The Result when I Time Leaped Chapter 164 Bahasa Indonesia

 

Kunjungan Kuil Tahun Baru Bersama Hiiragi Bersaudara

 

 

Aku merasa periode antara lompatan waktu dan kembali ke masa depan menjadi lebih pendek belakangan ini. Aku sekali lagi melompati waktu dan akhirnya kembali ke masa SMA-ku. Aku masih di aula mansion keluarga Hiiragi, baru saja melewati tahun baru.

—Sekarang dan kembali ke masa SMA, tolong jangan lupakan apa yang mendukungmu dan membawamu sampai ke titik ini.

Setelah mengatakan sesuatu yang ambigu, inilah yang dikatakan Rei-chan di akhir.

Sesuatu yang mendukungku…

Waktu yang aku habiskan saat ini hanya sekitar 10 menit, tapi jumlah hal yang tidak aku mengerti sekali lagi meningkat. Rei-chan memperhatikan sesuatu, itu sebabnya dia bertanya padaku tentang mengapa aku tidak bisa menghindari putus dengan Hiiragi-chan.

“Apa yang sudah dia sadari?”

“Heeey? Dorobo-kun? Kenapa daritadi bengong melulu? ”

Masih di dalam mansion Hiiragi, Sana dan Kanata sama-sama tidur di sekitar kami. Selain mereka, Natsumi-chan dan Hiiragi-chan sama-sama menatapku dengan cemas.

“Ah maaf. Aku baru saja memikirkan banyak hal.”

Hmmm, Natsumi-chan sepertinya tidak terlalu mempermasalahkannya saat dia melanjutkan.

“Apa yang akan kamu lakukan tentang kunjungan kuil? Haru-chan— ”

“Pergi. Aku pasti pergi.”

Kondisi mabuk Hiiragi-chan menjadi lebih baik tanpa aku sadari.

“Adapun yang lain ... membangunkan mereka mungkin sedikit tidak enakan.”

“Sana-chan mungkin akan memprotes dan bertanya mengapa kita tidak membangunkannya.”

Hiiragi-chan tertawa sendiri.

“Yah, aku akan menemaninya mengunjungi kuil saat itu terjadi.”

“Seperti yang diharapkan dari  kakaknya.”

“Diam, ah.”

Setelah bercanda dengan ku, Natsumi-chan mendesak Hiiragi-chan dengan mengatakan bahwa mereka harus bersiap.

Memberitahuku untuk menunggu, mereka berdua meninggalkan ruangan.

Beberapa waktu berlalu dan mereka berdua akhirnya kembali.

Aku pikir mereka berdua akan memakai mantel dan syal, tapi aku salah total.

Mereka berdua telah berganti menjadi furisode, dan sambil memegang tas tangan kecil, mereka mengubah gaya rambut mereka agar sesuai dengan pakaian. Tidak heran mereka butuh waktu yang lama. (TN : Furisode (振袖) adalah kimono berlengan lebar yang dikenakan wanita muda yang belum menikah)

“Jadi? Bagaimana penampilan kami, Dorobo-kun? ”

Natsumi-chan berputar sekali di pintu masuk.

Dia mengenakan kimono biru dengan motif bunga yang sangat cocok untuknya.

“Terlihat menyegarkan.”

“Eeeh? Cuma itu? Bukannya ada, kamu tahu, pujian yang lain gitu? ”

“Natsumi, jangan terlalu memaksanya.”

Hiiragi-chan, yang memarahi adiknya, juga mengenakan furisode yang sangat alami dan terlihat bagus untuknya. Di Kontes Kecantikan, Natsumi-chan mengatakan kalau dia bisa memakainya sendiri.

Dia mengenakan kimono putih dengan pola heksagonal. Meski kalah dari Natsumi-chan dalam hal mencolok, tapi dia tampak sangat terbiasa memakainya, membuatnya merasa seperti orang dewasa yang anggun. Pakaiannya cukup menawan.

Hiiragi-chan mengatakan untuk tidak memaksaku, tapi dia terus-menerus melirik ke arahku.

“Kalian berdua tampak cantik.”

“Bukannya itu bagus, Haru-chan?”

“... Y-ya.”

Natsumi-chan tertawa sementara Hiiragi-chan mengangguk sambil bergumam.

Kami keluar dari mansion dan melihat ada sebuah mobil yang sudah menunggu kami. Aku naik ke kursi belakang dan akhirnya terjebak di antara Hiiragi bersaudari.

“Kenapa Natsumi duduk di belakang juga?”

“Kenapa? Tidak masalah ‘kan. Lagian, kursi belakangnya cukup untuk tiga orang.”

“Ini tidak nyaman untuk Seiji-kun, kan?”

“Aah, begitu. Itu karena Haru-chan punya bokong yang besar. ”

“!”

“Tolong jangan berkelahi terus!”

Ketika aku mencoba untuk menghentikan perkelahian antara dua saudari ini, mobil bergerak menuju kuil.

“Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan kalau aku cuma menghalangi dan kamu tidak ingin aku pergi, kan?”

Jadi, Hiiragi-chan lah yang mengundangnya.

“Ini seperti acara tahunan jadi tidak apa-apa.”

Tampaknya ini adalah hal rutin bagi mereka berdua untuk melakukan kunjungan kuil bersama setiap tahun. Namun, mengenakan furisode ke kuil seperti itu, bukannya bakal ada banyak orang di sekitar yang membuatnya kesulitan berjalan…?

“Jangan khawatir Dorobo-kun. Di sana tidak ada kios, jadi tidak boleh dipadati orang. ”

“Maka itu bagus."

“Ah, begitu. Ini akan mengganggu jika ada banyak orang.”

Sepertinya Hiiragi-chan akhirnya menyadari saat dia berbicara dengan santai. Hiiragi-chan benar-benar tidak sadar dalam hal manajemen krisis.

Yah, karena kalau malam jadi gelap, aku ragu ada yang bisa melihat wajah kami dengan jelas.

“Selain itu, tidak banyak orang di sekitar kita saat kita pergi setiap tahun.”

Natsumi-chan berbicara dengan santai. Apa itu benar-benar oke?

Setelah menempuh perjalanan dengan mobil selama sekitar satu jam, kami tiba di kuil. Dalam perjalanan, kami melewati daerah pegunungan. Di mana tepatnya ini?

“Di sekitar sini cukup gelap…”

Hiiragi-chan berdiri di depan torii. Ada beberapa lampu luar ruangan, tapi selain itu, tidak ada sumber cahaya lain. Di beberapa tempat, suasananya sangat gelap sehingga kau tidak dapat melihat apa pun. Aku tidak tahu sama sekali tentang kuil ini, dan jika aku pergi mengunjungi kuil Tahun Baruku, aku pasti tidak akan berusaha keras untuk datang ke sini. Seperti yang diberitahukan, suasana kuil ini sangat tenang karena tidak ada orang di sekitarnya.

Kami melewati torii dan menaiki tangga batu, di mana kami menemukan halaman yang tenang. Dikombinasikan dengan suhu dingin di tengah malam, suasana yang keras tercipta.

“Kuil apa ini?”

“Di belakang kuil, ada pemakaman dengan banyak anggota dari keluarga Hiiragi. Jadi ketika ada sesuatu terjadi, ini adalah tempat kami berkunjung.”

Dengan kata lain, jika aku mencapai akhir yang bahagia, aku, sebagai Hiiragi Seiji, juga akan dimakamkan di pemakaman ini.

Kami berjalan menyusuri jalan setapak yang kosong, memasukkan uang ke dalam kotak persembahan, dan satu per satu menarik tali untuk membunyikan lonceng.

Membungkuk dua kali, tepuk tangan dua kali, membungkuk lagi satu kali, dan kemudian kami membuat permintaan.

“…”

“…”

Setelah selesai, mereka berdua menatapku.

“Apa ada yang salah?”

“Apa yang kamu minta?”

“Natsumi, kamu tidak boleh menanyakan hal seperti itu.”

“Tentu saja, aku penasaran, Dorobo-kun sampai butuh waktu lama untuk membuat keinginannya.”

Berapa lama waktu yang aku ambil?

“Meski kamu mengatakan itu, tapi Haru-chan, kamu juga sangat penasaran, ‘kan?.”

“E-Emang sih, tapi…”

“Aku pernah mendengar mitos kalau aku benar-benar mengatakannya, keinginanku takkan dikabulkan jadi aku takkan memberitahu kalian.”

Mereka berdua langsung cemberut, tapi membiarkannya pergi karena tidak ada yang bisa dilakukan. Kepribadian mereka berdua sangat berbeda, tetapi di saat-saat seperti ini, mereka benar-benar mirip satu sama lain.

“Haru-chan, kamu mungkin menginginkan sesuatu seperti, membiarkanmu lebih bermesraan dengan Dorobo-kun.”

“Haaau.”

Tepat sasaran, ya.

“Uwah, sungguhan… kurasa itu keinginan yang biasa-biasa saja…”

Orang yang menebak benar mundur sedikit dengan jijik.

“Bu-Bukan begitu kok.”

““Sudah terlambat kali.””

Suara kami hampir bersamaan dan menyebabkan kami menertawakan keanehan itu semua.

“Natsumi dan Seiji-kun, kalian terlihat sangat dekat sekali.”

Hiiragi-chan cemberut.

“Aku juga dekat denganmu, Haru-chan!”

Natsumi-chan memeluk Hiiragi-chan.

“Kyah. Hei, hentikan. ”

Hiiragi-chan memarahi Natsumi-chan layaknya seorang kakak. Sebelumnya, Natsumi-chan mengatakan alasanku putus dengan Hiiragi-chan karena "dia sangat menyukaimu sehingga sulit rasanya”, tapi mungkin jawabannya tidak terlalu jauh…?

 

 

<<=Sebelumnya   |   Selanjutnya=>>

close

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama