
Selingan — Rekaman Panggilan
Saki : “Jadi, bagaimana? Meskipun kita
tidak bisa merayakan di hari ulang tahun masing-masing, kita tetap ingin merayakan di salah satu
hari ulang tahun, kan? Mau
pilih tanggal 13? Atau 20?”
Yuuta : “Aku sih tidak masalah dengan
keduanya, tapi—”
Saki : “Apa?”
Yuuta : “Bagaimanapun juga, itu hari
Selasa. Jika di hari biasa, kita hanya bisa bertemu dan makan bersama. Dan tempat kita akan bertemu juga jadi masalah.”
Saki : “Maksudmu jadi masalah?”
Yuuta : “Karena di hari biasa, kita akan
bertemu setelah perkuliahan kita selesai. Tapi, di jam berapa perkuliahanmu selesai di hari Selasa, Saki?”
Saki : “Ummmm… kalau tidak salah sekitar jam 16:30.”
Yuuta : “Kalau aku jam 17:00. Perkuliahanku selesai sedikit lebih lambat. Jadi, jika
aku pergi ke Shibuya segera setelah kuliah selesai…”
Saki : “Aku tidak keberatan untuk pergi ke sana juga, tau?”
Yuuta : “Hmm…”
Saki :
“Memangnya ada yang salah?”
Yuuta : “Karena itu hari biasa, jadi kamu harus pulang ke Shibuya, ‘kan? Aku tidak ingin membuatmu pulang
terlalu larut malam.”
Saki : “Ah…”
Yuuta : “Kalau begitu, mungkin lebih baik
jika aku pergi ke Shibuya. Setelah kuliah, Saki bisa langsung pulang, dan
meskipun aku pulang sedikit lebih lambat, itu tidak masalah.”
Saki : “Tapi, kalau kita bersantai-santai
saja,
kamu
juga bisa jadi pulang larut
malam, Yuuta.”
Yuuta : “Ya, itu benar juga sih.”
Saki : “Begitu ya, jadi waktu untuk makan dan bersantai
tidak banyak, ya? Aku tidak menyukainya. Padahal ini adalah ulang tahun kita
berdua, dan kita jarang bertemu akhir-akhir ini, jadi aku ingin lebih banyak bersantai.”
Yuuta : “Aku juga… sama.”
Saki : “Padahal kupikir sekarang tidak apa-apa
karena pekerjaan intern-ku tidak terlalu sibuk.”
Yuuta : “Apa yang akan kita
lakukan?"
Saki : “Hmm…”
Yuuta : “Misalnya… ini hanya saran,
bagaimana jika kita saling menyesuaikan dan merayakannya pada hari
Minggu?"
Saki : “Hari Minggu? … tanggal 18?”
Yuuta : “Ya. Pada hari itu, aku juga senggang, jadi aku bisa menghabiskan
seharian bersamamu.”
Saki : “Tanggal 18… Ya, aku juga bebas pada hari
itu. Kedengarannya bagus. Aku setuju.”
Yuuta : “Kalau begitu, kita sepakat. Perayaan ulang tahun kita akan jatuh pada hari Minggu, tanggal 18. Ada tempat yang ingin kamu kunjungi?”
Saki : “Hmm… Sebenarnya ada. Di
Ikebukuro. Apa kamu tidak masalah?”
Yuuta : “Iya, aku tidak keberatan.”
Saki :
“Kalau
begitu, nanti aku akan kirimkan rincian tempatnya. Ah, dan… kalau memungkinkan,
bagaimana kalau kita bertemu hari Sabtu saja, bukan hari Minggu? Dan, apa aku boleh sekalian menginap di tempatmu pada hari
itu, Yuuta?”
Yuuta : “Hah?”
Saki : “Tidak boleh, ya?”
Yuuta : “Ah… aku tidak keberatan, sih.”
Saki : “Karena kita bisa bertemu di hari
libur....
aku ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersamamu.”
Yuuta : “Saki…”
Saki : “Hmm?”
Yuuta : “Um, begitulah... Saki, kamu tahu... Ya, begitulah, ini
tentang ibu.”
Saki : “Ya, ada apa?”
Yuuta : “Apa dia baik-baik
saja?"
Saki : “Eh? Ya, dia baik-baik saja.
Perutnya belum terlalu terlihat, mungkin karena aku ada di sini, tapi
sepertinya dia tidak mengalami masalah.”
Yuuta : “Syukurlah kalau begitu. Hmm… jika terjadi sesuatu yang
serius,
segera beritahu aku, ya.”
Saki : “Terima kasih. Aku mengerti. Aku
menantikan pesta ulang tahun kita
pada hari Sabtu.”
Sebelumnya | Daftar isi | Selanjutnya