The Result When I Time Leaped Chapter 168 Bahasa Indonesia

 

Setelah itu…

 

Sudut Pandang Sanada Seiji

Saat sepulang sekolah.

“Katanya Hiiragi-chan bertengkar dengan gadis di ruang persiapan. Apa mereka membicarakan tentang kamu? ”

“Entahlah, aku tidak tahu.”

Dari sudut pandang siswa yang tinggal menunggu acara kelulusan, kejadian tersebut merupakan peristiwa yang cukup menggemparkan karena informasi tentang gadis kelas satu tersebar ke seluruh penjuru sekolah.

Fujimoto, yang dengan cepat mendengar tentang informasi itu dengan cemas memberitahuku bahwa gadis yang dibicarakan adalah Sana.

Aku tahu persis alasan mengapa mereka bertengkar.

“Kamu takkan marah?”

“Hah? Kenapa? Kamu tidak tahu apa-apa, ‘kan?”

“I-Iya sih.”

Dia gampang sekali dimengerti.

“Aku tidak tahu kenapa menjadi seperti itu, tapi… sebaliknya, bukannya karena itu? Jika dia membuatmu menangis, aku akan menamparnya…? ”

Sana menunduk ke bawah tanpa ekspresi apapun. Aah, jadi begitu rupanya.

Karena dia begitu emosian, jadi itu mungkin hanya berakhir dengan sebuah peringatan.

“Jika kamu marah demi diriku, aku ucapkan terima kasih.”

“Itu bukan untukmu Nii-san. Sana cuma benar-benar kesal. ”

Jadi, pelakunya memang kamu, ya.

Selama beberapa hari tersisa usai kejadian itu, Sana tidak bersekolah.

Dia bilang itu untuk disiplin diri, tapi sebenarnya bukan seperti itu. Sepertinya dia hanya ingin bolos sekolah.

Adapun Hiiragi-chan, kami belum menelpon satu sama lain sejak saat itu.

Bahkan selama pelajaran sejarah dunia, dia tidak pernah melakukan kontak mata ke arahku, dan kenyataan kalau kami benar-benar putus sangat menusuk hati sampai membuatku ingin menangis selama jam pelajaran.

Aku tahu kalau ini yang bakalan terjadi seperti yang sudah aku lihat beberapa kali di masa depan, namun — keterkejutannya seharusnya sekitar setengahnya — setelah mengalaminya secara langsung  tingkat kesedihan yang kurasakan sama sekali berbeda.

Hiiragi-chan, tentu saja, tidak pernah muncul lagi dalam kegiatan klub. Ruang persiapan sejarah dunia juga dikunci, dan kontak kami akhirnya mulai menghilang.

Sedari awal, memang beginilah jarak antara siswa dan guru…

Sekarang aku mengerti seberapa besar upaya Hiiragi-chan demi bisa berpacaran denganku.

Tak lama kemudian, upacara kelulusan pun usai, dan tibalah waktunya untuk upacara penutupan. Ada perasaan lega karena ini akan menjadi liburan musim semi mulai besok, namun, aku tidak tahu harus berbuat apa.

… Kami bahkan sudah berjanji satu sama lain akan pergi melihat bunga sakura bersama karena kami tidak dapat melakukannya tahun lalu.

Setelah upacara penghargaan kegiatan klub dan pidato dari kepala sekolah, dia memberi tahu semua orang dengan pernyataan "Ada beberapa guru yang akan meninggalkan sekolah ini pada bulan Maret."

Sekitar lima guru yang berbaris di sepanjang dinding naik ke atas panggung. Semua orang di aula membuat keributan.

Di antara mereka, Hiiragi-chan mengenakan pakaian formal. Mungkin karena insiden itu.

Guru meninggalkan sekolah ini— Aku tidak tahu pada saat aku masih menjadi pelajar, tapi ini yang disebut pergantian personel.

Bisa jadi karena hubungannya denganku mungkin terungkap, atau mungkin juga karena pertengkarannya dengan Sana.

Aku tidak banyak mendengar tentang guru yang keluar pada masa saat aku masih kelas 2 dulu. Tentu saja, aku tidak mendengar apa pun tentang skandal atau pindahan khusus.

Dengan perkenalan dari kepala sekolah, masing-masing guru memberikan salam.

Hiiragi-chan memberikan beberapa pernyataan tentang kenangan yang dia buat selama di sekolah ini, mengungkapkan rasa terima kasihnya dan menutupnya dengan beberapa pernyataan hambar tentang bahwa dia menikmati waktunya di sekolah ini.

Kepala sekolah mengatakan kalau dia akan mengambil cuti. Meski tidak menjelaskan seberapa lama cutinya.

Fujimotot lalu berbisik.

“Kenapa Hiiragi-chan berhenti? Apa karena pertengkarannya dengan Chan-Sana? ”

“Aku tidak tahu. Mengambil cuti bukan berarti sama dengan berhenti.”

Kata-kataku secara tidak sadar menjadi sedikit lebih blak-blakan, menyebabkan Fujimoto menunjukkan ekspresi terkejut.

“Jika kau tidak tahu, lalu kurasa tidak bakalan ada siswa yang tahu…”

Setelah mengatakan itu, Ia menepuk pundakku seolah-olah mencoba menghiburku.

Pada pekerjaan sambilanku di perusahaan HRG, aku mungkin akan sering bertemu langsung dengan Natsumi-chan.

Dia mungkin tahu tentang Hiiragi-chan. Mana mungkin Natsumi-chan tidak tahu. Meski begitu, dia mungkin akan mencoba berinteraksi denganku secara normal sambil mencoba bersikap penuh perhatian.

Kehidupan sekolah tanpa Hiiragi-chan… semuanya normal, tapi — bagaimanapun, segala sesuatunya terasa berbeda. Rutinitas sehari-hari pergi ke sekolah, menghabiskan waktu di sekolah, dan setelah sekolah selesai, pulang ke rumah. Keseharianku berlalu dalam sekejap oleh cara hidup yang begitu hambar.

Akhir-akhir ini, lompatan waktuku belum lepas sama sekali. Aku tidak bisa melihat apa yang terjadi di masa depan.

Aku memiliki hipotesisku sendiri kenapa hal itu bisa terjadi.

Di masa depan, Rei-chan dewasa telah memiringkan kepalanya dan bertanya padaku apa sudah selesai dengan itu. Itu mungkin belum selesai dengan pergi ke masa lalu.

Kalau dipikir-pikir, kemampuan lompatan waktu sering kali menjadi cara bagiku untuk melihat hasil dari apa yang terjadi di masa lalu.

Aku sudah selesai membuat perubahan di masa lalu, dan meski aku kembali ke masa depan, tidak ada yang akan berubah. Itulah sebabnya aku tidak bisa melakukan lompatan waktu lagi. Aku tidak tahu logika di balik mengapa aku berada bisa melakukan lompatan waktu, jadi hipotesis pada akhirnya masih hipotesis, tapi ketika aku memikirkannya seperti itu, aku dapat menerimanya. Setelah naik ke kelas 3, aku melakukan yang terbaik untuk belajar. Aku bisa bersantai di musim panas, tapi begitu musim semi dimulai, aku langsung berusaha keras. Karena itu, aku bisa masuk ke universitas yang berperingkat lebih tinggi, dan bisa melanjutkan ke universitas negeri.

Bisa dibilang, kehidupan kampusku yang kedua kalinya cukup menyenangkan.

Menghadiri kuliah, membolos, bekerja di perusahaan HRG (dengan gaji per jam yang jauh lebih tinggi, dan aku berada di sana cukup lama untuk menjadi orang yang paling akrab dengan pekerjaan), dan terkadang, aku akan nongkrong dengan teman-temanku. Kesempatanku untuk berjumpa gadis-gadis lain juga meningkat. Ada gadis yang manis, gadis yang cantik, gadis yang kikuk, gadis yang menarik, serta ada juga gadis yang erotis. Namun, mereka semua tidak bisa dibandingkan dengan Hiiragi-chan.

Saat itu, Sana yang telah menginjak usia 21 tahun, bertekad mengukir namanya sebagai ilustrator lepas. Sepertinya ada panggilan perekrutan dari perusahaan game, saat dia memamerkan kartu namanya di depanku. Namanya adalah perusahaan ASW, tapi aku takkan mengatakan apa-apa di sini. Kanata lulus dari sekolah tinggi, dan aku tahu dia mendapat pekerjaan, tapi karena kami menjaga jarak satu sama lain, aku tidak tahu apakah dia tetap bekerja di ASW atau tidak.

Rei-chan sudah masuk ke kelas 3 SMP dan berubah menjadi gadis iblis kecil yang erotis dan imut. “Anak cowok SMP masih terlihat kekanak-kanakkan. Seperti yang diharapkan itu harus menjadi orang dewasa seperti Senpai.” Omelnya, saat terakhir kali kita bertemu.

Hubungan yang aneh sejauh ini, adalah hubunganku dengan Natsumi-chan.

Jika kamu tidak menikahi Haruka, maka kamu harus menikah dengan Natsumi — begitulah, kami dipaksa bersama oleh Airi-san. Menyadari paksaan Ibunya, Natsumi-chan mengatakan kalau kita setidaknya perlu memamerkan hubungan di permukaan. Jadi, sekarang, kami bukan tunangan tapi cuma berpacaran.

Sejak saat itu, dia mengubah caranya memanggilku menjadi Seiji-san. Aaah, jadi di sinilah perubahannya. Karena sudah mengetahui masa depan, saat-saat yang kualami berasa seperti momen bersejarah.

 

 

<<=Sebelumnya   |   Selanjutnya=>>

close

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama