[LN] Reset Seishun Jilid 2 Prolog Bahasa Indonesia

Pendahuluan

 

***

Ada seorang wanita yang tidak kukenal berdiri di hadapanku. Aku tahu dari instingku kalau aku bukan tandingan orang ini.

“Mari kita mulai saja wawancaranya, oke? Siapa namamu?”

Namaku Toudo Tsuyoshi.”

Kamu tahu mengapa kamu bisa ada sini?”

Aku dijual oleh orang tuaku.”

“Benar sekali, orang tuamu merasa ngeri dan jijik karena takut dengan anak yang bisa mematikan emosinya.

Aku tidak tahu lagi karena aku sudah 'mereset' hal seperti itu.”

“Kekuatan itu yang disebut reset… Itu adalah kekuatan yang sangat luar biasa, tau. Kamu akan diterima di sekolah dasar yang kami kelola. Ada juga anak-anak lain yang seperti kamu, tapi kamu adalah orang yang paling istimewa.”

...Siapa namamu?

Aku? Namaku Eli. Aku orang yang paling penting di institut ini. Fufufu, meski begitu, aku masih tidak mempercayainya kalau kamu baru lulus TK.”

Aku tidak peduli tentang itu.”

Entah mengapa, aku merasa kalau aku melupakan sesuatu yang penting. Gambaran samar seorang gadis muncul di pikiranku. Aku mengabaikannya dan meraih tangan Eli. Itulah awal dari kehidupanku.

 

***

 

Aku, Toudo Tsuyoshi, memiliki banyak kenangan yang aku lupakan.

Aku hanya mempunyai sedikit ingatan tentang orang tuaku. Aku hanya melihat mereka di dalam foto. Ingatanku di sekolah dasar sebagian besar dipenuhi dengan bagian-bagian yang hilang. Karena aku sudah melakukan reset berulang kali. Kurasa ada kalanya ketika aku tidak bisa mengendalikan emosiku dengan baik sehingga aku menghapus semua ingatanku.

Pasti ada sesuatu yang sangat penting. Tapi aku justru melupakannya.

Kehilangan ingatanmu itu sama seperti mengubah kepribadianmu. Namun, jauh di dalam lubuk hatiku, aku merasa ada kenangan penting yang telah kulupakan. Itulah bukti bahwa kenangan tersebut masih hidup.

 

“Baiklahhh! Toudo, kamu masuk kelas khusus mulai hari ini, ‘kan? Aku sudah mengajakmu berkeliling beberapa hari yang lalu, ‘kan? Kamu melupakannya? Ya enggak apa-apa deh, ayo berangkat bersama!

Tanaka mendekatiku saat aku berdiri diam di depan gedung kelas khusus. Aku menahan jantungku untuk tidak berdetak dengan cepat.

Dia adalah anggota senior dari rekan kerja paruh waktuku dan aku memiliki hubungan yang baik dengannya. Informasi yang direkonstruksi muncul kembali di dalam pikiranku. Bagiku, dia gadis pertama yang kutemui dua minggu lalu. Meskipun aku melupakan namanya, tapi ketika aku memikirkannya, aku merasakan sakit yang menusuk di bagian hatiku. Aku menyangkal diriku sendiri.

Aku sudah menghapus semua kenanganku dengan Tanaka.

Dan satu-satunya kenangan yang tersisa pada waktu itu, 'kesukaan terhadap Tanaka', juga telah diatur ulang. Oleh karena itu, aku seharusnya tidak memiliki perasaan apapun padanya. .........

Tanaka tersenyum padaku. Sekali lagi, dadaku berdebar dengan kencang dan suhu tubuhku meningkat. Ada juga gangguan pada pernapasan. Jantungku berdetak dengan kecepatan yang tidak biasa.

Tanaka berpikir bahwa hubungan kami berubah menjadi aneh karena aku mereset perasaanku.

Aku tidak bisa membiarkan Tanaka mengetahuinya. Tanaka akan sedih jika dia mengetahui kalau aku kehilangan ingatanku. Maka tidak ada masalah jika aku membangun kembali hubungan baru dalam pikiranku.

...Apa itu baik-baik saja? Apa aku bisa meyakini kalau aku tidak membuat pilihan yang salah lagi? Wajah tersenyumnya ditujukkan pada diriku yang dulu. Bukan kepada diriku yang sekarang...

Rasa sakit yang kurasakan perlahan-lahan menjadi parah. Aku tidak bisa membiarkan dia melihat wajahku yang sakit.

“Aku hanya merasa sedikit gugup saja. Tanaka, ayo kita pergi bersama.”

“Okee~! Hehe, ayo kita segera masuk ke dalam kelas.”

Entah kenapa, Tanaka tampak sangat bahagia. Aku merasa penasaran. Aku adalah orang yang canggung, tidak pandai bersosialisasi dengan orang lain, dan mempunyai kepribadian yang membuat orang mudah membenciku. Namun, hari itu, Tanaka pergi bersamaku.

Hmmm? Kamu kenapa? Kamu terlihat aneh.

“Bu-Bukan apa-apa. Um, Tanaka mengerti kalau aku sudah melakukan reset, kan?

Ya, aku merasa kesepian , tapi aku mengerti! Hehe, tapi kita bisa mulai berteman lagi dari awal!

Bagaikan matahari yang menyinari dunia ini. Dia tampak terlalu terang bagiku. Jawaban seperti apa yang aku berikan di masa lalu? Aku tidak tahu sekarang.

“Oh, ayo kita mengulang… Tidak, itu sama sekali tidak benar, tolong jadilah temanku.”

Hehe, yup!! Ah, bukan ke arah situ. Ruang kelasnya berada di sebelah sini!

Tanaka meraih seragamku, dan jarak di antara kami sedekat saat aku berjalan dengan Hanazono.

Aku merasa malu dan mengambil jarak darinya. Kenapa aku malah merasa malu? Aku sendiri tidak memahami maksudnya ......, tidak, aku tidak berusaha untuk mencoba memahaminya.

Semua emosi memiliki arti.

“Muu...

Perasaan memegang pakain itu menghilang bersamaan hembusan nafas Tanaka. Aku merasa sedikit kesepian dan bersalah.

Perasaan bersalah? Penyesalan? Sesuatu di dalam dadaku terasa bergejolak. Ada sesuatu yang berbeda pada reset kali ini. Ada sesuatu yang tersisa yang belum sepenuhnya direset.

Sekalipun aku melupakan perasaanku atau kehilangan ingatanku, aku tidak ingin membuatnya sedih atau menangis, itulah yang kupikirkan. Tapi itu merupakan sesuatu tyang mustahil. Karena reset seharusnya menghapus semua emosi.

Namun, aku merasa terkejut dengan [gairah] yang membuncah. Sepertinya bagian lain dari diriku menjadi liar.

Aku benar-benar berubah sejal melakukan reset pada hari itu.

[Terus melangkah ke depan]

Punggung Tanaka saat dia berjalan di depan. Sekalipun aku mengulurkan tanganku, tapi aku tidak dapat meraihnya. Rasa penyesalan merembes ke dalam hatiku ...

Tapi suatu hari nanti... Aku yakin aku akan bisa meraihnya. Aku tahu ada sesuatu yang terukir di dalam jiwaku.

Aku tidak akan pernah menyakiti gadis-gadis ini lagi.

Semangat yang berapi-api tersebut membara di dalam hatiku......

 


 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

close

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama