Bad-end go no Heroine Vol 3 Chapter 12 Bahasa Indonesia

 Chapter 12 — Mengunjungi Istana Kerajaan

 

Baiklah…

Pada sore hari berikutnya. Setelah mengganti pakaian di rumah untuk acara malam, aku memeriksa penampilanku di cermin untuk memastikan tidak ada yang salah, lalu menuju ruang tamu. 

“Hee~, kamu kelihatan cocok! 

Aisha yang duduk di sofa dengan seragam sekolah dan tampak bosan, berkata dengan nada sedikit meremehkan. 

Ya, ya, terima kasih. Fine ada di mana? 

Sepertinya dia sedang mencari sesuatu. Ngomong-ngomong, Fine-chan kelihatan menakjubkan dalam balutan gaun itu. Dia seperti gadis cantik yang melompat keluar dari lukisan!

“Keluar. Kenapa kamu mengatakannya dengan cara yang kedengarannya mesum sih? 

Sambil menghela napas mendengar kata-kata Aisha, aku mengeluarkan undangan dari putriYang Mulia Putri Leticia. Karena apa yang dikatakan utusan itu, Cristlight, kami bolos sekolah hari ini dan menunggu kereta menjemput kami dari istana kerajaan. 

Ngomong-ngomong, yang mulia Putri juga sangat dermawan, ya. Dia bukan hanya mengundang hanya Onii-chan saja, tapi juga Fine-chan dan aku segala. 

Benar, entah kenapa, Putri Leticia ingin bertemu bukan hanya denganku tetapi juga dengan Fine dan Aisha. Aku bisa memahami jika dia ingin bertemu denganku dan Fine mengingat latar belakang kami selama enam bulan terakhir, tetapi mengapa dia juga ingin bertemu Aisha, yang merupakan anak seorang penjahat, rasanya benar-benar tidak masuk akal. 

Kenapa wajahmu terlihat serius begitu~? Apa ada sesuatu yang mengganggumu? 

Orang dewasa memiliki banyak hal yang dipikirkan. Lagipula, kamu juga tampaknya sering terlihat murung akhir-akhir ini. Apa ada seseuatu yang mengganggu atau membuatmu khawatir?

“Entahlah~, mungkin hanya perasaan Onii-chan saja? 

Aisha menjawab dengan nada suara yang lebih rendah dan terlihat tidak senang. Mana mungkin itu hanya perasaanku belaka. 

Kamu tidak sedang dibuli, kan?

“Enggak, kok. Benar-benar tidak ada yang perlu dikhawatirkan." 

Aisha mengalihkan wajahnya, menunjukkan bahwa dia tidak ingin membicarakan hal itu lebih lanjut. Ada suasana yang jelas menunjukkan bahwa ada sesuatu yang terjadi, tetapi aku tidak bisa memaksanya untuk berbicara. Untuk saat ini, sepertinya lebih baik untuk mengamati saja. 

Maaf sudah membuat kalian menunggu!

Pada saat itu, Fine muncul dengan tergesa-gesa setelah mengganti pakaiannya menjadi gaun. 

Tidak apa-apa, kita masih ada waktu sebelum kereta jemputan datang.

Begitukah? Oh, apa penampilanku kelihatan aneh? Bagaimana dengan cara bicaraku dan sopan santun…!?

Mungkin karena dia akan menghadap Putri Kerajaan, Fine tampak sangat cemas. 

…Atau mungkin, karena statusnya sebagai bangsawan, dia menjadi teringat trauma Alberich dan khawatir jika dia melakukan kesalahan, hari-hari menyedihkan itu akan kembali. 

Tenang saja. Kamu kelihatan sangat cantik, dan jika kamu tetap tenang seperti biasanya, semuanya akan baik-baik saja. 

“...Be-Benarkah?

Beneran. Jadi, ayo, santai saja.

Aku mengelus kepala Fine untuk menenangkannya. 

Seperti yang dikatakan Ash-oniichan, kamu kelihatan sangat cantik, Fine-oneechan! 

Aisha berkata dengan senyum lebar, lalu langsung memeluk Fiene dengan erat. 

…Terima kasih.

Fiene yang menerima pelukan Aisha pun tersenyum. Pada saat yang sama, aku melihat ke luar jendela, dan sebuah kereta limusin bertanda lambang kerajaan Lacresia yang pernah kami naiki saat menghadiri pertemuan melintas, diikuti oleh suara bel pintu yang berbunyi. 

Yuk, Onii-chan, Onee-chan, ayo cepat pergi! 

Aisha yang melepaskan pelukannya pada Fine menggenggam tangan kami berdua dan menarik kami menuju pintu masuk. Namun, senyum Aisha berubah menjadi tampak tegang sejak dia memeluk Fine, dan aku merasakan kecemasan yang kuat darinya

Lagipuka, aku dan Fine, akan melakukan kunjungan kedua menuju istana kerajaan, sementara Aisha akan melakukan kunjungan pertamanya.

 

(Sudut Pandang Aisha)

 

(Aku sudah bertindak begitu percaya diri di depan Ash-oniichan dan Fine-chan, tapi aku masih gugup...…) 

Saat aku duduk di kereta di sebelah Fine-chan, aku merasa ingin muntah. 

Putri adalah karakter yang hanya muncul namanya di permainan dan buku panduan. Jadi, aku tidak bisa menggunakan pengetahuan dari sumber aslinya, dan mungkin Onii-chan juga merasakan hal yang sama. 

Selain itu, sepertinya mereka menyadari bahwa aku sedang menghadapi banyak masalah, dan aku bertanya-tanya seberapa jauh aku bisa berpura-pura ceria… 

Bahuku terasa berat. Kepalaku sakit. Napasku terasa sesak. 

Aku benar-benar ingin meninggalkan semuanya dan melarikan diri. Lagipula, meskipun aku mencoba, tidak ada jaminan bahwa Onii-chan’ akan kembali...… 

(Ti-Tidak! Aku tidak boleh jadi pesimis begini…!) 

Jika aku pergi menuju istana kerajaan dengan perasaan seperti ini, aku hanya akan merepotkan Ash-oniichan dan yang lainnya. Aku harus memikirkan sesuatu yang menyenangkan dan mengusir perasaan suram ini…! 

Dengan pemikiran itu, aku berusaha keras untuk mengalihkan pikiranku. Namun, meskipun aku berusaha, tentu saja tidak berjalan dengan baik… 

Aisha-chan, kamu baik-baik saja?

…Ya, aku baik-baik saja.

Pada akhirnya, karena aku tidak bisa memikirkan hal lain, saat kami tiba di istana kerajaan, mentalku sudah benar-benar terkuras, dan Fine-chan pun mulai khawatir padaku. 

Penampilan Fine-chan dengan rambutnya yang diikat di belakang dan mengenakan gaun yang berkilau seperti langit berbintang, memang sangat cantik, tetapi suaranya terasa akrab bagiku… 

Ugh, jika ini diriku yang dulu, hanya dengan keberadaan gadis cantik di dekatku, aku pasti sudah merasa lebih baik. 

Tuan Ash Leben Weiss, Nona Fiene Staudt, dan Nona Aisha Leben. Selamat datang, kami menyambut kedatangan Anda.

Saat aku berpikir seperti itu, seorang pria dengan penampilan khas pelayan, yang memiliki wajah dingin hingga membuatku ragu apa dirinya benar-benar hidup, menyambut kami. 

Anda pasti lelah setelah perjalanan. Kami telah menyiapkan kamar, jadi silakan beristirahat di sana sampai kami memanggil Anda. 

Sembari mengatakan itu, pria yang mirip pelayan itu menempatkan tangan kanannya di dada dan membungkuk dengan anggun, lalu mengantar kami ke kamar. 

Di dalam kamar, ada ruang pribadi untuk tamu beristirahat, jadi aku memutuskan untuk menghilangkan kelelahan yang telah menumpuk selama perjalanan. 

…Namun, tepat saat aku berpikir demikian. 

Dan untuk Nona Aisha Leben, Putri Leticia ingin segera bertemu dengan Anda. Mohon maaf, tetapi Anda harus ikut dengan saya.

Pelayan itu berbicara dengan suara tanpa emosi sambil berdiri di antara aku dan Ash-oniichan serta yang lainnya, mencegahku melarikan diri. 

…Tunggu sebentar. Apa hanya Aisha saja yang dipanggil?

Ya. Yang Mulia ingin bertemu dengan Nona Aisha berdua saja. Kami berharap Anda bisa memahaminya.

Kalau begitu, setidaknya biarkan aku pergi ke ruangan di mana Putri Leticia berada── 

Maaf. Karena alasan keamanan, kami tidak dapat memenuhi permintaan itu. Kami berharap Anda bisa memahaminya.

Mendengar itu, Ash-oniichan menunjukkan kekhawatiran terhadapku. Namun, pelayan itu hanya mengulangi jawaban mekanisnya dan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda mendengarkan kata-kata Ash-oniichan

“Ja-Jangan khawatir. Ash-oniichan bisa menunggu bersama Fine-oneechan, oke?

Aisha…

Jika kami terus berdebat lebih jauh, mungkin tidak ada yang bisa didapatkan Ash-oniichan. Aku senang ia mengkhawatirkanku seperti Onii-chan’, tapi hanya itu saja. 

Jadi, aku menekan perasaan cemas dan keinginan untuk meminta bantuan, lalu memberitahu Ash-oniichan bahwa aku baik-baik saja, sebelum berbalik menghadap pelayan itu. 

…Aku akan pergi. Tolong bawa aku ke tempat Yang Mulia Putri.

 

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama