The Result when I Time Leaped Chapter 161 Bahasa Indonesia

 

Natsumi-chan

 

 

Aku tidak tahu sudah berapa kali hal ini terjadi sekarang, tapi sekali lagi, aku melompati waktu dan kembali ke masa-masa SMA-ku.

Aku sudah mengubah masa depan beberapa kali sekarang melalui trial and error, tetapi kenyataan kalau Hiiragi-chan dan aku akan putus tetap tidak berubah.

Apa itu berarti hal tersebut merupakan fakta yang tak terhindarkan sama seperti Sana yang bertekad untuk bekerja di perusahaan game di masa depan?

“Dorobo-kun? Heeey?”

Saat aku dalam keadaan melamun, Natsumi-chan, yang duduk di sebelahku memakai headset,  memanggilku.

Hari ini adalah kerjaan sambilan terakhir di tahun ini untuk perusahaan HRG.

“Hari ini ada pesta akhir tahun, kamu datang atau tidak?”

“Aku tidak pergi. Aku tidak terlalu suka menghadiri pesta minum seperti itu.”

“Kamu tidak harus minum, tahu?”

“Maaf, tapi aku tidak datang.”

“Sungguh, itu menyebalkan.”

Aku melihat jam, dan masih kurang dari 10 menit lagi sebelum shift kerjaku selesai.

“Rasanya seperti aku tidak diperhatikan sama sekali.”

“Itu karena kakak perempuanmu.”

Seperti yang diharapkan, mengetahui kalau kami akan putus dalam beberapa bulan membuatku khawatir, sedih, dan galau. Bahkan sekarang, aku tidak tahu harus berbuat apa, dan hanya bisa melakukan yang terbaik untuk menanggapi.

Itu belum semuanya.

“Eh? Apa terjadi sesuatu !? ”

Hentikan dengan mata berbinar itu. Kau seakan memohon agar orang memberitahumu tentang masalah mereka.

“Untuk saat ini, tidak ada sama sekali.”

Itu benar, untuk sekarang.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita mengadakan pesta akhir tahun hanya dengan kita saja? Haru-chan, Sana-chan, Ii-san, dan anak itu juga. ”

“Yah… entahlah.”

“Hmm? Biasanya, kamu akan langsung setuju, tapi tanggapanmu hari ini cukup negatif. ”

“Sepertinya Sana dan Kanata menyadari kalau aku dan Haruka-san berpacaran.”

“Eh?”

Aku memberi tahu Natsumi-chan tentang apa yang terjadi setelah pesta Natal.

“Aaah, begitu. Kurasa kalian sedikit lengah ... Tapi, jika keadaan tidak menjadi lebih buruk, bukannya itu baik-baik saja? ”

“Apa memang benar baik-baik saja?”

“Kita pulang kerja sekarang, Dorobo-kun.”

“Aaah, ya.”

“... Kamu terlihat lesu sekali hari ini.”

“Yah begitulah.”

Karena sekarang hari terakhir bekerja dalam tahun ini, aku melakukan sedikit pembersihan di sekitar mejaku. Natsumi-chan juga, mengikutiku dan melakukan sedikit beres-beres di mejanya.

“Jika Haruka-san mengatakan kalau dia ingin putus denganku, apa alasannya?”

“Shishishi, apa itu leluconmu?”

“Ya, mungkin.”

“Pasti karena dia sangat mencintaimu!”

“Masa? 10 poin! ”

“Yay!”

Kami mengobrol santai dan sesekali bercanda saat selesai membersihkan, dan setelah memberikan salam perpisahan kami kepada orang-orang yang masih ada, kami berdua naik ke lift.

“Tidak perlu menyapa seperti itu.”

“Tentu saja itu perlu, kita orang dewasa yang baik. Meski itu hanya formalitas, kita harus mengatakannya.”

Natsumi-chan menggerutu dan mengeluh.

“Apa kamu masih punya waktu hari ini?”

"Tentu saja, lagipula aku tidak pergi ke pesta akhir tahun.”

“Begitu ya. Lalu, apa kamu mau jalan-jalan sebentar? ”

 

*****

Hari semakin berubah menjadi gelap saat mobil kami melaju di jalan raya.

“Sekali-kali Aku ingin mencoba menyetir sendiri.”

Natsumi-chan berbicara dengan bercanda sambil menggenggam setir. Sehari setelah ulang tahunnya, dia pergi ke sekolah mengemudi, dan segera mendapatkan SIM.

“Aku paham kok. Aku sangat memahami saat kau ingin mengemudi tanpa alasan setelah mendapatkan SIM.”

“Kamu hanya bertingkah seolah-olah kamu tahu.”

Sama seperti Hiiragi-chan, Natsumi-chan juga tipe pengemudi yang aman. Aku tidak merasa cemas saat melihatnya mengemudi.

Supir pribadi keluarga Hiiragi yang meminjamkan mobil ini terlihat sangat bermasalah. Dia khawatir kalau terjadi sesuatu jika dia membiarkan Natsumi-chan mengemudi.

Natsumi-chan memaksanya dengan bersikeras kalau semuanya akan baik-baik saja. Dasar putri yang cukup nakal. Ada Hiiragi-chan sebagai pemberontak, jadi mereka mungkin sedikit lebih lunak.

Si Supir itu akhirnya memanggil mobil lain dan membawanya pulang.

“Ini pengalaman mengemudi pertamaku. Aku memberikan yang pertama untukmu. Apa kamu merasa senang?”

“Ya, sangat senang.”

“Tidak ada perasaan senang dalam nada suaramu.”

Natsumi-chan tertawa ceria.

“Untuk mobilku, sepertinya Papa akan memberikan mobilnya kepadaku, tapi itusepertinya mobil yang dimiliki orang tua. Sebuah sedan, kau tahu, dan itu sama sekali tidak imut.”

Saat dia mencemberutkan bibir, dia berbicara dengan mewah tentang keluhannya.

“Bukannya membeli mobil sendiri adalah sesuatu yang patut disyukuri?”

“Yah, memang benar sih.”

Natsumi-chan versi SMA tampaknya sangat dewasa setelah melihatnya mengendarai mobil seperti ini.

“Jika kamu tidak keberatan, aku bisa mendengarkan curhatmu. Kamu sepertinya sedang mengkhawatirkan tentang sesuatu. ”

Jika aku berbicara tentang lompatan waktu, dia pasti akan tertawa terbahak-bahak, jadi kurasa aku akan memberitahunya sambil menghindari itu.

“Ada ramalan yang sangat akurat. Mungkin cukup menyebutnya penglihatan masa depan? ”

Dia mengkode untuk melanjutkan.

“Hiiragi-chan dan aku seharusnya putus pada Maret tahun depan karena itu.”

“Aaaah, jadi itu yang kamu khawatirkan?”

“Ya, masalah itu.”

Tak disangka, kamu percaya pada ramalan, kata Natsumi-chan.

“Namun, kenapa kalian putus? Apa alasannya? Ah, itukah sebabnya kamu membuang lelucon mengenai itu? ” tambahnya.

“Aku tidak bermaksud untuk mencampakkannya, aku hanya berpikir jika itu kamu, kamu mungkin memiliki ide. Sepertinya aku tidak bisa menemukan alasannya.”

Natsumi-chan mulai memikirkannya dengan serius. Aku pikir dia akan menertawakanku dengan mengatakan kalau itu cuma ramalan dan tidak mungkin bisa terjadi, tapi sepertinya bukan itu masalahnya.

“Jika… jika harus seperti itu, apa Dorobo-kun hanya mengucapkan selamat tinggal dan pergi selamanya?”

“Eh?”

“Bagaimana bilangnya…? Jika dia akhirnya tidak menyukaimu lagi, apa kamu tidak bisa menyukai Haru-chan lagi? ”

Ditanyai dari sudut yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya, aku jadi berpikir sejenak.

Hiiragi-chan yang tidak menyukaiku lagi? Itu berarti perasaanku yang saat ini terbalas akan menjadi satu sisi. Apa aku akhirnya takkan menyukainya lagi?

“Aku tak berpikir kalau itu yang akan menjadi masalahnya.”

“Ya. Dorobo-kun yang aku kenal pasti akan mengatakan itu. ”

“... Namun, karena rasa sakitnya yang besar, aku merasa seperti ingin menjadi kerang di kehidupan selanjutnya.”

“Wow!? Itu jumlah depresi yang bisa diprediksi !? ”

Bahkan sekarang, hanya dengan membayangkannya, rasanya seperti ada yang memukul belakang kepalaku dengan senjata tumpul dengan perasaan tidak nyaman di dadaku mulai naik.

Jika Hiiragi-chan mengungkit masalah putus, alasannya haruslah sesuatu yang kami berdua akan terima.

Namun, Sana mengaku kalau dia masih tak terima bahkan hingga saat ini.

“Haaah… Aku juga ingin punya pacar seperti Dorobo-kun…”

Natsumi-chan berkata pelan.

“—Cu-Cuma seseorang sepertimu! Aku tidak bilang kalau kamulah orangnya, oke !? ”

“Tapi aku belum mengatakan apa-apa.”

Kohon, Natsumi-chan, yang sangat terguncang, membersihkan tenggorokannya.

“La-Lagian. Ini bukan akhir dari hubungan setelah kalian putus, ‘kan? ”

“Apa maksudmu?”

“Kamu sudah bertemu Mama, bos terakhir keluarga Hiiragi, iya ‘kan? Masa depan untuk kalian berdua sudah terjamin. Bahkan jika kalian putus, jika kalian akhirnya masih tetap bersama, maka itu masih disebut kemenangan.”

Dia berbicara dengan nada ringan.

“Y-yah… jika bahkan jika kamu akhirnya putus… ka-kamu akan menikah de-denganku… Mama tertarik dengan itu. Dia sudah berbicara tentang itu juga.”

Suaranya berubah menjadi bisikan pelan.

“Terima kasih.” Aku berbicara sebagai jawaban.

Sampai saat ini, aku hanya berpikir untuk menyelesaikan tantangan yang datang saat ini. Itu semua dilakukan agar bisa menikahi Hiiragi-chan.

Jika itu tujuannya, bahkan jika kita putus sekali atau dua kali, itu akan tetap sukses jika kita berakhir bersama pada akhirnya.

Ada banyak pasangan di dunia yang putus nyambung tapi pada akhirnya masih bisa bersama.

Berpikir tentang itu, aku merasa sedikit lebih nyaman.

“Natsumi-chan.”

“Hmm? Apa ada yang salah?”

“Bolehkah aku menjabat tanganmu?”

“Eh? Tidak. Aku akan memberitahu Haru-chan dulu tentang ini.”

“Emangnya berjabat tangan itu hal yang buruk !?”

Fufu, Natsumi-chan menghela nafas lalu tertawa.

“Kamu sedikit terhibur, jadi ayo pulang. Ah, traktir aku dengan minuman atau sesuatu.”

Natsumi-chan akhirnya memintaku untuk mentraktirnya.

“Apa boleh buat.”

Kami mampir ke mesin penjual otomatis di jalan dan aku membelikan jus jeruk untuknya. Dan aku sendiri membeli cola.

“Kerja bagus tahun ini.”

“Kamu juga.”

Di dalam mobil sambil diterangi oleh lampu jalan, kami berdua bersulang dengan kaleng kecil kami.

 

 

<<=Sebelumnya   |   Selanjutnya=>>

close

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama