The Result when I Time Leaped Chapter 11 Bahasa Indonesia



Detektif, Sana-chan

Istirahat makan siang.
Karena sedikit khawatir, sebelum aku pergi ke ruang persiapan sejarah dunia, aku mengintip ke ruang kelas Sana. Seperti yang kupikirkan, Sana memakan bentou-nya sendirian. Teman sekelas di sekitarnya mungkin berpikir bahwa dia  orang semacam itu, dan tidak menunjukkan niat untuk mengundangnya ke dalam kelompok mereka.
Namun, aku tidak bisa mengajaknya untuk makan bersama Hiiragi-chan dan diriku. Apa yang harus aku lakukan? Sambil terus memikirkannya, aku memasuki ruang persiapan sejarah dunia. Hiiragi-chan tengah menyebarkan kain piknik.
"Seperti yang aku pikirkan, Sana memang sendirian."
"Kamu ingin melakukan sesuatu untuknya, ‘kan?"
Dia meletakkan bentou di sampingnya dan merapikan roknya, kulit pahanya sedikit mencuat di bagian ujung. Lalu, dia menepuk lututnya.
“Eh. Ke samping !? Sini? Bantal pangkuan? ”
"Betul. Aku meletakkan kain untuk alasan ini. "
"Kita tidak bisa makan dengan normal?"
“Tidak bisa. Seiji-kun. Kamu kena benturan bola sangat keras, bukan? Sejujurnya, aku bahkan tidak ingin membiarkanmu pergi ke kelas. "
Aku akhirnya melakukan apa yang dikatakan Hiiragi-chan padaku dan berbaring di pangkuannya. Rasanya seperti dia adalah induk burung yang memberi makan anaknya. Hari ini juga menunya adalah karaage. Itu sangat enak. Hanya saja aku sedikit bosan dengan menu ini.
“Seiji-kun, kamu mungkin ingin makan dengan Sana-chan. Iya ‘kan? "
"Aku atau yang lebih penting, aku penasaran apakah ada orang lain yang mau makan bersamanya ..."
"Kakak yang bisa diandallkan, Sei-kun."
Kusukusu, dia tertawa menggoda. Padahal, sudah kubilang jangan memanggilku Sei-kun.
"Namun, aku juga ingin makan dengan Seiji-kun ... apa yang harus kita lakukan?"
Makan siang dengan kami bertiga ...
Mungkin mustahil. Lagipula, Aku tidak bisa membawanya ke sini, dan Sana sendiri orang yang peka. Dia mungkin akan mennyelidiki tentang hubungan kita dengan segera. Hiiragi-chan adalah orang yang naif. Jadi, sepertinya dia mungkin keceplosan.
"Bagaimana kalau kamu tidak bertindak sebagai pacarku, tapi bertindak sebagai guru dan makan bersama kita ...?"
"Bahkan jika kamu bilang kalau itu sesi belajar sejarah dunia, aku tidak bertanggung jawab atas sejarah dunia kelas satu tapi ..."
"Jika seperti itu, jumlah waktu yang kita punya untuk makan bersama mungkin akan berkurang juga."
Hiiragi-chan ikut memikirkan juga, lalu memandangku sambil mengelus kepalaku.
"Ini akan sedikit menyedihkan, tetapi jika kita terus meninggalkan Sana-chan seperti sekarang, itu bahkan lebih menyedihkan ... Aku juga punya adik perempuan, jadi aku ingin melakukan sesuatu untuknya."
Setelah mengatakan itu, dia tersenyum. Seperti yang kupikirkan, Hiiragi-chan adalah pacar yang terbaik.
"Akan lebih baik jika Sana bisa menghabiskan waktu dengan orang lain selain keluarganya."
Sekolah SMP, atau lingkungan sosial sekolah cukup kejam. Jumlah teman yang kau miliki setara dengan jumlah kekuatan yang kau punya. Ini menentukan kekuatan opini dan pengaruhmu di dalam kelas.
“Ah, ngomong-ngomgong. Aku diberitahu oleh guru lain bahwa, karena Kamu bukan guru wali kelas untuk kelas manapapun, kau mungkin bebas, ‘kan? ”
Yosh, yosh, kataku sembari mengelus kepala Hiiragi-chan.
"Itu sebabnya ... mulai semester depan, aku akan menjadi penasihat untuk klub ekonomi rumah."
"Apa yang akan kamu lakukan?"
“Sepertinya aku harus hadir di aktivitas klub minimal tiga kali seminggu, dan aku juga harus memutuskan apa yang akan digunakan untuk anggaran. Karena aku belum pernah menjadi penasihat sebelumnya, aku tidak tahu banyak rinciannya tapi ... karena itu, aku juga harus bekerja di sekolah pada hari Sabtu. ”
Aku tahu keberadaan klub ekonomi rumah, tetapi apa dan di mana mereka melakukan aktivitas klub mereka, aku sama sekali tidak tahu. Menurut Hiiragi-chan, sepertinya mereka tidak lagi memiliki anggota kelas tiga dan hanya memiliki satu anggota kelas dua.
Penasihat asli klub itu sedang cuti hamil, jadi mulai bulan Mei, Hiiragi-chan akan menjadi penasihat pengganti.
"Haruka-san, semoga berhasil."
"Ya. Terima kasih. Jika kamu memang ingin menyemangatiku, berikan aku ciuman. ”
"Eh ... aku barusan bilang kalau kita takkan melakukan itu di sekolah ..."
"Lalu, aku yang akan melakukannya."
Dia sekali lagi memegang pipiku dan menghentikan gerakanku. Lalu dia memberiku ciuman. Sepertinya dia hanya ingin alasan untuk berciuman.
"Ah. Lalu bagaimana kalau seperti ini? Jika Haruka-san akan menjadi penasehat ... ”
"? Apa yang kamu bicarakan?"
“Jika aku memasuki klub dengan Sana, aku bisa memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu, yang mana penasihat klub, ‘kan? Dengan cara ini, kita berdua bisa bersama-sama secara terbuka, dan kita juga bisa membuat Sana bersama kita. Dengan begitu, Sana mungkin tidak perlu tinggal sendirian saat makan siang. ”
"Seiji-kun, kau jenius!"
Saranku langsung ditanggapi dengan antusias. Aku dengan cepat mengirim SMS ke Sana.
"Siapa saja anggota yang ada di sana?"
“Mmm. jika aku ingat dengan benar, ada seorang gadis yang bernama Ii-san. Dia di kelas 2-C. ”
Ii-san? Aku mungkin tahu jika aku melihat wajahnya, tetapi aku tidak mengenalinya dari namanya saja. Jika itu dari kelas C maka aku benar-benar tidak memiliki banyak kontak lagi, begitu juga kami di kelas yang sama selama tahun pertama kami.
“Hari ini adalah salah satu hari ketika klub bertemu jadi apa kamu ingin melihatnya? Aku pikir aku akan memberi Ii-san sambutan. ”

Dengan demikian, setelah sekolah…..
Untuk pergi mengamati klub bersama, aku pergi ke ruang kelas Sana untuk melihatnya.
“Ini tidak seperti Sana ingin masuk ke klub biasa seperti ekonomi rumah.”
“Diamlah, dasar penyendiri. Jika kamu pulang, palingan kamu bersembunyi di kamar dan bermain game ‘kan? ”
"Ini bukan game."
Fuun, dia memalingkan wajahnya dariku dan membalikkan rambut berkilau halus yang bertumpu pada bahunya.
"Hari ini adalah manga."
“Terlepas dari itu, kamu akan terus mendekam sendirian, kan? Kamu mungkin bisa mendapatkan teman, tahu ”
“Aku tidak ingin Nii-san mengkhawatirkanku. Lagipula kamu sendiri tidak punya teman juga, kan? ”
Gufu.
T-tapi, aku tidak bisa mundur sejauh ini. Aku harus menghilangkan masa sekolah SMA adikku yang sunyi. Kamu bisa melakukannya, diriku. Aku harus mengalihkan perhatian Sana dariku.
“A-Aku punya kok. Aku punya beberapa teman. Sekitar seratus. "
“Ya, itu bohong. Sana bahkan tiga kali lebih banyak. ”
"Ya ya, aku sudah kenyang dengan kebohonganmu."
"Saat di dunia maya, Sana memiliki setidaknya 300 teman yang menungguku."
"Mereka tidak bisa dibilang teman!"
“Bagaimanapun juga! Aku takkan masuk ke sembarang klub tanpa alasan. Aku bahkan tidak tahu siapa yang ada di sana. ”
"Itu sebabnya kubilang kita harus pergi mengamati, ‘kan?"
"Karena aku takkan masuk, tidak ada gunanya mengamati."
Suara keras dari karakter yang biasanya dingin mungkin agak tidak biasa bagi teman-teman sekelasnya, jadi mereka semua akhirnya melihat kami. Sana akhirnya menjadi malu dan merendahkan suaranya.
"Untuk Sana, semuanya tak masalah selama aku punya game, manga, anime dan Sei-kun ..."
Berhenti mengatakan hal yang sama berulang kali, Sana.
“A-ayo pulang, Nii-san.”
Bukan niatku untuk menarik begitu banyak niat baik. Ditarik oleh Sana, aku akhirnya meninggalkan kelas. Sana sepuluh tahun kemudian akhirnya bekerja di perusahaan game. Karena dia memiliki kepribadian semacam ini, dia akhirnya memilih pekerjaan membuat game.
Seandainya dia bisa bergaul dengan mudah, dia bisa direkrut untuk menjadi selebriti. Sana yang berumur 26 tahun yang aku tahu, menyembunyikan fakta bahwa selama masa SMA-nya, dia adalah seorang otaku. Karena itu, dia punya orang yang bisa dia panggil teman, tapi tidak ada yang bisa dia panggil sebagai teman dekat.
Aku tidak bermaksud mengatakan bahwa menjadi introvert adalah hal yang buruk. Lagipula, semua game yang dia mainkan, manga yang dia baca, dan anime yang dia lihat sebagai introvert terhubung dengan masa depannya. Hanya saja aku benar-benar ingin memberi Sana kesempatan untuk membuat beberapa teman.
“Baiklah, aku mengerti, aku tidak akan memaksamu. Maafkan aku."
"Selama kamu mengerti."
Mengapa kamu berbicara sok merendahkan begitu.
“Aku akan pergi melihat klub ekonomi rumah. Selamat tinggal. ”
“Nii-san, kenapa kamu sangat tertarik dengan klub ekonomi rumah?”
Tentu saja, aku tidak bisa mengatakan padanya bahwa itu karena malaikatku Hiiragi-chan adalah penasihatnya.
“Itu karena kupikir itu adalah klub yang bisa kamu masuki. Sepertinya hanya ada satu orang lain di dalamnya sekarang, jadi kupikir mungkin kamu bisa menjadi teman mereka. ”
"Fuun ... membuat Sana mengamati klub yang Sana tidak sukai. Bukankah itu sedikit memaksa?"
"Yah begitulah…"
Sana memicingkan matanya saat dia menatapku. Entah bagaimana, matanya tampak menanyaiku.
"Ah, aku mengerti ... mungkin Nii-san sendiri yang sebenarnya ingin masuk ke klub itu ?"
"Jika kamu bertanya apakah aku ingin masuk, maka ya?"
"... Kemudian, Sana juga akan masuk."
"Ha? Ada apa dengan itu? Yah, tidak apa-apa, kurasa. ”
"Hal-hal yang Nii-san pikirkan, Sana bisa mengetahuinya."
"A-apa yang kamu bicarakan ...?"
Bi-bisa mengetahuinya. Apa yang dia ketahui !?
Kamu penjahat !! Dia menjulurkan jarinya dengan semangat seperti itu.
“Kau tertarik pada seseorang yang ada di klub ekonomi rumah, ‘kan !? Sana bisa melihat ke dalam hatimu. "
A-apa... dia tahu ...




close

4 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama