true became fiction when fiction's true

Wednesday, 14 August 2019

The Result when I Time Leaped Chapter 50 Bahasa Indonesia




Di Hari Sabtu tertentu

“Begini, Seiji-kun…..."
Ucap Hiiragi-chan melalui telepon dengan nada merasa bersalah.
“Sabtu ini, aku diundang ke pesta minum ..."
“Aaah, begitu ya?"
Bukan berarti kami punya rencana di hari itu. Kami hanya bermalas-malasan bersama selama akhir pekan, jadi sesekali pergi keluar untuk pesta minum rasanya bagus juga.
Pertemanan di antara para pekerja sangatlah rapuh. Aku tidak ingin terlalu mengekang dimana hal itu dapat menurunkan jumlah teman yang dimiliki Hiiragi-chan. Saat aku hendak menganjurkannya untuk pergi, aku akhirnya mengerti mengapa dia tampak meminta maaf.
“Sederhananya, ini pesta minum dengan guru dari sekolah lain. Ada beberapa guru laki-laki di sana yang kebetulan aku kenal juga. ”
"He-heeh ..."
Untung saja ini melalui telepon. Kemungkinan besar, jika dia melihatku sekarang, akan sangat jelas bahwa aku cukup terguncang sekarang.
“ Seorang guru yang selalu membantuku bilang, 'Jika kamu tidak punya rencana pada hari Sabtu, kumohon datanglah!' Dia pernah memintaku tentang ini minggu lalu ... Aku mencoba untuk menolaknya beberapa kali ... Tapi sebelum dia bertanya, aku tak sengaja bilang kalau dihari Sabtu aku sedang luang... "
Jika aku harus bilang padanya tentang perasaanku sendiri, maka aku akan bilang untuk tidak pergi. Tapi, jika guru yang mengajaknya adalah orang yang selalu merawatnya, maka itu pasti senior dari tempat kerja. Sebagai anggota masyarakat, aku akrab dengan pentingnya hubungan manusia di tempat kerja.
Jika karena masalah ini, hubungan Hiiragi-chan di tempat kerja semakin buruk, aku takkan bisa membantu. Dalam artian lain, aku juga bagian dari tempat kerjanya, tapi aku bukanlah seseorang yang bekerja di ruang guru.
Di sinilah aku harus menunjukkan betapa pengertiannya seorang Sanada Seiji. Paling tidak, usia mentalku lebih aku lebih tua dari Hiiragi-chan, jadi aku seharusnya tidak mengatakan sesuatu yang sepele.
“ Ya. Aku mengerti. Silahkan bersenang-senang dengan temanmu. ”
“…Benarkah? Orang-orang yang hadir adalah rekan seprofesi, jadi kamu tidak perlu khawatir. ”
"... Aku tidak khawatir jadi tidak apa-apa."
Itu bohong bangetttt! Aku sangat khawatir!
Jika itu jelas tujuan pesta, maka aku pasti akan bilang kalau aku tidak menyukainya. Namun, dia diundang ke pesta minum pada hari libur oleh seseorang yang dia kenal, dan orang tersebut bahkan dari tempat kerja yang sama. Dalam artian luas, itu bisa disebut sebagai tempat di mana orang-orang dalam industri bertukar informasi.
"Aku akan pulang terlambat, mungkin sekitar jam 10 malam, oke?"
"Jangan khawatirkan aku dan selamat bersenang-senang."
Walau apa yang kukatakan bukanlah perasaanku yang sebenarnya, tapi itu menunjukkan kalau mentalku masih orang dewasa.
Aku berharap, mungkin rencananya dibatalkan karena hujan, tapi pada hari acara, seolah-olah aku sedang ditertawakan, cuacanya malah bagus.
Setelah main ke kamar apartemennya untuk makan siang, aku mencoba menenangkan Hiiragi-chan karena dia sedikit tegang.
“Aku penasaran ....... apakah aku bisa melewati ini tanpa ceroboh mengatakan apapun. Pergi ke pesta minum dengan orang yang tidak begitu kukenal, sudah lama sejak aku melakukan sesuatu seperti itu ... ”
“Selama kau tidak melakukan sesuatu yang kasar, itu akan baik-baik saja. Walau kau berpikir kalau kau sudah melakukan sesuatu yang salah, jika kau meminta maaf dengan benar maka tidak akan terjadi apa-apa. ”
“Be-Benarkah…....?"
“Jika kau meminta maaf secara langsung, manusia adalah tipe yang secara mengejutkan bisa langsung memaafkan. Selain itu, saat pesta minum, orang akan berpikir bahwa kesalahan pasti akan terjadi. "
Hiiragi-chan mulai menatapku dengan ekspresi aneh.
“A-apa?"
“Seiji-kun, kelihatannya kamu terbiasa dengan pesta minum?"
Kemungkinan besar, aku bahkan lebih terbiasa daripada Hiiragi-chan.
“Ma-Mana mungkinlah.”
“Hhmmm, benarkah? Sepertinya pendapatmu sangat tepat sasaran, sampai membuatku berpikir bahwa kamu bisa diandalkan seperti biasanya. ”
Dia tersenyum dengan senyum manisnya.
Dan kemudian, seiring waktu, Hiiragi-chan memulai persiapannya. Saat dia berganti ke pakaian kasual, aku menyuarakan pendapatku kalau penampilannya sangat lucu dan manis. Tapi sungguh, hatiku merasa rumit. Apalagi, se-sepertinya dia lebih berusaha merias wajahnya daripada biasanya …... Biasanya, riasannya jauh lebih ringan ...?
Apa hanya aku yang tidak ingin dia pergi ke pesta minum jadi malah memutar kenyataan menjadi sesuatu yang lebih buruk?
“Riasan wajahmu, kau benar-benar melakukannya dengan lebih hati-hati kali ini."
"Eh? Bukannya biasa juga seperti ini? "
Tidak ada pilihan selain mempercayai kata-kata Hiiragi-chan, yang terlihat bingung. Sekarang dia bilang itu tampak sama, atau mungkin tidak. Untuk saat ini, aku hanya memuji pakaiannya.
Hiiragi-chan menciumku ketika aku mengantarnya di ambang pintu.
“Kalau kamu merasa bosan, tidak apa-apa jika kamu pulang duluan.”
"Ya. Jika aku merasa begitu, akan kupastikan untuk mengunci pintu. "
Dengan mengucap “selamat tinggal,” dia melangkah pergi.

*****

Aku mulai menonton televisi tapi semua acaranya terlihat membosankan. Sekarang sudah pukul 6:30  malam. Saat ini dia mungkin sedang minum-minum dan asyik mengobrol dengan semua orang.
"Hiiragi-sensei, apa Anda sudah punya pacar sekarang?"
"Aaah, ummm, untuk sekarang masih belum..." (TN : Plot yang sering terjadi di Doujin-Doujin NTR :v)
Atau percakapan seperti itu yang terjadi ….... Hari ini, mungkin tidak apa-apa baginya untuk bilang kalau dia sudah punya pacar ... ah, tapi masih ada teman guru dari tempat yang sama. Aaaah, aku sangat benci ini.
Ada kalanya aku berpikir bahwa aku akan mengikutinya. Jika aku memiliki umur yang sama, mungkin diam-diam pergi ke izakaya akan baik-baik saja, tapi jika Siswa SMA seperti diriku masuk ke tempat itu, pasti akan mencurigakan.
Aku juga bukan walinya, jadi tidak ada lagi yang bisa aku lakukan selain menunggunya dan mempercayainya.
Aku tidak merasa ingin makan malam di tempat Hiiragi-chan, atau di rumahku sendiri, jadi aku memutuskan untuk makan di tempat ramen terdekat. Aku memfoto makananku, dan mengirimkannya melalui chat.
Namun, tidak ada balasan.
Bagus, Bagus. Hiiragi-chanku adalah wanita teladan yang tahu waktu dan tempat yang tepat. Dia bukan tipe orang yang tidak bisa membaca suasana dimana malah asyik pada ponselnya sendiri di bar.
Setelah itu, acara pertunjukan yang aku tonton tidak terlalu menarik, jadi aku mengirim chat lagi.
Setelah dia minum beberapa gelas, mungkin tidak apa-apa baginya untuk nyeletuk kalau dia sudah punya pacar. Tapi tunggu, ada guru yang lebih tua di sana, jadi mungkin tidak baik? Perisai untuk melindungi Hiiragi-chan dari pria lain, atau perisai untuk orang lain agar tidak mengetahui tentang hubungan kita, sepertinya dua tujuan saling bertentangan hari ini.

*****

Waktu menunjukkan pukul 8:30 malam. Aku masih bermalas-malasan di kamar apartemen Hiiragi-chan, ketika aku mendengar suara dari pintu masuk.
"Aku pulang?"
"Ah. Selamat datang kembali. Cepat juga pulangnya. ”
"Ya."
Dengan senyum yang sedikit lelah, Hiiragi-chan memelukku. Dia kemudian mulai menepuk punggungku.
"Bagaimana pesta minumnya? Apa kau bersenang-senang?"
"Nggak. Tidak juga."
Aku menghela nafas lega saat mendengar jawabannya.
“Jika Seiji-kun tidak ada, rasanya tidak menyenangkan sama sekali."
“Begitu ya. Kalau begitu, itu menjdai pesta minum yang malang. "
Hmmm…? Dia berbicara dengan normal, dan suasana hatinya cukup dekat dari ketika dia akan kembali dari pekerjaan.
“Apa kau tidak minum?”
"Ya. Aku bilang kalau aku lemah sama alkohol, jadi setelah bersulang pertama, aku hanya minum teh oolong.”
Aaah, memang ada tipe orang seperti itu juga.
Saat dia erat memelukku, Hiiragi-chan berbicara dengan sungguh-sungguh.
"... Haaah ... ini sangat menenangkan."
“Mungkin karena tempat izakaya sangat berisik, dan karena kau banyak berbicara dengan orang lain, kau tidak tahu betul—"
“Bukan itu, yah, memang ada benarnya juga sih, tapi itu karena Seiji-kun ada di sini."
Ton ton, Hiiragi-chan menepuk ringan dadaku.
"Kamulah yang paling menenangkan."
“Aku sedang berpikir tentang mau melakukan babak kedua antara kita berdua, di sini, sekarang. Gimana?"
"... Aku ikut."
Aku mencium Hiiragi-chan, yang tersenyum kecil.
“Aku perlu membeli alkohol lagi!"
“Tapi di lemari es sudah ada sekitar empat botol .."
"Untuk hari ini, itu takkan cukup ♪"
Seberapa banyak yang ingin kau minum?
“Minimarket akan segera tutup. Ayo cepat!"
Setelah bersemangat lagi, Hiiragi-chan dan aku pergi ke minimarket terdekat sambil berpegangan tangan.



1 comment:

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat