The Result when I Time Leaped Chapter 162 Bahasa Indonesia

 

Keluarga Hiiragi Memang Luar Biasa

 

 

Ketika aku turun dari mobil mewah yang datang untuk menjemputku, hamparan rumah mewah menjulang di depanku.

“In-ini mengejutkan…”

Sana yang turun duluan gemetar ketakutan.

“… Jadi, Sensei sebenarnya wanita kaya.”

Bahkan Kanata, yang biasanya memiliki reaksi lemah,mulutnya sampai menganga karena terkejut saat dia melihat ke arah mansion.

“Nii-san, apakah kamu mungkin tipe perhitungan dan satu-satunya alasan kamu berpacaran dengan Sensei…”

“Tentu saja tidak.”

“... Menikah dengan wanita tajir, aku cemburu.”

Kanata-san? Suara hatimu bisa kedengaran,  tahu? Karena mereka sekarang tahu tentang Hiiragi-chan, aku tidak perlu menyembunyikan apa pun, dan itu menjadi lebih mudah bagiku.

“Hmm… jadi ini rumahnya. Ru-Rumahku se-setidaknya rumah anggota dewan kota, dan itu agak besar loh, Senpai.”

Lutut Rei-chan gemetar saat dia mencoba bertanding. Tubuhnya cukup jujur. Setelah kami selesai disambut oleh para maid dan butler, Natsumi-chan keluar dari pintu utama.

“Halo, selamat datang semuanya!”

Setelah dia, Hiiragi-chan juga ikut muncul.

“Halo semuanya, terima kasih sudah datang jauh-jauh ke sini.”

“Permisi.”

Aku membungkuk kecil. Hari ini akan menjadi yang ketiga kalinya bagiku, jadi aku tidak terlalu gugup. Namun Sana dan Rei-chan menatap ke arah mansion di belakang Hiiragi-chan dengan wajah pucat.

“… Speknya terlalu tinggi.” ”

Natsumi-chan menyuruh kami untuk masuk dan kemudian klub tata boga dan Rei-chan memasuki mansion. Beberapa hari yang lalu aku diberitahu oleh Hiiragi-chan bahwa Natsumi-chan mengusulkan agar kami pergi ke rumah utama keluarga Hiiragi untuk mengadakan pesta akhir tahun. Hiiragi-chan tahu bahwa kami akan mengadakan pesta akhir tahun, tapi kami masih mendiskusikan di mana kami akan mengadakannya. Dan di sanalah, Natsumi-chan bertanya apa kami ingin datang ke tempatnya, jadi kami semua berakhir di sini. Aku dengar kalau dia sudah mendapat ijin dari Airi-san dan berbagai orang lainnya.

Hiiragi-chan juga sedang menuju rumah untuk berkunjung jadi ini waktu yang tepat. Kami menyebutnya pesta akhir tahun, tapi hari ini adalah Malam Tahun Baru, jadi sekarang lebih mirirp seperti pesta Tahun Baru.

“S-Sana menghabiskan Tahun Baru di rumah besar tahun ini…!”

Adik perempuanku sangat gugup. Kami melewati ruang resepsi tempat aku pernah berdiskusi panas dengan Airi-san. Di sana, segala sesuatunya telah disiapkan untuk acara kumpul-kumpul, ada kotatsu dan dua kompor kaset di atasnya. Panci panas. Dia berencana melakukan hot pot…! Hiiragi-chan tidak ada di sini? Kurasa itu berarti dia bersiap untuk hot pot.

“Rumah ini dibuat dengan gaya barat, namun di sini dibuat dari timur.”

Rei-chan mengungkapkan kata-kata yang kupikirkan di dalam diriku. Tadi, aku keluar dari lingkaran sebentar dan memberi salam untuk Airi-san dan Takakage-san. Berbeda dengan Airi-san yang menyambut, Takakage-san memiliki ekspresi kesal sebelum menyuruhku kembali setelah aku bergabung dengan keluarga. Setelah dipelototi oleh Airi-san, dia kemudian langsung berubah ke mode yang lebih ramah. Selain Natsumi-chan, semua orang melihat sekeliling dengan gelisah. Pada awalnya aku juga sama. Siapapun pasti akan merasa seperti itu setelah dibawa ke rumah orang kaya.

“Terima kasih sudah menunggu~”

Hiiragi-chan masuk sambil mendorong gerobak dan berpenampilan celemek. Di atasnya ada panci panas yang mengepul. Seekor kepiting ditempatkan di dalamnya.

Sana menarik lengan bajuku.

“N-Nii-san, apa orang kaya memiliki kepiting di hot pot mereka pada Malam Tahun Baru?”

“Mana mungkin aku tahu?”

Natsumi-chan tertawa.

“Bukan hanya ini saja, oke?”

Di bagian bawah gerobak terdapat wajan berwarna hitam lengkap dengan bahan-bahan berupa telur, daging sapi, dan sashimi.

““ “Ap-Apa itu — s-sukiyaki !?” ””

Rakyat jelata terpesona oleh hidangan orang kaya.

“D-Di tempatku, terkadang kita punya m-mizutaki… selama musim dingin, Senpai.”

Rei-chan, kamu tidak bisa bersaing dengan mizutaki. Tidak bisa mengalahkan hot pot terbaik. Aku entah bagaimana mulai menghibur Rei-chan saat dia mencoba bersaing dengan paksa.

“Aku bingung apakah kita harus menyajikan ikan buntal sebagai gantinya, tapi Natsumi kalau yang ini lebih baik.”

“Maksudku, ikan buntal tidak sebagus itu kan? Setidaknya bukan untuk seberapa mahalnya. ”

Benarkah? Apa benar itu masalahnya? Aku belum pernah mencobanya sebelumnya.

“Aku ingin tahu apakah Nii-san juga akan berbicara pada level yang benar-benar di atas kita seperti itu suatu hari nanti…”

Sana memperhatikan dengan pandangan jauh. Hiiragi-chan mulai membuat sukiyaki dari bahan-bahan yang ada. Sementara itu, kami semua menikmati hot pot kepiting yang sudah jadi. Ho pot kepiting ini dibuat oleh koki keluarga Hiiragi di bawah bimbingan Hiiragi-chan sepertinya. Tidak seperti hot pot kepiting yang aku tahu, citarasanya cukup berkelas.

“... Kupikir itu hanya akan terjadi pada level pertemuan kecil, tapi ini adalah kejutan besar.”

Kanata berbicara dengan wajah serius sambil meniup kubis.

"Di-di tempat kita, di tempat kita ...”

“Jangan khawatir, Rei-chan. Kau tidak perlu membandingkannya lagi… ”

“Astaga, kalian semua terlalu melebih-lebihkan. Hot pot kepiting dan sukiyaki merupakan hal lumrah, bukan? ”

“Bahkan jika memang begitu, Kau tidak akan membuat keduanya sekaligus, setidaknya tidak dalam keluarga biasa.”

Hiiragi-chan memiringkan kepalanya dengan bingung. Aku mengalihkan pandanganku ke arah Natsumi-chan, yang juga melakukan hal yang sama dengan memiringkan kepalanya.

“Astaga, dasar anak tajir ...”

“Senpai, piringmu kosong? Apa yang kamu mau? Ada kubis, tahu, kepiting, bakso ikan… ”

Aku kira karena dia tidak bisa bersaing dalam hal keluarga, dia mengubah metode bandingnya.

“Oke, apa saja tak masalah.”

“Baiklah.”

“Haruka-san juga, jika kamu terus memasak, semuanya akan habis tahu?”

“Aku baik-baik saja. Jangan menahan diri dan makanlah sepuasnya. ”

“… Seiji-kun memanggilnya Haruka-san.”

Kanata bergumam menyebabkan Sana mengerucutkan bibirnya.

“Sampai sekarang, kamu selalu memanggilnya Sensei di depan kami.”

“Kamu menyuruhku untuk tidak keberatan, jadi aku memanggilnya begitu.”

“Hmph!”

Mereka menatapku dengan mata dingin.

“Menjijikkan, dasar para riajuu. Benar ‘kan, Kana-chan? ”

“… Ya, benar.”

Apa yang harus aku lakukan?

“Terima kasih sudah menunggu! Siapa yang mau daging sukiyaki? ”

Sana, Kanata, dan Rei-chan langsung angkat tangan.

“Kalau begitu, mari kita mulai dengan Rei-chan.”

“Jika kamu makan daging sapi dengan pola marmer seperti itu ketika kamu masih sangat muda, kamu akan berubah menjadi orang dewasa yang mengerikan, tahu?”

“Fufu. Tidak masalah, aku sudah menjadi wanita yang baik. Aku berbeda dari anak kecil kayak kamu. ”

“Apa yang sedang kamu bicarakan? Kamu yang termuda di sini. ”

Aku melihat saat Rei-chan menutupi daging yang bersinar — atau setidaknya tampak bersinar dari sudut pandangku — daging dengan banyak telur. Kelihatannya enak…

“Senpai, buka mulutmu. Aaaahn. Ayo, aaahn. ”

“Apa tidak apa-apa?”

“Hei tunggu. Kamu harus memakannya sendiri. ”

Sana dengan cepat menyela.

“Ini dagingku, jadi terserah aku, dong.”

“Gununu…”

Begitu aku menuruti Rei-chan, daging kelas atas yang dilapisi telur dimasukkan ke dalam mulutku. Telur yang lembut dan kaldu yang manis dan pedas… lalu, daging sapi yang sepertinya cukup lembut untuk meleleh begitu masuk ke mulutku. Sungguh menakjubkan… Apa ini… ini  rasa kebahagiaan… Hiiragi-chan melihat percakapan kami dengan ekspresi yang mengatakan mau bagaimana lagi.

“Ka-Kalau begitu, Sana juga akan melakukan itu untuk Nii-san.”

Ekspresi tersenyum Hiiragi-chan mulai hilang.

Di sisi lain Natsumi-chan mulai tertawa.

“Sa-Sana-chan, Bukankah  kamu mau memakannya sendiri?”

“... Ini daging Sana, jadi Sana bisa memilih.”

“… Saa-chan, Sensei memiliki aura hitam yang keluar dari dirinya. Ada juga yang berdarah dalam senyumannya. "

Meliriknya, aku menemukan senyuman yang terdengar bergemuruh.

“… S-Sana akan memakan porsinya sendiri…”

Aura hitam tersebar, dan gemuruh berhenti. Natsumi-chan tertawa sepanjang waktu sambil berkata, "Jadi, Sana tidak boleh?”

“Se-Seharusnya perbuatan itu tidak boleh dilakukan antar saudara kandung, ‘kan?”

Hiiragi-chan sedikit cemberut. Setelah itu, seseorang yang tampaknya adalah kepala koki masuk untuk memasak setiap potongan daging dengan hati-hati satu per satu. Entah bagaimana, sepertinya bukan sukiyaki yang biasa…

“Sensei, jika kamu menikahi Nii-san, keluarga Sanada tidak dapat menyediakan akomodasi yang sama seperti ini, apa kamu baik-baik saja dengan itu?”

“Ya. Tidak masalah.”

“H-hmm… pasangan yang sangat mesra.”

Syarat untuk menikahi Hiiragi-chan adalah aku harus masuk ke dalam keluarga mereka, tapi kurasa tidak masalah untuk tidak mengatakannya.

“Ini membuat frustrasi… tapi dagingnya enak…”

Sana membuat ekspresi yang rumit tapi tetap senang saat mengunyah daging yang dimakannya.

 

 

<<=Sebelumnya   |   Selanjutnya=>>

close

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama