Gimai Seikatsu Volume 16 Selingan Bahasa Indonesia

 

Selingan — Riwayat Panggilan

 

Yuuta : "Halo?

Saki   : Halo. ... kamu masih hidup?"

Yuuta : “Apa itu hal pertama yang kamu katakan?

Saki   : “Habisnya, kamu baru meneleponku sekarang setelah membaca pesanku.

Yuuta : Maafin aku atas keterlambatannya. Bukan aku yang mati, tapi Wi-Fi-nya. Sebenarnya, aku belum pernah mengutak-atik router sendiri, jadi aku sempat kesulitan. Di rumah, ayah selalu mengurusnya.

Saki    : Oh... Jadi, sekarang sudah pulih?

Yuuta : “Entah bagaimana bisa hidup kembali. Sepertinya tidak akan sampai menghabiskan gaji untuk biaya telepon.

Saki   : Bagus. ... Ngomong-ngomong, kamu makan apa buat makan malam?

Yuuta : Hmm, oyakodon dari minimarket.

Saki    : Gizinya...?

Yuuta : Tenang saja, ada proteinnya kok...

Saki    : Sayuran?"

Yuuta : ... Ada bawang di oyakodon itu.

Saki    : Hah...

Yuuta : Tunggu. Aku baru mulai hidup sendiri. Aku masih dalam proses menata lingkungan kehidupanku.

Saki    : Yha, itu memang hakmu. Tapi... aku khawatir kalau kesehatanmu terganggu.

Yuuta : ... Aku akan mengingatnya.

Saki    : Bagus.

Yuuta : Bagaimana denganmu? Apa ada perubahan di rumah?

Saki    : Ada. Koridornya terlalu panjang.

Yuuta : “Kurasa mana mungkin panjangnya mendadak berubah...

Saki    : Ini soal perasaan. ... Ketika aku pulang, tiba-tiba entah kenapa lorongnya terasa panjang.

Yuuta : ...........

Saki    : “Kenapa kamu mendadak diam?

Yuuta : Tidak, di sini juga rasanya sepi. Hanya ada suara mesin kulkas.

Saki   : Apa kamu sudah rindu dengan rumah?

Yuuta : “Tentu saja belum sampai segitunya. Tapi, aku mulai merasakan keinginan untuk menyalakan TV atau smartphone. Dulu, saat di rumah, waktu sepi itu bisa digunakan untuk membaca dengan baik. Tentu saja, perasaan menunggu keluarga pulang dan tahu mereka tidak akan kembali itu sangat berbeda.

Saki    : ... Mungkin aku pernah merasakannya di masa lalu.

Yuuta : Saki?

Saki   : Ah, lupakan apa yang kubilang tadi. ... Bagaimana dengan cucian?

Yuuta : Sudah.

Saki   : Bagus sekali. Sudah dijemur?"

Yuuta : Iya, sudah."

Saki   : Sudah diambil?

Yuuta : “Tidak, tidak, tidak. Kuharap kamu bisa sedikit lebih percaya padaku. Saat di rumah, aku juga melakukan bersih-bersih dan mencuci.

Saki   : Bagaimana dengan dapur? Apa kamu punya spons?

Yuuta : ... Mungkin tidak ada.

Saki   : Hehem~.

Yuuta : Kenapa kamu kelihatan senang begitu?

Saki   : Karena barang-barang yang biasa ada di rumah sekarang harus kamu siapkan sendiri. Jadi kurasa ada banyak hal yang mungkin kamu lupakan."

Yuuta : egitu.

Saki   : Ya, meskipun aku belum pernah tinggal sendiri. Sebelum ibu menikah lagi, aku hampir bisa dibilang hidup sendiri. Kamu bisa memanggilku Sensei.”

Yuuta : Saki-sensei, aku menantikan bimbingan dan arahanmu yang bijak.

Saki   : “Fufufu. Baiklah. Hehehe.

Yuuta : Haha.

Saki   : ........................

Yuuta : Saki?”

Saki   : Ya?

Yuuta : Apa terasa aneh saat aku tidak ada di rumah?

Saki   : Iya. Meskipun pintu kamarmu tertutup, tapi tidak ada aura kehadiranmu. Rasanya aneh.

Yuuta : ......

Saki   :Apa?

Yuuta : Maaf.

Saki   : Jangan minta maaf. Itu keputusanmu. Aku tidak punya hak untuk menghentikannya.

Yuuta : Ya... terima kasih.

Saki   : ... Hmm.

Yuuta : “Umm, begini, aku ingin kamu menganggap ini sebagai cerita konyol sih.

Saki   : Apa itu?

Yuuta : Tadi... aku hampir bilang 'aku pulang'.

Saki   :... Aku juga sama. Aku hampir mengatakan 'selamat datang kembali'.

 

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama