The Result when I Time Leaped Chapter 138

 

Akting main-main

 

“Apa? Apa maksudmu bilang begitu!?”

Natsumi-chan, yang sedang berbaring di sofa dan menendang kakinya, langsung menatap tajam padaku.

“... Tidak, yah, ini bukan aku, oke? Bukan aku yang mengungkit ide dengan 'permainan' semacam itu.”

“Tetap saja ... Apa maksudmu dengan menunjukkan kancut?”

Mata Natsumi-chan beubah menjadi sinis, seolah-olah sedang melihat sampah.

Karena hari ini tidak ada pekerjaan, jadi Natsumi-chan dan aku sama-sama bersantai di tempat Hiiragi-chan sejak siang hari Sabtu. Pemilik tempatnya sendiri baru saja pergi sepuluh menit sebelumnya, setelah meributkan kekurangan bahan makanan.

Aku memang menawarkan untuk pergi bersamanya untuk membantu membawa barang-barang, 

“Dorobo-kun, apa kamu saking pengennya melihat kancut?”

Natsumi-chan dengan santai mengubah posisi tubuhnya. Saat membaca manga, dia sekarang duduk dengan menyilangkan kaki. Mungkin karena celana pendek yang dia kenakan, tapi aku merasa bermasalah karena rasanya aku hampir bisa melihatnya melalui celah.

“..…”

Aku berteman dengan Natsumi-chan, tapi dia juga 'adik pacarku'. Aku merasa seperti melakukan sesuatu yang lebih buruk daripada hanya melihat sekilas celana dalam Hiiragi-chan, jadi aku cepat-cepat mengalihkan pandanganku.

Apa yang dia lakukan mengenakan sesuatu seperti ini, ketika cuacanya sudah hampir masuk musim dingin?

“Dorobo-kun?”

Perhatianku kembali tertuju padanya saat dipanggil.

“Eh, ah, ya. Itu cuma 'permainan' kecil. Itu hanya bisa berakhir pada percobaan.”

“Percobaan? Kalau begitu kamu bahkan tidak bisa melihatnya. Bukannnya itu hanya sekilas pandang?”

Entah bagaimana, rasanya agak berbeda. Ini sedikit berbeda dari kemungkinan mendapatkan pandangan sekilas.

“Mungkin — ini ada hubungannya dengan antisipasi itu?”

“Itu sepertinya sulit ...”

Tepat sebelum dia pergi, kami bertiga sedang menonton videoku yang diambil Hiiragi-chan saat festival olahraga.

Aku pikir aku telah menghentikannya ketika kami berada di ruang peralatan olahraga, tapi sepertinya tidak begitu karena videonya termasuk suara dan segalanya.

“Jika kamu melakukan yang terbaik, aku akan memberimu hadiah!”

“Hadiah?”

“Ya. Kamu mau apa?”

“Beberapa waktu yang lalu ... saat kita melakukan sesuatu di mana kau berpura-pura menunjukkan celana dalammu, itulah permintaannya. Apa sesuatu seperti itu baik-baik saja?”

“I-iya ... ka-kalau cuma sedikit ..”

Hiiragi-chan, dengan wajahnya yang terlihat seperti tomat merah, dengan cepat berlari sambil memberikan alasan kekurangan bahan makanan, sebelum Natsumi-chan bisa bertanya lebih lanjut.

“Yah, kurasa tidak apa-apa. Itu tidak masalah. ”

Natsumi-chan meraih keripik kentang, dan melanjutkan setelah memakannya.

“Sudah lebih dari setengah tahun sejak kalian berpacaran bukan? Aku benar-benar tidak mau ikut campur sampai harus bertanya sampai sejauh mana hubungan kalian. Aku pikir kalian tinggal melakukan apa yang kalian inginkan. Haru-chan juga sepertinya lebih cenderung ke masokis. ”

“Awalnya, tidak ada yang bisa mendapatkan itu darinya.”

Sambil menyeringai, Natsumi-chan bertanya.

“Hal cabul apa lagi yang sudah kalian lakukan?”

“Tunggu tunggu. Hal-hal yang begituan seharusnya bersifat pribadi. ”

“Seorang wanita dari keluarga Hiiragi tidak memiliki privasi. Bahkan Mama khawatir bertanya kapan dia akan mendapatkan cucu. ”

Seriusan?

Tampaknya setelah memikirkan sesuatu, tatapan mata Natsumi-chan jatuh ke pahanya.

“... Apa yang begini yang kamu suka?”

Sambil memegang ujung celana pendeknya, dia mencoba menariknya lebar-lebar.


“Puhaah !? Tunggu, hentikan itu.”

“Kenapa kamu malah membuang muka? Bagi Dorobo-kun, mungkin tidak masalah celana dalam siapa yang kamu lihat. Itu pasti tidak harus Haru-chan.”

“Uwah ... mukamu mengatakan segalanya.”

“Bukan itu sama sekali.”

“Hmm? Masa?”

Natsumi-chan menertawakanku dengan nada menggoda.

Karena aku mungkin satu-satunya cowok sebaya yang dekat dengannya, bagi Natsumi-chan, aku mungkin seseorang yang sangat dia sukai untuk dijahili ... Aku akhirnya mengerti bagaimana rasanya Sana digoda oleh Natsumi-chan terus-terusan.

“Tunggu sebentar.”

Usai mengatakan itu, dia meletakkan manga yang sedang dia baca dan pergi ke kamar tidur.

Aku punya firasat buruk tentang hal ini.

“Aku sering menginap di tempat Haru-chan, jadi aku meninggalkan beberapa pakaian ganti di sini.”

Setelah berbicara dengan suara teredam dari balik pintu, dia keluar dari kamar.

“Jadi? Apa ini cocok untukku? “

Celana pendek Natsumi-chan berganti menjadi rok mini.

“Uhh. Ya. Itu bagus.”

Sambil tersenyum dan menyatakan terima kasih, dia duduk di sofa.

“Mengapa kau sampai ganti segala?”

“Menurutmu kenapa?”

Dia balas bertanya sambil menyeringai lebar di wajahnya ...

Natsumi-chan dengan santai menyilangkan kakinya.

“…”

"Uwah, kamu langsung menatap ...”

Umm, aku bisa melihatnya, tapi—

“Kamu boleh melihatnya, kok.”

Apa ...? Tanpa sadar aku membuat wajah serius.

“Aku memakai sesuatu yang tidak ada salahnya untuk dilihat.”

Kuu — Dia mengenakan celana yang sangat pendek. Jenis celana yang khusus untuk ini, bukan?

Aku dipenuhi dengan emosi kekecewaan dan kepuasan yang rumit karena telah melihatnya.

“Caramu mengambil umpan sangat bagus!”

Natsumi-chan menendang kakinya dan tertawa terbahak-bahak.

Sial, sial ...! Dia benar-benar mengolok-olokku ...!

“Jika aku mengenakan celana ketat, apa itu masih bisa kehitung?”

“Aku yakin memang begitu.”

“Hmmm, jadi begitu.”

Natsumi-chan sependapat denganku.

Natsumi-chan perlahan berdiri lalu berbalik dan kembali setelah mengenakan celana ketat.

“Kenapa kamu pikir aku memakai celana ketat sekarang?”

“Apa maksudmu?”

“Itu berarti aku tidak memakai celana dari sebelumnya.”

“…”

“Kyahaha, wajahmu!”

Aku menggelengkan kepalaku untuk menyingkirkan ekspresiku.

Hiiragi-chan biasanya memiliki perasaan yang rapi dan bersih untuknya, sementara pakaian Natsumi-chan sepertinya mengeluarkan aura yang lebih modis. Aku belum pernah benar-benar memperhatikannya sampai sekarang, jadi aku baru menyadari ini.

“Natsumi-chan, ternyata kau cukup modis, ya?”

“Fufun. Benar sekali. Itu karena aku sangat jago tentang hal itu. Dorobo-kun, kamu juga harus lebih mempertimbangkannya— ”

Natsumi-chan mulai menceramahiku dan memberaku segala macam saran mode. Ngomong-ngomong …

“Ini tentang hal lain, tapi ...”

Natsumi-chan di masa depan memanggilku 'Seiji-san'.

“Apa kau akan terus memanggilku 'Dorobo-kun'?”

“Eh? Eng-Enggak masalah, ‘kan? Suka-suka aku.”

Dia memalingkan matanya, wajahnya diwarnai merah.

“... Kenapa kau jadi malu-malu begitu?”

“En-Enak aja! Siapa juga yang malu-malu!”

“Saat kau menyangkal sesuatu dengan sangat kasar, itu membuatnya semakin mencurigakan.”

Aku dengan ringan menyingkap roknya.

“Tunggu! Jangan menarik rokku. Kamu nanti benar-benar bisa melihatnya.”

“Aku cuma bercanda.”

“Ya ampun.”

Saat kami bertengkar satu sama lain, sebuah suara bisa terdengar. Hiiragi-chan sudh kembali.

“Kenapa kamu bertingkah seperti itu dengan Natsumi ... Seiji-kun ...?”

“Acha, ini pasti bakal jadi sangat buruk.” Natsumi-chan berkata dengan suara kecil, sebelum dengan lancar melarikan diri ke kamar.

Hiiragi-chan gemetaran.

“Tidak, ini, umm, Natsumi-chan yang menggodaku — Ayolah, Natsumi-cha — tunggu, kau sudah kabur!”

Dia sangat cepat dalam melarikan diri.

“Cuma aku satu-satunya yang bisa melakukan sandiwara pelecehan seksual dan sandiwara panty sekilas tanpa sengaja, oke? Apa kamu mengerti?”

“Iya.”

Hiiragi-chan yang geram meraih pipiku dan menariknya. Dia mungkin memastikan itu tidak sakit, karena rasanya tidak terlalu sakit.

... Juga, aku merasa seperti aku mendengarnya dengan santai menambahkan 'permainan' jenis lain. Aku hanya akan bertindak seperti aku tidak menyadarinya.


Karena kejadian ini, Natsumi-chan dan aku berada di bawah pengawasan ketat Hiiragi-chan ketika kami bertemu pada hari kerja sambilan untuk sementara waktu.


Sebelumnya | Selanjutnya

close

1 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama