MrJazsohanisharma

Kimizero Jilid 9 Bab 3.5 Bahasa Indonesia

Chapter 3.5 — Obrolan Tongkrongan Antara Akari-chan dan Marimero

 

Marimero yang mengenakan setelan jas hitam, mengunjungi sebuah ruangan di rumah sakit bersalin di pinggiran kota. 

Di dalam ruangan tersebut terdapat empat tempat tidur, tapi hanya satu yang digunakan. Di sana, Akari-chan yang mengenakan piyama sedang duduk sambil menggendong bayi yang baru lahir. 

Akari-chan?

Ah, Marimero! Terima kasih sudah datang! Ayo masuk, ayo masuk! 

Akari-chan tersenyum lebar ketika melihat wajah Marimero yang mengintip dari pintu yang terbuka. 

“Walaupun ini kamar berempat, tapi pagi ini dua orang sudah pulang, jadi sekarang cuma aku satu-satunya di sini, beruntung banget!

Begitu ya. …Akari-chan, sekali lagi, selamat atas kelahiran anakmu. 

Setelah mengatakannya, Marimero mencoba memberikan kantong kertas yang dipegangnya kepada Akari-chan… tetapi karena dia menggendong bayi, dia meletakkannya di meja di samping bantal tempat tidur. 

Eh, terima kasih! Aku benar-benar berterima kasih banyak atas semua bantuanmu selama proses persalinan! Aku sangat senang sekali ada Marimero di sampingku! 

Ufufu, aku sendiri cukup terkejut, tapi syukurlah semuanya berjalan dengan lancar.

Marimero duduk di kursi di samping tempat tidur seraya berkata demikian

Aku mencaritahu apa yang bagus untuk hadiah kelahiran, dan aku memilih set peralatan makan untuk anak-anak. Kamu bisa melihatnya nanti ya. 

“Uwaahh, aku merasa terbantu banget! Aku benar-benar senang! Serius terima kasih!

Suara kegembiraan Akari-chan membuatnya kemudian memperhatikan penampilan temannya. 

Ngomong-ngomong, baru pertama kalinya aku melihat Marimero mengenakan setelan jas! Kamu kelihatan keren, terasa banget seperti mahasiswa pencari kerja!

Sebenarnya setelah ini, aku ada satu wawancara di sore hari.

Walaupun kamu sedang sibuk, terima kasih ya!

Enggak apa-apa kok, karena aku juga ingin bertemu Akari-chan dan bayimu. Ara, ia beneran imut banget!

Bayi dalam pelukan Akari-chan tidak sedang tertidur, melainkan menatap Marimero dengan tatapan mata yang penuh rasa ingin tahu. Di kepala kecilnya, ada ikat kepala berwarna pink yang terlihat buatan tangan dengan pita. 

…Bagaimana proses kelahirannya?

Marimero bertanya dengan nada yang terdengar seperti dia penasaran dengan sesuatu yang mengerikan.

Seketika itu juga raut wajah Akari-chan menjadi kusut. 

Seriusan deh, rasanya sangat mengerikan, aku merasa 'akan mati' sekitar seratus kali. Aku bahkan tidak ingat apa-apa selama tiga puluh menit terakhir. Rasanya sakit sekali sampai hanya bisa berteriak! Setelah itu, Yusuke bilang, 'Kupikir kamu kembali ke alam liar,' dan aku merasa sangat jengkel padanya! Padahal aku sedang berjuang untuk hidup!

Woahh

Marimero membuat ekspresi ketakutan. 

Selain itu, sejak dirawat sampai memasuki proses persalinan, Yusuke menempelkan bola tenis di pinggangku, tapi dia terus menempelkan di tempat yang salah, jadi aku benar-benar kesal!

Setelah mengatakan itu, Akari-chan mulai berbicara lebih bersemangat kepada Marimero yang tersenyum kecut

Ngomong-ngomong, aku kira setelah melahirkan perutku akan kembali seperti semula, tapi ternyata masih terlihat seperti orang hamil! Marimero, kamu tahu enggak kalau setelah melahirkan perut tidak langsung kecil?

Tidak tahu… tapi begitu rupanya ya.

Aku benar-benar khawatir apakah akan kembali seperti semula!

Marimero melihat ke arah perut yang dipamerkan Akari-chan dengan penuh rasa kagum. Di sana, terlihat jelas bahwa perutnya masih membesar seolah-olah dia masih dalam masa trimester kedua kehamilan. 

Selain itu, karena ada robekan di perineum, rasanya sangat sakit! Mau ke toilet saja rasanya seperti neraka!

Eh, perineapa maksudnya itu?

Karena sulit dijelaskan, cari tahu sendiri nanti! Intinya tempat bayi keluar! 

Ah…

Mari Mero tampak mengerti. 

“Pinggangku rasanya sakit banget, dan payudara terasa sakit karena saluran susu tersumbat, tubuhku sudah hancur, jadi lucu rasanya. Tapi aku harus merawat bayi sendirian, jadi aku tidak bisa tertawa! Aku ingin cepat-cepat keluar dari rumah sakit dan menyerahkan bayi ke Mama atau Yusuke! Kalau tidak digendong, meskipun tidak lapar, ia akan terus menangis.

Setelah mendengar hal itu, Marimero berkata dengan ragu-ragu

Mau aku bantu gendong sebentar?

Eh, serius?

Ya. Jika Akari-chan tidak keberatan… aku ingin mencoba menggendongnya sedikit.

Dengan begitu, Akari-chan menyerahkan bayi yang ada di pelukannya kepada Marimero. 

“Uwah, tak disangka Marimero jago menggendong!

Melihat temannya yang memegang bayinya dengan tangan yang stabil, Akari-chan bersorak. 

Di rumah, adik kembarku baru lahir beberapa waktu lalu. 

Ah iya, benar juga!

Karena kami tinggal terpisah, jadi aku tidak terlalu sering merawatnya, tapi saat mereka masih bayi, kadang-kadang aku diizinkan untuk menggendong. 

Setelah menjelaskan, Marimero mulai menatap bayi yang ada di pelukanya

Senang bertemu denganmu namaku, Kurose Maria. …Oh iya, ngomong-ngomong, namanya apa?

Saat ditanya oleh Marimero, Akari-chan mengernyitkan wajahnya. 

Ah, aku hanya memikirkan nama untuk bayi perempuan, jadi sekarang aku harus memikirkan dari awal!

Dia berkata sambil tersenyum kecut

Ahaha. Bagaimana dengan banyak pakaian bayi perempuan yang ada di rumah? Aku tidak punya waktu untuk membuat ulang, dan kalau beli, tentu saja butuh uang…

“Bagaimana kalau membiarkan ia memakai apa saja yang ada dulu? Ia kelihatan imut, jadi aku yakin itu pasti kelihatan cocok!

Marimero menjawab sambil menatap bayi di pelukannya. Bayi itu memiliki wajah yang imut meskipun masih baru lahir, dan pita pink di kepalanya sangat cocok. 

Benar juga! Sekarang sudah tidak ada aturan seperti 'kalau laki-laki tidak boleh pakai pita' atau 'harus pakai biru'!

Akari-chan berkata sambil tertawa ceria. 

Tapi, aku benar-benar tidak menyangka kalau bayi laki-laki yang akan lahir! Dokter juga terkejut. Ternyata testisnya sedikit lebih kecil, jadi sulit terlihat di USG.

Ufufu.

Marimero sepertinya sudah mendengar tentang jenis kelamin bayi yang lahir, dan dia tersenyum mengingat. 

“Kehidupanku selalu dipenuhi dengan hal-hal yang tidak terduga. Tapi tidak apa-apa, semua ini tetap menyenangkan! 

Akari-chan mengangkat wajahnya ke langit saat berkata demikian, dan dengan jari telunjuknya, dia menyentuh pipi bulat yang bersinar dari bayinya yang digendong oleh temannya. 

Aku berharap kekuatan positif dan keberuntungan bahagia ini bisa diwariskan kepada anak ini.

Akari-chan berkata sambil tersenyum menatap bayi, dan dia sudah sepenuhnya terlihat seperti seorang ibu.

 

 

 

Sebelumnya Daftar isi  |  Selanjutnya

close
Lebih baru Lebih lama