true became fiction when fiction's true

Saturday, 18 January 2020

The Result when I Time Leaped Chapter 105


Yuuna-chan

“Oiya, hari ini adalah siaran ulang acara itu...”
Di masa lalu, saat kelas 2 SMA sebelum melompati waktu, ada sebuah acara drama TV yang aku sukai. Tampaknya sekitar jam sekarang. Aku memeriksa kolom TV dari surat kabar yang diletakkan di atas meja. Seperti yang sudah aku duga.
Sekarang saat makan siang pada hari Sabtu. Sambil makan di tempat Hiiragi-chan, kami menonton TV.
“Siaran ulang?”
Sambil memegang sumpitnya, Hiiragi-chan memiringkan kepalanya dengan ekspresi bertanya-tanya.
“Apa aku boleh mengganti saluran TV-nya?”
“Umm, boleh kok.”
Aku menggunakan remote untuk mengganti saluran. Aku sangat menyukai drama itu ... Memang benar kalau aku akhirnya menyukainya, tetapi ada alasan lain kenapa aku mulai menontonnya, meski aku tidak benar-benar menonton drama tersebut. Itu adalah acara klise yang paling klise dari semua drama kehidupan sekolah. Sekarang aku memikirkannya lagi, settingan-nya juga agak murahan. Aku penasaran apa ini hanya nostalgia. Tetap saja, aku masih berpikir kalau itu bagus.
Kita bisa melakukan sesuatu, bersama-sama!”
... Ya. Bahkan sekarang, dia sangat imut. Katsuragi Yuuna. Rambut hitam panjang yang digeraikan ke samping*. Gaya rambut yang sedikit unik. Kemudian, dia menjadi aktris tipe polos yang sangat populer. Sobat, aku benar-benar selalu kepikiran sejak saat itu.
“Akhir-akhir ini, kamu sering memperhatikan gadis itu.”
“Ma-Masa?”
“Apa kamu menyukainya?”
“... Ti-Tidak, bu-bukan apa-apa ... ta-tapi dia akan menjadi sangat populer mulai sekarang.”
“Mungkin. Dia punya wajah yang cantik, dan memiliki sedikit keimutan padanya. ”
Namun, pesonanya bukan hanya itu. Faktanya, ukuran dadanya diam-diam besar.
“Seiji-kun, kamu cukup banyak menonton semua pertunjukan gadis ini, ‘kan?”
“...Cu-cuma kadang-kadang saja.”
Bagaimana dia bisa tahu? Dia tampil di hampir semua drama dan variety show yang kami tonton.
“Benarkah? Maksudku, dia selalu muncul di acara TV yang kita tonton, ‘kan? Juga, dia adalah tamu, Yuuna-chan di satu acara yang selalu kamu rekam, ‘kan? Dia sering muncul jadi aku hanya berpikir mungkin itu alasannya. ”
Jika aku bisa jujur dan mengatakannya, “Ya, aku menyukainya, Katsuragi Yuuna.”
“Dia hanya seorang aktris di sisi lain TV! Sadarlah, Seiji-kun!”
Aku merasa dia akan meraih pundakku dan mengguncangku sambil mengatakan sesuatu seperti itu.
“Ada beberapa hal di mana dia mirip dengan Sana-chan, ‘kan ...?”
“Hah? Mirip?! Bagian mana dari mereka yang mirip!?!? Yuuna-chan setidaknya seribu kali lebih manis!”
“Lihat, kamu memang menyukainya!”
“Kuuu ... tadi jebakan ...”
“Itu bukan jebakan, tahu? Itu hanya pemikiran jujurku, dan kau hanya menanggapinya begitu saja ... Hmmm? Jadi, begini tipe cewek yang kamu suka?”
Dia menatapku dengan mata setengah tertutup. Lihat, ini sebabnya aku tidak ingin dia mengetahuinya.
Bahkan sepuluh tahun kemudian di masa sekarang, Yuuna masih belum menikah dan bahkan tidak ada gosip mengenai dirinya. Dia adalah seorang aktris murni selamanya. Bukankah akan baik-baik saja jika dia menyukai pria yang sudah berumur?
“Dia tipe yang sama sekali berbeda dariku ...”
Hiiragi-chan memandang Yuuna-chan di TV dengan ekspresi sedih, menatapnya seolah-olah dia punya dendam terhadapnya.
Akhir pekan berakhir, dan hari Senin pun tiba. Setelah kejadian pada hari Sabtu itu, rasanya menjadi sedikit canggung. Jadi pas hari minggu, aku tidak mampir ke apartemen Hiiragi-chan, dan menghabiskan waktuku di rumah.
“Drama itu, aku ingin tahu apa yang akan terjadi pada akhirnya?”
Fujimoto berbicara kepadaku dari kursi sebelah. Jika Ia berbicara tentang sebuah drama yang kami berdua tonton, hanya ada satu drama dimana ada Yuuna-chan. Siaran ulang yang dilakukan sebelumnya adalah ringkasan sebelum episode terakhir.
“Rika, karakter yang dimainkan Yuuna-chan akhirnya hamil, loh?”
“Haaaah? Berhentilah mengada-ada, Sanada. ”
“Atau setidaknya, itulah yang aku prediksi.”
Tapi memang begitu nantinya.
“Jadi begitu, kau hampir membuat jantungku copot, tau. Yuuna-chan hamil ... meski di dalam drama ...”
Saat aku pertama kali melihatnya, aku benar-benar berpikir dunia akan berakhir. Aku ingin kau mengalami perasaan itu juga.
Sekarang sudah jam ketiga dan waktunya untuk pelajaran sejarah dunia. Hiiragi-chan masuk ke ruang kelas.
“Hah? Sensei, Anda sedikit berbeda hari ini!”
“Itu benar! Suasananya benar-benar berubah!”
Yang pertama bereaksi adalah gadis-gadis yang memperhatikan perubahan Hiiragi-chan. Seperti biasa, dia adalah pusat perhatian terlepas dari jenis kelamin.
“Eheheh. benarkah?”
Adanya seseorang yang menyadari membuatnya benar-benar bahagia. Ditambah pula, dia sempat melirik ke arahku.
“Ohon.”
“…”
Rambut yang biasanya dia kuncir di belakangnya sekarang bersandar di bahunya.
“Kalau begitu, mari kita mulai pelajarannya.”
Selama jam pelajaran, dia melihat sekeliling, dan ketika mata kami bertemu, dia membuat wajah puas diri sekilas.
“Gaya rambut itu ...”
Bisik Fujimoto. Kau tidak perlu memberi tahu semua orang, Lonely Man.
Aku tahu, aku tahu. Akulah orang yang paling tahu.
“Hmmm? Jadi, begini tipe cewek yang kamu suka?”
Sambil mengatakan itu, Hiiragi-chan mengubah gaya rambutnya ke gaya Yuuna-chan.
“Hmm ... bagaimana aku harus mengatakannya ... tidak ...”
Fujimoto mengerutkan keningnya.
Berhentilah menatap pacar orang lain. Aku menepak bahunya.
“Kenapa!?”
“Kalian yang di sana! Apa yang kalian lakukan selama pelajaran? ”
Hiiragi-chan menegur kami setelah menunjukkan jarinya.
“... Semua karena salahmu, Fujimoto ...”
“Tidak, jelas-jelas ini salahmu, ‘kan?”
Fujimoto dengan cepat membalas tindakanku yang pura-pura tidak tau..
Setelah itu, setiap kali tatapan mata kami bertemu, Hiiragi-chan akan membuat ekspresi puas. Perasaan tentang dia yang ingin aku menyadarinya, sungguh menakjubkan.
Pelajaran terus berlanjut, dan istirahat makan siang pun tiba. Aku lalu menuju ke ruang referensi sejarah dunia.
Bagaimana aku harus membicarakannya? Hmmm…
Sambil merasa khawatir, aku berjalan menyusuri lorong dan memasuki ruangan.
“Seiji-kun, kerja bagus selama pelajaran.”
Hiiragi-chan sudah menyebar selembar kain dan meletakkan bekal makan siang. Persiapannya selesai.
“Ya. Sensei, kerja bagus juga. ”
“Mou ~, panggil aku Haruka-san saat kita sendirian.”
Dia cemberut dengan pipinya yang menggembung.
Reaksinya selalu lucu jadi aku hanya melakukannya untuk menggodanya. Maaf maaf, sambil meminta maaf aku berbaring di pangkuannya.
“Apa yang ingin kamu makan?”
“Aku serahkan padamu.”
“Okaaay.”
Setelah mengambil sepotong karaage dengan sumpitnya, Hiiragi-chan menyuapiku makan.
“Se-Seiji-kun. Bukankah kamu pikir ada yang berubah? ”
“Ah, akhirnya kau bertanya juga.”
Pesonanya memang cukup kuat, sih.
“Jika kamu tahu, kenapa tidak bilang dari tadi? Mou ~ ”
Sebenarnya, aku ingin meminta maaf, tetapi aku juga punya pemikiran yang sama dengan reaksi awal Fujimoto. Aku bangun dan duduk bersimpuh.
“Haruka-san. Kau mungkin akan mati karena kaget, tetapi aku perlu bertanya.”
“Eh !? Mati karena kaget !? A-Aku belum mau mati ... ”
“Gaya rambutmu, kau membuatnya tampak seperti Yuuna-chan kan?”
Ekspresi Hiiragi-chan sumringah menjadi senyuman.
“Ya, ya. Seperti yang diharapkan, seorang penggemar memperhatikan dengan baik. ”
Dia lalu terdiam sejenak, karena dia memilih kata-katanya dengan hati-hati. Lalu, Hiiragi-chan menelan ludah.
“... da-dan? Pendapatmu?”
“Terlihat menyegarkan dan imut.”
“Mo-moouuuu, itu yang disebut mati karena kaget!”
Wajahnya berubah merah padam! Wanita paling dere-dere tahun ini!
“Aku sangat malu sampai-sampai bisa mati ...”
Dengan wajahnya yang masih memerah, dia jatuh ke pangkuanku dan berguling-guling.
“Tenang, tidak apa-apa.”
Aku mengelus Hiiragi-chan, mencoba untuk menenangkannya. ... rasanya mirip seperti menunjukkan perhatian kepada anjing besar.
Yah, kesampingkan itu. Tidak, sebenarnya, itu tidak cocok untuknya ... pikirku. Itu hanya pendapatku saja. Cewek-cewek ada di sekelilingnya setuju tentang hal itu, tapi aku bukan tipe yang melakukan itu. Hiiragi-chan memang imut, jadi tidak peduli apa yang dia lakukan itu akan terlihat bagus, tapi tetap saja, perasaan canggung ini adalah yang paling menonjol.
“Tetap saja, aku pikir aku lebih menyukai gaya rambut Haruka-san yang biasa.”
“Eh? Betulkah?”
“Ya. Tapi itu hanya pendapatku saja.”
Hiiragi-chan senang karena suatu alasan.
“Aku juga merasakan hal yang sama. Aku bangun lebih awal, dan memutuskan untuk melakukan upaya untuk mencobanya. Tapi, aku berpikir ada yang ganjil. ”
Fufufu, dia tertawa pelan.
“Jadi, Seiji-kun juga berpikiran yang sama, ya.”
“Lalu, lebih baik kalau kau menghentikannya sekarang.”
“Aku sudah melakukannya, jadi mau bagaimana lagi, ‘kan? Selain itu, Kamu mungkin menyukainya. Lagipula, ini adalah gaya rambut Yuuna-chan. ”
Hiiragi-chan tersenyum menggoda, dan kemudian bangun. Dia melepas ikat rambutnya, dan mengubah rambutnya kembali ke kuncirnya yang biasa.
“Kami benar-benar mirip sebagai pasangan.”
Setelah mengatakan itu sendiri, Hiiragi-chan menjadi sangat malu. Aku juga ikutan tersipu sambil tersenyum malu-malu.



*Ini gambaran gaya rambut baru Hiiragi-chan :

No comments:

Post a Comment

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat