Bad-end go no Heroine Vol 3 Chapter 10 Bahasa Indonesia

 

Chapter 10 — Pertama Kali × Pertama Kali

 

Uhn, hyah…!?”

Aku, Fine Staudt, terbangun oleh cahaya senja yang masuk dari jendela dan hampir saja mengeluarkan suara karena situasi yang kuhadapi. Di hadapanku, tepat di depan mata dan hidungku, ada senyum manis Ash-san yang sedang tidur nyenyak. 

Dan Ash-san ternyata memelukku sebagai bantal…!? 

Te-Tenanglah, aku harus tenang! Aku tidak ingin membuat keributan dan membangunkan Ash-san, dan yah, aku juga ingin mengamatinya yang sedang tidur seperti ini… 

Ta-Tapi, aku sekarang berpakaian cukup tidak pantas, jadi aku ingin berganti pakaian, tapi… tapi…! 

“Pe-Permisi 

Setelah melalui banyak pertimbangan, aku memutuskan untuk berganti pakaian. Aku perlahan-lahan melepaskan diri dari pelukannya, berusaha agar tidak menimbulkan suara saat keluar dari ruang tamu. 

Untungnya, sepertinya aku berhasil tanpa membangunkan Ash-san, dan saat aku menuju kamarku, aku menghela napas lega. 

Kemudian, saat aku mencoba membersihkan tubuh dengan sihir, aku teringat kembali pada apa yang terjadi sebelum aku tertidur. Aku tidak bermaksud seperti itu. Sungguh, aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu. 

Akhir-akhir ini, Ash-san kelihatan sangat sibuk dan tidak banyak memiliki waktu untukku, sehingga muncul rasa cemas dan kesepian tentang apa aku benar-benar telah menjadi kekasih Ash-san. Aku pun akhirnya mengungkapkan keinginanku untuk dimanjakan. 

Namun, saat itu, aku hanya ingin dimanjakan, tidak pernah terpikir untuk melakukan hal-hal seperti itu…! 

Aku merasakan wajahku memerah dan meletakkan tangan di dadaku. Kami telah membuka diri satu sama lain. Kami telah mengungkapkan segalanya.  Aku telah melihat sisi Ash-san yang tidak kukenal, dan aku telah menunjukkan sisi diriku yang belum kukenal sebelumnya.  

Ada banyak penemuan dan pengetahuan baru juga kudapatkan. Tidak kusangka kalau Ash-san tuhAsh-san tuh…!? 

…!?

Percuma saja. Jika aku terus memikirkan hal itu, aku benar-benar akan gila. Ma-Maksudku, Aisha-chan pasti akan segera pulang, kan!? Aku tidak bisa membiarkan anak sekecil itu melihat pemandangan seperti itu…! 

Dengan panik, aku membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum menuju ruang tamu untuk membangunkan Ash-san. 

….

Ash-san masih tidur nyenyak di atas sofa, masih dalam posisi sama seperti saat aku keluar tadi. Perasaan panas kembali muncul dalam diriku, dan aku berusaha keras untuk menahannya sambil mencoba membangunkan Ash-san dengan lembut. 

Ah, um. Ash-san, ayo bangun?

Mm, mmm...

Ash-san memberikan reaksi, tapi dirinya tidak bangun, malah membelakangiku seperti anak-anak di panti asuhan. Namun, situasinya mendesak. Aku harus memaksa Ash-san untuk bangun──! 

… sebentar lagi saja.

Ti-Tidak boleh! Aisha-san akan segera pulang, jadi ayo cepat bangun──hyah!?" 

Ash-san menangkap lenganku yang mengguncang badannya dan menarikku ke atas sofa, memelukku dengan erat. 

Ja-Jangan-jangan, kita akan melakukan hal-hal seperti itu lagi…!? 

Ah, hangat sekali…

Ash-san menggosokkan wajahnya ke pipiku dan tersenyum bahagia. Ap-Apa ini berarti Ash-san menjadikanku bantal guling…? 

Dalam perasaan yang campur aduk karena keadaan bingung dan malu, Ash-san semakin erat memelukku. Ini gawat. Ini benar-benar tidak baik. 

Aku merasa ingin terus dipeluk seperti ini, dan bahkan ingin melakukan hal-hal lebih jauh. Tapi jika kita terus seperti ini, Aisha-chan akan pulang dan melihat situasi yang lebih tidak baik. 

Jadi, jadi…! 

“Mau bagaimana lagi, kan? 

Setelah menguatkan tekad, aku perlahan-lahan menggenggam wajah Ash-san dan memberikan ciuman yang menggairahkan di bibirnya. Ash-san membuka matanya lebar-lebar dan menatap wajahku dengan penuh perhatian. 

Puha, haah, apa kamu sudah bangun?

Ah, ahh. Aku bangun. Ehm, Fine? Ini… apa yang terjadi…?

“A-Aisha-chan sebentar lagi akan pulang. Jadi, mari kita bangun dan merapikan semuanya, oke?

Setelah aku mengatakannya, Ash-san langsung bangkit, memeriksa tubuhnya dan sofa, lalu mengangguk berkali-kali dalam diam. 

Meskipun aku merasa sedikit tidak puas, aku memutuskan bahwa sekarang bukan waktunya untuk itu dan mengubah pola pikirku, jadi aku mulai membersihkan kamar bersama Ash-san.

 

 


Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama