The World Made By Love, So Love is Root of Life

Friday, 22 June 2018

Omae wo Onii-chan Vol.1 Chapter 13 Bahasa Indonesia

Penerjemah : Kaito
Editor : -

Sabtu, 20 April - Perubahan. Pertumbuhan. Perpisahan?

Semalam aku kembali ke kamarku sendiri setelah meninggalkan Mika yang tertidur. Aku menyambut sabtu pagi tanpa tidur sama sekali. Tanpa aku sadari, ini sudah jam 10 pagi.

Saat aku berguling di atas tempat tidur, bel pintu berdering. Para calon adik perempuan akan memasuki ruangan tanpa meminta izinku, jadi tidak perlu bagiku untuk pergi dan menjemput mereka di depan pintu.

Waktu untuk memutuskan sudah dekat, saat aku mengingat kejadian yang sudah terjadi sampai sekarang, itu cukup menyenangkan. Karena aku adalah anak tunggal aku cukup bingung ketika mendengar tentang calon adik perempuan tapi ... aku senang. Pertemuan dengan calon adik perempuan mengingatkanku bahwa  aku masih belum dewasa juga, dan aku merasa benar-benar gembira bahwa  aku memiliki keluarga selain Kakek dan Nenek.

Aku bangun dari tempat tidur dan menuju ke pintu depan.

Ketika aku membuka pintu, aku menemukan lima dari mereka berbaris berturut-turut di depan lift. Tunggu, mengapa mereka semua memakai pakaian maid?

Lima dari mereka membungkuk kepadaku pada saat yang sama, Tomomi sebagai wakil mendongak dan memberitahuku.

"Karena kita semua sudah menerima banyak cinta dari Nii-chan ... kita akan membalasnya hari ini!"

"Padahal, caramu berbicara membuatnya tampak seperti aku akan dipukuli oleh kalian semua."

Sayuri diam-diam memperbaiki itu.

"Onii-sama. Mungkin ini terlalu mendadak tapi calon adik perempuan akan menjadi maid untuk hari ini."

"Maid …... apa maksudnya itu?"

"Pagi ini, di depan semua kamar, kami menemukan pakaian di dalam kotak kecil. Murasaki-san pasti telah mengatur itu."

Aku melirik  Yuuki yang ingin mengatakan sesuatu tapi dia menutup mulutnya. Aku sedikit mengerti apa yang ingin dia katakan. Desain pakaian maid ini tanpa diragukan lagi milik 'Undying Cicada'.

Mika tersenyum sambil merangkul Maple, Maple juga berpakaian seperti maid.

"Maa!Maa! Maple adalah seorang lelaki jadi dia cross-dressing untuk mencocokkan dirinya dengan Mii-chan."

Ketika aku mengalihkan pandanganku terhadap Selene, dia memalingkan wajahnya. Dia tahu bahwa aku sudah menyadari ini. Reaksi itu, sepertinya dia ingin aku tetap diam.
Tomomi membususngkan dadanya.

"Aku terkejut bahwa ukurannya sangat cocok. Dadaku tidak merasa ketat dan tidak ada kelebihan kain juga, ukuran yang sangat sempurna. Karena kita telah mengubah pakaian kami ayo jangan buang usaha kita! Jangan berdiri melamun terus Nii-chan, ayo masuk ke dalam."

"Yeah, maaf.”

Para maid Adik perempuan membawa barang-barang mereka. Aku khawatir tentang apakah Tomomi dan Sayuri akan bertengkar lagi, tapi sepertinya baik-baik saja untuk saat ini.

Orang yang masuk terakhir, Sayuri menatapku.

"Onii-sama, apa kau sudah makan sesuatu?"

Dia membawa papan aneh. Kesiapan dan perencanaan di awal, sangat terampil  dalam peran Maid, itu sangat mirip dengan karakternya.

"Tidak, aku masih belum makan apa-apa."

"Lalu, aku harus segera mengurusnya."

Sayuri terasa seperti ketua Maid. Dia segera membongkar bahan di dapur. Ketika aku pergi ke ruang tamu, aku melihat Selene sedang mempersiapkan set jahit di atas meja.

"... bukannya kancing itu copot? Aku akan memperbaikinya, tapi aku harus melepas ritsletingmu terlebih dahulu."

"Itu akan menempatkan kereta di depan kuda." (TN: Peribahasa inggris yang artinya melakukan sesuatu dengan urutan yang salah)

Tomomi memasang konsol game yang berbeda dari yang terakhir kali dia bawa ke TV di ruang tamu.

"Nii-chan ayo main! Aku sudah membawa game!"

Hanya penampilannya saja yang mirip maid, tapi tingkahnya masih sama seperti biasanya.

Yuuki malu-malu berbisik ke telingaku.

"A-Aku... umm ... itu benar. Aku akan memberikan pijatan pada Nii-san!"

"Tidak, jika itu pijatan maka kau sudah terlambat. Aku sudah dipijat oleh Mika kemarin."

Mika duduk di atas lututku saat aku duduk di sofa.

"Nii-chama, pelukkk!"

Tomomi selesai menghubungkan konsol permainan dan berdiri.

"Lalu, mari kita lakukan dengan urutan seperti ini. Sampai makan siang selesai, Nii-chan dan aku akan bermain game. Sementara itu Yuuki akan membersihkan kamar. Selene diberikan hak untuk bermalas-malasan di kamar Nii-chan. Sayuri yang mengurus makan siang. Mika akan menyemangati Nii-chan."

Aku pikir Sayuri akan segera menentang Tomomi ..... tapi itu tidak terjadi.

"... Aku akan memeriksa lemari Onii-chan."

Selene langsung berdiri, Yuuki juga mengangguk.

"Tinggalkan bagian bersih-bersih padaku! Oh, aku akan mencuci pakaian. Nii-san pasti sudah menimbun banyak."

"...Bersih-bersih?"

"S-Selene ingin membantu juga?"

"...iya."

"Ka-Ka-Ka-Kalau begitu ayo kita lakukan bersama-sama."

Meski dia tidak baik ketika berurusan dengan gadis, Yuuki mengundang Selene. Itu adalah kemajuan yang luar biasa. teriakan Sayuri datang dari dapur.

"Di sini akan memakan waktu satu jam lebih."

Tomomi segera menjawab Sayuri.

"OKAYY. Kemudian, ayo bermain selama satu jam."

Orang yang duduk di lututku, Mika memiliki ekspresi khawatir.

"Nii-chama dan Nee-chama, siapa yang harus aku semangati?"

Dengan senyum lembut, Tomomi menjawabnya.

"Ini oke jika Mika bersorak untuk Nii-chan!"

"Y-ya!"

"Lalu Nii-chan, ayo bertanding! Hari ini game balapan!"

Tomomi mulai memainkan konsolnya, game yang dimainkan adalah game balapan go-kart yang memungkinkan untuk bermain melawan satu sama lain.

Ini adalah game untuk dua orang, itu dibuat begitu, jadi kami bisa bergantian ketika bermain melawan komputer dalam format Grand Prix. Ini adalah yang terbaik dari lima balapan ... sungguh mengejutkan, Tomomi mengaturnya begitu hingga membuatku terhibur.

Hasil akhir dari Grand Prix ialah aku di tempat pertama dan Tomomi di kedua.

"Kuhh. Tidak buruk Nii-chan. Tidak, itu pasti karena sorakan Mika."

"Nii-chama  menakjubkan! Hadiah tempat  pertama! Nee-chama juga, hadiah tempat kedua!"

Ada apa sih dengan mereka semua? Untuk sementara waktu, aku benar-benar dibuat bingung oleh mereka.

"Ah, ya. Terima kasih atas dukunganmu Mika."

****

Hari Sabtu berjalan dengan damai, makan siang yang dibuat Sayuri sungguh lezat. Aku ingin membantu membersihkan peralatan makan, tapi mereka tidak mengizinkanku untuk melakukan apa pun.

Selene menggunakan mesin penyedot debu listrik yang ia bawa dan menyedot semua debu yang ada. Dia menunjukkan keahliannya saat ia membetulkan semua bagian compang-camping dan kancing pada baju. Bahkan hal yang aku tidak sadari sebelumnya tampak lebih baik.

Mika mengambil inisiatif untuk membantu dan mencuci piring.

Orang yang mengendalikan gerakan semua orang adalah Tomomi. Tidak ada yang mengeluh, ia membagi waktunya secara merata bersamaku dengan setiap gadis mengganti mereka. Dia tampak seperti seorang komandan militer.

Berkat itu aku jauh dari menjadi lelah, aku bisa menghabiskan hariku tanpa masalah apapun.

Pada malam harinya semuanya memutuskan untuk pergi tidur lebih awal untuk mencocokkan dengan Mika. Setelah makan malam semua mulai mandi secara bergantian, mereka mengganti pakaian pelayan menjadi piyama dan berbaris di ruang tamu sambil memegang bantal.

Sekali lagi, Tomomi memohon padaku sebagai wakil mereka.

"Hari ini semua orang akan tidur dengan Nii-chan untuk sepanjang malam."

"Semua orang tidur bersama adalah hal yang mustahil bukan."

Sayuri menggelengkan kepalanya ke kiri dan kanan.

"Tidak ada masalah. Jika itu tempat tidur di ruang terluas, semua orang bisa masuk."

Yuuki mengangguk setuju.

"Aku sudah mencuci seprai dan menyiapkan tempat tidur."

Mata Mika tampak berkilau.

"Ini akan menyenangkan dengan semua orang bersama-sama. Apa Maple juga boleh ikut?"

Selene mengangguk.

"...tentu."

Tomomi meraih lenganku dan menarikku dari sofa.

"Kalau begitu ayo pergi Nii-chan!"

Yuuki dan Sayuri mendorongku dari belakang. Sepertinya ... aku tidak punya pilihan lain selain menyerah.

"A-Aku mengerti! Aku akan pergi! Aku bisa berjalan sendiri!"

Aku menyerah dan pergi ke kamar tidur terluas. Bahkan tempat tidur terbesar seharusnya tidak bisa menampung kita semua.

"Jika kita menggunakan sisi panjang tempat tidur kita bisa  membuat semua orang tidur berdampingan. Daripada menggunakan biasanya, kita harus menggunakannya secara terbalik ..."

Usulanku ditolak oleh Sayuri.

"Onii-sama, silakan berbaring di tengah dengan kaki dan lenganmu terlentang."

"Tapi itu akan membuatnya terlalu sempit untuk orang lain."

"Ini bukan sempit, ini akan memungkinkan untuk kontak dekat."

Saat Sayuri mengatakan itu, Tomomi menjegal pinggangku.

"Woahh! Apa yang kau lakukan!"

"Berbaringlah dan tertidur Nii-chan!"

Setelah aku didorong ke bawah dan tergeletak di tempat tidur, Tomomi menggunakan lengan kananku sebagai bantal.

"Siapa cepat dia yang dapat!"

"Lalu, aku di sini."

Hanya dalam sepersekian detik Sayuri menetap di lengan kiriku.

"... Aku mengambil di kaki."

Selene meringkuk ke kaki kananku.

"Lalu aku akan mengambil kaki ini."

Mereka seolah-olah berbagi makanan. Apa aku ini ayam goreng ?!

"Mii-chan di sini!"

Yang terakhir adalah Mika dan Maple, mereka duduk di atas perutku. Daripada ayam goreng, ini lebih akurat untuk menyebutnya sebuah robot yang digabungkan.

Aku sudah mengkonfirmasi bagaimana posisi mereka.

"Apa kita benar-benar akan tidur seperti ini?"

Semuanya mengangguk serempak. Rupanya, mereka tidak akan mendengar keluhanku.




No comments:

Post a Comment

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat