Shibo End Vol 2 Chapter 7 Bahasa Indonesia

Chapter 7 Ketidaknyamanan

 

Waktunya dimundurkan kembali setelah Satoshi meninggalkan ruangan untuk mengejar Hibise.


Haah......

Akhirnya aku bisa menghela napas lega setelah pintu tertutup dan merasakan lkalau angkah kaki Satoshi-kun menjauh. Lututku mendadak terasa lemas, dan aku jatuh ke lantai. 

“Kamu memang wanita yang baik ya, Satsuki.” 

Aku merasakan ada kehadiran yang mendekatiku. Reine meletakkan tangannya di kepalaku tanpa ragu

......Tidak juga.

Aku merasakan panas menjalar di pipiku. 

Reine sendiri bagaimana? Bukannya kamu habis dipukul oleh Hibise?

Aku sudah terbiasa dengan kekerasan.

Jawabannya langsung. Dan dia tersenyum saat mengatakannya. 

......Tapi, aku cukup terkejut dengan Hibise. 

“Bener banget~. Aku bisa menduga dia terlibat dengan Satoshi-kun selama masa SMA, tapi aku tak pernah menyangka kalau Satoshi-kun juga bisa melupakan semuanya, ya~. 

Perkataan Shino dan Shuna membuat hatiku terasa sakit

Satoshi-kun juga...... merupakan korban dari 'kekuatan pengoreksian dunia', ya?

Satoshi adalah karakter mob, tapi dirinya juga seorang reinkarnator. Reinkarnator tidak terpengaruh oleh 'kekuatan pengoreksian dunia'. Mereka adalah makhluk istimewa yang berbeda dari kami. Itulah pemikiran egois kami sendiri

Satoshi berusaha mengubah skenario untuk bertahan hidup. 

Reine melanjutkan dengan tenang. 

“Mana mungkin ia tidak pernah terpengaruh oleh 'kekuatan pengoreksian dunia'...... sebaliknya, itu tidak alami. 

"Dan yang terlupakan adalah—— Harusora Hibise. Dia juga merupakan 'korban kekuatan pengoreksian' dalam LoD, ya............

Dia pasti menderita, ya~.........

Keputusasaan saat pria yang dicintainya pergi menuju kematiannya demi wanita lain. 

Kelegaan karena menentang takdir itu dan kembali hidup-hidup. 

Namun, ketika mereka berdua bertemu kembali, Satoshi-kun tertawa bersama kami

Semua waktu dan perasaan yang telah dia curahkan dilupakan sepenuhnya

Haah............

Jika lawannya adalah orang-orang biasa, kami bisa mengancamnya agar tidak pernah mendekati Satoshi-kun lagi, dan itu akan menjadi akhir dari semuanya. 

Tetapi, rasanya terlalu menyedihkan untuk melakukan itu

...............Apa yang harus kita lakukan? 

Aku memandang mereka bertiga dan bertanya. 

Kupikir tidak apa-apa jika aku memperlakukannya sebagai junior dan teman Satoshi....aku takkan mempermasalahkannya.”

Reine bergumam pelan. 

Tentu saja, aku tidak mau oke? Aku tidak mau mengizinkan seorang wanita yang mencintai Satoshi terus berada dekat dengannya. Tapi..... 

Reine tampak menunduk, seolah-olah dia bersimpati pada Hibise. 

“Secara pribadi, aku juga menentangnya. Orang-orang istimewaku adalah Satoshi dan kalian semua. 

Ucap Shino sambil menghela napas ke arah kosong. 

Namun, melakukan itu terlalu kejam............

............Bagaimana denganmu, Shuna?

Ketika aku bertanya demikian, Shuna sedikit memiringkan kepalanya. 

Aku merasa tidak terlalu peduli mengenai apa yang terjadi. Pada akhirnya, semuanya terserah pada Satoshi-kun yang akan memilih~.”

Setelah mendengar hal tersebut, pandangan semua orang tertuju pada Shuna. 

“Bahkan kita harus menerima Hibise sebagai yang kelima...? 

Ya, benar~. Karena dalam artian tertentu, LoD sudah mengacaukan kehidupannya, jadi aku tidak menemukan alasan untuk menolaknya. 

Benar............

Memang benar......

Aku setuju dengan apa yang dikatakan Shuna-san.

Pendapat kami semua mulai saling bertumpang tindih. Perasaan emosi yang berbeda menuju kesimpulan yang sama.

Aku menghela napas dalam-dalam dan sedikit merilekskan bahuku. Udara yang tegang mulai melonggar, dan suasana ceria kembali ke ruangan. 

“Yah, meskipun begitu, aku masih merasa untuk langsung mengakui Hibise sebagai yang kelima. Tapi aku bisa menerima bahwa dia adalah teman Satoshi-kun untuk saat ini.

Bukannya lebih baik begitu? 

Reine mengangguk pelan. 

Aku juga akan kesulitan jika diminta untuk memperlakukannya sama seperti kalian.

Saat mengatakannya, Reine sedikit mengalihkan pandangannya. 

——Jika itu membuatmu merasa malu, seharusnya kamu tidak perlu mengatakannya. 

Aku juga memikirkan hal yang sama.

Shino melanjutkan dengan tenang. 

“Kurasa kita harus mengenal Hibise-san terlebih dahulu.

Setelah jeda sejenak, Shino menundukkan pandangannya sedikit. 

Selain itu, aku merasa bahwa kecemburuan dan keposesifan kita tidak seharusnya mengikat hubungan pertemanan Satoshi-san..... 

Dia mengatakannya dengan lembut, tetapi isi kata-katanya cukup tajam. 

Mungkin benar apa yang dikatakan Shino~.

Shuna membalas dengan senyuman masam sambil mengangkat bahunya. 

Lagipula, jika Satoshi-kun terlibat dengan orang aneh karena dia tidak punya teman, hal itu bisa menjadi masalah yang tidak bisa diubah, kan~?" 

...... Itu mungkin benar.

Aku terdiam sejenak. 

Selain itu, aku cukup menyukai Hibise-chan~. Dia mirip dengan Reine-chan~. 

............... Apa maksudmu?

Reine langsung memelototinya

Ah, aku paham banget! Dia seperti adik yang tidak bisa dibiarkan begitu saja! 

Benar banget~. Dia terlalu menyedihkan sampai-sampai ingin diperhatikan.

“Sudah kubilang, berhentilah memperlakukanku seperti adik perempuan!

Hehe, kamu lucu banget.

............

Shino secara tidak sengaja mengulurkan tangannya ke kepala Reine, dan Reine hanya menunjukkan sedikit perlawanan. Akhirnya, dia sedikit membungkukkan kepalanya agar Shino bisa mengelusnya dengan mudah. 

Jangan seenaknya mengelus kepalaku........... dasar bodoh. 

Suasana lembut mengalir di dalam ruangan

Tidak ada yang salah jika Satoshi-kun memiliki teman. 

――Kalau begitu.

Aku berdehem ringan untuk membersihkan tenggorokanku. 

Apa kita bisa menganggap kalau masalah Hibise sudah selesai sekarang? 

Ya, benar.

Ya.

“Iya~.

Suara kami saling berpadu sempurna. Suara angin dari AC terasa sangat jelas. Bunyi-bunyi mesin yang sebelumnya tidak mengganggu kini terdengar sangat dekat. 

Dari luar jendela, suara langkah kaki orang-orang yang berjalan pulang di malam hari dengan ritme yang teratur bisa terdengar

Tak, tok, tak, tok, pengulangan tanpa jalan keluar. 

Poni rambut depanku tiba-tiba jatuh ke pandanganku. Pencahayaan di ruangan sedikit lebih redup dibandingkan sebelumnya. 

——Rasanya memang aneh, kan?

Suaraku sendiri anehnya terdengar jauh. Ketika aku melihat wajah mereka bertiga, tidak ada satu pun dari mereka yang tampak bercanda. 

Ya.

Reine langsung mengangguk. 

Bagaimanapun aku melihatnya, rasanya memang aneh.

“Kupikir cumaa aku yang merasakan hal ini, tapi ternyata kalian juga merasakannya?

Kami saling memandang. 

“Ada dua hal~”

Aku memiringkan kepalaku dan mengangkat dua jari. 

Yang pertama. Bahkan kita sebagai heroine utama pun tidak memiliki ingatan tentang berinteraksi dengan Satoshi-kun di LoD, tapi cuma Hibise yang memiliki ingatan tersebut. 

Setelah mengetahui bahwa Satoshi-kun kehilangan ingatan tentang Hibise karena 'kekuatan pengoreksian dunia', aku menyadari bahwa bahkan sebagai reinkarnator, dirinya tidak terkecuali. 

Jika melihat dari cara Hibise berbicara, sepertinya dia cukup dekat dengan Satoshi-kun saat berada di SMA. Sebagai 'korban kekuatan pengoreksian dunia', aku merasa kasihan pada Hibise yang dilupakan oleh Satoshi-kun

........... Aku sangat terkejut bahwa Satoshi ingat semua murid baru.

Reine menghela napas seolah lelah. 

Satoshi-kun berhasil menemukan Hibise di dalam CG saat upacara penerimaan siswa baru. Reaksinya sangat mudah ditebak ketika Shuna dan Shino sengaja berbohong. 

Namun. 

Kami tidak bisa menemukan Hibise —————— di dalam CG itu. 

Hibiki pasti sudah berusaha keras untuk melakukan debutnya di universitas. 

Tetapi, Hibise berhasil menemukan kami

Reaksi Hibise barusan. Tatapannya yang jelas-jelas campuran kebencian dan kewaspadaan. Tatapan seolah-olah dia mengetahui dosa-dosa kami.

Perasaan jijik yang tak dapat dijelaskan membara di dalam diri kami, sensasi tidak menyenangkan seolah-olah dipahami. 

Hibise sudah lama————mengamati kita, ya? 

Kami tidak tahu bagaimana seharusnya sebuah permainan simulasi kencan pada umumnya. Sebenarnya, kecuali Shuna, kami semua bukanlah orang yang bermain game. 

Namun, karena dia adalah karakter dalam game, kami bisa merasakan penyimpangan perspektif. 

Ngomong-ngomong, menurut kalian, dari sudut pandang siapa game LoD ini? 

LoD adalah game yang diciptakan oleh Sano Yuuto dengan memproyeksikan dirinya ke dalam Tanino Yuu. Teksnya jelas-jelas ditulis dari sudut pandang orang pertama pria itu. 

Kalau begitu, bagaimana dengan CG-nya

Mengapa ada CG yang menunjukkan Tanino Yuu bersama Nishikawa Mutsuki dan yang lainnya? 

Yang melihatnya adalah———— 

————dalam artian itu, Hibise adalah 'korban paksaan'. Dia harus terus mengamati itu meskipun tidak mau. Dia harus mengingatnya sendirian tanpa bisa berbagi dengan siapa pun. 

Fenomena di mana hanya dia satu-satunya yang bisa mengingatnya sementara yang lain melupakannya

Orang yang sebelumnya akrab dengannya tiba-tiba melihatnya dan menatap dengan kebingungan

Dia dipaksa untuk mengalami rasa sakit itu berulang kali. 

Sungguh

Seandainya hanya itu saja, aku hanya bisa merasa kasihan dan bersimpati padanya

Shino lalu membuka lemari. 

Aku menyimpannya sebagai tindakan pencegahan. 

Sebuah ponsel yang diletakkan di atas meja. 

Itu hampir saja.

Shino akhirnya menghela napas. 

“Aku tidak pernah menyangka bahwa Satoshi-san...... menyadari ada kamera pengawas.

Kami mengambil barang tersebut malam itu. Setelah membuka ponselnya, aku melihat isinya untuk pertama kalinya. 

Nama tampilan di LINE jelas-jelas tertulis 'Harusora Hibise'. Reine mengernyitkan dahinya ketika melihat riwayat pesan. 

Memang benar kalau ia mengirimkannya secara sepihak kepada Hibise.... sangat menjijikkan.

Aku penasaran bagaimana rasanya mengirim video begitu kepada juniornya? 

Baik Reine maupun Shuna tidak menyembunyikan rasa jijik mereka

Dan fakta tersebut berarti....

“Kedua———— Hibise menyadari identitas asli dari penulis LoD.

Mana mungkin dia tidak menyadarinya. Kami mengenalnya lebih baik daripada siapa pun. Pria yang penuh dengan kesombongan, budak nafsu. 

Sekarang, jika dipikir-pikir lagi, mengapa aku bisa jatuh cinta pada pria seperti itu? 

Aku berusaha menahan diri untuk tidak menggali kenangan kelam masa laluku

“Walaupun Hibise menyadari itu, tapi sepertinya dia tidak memberitahu Satoshi-kun. 

Aku mengangguk setuju dengan perkataan Shuna. Jika dia terus berada di sisi Satoshi-kun, dia pasti tahu kalau Satoshi-kun adalah otaku LoD. Dirinya pasti merasa penasaran siapa penulisnya. 

........... Aku penasaran bagaimana reaksinya jika ia tahu identitas aslinya. 

————Saat membicarakan ini, ada satu pertanyaan yang muncul dalam pikiranku. 

Shino meletakkan tangannya di atas meja dan mengetuk-ngetuk. 

“Pertama-tama, mengapa game LoD masih bisa dirilis tanpa masalah meski penulisnya hilang? 

——Memang. 

Tidak ada informasi bahwa penulisnya telah meninggal. Namun, produksi berjalan lancar dan dirilis. 

Aku merasa ada sesuatu di balik ini~......” gumam Shuna

Shuna?

Mm~ Bukan apa-apa~ kurasa mungkin aku hanya terlalu khawatir. 

Dia tersenyum tipis dan melanjutkan. 

Hibise pasti akan berusaha mendekati Satoshi-kun lagi, kan~? 

Ya, benar.

Bukan berdasarkan emosi, tetapi sebagai fakta. Dia memiliki perasaan untuk Satoshi-kun dan bertujuan untuk merebutnya. Aku meyakini dua hal tersebut

“Apa yang akan kita lakukan saat mengetahui bahwa dia membahayakan Satoshi-san atau kita? 

Itu pertanyaan bodoh.

Reine langsung menjawab. 

Jika dia mengganggu kebahagiaan kita

 

———— lagi, iya ‘kan?

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama