true became fiction when fiction's true

Monday, 1 October 2018

The Result when I Time Leaped Chapter 22 Bahasa Indonesia


Shokugeki no Sana Bagian 1

Dalam perjalanan menuju  sekolah di pagi hari, Ii-san — Kanata berangkat bersama dengan kami. Akhir-akhir ini, dia sering menunggu Sana dan diriku bertemu di jalan menuju sekolah. Lalu dari sana, kami berjalan bersama.
"Sebelumnya, ketika ada senior lainnya, kegiatan apa saja yang dilakukan klub ekonomi rumah?"
Pertanyaan santai Sana adalah sesuatu yang ingin aku ketahui juga. Setelah kami berdua memasuki klub, kami akhirnya berkumpul di dalam ruangan klub ekonomi rumah dan hanya bermain game sambil melewatkan waktu bersama sebagai klub. Sana dan Kanata tampaknya baik-baik saja dengan itu, jadi aku tidak memiliki masalah dengan kegiatan klub yang berjalan seperti itu.
"... kami memasak ... membuat camilan ...  menjahit ... kami membuat banyak hal yang berbeda."
"Kalau begitu, Kanata pandai melakukan kegiatan seperti memasak dan menjahit?"
Saat aku menanyakan itu, ekspresi Kanata tertegun saat dia memalingkan wajahnya. Entah kenapa, dia tampak sakit hati ...
“... Aku pikir aku bisa melatih diri, jadi aku masuk tahun lalu. Namun, aku masih buruk dengan itu ... ”
"Kalau begitu, kau sama saja dengan Sana."
“Sana tidak buruk dalam hal itu, Sana hanya tidak ingin melakukannya. Kamu harus berhenti mengigau. "
Mengigau? Bukannya itu kenyataannya? Sana di masa depan sama dengan diriku, Dia meninggalkan rumah untuk hidup sendiri. Tampaknya dia menjalani kehidupan di mana dia hanya akan bolak-balik antara kerja dan rumah.
"Ji-jika itu hanya tugas rumah tangga, Sana bisa melakukannya dengan mudah."
Itu adalah sesuatu yang  Sana versi dewasa katakan dari sebelum aku melompati waktu. Jika memang seperti itu, dia mungkin takkan baik-baik saja. Sejauh yang aku tahu, dia belum memiliki pacar. Membandingkan Sana dewasa dengan Sana versi sekarang, dia hanya sedikit lebih dewasa, dan hampir tidak ada perbedaan.
Dadanya masih kecil sama seperti sekarang. Dia tidak tumbuh sama sekali.
Ketika aku melihat riwayat pencarian di komputer keluarga , "Dada, lebih besar" , akhirnya muncul. Sepertinya dia ingin tahu tentang hal itu, kesalahan besar di pihaknya. Tolong jangan pedulikan itu. Ini tidak berguna bahkan jika kau memijat dadamu saat mandi. Kamu sudah cantik kok. Dengan mulut yang cerewet, tidak memiliki keterampilan rumah tangga, dia hanyalah gadis dengan tipe putri yang egois ...
Dia benar-benar seorang gadis yang tidak sadar dengan yang namanya pernikahan. Jika aku terus membiarkan Sana seperti ini, dia akan berakhir sama seperti Sana dewasa yang aku tahu (seorang putri egois yang berdada rata). Tidak apa-apa jika baru berusia dua puluhan, tapi begitu dia melewati usia tiga puluh, itu akan sulit. Sebagai kakaknya, karena aku tahu masa depan yang terjadi, aku harus mengubah masa depan yang menyedihkan dari adik perempuanku.
Aku meraih bahu Sana yang berjalan di sampingku, dan menatap lurus ke arahnya.
“Sana, lakukan yang terbaik. Semuanya dimulai dengan mengakui bahwa hal yang salah adalah salah. ”
"A-apa sih ... mendadak ..."
“... Ekonomi rumah, apa kita melakukannya?”
Saat Kanata mendorong sepedanya, dia memiringkan kepalanya.
"Ya. Ayo lakukan kegiatan klub kita dengan benar. ”
Klub ekonomi rumah, atau lebih tepatnya klub pelatihan istri.
“Bahkan jika kita tidak melakukannya, bukannya tidak apa-apa? Hiiragi-sensei belum mengatakan apa-apa. ”
"... Hiiragi-sensei hanya guru pendamping pajangan."
"Begitu ya. Sensei sepertinya tidak pandai melakukan tugas rumah tangga, ‘kan? ”
Jika Hiiragi-chan mendengar itu, dia mungkin akan mengeluh, dang bilang kalau dia juga bisa melakukan tugasnya dengan baik.
“Sana. Apa kau tahu? Lelaki itu menyukai gadis yang bisa melakukan pekerjaan rumah tangga, tahu? Masyarakat sekarang telah berubah menjadi di mana para lelaki juga akan melakukan tugas rumah tangga,tapi memiliki seorang gadis yang akan memasak dan menjaga rumah tetap bersih sepanjang waktu memiliki banyak pesona di mata para laki-laki. ”
Sesosok wanita yang muncul di pikiranku adalah Hiiragi-chan. Piku, Sana dan Kanata akhirnya menaikkan alis mereka.
"He ... heeeh, begitukah? ... Nii-san juga berpikir seperti itu ...? ”
Sepertinya Kanata juga ingin tahu hal yang sama karena dia juga menatapku.
"Tentu saja. Itu termasuk akal sehat umum dan pendapat pribadiku. ”
""Kita akan melakukannya.""
Kekuatan teori umum memang luar biasa ... Apa yang sudah kita bahas, kita beritahu pada Hiiragi-chan saat makan siang.
“Begitu ya. Jadi kalian ingin benar-benar melakukan aktivitas klub. Kalian semua memang siswa teladan! Kalian awalnya hanya bermain-main sepanjang waktu, jadi aku bingung apakah aku harus memperingatkan kalian atau tidak ... ”
Ahahaha, Hiiragi-chan tersenyum pahit.
"Karena ada anggaran yang cukup, jika ada sesuatu yang kalian inginkan, Sensei akan menyiapkannya nanti, oke?"
"Aku tidak peduli apakah anda akan mempersiapkannya atau tidak ... tapi Sensei, apa anda bisa memasak?"
“Aah. Sana-chan, kamu menanyakan itu padaku? Sensei, membuat membuat bentou setiap hari, loh. ”
“... Awalnya sih memang itu buatan tangan. Tapi, lama kelamaan, berubah menjadi makanan beku yang sudah dihangatkan. ”
"Uuugh ... Ka-Kamu benar-benar memiliki mata yang tajam, Ii-san ..."
"... Itu sebabnya, aku pikir anda hanya mencoba untuk membuat daya tarik di awal untuk mendapatkan anggota baru dengan bertindak seperti anda bisa memasak."
“Bu-bukan begitu! Ini bukan hanya akting, aku benar-benar bisa memasak, oke? ”
Karena belakangan ini kami makan siang di ruangan klub ekonomi rumah , Dia tidak perlu membuatkanku bentou. Karena itu, memang benar bahwa bentou makan siang Hiiragi-chan menjadi semakin sederhana. Saat Sana dan Hiiragi-chan terus berdiskusi, Kanata akan menyela sesekali. Ketiga gadis itu menjadi lebih dan lebih bersemangat.
“Mou, jika seperti ini, kita bertanding saja! Dalam dua hari ke depan, kegiatan klub akan menjadi kompetisi memasak. ”
Mendengar saran Sana, dua orang lainnya mengangguk dengan keyakinan penuh.
"... Mengerti."
"Aku akan meraih kemenangan penuh sebagai guru, apa itu baik-baik saja?"
"Aku akan membuat anda memakan kata-kata itu nanti."
"... Memasak, selama kamu membuat semacam kombinasi logis ... aku bisa menang ..."
Ini dikatakan sebagai awal dari (sejenis) pertandingan memasak “Shokugeki” dalam waktu dekat.
"Jurinya adalah Nii-san."
“Eh. Aku? Yah kurasa tak masalah ... ”
Mereka bertiga tampaknya tidak keberatan dengan itu, jadi aku mengangguk setuju. Pernyataan, "Aku harus melindungi harga diriku sebagai pacarmu" , jelas tertulis di wajah Hiiragi-chan. Dengan begini, pertempuran memasak akhirnya diadakan.

*****

“Jika Hiiragi-sensei akhirnya mengeluarkan semua kemampuannya, bukankah sepertinya kau tidak bisa membaca suasana? Itu sangat tidak lucu, bukan? ”
Malam harinya, Hiiragi-chan menelponku seperti biasa dan nampaknya tidak terlalu terpengaruh.
"Namun, menunjukkan perbedaan yang luar biasa antara seorang wanita dan seorang gadis kecil juga merupakan peran orang dewasa "
Dia sepertinya berniat melakukan sesuatu yang pasti kekanak-kanakan.
“Karena sudah cukup lama juga , aku bisa membuat makanan kesukaan Seiji-kun .
... Dia pasti akan menggoreng sesuatu. Guru ini, dia pasti akan menggoreng ayam.
Di lantai pertama, Sana menjadi super berisik.
“O-Okaa-san !? A-Apa-bisa datang ke sini sebentar? ” (TN: Okaa-san artinya ibu, sengaja ngga diterjemahin)
Aku tidak tahu apa yang ingin dia buat, tetapi sepertinya Sana berencana untuk memulai persiapannya. Keuntungan Hiiragi-chan tidak berubah. Hanya saja, hasilnya harus benar-benar bergantung  pada bagaimana Kanata akan tampil. Mungkin.
"Okaa-san, Nii-san suka makan apa?"
"Hmmm ... Bukannya Ia suka karaage atau semacamnya?"
"Begitu ya…!! Sana juga suka! ”
Hari ini, Kanata mengirimiku pesan juga dan bertanya makanan apa yang aku suka. Balasanku akhirnya menjadi karaage juga.
... Entah kenapa, Aku punya firasat buruk tentang ini.






No comments:

Post a Comment

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat