The World Made By Love, So Love is Root of Life

Sunday, 13 January 2019

The Result when I Time Leaped Chapter 38 Bahasa Indonesia




Kekuatan Sihir

Pon. Pakon.
"Aku mulai ya!"
"Mulai saja!"
Pon.Pakon
Di sisi lain pagar, gadis-gadis di klub tenis itu mengayunkan raket mereka dengan lihai.

vvvv
Sepulang sekolah.
Karena Sana menderita kekalahan telak pada kuis matematika, jadi dia terpaksa mengambil kelas tambahan. Aku pulang sendirian. Saat aku ingin mencoba mengambil jalan pulang yang sedikit berbeda, aku menemukan lapangan tenis, dan akhirnya menonton latihan anggota klub tenis.
Babak penyisihan untuk turnamen tampaknya akan diadakan dalam sebulan lagi, jadi latihan mereka mulai lebih intens. Aku menonton latihan mereka bukan karena aku sangat menyukai tenis, maupun orang yang aku kenal di dalam lapangan tersebut.
Tatatatatata. pakon.
- Wuizzzz.
... rasanya bikin penasaran.
Peralatan standar Chirarizumu* — nama resminya adalah rok pendek — benar-benar memonopoli bidang penglihatanku.
 (TN: Chirarizumu adalah ungkapan yang menunjukkan daya tarik seksual yang mana hampir bisa melihat sesuatu tetapi tidak sepenuhnya bisa dilihat, pernah liat Mondaiji-tachi? Rok pendek Kurousagi yg didesain supaya celana dalamnya tidak bisa terlihat walaupun hampir bisa dilihat. intinya sih, mau ngintip celana dalam pada rok yang melambai-lambai gitu :v )
Biasanya, mereka berlatih dengan baju olahraga atau jersey klub, tapi karena turnamen sudah dekat, mereka memutuskan untuk berlatih dengan seragam pertandingan mereka.
Ngga ada masalah untuk menonton latihan mereka, sih ...
Semua orang berlatih dengan sangat serius sementara  di sisi lain, aku menonton mereka dengan niat yang tidak senonoh.
Jika aku menatapnya terlalu lama, aku akan diperlakukan seperti orang mesum, jadi aku mulai berjalan sambil melirik ke dalam lapangan.
"?"
Tiba-tiba merasakan tatapan yang tertuju ke arahku, aku langsung berbalik.
Namun, tidak ada orang sama sekali.
Aneh sekali ... padahal tadi aku benar-benar merasakan tatapan seseorang.
Rasanya aneh, pikirku, seraya dengan enggan pergi dari lapangan tenis.
Hari Sabtu keesokan harinya.
Demi menghabiskan waktu bersama Hiiragi-chan, aku pergi mengunjungi rumahnya.
"Seiji-kun, selamat datang!"
Saat aku membuka pintu, dia langsung menyambutku. Pada saat itu, aku langsung menyadari sesuatu yang berbeda dari biasanya.
"Apa itu?"
"Eh. Aah, tidak, ini bukan apa-apa. ”
Biasanya, Hiiragi-chan akan mengenakan kaos atau celana biasa. Tapi, hari ini, dia mengenakan rok. ... Apalagi itu cukup pendek. Warnanya putih, dan tentu saja, kakinya juga terlihat putih dan mempesona.
"Haruka-san, kakimu cukup cantik."
"Benarkah? Aku tidak kepikiran sama sekali, tapi terima kasih. "
Hiiragi-chan tersenyum senang.
Tepat ketika dia mendorongku untuk masuk, roknya berayun seperti kelopak bunga. Buuuhaa !?
Baru saja, aku melihatnya. Dengan sedikit panik, Hiiragi-chan langsung memperbaiki roknya. Kemudian dia memelototiku.
"Ti-Tidak. Aku tidak melihatnya. Aku tidak melihat apa-apa. "
"Apa kamu yakin?"
Bukannya berarti dia tidak pernah memakai rok selama kencan. Hanya saja, hari ini, roknya sangat pendek.
"Hari ini, rokmu sangat pendek, sih."
"Bukannya kamu menyukai tipe yang semacam ini?"
"Jika aku harus menjawabnya, emang sih ..."
Hiiragi-chan melompat-lompat ringan beberapa kali. Fewah, fuwah, fuwah. Hentikan gerakan itu! Terlalu mencolok!
"Kemarin, kamu terus menatap gadis-gadis klub tenis, ‘kan?"
"Ugeh. Jangan bilang, tatapan itu, Sensei ...? ”
"Itu bukan Sensei, tapi Haruka-san, ingat? Seiji-kun, kamu suka rok pendek. ‘kan? ”
Bukan itu masalahnya. Jika itu bagian dari selera pakaianmu, maka aku rasa tidak ada alasan untuk tidak memakainya. Namun, untuk mengatakan hal itu sama saja artinya kalo aku menyukainya.
"Ah. Apa mungkin kau percaya kalau aku melihat gadis-gadis klub tenis berlatih karena aku menyukai rok pendek? "
"Eh, apa aku salah?"
Pyon pyon, ketika Hiiragi-chan melompat-lompat, roknya tersingkap. Kelakuan tidak tahu malu ini dilarang! Itulah yang aku pikirkan, tapi aku tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Usai tiba di ruang tamu, dia menyiapkan kopi seperti biasa. Setelah menyesapnya sedikit, aku akan berbicara dengan Hiiragi-chan yang akan duduk di sebelahku. —Tapi, hmm? Kok dia duduk di hadapanku hari ini?
... Itu sangat pendek sampai-sampai aku hampir saja bisa melihatnya. Setelah memfokuskan diriku kembali, aku membersihkan tenggorokanku.
"Haruka-san. Aku tidak menonton latihan klub tenis perempuan karena aku menyukai rok mini. ”
“Terus, Seiji-kun, kenapa kamu terus-terusan melihatnya? Wajahmu terlihat cengengesan saat melihat gadis-gadis yang duduk di sisi lapangan, tahu? ”
"Katakan hal itu dari tadi!"
"Yah, aku melihatnya dari ruang persiapan dengan teropong, sih."
Sampe segitunya. Lah, kok kau bisa punya teropong, sih? 
"Ngomong-ngomong, aku sempat berpikir …... kalau semuanya sedang berusaha dan berlatih sangat keras ..."
Aku mencoba mengatakan sesuatu seperti itu dulu.
"Pembohong. Kau melihatnya selama 30 menit penuh! ”
Kebohonganku langsung ketahuan.
“Apa kamu ingin melihat gadis-gadis di masa muda mereka? Apa kamu ingin melihat kaki mereka? Apa kamu ingin melihat rok mini? Apa kamu ingin melihat celana dalam mereka? Tentukan pilihanmu dan pilih salah satu! ”
Entah kenapa, dia kelihatan marah !?
"Haruka-san, sejak awal, seragam yang dikenakan gadis-gadis klub tenis dianggap oke untuk dilihat, jadi bahkan jika aku ingin melihat pakaian dalam mereka, aku tidak bisa."
"Mencurigakan sekali."
Dia memelototiku.
"Itu artinya, kamu ingin melihat sesuatu yang akan dianggap oke?"
Aku bingung bagaimana caraku untuk bisa menjelaskan chirarizumu pada wanita lain, sehingga dia bisa diyakinkan tentang kekuatan magis dari chirarizumu.
Jika aku membiarkannya seperti ini, Hiiragi-chan akan terus salah paham.
Kalau sudah sejauh ini, aku tidak punya pilihan selain menjelaskannya.
"Sesuatu yang berada di perbatasan antara terlihat dan tidak, kamu tidak bisa menahan untuk tidak menatap sesuatu seperti itu, ‘kan."
"Fumu?"
Sepertinya dia masih belum mengerti.
"Untuk sementara waktu sekarang, tatapanmu terus melihat ke bawah, apa karena itu?"
“Maafffff. Mataku terus tertarik pada hal itu. ”
Hiiragi-chan menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Tidak masalah. Aku hanya berpikir bahwa kau begitu tertarik pada hal itu. ”
“Aku mungkin bisa melihatnya, jadi aku akhirnya terus menatapnya…. Ini seperti hubungan antara kucing dan mainan kucing. ”
Bahkan bagiku, itu adalah perumpamaan yang patut dipertanyakan ...
“Aaah! Jadi begitu ya! ”
"Kau mulai memahaminya !?"
"Pokoknya, itu bukan karena kamu ingin melihat celana dalam dari gadis-gadis klub tenis, ‘kan Seiji-kun?"
"Ya. Betul."
Ini benar-benar sebuah misteri besar, kekuatan chirarizumu. Rok Hiiragi-chan sedikit tersingkap saat dia mengangkat ujung roknya.
"Lalu sesuatu seperti ini terlihat bagus?"
“Yang itu malah jelas-jelas terlihat! Rasa tidak tahu malu itu dilarang !! ”
"Ehh? Wah !? A-Aku tidak bermaksud begitu ... "

Nampaknya, apa yang baru saja terjadi adalah tidak sengaja. Sambil memegang ujung roknya, Hiiragi-chan langsung tertunduk ke bawah dengan wajah memerah.
“Ma-Maaf. Aku mencoba membuatnya tidak bisa dilihat kamu. A-Aku tidak berniat membiarkanmu melihatnya ... "
Kemarin-kemarin dia menunjukkan celana dalamnya, dia tidak pernah merasa malu. Kemungkinan besar, jika dia memperlihatkannya secara sengaja, maka dianggap aman, tapi jika itu tidak disengaja, maka dianggap tidak baik. Dia akan tersipu malu jika seperti itu.
"Ah, tidak ... Umm ... Terima kasih banyak."
"Kenapa kau berterima kasih padaku?"
Aku menatap Hiiragi-chan dengan aneh. Hmmm? Pembicaraan kita tidak nyambung?
"Haruka-san, jangan bilang kalau kau berusaha pamer celana dalammu, ‘kan?"
Dia melompat terlalu tinggi, dan roknya berayun kemana-mana.
"Te-Tentu saja tidak! Aku pikir Seiji-kun menyukai rok mini, itu sebabnya aku memakainya! Ja-Jangan salah paham! Bukannya aku ingin kau melihat celana dalamku, tahu! "
Mengatakan kalimat yang biasa dikatakan oleh seorang tsundere, wajah Hiiragi-chan berubah cemberut dan membuang muka. Dia kemudian duduk berjongkok. Aku masih bisa melihatnya sedikit !! Jika kau tidak ingin aku melihatnya, kau harus menyadari posisi dan postur tubuhmu!
“Seiji-kun? Jangan diam terus. Katakan sesuatu………… Apa kau benar-benar menyukai — ah. ”
Menyadari garis penglihatanku, wajah Hiiragi-chan langsung memerah saat dia mengubah cara duduknya.
"A-Astaga, aku mau ganti dulu, ah."
Dia bergegas menuju kamarnya.
Kekuatan sihir chirarizumu …...sungguh menakutkan sekali……..


No comments:

Post a Comment

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat