Watashi no Shiranai, Senpai no Hyakko no Koto Chapter 80


u Sudut Pandang si Senpai u   
Selamat pagi ~
Kouhai-chan sedang berdiri di peron seperti biasa, napasnya cukup dingin sampai membuat udara putih keluar.
“Pagi.”
Semangatnya hari ini masih normal seperti biasanya, ya.
Aku tidak tahu apakah dia cuma gampang dimengerti, atau itu karena aku berbicara dengannya setiap hari, tapi aku bisa membedakan suasana hatinya hanya dengan bertukar salam dengannya.
Yah, itu tidak terasa buruk juga.
Ngomong-ngomong, keretanya masih belum tiba, jadi aku menunggu sambil berdiri di sebelah Kouhai-chan.
Salah satu dari kami biasanya akan berbicara sekarang, tapi tidak satu pun dari kami melakukannya hari ini. Aku merasa kedinginan dan mengantuk, tidak mampu memikirkan apa pun.
tapi bahkan jika hanya ada keheningan di antara kami, aku tidak merasa tidak nyaman. Hal itu saja membuatku merasa sangat aneh.
Aku menoleh ke Kouhai-chan, dan aku menyadari bagaimana Kouhai-chan juga melakukan hal yang sama.
Aku pikir kami merasa nyaman dalam beberapa menit sebelum kereta tiba.

vvvv

Kereta pun tiba dan kami segera menempati posisi kami seperti biasa.
Apa yang terjadi padamu, Senpai? Kenapa kamu diam terus?”
Harusnya itu kalimatku. Apa yang terjadi denganmu?”
Tidak ada yang terjadi apa-apa padaku, kok. Aku hanya tidak punya topik untuk dibicarakan.”
Ucap Kouhai-chan sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
Ah, jika kita membahas tentang percakapan, aku punya sesuatu yang ingin kutanyakan.
Kalau begitu tanyakan saja.
Apa tidak apa-apa? Lagi pula aku baru ingat sekarang. Kamu boleh memujiku, loh, Senpai?”
Kenapa aku harus memujimu hanya untuk ini?
Aku pasti takkan memujimu.
“Ah iya. Lalu inilah pertanyaan hari ini untuk Senpai yang tsundere.”
Bagian mana dari diriku yang tsundere?
Aku memutuskan untuk berkonsentrasi pada pertanyaan Kouhai-chan.
Senpai, berapa banyak fotoku yang kamu miliki?

u Sudut Pandang si Kouhai u   
Jika aku bersama teman-teman cewekku, kami akan mengambil banyak foto dan mempostingnya di SNS.
Tapi Senpai tidak pernah mengambil fotoku, dan aku tidak ingat Ia mengambilnya.
Ahh…
Senpai mengalihkan pandangannya ke langit-langit kereta untuk sementara waktu, seolah-olah berusaha mengingat. Ketika Ia menjawabku,  jawabannya sungguh tidak terduga.
Satu ... Tidak, ada dua foto.
Ha!?
Aku sedikit terkejut.
Masih dimengerti jika Ia memiliki satu, karena aku pernah mengirim foto selfie-ku ke Senpai.
Tapi, apa maksudnya dengan dua foto?
Aku meraih kedua pundak senpai dengan erat, mulutku mulai menyentak dengan sengaja.
“Mengapa Senpai punya foto lain dari yang aku kirim kepadamu sebelumnya. Apa kamu mengambil fotoku diam-diam?! itu pasti seperti itu ‘kan?! Senpai benar-benar mengerikan ketika kamu bahkan mengambilnya. Aku mendengar tentang hak penggunaan seperti yang disukai orang di kelasku baru-baru ini, jadi apa yang harus kita lakukan tentang hal itu?! pertama-tama, tolong biarkan aku melihatnya dan kemudian tolong hapus karena itu sangat memalukan.”
Aku mengguncang Senpai bolak-balik sambil meludahkan kata-kata tanpa memahami apa yang aku katakan.
Dari mana dia mendapatkan fotoku? Yah, aku punya banyak teman dan kenalan, jadi ada kemungkinan itu dibagikan sampai mencapai Senpai, tapi ...
Ketika aku terus bertanya, Senpai mengerang.
Kamu tidak perlu sampai malu segitunya, ‘kan?
“Apa?”
Aku merasa tidak cukup mengeluh, jadi aku menarik napas lagi.
Pada saat yang sama saat aku ingin mengatakan apa yang ada dalam pikiranku, Senpai membereskan kesalahpahaman.
Tidak, aku baru saja menyimpan gambar profil LINE mu.
... Ha?
Apa ini yang disebut orang sebagai kekecewaan?
Atau mungkin, melawan kincir angin?
Ngomong-ngomong, ini seolah-olah aku yang malu sendiri.
Senpai yang berdiri di depanku tertawa terbahak-bahak.
Aku tidak pernah mengambil foto diam-diam, oke. Aku hanya menyimpan foto profil LINE-mu.”
Apa itu bahkan dianggap sebagai fotoku ...
Karena Kouhai-chan ada di sana, maka itu foto Kouhai-chan, ‘kan?
Ahh, seriusan. Baiklah.”
Aku masih merasa agak frustrasi, jadi ayo kita menggoda Senpai sebagai balas dendam.
kenapa kamu repot-repot menyimpannya, Senpai?
“Apa?”
Senpai menatapku, matanya berkedip beberapa kali.
Tidak, bahkan jika kau bertanya kenapa ...
Kamu selalu melihatnya, ‘kan? Foto profilku. Karena kita sering mengobrol setiap hari.”
Aku tidak mempercayai informasi internet, dan aku tidak tahu kapan kau akan menghapusnya.
Senpai membuang muka dariku, mengatakan begitu dengan nada seolah Ia mengolok-olokku sedikit.
Itu sebabnya, aku hanya menyimpannya untuk jaga-jaga.
He ー Benarkah ー
Apa-apaan dengan nada itu? Kau tidak mempercayaiku?”
Tidak, tidak, aku percaya kok. Karena itu dikatakan oleh Senpai.”
Kau pasti tidak percaya, ya ...

u Sudut Pandang si Senpai u   
Karena kami sudah membahas ini, aku juga menjadi sedikit penasaran.
Boleh aku mengajukan pertanyaan hari ini ?
“Tentu.”
Kouhai-chan, apa kau punya fotoku selain pada malam itu?
Aku ingat bahwa aku pernah mengiriminya foto selfie-ku sebelumnya.
“Tidak.”
Jawaban langsung? Bilang tidak lagi, Kau beneran tidak punya?
Rasanya salah mengambil foto diam-diam.
“Salah?”
“Rasanya sedikit tidak senonoh.
Tidak senonoh, ya. Yah, namanya juga “diam-diam”.
“Benarkah?”
“Iya. Itu sebabnya, Senpai?”
“Apa?”
Tolong izinkan aku mengambil fotomu ♪
Kouhai-chan bertanya padaku dengan senyum nakalnya.
“Kenapa?”
Ya, bukannya itu aneh kalau aku hanya punya satu foto Senpai walaupun kita sudah berbicara satu sama lain setiap hari?
Aku tidak berpikir itu aneh.
Itu sebabnya, tolong izinkan aku mengambilnya.
Hmmm.
Logika tersebut membuatku menginginkan foto Kouhai-chan juga. Foto yang dia kirim saat itu adalah kacamata yang dikenakannya, dan foto di profil LINE-nya diambil dari samping, sehingga matanya yang indah tak begitu terlihat. Aku ingin melihat foto versi kontak Kouhai-chan.
Untuk saat ini, aku mengatakan ini kepada Kouhai-chan yang sudah mengarahkan kamera smartphone-nya ke arahku.
Kita sedang berada di kereta, jadi ayo kita berhenti sekarang, oke?

u Sudut Pandang si Kouhai u   
Seharusnya tidak apa-apa untuk mengambil foto di kereta. Yah, itu tidak baik jika itu adalah fotobombed.
Bagaimanapun juga, kami akhirnya tiba di stasiun dekat sekolah.
Orang-orang di peron juga sedikit, dan sepertinya kita takkan menyusahkan siapa pun di sini.
Lalu, apa aku boleh mengambil fotomu sekarang, Senpai?
Ketika aku menanyakan hal ini dan melihat ke arah senpai, Senpai juga memegang smartphone di tangannya.
Apa yang sedang kamu lakukan? Ya ampun.
Lalu, aku akan mengambilnya sekarang, Kouhai-chan.
“Apa yang kamu katakan? Aku mau mengambil foto senpai.”
Aku akan mengambil foto untuk Kouhai-chan. Kau akan menjadi model.
Sambil memaksa satu sama lain untuk menyerah, seorang wanita muda yang lewat di samping kami tersenyum. Dan aku mendengar dia mengatakan ini pada dirinya sendiri.
Kalian berdua bisa foto bareng, ‘kan?
Dan kemudian, menjadi seperti itu.

u Sudut Pandang si Senpai u   
Latar belakangnya adalah dinding yang cocok di sekitar sini. Itu tidak masalah.
Masalahnya adalah subjek fotografi akhirnya menjadi diriku dan Kouhai-chan.
Dia bahkan tidak meminta tolong orang lain untuk memfoto kami.
Kouhai-chan yang berdiri di sebelah kananku memegang smartphone di tangan kanannya, lengannya terentang.
Ini adalah pertama kalinya buatku.
Apa ini yang disebut 'selfie' seperti yang dilakukan kebanyakan gadis SMA?
Aku akan mengambilnya sekarang, oke?
Kouhai-chan yang berdiri di sampingku memberi sinyal.
Oke, cheese!
Foto yang dia kirimkan kepadaku nanti membuat kami berdua membuat senyum yang sangat alami untuk beberapa alasan.




Hal yang kuketahui tentang Senpai-ku, nomor (80)
Sepertinya Ia tidak pernah berselfie sebelumnya.


close

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama