The Result when I Time Leaped Chapter 128

Tolong Kabulkan Keinginanku Menjadi Nyata

 

Cekrek, terdengar suara pintu masuk terbuka.

“Hiii, haaah ... Nii-san, kamu terlalu cepat ... Aku bahkan menyuruhmu untuk menunggu ...”

Hiiragi-chan (dengan penampilan Sana), yang memelukku erat-erat, langsung memisahkan diri dariku.

“Sepertinya Sana-chan sudah kembali.”

Kami berdua yang berada di ruang tamu, menjulurkan kepala untuk melihat pintu masuk. Di sana, Sana (dengan penampilan Hiiragi-chan), yang mengejarku ketika masih mengenakan pakaian santai, terengah-engah dengan tangan dilutut.

“Selamat datang di rumah.”

“Ini ... ini bukan ... selamat datang di rumah ...”

“Aaaah, tunggu, Sana-chan! Kamu keluar dengan penampilan seperti itu !? ”

“Apa? Apa kamu punya masalah? Diberitahu sesuatu seperti itu dari diriku sendiri rasanya agak aneh. ”

“Tentu saja masalah. Kamu sudah dewasa, jadi harap perhatikan sedikit penampilanmu.”

Hiiragi-chan cemberut dengan wajah Sana. Itu adalah gerakan yang sering dilakukan Hiiragi-chan, jadi meski dalam penampilan wajah Sana, itu masih terlihat lucu. Aneh rasanya.

“Bahkan aku juga punya masalah buat protes! Apa-apaan dengan tubuh ini !? Bahuku kaku, kakiku lambat, dan aku tidak punya kemampuan atletik! Tubuhku secara keseluruhan terasa lambat dan berat. ”

“Uuu ... Itu ... aku merasa menyesal tentang itu ...”

Hiiragi-chan menjadi depresi.

“Yang lebih penting lagi, ini dia! Ini!”

Sana (dengan penampilan Hiiragi-chan), menunjuk ke dadanya dengan ekspresi yang penuh kebencian. Ekspresi penuh penghinaan yang takkan pernah dilakukan Hiiragi-chan. Benar-benar wajah yang menakutkan.

“Memangnya ada apa dengan dadaku?”

Melihat Hiiragi-chan memiringkan kepalanya dengan ekspresi kosong, Sana mulai menunjuk dengan penuh semangat.

“Ketika aku berlari, mereka memantul ke mana-mana, membuatku  sulit untuk berlari! Ini pelecehan seksual. Pelecehan seksual, kubilang. Berhentilah menegaskan dominasimu dengan oppai-mu! ”

Meski dia memiliki tubuh dengan dada besar, hatinya masih seperti orang dengan dada rata.

“Hentikan, bukannya kamu sedang di tubuh itu sekarang?”

Ketika aku mengatakan itu, Sana memelototiku dan menyuruhku diam. Karena itu wajah Hiiragi-chan yang memelototiku, aku hampir merasa ada fetish aneh yang muncul dalam diriku.

... Lebih penting lagi, itu memantul? Seperti puding? A-Aku jadi ingin melihatnya ... Aku seharusnya tidak bergegas meninggalkan Sana seperti itu.

“Eeeh. Meski kamu memberitahuku itu ... Ngomong-ngomong, tubuh Sana-chan sangat ringan ♪ Jadi, seperti ini yang namanya masa muda ... Sungguh menakjubkan ...”

Hiiragi-chan, tolong jangan membuat mata seperti ikan mati.

“Sensei, tolong kembalikan tubuh Sana.”

“Bukannya aku ingin menjadi seperti ini, tahu?”

Apa yang akan kita lakukan dengan ini?

“Ah, benar, Sana-chan ...”

Diam-diam Hiiragi-chan berbisik di telinga Sana.

“Ap-Apa kamu tidak memakai bra ...?”

“Tentu saja tidak. Bagaimana aku bisa tahu di mana tempatnya?”

“Eeeeehh…”

Jadi, dia tidak memakai bra saat ini? Dengan ukuran dada Hiiragi-chan, rasanya pasti seperti puding.

“Mungkin tidak masalah jika Sana-chan memakainya atau tidak, tapi—”

“Tunggu! Itu pasti perlu. Sana perlu memakainya juga kalau tidak itu akan buruk.”

Hiiragi-chan menyentuh payudaranya yang tanpa sensasi saat dia mengangguk.

“Kurasa kamu belum butuh bra? Setidaknya dalam hal ukuran.”

“Jangan menghina payudara Sana secara tidak langsung!”

“Tidak apa-apa, Sana-chan. Payudamu bukanlah ukuran yang membuatmu baik. ”

“Berhenti mengejekku. Sana belum menyerah!”

Di satu sisi, Sana memiliki ekspresi marah, sementara di sisi lain, Hiiragi-chan tertawa. Mungkin mereka sudah semakin dekat ...?

Hiiragi-chan mengatakan kalau dia ingin lebih dekat dengan Sana, jadi mereka mungkin melangkah ke arah yang benar.

Supaya membuat mereka tenang, kami memutuskan untuk pindah ke ruang tamu sekarang.

Hiiragi-chan mulai menyiapkan teh di dapur.

“Nii-san, bukannya dia ada di rumah orang lain? Bagaimana dia tahu barang-barang rumah ini ...?”

“Entahlah? Dia punya keahilan memasak dengan cukup baik, jadi mungkin tidak terlalu sulit berkat itu?”

Sana, yang sepertinya ingin mengatakan kalau dia tidak mengerti, menyilangkan kaki dan tangannya. Karena dia mengenakan celana pendek, aku bisa denganjelas melihat pahanya yang mulus. Karena lengannya disilangkan, payudaranya juga lebih ditonjolkan. Dia benar-benar pergi tanpa bra ...

“…”

Hiiragi-chan membawa kopi. Dia tersenyum dan terlihat sangat bahagia.

“Sanada-kun, kamu tidak boleh menatap mesum tubuh Sensei seperti itu, oke?”

Ah, benar juga. Seperti itulah rasanya bagi orang ketiga ketika aku melihat Hiiragi-chan. Aku memang memperhatikan bahwa bibirnya mengucapkan “Mesum  .

“Tidak, itu bukan maksudku ...”

Sana langsung menjaga jarak dariku.

“N-Nii-san ... !? Ta-Tak kusangka melihat adik perempuanmu dengan mata itu ... ”

“Bukan kamu yang aku lihat. Sayang sekali buatmu. Ayo sekarang, duduk. Tanpa bra.”

Hiiragi-chan dan Sana keduanya duduk. Lebih penting lagi, mereka duduk di kedua sisiku. Sepertinya mereka berdua selesai mengeluh tentang tubuh masing-masing, dan saat mengobrol, mereka mulai memikirkan mengapa kejadian ini bisa terjadi.

“Kemarin malam, kalian berdua berada di tubuh asli masing-masing, dan kemudian pagi ini ketika bangun, ternyata jadi begini - Semuanya baik-baik saja sampai sekarang?”

Ketika aku merangkum semuanya, mereka berdua mengangguk.

“Lalu, apa ada yang berubah? Sesuatu yang biasanya tidak kau lakukan?”

“Sebenarnya tidak ada ...”

Sana mulai mengingat kembali ketika dia berbicara tentang perbuatannya kemarin.

“Aku mandi, dan setelah selesai, main beberapa game. Menyikat gigiku. Mengumpulkan tujuh bola dan berharap untuk dada yang lebih besar. Lalu—”

“Bahkan setelah berharap, dadamu masih kecil. Shenron pasti benar-benar sedih.” [TN : Parodi Dragon Ball]

Kamu benar-benar berisik, Nii-san, katanya sambil memelototiku.

Apa itu benar-benar menjadi kenyataan? Tidak, ya aku kira itu memang jadi kenyataan, jadi dia bermasalah.

“Lalu, setelah itu, sebelum aku tidur, aku mencoba jimat yang diajarkan kepadaku. Yang membuat dadaku supaya lebih besar. ”

Gadis ini, sampai berapa banyak doa yang dia lakukan? Bukannya kau sudah menyerah pada titik ini tentang mencoba menjadikannya lebih baik dengan kekuatanmu sendiri?

“Jimat?”

“Betul. Semua orang di kelas mengatakan kalau itu ampuh ...”

“Kayak bocah saja...”

“Aku benar-benar berharap di jari manis kiriku, dan jika itu lenyap keesokan harinya, maka itu akan menjadi kenyataan.”

Anehnya, Sana memiliki pkaungan yang cukup pemimpi tentang banyak hal. Gadis-gadis mungkin saja seperti itu. Tidak mungkin ada orang lain seperti ini, dengan pikiran berbunga-bunga—

“Aku juga melakukannya kemarin!”

Ada!?!? Apalagi dia orang dewasa!

Hiiragi-chan memeriksa tubuhnya.

“Itu hilang…”

“Tu-Tunggu, tunjukkan Sana juga ... Ah, ini juga ...!”

“Tunggu, tunggu. Apa yang sedang terjadi? Kalau begitu, Sana menginginkan dada yang lebih besar. Apa yang Sensei inginkan? ”

“Ummm ... itu rahasia.”

Ah. Dia pernah mengatakannya saat dia memberiku bantal pangkuan. Dia ingin tinggal bersamaku. Yang artinya, kedua keinginan mereka kebetulan bisa saling terpenuhi satu sama lain.

Hmmm. Begitu rupanya ...

“Kenapa kalian malah bertukar tubuh! Itu membuat segalanya jadi rumit! ”

Apa harapan itu tidak bisa dikabulkan dengan cara yang lebih langsung !?

“Itu benar-benar menjadi kenyataan. Itu sedikit mengejutkanku. ”

Hiiragi-chan sekali lagi memeriksa tubuhnya (Sana).

“Sana juga mencobanya tanpa sadar, dan kemudian menjadi seperti ini ...”

Sana menyentuh dadanya sendiri (Hiiragi-chan).

Berhenti meremas-remasnya. Apa itu sudah menjadi kebiasaan?

“Lalu, jika kalian meminta untuk kembali seperti semula, mungkin saja kalian bisa kembali.”

Mungkin dengan begitu bisa berhasil.

Mereka berdua berpikir sejenak, tapi pada akhirnya merasa bahwa tubuh mereka sendiri lebih baik. Jadi, tidak ada keberatan. Ah, tapi kondisi tersebut baru bisa diwujudkan pada hari berikutnya, jadi semuanya akan tetap seperti ini untuk sekarang.

“Sensei, Sana mengatakan kepada mereka bahwa dia tidak enak badan, jadi dia tidak pergi ke sekolah ...”

“Tidak masalah. Jangan khawatir tentang itu. Aku akan melakukan sesuatu besok. Sana, aku juga minta maaf, kamu juga jadinya bolos sekolah. ”

“Tidak apa-apa. Tidak apa-apa jika cuma satu hari. ”

Jadi kamu sudah punya teman yang akan menunjukkan catatan kepadamu... sungguh melegakan. Kakakmu ini agak berlinang air mata.

“Aku juga meninggalkan sekolah lebih awal, jadi karena kita punya kesempatan, ayo bersenang-senang bersama.”

“Sensei setuju ♪”

Menjadi sangat bersemangat dengan wajah Sana benar-benar mendapat perasaan aneh.

“Jika Nii-san bilang Ia ingin bermain dengan Sana, lalu apa boleh buat ...”

Ya itu betul. Beginilah seharusnya Sana. Bahkan saat bertingkah tidak senang, dia akhirnya menerima segalanya. Meski dalam penampilan Hiiragi-chan.

Setelah itu, kami menikmati liburan sejenak kami.

Pagi berikutnya, mereka berdua kembali normal. Dengan ini, semuanya sudah diperbaiki.

Jika memang ada kekuatan seperti itu, aku juga ingin mencobanya, tapi tidak berhasil sama sekali buatku.

Aku menulis, [Aku ingin menikahi Hiiragi-chan], tetapi aku tidak tahu apa itu karena berminyak atau apa, itu tidak pernah hilang.

Kurasa aku harus melakukannya dengan usahaku sendiri.




close

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama