Downer-kei Gyaru Chapter 11 Bahasa Indonesia

 Chapter 11 — Sesuatu yang Bisa Membuatku Terpesona

 

Uuh...! Akhirnya selesai!

Suara teriakan Haru menggema di seluruh kelas. 

Selesai!

Kerja bagus. Gimana?

“Semuanya terasa lancar berkat Nagacchi! Dengan begini, aku yakin bisa mendapatkan nilai rata-rata. 

Itu tergantung pada hasil teman-teman yang lain...

Haru menggenggam pergelangan tanganku dan dengan senang hati mengayunkannya. Setelah bosan, dia kemudian memeluk Tsukino. 

Wah, rasanya luar biasa! Pacar Tsukino memang terbaik!

“Tu-Tunggu...! Haru?

“Enggak apa-apa, ‘kan? Karena kenyataan memang begitu! 

Melihat semangat Haru yang tinggi, Tsukino hanya bisa tersenyum kecut. 

Untuk saat ini, aku membiarkan dia bersenang-senang saja. Kami juga merasakan hal yang sama. 

Aku juga bisa menyelesaikan semuanya berkat Nagai. Terima kasih.

Sama-sama... Aku sebenarnya paling khawatir tentangmu, tapi melihatmu seperti ini sepertinya baik-baik saja. 

Haha, ngomong-ngomong meskipun aku bilang bisa menyelesaikan semuanya, aku tidak yakin kalau jawabanku benar.

“Itu malah jadi sia-sia dong. 

Meskipun ia mengatakan tidak yakin, kenapa ia justru terlihat sangat percaya diri? 

Jila melihat dari ujian kali ini, semua soal sudah dipersiapkan. Meskipun begitu, sepertinya Kijima tidak mendapatkan nilai yang terlalu buruk. 

Hei... kenapa Yukikawa dan yang lainnya tidak lagi bergaul dengan Yamanaka?" 

Entahlah? Dengar-dengar mereka bertengkar...

Eh? Padahal mereka sangat akrab...

Begitukah? Sepertinya awalnya Yukikawa dan yang lainnya yang lebih menyesuaikan.

Tiba-tiba, aku mendengar percakapan itu entah dari mana. 

Di sudut kelas, ada Yamanaka dan Watanabe duduk di tempatnya dengan wajah yang terlihat canggung. 

Gambaran mereka yang berbicara keras di tengah kelas kini sudah tidak ada. Sepertinya mereka tidak berniat untuk bergaul satu sama lain, jarak di antara mereka cukup jauh. Kebanggaan yang membuat mereka tidak ingin mendekati satu sama lain semakin menambah kesedihan. 

Sebaliknya, aku semakin sering berada bersama Tsukino dan yang lainnya, dan anehnya mulai menarik perhatian. 

Sepertinya mereka masih merasa kalau diriku belum layak berada di sana. 

──── Tidak apa-apa. Suatu saat aku akan menunjukkan perubahan. 

Aku mengucapkannya dalam hati. 

Hei, bagaimana kalau kita berempat pergi karaoke?

Sama seperti peristiwa ‘hari itu, Haru mengajukan usulan tersebut. 

Mulai sekarang, kita bisa menyanyi lagu anime sebanyak yang kita mau, dari yang bernuansa nostalgia hingga yang terbaru! Kita harus pergi!

Bagus, aku setuju.

Ya, aku juga.

Ketiga orang yang antusias itu menatapku. 

Tidak perlu lagi ragu. Aku juga mengangguk dengan percaya diri kepada mereka. 

 

◇◆◇

 

Hah, tenggorokanku jadi sakit sekali...

Eh... aku juga.

Setelah bernyanyi habis-habisan, kami keluar dari karaoke dengan kelelahan. Lima jam bernyanyi nonstop memang sangat melelahkan.

Saat berkumpul hanya dengan para otaku, suasananya memang berbeda. Kami tahu hampir semua lagu, dan meskipun tidak tahu, kegiatan promosi lagu pun dimulai. Akibatnya, tenggorokanku terasa kering. Sepertinya aku harus membeli permen tenggorokan saat pulang. 

“Karena rasanya sudah capek banget, mungkin kita harus bubar hari ini. 

Sekolah selesai di pagi hari, dan setelah makan siang, kami berkaraoke tanpa henti hingga saat ini. 

Kehidupan SMA ideal yang tidak pernah aku bayangkan ada di sini. 

Besok kita langsung mulai membuat kostum, ya. Semangat! 

Kamu hampir tidak punya pekerjaan, kali...

Haru menepuk Kijima. 

Mulai besok, kami akan benar-benar membuat kostum. 

Meskipun begitu, aku dan Kijima hampir hanya menjadi pengamat. Jika ada yang bisa kami lakukan, mungkin hanya pekerjaan berat dan setidaknya membuatkan minuman teh. 

…Mulai besok, terima kasih ya, kalian bertiga. 

Tsukino berkata demikian, dan kami mengangguk. 

Ini adalah pembuatan kostum yang pertama kali dan serius. 

Pasti ada banyak kesulitan yang menanti

Tapi, aku yakin kami bisa bersenang-senang hingga akhir. 

 

──── Ada masa ketika aku juga berpikir seperti itu. 

 

“Oi, kamu! Ini goyang dan miring! Jahitannya jadi kentara banget! Ayo kerjakan ulang!

“I-Iya...!

Suara marah Haru menggema di kamarku. 

Sebelum membuat kostum, Tsukino belajar teknik dasar dari Haru. Aku tidak menyangka bahwa semuanya akan dimulai dari sini. Namun, ini memang sesuatu yang harus dikuasai. Jika berkompromi, pasti akan mempengaruhi kualitas akhir. 

“Jadi inilah yang namanya hubungan guru dan murid. Aku jadi belajar banyak.

Kamu masih sama seperti biasanya, aku iri padamu... 

Kijima mengamati mereka berdua dengan mata berbinar, seolah suasana tegang ini adalah bahan berharga baginya. 

“Bagus... yah mungkin kamu mulai bisa menggunakan mesin jahit. Sekarang, kita latihan menggunakan gunting kain.

Eh... aku harus masih latihan!? 

Tentu saja! Kain itu tidak tak terbatas, jadi kita harus berlatih agar tidak gagal!

Benar juga...

Tsukino yang seketika dipatahkan argumennya mulai belajar cara menggunakan gunting kain. Sepertinya hari ini akan dipenuhi dengan sesi latihan. 

Bagaimana kalau kalian semua tinggal di sini sampai kostumnya selesai? Bolak-balik dari rumah ke sini setiap hari itu merepotkan, jadi lebih baik fokus dan menyelesaikannya sekaligus—

“Eh, emangnya boleh!?

Eh? Ah, ya... jika semua setuju.

Hebat! Ini seperti kemping latihan otaku! 

Melihat Haru yang bersemangat, aku merasa bingung. Padahal aku hanya mengatakannya dengan niatan bercanda, tapi Haru tampaknya sangat antusias. 

…Meskipun ini usulan dariku, tapi apa orang tua kalian akan mengizinkannya? 

Yah, kurasa mustahil melakukannya setiap hari. Tapi, kurasa mereka akan mengizinkanku jika hanya di akhir pekan.

Tak disangka orang tuanya cukup toleran. Itu menunjukkan bahwa Haru begitu dipercaya. 

“Aku sangat bersyukur bisa menginap di sini. Aku tidak akan kesulitan menemukan materi di sini, dan aku yakin bisa membuat kemajuan yang baik pada naskahku.

Ah, silakan gunakan sebanyak yang kamu mau.

Jika apa yang aku kumpulkan bisa menjadi bekal bagi seorang komikus sukses di masa depan, itu sudah cukup memuaskan bagiku. 

Baiklah, kalau begitu... Tsukino! Mari kita lanjutkan latihan!

Eh? Mau lanjut lagi? Padahal aku masih capek──── 

Jangan mengeluh! Berkat Nagachi, kita punya waktu lebih, jadi kita harus lebih teliti dari dasar!

Ugh...

Melihat ekspresi putus asa Tsukino, aku tidak bisa menahan tawa. Sekarang, aku juga harus fokus pada apa yang ingin kulakukan. 

Supaya tidak ketahuan oleh ketiga orang itu, aku membuka sebuah katalog di ponselku. 

 

◇◆◇

 

Waktu berlalu dan kini sudah memasuki bulan Juni. Sekolah kami mulai menggunakan seragam musim panas dari bulan Juni. Sudah beberapa hari sejak kami pertama kali mengenakan seragam musim panas. 

Mereka masih berkumpul di kamarku. 

…!

Dengan tatapan serius, Tsukino memasukkan benang ke dalam kain yang dipegangnya. Dia dengan hati-hati melanjutkan pekerjaannya, dan akhirnya sebuah gaun cantik dengan ruffle yang imut selesai dibuat. 

…Selesai!

Tsukino mulai mengumumkan sambil membentangkan gaunnya. 

Kami yang menyaksikan momen penyelesaian itu bersorak bersamanya. 

“~~~~~~! Kamu akhirnya berhasil, Tsukino!

“Kurasa itu cukup bagus!

Haru dan Kijima berkumpul di sekitar Tsukino, dan aku juga ikut mendekat. 

“Menakjubkan... mirip seperti yang asli. 

Gaun yang dipegang Tsukino memiliki bobot yang solid dan kualitas yang mengesankan. 

Tentu saja, jika dilihat dari dekat, masih ada beberapa kekurangan. Jahitannya ada yang lepas, dan beberapa kesalahan terlihat. Namun, itu semua merupakan hal yang sepele. 

Lapisan dalamnya juga kelihatan bagus! Senang banget warnanya bisa merata!

Ya... ini adalah bagian favoritku.

Desain pada bagian dalam rok merupakan hasil lukisan Tsukino dengan cat kain. 

Pada awalnya, kupikir kami tidak punya pilihan selain meminta bantuan profesional, tapi ternyata semuanya bisa diatur. 

“Mau langsung coba memakainya?

Ti-Tidak, itu sih agak.... 

Eh!? Kenapa! Padahal kostumnya sudah selesai, lho!

Aku merasa... gugup dan tegang... 

Tidak, tidak! Kita enggak bakalan tahu apa-apa kalau kamu tidak mencobanya!

Ah...!

Haru mendorong Tsukino ke arah kamar tidur. Aku juga tidak sabar untuk melihat hasilnya setelah sampai sejauh ini. 

Bersama Kijima, aku memutuskan untuk menunggu Tsukino selesai berganti pakaian.

──── Sudah sekitar satu jam berlalu. 

Cosplay bukan hanya tentang mengganti pakaian; bahkan riasanmu pun harus sempurna. 

…Sepertinya mereka sedang serius merias wajah sesuai dengan prinsip Haru. 

Lalu, apa yang harus kami lakukan? Saat aku dan Kijima saling memandang, tiba-tiba pintu kamar tidur terbuka, dan hanya Haru yang kembali ke ruang tamu. 

“Gawat, bahaya banget... mungkin seorang cosplayer luar biasa telah lahir...

““....?””

Jangan terkejut saat melihatnya, kalian! …Tidak, lebih baik terkejutlah! Tapi jangan sampai ada keluhan!

Sambil berkata begitu, Haru membuka pintu kamar tidur lagi. 

Akhirnya, Tsukino muncul di hadapan kami. 

……

“‘Kan!? Gawat banget, kan!? Gila banget, kan!? 

Tsukino yang mengenakan kostum yang dibuatnya sendiri tampak benar-benar layak disebut sebagai dewi. 

Gaun bergaya boneka Eropa dengan rumbaian dan bando kepala yang imut. Dekolte yang terbuka menonjolkan dadanya yang indah, menarik perhatian siapa pun yang melihatnya. Tingkat kecocokan riasan di wajahnya juga luar biasa. 

Di sana, ada Merry dari 'Marihare' yang kami kenal. 

Ba-Bagaimana...?

Cocok banget, Tsukino. …Kostum itu benar-benar sangat cocok.

Sebelum orang lain bisa berbicara, aku secara refleks mengatakannya. Aku tidak bisa menyerahkan kata-kata pertama itu. 

…Terima kasih, Kentaro.

Sambil berkata begitu, Tsukino tersenyum bahagia dari lubuk hatinya. 

…Hah! Aku benar-benar terpesona! Ayo, ayo, kita foto! Hal seperti ini harus diabadikan!

Haru mengambil ponselnya. Melihat itu, aku menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan sesuatu yang sudah aku sembunyikan. 

…Bolehkah aku....memotret Tsukino dalam kostum cosplaynya? 

Kentaro, itu...

Benda yang aku keluarkan adalah kamera DSLR. 

Sementara ketiga orang itu fokus bekerja, aku berpikir mungkin aku bisa sedikit membantu dengan berlatih cara memotret. Aku telah melakukan banyak riset dan mulai memahami beberapa teknik. 

Sekarang, aku bisa memotret dengan lebih baik dibandingkan dengan kamera ponsel. ──── Mungkin. 

“Bukannya itu kamera DSLR!? Kamu membelinya!?

Ini cuma model lama yang murah. 

Jika bukan model lama, uang yang didapat Tsukino dan aku dari pekerjaan paruh waktu tidak akan cukup untuk membelinya. Karena kamera DSLR itu memang mahal. 

Jika ada ini, aku bisa memotret cosplay dan juga membantu Kijima mengumpulkan materi.

Nagai…! Kamu ini benar-benar...!

Kijima mulai menangis bahagia. 

Aku sebenarnya hanya mengatakannya sebagai pelengkap dengan nada bercanda, tetapi sepertinya dia mengerti maksudku. 

Tsukino... bolehkah aku memotret?

“……Ya. Aku ingin Kentaro yang memotretku duluan.” 

Aku menyiapkan kameraku. 

Jika ingin memanfaatkan hasil belajarku, mungkin sebaiknya aku menyewa studio daripada di tempat yang penuh dengan suasana kehidupan seperti ini. 

Namun, saat ini ini sudah cukup baik. 

Ini lebih mencerminkan diri kami. 

“Kalau begitu, aku akan memotret.”

Melalui lensa kamera, aku menangkap sosok Tsukino. 

Tsukino terlihat sedikit malu dan memberikan senyuman padaku. Aku memanfaatkan momen itu dan menekan tombol rana. Aku tidak akan pernah melupakan penampilannya hari ini seumur hidupku.

 

◇◆◇

 

Beberapa saat kemudian, setelah itu Haru dan Kijima pulang. 

Sebenarnya, Haru yang mencurigai bahwa kami berdua ingin menghabiskan waktu berduaan, jadi dia membawa Kijima pergi. Bukannya aku terburu-buru ingin berduaan saja, tapi aku merasa sangat berterima kasih untuk itu. 

Aku memiliki banyak hal yang ingin dibicarakan dengan Tsukino. 

“Terima kasih, Kentaro. Karena sudah menemaniku sampai sejauh ini.”

“Eh?”

Tsukino yang duduk di sampingku mendekatkan tubuhnya padaku. Aku merasakan aroma harum dan segar. Meskipun kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih, aku masih perlu waktu untuk terbiasa dengan jarak ini. 

“Tak kusangka kalau membuat kostum rasanya seru dan menyenangkan. Tingkat penyelesaiannya... yah, bisa dibilang sedikit kurang sih.” 

Tsukino melihat kostum Mary yang tidak bisa dipakai lagi. 

Sesaat setelah aku selesai mengambil fotonya, kostumnya robek dengan sempurna. Sepertinya jahitannya kurang kuat, sehingga bagian dadanya terbuka. Itu adalah momen yang cukup konyol, tetapi robeknya kostum bukanlah hal yang bisa ditertawakan. 

Mungkin itu masih bisa diperbaiki, tetapi entah berapa lama waktu yang dibutuhkan────. 

“Tapi, penampilannya luar biasa!”

Aku menunjukkan beberapa foto yang kuambil kepada Tsukino. Meskipun latar belakangnya biasa saja, di sana ada Mary yang terabadikan. 

“Tunggu.....Jangan menunjukkannya terlalu jelas…!”

“Tapi hasilnya bagus, ‘kan?”

“…Iya, sih.”

Mata Tsukino berbinar ketika dia melihat dirinya di foto itu. Aku sendiri merasa itu adalah foto yang luar biasa. Meskipun aku merasa sedikit kecewa karena masih ada ruang untuk perbaikan... 

“────Aku jadi ingin melakukannya lagi.” 

Aku terkejut mendengar kata-kata itu. 

“Habisnya, mana mungkin aku akan mengakhirinya dengan hasil seperti ini, ‘kan? Jika aku bisa lebih baik, mungkin aku bisa membuat kostum yang lebih sulit!”

Tsukino berkata dengan semangat. 

Dia ingin menekuni sesuatu. Tsukino pernah mengatakan itu sebelumnya. Sepertinya, dia telah menemukan sesuatu itu. 

“Ketika kostum berikutnya selesai, Kentaro harus memotret lagi.”

“Tentu. Aku akan menjadi fotografer yang lebih baik saat itu juga.” 

“Hmm, aku akan menantikannya.” 

Sambil berkata demikian, Tsukino tiba-tiba menyenggol bahuku dengan bahunya. 

“…Ngomong-ngomong.”

Tiba-tiba, Tsukino teringat sesuatu dan berbisik. 

“Ada apa?”

“Janji sebelum ujian… aku benar-benar melupakannya.”

“Sebelum ujian… ah!”

Sampai ujian selesai, dia harus menahan diri untuk tidak membuat kostum, dan setelah itu, aku akan memenuhi semua permintaan. 

Setelah masa ujian berakhir, kami berdua langsung sibuk dengan pembuatan kostum, jadi aku juga benar-benar melupakannya

“Kira-kira apa yang harus aku lakukan ya... Jangan-jangan, janjinya dibatalkan? 

Te-Tentu saja enggak. Aku akan menepati janjiku. 

“Asyik!

Dengan senyuman polos, Tsukino melakukan gerakan kemenangan. 

Sepertinya kamu tidak bisa memikirkan apa-apa waktu itu... tapi sekarang kamu ada ide?

“Benar juga...

Setelah berpikir sejenak, Tsukino tiba-tiba tersenyum lebar. 

Aku sangat mengenal senyumannya ini. Kapanpun Tsukino menggodaku, dia selalu membuat ekspresi seperti ini. 

Kentaro, coba dekatkan telingamu.

Eh? Kenapa?

Sudahlah.

Dengan enggan, aku mendekatkan telingaku ke arah Tsukino. Meskipun tidak ada seorang pun yang menguping, Tsukino sengaja berbicara pelan dan mengucapkan permintaannya. 

────O-Oi... kamu serius bilang begitu...!?

Serius. Kamu akan mendengarkan apapun permintaanku, kan? 

Tsukino menyipitkan matanya sambil berkata demikian

...

Aku mencoba mencari jalan keluar, tetapi aku berhenti. 

Jika aku tidak bisa memenuhi permintaan kecil seperti ini, aku tidak layak menjadi pacar Tsukino. 

…Baiklah.

Dan kemudian, aku mencium Tsukino yang memejamkan matanya.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di dunia ini

Hanya dalam dua bulan, kehidupanku benar-benar berubah drastis

Seharusnya aku tidak pandai bersosialisasi, tetapi tanpa sadar, aku mendapatkan teman terbaik dan pacar terbaik. 

Besok, lusa, dan seterusnya, kami akan berjalan bersama. 

Mungkin ada beberapa hal yang membuatku cemas, tetapi aku yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja. 

Selama kami saling berpegangan tangan, tidak ada yang perlu ditakuti.

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |

 Catatan: Mimin enggak tau apa LN ini udah selesai atau kena kapak karena udah enggak ada kabar sama sekali selama setahun, LN Romance kalau udah enggak ada kabar selama setahun lebih biasanya itu berarti enggak ada kelanjutannya.

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama