The Result when I Time Leaped Chapter 112


Sesi Belajar Wanita - Bagian 1

Sudut Pandang Hiiragi Haruka
Malam minggu, Natsumi mampir ke apartemenku setelah Seiji-kun pergi.
“Haru-chan, halo.”
“Halo ... Kenapa kamu mampir di jam segini?”
“Yah, cuma mau mampir saja, jangan pedulikan itu.”
Natsumi masuk ke apartemen seolah-olah itu adalah rumahnya sendiri, dan duduk di sofa. 
Dia biasanya datang pada siang hari. Aku bertanya-tanya ada masalah apa?
“Saat ada Dorobo-kun, bahkan aku bisa membaca suasananya. Dia mungkin pulang dengan bekas ciuman, ‘kan? Bukannya nanti aku cuma mengganggu saja?”
“Itu benar, mungkin itu masalahnya.”
“Tidak membantah juga rasanya bikin nyelekit.”
Tempo hari, Seiji-kun bertanya apa aku punya ketidakpuasan terhadapnya. Namun, aku benar-benar tidak memilikinya. Hanya saja, ada sesuatu yang mengganggu pikiranku.
“Ada apa? Apa kamu bertengkar dengan Ibu?”
Bersamaan dengan festival sekolah yang akan datang, para guru juga punya tugas masing-masing, sehingga jumlah tugas kecil yang perlu dilakukan telah meningkat lebih dari biasanya. Dia ada di sini meski aku berharap untuk menghabiskan waktu bersantai di kamar mandi.
“Jangan terlalu acuh begitu. Itu membuatku merasa kesepian, tau? Kamu tahu, bagiku juga, setelah Mama memberi tahu kita tentang hal itu, aku juga punya pemikiran tersendiri.”
“Tentang apa?”
“Tentang ITU, loh .”
“... I-itu ... ketika aku ditanya apa aku sudah bergaul dengan Seiji-kun.”
“Ya, itu. Aku tidak tahu banyak tentang hal itu. Setidaknya belum ada yang spesifik. Karena itu, kupikir aku akan belajar bersamaa Haru-chan.”
Belajar?
Natsumi mengorek-ngorek isi ransel yang dia bawa di punggungnya. Dia biasanya datang dengan tangan kosong, jadi aku pikir itu aneh. Jadi itu sebabnya dia bawa tas.
“Jangan kaget, oke?”
Nastumi meletakkan benda yang terlihat seperti majalah di sofa.
Di halaman sampulnya, telanjang? Wa-Wanita telanjang ...? Seorang wanita cantik melihat ke belakang dengan mata genit. Payudaranya terpapar seakan-akan itu normal.
... Bahan seni ??
Wats dis?”
“Ketimbang terkejut, kamu masih belum mengerti setelah melihat sampulnya? Haru-chan, ternyata kamu cukup polos juga. Coba balik halamannya.”
“…?”
Ketika aku membalik halaman, aku melihat wanita di sampul depan membuat pose memalukan dan melakukan hal-hal yang cabul.
“!!!???”
Ap-Ap-Ap-Ap-Ap-Apa ini !? I-i-i-i-ini sangat cabul!?
“Ahahahah. Wajahmu benar-benar merah!”
“N-N-Natsumi ~! Kenapa, kenapa, kamu membawa ini? ”
“Aku bilang itu untuk belajar, ‘kan?”
“Be-Belajar? Kamu tidak mencoba menggodaku?”
Saat aku melihat Natsumi dengan curiga, dia berhenti tertawa.
“Maksudku, Haru-chan, jika kamu benar-benar terangsang, dan kamu benar-benar ingin melakukannya, kamu tidak tahu bagaimana caranya, ‘kan?”
“Tu-tunggu sebentar! Aku tidak benar-benar terangsang! Aku hanya sedikit, sedikit terangsang.”
Dengan menggunakan jari telunjuk dan ibu jariku, aku menunjukkan betapa kecilnya itu.
“Ya ampun, berapa pun jumlahnya tak masalah. Kamu ingin melakukan sesuatu yang nikmat dengan Dorobo-kun, tapi kamu tidak tahu harus berbuat apa, bukan? Kamu bahkan tidak tahu apa yang tidak kamu ketahui, ‘kan?”
Uuu. Itu benar ... Namun, bila aku menegaskan itu, itu artinya adik perempuanku bisa menebak isi hatiku. Rasanya agak memalukan ...
“Itu sebabnya aku menyuruh Yoshinaga-san mengambilnya untukku.”
“Yoshinaga-san!? Kenapa!?”
“Satu-satunya orang yang bisa membuatku berbicara tidak berguna hanyalah dia.”
“Ekspresi apa yang harus aku buat saat aku menemuinya nanti ...”
“Kamu membuat aturan ketat untuk tidak melakukannya sampai kamu menikah, jadi meski kamu pikir itu mungkin baik-baik saja sekarang, karena deklarasimu sebelumnya, rasanya jadi sulit untuk melakukan sesuatu yang baik, ‘kan?”
Kenapa dia bisa tahu?
“Ti-Tidak juga, kok.”
“Bahkan bos terakhir, Mama, sudah memberi izin dan  mengurangi rintangan apa pun yang kamu miliki lebih jauh. Tapi karena kamu mengatakan ini dan itu kepada Dorobo-kun, kalian jadi canggung untuk mengungkitnya, ‘kan? Aku pikir kamu mungkin sedang bermasalah dengan hal itu, jadi aku datang. "
Dilihat sampai sejauh ini, ini sudah melewati titik rasa malu, dan telah mencapai pada titik di mana aku merasa kagum dengan bagaimana dia bisa mengetahui semua itu.
Aku mengeluarkan sekaleng bir dari lemari es dan meminumnya sekaligus. Menempatkan kaleng itu di atas meja, aku lalu duduk di atas sofa.
“Ba-Baiklah. Hiiragi Haruka, akan mulai belajar. ”
“Oooh, matamu sudah penuh tekad. Harus begitulah, itu yang namanya semangat. ”
Shrekk, shreekkk[Sfx : ngebalik halaman]
“Wawawa, Haru-chan, ini, ini luar biasa ...”
“Uuuuu ...”
Shrekkk
“Uwah, ini ... wawawa ... stimulasinya luar biasa.”
“Duuuuhhhh ... Kenapa kita melakukan ini ...?"
Shrekkkk
“Lihat, ini, dengan cambuk, sangat erotis! Aku yakin Dorobo-kun pasti super senang.”
“Su-Super senang ...?”
Nastumi terlihat senang saat dia melihatku, kakak perempuannya, mengambil banyak pose provokatif.
“... Kamu tahu, ini hampir seperti aku melecehkan Haru-chan secara seksual, dan itu menjadi sangat menyenangkan.”
“Tolong jangan menikmatinya.”
Pose yang akan membuat Seiji-kun senang, apa seperti ini ...?
Sembari berusaha untuk tidak membiarkan Natsumi menyadari, aku mencoba mengencangkan kedua tanganku dengan lembut dan menyondongkan dadaku. Terlepas dari perasaanku sendiri, lembahnya menjadi sangat menakjubkan ...
“Uhah, kamu langsung mempraktikkannya!”
“!? Ti-Ti-Ti-Tidak kok! ”
“Aku tidak salah. Tidak apa-apa seperti itu.”
Natsumi menganjurkan semua ini, tapi meski begitu, wajahnya juga ikut memerah.
“Ohon. Intinya adalah, kamu tidak bisa memberitahu langsung Dorobo-kun kalau dia boleh melakukan hal-hal mesum, jadi kamu ingin mengundangnya seperti ini, kan?”
“Ya.”
... Tunggu? Aku merasa lebih sulit dengan cara yang seperti itu.
“Kamu punya tubuh yang erotis, jadi jika kamu mendekati sedikit lebih langsung, Dorobo-kun pasti akan langsung menggigit umpan.”
“Be-Benarkah !?”
“Mu-Mungkin. Cobalah menempelkan payudaramu padanya dengan santai. ”
“Aku terkadang melakukan itu.”
“Kamu melakukan itu !? Kamu benar-benar cabul! ”
“Maksudku, reaksi Seiji-kun terlihat lucu ... jadi aku akhirnya melakukannya.”
Natsumi membuka dan menutup mulutnya tanpa kata.
“Ca-cabul!”
“Kami belum melakukan lebih dari itu!”
“Jika itu benar, lalu Dorobo-kun benar-benar punya tekad yang sangat kuat.”
“Aku tidak suka itu. Biarpun aku bilang kita tidak bisa, ummm ... membuat Seiji-kun memaksa melakukan itu adalah sesuatu yang ideal bagiku ... Eheheh. ” (TN : Hiiragi-chan = Super Masokis :v)
Dalam pengaruh alkohol, aku akhirnya menyuarakan sedikit delusiku. Namun, Natsumi menatapku dengan mata dingin.
“Lihat, kebongkar juga. Itu karena kamu mengatakan hal-hal seperti itu jadi keadaan perawanmu semakin buruk, ‘kan? ”
“Itu tidak semakin buruk!”
Ah, benar juga. Adegan idealku sebenarnya adalah sesuatu yang terinspirasi oleh manga.
Setelah menuju ke kamarku, aku membawa manga yang direkomendasikan Natsumi.
“Adegan ini yang aku bilang menarik sebelumnya!”
“Betul. Adegan ini! Bukankah ini hebat?”
Aku membukanya dan menunjukkannya. Natsumi terus mengangguk.
“Ya ... ini benar-benar membuat jantungmu berdetak kencang ... A-ada penandanya ...?”
“Ya!”
“Waaaah ... ini jelas semakin parah ... Dorobo-kun pasti kerepotan ... Kamu terlalu serius sampai membuatku jengkel ...”
“Ah, besok, Seiji-kun akan datang, jadi jika menjadi seperti ini—“
“Ya ya. Baik. Tenang saja. Itu karena tidak berubah menjadi itu, itulah sebabnya kita melakukan ini sekarang, ‘kan? Ayo mandi bareng dan pikirkan beberapa rencana, oke? ”
Dan begitulah, aku mandi bersama Natsumi dan kami membuat rencana untuk besok.



close

1 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama