fine tampak terkejut seolah mendapatkan ide, tetapi segera menggelengkan kepala dan mencoba mengabaikannya.

Jika ada yang ingin kamu minta, jangan ragu untuk mengatakannya. Meski aku tidak bisa melakukan segalanya, tetapi aku akan berusaha memenuhi permintaanmu sebisa mungkin.

Umm, kamu yakin?

“Iya.

Fine menggeliat dan mengeluarkan pertanyaan itu dengan susah payah. Ketika aku langsung menjawab, dia menundukkan kepalanya dan berkata,

Kalau begitu, um, bisakah kamu memanjakanku selama sehari penuh…?

Fine menyuarakan permintaannya dengan mata yang berkaca-kaca dan pipinya yang memerah, membuatnya terlihat sangat menggemaskan seperti seorang malaikat.

 


Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama