Chapter 7 — Kekacauan Baru
“Haah...
Haah...”
Pada malam
hari di ibu kota kerajaan yang dilanda hujan lebat
seolah-olah langit terbalik.
Seorang
wanita berkacamata berlari kencang di sebuah gang dengan
napas terengah-engah, seolah-olah dia berusaha
mati-matian sedang melarikan diri dari sesuatu.
Meskipun
pakaiannya basah karena hujan, penampilannya masih
kelihatan cukup bagus, dan jika orang bangsawan melihatnya,
mereka akan segera tahu bahwa dia berasal dari kelas atas.
Namun,
wanita itu tidak punya waktu untuk memikirkan lumpur yang mengotori pakaian dan
rambutnya, dengan ekspresi tertekan, dia terus memacu tubuhnya yang lelah untuk
melarikan diri dari ancaman yang mendekat dari belakang, berusaha sekuat tenaga
untuk menjauh dari 'sesuatu' yang mengejarnya.
“Kyah...!”
Namun,
karena ketakutan dan kepanikan, wanita itu tergelincir di genangan air dan
jatuh dengan keras.
Benturan itu
membuat kacamatanya
terlepas, dan percikan air menutupi wajahnya, mengaburkan pandangannya. Dia
segera menyadari bahwa bagian bawah tubuhnya tertutup oleh 'sesuatu'
yang lembab dan hangat.
“Ti-Tidak.
Tolong, berhenti! Ak-Aku
tidak akan melakukan ini lagi! Tolong! Seseorang,
tolong aku!”
Di dalam
kegelapan, wanita itu merangkak seperti anak yang dimarahi orang tua, menangis
sambil memohon kepada 'sesuatu' yang berlumpur.
Namun, 'sesuatu'
itu sama sekali tidak menghiraukan jeritan wanita tersebut, dan mulai
menghancurkan tubuhnya dengan kejam.
Akhirnya,
'sesuatu' itu memuntahkan apa yang dulunya adalah wanita—sebuah gumpalan
daging, tulang, pakaian, dan perhiasan yang bercampur. Setelah itu, gumpalan
tersebut dibuang ke saluran air, dan 'sesuatu' itu menghilang dalam
bayangan kegelapan.
Mayatnya ditemukan oleh para penjaga
beberapa jam kemudian.
Pada awalnya, jasadnya sulit untuk diintefikasi apa itu laki-laki atau
perempuan karena
tertutup lumpur dan kotoran. Namun, setelah menemukan jam saku dan gelang yang
bercampur di dalam gumpalan tersebut, terungkap bahwa itu adalah milik seorang
pelayan wanita yang melayani Pangeran Elzes, dan identitasnya pun
terungkap.
...Seorang
pelayan kerajaan, yang juga dianggap sebagai orang terdekat pangeran, telah meninggal
secara misterius. Dalam keadaan normal, berita ini akan diliput secara
besar-besaran dan menarik perhatian masyarakat tanpa memandang status.
Namun,
saat itu, ibu kota sedang dalam keadaan kacau akibat suara lonceng yang
berbunyi sehari sebelumnya—menandakan bahwa Raja Salus IX dalam kondisi
kritis.
Oleh
karena itu, para penjaga memperlakukan kematian mencurigakan pelayan wanita ini
sebagai kecelakaan, dan sebagian besar masyarakat pun tidak terlalu tertarik
atau peduli terhadap kejadian tersebut, sehingga perlahan-lahan terlupakan.
※
※ ※
(…Rasanya canggung banget)
Seminggu
setelah 'Lonceng Agung'
berbunyi. Suasana di
Akademi Sihir Kerajaan yang dilanda hujan deras memiliki suasana yang sangat
tegang.
Aku
merasa tidak nyaman dengan situasi di akademi, jadi aku berusaha masuk ke dalam kelas dan duduk di kursiku tanpa
menarik perhatian siswa lain.
Setelah berhasil menghindari keributan dari orang-orang aneh, aku menghela
napas lega.
Namun,
suasana di kelasku juga tegang, dan tidak ada situasi yang memungkinkan untuk
bersantai.
...Baiklah,
hari ini aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mencolok.
Saat aku
berpikir begitu dan mengeluarkan buku dari tas, tiba-tiba...
“Selamat
pagi, Ash. Hujannya deras
banget, ya?”
“Ah, ya.
Selamat pagi, Ian.”
Ian
menyapa dengan suasana ceria seperti biasanya sambil mengeringkan rambutnya
yang basah dengan handuk. Aku
merasa tenang melihatnya dan memutuskan untuk bersikap seperti biasa.
“Benar,
kalau hujan sampai segini, seharusnya sekolah diliburkan saja.”
“Ya. Aku
juga lebih suka bersantai di kamar asrama daripada kedinginan seperti ini
karena hujan.”
Ian duduk
di sebelahku dengan senyum pahit.
“...Tapi,
jika di sini saja seperti
ini, pasti keadaan di tempat lain lebih parah, iya ‘kan?”
Ian
berbicara dengan suara pelan sambil mengawasi sekeliling.
“Ya. Aku
khawatir Fiine akan mengalami hal buruk lagi.”
“Fine
tahu bahwa kamu melindunginya, jadi seharusnya dia baik-baik saja. Meskipun ada
kemungkinan dia dikerubungi orang-orang yang ingin menariknya ke pihak
mereka.”
“Aku
sudah mendengar bahwa sebelum dan sesudah pergantian raja, situasinya bisa sangat
kacau, tapi aku tidak
menyangka bakalan sejauh
ini...”
Saat ini,
suasana tegang yang luar biasa menyelimuti Akademi Sihir Kerajaan.
Penyebabnya
adalah 'Lonceng Agung'
yang berbunyi minggu lalu, mengumumkan bahwa raja dalam kondisi kritis.
Kondisi
kesehatan raja dikelola dengan tingkat kerahasiaan negara, dan informasi
tentang penyakitnya hanya diketahui oleh beberapa orang dekat, dokter, dan
pejabat tinggi. Namun,
jika raja jatuh ke dalam kondisi kritis, itu berbeda.
Pasalnya,
dalam situasi terburuk, raja mungkin akan meninggal
dunia, yang akan memicu kekacauan dalam perebutan tahta dan berdampak besar pada
kehidupan masyarakat.
Kenyataannya,
ketika raja beberapa generasi lalu mengalami kondisi kritis, mereka
menyembunyikannya, yang mengakibatkan ketidakpercayaan dari rakyat, dan ada
teori konspirasi bahwa raja saat itu dibunuh oleh
keluarga kerajaan atau anggota kementerian sehingga memicu banyak masalah.
Oleh
karena itu, para dokter harus melakukan pemeriksaan dengan hati-hati, dan jika
mereka memastikan bahwa raja dalam kondisi kritis, mereka segera mengumumkannya
baik di dalam maupun luar negeri.
Namun,
kali ini, ada kemungkinan kekacauan terjadi dengan makna yang berbeda.
Pertama-tama,
hak waris Pangeran Albert yang merupakan tokoh utama dalam insiden Elise, yang
saat ini sedang melarikan diri ke luar negeri, belum dicabut secara resmi.
Dan
meskipun Pangeran Elzes secara formal menjadi pangeran, Raja Salus IX entah
kenapa merasa tidak suka terhadap Elzes dan ada rumor bahwa ia berusaha memindahkan
posisi pangeran kepada 'Putri Pertama' dan menjadikannya sebagai putri
raja.
Karena
situasi tersebut, tidak ada kepastian siapa yang
akan menjadi raja berikutnya, dan juga tidak ada kepastian sampai kapan Raja
Salus IX akan bertahan, sehingga orang-orang berada dalam keadaan curiga, tidak
tahu siapa yang musuh dan siapa yang teman, serta kepada siapa mereka harus
berpihak untuk mendapatkan rasa aman.
Dalam
game 'Kizuyoru', ada quest acara 'Cahaya Pembebasan' yang hampir
pasti terjadi di akhir tahun pertama, yang merupakan quest wajib untuk
menyelesaikan permainan jika tidak ingin mendapatkan bad ending, di mana
kutukan yang dijatuhkan kepada raja harus dilenyapkan.
Dengan
kekuatan Fiine, kutukan yang menimpa raja akan lenyap,
dan dia juga akan menyadari bahwa dirinya adalah seorang Saintess, yang pada gilirannya akan
mengubah kesadaran siswa-siswa di akademi, serta meningkatkan tingkat hubungan
dengan setiap target yang bisa didekati. Itulah
sebabnya ini quest yang sangat penting.
Namun,
dalam dunia yang sudah menghadapi rute bad
ending, quest ini tentu saja tidak akan terjadi dan tidak akan
diselesaikan.
Jika
aku ingat-ingat kembali sekarang, saat aku bertemu dengan raja
sebelumnya, dia tampak sedikit kurus dan lelah. Lebih dari itu, setelah beberapa
bulan berlalu, situasinya mungkin semakin serius...
(Sungguh,
dampak dari bad ending saja sudah
sangat besar ini.)
Aku
mengeluh dalam hati sambil berharap situasi ini segera berakhir.
Putri
Pertama Kerajaan Lacresia, yang mulia Leticia
a Lacresia.
Dia
adalah putri dari salah satu paman Raja Salus IX, yang kehilangan kedua orang
tuanya dalam kecelakaan saat masih kecil, dan karena pengaturan raja, dia
menjadi putri angkat dan diangkat menjadi Putri Pertama, sehingga memiliki
latar belakang yang rumit.
Selain
itu, di dalam 'Kizuyoru', dia hanya disebutkan
tanpa pernah muncul dalam cerita utama, menjadikannya karakter yang penuh
misteri.
Para pemain sering berkomentar, “Apa ini semacam petunjuk untuk sekuel?” atau “Mungkin dia dihapus dari cerita
karena tenggat waktu yang ketat,”
tetapi sekarang, tidak ada cara untuk mengetahui kebenarannya.
Namun,
masalahnya...
“Faktanya,
ada kemungkinan Putri Leticia yang tidak aku kenal baik dari segi wajah maupun
sifat akan terlibat dalam inti cerita...”
Sepulang sekolah, karena baru-baru ini
banyak pengeluaran, aku mengunjungi 'Wilayah Tersembunyi' untuk mencari
cara mendapatkan uang. Sambil mengisi tas dengan barang-barang yang mungkin
bisa dijual dengan harga tinggi, aku menghela napas dan bergumam.
Putri
Leticia jarang muncul di depan publik, sama seperti di dalam game.
Dikatakan
bahwa dia mengalami luka parah di wajah akibat kecelakaan yang merenggut nyawa
orang tuanya, sehingga Putri Leticia hanya bertemu dengan beberapa orang,
seperti pelayannya yang sudah lama mengabdi, Elzes, dan Raja Salus IX.
Karena
itulah, beberapa
bangsawan mulai meragukan keberadaan Putri Leticia, dan bahkan
namanya tidak dikenal oleh rakyat.
Namun,
setelah berita tentang kondisi kritis raja dan usaha Salus IX untuk menjadikan
Leticia sebagai putri raja menyebar, keberadaannya tampaknya meningkat dengan
cepat...
Meskipun
begitu, karena dia tetap tidak muncul di depan umum, tidak ada bangsawan
berpengaruh yang dapat menjalin hubungan dengannya.
Jika
keadaan seperti ini terus berlanjut, mana
mungkin dia bisa menggantikan Elzes sebagai pemegang hak waris dan naik tahta
sebagai ratu. Namun, Salus IX dikabarkan telah mengatakan kepada orang-orang
terdekatnya, “Jika terjadi sesuatu padaku, segera buka surat wasiatku.”
Akibatnya,
teori tentang kelahiran Ratu Leticia tidak pernah surut, dan suasana di istana
menjadi sangat tegang. Namun,
masalah yang lebih besarnya justru,
setelah insiden Elise, aku dan Fine kini berpotensi terlibat dalam perebutan
kekuasaan di istana.
Sementara
itu, sampai keadaan raja stabil, aku akan berusaha untuk tidak mencolok.
...Nah,
setidaknya aku sudah berhasil mengumpulkan barang berharga.
Karena
hujan, kemungkinan bertemu dengan siswa akademi sangat kecil, tetapi tetap
lebih baik untuk bersikap hati-hati saat keluar dari 'Wilayah Tersembunyi'
menuju saluran bawah tanah.
Ketika
aku mendekati pintu masuk dungeon, aku melihat tumpukan kotoran, sampah, dan
daging busuk yang tidak seharusnya ada di sana. Memang sering terjadi bahwa mayat
yang dibuang dari permukiman kumuh akan terlempar ke saluran bawah tanah ini,
jadi ini bukan pertama kalinya aku melihat hal seperti ini.
Aku sudah
mendapatkan izin untuk mengunjungi area ini dengan misi 'Membersihkan
Saluran Bawah Tanah'. Dan pembersihan ini adalah istilah untuk mengurus
mayat yang menyumbat saluran.
...Pokoknya, jika aku tidak menyelesaikan
misi yang diberikan, citraku di guild akan buruk.
Jika itu
terjadi, aku tidak akan bisa datang ke saluran bawah tanah ini dengan tenang.
Meskipun dengan gelar yang kumiliki sekarang, aku mungkin bisa mengatasinya,
tetapi jika itu terjadi, aku akan menarik perhatian orang lain, dan keberadaan 'Wilayah
Tersembunyi' bisa terbongkar.
Oleh
karena itu, meskipun sangat menjijikkan, aku harus membersihkan tumpukan daging
busuk dan kotoran ini. Meskipun
pembersihan itu hanya berarti membakar semuanya sampai tidak tersisa.
Benda-benda
yang terdampar di sini merupakan sesuatu
yang dianggap tidak berharga oleh dunia dan dibuang. Mereka adalah makhluk yang
membusuk tanpa ada yang meratapi kematian mereka.
Di ibu
kota, ada perisai dari Sang Mahardika
Uranos yang mencegah monster dari luar memasuki wilayah tersebut, tetapi
monster yang muncul di dalam tidak terpengaruh oleh perisai tersebut.
Oleh
karena itu, orang-orang yang mengalami akhir tragis dan dibuang ke saluran air,
serta terdampar di tempat seperti ini, pasti memiliki rasa dendam, dan untuk
mencegah mereka menjadi monster, mereka disiram dengan air suci murahan sebelum dibakar dengan api.
Inilah
kebenaran dari misi 'Membersihkan Saluran Bawah Tanah' yang harus
dijalani oleh banyak petualang pemula dan yang akan menyaring mereka.
Meskipun
sekarang sudah terlambat, cerita semacam ini tidak ada dalam game 'Kizuyoru'
maupun dalam buku panduan dan materi pengaturan. Apa mungkin inilah dampak dari
penyesuaian yang dilakukan ketika dunia game menjadi kenyataan?
Sambil
memikirkan hal itu, aku menyiramkan air suci ke tumpukan kotoran dan bersiap
untuk membakarnya menggunakan alat sihir, tapi pada saat
itu aku melihat sesuatu.
Sebuah
buku dengan sampul mewah di dalam tumpukan itu menarik perhatianku.
Ketika
aku mengambilnya, tampaknya buku itu dilindungi oleh suatu sihir atau alat
sihir, karena tidak ada kotoran atau air yang menempel padanya.
...Jika
orang-orang dari permukiman kumuh menemukan ini, mereka pasti akan merobeknya
dan menukarnya dengan uang. Namun, kenyataannya buku ini terdampar di sini,
mungkin ada seseorang yang sengaja menyembunyikannya...
Setelah
mengambil buku itu, aku menyelesaikan misi 'Membersihkan Saluran Bawah
Tanah' dan membuka buku untuk memeriksa isinya.
Sepertinya
ini adalah buku tentang sejarah negara ini. Sebenarnya, aku pernah melihat buku
yang sama persis di perpustakaan akademi. Namun, sebuah pertanyaan muncul, mengapa
seseorang ingin menyembunyikan buku ini dengan sihir?
Saat aku
membaca secara cepat, tiba-tiba...
(Hmm, apa
ini?)
Di bagian
belakang buku, aku menemukan catatan yang ditulis dengan terburu-buru di
halaman bertajuk 'Lacresia Modern'.
Dan di
situ tertulis──.
『Negara ini sudah tamat.
Monster-monster mengerikan itu berusaha mengambil alih kerajaan. Segera, aku harus
memberitahu Yang Mulia tentang kenyataan ini. 』
Sebelumnya | Daftar isi | Selanjutnya