Omae wo Onii-chan Vol.2 Chapter 10 Bahasa Indonesia


Rabu, 1 Mei - Proyek. Asli. Rencana Kencan.

Sembari menyantap bekal makan siang yang dimasak oleh Mariko selama istirahat, aku berbincang dengannya mengenai seberapa cepatnya bulan April berlalu dan kemudian dia bertanya tentang rencana jadwalku untuk bulan ini.
Satu-satunya hal yang sudah kuputuskan sejauh ini ialah kencan di hari Sabtu ini. Karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, sangat sulit untuk memikirkan rencana.
Saat aku tidak bisa menjelaskannya, Mariko menatap wajahku dengan tatapan penuh pertimbangan.
Aku tidak ada rencana untuk minggu depan, aku akhirnya menjawab begitu.
Mariko mengangguk dengan senyum lebar ….. entah bagaimana, membuatku merasa bersalah.
Aku bingung apa aku harus memberitahu Sayuri dan lainnya mengenai kencanku dengan Tomomi pada hari Sabtu.
Sambil merasa dilema, aku menekan tombol interkom ruang 501 dan pintu segera terbuka.
“Onii-sama, selamat datang kembali ke rumah.”
“A-aku pulang.”
Hari ini penampilan terkoordinasi Sayuri, sama persis dengan yang kita lihat di salah satu manekin toko di Shibuya Maru-kuu.
“Itu terlihat cocok denganmu, Sayuri.”
“Apa itu benar, Onii-sama! Terima kasih banyak.”
Sayuri yang sedang senang dan tersipu menyuruhku untuk duduk di ruang tamu dan memberi teh yang sudah dia siapkan. Burung Myna, Kyu-chan berbicara ketika melihat diriku.
Aku membelinya bukan karena gegabah! Aku membelinya bukan karena gegabah!'
Kesanku pada Sayuri ialah seseorang yang mampu mengendalikan emosinya ... dirinya yang biasa tegas berakhir jadi hancur pada akhir pekan lalu.
Sambil membawa teh di atas nampan dan menunduk ke bawah, Sayuri kembali dari dapur.
“Kyuu-chan, mengapa kamu bisa memilih hal-hal begitu akurat?”
'Apakah Onii-sama menyukai pakaian ini? Aku merasa khawatir.'
“Uuu ... diamlah sebentar.”
Dengan ekspresi bermasalah, Sayuri menutupi sangkar burung dengan kain hitam dan Kyu-chan langsung diam.
“Jadi ... begitulah.”
“Bukankah itu menyedihkan, ditutupi kain begitu?”
“Dia akan berpikir kalau hari sudah malam dan akan tertidur.”
Rasanya seperti Kyu-chan akan jadi burung nokturnal.
Aku menyesap teh dan menghela napas.
“Um, Onii-sama. Bagaimana kalau kita memperdalam ikatan saudara kita saat ini? Tentu saja, bila kamu ingin menyingkirkan hubungan yang disebut 'saudara kandung' pun aku takkan ragu-ragu.”
“Uhh, aku akan berterima kasih, jika aku bisa berkonsultasi sesuatu denganmu hari ini.”
“Tentu saja! Selama itu berada dalam kemampuanku, silahkan bertanya apa saja kepadaku.”
“Nah, um ... itu konsultasi tentang kencan.”
Mata Sayuri langsung bersinar cerah.
“Tunggu sebentar! Aku akan membawa bahan-bahannya.”
Saat aku berpikir dia pergi ke kamar tidur, Sayuri kembali dengan membawa setumpuk majalah, catatan dan alat tulis. Dia tampak bersemangat ketika menyusun di atas meja.
“Kau tampak sudah menyiapkannya, ya?”
“Demi Onii-sama, aku sudah mengumpulkan ini semua.”
“Apa kau punya rekomendasi tempat kencan?”
“Tentu saja. Aku sudah meringkas tempat-tempat yang cocok untuk kencan di sekitaran Kanto.”
“Aku akan senang jika kau mau mengajariku.”
Ketika aku membungkuk, Sayuri membuka catatannya.
“Ayo kita mulai dengan tempat yang pertama. Kencan di menara radio New Tokyo dan kota tua!”
“Maksudmu mirip seperti Sky Tree? Pemandangan dari observatorium mungkin tampak luar biasa ...”
“Onii-sama. Cuma menaiki Sky Tree saja kurang menarik. Tentu saja, pemandangannya sangat menarik tapi ada banyak fasilitas komersial yang memungkinkanmu untuk menikmati pemandangan dari atas. Yang ini bisa termasuk berjalan menyusuri kota tua sehingga bisa dibilang sekali dayung dua atau tiga pulau terlampaui! Ditambah pula, ada banyak gang berbelit-belit dan tidak populer di sana.”
Seolah-olah dia telah menghafal semua itu, Sayuri dengan lancar menggambarkannya.
Ketika aku melirik catatannya, seluruh peta ditandai dengan warna merah seperti "tidak ada polisi", "tidak ada orang lewat", "tempat yang sepi" dan "bayangan".
“O-Oke. Aku mengerti, jadi tidak cuma menara radio. Kedengarannya sangat menarik, karena itu yang 'pertama', berarti masih ada yang lainnnya, ‘kan? Kau selalu menyelidiki sesuatu dengan sangat teliti.”
“Tentu saja. Lalu yang klasik diantara yang klasik! Aku akan memperkenalkan Maumauland.”
Dia membalik halaman berikutnya dari buku catatannya dan membuka majalah pada saat yang sama, Sayuri mulai menjelaskan mengenai taman hiburan.
“Ada juga di prefektur Chiba, sebuah taman hiburan yang disukai semua orang.”
“Tapi kau belum pernah ke sana, ‘kan.”
“I-Ini juga adalah pertama kalinya bagiku. Untuk pertama kalinya untuk bersama Onii-sama ... terlalu menakjubkan.”
Caramu bicara menuju ke arah yang aneh, Sayuri-san.
“Tapi, bukannya tempat super-populer begitu biasanya ramai?”
“Itu benar. Meski kamu mengantri sebelum pembukaan taman, kamu harus berjalan antara parade dan atraksi populer untuk memasukinya. Ah! Ini berbahaya untuk berlari di taman tapi ... bagaimana pun juga, yang penting adalah bagaimana untuk menghindari orang banyak.”
“Begitu ya. Apa aku boleh melihat catatanmu sebentar?”
“U-umm iya... boleh.”
Dimulai dengan stasiun terdekat sampai stasiun Maihama di mana Maumauland berada, ada jadwal yang ditulis secara rinci dan lengkap.
Jalur yang lebih disukai antara daya tarik super populer dari pembukaan taman serta rute yang efisien untuk berjalan di sekitar taman. Rute ini juga memiliki beberapa derivasi dan alternatif untuk menghindari keramaian orang, serta atap bila ada hujan.
“Kau belum pernah ke sana, tapi jadwal yang disiapkan membuatnya tampak seperti kau ingin pergi ke sana.”
“Itu ... um ...”
Sayuri membuat senyum bermasalah.
“Apa ada masalah?”
“Se-Sebanarnya ... itu adalah salinan langsung dari sebuah majalah.”
Dia membuka sebuah majalah yang menjelaskan mengenai taman sebagai tempat cocok untuk kencan. Isi dari halaman ditandai dengan catatan tempel.
Namun, walau sebagian besar isi informasinya adalah salinan, dalam catatan ada juga informasi yang tidak ada di majalah.
Pada peta taman hiburan, ada kode misterius seperti "tempat berciuman", "tidak ada kamera pengawas", "tidak ada orang di dalamnya (?)".
Yup, ayo kita anggap seolah-olah tidak melihatnya.
Ketika aku membalik menuju halaman berikutnya, Sayuri mulai panik dengan imutnya.
“Aaa! Kamu tidak boleh membalik halaman lebih jauh dari itu!”
Dia berdiri sempoyongan dan mencoba untuk mencuri catatannya kembali.
“Tungg ...! Sayuri!”
“Onii-sama berasal dari generasi muda jadi ... kyaa!”
Kaki Sayuri terpeleset diikuti dengan suara jeritannya dan terjun langsung ke arahku yang sedang duduk, dadanya menekan wajahku.
Ada aroma wangi dari pelembut kain dan ... sensasi lembut. Dia seharusnya mencoba untuk mengambil catatan yang dipegang tanganku, tapi Sayuri malah memeluk kepalaku dengan erat sebagai gantinya.
“Onii-sama, tolong kembalikan! Tolong kembalikan catatanku!”
 “Fghgfhgh! Sayuri, tenanglah sedikit!”
Aku entah bagaimana berhasil lepas dari pelukan erat Sayuri dan berdiri.
“Onii-sama, kenapa kamu berdiri?”
“Kau tanya kenapa? Hah! Kesampingkan masalah pelukan tadi karena sebagai saudara itu masih dianggap wajar. Tapi, kenapa kau malah menekankan dadamu di wajahku?!”
“Itu cuma momentum. Sesuatu yang melintasi batas.”
“Jangan melintasinya! Jika kau akan melakukan itu, maka aku akan membaca halaman rahasia yang tidak ingin kau tunjukan kepadaku.”
Aku membuka buku catatan yang  kupegang dan mengkonfirmasinya.
Aku pikir mungkin ada semacam skema menakutkan, tapi ketika aku membuka halaman itu ... isinya, rencana kencan yang terorganisir dengan baik dan mudah dimengerti milik Sayuri.
“Apa apaan ini ... tur “power spot” Tokyo di Sugamo.”
“Hawaaaa! Mendengarnya saja sudah membuatku merasa sangat malu!”
“Jadi menekankan dadamu itu tidak memalukan ?!”
“Sugamo adalah nenek moyang Harajuku. Aku mengaguminya sejak aku masih SD, ini terlalu memalukan.”
“Tidak, tidak, bahkan aku tahu Togenuki Jizo …... yang lebih penting lagi, apa maksud dari 'power spots' ini?”
“Tempat di mana terkumpulnya energi spiritual, kamu akan menjadi energik setelah pergi ke sana.”
Ah! Omong-omong, Sayuri memang menyukai hal seperti ramalan dan mistis. Jadi, rencana ketiga ini mungkin favorit Sayuri.
Tentu saja Sky Tree dan Maumauland juga menarik, tapi di halaman rencana tur power spot ini aku bisa merasakan komitmen Sayuri.
“Aku cukup menyukai rencana ketiga ini.”
“Be-Benarkah?”
“Ya. Aku tidak bisa mengatakannya dengan baik, tapi kupikir itu memiliki cahaya dari kepribadianmu.”
“Aku tidak bisa menemukan artikel apapun dalam majalah jadi aku mengumpulkan informasinya dari internet. Itu sebabnya tingkat penyelesaian rencana ini sangat susah bila dibandingkan dengan dua yang sebelumnya.”
“’Tidak ada hal seperti itu.perasaan  ‘aku ingin mencobanya!” tersampaikan dengan sangat baik.”
Pada peta dari sebelumnya ada tulisan misterius seperti "gelap", "area terbatas" dan "buntu" …… ... tapi aku merasa seperti aku akan kalah bila aku terus memikirkan itu.
Saat aku mengembalikan catatannya, Sayuri memeluk erat-erat dan menunduk ke bawah.
Walau itu bukan kencan di tempat klasik, pergi ke tempat yang ingin kau kunjungi… ... bukannya itu yang lebih penting?
Aku merasa seperti Sayuri mengajariku sesuatu yang penting.



Sebelumnya | Daftar isi | Selanjutnya

close

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama