Chapter 10 — Pertama Kali × Pertama Kali
“Uhn,
hyah…!?”
Aku, Fine
Staudt,
terbangun oleh cahaya senja yang masuk dari jendela dan hampir saja
mengeluarkan suara karena situasi yang kuhadapi. Di hadapanku,
tepat di depan mata dan hidungku, ada senyum manis Ash-san yang sedang tidur
nyenyak.
Dan Ash-san
ternyata memelukku sebagai bantal…!?
Te-Tenanglah, aku harus tenang! Aku
tidak ingin membuat keributan dan membangunkan Ash-san, dan yah, aku juga ingin mengamatinya yang sedang tidur seperti ini…
Ta-Tapi,
aku sekarang berpakaian cukup tidak pantas, jadi aku ingin berganti pakaian,
tapi… tapi…!
“Pe-Permisi…”
Setelah melalui banyak pertimbangan, aku
memutuskan untuk berganti pakaian. Aku perlahan-lahan melepaskan diri dari
pelukannya, berusaha agar tidak menimbulkan suara saat keluar dari ruang
tamu.
Untungnya,
sepertinya aku berhasil tanpa membangunkan Ash-san, dan saat aku menuju
kamarku, aku menghela napas lega.
Kemudian,
saat aku mencoba membersihkan tubuh dengan sihir, aku teringat kembali pada apa
yang terjadi sebelum aku tertidur. Aku
tidak bermaksud seperti itu. Sungguh, aku benar-benar tidak bermaksud seperti
itu.
Akhir-akhir
ini, Ash-san kelihatan sangat
sibuk dan tidak banyak memiliki waktu untukku, sehingga muncul rasa cemas dan
kesepian tentang apa aku benar-benar telah menjadi kekasih Ash-san. Aku pun
akhirnya mengungkapkan keinginanku untuk dimanjakan.
Namun,
saat itu, aku hanya ingin dimanjakan, tidak pernah terpikir untuk melakukan
hal-hal seperti itu…!
Aku merasakan
wajahku memerah dan meletakkan tangan di dadaku. Kami telah membuka diri satu sama
lain. Kami telah mengungkapkan segalanya.
Aku telah melihat sisi Ash-san
yang tidak kukenal, dan aku telah menunjukkan sisi diriku yang belum kukenal
sebelumnya.
Ada banyak
penemuan dan pengetahuan baru juga kudapatkan. Tidak kusangka kalau Ash-san tuh… Ash-san
tuh…!?
“…!?”
Percuma saja.
Jika aku terus memikirkan hal itu, aku benar-benar akan gila. Ma-Maksudku, Aisha-chan pasti akan segera pulang, ‘kan!? Aku tidak bisa membiarkan
anak sekecil itu melihat pemandangan seperti itu…!
Dengan
panik, aku membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum menuju ruang tamu
untuk membangunkan Ash-san.
“….”
Ash-san
masih tidur nyenyak di atas sofa, masih dalam posisi sama
seperti saat aku keluar tadi. Perasaan
panas kembali muncul dalam diriku, dan aku berusaha keras untuk menahannya
sambil mencoba membangunkan Ash-san dengan lembut.
“Ah,
um. Ash-san, ayo bangun?”
“Mm,
mmm...”
Ash-san
memberikan reaksi, tapi dirinya tidak
bangun, malah membelakangiku seperti anak-anak di panti asuhan. Namun, situasinya mendesak. Aku
harus memaksa Ash-san untuk bangun──!
“…
sebentar lagi saja.”
“Ti-Tidak
boleh! Aisha-san akan
segera pulang, jadi ayo cepat
bangun──hyah!?"
Ash-san menangkap
lenganku yang mengguncang badannya
dan menarikku ke atas sofa,
memelukku dengan erat.
Ja-Jangan-jangan,
kita akan melakukan hal-hal seperti itu lagi…!?
“Ah,
hangat sekali…”
Ash-san
menggosokkan wajahnya ke pipiku dan tersenyum bahagia. Ap-Apa ini berarti Ash-san
menjadikanku bantal guling…?
Dalam perasaan yang campur aduk karena keadaan
bingung dan malu, Ash-san semakin erat memelukku. Ini gawat. Ini benar-benar tidak
baik.
Aku
merasa ingin terus dipeluk seperti ini, dan bahkan ingin melakukan hal-hal
lebih jauh. Tapi jika
kita terus seperti ini, Aisha-chan
akan pulang dan melihat situasi yang lebih tidak baik.
Jadi,
jadi…!
“Mau
bagaimana lagi, ‘kan?”
Setelah
menguatkan tekad, aku perlahan-lahan menggenggam wajah Ash-san
dan memberikan ciuman yang menggairahkan
di bibirnya. Ash-san
membuka matanya lebar-lebar dan menatap wajahku dengan penuh perhatian.
“Puha,
haah, apa kamu sudah bangun?”
“Ah,
ahh. Aku bangun. Ehm, Fine? Ini… apa yang terjadi…?”
“A-Aisha-chan sebentar lagi akan
pulang. Jadi, mari kita bangun dan merapikan semuanya, oke?”
Setelah
aku mengatakannya, Ash-san langsung bangkit, memeriksa tubuhnya dan sofa, lalu
mengangguk berkali-kali dalam diam.
Meskipun aku merasa sedikit tidak puas, aku memutuskan bahwa sekarang bukan waktunya untuk itu dan mengubah pola pikirku, jadi aku mulai membersihkan kamar bersama Ash-san.
Sebelumnya | Daftar isi | Selanjutnya