Roshidere Jilid 11 Chapter 3 Bahasa Indonesia

Chapter 3 — Ketimbang itu, Ayo Cross-dressing!!

 

Pada hari Sabtu berikutnya. Secara kebetulan, semua anggota OSIS, Sumire, Yushou, dan Aoi berkumpul di ruang OSIS, menciptakan suasana yang penuh dengan rasa kebuntuan.

Dalam suasana yang berat itu, Touya yang tidak terlibat dalam penyelidikan tetapi datang sebagai orang yang bertanggung jawab atas OSIS, membuka pembicaraan. 

Ahh~... jadi, pada akhirnya, tidak ada yang bisa menemukan sosok yang mencurigakan, ya? 

Benar. Mungkin saja ini melibatkan orang luar, atau bahkan siswa dari divisi SMP, jadi... bisa dimengerti sih. 

Jika mempertimbangkan keamanan sekolah ini, kemungkinan adanya orang luar yang sepenuhnya tidak dikenal sangatlah kecil. Namun, ada kemungkinan siswa divisi SMP datang ke gedung sekolah SMA, mengganti pakaian dengan seragam SMA, dan berpura-pura menjadi siswa kelas dua. Hal ini sudah diketahui sebelum penyelidikan dimulai, tapi jika mereka memperluas jangkauan penyelidikan hingga divisi SMP, maka jumlah orang yang menjadi kandidat akan terlalu banyak, sehingga mereka mengesampingkan kemungkinan tersebut. 

(Sebenarnya, aku tidak berniat serius mencari pelaku sampai sejauh itu...) 

Tentu saja, ada keinginan untuk mengendalikan siswi misterius yang mungkin merupakan bidak penting dalam rencana Nonoa... bahkan bisa dibilang tangan kanannya. Namun, bagi Masachika, yang lebih penting adalah memastikan bahwa orang lain tidak dapat menangkap siswi misterius tersebut. Faktanya, mengingat situasi di mana Yuki dan komite kedisiplinan tidak dapat menjangkaunya, Masachika bahkan berpikir bahwa menghentikan penyelidikan di sini adalah keputusan yang tepat. 

(Dan itu juga berlaku untuk Yuki) 

Yuki ingin menangkap siswi misterius itu karena secara situasional, dia berada dalam posisi yang dicurigai sebagai dalang. Namun, saat penyelidikan berlanjut, Yuki menyadari bahwa tidak ada suara-suara yang mencurigai dirinya lebih dari yang dia bayangkan. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi Yuki untuk terus berusaha mengejar dalang tersebut. 

(Jadi, satu-satunya yang tersisa adalah komite kedisiplinan yang dipimpin oleh Sarashina-senpai... Hmm, bagaimana cara menghentikan penyelidikan ini?) 

Saat Masachika merenungkan hal ini, Chisaki, orang yang bersangkutan, mengubah suasana dengan suaranya. 

Ahh, sudah cukup! Baiklah! Mari kita saling berbagi informasi! Siapa saja terduga yang sudah kalian selidiki dan bagaimana kesan kalian?

Menanggapi permintaan Chisaki, Masachika, Alisa, dan Ayano masing-masing berbagi siapa yang mereka selidiki, termasuk kesan mereka. 

Informasi tersebut kemudian dirangkum di papan tulis, dan saat Chisaki memegang dagunya dan merenung, Masachika memanggilnya. 

Um, Sarashina-senpai.” 

Hm? Ada apa?

Ya, sejujurnya, aku rasa kemungkinan menemukan pelaku semakin kecil jika kita terus melanjutkan penyelidikan ini. Lebih penting lagi, aku khawatir tentang efek samping dari penyelidikan ini... 

Efek samping?

Ya. Sebenarnya, hasil penyelidikan kami diketahui oleh banyak siswa, dan tampaknya ada semacam pencarian pelaku di antara siswa...

Ini bukan kebohongan. Meskipun apa yang dilihat Masachika hanyalah pemandangan siswa perempuan yang saling bercanda, Kamu pasti dalangnya, kan? Eh, tidak, bukan aku! Namun, pada level ini, tidak ada jaminan bahwa situasi tersebut tidak akan meningkat. 

“Selama mereka melakukannya dengan bercanda, itu masih bisa diterima. Namun, jika penyelidikan ini berlarut-larut, bisa jadi bakalan muncul kecurigaan di antara siswa, dan kami khawatir akan ada tuduhan tidak berdasar atau perundungan terhadap siswa yang kami selidiki...

Itu...

Sebenarnya, ini bisa dianggap sebagai kesalahan semua orang yang terlibat dalam penyelidikan ini. Ada orang-orang di dunia ini yang akan menyebarkan rumor palsu dan memperlakukan seseorang seperti penjahat hanya karena polisi datang untuk melakukan pemeriksaan. Jika mereka khawatir tentang keadaan para siswi yang menjadi target penyelidikan, informasi bahwa mereka dicurigai harus benar-benar dirahasiakan. 

Yah, selama ada aku di sini, aku tidak akan membiarkan terjadinya perundungan... tapi itu memang sedikit masalah... 

“Iya, kan? Sebaiknya kita segera mengatasi situasi ini sebelum semakin memburuk.

Uhm~, secara spesifiknya gimana? 

“Solusi yang paling aman ialah mengklaim bahwa sosok yang diduga pelaku telah ditangkap, tetapi karena bukti tidak cukup, mereka dibebaskan... Dengan begitu, kita tidak perlu menyebutkan siapa pelakunya, dan begitu pelakunya tertangkap, minat semua orang akan berkurang. Jika kita memperpanjang waktu interogasi mereka setelah ditangkap oleh komite kedisiplinan, waktu itu akan berfungsi sebagai alibi bagi siswa lainnya. 

Begitu ya... Hmm~, tapi mengklaim bahwa kita telah menangkap pelaku padahal sebenarnya belum tertangkap... 

Jika setelah itu pelaku benar-benar tertangkap, kita bisa mengatakan bahwa 'informasi tentang penangkapan pelaku adalah berita bohong untuk membuat pelaku yang sebenarnya lengah.' Bukannya yang paling penting adalah mencegah siswa yang tidak bersalah dari tuduhan yang tidak berdasar? 

“Tapi....hmm~~~... Hmm~~~~

Bujukan halus Masachika membuat Chisaki mengerang bimbang sejenak sebelum mengangguk. 

... Baiklah. Aku akan menerapkan rencanamu, Kuze-kun.” 

“Onee-sama! Apa kita akan menyerah menangkap pelaku setelah hanya satu setengah hari penyelidikan!? 

“Mau bagaimana lagi... Kali ini, kita kalah karena kita tidak bisa menangkap pelakunya pada percobaan pertama. Nah, mari kita umumkan ciri-ciri pelaku dan memberikan peringatan.

... Baik, aku mengerti.

Saat Sumire menerima dengan ragu, Masachika di dalam hati merayakan kemenangan kecil. 

(Baiklah, dengan ini penyelidikan komite disiplin juga akan dihentikan. Pengkhianatan Nonoa tidak akan terungkap.) 

Untuk berjaga-jaga, Masachika mengamati ekspresi Alisa, tetapi karena ia sudah menjelaskan sebelumnya bahwa ia akan membawa situasi ini ke arah seperti ini, sepertinya rekannya itu tidak menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan... Namun, pada saat itu, Alisa mengangkat tangan. 

“Permisi. Mengenai hal itu, apa bisa kita mengumumkan kalau pelakunya ditangkap oleh Kimishima-san?

Eh?

Alya-san?

!?

Pernyataan tak terduga yang menguntungkan musuh ini mengejutkan Yuki dan Ayano. Namun, Alisa dengan ekspresi tegas, meminta maaf kepada Masachika dengan tatapannya sebelum melanjutkan. 

Berkat Kimishima-san, kejadian kali ini tidak menjadi masalah besar. Menurutku kita harus memberikan penghargaan minimal dalam bentuk apapun untuk prestasi tersebut.

Dengan sikap yang percaya diri, penegasan yang penuh kebanggaan itu membuat Chisaki dan Sumire tertegun. Setelah beberapa saat, Chisaki mengalihkan pandangannya dan berkata, 

Ah, ya, benar. Bagaimana kalau kita setuju dengan itu?

Jika Alya-san berkata demikian... maka itu baik-baik saja, kan? Ayano?

Ya.”

Saat Ayano mengangguk, Touya membersihkan tenggorokannya dan membuka suara. 

Baiklah, aku mengerti. Jika demikian, aku akan mengumumkan hal ini sebagai OSIS. Jadi, secara spesifik— 

Ah, Ketua, bisa tunggu sebentar? 

Tapi kemudian Yuki mengangkat tangannya. Tindakan tak terduga ini membuat Masachika sedikit lebih waspada. 

Ada apa, Suou? 

Maaf telah memotong pembicaraanmu, Ketua. Aku juga tidak memiliki keberatan terhadap kebijakan itu. Namun sebelum itu, ada satu tempat lagi yang ingin kuselidiki.

Hm? Di mana? 

Mendengar pertanyaan Chisaki, Yuki tersenyum lebar dan melanjutkan. 

Ya, setelah mendengar percakapan antara Masachika-kun dan Alya-san, aku berpikir...

Eh—? 

Yuki tersenyum penuh makna ketika melihat tatapan bingung Alisa. 

“Kamu menyebutkan bahwa klub teater adalah kumpulan orang yang pandai berdandan... jika begitu, masih ada satu klub lain yang juga berpotensi, bukan?

Ketika Yuki mengucapkan itu, Chisaki langsung menyadari maksudnya dan menunjukkan ekspresi cemas. 

“Maksudmu tentang klub kerajinan tangan? 

“Iya! Betul sekali! Bukannya itu layak untuk diselidiki? 

Yuki menyampaikan pendapatnya, dan Sumire serta Alisa menunjukkan tanda-tanda setuju, tetapi reaksi mereka tampak lambat. 

Memang benar kalau keterampilan merias klub kerajinan tangan cukup mengesankan. Namun, Masachika dan Alisa secara pribadi, serta Chisaki dan Sumire sebagai anggota komite kedisiplinan, sudah mengetahui klub tersebut dengan baik, sehingga mereka sulit membayangkan keterlibatan mereka dalam suatu konspirasi aneh. Selain itu, mereka tidak ingin terlibat lebih jauh dengan kelompok itu. Karena mereka terlalu menakutkan. 

Yah, aku mengerti apa yang kamu katakan, Yuki-chan...

Chisaki mengeluarkan suara yang jelas-jelas tidak antusias, dan Yuki melanjutkan. 

Tunggu sebentar. Masih ada bagian lain dari pembicaraan ini. 

?

Tadi, Masachika-kun menunjukkan kemungkinan bahwa pelaku adalah orang dari divisi SMP... tapi, bukannya masih ada kemungkinan lain juga?

... Maksudmu mahasiswa?

Chisaki memiringkan kepalanya, berpikir bahwa jika ada yang di bawah, pasti ada yang di atas juga... tetapi Yuki menggelengkan kepalanya dengan senyum misterius. 

Tidak, bukan itu... melainkan ada kemungkinan bahwa pelakunya adalah pria yang berdandan sebagai wanita.

Selama beberapa detik, waktu seolah-olah terhenti. Sembilan orang, kecuali Yuki dan Ayano, terdiam dengan mulut sedikit terbuka. Yuki kemudian melihat Masachika, Touya, dan Yushou secara bergantian dan berkata, 

“Menurutku ini layak untuk dicoba? Sejauh mana seorang pria yang berdandan bisa mendekati wanita... Lagipula, klub kerajinan tangan tidak hanya memiliki kostum tetapi juga wig. 

Pada saat itu, Masachika akhirnya menyadari niat Yuki. 

(Bocah ini... Bocah edan ini benar-benar...!?)

Penyelidikan klub kerajinan tangan hanyalah alasan. Yuki berencana menggunakan kesempatan ini untuk membuat ketiga pria itu berdandan seperti perempuan

(Dasar adik sableng———!!!! Dari awal kamu memang sudah tidak berniat serius dalam penyelidikan ini, ya!?)

Dalam hati, Masachika mengumpat melihat adiknya yang jelas-jelas terlihat senang. Tiba-tiba, Maria bertepuk tangan. 

“Uwehh! Itu ide yang bagus! Kedengarannya menyenangkan! 

Aku tidak akan melakukannya, oke!?

Tak ingin kalah dari wajah Senpai-nya yang berseri-seri, Masachika angkat bicara dengan antusias. Namun, para wanita lain mengabaikannya seolah-olah mereka tidak mendengarnya. 

Begitu ya... kurasa ada benarnya. 

Tidak ada satu milimeter pun. 

Te-Tenanglah, Chisaki. Cepatlah sadar. 

Chisaki menatap Touya dengan tatapan penuh kerinduan. 

Hei, Yushou-san. Aku ingin melihat Scarlet-chan lagi setelah sekian lama.

Nama yang tidak kukenal mendadak muncul. 

Ne-Nee-san...

Hah? Kiryuuin, kamu punya hobi berdandan seperti perempuan? Menjijikkan. 

Tunggu sebentar, Wakil Ketua! Itu bukan hobiku!? 

Sumire menatap Yushou dengan senyuman sadis. Selain itu, Aoi melihat Yushou dengan tatapan penuh penghinaan. 

Masachika-kun, menurutku mengorbankan diri untuk penelitian itu indah.

Ucapan itu tidak pantas dari orang yang ingin mengorbankan orang lain.

... 

Ayano, tolong katakan sesuatu!? 

Yuki memberi nasihat dengan senyuman lembut, sementara tatapan Ayano tampak berbinar penuh harapan. 

A-Alya! 

Terjepit di antara wanita-wanita yang penuh keinginan, Masachika memanggil nama rekannya demi langkah penyelamatan terakhir. Namun, 

Masachika-kun... kurasa ada pentingnya untuk menyelidiki itu. 

Kenapa kamu juga sampai ikut-ikutan segala!? 

Alisa berbicara dengan nada serius dengan mata yang sepenuhnya tersenyum. 

Jangan bercanda denganku! Aku tidak bisa tinggal di sini! Aku mau pulang saja!

Dikelilingi oleh wanita-wanita yang dipenuhi keinginan yang menyimpang, Masachika tidak bisa menahan diri dan berusaha melarikan diri dari tempat itu──

 

◇◇◇◇

 

“Permisi sebentar~~.

Ya... tunggu, Sarashina Chisaki!? Ada apa!? Aku benar-benar tidak melakukan apa-apa hari ini!? 

“Perkataanmu jelas-jelas menunjukkan bahwa biasanya kamu melakukan sesuatu... tapi tidak apa-apa. Hari ini, aku punya permintaan... 

Permintaan...?

Chisaki yang langsung disambut dengan tatapan penuh kewaspadaan dari delapan orang lainnya begitu dirinya memasuki ruang klub, membuatnya tersenyum pahit sambil menunjukkan Masachika yang tampak putus asa dengan mata mati, terjepit di antara Touya dan Yushou yang masing-masing memegang lengannya dengan erat, seolah-olah berkata, Kami tidak akan membiarkanmu kabur sendiri. 

Aku ingin memastikan sesuatu. Bisakah kalian serius mendandani ketiga pria ini dengan pakaian wanita? 

Seketika itu juga, mata para anggota klub kerajinan tangan yang sebelumnya penuh kewaspadaan bersinar cerah. 

“Hoo... berdandan seperti wanita, ya? 

“Sudah lama sekali aku tidak melihatnya...

Ini pelanggan yang menantang...!

Dengan aura mengerikan yang tidak menyenangkan, anggota klub kerajinan tangan mulai berdiri dan segera mengelilingi ketiga pria itu, lalu mulai menilai mereka. 

Hmm, tubuh yang kekar dan wajah yang sangat maskulin, sepertinya tidak cocok untuk berdandan... tapi justru itulah yang membuatnya semakin menarik! 

Bagaimana kalau kita mencoba kostum yang imut dan menggemaskan? 

Tidak, mungkin kita bisa bermain aman dan memilih seragam pelaut yang ketat... 

Kiryuuin-san sepertinya paling cocok untuk berdandan. Wajahnya sangat cantik.

Hmm, sepertinya apapun yang dikenakan akan terlihat bagus, jadi aku malah bingung memilihnya...

Tapi, sepertinya itu akan menjadi tantangan yang menarik!" 

Di antara mereka bertiga, Kuze-kun punya kesempatan terbaik untuk memamerkan keahlian kita... 

Setelah ia memakai riasan yang cukup banyak, ia bisa terlihat sangat berbeda." 

“Aku jadi mulai semakin bersemangat~!”

Dalam sekejap mata, anggota klub kerajinan tangan membawa ketiga pria itu ke tempat yang berbeda dan segera mulai melepas seragam mereka. 

Yuki dan Ayano menangkap Masachika yang berusaha melarikan diri, dan saat Touya dan Yuu mencoba meyakinkannya, Masachika menyerah dan membiarkan dirinya didandani oleh anggota klub kerajinan tangan. 

Melihat pemandangan itu, Alisa, yang sebelumnya memiliki ekspresi campuran antara rasa bersalah, rasa ingin tahu, dan sedikit kesenangan, tiba-tiba mulai merasa gelisah. 

Eh, hah? Apa... anggota wanita akan memakaikan pakaiannya...?

Alya-san?

Yuki memanggil Alisa yang tampak bingung, tetapi Alisa tampaknya tidak mendengarkan. 

Ah, ahhh, jangan sentuh bagian itu dengan sok akrab...

“Padahal kami hanya mengukur ukuran badan doang kok? 

Aku bahkan belum pernah menyentuhnya... 

Ya? Ada apa? 

Alisa tanpa sadar berbicara dalam bahasa Rusia, melupakan keberadaan kakak perempuannya. Maria, kakaknya, juga menatap Masachika dengan mata yang semakin membesar, menutupi mulutnya dengan kedua tangan dan wajahnya memerah seraya menggumamkan “W-Wawawah” menunjukkan bahwa dia juga tidak bisa tenang. 

Ahh, ahhh...

(Oh, apa-appaan ini? Semacam jenis NTR baru?) 

Melihat Masachika yang tidak berdaya disentuh sembarangan oleh anggota klub perempuan, Alisa tampak gelisah dan menggerakkan tangannya, sementara Yuki memandangnya dengan campuran rasa terkejut dan penasaran. Dia berpikir mungkin dia bisa melihat Alisa cemburu, tetapi sebelum Alisa meledak, justru Chisaki lah yang tidak bisa menahan dirinya lagi. 

“Tunggu sebentar!!!!!! Aku tidak pernah bilang kalau kalian boleh terlalu dekat dengan Touya!!

Dengan menerobos ke antara anggota klub kerajinan tangan, dia mendorong kerumunan dengan kedua tangannya, menjauhkan Touya dari mereka. Lalu, dengan tatapan tajam, dia menunjuk dengan tegas. 

“Jangan terlalu sering bersentuhan! Ganti pakaian di ruangan terpisah! Ini, pasti!!

““““... Baiklah~””””

Dengan perintah ketua komite kedisiplinan, para anggota klub kerajinan tangan dengan enggan menjauh dari ketiga pria itu. Melihat itu, Alisa —dan diam-diam Maria juga— menghela napas lega. Sementara itu, Yushou menatap Sumire seolah berharap sesuatu. 

Kiryuuin-senpai, bagaimana dengan bulu kakinya...? 

“Aku tak keberatan kalau kamu mencukurnya sampai habis.

Ia sama sekali tidak peduli, bahkan seolah-olah mengendalikan nasib rambut kakinya, dan dengan cepat mengalihkan pandangan. Dirinya tidak menangis, karena ia adalah seorang pria. Meskipun dirinya akan dipakaikan pakaian wanita, tapi air matanya tidak akan mengalir.

 

◇◇◇◇

 

Setelah sekitar satu jam berlalu, Alisa dan yang lainnya yang sempat keluar dipanggil kembali oleh ketua klub kerajinan tangan ke dalam ruang klub. Di depan ruangan penyimpanan kostum, ketua klub mulai mengumumkan dengan mikrofon. 

Selamat datang, para wanita! Terima kasih telah berkumpul, para wanita terhormat. Sekarang kita akan mengadakan peragaan busana cross-dressing oleh tiga pria tampan!!

“““““““Uwoaahhhhhh!!”””””””

Para anggota klub kerajinan tangan yang duduk rapi dalam barisan bertepuk tangan dan bersorak. Alisa dan yang lainnya di belakang juga ikut bertepuk tangan. 

Tanpa berlama-lama, mari kita mulai sekarang! Peserta nomor satu! Sang Pemimpin Mempesonai, Kenzaki Touya!! 

Pintu yang menghubungkan ke ruangan sebelah terbuka, dan Touya pun muncul. 

... Tanpa riasan dan tanpa mengubah rambutnya, Touya hanya mengenakan gaun China yang sangat ketat. 

““““Uwah, ketat banget!!””””

Secara fisik ketat! 

Secara visual juga ketat! 

“Enggak apa-apa kok! Jangan dipaksain segala! 

Ini sih jelas-jelas sudah melanggar hukum!

Sorakan tanpa ampun dari anggota klub kerajinan tangan menghujaninya tanpa henti. Touya berjalan dengan percaya diri, seolah-olah sudah menerima situasinya. 

Kakinya yang berbulu dan tebal mengintip dari celah dalam yang merupakan ciri khas gaun Tiongkok. Lengannya yang sama tebalnya menjulur dari lengan baju tanpa lengan. Bagian dadanya (otot dada) terlihat sangat ketat. 

“Tu-Tu-Tunggu dulu sebentar! Aku sudah menyuruh kalian untuk mendandaninya dengan serius, ‘kan!? 

Chisaki tidak bisa menahan diri dan bersuara sambil tertawa. Para anggota klub kerajinan tangan yang mungkin bertanggung jawab atas penampilan Touya menoleh dan tersenyum pahit. 

“Yah, menurutku rasanya justru lebih menarik untuk menikmati bahan ini apa adanya... 

Dan jujur saja, tidak ada kostum wanita yang cocok dengan bentuk tubuh ini... 

“Apalagi resleting di belakang tidak bisa ditutup, jadi kami menggunakan peniti untuk mengamankannya. 

Usai mendengar itu, Touya berbalik, dan memang resleting di punggungnya sudah sepenuhnya menyerah, hanya terjaga dengan peniti. Otot trapezius yang besar terlihat dari bahan satin yang mengkilap. 

“Pfftttt! 

Chisaki!? Reaksi itu benar-benar menyakitku tau! 

“Tidak, maaf, ini sih... hahaha....tunggu dulu, pfft... 

... Silakan lanjutkan.”

Meskipun Touya melakukannya atas permintaan kekasihnya, dirinnya merasa tidak dihargai ketika kekasihnya tertawa terbahak-bahak. Dia berjalan dengan kecewa menuju jendela. 

Ah, maaf Touya! Maksudku, ototmu terlihat bagus, kok? Kurasa itu baik! 

Sambil berlari mendekat dan berusaha memperbaiki suasana, Chisaki melanjutkan. Ketua klub kerajinan tangan kemudian melanjutkan pengumumannya. 

“Peserta nomor dua! Keimutanan adalah keadilan! Hal lain tidak diperlukan sama sekali! Pejuang Gothic Lolita, Kuze Masachika-kun!! 

!

Alisa terkejut dan langsung menegakkan punggungnya, sementara pintu terbuka... Masachika muncul dengan wig rambut panjang berwarna perak dan mengenakan gaun Gothic Lolita. 

Gaun gothic lolita klasik yang terdiri dari hitam dan putih dengan rumbaian mewah. Kulitnya yang putih seperti porselen kontras dengan gaun hitamnya. Dengan bulu mata panjang yang terkulai, hasil akhir ini membuat anggota klub kerajinan tangan tidak bisa menahan diri── 

“Kamu sudah berusaha keras!

Tidak buruk! Tidak buruk! 

Jika dilihat sekilas, itu masih bisa diterima! 

Jika diterangi dengan baik, tampilannya masih terlihat! 

Itu bukan pujian sama sekali!! 

Masachika mengomentari penilaian yang terlalu jujur itu. Namun... 

(Uwaahh... ini lebih aneh dari yang kubayangkan~) 

Yuki bergumam, “Waduh~... karena hasilnya memang sulit untuk dijelaskan. 

Tidak ada transformasi menjadi gadis cantik seperti di manga, di mana setelah berdandan dirinya akan bertanya, Ini aku...? Mwewka hanya merawat kulitnya, memburamkan garis wajah maskulin, mengoleskan lipstik, dan menebalkan bulu mata, tetapi tetap saja tidak bisa sepenuhnya terlihat seperti wanita. Dengan gaun Gothic Lolita yang penuh rumbaian, para anggota klub kerajinan tangan sudah mencoba menyembunyikan bentuk tubuhnya, tetapi sepertinya Masachika memang tidak cocok untuk berdandan cross-dressing

Hmm~ padahal kulitnya terlihat bagus, jadi aku berharap bisa lebih baik...

Kurasa ia setara dengan komedian pria yang berdandan seperti wanita untuk stand-up komedi. 

Serius, tolong jangan buat aku merasa tidak nyaman... Padahal aku sudah bekerja keras, jadi siapa yang diuntungkan dari ini sih, ampun deh... 

Masachika menggerutu sambil berjalan ke jendela dengan pakaiannya yang tidak nyaman, tapi...... 

Hah, ah,  duhhh~~~~ Imut banget~~

Suara manis tiba-tiba muncul, seakan-akan orang tersebut baru saja sadar kembali dan semua orang terkejut menoleh. Tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sekitarnya, Maria berlari menghampiri Masachika seraya seolah-olah menyebarkan tanda hati di mana-mana

“Ihhh~, kamu benar-benar imut deh~ 

“Yah, jika aku dipuji sampai sejauh itu, aku malah tidak yakin apa harus merasa senang atau tidak... 

Masachika tersenyum pahit saat Maria mendekat dan berteriak kegirangan, Kyaa! sambil menempelkan pipinya dan berfoto selfie bersamanya. Foto Masachika diambil dengan santainya

““““Eh....””””

Orang-orang di sekitarnya tampak terkejut. Bahkan Alisa pun merasa agak terganggu dengan selera kakaknya. Di tengah suasana itu, ketua klub kerajinan tangan membersihkan tenggorokannya dan mengangkat suaranya. 

Baiklah, sekarang tinggal satu orang lagi! Peserta nomor tiga! Kandidat utama kita! Si gadis penyihir, Scarlet-chan!!

Kemudian, pintu pun terbuka... dan seorang gadis penyihir yang sangat tinggi muncul dengan pose kyarurun. Rambut kuncir ganda merahnya bergetar, dan dari rok yang mengembang terlihat kaki putihnya yang cerah (baru dicukur) serta kaus kaki putih yang murni. Secara proporsional, meskipun lebih terlihat biru daripada merah, ada gadis penyihir yang cukup cantik berdiri di sana, kecuali tingginya yang berlebihan. 

Imutttttnyaaaaa!!

Wah, tinggi banget!

Kakinya cantik! Wah, rok ini tidak cukup panjang!

Bisa banget! Ini pasti bisa!

Reaksi anggota klub kerajinan tangan jelas berbeda dari dua orang sebelumnya. Selain itu, cara gadis itu beraksi juga berbeda. 

Wow, ternyata masih bisa terlihat bagus. 

Sepupunya yang tampaknya menjadi penyebab semua ini berdiri di belakang dengan tangan disilangkan. 

“Uwahhhh... 

(Ini sih... aku tidak tahu harus menanggapinya bagaimana...) 

Menjijikkan.” 

Berbeda jauh dari sebelumnya, hasil akhir peserta terakhir sudah pada level yang bisa dilihat dengan baik, membuat Alisa dan Yuki merasa setengah terkesan dan setengah terkejut. Sementara itu, Aoi berteriak, 

Scarlet-chan, ayo lihat ke sini!" 

Boleh aku ambil foto? 

Wah, imut banget! 

Suasana mulai meriah seperti sesi pemotretan cosplay di antara anggota klub kerajinan tangan. Sambil melihat ke arah itu, Alisa mendekati Masachika yang masih terjebak dengan Maria di sudut ruangan. 

Masha, mau sampai kapan kamu akan melakukan ini? 

Ehh~~ Habisnya dia imut, sih~. 

Di mana letak imutnya...? 

“Memangnya kamu harus mengatakan itu di hadapanku secara jelas!? 

Setelah Masachika memberikan kritik, Alisa melihat Masachika dari dekat dan berkata, 

... Ia tidak imut sama sekali, kan?

Tidak ada perubahan dalam pendapatnya. Satu-satunya hal yang bisa dia katakan ialah, Kamu sudah berusaha keras, ya.

Ehh~ Alya-chan, kamu kejam banget~. Bahkan upayanya yang berusaha terlihat imut itu masih dianggap imut, kan~~? 

“Hanya sedikit orang seperti Masha saja yang merasakan hal seperti itu.

... Tidak, aku juga memahaminya sih, tapi... kalau begitu, kamu tidak perlu repot-repot datang untuk melihatnya, kan?

Melihat Masachika yang jarang sekali terlihat putus asa, Alisa tersenyum kecut, lalu memalingkan wajahnya dan bergumam pelan. 

Kamu jauh lebih menawan tanpa riasan 

Alya-chan, kamu bilang apaa tadi?

“Bukan apa-apa!

Karena kakaknya hampir saja mendengarnya, Alisa berpaling dan berusaha mengalihkan perhatian. Tak lama kemudian, Masachika yang semula serius tiba-tiba tersenyum jahat. 

Eh! Apa!? Alya juga ingin mencoba berdandan cross-dressing!? 

Suara keras Masachika membuat semua anggota klub kerajinan tangan yang sedang terpesona oleh Scarlet-chan menoleh ke arah Alisa. 

“Hiiii! 

Pemandangan yang sedikit mengerikan dari para gadis yang menoleh serentak dengan mata terbelalak membuat Alisa secara refleks mundur. Dia menoleh cepat, memberi tatapan tajam pada rekannya yang sedang tersenyum lebar, lalu melihat ke arah Chisaki, yang bisa menenangkan situasi ini. 

Berdandan sebagai pria, ya...

Eh, Touya... apa kamu, jangan-jangan, tertarik melihatku berdandan sebagai pria? 

Hmm, bohong rasanya jika aku bilang tidak... tidak, sejujurnya aku tertarik.

Touya... kalau gitu, bagaimana kalau kita mencobanya sebentar? 

... Wakil ketua dan ketua komite kedisiplinan yang dapat diandalkan tampaknya sibuk dengan kekasihnya. Dan jika Chisaki ikut bersemangat, klub kerajinan tangan ini pasti tidak akan berhenti. 

Baiklah, mari kita manfaatkan kesempatan ini, semua orang!

Kakak beradik Kujou, Kiryuuin-san dan Suou-san... eh? Kimishima-san dan Tsukamoto-san ada di mana? 

Ah, itu dia, Kimishima-san! Lalu Tsukamoto-san?

Eh, dia kabur? Sejak kapan dia pergi!?”

Di sudut ruangan, Ayano yang sebelumnya hanya menjadi penonton juga terjebak dalam situasi ini. Kecuali Aoi yang cepat-cepat melarikan diri dengan seruan, Aku tidak mau berdiri di samping kelompok gadis cantik ini!, sekarang giliran para wanita yang akan berdandan sebagai pria.

 

◇◇◇◇

 

“Fuooooaaa, bentuk tubuhmu masih kelihatan luar biasa seperti biasanya... kamu benar-benar perwujudan Dewi Gaya... 

“Hah? Kujou-san... bukannya payudaramu sedikit membesar lagi? 

Bukan hanya payudaranya saja, tapi sepertinya bokongnya juga lebih besar..." 

Tapi pinggangmu tetap sama... kenapa? 

Karena dia seorang Dewi. 

Begitu ya~

Untuk kesekian kalian, Alisa dikelilingi oleh anggota klub kerajinan tangan yang terus-menerus mencocokkan kostum. 

Ah~~ yang ini sepertinya sedikit pendek~~ Selanjutnya!

“Pertama-tama, apa boleh aku meratakan payudaranya terlebih dahulu? 

Tidak ada alasan untuk itu, dasar bodoh. Kita harus membiarkan payudara tetap utuh. 

Hah? Memangnya kamu tidak bisa membaca kanji, ya? Berdandan sebagai pria itu, secara harfiah, berarti berpura-pura menjadi pria! Jika payudara dibiarkan seperti biasanya, itu sih cuma kelihatan wanita yang mengenakan pakaian pria! 

Jangan bercanda! Pakaian pria itu, dengan payudara besar yang tidak seharusnya ada pada pria, terlihat bagus dari bawah! 

Jangan menggonggong, dasar sampah. Dengan meratakan payudara sepenuhnya, akan ada ruang untuk berimajinasi, 'Apa sebenarnya dia punya payudara besar?' Orang-orang bodoh yang langsung terpesona oleh payudara besar. Cobalah lihat idol gravure dan lakukan sendiri. 

Komandan! Payudara H-cup ini tidak bisa diratakan!

Apa!? Jangan menyerah! Ayo coba tekan terus!

“Pe-Percuma saja, aku tidak bisa menekannya! Payudaranya akan mendorong balik—u-uwaaaaa!! 

“Bukannya sudah kubilang! Dewi payudara melarang kita meratakan payudara! 

(Orang-orang ini menakutkan...) 

Alisa hanya bisa memandang jauh percakapan aneh yang berlangsung di antara anggota klub kerajinan tangan, sambil kehilangan pemahaman. Namun, dia menyadari bahwa gadis yang membawa kostum baru adalah wajah yang dikenalnya, dan tanpa sadar dia berseru. 

Oh...

Ah, halo~halo~. Apa selanjutnya kamu bisa mencoba yang ini? 

Ya, silakan... Umm, jadi hari ini kamu ada di sini ya.

Ah, aku baru saja bekerja di belakang tadi.

Begitu ya... maaf ya, karena kami tiba-tiba muncul. 

Tidak masalah sama sekali. Oh, aku juga membantu Kuze-shi dengan berdandan tadi. Meskipun riasannya tidak membuatnya terlalu terlihat seperti gadis sih... 

Ah, jadi kamu yang melakukannya.

Maaf jika terlalu berlebihan... eh, aku juga ingin sedikit merias Kujou-san nanti, boleh?

Ya, tentu... kalau begitu, tolong ya. Umm... 

Ketika Alisa terdiam, gadis itu berkedip beberapa kali sebelum berkata, Ah, dengan senyum pahit. 

Setelah dipikir-pikir, aku belum memperkenalkan diri dengan benar sampai sekarang. 

“I-Iya.

Aduduh, aku memang kadang teledor, maaf, maaf.”

Sambil tertawa, gadis itu dengan nada sedikit bercanda meletakkan tangan kanannya di dada dan berkata, 

Jadi, izinkan aku memperkenalkan diriku kembali... namaku Shikumagawa Miyabi, yang biasa dikenal sebagai Slit-paisen. Mohon kerja samanya ke depannya.



 


Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama