Bad-end go no Heroine Vol 3 Chapter 13 Bahasa Indonesia

 

Chapter 13 — Pengikut

 

Yang Mulia, saya telah membawa Nona Aisha Leben.

Baik. Silakan masuk.

Koridor yang sangat mewah tapi kelihatan sepi itu memberikan kesan menyeramkan karena kesunyiannya. Di ujung koridor terdapat sebuah pintu. 

Ketika pelayan itu mengetuk pintu dan melaporkan kedatanganku, suara seorang wanita yang anggun terdengar dari dalam ruangan. 

Silakan masuk, Nona Aisha.

Ugh, akhirnya aku akan bertemu dengan putri kerajaan… 

Jantungku berdebar kencang karena gugup. Semoga suara detak jantungku ini tidak terdengar oleh putri. 

“Pe-Permisi.”

Selamat datang, Nona Aisha Leben. Aku sangat berterima kasih karena kamu bersedia memenuhi permintaanku. 

Pelayan membuka pintu, dan ketika aku masuk, seorang wanita yang duduk di sofa berdiri, menyatukan kedua tangan di dadanya, dan menyambutku dengan senyuman lembut. 

Gaun berwarna biru muda dan rambutnya yang mengembang berwarna emas, dia adalah gadis cantik yang tidak kalah dengan Fine-chan

Jadi orang ini… 

“Ak-Aku merasa terhormat bisa bertemu dengan Anda. Namaku Aisha Leben…! 

“Aku Leticia a Lacresia. Silakan duduk dengan nyaman.

Putri Leticia berkata demikian sambil mengisyaratkanku untuk duduk di sofa. Aku tidak bisa menolak undangan dari putri. Aku membungkuk sedikit dan mengikuti apa yang dia katakan. 

Cristlight, bisakah kamu meninggalkan kami berdua?

Baik, Yang Mulia.

…Oh, pelayan itu juga pergi. 

“Umm, maaf, apa yang sebenarnya ingin Anda bicarakan denganku…? 

“Kamu tidak perlu kelihatan gugup begitu. Aku hanya ingin berbincang-bincang denganmu.

Putri Leticia duduk di sampingku dan menggenggam tanganku dengan lembut. 

“Apa kamu bisa menceritakannya kepadaku bagaimana sebenarnya pengalaman kematian yang kamu alami?

…Eh? 

Kematian? Apa maksud Anda? Anda sedang membicarakan apa…?

Aku tidak memahami maksud dari perkataannya dan bertanya kembali dengan gemetar, Yang Mulia Putri tetap tersenyum lembut sambil dengan kuat menggenggam tanganku agar aku tidak bisa melarikan diri. 

Aku tidak tahu trik sihir macam apa yang kamu gunakan, tapi aroma kematian yang kuat itu tidak bisa kamu sembunyikan. Kamu pernah mati sekali, bukan?" 

“Ma-Mana mungkin! Jika memang begitu, siapa aku yang ada di sini ini!?

Kamu mati dan kemudian mendapatkan kehidupan baru. Bukannya begitu? 

Putri Leticia dengan lembut menyentuh wajahku dengan tangan kecilnya yang putih. 

…Tangan putri sekarang jauh dari tanganku. Jika ada kesempatan, aku harus segera melarikan diri. Setelah itu, aku akan pergi menemui Onii-chan… ke tempat Onii-chan…? 

Lalu, apa yang harus kulakukan? Ia tidak memiliki ingatan tentang Onii-chan. Dirinya juga sudah melupakanku. 

Jika itu benar, apa dirinya akan berpikir untuk membantuku? 

Karena baginya, aku hanyalah orang asing. 

Jangan terlalu gugup begitu. Aku juga seperti kamu, telah bangkit dari kematian dan mendapatkan kehidupan baru. 

…Apa Yang Mulia menyatakan bahwa Anda pernah mati?

Ya. Ketika aku masih kecil, aku terjebak dalam bencana tanah longsor saat pulang dari kunjungan dengan kereta, dan saat itu aku mati.

Aku dibuat terkejut dan tercengang saat putri Leticia mengungkapkan hal yang mengejutkan dengan begitu santai

Apa maksudnya…?

“Maksudnya persis seperti yang kukatakan. Aku mengalami kecelakaan, dan kehidupanku sebagai Leticia a Lacresia telah berakhir pada saat itu. Tubuh ini diambil dari mayatku yang digali, lalu potongan daging dan kesadaran yang tersisa dipindahkan ke monster chimera berbasis slime. Artinya, aku terlahir kembali dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya. 

Dengan kata lain, dirinya yang sekarang bukanlah manusia, melainkan monster. 

Apa Leticia ini benar-benar Leticia yang asli? Saat kata-kata itu hampir keluar dari mulutku, aku teringat akan diriku yang sekarang sebagai Aisha dan menutup mulutku. 

…Dulu, ketika aku adalah Saya, bukan Aisha Leben, aku cukup percaya diri dengan penampilanku, tetapi aku hanyalah gadis Jepang biasa. 

Namun sekarang, aku memiliki rambut perak alami yang tidak bisa dibayangkan di Jepang, dan penampilanku seperti gadis cantik dalam anime yang dipikirkan oleh orang Jepang.

Aku menerima semuanya seolah-olah itu hal yang wajar, dan orang-orang di dunia ini juga tidak meragukannya, tapi jika orang dari dunia asal melihat penampilanku, mereka pasti akan merasakan ketidakcocokan. 

Lalu, apa ada perbedaan antara diriku dan Leticia…? 

Kenangan saat itu, dan aroma kematian yang melekat, merupakan kenangan indah yang tidak akan pudar selamanya. Setiap manusia pada akhirnya akan terbenam di tanah seperti serangga, tanpa memandang asal-usul atau tempat mereka dibesarkan. Dari keadaan itu yang berlangsung selama berhari-hari, bertahun-tahun, dan puluhan tahun, aku akhirnya mengerti. 

Sementara itu, monster yang menyamar sebagai Putri Leticia tampak tidak peduli padaku dan tenggelam dalam ceritanya sendiri. 

Kematian adalah akhir yang dijanjikan untuk semua orang. Artinya, manusia menjadi setara melalui kematian. Oleh karena itu, aku berpikir bahwa manusia adalah makhluk yang hanya bisa diselamatkan melalui kematian. 

Ucapan monster itu terdengar begitu menjijikkan dan menakutkan sehingga terasa polos dan murni

“Itulah sebabnya aku ingin semua orang mengalami kematian dan menjadikan dunia ini tempat yang lembut dan bahagia.

Aku bergidik saat mendengar ucapannya. Tidak, bagaimanapun aku melihatnya, dia jelas-jelas bukan manusia yang normal. 

Tetapi kematian yang kukenal ialah sesuatu yang gelap, sepi, dan menyakitkan. Jika begitu, aku akan membuat orang-orang yang setuju dengan pemikiranku menderita. Jadi… tolong ceritakan padaku tentang kematian yang kamu alami.” 

Monster yang memakai kedok Putri Leticia itu dengan lembut menyentuh daguku dengan jarinya dan memberikan senyuman yang benar-benar menyeramkan. 

Masalah ini sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Onii-chan. Aku harus segera melarikan diri sejauh mungkin. Jika aku tetap di sini, apa yang akan terjadi padaku…? 

Saat aku berpikir untuk melarikan diri, tiba-tiba… 

Ap-Apa ini…!? 

Bagian bawah tubuh Leticia mulai kehilangan bentuk manusia, meleleh menjadi zat lengket berwarna kuning seperti slime. Dan zat yang mirip seperti slime itu kuat-kuat menggenggam tangan dan kakiku, membuatku tidak bisa melarikan diri. 

Lebih parahnya, dari lendir slime itu muncul semacam tentakel yang menutup mulutku, membuatku tidak bisa bersuara. 

Tenang saja. Aku akan memberikan penyelamatan dan belas kasihku padamu. Jadi, sekarang tidurlah dengan tenang di dalam diriku sampai saat itu tiba. 

Aku mulai terserap ke dalam tubuh slime. Pada saat yang sama, kesadaranku terbang jauh oleh aroma manis yang menguar dari slime itu. 

Tolong, aku… Onii-chan──

 

 

……

Beberapa puluh menit telah berlalu sejak aku dipisahkan dari Aisha. Aku yang menunggu di ruangan yang sama dengan Fine semakin merasa cemas karena Aisha belum juga kembali. 

Ash-san, apa Aisha-chan baik-baik saja…?" 

Fine juga mulai merasa cemas melihat perilaku pelayan itu—Cristlight, situasi ini, dan mungkin melihat keadaanku yang sekarang. 

Jika terjadi sesuatu, aku berniat untuk menyelamatkan Aisha. Namun, aku harus menghindari agar Fine tidak mengalami dampaknya. Tapi memikirkan masalah Alberich, aku tidak bisa bersikap santai. 

Permisi. Tuan Ash Leben Weiss, Nona Fiene Staudt. Persiapan telah selesai. Kami akan membawa kalian berdua ke lokasi acara.

Pada saat itu, suara ketukan di pintu diiringi dengan suara Cristlight dari luar ruangan. Aku bertukar pandang dengan Fiene, lalu membuka pintu dengan hati-hati. 

Namun, yang ada di sana hanya Cristlight, dan tidak ada tanda-tanda Aisha. 

…Di mana Aisha?

Nona Aisha Leben sedang menuju lokasi acara bersama Yang Mulia." 

Apa iya? Dia bukan orang yang bisa dipercaya, tetapi ini cukup untuk membuatku mengambil tindakan. 

Baiklah. …kalau begitu, tolong antarkan kami menuju lokasi acara." 

Ya. Silakan ikut saya.

Setelah mendengar jawabanku, Cristlight membelakangi kami. Pada saat yang sama, Fiene mendekat dan dengan suara pelan bertanya padaku. 

Ash-san, apa ini… baik-baik saja?

“Untuk sementara waktu, kita akan pergi ke lokasi acara dan memastikan apa yang dia katakan itu benar.

…Baiklah.

Rasanya benar-benar bagaikan buah simalakama. Pokoknya, aku harus bersiap untuk menghadapi situasi kemungkinan terburuk

Silakan ke sini. 

Cristlight membawa kami ke sebuah tempat yang mirip dengan teater besar. Di sana, ada banyak bangsawan berkumpul dengan mengenakan topeng untuk pesta masquarade dan pakaian yang berkilauan. 

Kalian berdua, silakan kenakan topeng ini.

Cristlight, yang mengantar kami, mengeluarkan topeng mirip topeng Venesia dari entah dari mana dan menyerahkannya kepada kami. Aku merasa cemas jika sesuatu yang buruk akan terjadi setelah mengenakannya, tapi tanpa topeng, kami pasti akan terlihat mencolok di tempat ini. 

Aku dengan hati-hati mengenakan topeng itu dan menganjurkan Fine untuk melakukan hal yang sama. 

Yang Mulia!

Kami telah menunggu Anda, Yang Mulia!

Pada saat itu, bangsawan yang sebelumnya diam tiba-tiba mulai ramai bersorak, dan teater dipenuhi dengan suasana antusias. Tatapan mereka tertuju pada seorang wanita muda, yang kemungkinan Yang Mulia Putri Leticia, yang mengenakan pakaian hitam yang menyembunyikan postur tubuhnya. 

“Para hadirin sekalian, terima kasih telah berkumpul di sini hari ini. 

Mungkin akibat mantra sihir, suara Leticia bergema di seluruh teater. Suaranya terdengar begitu sangat tenang, tetapi juga terasa menyeramkan. 

Baiklah, bagi kalian yang sudah mengenalku sejak lama pasti mengetahuinya bahwa aku mengalami kecelakaan saat masih kecil dan terjebak di antara hidup dan mati. Saat itulah aku menyadari bahwa penyelamat dunia bukanlah seorang Saintess, pahlawan, apalagi Tuhan.

Di atas panggung, Leticia membuka tangannya lebar-lebar, berbicara dengan gerakan yang dramatis seolah-olah dia adalah penyelamat yang menerima wahyu, dan semangat bangsawan di teater semakin memuncak. 

Benar. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan dunia ialah menyatukan semua orang untuk menyambut kematian yang tenang. Dan di sini, aku menyatakan bahwa aku telah mengetahui kematian yang diperlukan untuk penyelamatan itu. 

Leticia kemudian melepas pakaiannya, memperlihatkan tubuhnya yang mengerikan. Bagian atas tubuhnya terlihat seperti manusia biasa, tetapi bagian bawahnya meleleh seperti slime kuning yang kental. 

Penampilannya sangat menjijikan dan mengerikan, tapi sesuatu yang lebih menarik perhatianku adalah──. 

…Aisha!?

Aisha terlihat lemas, terjebak dalam tubuh Leticia yang berubah menjadi slime.

 

 

Apa-apaan ini?

Apa yang terjadi di depan mataku begitu mengerikan sehingga hanya bisa digambarkan sebagai neraka.

Semua bangsawan yang berkumpul menyerahkan diri mereka kepada bagian bawah tubuh monster yang menyerupai lendir yang tampak seperti Leticia, dan tubuh mereka meleleh tanpa menyisakan tulang. 

Semua orang tampak terpesona, tanpa satu pun yang merasa takut atau cemas saat tubuh mereka meleleh tanpa tersisa

Tak lama kemudian, semua orang di teater ini, kecuali kami yang terkejut oleh tragedi mendadak dan Aisha yang terikat, telah diserap ke dalam tubuh Leticia. 

Semuanya, silakan tunggu sampai saat itu tiba. Aku pasti akan menyelamatkan dunia dengan tubuh ini. Aku akan membawa kalian semua ke dunia yang baik, dingin dan hangat, di mana semua orang diterima.” 

Leticia dengan lembut mengusap bagian bawah tubuh slime-nya yang membesar setelah menyerap banyak manusia, seperti seorang ibu yang mengusap perutnya yang hamil. 

Apa yang sebenarnya kamu lakukan…?

Aku akan menjadi Ibunda yang menyelamatkan umat manusia. Menjadi penyelamat yang melahirkan semua orang ke dalam dunia baru yang lembut bernama kematian. Mereka akan tidur di dalam rahimku sampai aku menyatu dengan dunia ini.

Leticia menjawab dengan wajah terpesona ketika Fine bertanya dengan wajah pucat. Aku tidak merasakan kewarasan di dalam sorot matanya. Itu adalah mata orang yang benar-benar hancur. 

…Kematian? Apa kamu berencana membunuh orang-orang itu!? 

“Mungkin bisa dibilang begitu jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Namun, jangan khawatir. Mereka semua tahu dan setuju untuk bersatu denganku.

Leticia mengambil salah satu topeng yang berserakan di tanah dan memeluknya dengan penuh kasih. 

Mereka semua terluka secara fisik dan mental, mencari penyelamatan. Beberapa karena penyakit, beberapa karena luka yang tak bisa sembuh, beberapa karena kehilangan keluarga, beberapa karena kegagalan bisnis, dan beberapa karena kekalahan dalam pertarungan politik. Semua orang menderita. Jadi, aku berpikir untuk menyelamatkan mereka.

……

Fine terdiam mendengar kata-kata Leticia. Fine mungkin bersimpati dengan apa yang dikatakan Leticia. 

Ketika pertama kali bertemu denganku, Fine adalah sosok yang menunggu kematian dengan tenang di gang sempit yang hujan itu, dan dalam arti tertentu, dia berada di posisi yang sama dengan mereka yang telah menyerahkan diri kepada Leticia. 

Namun… 

Tapi, tidak semua orang sama! Ada banyak orang yang terluka tetapi tetap berusaha bangkit, dan ada banyak pula yang mengulurkan tangan untuk membantu mereka!

Fine menatap wajah Leticia dengan tegas dan menolak dengan suara yang kuat. 

“Kamu menyadari bahwa tidak semuanya, kan? Banyak orang yang menargetkan manusia yang lemah, menipu, melukai, dan menyiksa mereka. Hal seperti itu sering terjadi di dunia ini.

Meski begitu...”

“Percakapan kita mengalami kebuntuan, ya. Baiklah. Aku akan menyelamatkan dunia dengan caraku sendiri. Ketika saatnya tiba, kamu juga akan mengerti. Hanya dengan caraku dunia bisa diselamatkan.

Mungkin Leticia merasa bahwa melanjutkan diskusi dengan Fine sudah tidak ada artinya, dia kemudian mengalihkan pandangannya padaku. 

…Kamu merasa marah terhadap dunia ini, bukan? Seperti yang dialami oleh orang tua dan kakakku yang bodoh, mereka telah mengalami perlakuan yang tidak adil dan menderita. Oleh karena itu, apa kammu bisa memahami dan setuju dengan perasaan kami?

…Pertama-tama, izinkan aku mengonfirmasi tiga hal. Yang Mulia, apa kamu berniat memaksa orang yang menolak kematian untuk ikut serta?

Aku juga pernah merasakan ketakutan yang samar terhadap kematian meskipun aku belum tahu apa-apa mengenai itu. Namun, sekarang setelah aku mengalami kematian, aku merasa berbeda. Itu sesuatu yang sangat indah. Meskipun mereka menolaknya sekarang, pada akhirnya mereka akan memiliki pemikiran yang sama sepertiku. …Ayahku juga pasti… 

Sepertinya aku tidak bisa berdiskusi lagi dengannya. Dia tampaknya benar-benar percaya bahwa kematian adalah sesuatu yang paling indah dan paling mulia. 

…Yah, ini bisa diprediksi dalam arti tertentu. 

Masalahnya adalah bagaimana aku menjawab pertanyaan berikutnya. 

Jadi, apa lagi yang ingin kamu tanyakan?

Mengapa kamu melibatkan Aisha? 

Dia memiliki ingatan tentang kematian yang berbeda dariku. Itu adalah ingatan yang tidak menyakitkan seperti kematian yang kualami. Meskipun agak kesepian, ingatan ini sangat penting untuk penyelamatanku. 

…Jadi, apa Aisha Leben mengatakan bahwa dia setuju dengan idealismemu?

Tidak. Sayangnya, dia tidak pernah mengatakannya secara langsung. Namun, di dalam hatinya, Aisha Leben… 

Begitu ya. Aku mengerti.

Aku segera menggunakan sihir air dan menembus tubuh Leticia yang membesar untuk menyelamatkan Aisha. 

…Apa maksudnya ini? Aku berusaha menyelamatkan umat manusia, tau!?

Aku sama sekali tidak peduli dengan 'penyelamatan' yang kamu bicarakan. Jika kamu ingin mati, silakan mati saja. Tapi…

Aku sekali lagi menembakkan sihir air dengan kecepatan tinggi, menyerang bagian tubuh Leticia tempat Aisha terperangkap berulang kali. 

Tunggu! Aku ingin menyelamatkan dunia!

“Bukannya sudah kubilang tadi? Apa yang kamu coba lakukan tidak ada artinya bagiku. Tapi jika kamu membahayakan keluargaku, Fiee, dan Aisha, maka kamu adalah musuhku.

Keparat…!

Ekspresi Leticia yang sebelumnya terlihat lembut seperti seorang ibunda penuh kasih, kini dipenuhi dengan kemarahan. Rasanya konyol sekali jika orang seperti ini berpikir bisa menyelamatkan umat manusia. 

Namun, itu sama sekali tidak penting. Dia telah melukai keluargaku. Itu sudah cukup untuk menjadi alasan bagiku untuk mengalahkannya. 

Aku akan membantumu. Ash-san, lakukanlah sekuat tenaga! 

Fine berlari mendekat dan memberikan sihir dukungan padaku. 

Terima kasih, Fine.

Aku kembali menatap Leticia, lalu dengan tekanan maksimum dari jari-jariku, aku meluncurkan aliran air dengan kecepatan tinggi, bahkan mencapai kecepatan suara, ke arah tubuhnya yang membesar. 

Aliran air itu, dengan kekuatan pemotongan seperti pemotong air, menyerang tubuh Leticia dari segala arah. 

Perlawanan Leticia ternyata lebih lemah dari yang kuperkirakan, dan dia tidak bisa mengatasi seranganku, sehingga tubuh slime-nya mulai tecabik-cabik

Tidak, tubuhku yang seharusnya menjadi ibunda penyelamat…!?

Leticia terlihat panik, berusaha mengumpulkan tubuhnya yang terpecah belah dengan sisa lengan dan tentakelnya. Aku tidak bisa melewatkan kesempatan ini. Saat aku berusaha menyelamatkan Aisha yang terkurung, tepat pada saat itu. 

Aku, mimpiku, tujuanku untuk menyelamatkan semua orang tidak bisa berakhir di sini…!

'Yang Mulia, tolonglah kami…!' 

'Selamatkan kami… berikan belas kasih…!' 

Wajah-wajah manusia, kemungkinan besar diserap oleh Leticia, muncul di tubuh Leticia, semuanya dengan ekspresi sedih memohon bantuan padanya. 

Ah, jangan khawatir. Aku akan menjadi ibu yang menyelamatkan kalian semua. Jadi…

Saat itu, aku menyadari bahwa tubuh Leticia telah berubah menjadi cair, dan di bawah kakiku terbentuk genangan air besar. Selain itu, tubuh Aisha terbungkus dalam bola slime seperti telur, dan itu juga akan tersedot ke dalam genangan air tersebut. 

Tidak diragukan lagi. Leticia berusaha melarikan diri dari tempat ini sembari membawa Aisha. 

Tidak akan kubiarkan!

Aku berlari sekuat tenaga, mengerahkan kekuatan pada kepalaku dan menembus tubuh Leticia dengan kuat, lalu menggenggam bola tempat Aisha terkurung. 

Ugh!?

Namun, saat aku menyentuh bola itu, aku merasakan nyeri yang sangat hebat di tanganku. Tampaknya permukaan bola ini sudah dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi. Mungkin ini demi mencegahku mengambil Aisha kembali. 

Lantas memangnya kenapa? 

Masa lalu tidak ada hubungannya. Aisha adalah satu-satunya anggota keluargaku yang sangat berharga, yang memiliki darah yang sama denganku. Rasa sakit ini tidak ada artinya! 

…Apa kamu tahu siapa dirinya? Apa kamu mengerti apa yang dia rasakan di dalam hatinya, dan bagaimana dia memandangmu?

Leticia bertanya dengan senyuman di wajahnya meskipun tubuhnya sudah tembus. 

Tentu saja aku tidak tahu. Kami tidak pernah berbicara dengan baik…!

Kalau begitu, izinkan aku memberitahumu. Dia sangat takut dibenci oleh orang lain. Terutama oleh keluarganya, yaitu dirimu. Itulah sebabnya dia meminta penolonganku. Apa kamu berencana untuk menghancurkan satu-satunya cara untuk memenuhi harapannya? 

Tanganku terasa panas sekali seolah-olah terbakar. Aku berusaha keras membuka bola itu, tetapi sosok Aisha masih belum terlihat. 

…Ah, kamu benar-benar mengganggu sekali. Aku takkan pernah membenci keluargaku, terutama adikku yang berharga. Apa pun yang terjadi, aku takkan pernah membencinya!

Tepat saat itu, aku melihat rambut Aisha di dalam bola. Aku menyadari kulitku terbakar, tetapi aku tidak peduli dan tetap memasukkan tanganku. 

Entah apa dia bisa mendengar suaraku atau hanya sekedar refleks. 

Aku tidak tahu apa alasannya, tetapi Aisha, adik perempuanku yang berharga yang menganggapku sebagai kakak, menggenggam tanganku dengan tangan kecilnya yang bergetar. 

Kembalilah! Saya! 

Dengan teriakan itu, aku mengangkat adikku keluar dari telur.

 

(Sudut Pandang Aisha)

 

Aku adalah orang yang suka berdiri di depan umum sejak kecil. Dalam pementasan seni, aku berusaha lebih keras dari siapa pun untuk menjadi pemeran utama, dan berlatih lebih giat daripada siapa pun. 

Bermain peran di depan orang lain, menjadi diriku yang berbeda. Rasanya benar-benar menyenangkan bagiku. Dan meskipun mungkin terdengar sombong, aku merasa aku diberkahi dengan penampilan yang baik.

Jadi, aku secara alami ingin menjadi aktris dan berdiri di panggung yang lebih besar, dan aku mulai berpikir seperti itu dari lubuk hatiku. 

Lalu pada usia muda, aku mengikuti audisi untuk peran anak dan bergabung dengan agensi, serta tampil di beberapa drama, dan aku percaya bahwa aku telah mengambil langkah pertama menuju mimpiku. 

Aku memiliki kompleks. 

Salah satunya ialah tinggi badanku yang pendek dibandingkan dengan teman sebayaku. Dan yang lainnya adalah suaraku yang memiliki karakteristik cukup kuat. 

Kupikir hal ini akan teratasi seiring bertambahnya usia, tetapi ketika aku menjadi remaja, situasinya tidak membaik, dan aku tidak bisa memainkan peran yang ingin aku mainkan, serta pekerjaan sebagai anak aktor pun hilang. 

Akibatnya, sebagai mantan aktor cilik yang kariernya sedang menurun, kehidupan sehari-hariku mulai berubah drastis, dan itu dalam arti yang buruk. 

Aku mengalami perundungan dari teman-teman sekelas yang mengetahuiku sebagai anak aktor yang banyak dipanggil untuk berbagai pekerjaan, suara ejekan dan belas kasihan itu menyiksa dan menyakitkan hatiku, hingga pergi ke sekolah menjadi sebuah penderitaan. 

Aku bahkan tidak bisa berpura-pura menjadi diriku yang biasa. 

Aku tidak bisa menjadi diriku yang ideal. 

Aku dibenci oleh semua orang. Dan aku dilupakan oleh siapa pun. 

Pikiran-pikiran semacam itu menguasai kepalaku, dan aku semakin lemah setiap harinya. Meski begitu, aku memutuskan untuk bersikap tegar agar tidak membuat keluargaku khawatir. 

Melakukan hal seperti ini tidak ada artinya. 

Jika aku tidak mengungkapkan bantuan saat masih bisa meminta pertolongan, ketika semuanya terlambat dan aku meminta bantuan, itu hanya akan berakhir dengan hasil terburuk. Aku tahu itu dari drama yang pernah kubintangi, serta film dan buku yang aku tonton untuk latihan akting. 

Oleh karena itu, suara tangisanku hanya boleh terdengar saat aku sendirian. Air mata yang mengalir juga hanya boleh terjadi saat aku sendirian. 

Begitu audisi tidak lagi datang, bahkan undangan untuk audisi tidak pernah kudapatkan, aku semakin dikucilkan di sekolah dan pada suatu hari, aku benar-benar mencapai batasku

…Saya?

Saat aku menangis sambil memeluk bantal biji di tempat tidur kamarku, tiba-tiba pintu kamarku dibuka. Ayah dan ibuku tidak ada di rumah karena bekerja. Aku berpikir mereka akan pulang pada waktu ini, tetapi aku lupa akan keberadaan orang itu──kakakku. 

Betapa bodohnya diriku. 

Ja-Jangan tiba-tiba masuk begitu! Memangnya kamu tidak tahu apa itu sopan santun?

Aku menutupi wajahku dengan bantal biji, menyeka air mataku dengan agak kasar, dan dengan nada yang sedikit tinggi, aku berteriak kepada kakakku.

Aku merasa tidak nyaman dengan kakakku. 

Ayah dan ibu selalu memperhatikanku, dan karena itulah, kakakku sering kali merasa terabaikan. Itu sebabnya, kakakku yang dulunya ceria kini menjadi pendiam, meskipun tidak sampai menjadi seorang remaja yang menyendiri, ia jarang keluar rumah dan mulai menghindari bertemu denganku. 

Oleh karena itu, aku berpikir bahwa mungkin kakakku membenciku. 

…Apa ada sesuatu yang terjadi? 

“Bu-Bukan apa-apa. Aku menjalani hari-hari yang berharga, berbeda denganmu! Jadi cepatlah── 

Aku berkata dengan nada terburu-buru, berusaha mengusir kakakku keluar dari kamar. Namun entah kenapa, kakakku masuk ke dalam ruangan seolah-olah tidak mendengar kata-kataku, dan duduk di sampingku tanpa izin. 

Ap-Apa kamu tidak mendengarkan pembicaraanku!?

Aku tidak bisa memahami semua kesulitanmu, tapi jika kamu sangat membencinya, kamu bisa bolos dari sekolah dan pekerjaan, tau? 

Kakakku memilih kata-kata dengan hati-hati, berusaha berbicara dengan adiknya setelah sekian lama. Aku yakin kalau kakakku khawatir padaku. Itulah sebabnya dia mencoba berbicara denganku. 

Meskipun sekarang aku bisa dengan mudah menyadarinya, saat itu aku sudah tertekan hingga tidak bisa melihatnya. 

“Mana mungkin aku bisa melakukan itu! Kamu tidak mengerti, tapi jika aku dibenci, semuanya akan berakhir! Jika semua orang membenciku, tidak ada yang tersisa untukku!

Aku menggenggam kerah kemeja kakakku, sambil menangis dan berteriak. Namun, kakakku tidak marah padaku, ia dengan lembut mengusap kepalaku dengan tangan kirinya. 

Kakakku mengalami kecelakaan kecil saat kecil dan tidak bisa menggerakkan semua jari-jemari kecuali ibu jari, jadi cara dia mengusap sangat khas. Setelah sekian lama, aku benar-benar mengingatnya dan emosiku mulai meluap. 

Apa pun yang terjadi, aku tidak akan pernah membenci adikku sendiri. Aku tidak akan meninggalkanmu. Jadi, lakukanlah apa yang kamu inginkan. 

Pandanganku kabur dan wajah kakakku tidak terlihat lagi. Meski begitu, suaranya sangat lembut, dan aku mencapai batas kesabaranku, air mata besar mulai mengalir. 

Kemudian, aku mengungkapkan semua masalah yang kuhadapi. Kakakku dengan canggung mengusap kepalaku dan punggungku, mendengarkan ceritaku selama berjam-jam… 

Hari itu, aku bisa tidur nyenyak tanpa mimpi buruk setelah sekian lama. 

Aku memang suka berdiri di depan umum. 

Aku juga sangat menyukai akting. Itulah sebabnya, aku tidak bisa berhenti dari pekerjaan sebagai aktris, dan akhirnya, aku memutuskan untuk menjadi pengisi suara. 

Beruntungnya, agensi tempatku bergabung memiliki banyak mantan anak aktor yang kini menjadi pengisi suara, dan ketika aku menyampaikan niatku untuk menjadi pengisi suara kepada manajer, dia segera mengatur agar aku bisa mengikuti pelatihan. 

Mengenai sekolah, berkat bujukan kakakku, aku pindah ke sekolah SMA dengan sistem pendidikan jarak jauh, sehingga masalah itu bisa teratasi. Pada akhirnya, aku merasa seolah-olah hanya melarikan diri, tetapi itu tidak masalah. Aku masih memiliki kakakku. 

Ketika aku pertama kali mendapatkan peran sebagai karakter utama dalam game [Kizuyoru], kakakku yang meskipun canggung, merasa senang seolah-olah itu adalah hal yang penting baginya. 

Ketika aku mengalami kesulitan dalam berakting, kakakku membawakan berbagai buku sebagai referensi. 

Ketika aku gagal dalam audisi atau di lokasi syuting, kakakku selalu menghiburku dengan lembut. 

Ketika aku bertanya mengapa dia melakukan semua ini untukku, dia menjawab dengan tegas bahwa tidak mungkin ia meninggalkan adiknya yang berharga. 

Benar. Selama ada kakakku, aku tidak peduli apa yang terjadi. Begitu aku berpikir… 

…Mengapa? 

Orang yang paling berharga di dunia bagiku, kakakku, tiba-tiba meninggal tanpa tanda-tanda sebelumnya. 

Hari itu, ia mengatakan bahwa dirinya merasa tidak enak badan sejak pagi, tetapi ia tetap pergi untuk memenuhi janjinya membelikan barang dari [Kizuyoru] yang sudah aku minta sebelumnya, dan saat di bus, terjadi kecelakaan… 

Aku tidak ingat apa pun setelah kakakku meninggal. Hal terakhir yang kuingat adalah tubuhku tiba-tiba terasa lebih ringan dan aku tertidur lelap.

Kurasa aku mungkin meninggal tak lama setelah itu. Aku senang aku tidak harus menderita, tapi aku yakin hidupku penuh dengan penyesalan. 

Aku ingin bertemu kakakku lagi. Aku ingin meminta maaf padanya. Aku ingin bergantung padanya. Aku ingin mendengar suaranya. 

Karena itu──. 

Aku tidak akan membenci keluargaku, terutama adikku yang berharha. Apa pun yang terjadi, aku takkan membencinya!

Kata-kata yang penuh kenangan itulah sesuatu yang telah kunantikan sepanjang waktu, Onii-chan

 

 

…Di mana ini? 

Saat aku membuka mataku, aku berada di tempat yang tampak seperti klinik lapangan yang didirikan dengan tenda. Di sekelilingku, dokter-dokter sibuk merawat orang-orang yang terluka. 

Apa yang sebenarnya terjadi? Aku ingat kalau bertemu dengan orang itu, Yang Mulia Putri, dan kemudian… 

Aisha! 

Aisha-chan!

Pertama-tama, aku harus memastikan apa yang terjadi. Ketika aku bangun dengan pemikiran itu, Ash-oniichan dan Fine-oneechan langsung memelukku. 

Syukurlah. Kamu selamat… aku benar-benar bersyukur…! 

Baik Ash-oniichan maupun Fine-oneechan, tanpa mempedulikan orang lain, menangis bahagia melihatku selamat. Tangan Oni-chan terasa lembut sama seperti saat itu, dan meskipun canggung, aku merasa sangat bahagia, dan secara alami, air mataku mengalir dan aku mulai menangis. 

Setelah itu, kami diwawancarai secara singkat oleh orang-orang dari pasukan ksatria dan segera dibebaskan.

Setelah mendengar cerita selanjutnya, ternyata keributan itu disebabkan oleh monster yang mencoba merebut tubuh Putri Leticia dan memangsa para bangsawan, berusaha menimbulkan kekacauan di negara ini. 

Faktanya, saat Putri Leticia dikalahkan, penyakit raja sembuh total, sehingga penjelasan itu semakin meyakinkan. Kemudian, Ash-oniichan mendapatkan penghargaan lebih tinggi karena telah melindungi negara dari monster tersebut. 

Anehnya, aku juga dianggap berkontribusi dalam penyelesaian masalah di istana, sehingga aku ditanyai berbagai macam oleh teman-teman di sekolah.

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama