Isekai Alya-san Chapter 6 Bahasa Indonesia

Chapter 6 Mereka Juga Bahkan Ada di Dunia Lain

 

Baiklah, kalau gitu... mengingat musuh yang berbahaya seperti itu muncul, sepertinya kita memang harus memperbarui perlengkapan, iya ‘kan? Perlengkapanku juga sudah cukup berkurang daya tahannya.

Saat melihat gerbang benteng, Masachika menarik jubahnya yang kotor akibat sambaran petir.

Dirinya sudah beberapa kali memperkuat perlengkapan di kota-kota yang dilalui selama ini, sehingga pertahanan yang dimiliki cukup baik. Namun, sudah saatnya untuk tidak terus-menerus menggunakan perlengkapan awal. Hingga sekarang, HP-snya tidak pernah turun ke zona berbahaya, jadi Masachika hal itu tidak diperlukan... Namun setelah pertempuran mereka melawand naga, tidak ada lagi waktu untuk bersikap santai seperti itu.

Benar juga. Di kota sebelumnya, kita hanya membeli jubah Ayano-san... Sepertinya kita juga sudah saatnya membeli pelindung baru.

Setuju banget~! Semoga saja ada pelindung yang imut.

Masha... Aku sudah memikirkannya sejak tadi, tapi mencari keimutan dalam pelindung itu tidak tepat, kan...?

[Asalkan itu kostum pelayan, apa saja tidak masalah.]

Mungkin karena percakapan seperti itu, penjaga gerbang benteng memanggil mereka.

Kalian sedang mencari toko senjata dan pelindung, ya? Kalau begitu, kalian beruntung. Di kota ini ada toko senjata yang luar biasa. Cobalah untuk pergi berkunjung ke sana!

Toko senjata yang luar biasa? Wah, Alya-chan! Katanya ada toko senjata yang luar biasa!

“Iya, iya, jadi jangan pegang lenganku terus seperti itu...

“Hah? Apa kamu baru saja bilang toko senjata yang luar biasa? Sepertinya ada yang janggal deh...

Masachika bergumam, memiringkan kepalanya saat Maria berbicara dengan bersemangat. Namun, jika sampai disebutkan begitu, ia pun merasa sedikit menantikannya, jadi tanpa berpikir panjang, dirinya bertanya tentang lokasi toko tersebut. Lalu, mereka segera menuju toko senjata yang luar biasa itu(?), melangkah di dalam area benteng.

Oh, bukannya yang itu?

Melihat sebuah bangunan batu yang tampak seperti bagian dari benteng di salah satu sudut, Masachika membuka pintu untuk melihat ke dalam

“Permisi~...

Selamat datang!

Begitu melihat wajah seorang wanita yang tampak seperti pegawai toko, dia langsung menutup pintu kembali.

Hei, apa yang sedang kamu lakukan?

Bukan apa-apa.

Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi?

Tidak, hanya saja, aku merasakan perasaan tidak enak...

Masachika merasa seolah-olah disambut oleh wajah yang tampak sangat familiar, dan dirinya menggosok sudut matanya untuk meredakan ketegangan. Kemudian dirinya teringat apa yang dikatakan penjaga gerbang sebelumnya.

(Luar biasa...? Tidak, sepertinya dia bilang 'sugoi'... Toko senjata luar biasa? ... Sugoi bu? Bukannya itu klub kerajinan tangan!?")

Selamat datang!

Saat Masachika akhirnya menyadari kebenarannya, pintu di depannya terbuka dari dalam, dan seorang pegawai wanita dengan rambut hitam panjang yang diikat di belakang leher muncul.

“Ayo, ayo kemarilah, silakan lihat produk kami.

Ah, kalau begitu...

Permisi~”

Ah, tunggu sebentar—

Masachika berusaha mengulurkan tangannya ketika melihat si kakak beradik itu masuk ke dalam tanpa merasa curiga sama sekali... seraya menggaruk kepalanya, ia memutuskan untuk mengikuti mereka.

Kemudian, setelah melihat deretan peralatan yang dipajang, ia menyadari firasat buruknya bukan tanpa alasan, dan Masachika menekan dahinya dengan tangan.

'Yang ada cuma perlengkapan yang sangat cabul wkwkwk.'

Meskipun terdengar terlalu berlebihan, sebenarnya apa yang dikatakan Yuki memang benar.

Ngomong-ngomong, yang dimaksud dengan perlengkapan cabul di sini bukanlah perlengkapan yang sangat cabul dan vulgar”, tetapi perlengkapan yang jika dipakai di medan perang akan membuat semua orang berpikir kamu gila dan meragukan kewarasanmu”. Hanya dengan melihatnya sekilas saja bisa terlihat jelas kalau semua perlengkapan yang dikenakan oleh wanita saat ini tampak sangat terbuka.

“H-Hah, ap-apa-apaan ini!?

“Fwahhh~~... Ap-Apa kita diperbolehkan masuk ke toko ini~?

Dengan pipi yang memerah dan tatapan yang tidak tenang, Maria tampak bingung, tapi Masachika juga merasakan hal yang sama. Tingkat keterbukaan perlengkapan ini terlalu tinggi untuk dianggap sekadar kostum, dan beberapa di antaranya tampak seperti akan dilarang di acara umum.

(Apa ini.... nuansa khusus dewasa yang menguar dari seluruh toko...)

Merasa lebih canggung daripada memasuki toko pakaian dalam dengan seorang gadis, Masachika memanggil asisten toko wanita yang tersenyum padanya

“Umm, kira-kira ada toko lain yang menjual baju pelindung tidak...? 

“Cuma kami satu-satunya di benteng ini~

Seriusan...?

Masachika benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Mungkin lebih baik jika ia mempertimbangkan untuk kembali ke kota sebelumnya dan keluar dari toko ini sejenak. 

Ehm, kalian bertiga—

Saat berpikir begitu, ia berusaha memanggil si kakak beradik Kujou dan Ayano— 

Wah, luar biasa... luar biasa... 

“Howahhh~... Imut sih, tapi, waah~... 

...

Eh, ternyata kalian cukup tertarik juga ya...?

Kakak beradik Kujou sedang melihat-lihat di dalam toko meski wajah mereka tampak merah padam dan entah kenapa, ada aura penasaran yang sedikit menakutkan dari ekspresi mereka. Ayano yang tanpa ekspresi menatap sesuatu yang tampak seperti bikini bergaya pelayan. 

'Kamu juga pasti tertarik, kan? Jangan berpura-pura begitu~...' 

'... Yah, sebagai otaku, kamu juga ngerti sendiri, ‘kan? Jika ada baju tempur cabul yang kulihat di game sosial, tentu saja...' 

'Ya ya, ketetarikan sebagai otaku, ya. Aku akan menganggapnya begitu saja.' 

Sembari mengalihkan pandangannya dari kata-kata adiknya, Masachika melangkah ke dalam toko lebih dalam, berpikir, Jika para wanita tidak mau pergi... 

'Ohyee~, ini luar biasa. Apa ini benar-benar baju pelindung?' 

'Yang ini terlihat seperti kancut... Apa ini benar-benar pakaian luar?' 

'Ada juga kostum bondage di sana. Senjata yang cocok dengan itu tentu saja cambuk, kan?' 

'Itu benar-benar toko khusus delapan belas tahun ke atas...' 

'Ooh, ada baju zirah bikini! Yang beginian pasti cocok untuk Alya-san!' 

'Mana ada! Tapi, jika melihat spesifikasinya, pertahanannya cukup tinggi... Seriusan?' 

'Apa bagian ini perlengkapan pendeta untuk Masha-san? Oh, bahkan ada baju biarawati yang cabul.' 

'Padahal ini baju biarawati, kenapa malah modelnya tembus pandang begini? Kenapa bagian bawah payudara dan pahanya terlihat jelas? Apa mereka bodoh?' 

'Di sini juga ada kostum gadis kuil. Yang ini lumayan mendingan, bukan?' 

'Coba lihat lebih baik lagi. Bagian ketiak dan payudara sampingnya kelihatan begitu jelas.'  

'Bagian ini... perlengkapan untuk profesi pengintai?' 

'Tentu saja, semuanya adalah bodysuit. Terima kasih banyak.' 

'Ooh, bahkan ada perlengkapan yang terlihat seperti sci-fi. Apa latar belakang dunianya mendadak berubah?' 

'Ini dia, baju tempur cabul. Sebenarnya ini juga hampir sama seperti bodysuit, kan?' 

Setelah memikirkan hal-hal itu, Masachika tiba-tiba menyadari dan melihat ke arah Yuki. 

'Ngomong-ngomong, tumben-tumbennya kamu tidak melakukan tidak bisa ditunjukkan!?' 

'Hah? Tapi, ini adalah perlengkapan. Ini bukan pakaian dalam.' 

'...Begitu ya.' 

'Ooh, ada juga perlengkapan gaun. Wah, belahan dadanya keliatan cabul banget.' 

Yuki mengelilingi toko dengan seringai mesum di wajahnya.

...

Sementara itu, Masachika sudah merasa tidak tahan lagi melihat perlengkapan cabul yang menggelikan itu, jadi dirinya meninggalkan Yuki di tempat itu dan bergerak ke rak senjata yang berdiri di dinding. 

Oh, pemandangan ini cukup menarik juga...

Berbagai jenis pedang dan senjata berjejer dengan rapi di dinding, menggugah semangat otakunya dengan cara yang berbeda. Masachika tersenyum melihat senjata romantis yang tidak bisa ia gunakan, ketika tiba-tiba ada bayangan mendekat di belakangnya. 

Apa ada produk yang menarik perhatian Anda?

Wah... tidak, aku cuma berprofesi sebagai peran pendukung...

Sambil berpikir bahwa dirinya tidak benar-benar menggunakan sihir, Masachika memberikan senyuman ramah kepada pegawai toko. 

(Mungkin sebaiknya aku menerimanya saja dan menjadi petarung garis depan dengan senjata, tetapi... aku sama sekali tidak memiliki keterampilan untuk pertarungan jarak dekat.) 

Sambil mengolok-olok dirinya sendiri dalam hati, Masachika tiba-tiba menyadari sesuatu. 

(Hmm? Tapi, bukannya itu sudah terlalu terlambat?) 

Jika dipikir-pikir, saat ini pun dirinya juga memukul musuh dengan buku sihir, meskipun tidak menggunakan keterampilan pertarungan jarak dekat. Sebenarnya, Masachika meragukan apakah ada keterampilan yang menggunakan buku sebagai senjata. 

(Keunggulan buku sihir ini terletak pada daya tahan tak terbatas dan tidak bisa rusak... tapi pada dasarnya ini bukanlah senjata. Jika tidak ada keterampilan untuk senjata, mungkin memang sebaiknya memiliki senjata yang layak, ya...?) 

Setelah mempertimbangkannya kembali, Masachika bertanya kepada pegawai toko. 

“Umm, kira-kira apa senjata seperti pedang perlu keterampilan yang sesuai... misalnya keterampilan 'Pedang' untuk dapat menggunakannya? 

Tidak juga? Itu sama sekali tidak benar! Anda bisa menggunakan pedang meskipun tidak memiliki keterampilan 'Pedang'. Tentu saja, jika tidak memiliki keterampilan, Anda tidak akan mendapatkan bonus dari keterampilan tersebut, dan tidak bisa menggunakan teknik senjata.

Pegawai toko menjawab pertanyaan Masachika tanpa ragu, dan melanjutkan. 

Anda adalah seorang penyihir, kan? Dalam hal ini, keterampilan pertarungan jarak dekat yang mungkin adalah 'Sihir Tongkat'? Jika Anda memiliki 'Tekinik Rotan, senjata yang termasuk dalam kategori 'Tongkat' akan mendapatkan manfaat.

Tidak, aku tidak memiliki 'Teknik Rotan'... maksudku, 'Teknik Rotan' adalah keterampilan turunan dari 'Teknik Tongkat', ‘kan? 

Setelah mendengar penjelasan tentang sistem yang tidak dia pahami sebelumnya, Masachika merasa terkesan dan tiba-tiba menyadari. 

(Hah? Bukannya Takeshi pernah bilang bahwa 'Keterampilan Tongkat Pemukul' adalah turunan dari 'Teknik Tongkat'? Jadi, jika aku bisa memperoleh keterampilan 'Baseball', bukannya itu berarti ada pilihan untuk bertarung dengan tongkat?) 

Dirinya teringat satu-satunya acara untuk mendapatkan keterampilan pertarungan jarak dekat yang pernah dialaminya, dan merasa sedikit menyesal, tetapi dia segera mengalihkan pikirannya. 

“Umm, apa ada senjata pukul yang bisa digunakan dengan satu tangan yang bagus?

Senjata pukul satu tangan? Kalau begitu, yang ini.

Setelah diarahkan oleh pegawai toko, mereka tiba di tempat yang penuh dengan palu emas, palu, palu kayu, dan tongkat. Namun, yang paling menarik perhatian Masachika ialah.... 

Kenapa ada sandal? 

Di antara semua senjata yang dipajang, ada sandal toilet berwarna hijau yang terselip. 

Eh, apa ini menunggu untuk dikomentari? Asal tahu saja, aku takkan mengomentarinya, oke? Meskipun kamu mengenakan pakaian dengan belahan yang mencolok, aku tidak akan mengomentarinya! 

Ketika Masachika mengatakan itu kepada pegawai toko yang entah kenapa mengenakan rok dengan belahan yang sangat tinggi, pegawai itu menjawab sambil memiringkan kepalanya

Aku tidak mengerti apa yang Anda katakan, tetapi itu adalah varian dari kipas kertas lipat, sandal.

Varian dari kipas kertas lipat? Atau lebih tepatnya, kipas kertas lipat juga tersedia sebagai senjata?

“Meski daya tahannya sangat rendah, tetapi ini adalah senjata yang memiliki peluang untuk menimbulkan efek status 'Selip Pengurangan Gesekan' pada serangan kritis. 

Jadi, aku harus mengomentari dan membuat lawan tergelincir? Senjata kejam macam apa itu? 

Varian sandal ini juga memiliki daya tahan rendah, tetapi jika terkena kritikal, ada kemungkinan untuk memberikan efek status 'Diam'.

Itu membuat suasana menjadi hening. Bukannya itu terlalu kejam? 

Saat memeriksa spesifikasi sandal tersebut, memang benar, efek yang dijelaskan ada. Daya serangnya sangat rendah. 

(Item ini cukup lumayan juga sebagai senjata yang konyol... tapi jelas tidak. Lagipula, jika dibandingkan dengan yang lain, lebih baik aku memukul musuh dengan buku sihir.)

Setelah berpikir demikian, Masachika mengajukan beberapa pertanyaan tambahan dan memilih satu senjata. 

Kalau begitu, aku ambil ini.

Baik, Anda telah membeli sendal WC. Terima kasih banyak~ 

(Apa!?)

Entah kenapa, saat menyadarinya, ia sudah memegangnya. Masachika tidak tahu alasannya. Namun, entah kenapa, ia merasa harus membelinya. 

(Tidak, yah, ini sebagai senjata konyol, kan? Senjata lain juga tidak buruk, tetapi, entah kenapa, yang lain terasa kurang meyakinkan?) 

Sambil memberikan alasan kepada diri sendiri, Masachika memasukkan sandal toilet yang dibelinya ke dalam daftar item sebelum dilihat orang lain. Kemudian, melihat bahan monster yang terdaftar di item, ia tiba-tiba terpikir. 

“Umm, apa di tempat ini bisa membuatkan peralatan juga jika aku membawa bahannya sendiri? 

Ya, tentu saja bisa~ 

"Kalau begitu... bisakah kamu membuat sesuatu dengan ini?" 

Saat Masachika mengeluarkan bahan naga, mata pegawai toko yang selalu tersenyum itu terbelalak. 

 

◇◇◇◇

 

Setelah mendapatkan izin dari rekan-rekannya, Masachika melanjutkan untuk merundingkan detail dengan pegawai toko, menyerahkan beberapa bahan dengan bahan naga sebagai bahan utama, lalu menuju ke anggota lainnya. 

Ooh, apa pembicaraannya sudah selesai?

Ya, sepertinya senjata yang menarik akan segera dibuat.

Baguslah. gomong-ngomong, tadi aku melihatmu melihat-lihat rak senjata, apa Master membeli sesuatu? 

Eh... ya.

Setelah menjawab dengan samar kepada Yuki yang terbang mendekat, Masachika segera mengalihkan pembicaraan sebelum ditanya lebih lanjut. 

Bagaimana dengan Alya dan lainnya?

Mereka masih melihat-lihat baju pelindung~. Tampaknya mereka cukup serius memilihnya.

Ah, begitu. 

Master tidak membeli baju pelindung?

Yah, aku berencana untuk membeli beberapa baju pelindung baru, tapi... 

Ooh, kalau begitu, ada sabuk seksi di sana, ayo kita ambil itu! 

“Aku bisa membayangkan seperti apa perlengkapan itu, tapi aku tidak akan membelinya. 

Saat Masachika dan Yuki sedang berbincang-bincang, dirinya tiba-tiba mendengar suara pegawai wanita yang sama dan Alisa yang berbicara dari balik rak. 

“Pelanggan yang terhormat, apa Anda tertarik dengan perlengkapan itu? 

Eh, yah, sedikit...

Saat dirinya mendekati sumber suara dari kedua wanita tersebut, Masachika melihat Alisa dengan wajah serius di depan salah satu perlengkapan. 

Itu adalah armor dress yang terbuat dari motif sayap berwarna putih dan emas, yang mengingatkannya pada malaikat atau Valkyrie, tapi model baju zirah yang begitu terbuka memberikan kesan keseluruhan yang gila. 

Perlengkapan itu tidak hanya meningkatkan ketahanan terhadap status abnormal, tapi juga meningkatkan damage dari atribut cahaya dan suci sebesar dua puluh persen, sangat populer di kalangan ksatria suci loh~? Bahkan di masa lalu, baju zirah ini juga pernah diadopsi sebagai perlengkapan standar untuk kesatria suci.

Eh, ba-baju yang begini?

Seriusan? Dunia ini luar biasa banget. 

Setelah mendengar promosi pegawai toko, Masachika membayangkan pemandangan sekelompok wanita berambut pirang mengenakan perlengkapan ini membentuk formasi pertempuran, dan dia tidak bisa menahan diri untuk bergumam sendiri. 

Spesifikasinya bagus sih, tetapi... desainnya...

Untungnya, sepertinya Alisa tidak mendengar seruan Masachika, dan meski sedikit ragu, Alisa mengungkapkan masalah terbesar. Pegawai toko mengangguk berulang kali seakan-akan memahami maksudnya

“Benar juga, aku mengerti." 

Eh...

Memang, kita tidak akan tahu sampai mencobanya!

“Hah? 

Jangan khawatir. Semuanya!

Saat pegawai toko memanggil dengan bertepuk tangan, tiba-tiba muncul lebih dari sepuluh pegawai wanita yang mengelilingi Alisa dan yang lainnya dalam sekejap. 

Kami akan mengantar Anda ke ruang ganti! 

Eh, apa!?

Eh~!?

...

Alisa dan yang lainnya dikelilingi dengan cepat dan didorong ke dalam toko. 

Eh, tunggu, tunggu sebentar!? 

 “““Tidak apa-apa~ tidak apa-apa~”””

Alisa tampak berusaha melawan, tapi dalam sekejap, dia ditelan oleh ruang ganti, dan lengannya yang terulur untuk meminta bantuan tidak terlihat lagi karena terhalang tirai. 

Tunggu, aku masih belum bilang mau mencoba.

Ya, lepaskan! Lepaskan! Lepaskan! Lepaskan!

Eh, tidak mungkin, aahhh!?

Diiringi dengan teriakan Alisa, suara serupa juga terdengar dari ruang ganti tempat Maria dibawa, dan Masachika langsung menghadapi pegawai wanita yang tersisa. 

Hei, apa kamu menggunakan keterampilan pencurian untuk melepas pakaian mereka!?

'Aku memang penasaran keterampilan apa itu, jadi tolong buka tirainya!' 

Kamu mendingan diam saja! 

Saat Masachika memberikan komentar seperti itu kepada Yuki, tiga ruang ganti yang berdampingan tiba-tiba terbuka serentak. 

Di dalamnya ada... yah, bisa dibilang, di sana ada seorang biarawati mesum, seorang Valkyrie yang sangat erotis, dan seorang kunoichi yang tak tahu malu.

Maria yang sedari awal mengenakan pakaian yang menguji nafsu para pengikutnya, kini telah sepenuhnya melampaui batas, dengan dada yang begitu besar hingga membuat siapa pun ingin menyokongnya dengan kedua tangan. Bahkan seorang biksu yang telah tercerahkan pun mungkin kembali mendapatkan nafsu duniawinya. Selain itu, paha montoknya kelihatan jelas

Sedangkan untuk Alisa, dia kini benar-benar menjadi pahlawan dengan artian yang berbeda. Dengan perlengkapan seperti ini, yang bisa membuat payudaranya hampir tumpah keluar hanya dengan sedikit bergerak, dia jelas bukan siapa-siapa selain pahlawan. Selain itu, paha montoknya sangat jelas terlihat. 

Di sisi lain, Ayano, meskipun tingkat keterbukaannya lebih rendah dibandingkan dengan pakaian pelayan aslinya, namun dari kimono yang anehnya terbuka di bagian depan, kulit yang dibungkus dengan stocking jala terlihat, dan entah kenapa justru terlihat menggoda. Selain itu, tentu saja, pahanya terpampang jelas

Menakjubkan.

Sambil mengangguk dengan penuh kekaguman, pegawai toko itu bertepuk tangan, diikuti oleh pegawai wanita lainnya yang juga bertepuk tangan dan memberikan pujian. 

'Uhhhyoo~~!' 

Yuki juga, dengan posisi aneh menggabungkan kedua tangan dan kakinya, melompat ke atas ketiga wanita itu. 

'Kece banget~~~!Uhyo~uhyoo~~menakjubkan! Kaki mereka panjang! Pinggang ramping! Payudara mereka besar! Bokong montok dan paha yang berisi! Darah keturunan Eropa Timur memang hebat! Dari struktur tubuhnya saja sudah berbeda!' 

Sambil terbang dengan kecepatan luar biasa di sekitar kakak beradik Kujou, Yuki terus bersorak dengan suara bersemangat. Namun, bagi mereka yang bersangkutan, 

“Hei, tunggu, jangan lihat ke sini!” 

In-Ini sih benar-benar memalukan... 

...

Alisa berusaha mati-matian menutupi tubuhnya dengan kedua lengannya, sedangkan Maria merasa tersipu malu dengan suara yang hampir tidak terdengar, dan Ayano tampak khawatir dengan posisi ekornya, terus-menerus memperhatikan bokongnya. Yuki menatap dengan serius pada pangkal ekor Ayano. 

Tidak, mana mungkin mereka bakalan baik-baik saja dengan perlengkapan ini! 

Teriakan Alisa membuat Masachika tersadar, dengan tekad baja dirinya memalingkan pandangannya dari mereka dan mendekati pegawai toko lagi. Pegawai itu kemudian meletakkan tangannya di bahu Masachika dengan lembut dan berkata, 

“Sudah, sudah, tenanglah dulu, Kuze-shi. 

Hei, jangan seenaknya memanggilku Kuze-shi! 

Coba bayangkan... mereka berdiri di medan perang dengan perlengkapan itu. 

“Hah?

Terpancing oleh ekspresi pegawai toko yang anehnya lembut, Masachika mulai berimajinasi. 

◇◇◇◇

Tempat itu adalah aula besar kastil raja iblis yang belum pernah dilihatnya. Di hadapannya berdiri Raja iblis mengerikan dengan bentuk seperti iblis raksasa. 

Raja Iblis! Aku akan mengalahkanmu dan kembali ke dunia asalku!

Alisa mengacungkan pedang sucinya dan menyatakannya dengan berani. Namun, perlengkapannya terlalu cabul, sehingga apa yang dia katakan tidak bisa masuk ke dalam pikirannya. 

Serahkan pertahanan dan penyembuhan padaku! Aku pasti akan melindungi semua orang!

Di belakang Alisa, Maria mengangkat tongkat dan mengucapkan kata-kata yang menenangkan. Namun, bagian bawah payudaranya yang menyembul keluar dari pakaiannya terlihat bergoyang.

...

Ayano yang diam-diam mempersiapkan senjata rahasianya, mencari celah dari pertahanan Raja iblis. Namun, sebenarnya yang terbuka adalah pakaiannya sendiri. 

Apa gadis-gadis ini datang ke sini untuk mencuci otak Raja Iblis?? 

◇◇◇◇

...

Bagaimana? Bukannya menurutmu itu luar biasa sekali? 

“Menurutku itu konyol.

Masachika membalas dengan tenang, kemudian dia tiba-tiba menyadari ada poster di dinding di belakang pegawai toko yang bertuliskan Dapat melakukan sintesis armor. 

“Sintesis armor...? 

Menanggapi gumaman Masachika, pegawai toko itu juga melihat ke poster di belakangnya dan menjawab. 

Ya, sintesis armor adalah proses menggabungkan dua armor menggunakan alkimia. Siapa saja pasti ingin mempertahankan performa tanpa mengorbankan penampilan, bukan? Itulah yang bisa diwujudkan oleh sintesis armor! Layanan impian di mana Anda bisa mendapatkan yang terbaik dari spesifikasi dan penampilan!

Pegawai toko itu menjelaskan dengan bangga sembari meletakkan tangan kanannya di dada dan tangan kirinya diangkat ke langit layaknya seorang aktris panggung. 

“....Jadi, maksudnya, spesifikasinya tetap sama dengan baju zirah yang asli, hanya penampilannya yang bisa diubah menjadi baju zirah lain, kan? 

Singkatnya, begitulah. 

Pegawai toko itu mengangguk, dan Masachika tanpa ragu menunjuk ke arah Alisa dan yang lainnya. 

Kalau begitu, kami akan membeli baju zirah yang di sana, tapi bisakah penampilannya diubah kembali menjadi baju zirah yang mereka kenakan sebelumnya? 

.........Eh?

 

◇◇◇◇

 

“Haduhh, dia benar-benar keras kepala sekali. 

Ya, memang.

Setelah itu, pegawai toko yang mengamuk dengan keras seperti anak kecil, mengayunkan tangan dan kakinya seraya berusaha menolak dengan sekuat tenaga. Pegawai wanita lainnya menangis tersedu-sedu seakan-akan mereka sedang meratapi anggota keluarga mereka yang meninggal. Setelah Masachika berhasil meyakinkan pegawai lainnya yang tampak sangat tertekan, dan mereka akhirnya berhasil memenuhi tujuan awal mereka. 

Mereka berempat meninggalkan toko dengan pakaian yang sama seperti sebelum mereka masuk... tetapi performa peralatan mereka telah meningkat drastis dari perlengkapan awal mereka. Bahkan hanya melihat pertahanan mereka, semuanya telah meningkat sekitar 40%. Ngomong-ngomong, perlengkapan yang dibeli Masachika adalah jubah yang sama sekali tidak menarik. Yuki sangat merekomendasikan perlengkapan sabuk seksi, tapi ia mengabaikannya. 

Memang ya, perlengkapan garis depan dan perlengkapan awal yang ditingkatkan memiliki level yang berbeda. 

“Iya, penampilan yang tidak berubah juga sangat menguntungkan. 

Meskipun begitu, Alisa melihat perlengkapan yang sudah biasa dipakainya, sambil sedikit menggerakkan lengan untuk memastikan gerakan. Di sampingnya, Masachika teringat kata-kata pegawai toko yang bersangkutan saat pulang. 

'Aku telah menambahkan sedikit fungsi tambahan, sehingga Anda bisa mengembalikan penampilan baju zirah dari menu...' 

'Hah?' 

'Tentu saja, ini adalah layanan. Tidak ada biaya tambahan. Silakan gunakan saat dibutuhkan.' 

'Tidak, aku takkan menggunakannya oke?' 

Pada saat itu, Masachika secara refleks membalas seperti itu, tetapi... 

(Jika di saat pertempuran serius terakhir, tiba-tiba semua orang mengenakan perlengkapan dengan payudara dan bokong yang terbuka...) 

Hanya dengan membayangkannya sudah cukup untuk membuatnya tersenyum aneh. 

(Tidak, aku takkan melakukannya, oke? Sebenarnya, tingkat keterbukaannya terlalu tinggi dan aku khawatir akan pertahanannya...) 

Ada apa, apa ada yang salah? 

Tidak, bukan apa-apa”

Ketika Alisa melihatnya menahan tawa, Masachika berusaha memperbaiki wajahnya yang serius. Namun, Alisa dengan ekspresi terkejut membuka matanya lebar-lebar dan menatap Masachika dengan tajam. 

Jangan bilang, kamu cengengesan karena mengingat penampilan kami tadi...?

Eh, apa iya begitu, Kuze-kun?

Tidak, bukan itu maksudnya...

Masachika segera membantahnya, tetapi karena tidak bisa sepenuhnya menyangkal, jadi jawabannya terdengar ragu. Selain itu, wajah Alisa semakin memerah, dan alisnya terangkat, tiba-tiba dia tampak mendapatkan ide dengan senyuman yang mengerikan. 

“Benar juga, jika dipikir-pikir lagi, rasanya tidak adil jika hanya kami yang dipaksa mengenakan pakaian yang memalukan. 

Hmm, memang itu benar...

Eh...?

Firasat buruk langsung menyergap Masachika sehingga membuatnya mundur sedikit, dan Alisa perlahan mengatakannya. 

Ngomong-ngomong, ada beberapa pakaian yang cukup memalukan di toko yang baru saja kita kunjungi, bukan...?

Dinding Pelindung

Pada saat itu juga, Masachika langsung berbalik dan berusaha melarikan diri. 

Зацушит Наясучина

“Ugh?! 

Namun, bersamaan dengan suara Maria, dinding cahaya muncul di depan Masachika, dan dalam dua detik dirinya sudah terperangkap. 

Permisi, pegawai toko~! Apa ada orang di sini~!" 

Ya~! Ada apa?

Orang ini bilang dirinya ingin mencoba perlengkapan seperti sabuk yang tadi!

Tentu saja tidak masalah! Semuanya~! 

“““““Ya, dengan senang hati!””””””

Para pegawai wanita lainnya berlari keluar dari dalam toko dan segera mengelilingi Masachika. 

Le-Lepaskan aku~~~! Aku ini seorang Mahardika tau~! 

Teriakannya hanya berakhir sia-sia, Masachika didorong masuk ke ruang ganti di dalam toko... dan apa yang terjadi setelah itu akan disimpan demi kehormatannya.

 

◇◇◇◇

 

Baiklah, kalau begitu, mari kita pergi ke area berikutnya~

'Suasana hati Master jelas-jelas lagi menurun wkwkwk.' 

Setelah mempersiapkan senjata dan baju zirah, serta mengisi ulang item dan mengumpulkan informasi, mereka bersiap di depan area berikutnya... hutan pohon besar yang lebat dan menyeramkan. 

“Mouu... maafkan aku. Aku akan minta maaf, jadi mari kita lanjutkan perjalanan kita, oke?

“Aku tidak tahu harus berkata apa ketika diingatkan oleh orang yang tertawa lebih keras saat Masha-san terjebak di peti harta karun~” 

Ketika Masachika menatapnya dengan tatapan sinis, Alisa tampak tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian itu, pipinya berkedut saat dia memalingkan wajahnya.

“Astaga, Alya-chan... maafin ya, Kuze-kun. Seharusnya aku juga menghentikannya. 

Tidak, tidak masalah... ya.

Setelah menerima permintaan maaf Maria, Masachika berpikir bahwa dia tidak sendirian dalam merasa malu, dan mengubah suasana hatinya. 

Haaa... baiklah kalau begitu, apa kalian sudah siap?" 

... Ya, aku siap.

“Tentu saja~. 

'[Tidak ada masalah]' 

Melihat rekan-rekannya yang mengangguk dengan penuh semangat, Masachika melanjutkan. 

“Kemungkinan kita akan menghadapi musuh yang kuat seperti naga tadi... tetapi mari kita menghargai nyawa kita dan melanjutkan dengan hati-hati.

Kemudian, dirinya menatap Alisa dan berkata. 

Kalau begitu, pahlawan Alya, silakan berikan kata-kata penyemangat. 

Eh? Ah, um...

Meskipun tampak sedikit bingung, Alisa mengencangkan ekspresinya setelah melihat tatapan rekan-rekannya dan mengangkat tinjunya. 

Kita pasti akan pulang dengan selamat bersama-sama. Ayo, ayo, hoo! 

Usai mendengar teriakan yang sedikit kikuk tersebut, Masachika bertukar senyum dengan Maria sejenak sebelum mengangkat kepalan tinjunya. 

““Ooo!””

'[Hoo]' 

Dengan demikian, keempat orang tersebut melangkah maju ke hutan dengan tekad baru. 

... Namun, 

Rasanya sangat mengecewakan.

Eh~? Apa maksudnya~?

Tidak... yah, rasanya terlalu mudah untuk maju, bukan?

Di dalam kedalaman area ketujuh, Masachika bertanya kepada Maria. 

Ya, meskipun ada ketidakpastian setelah pertempuran melawan naga, area hutan di area keenam, termasuk bos area yaitu treant raksasa, ternyata bisa dilalui dengan cukup mudah. 

Monster treant itu memang kuat. Monster tumbuhan yang tidak memiliki kelemahan yang jelas seperti jantung atau otak. Dengan cabang-cabang panjang yang mencapai puluhan, ia mengayunkan serangan ke segala arah dan menyerang dengan akar yang tersebar di seluruh area pertempuran. Serangan fisik yang sangat mengerikan. Serbuk sari yang menyebabkan status abnormal, dan sihir yang menembakkan daun tajam dalam jumlah besar. Selain itu, monster tersebut memiliki kemampuan penyembuhan yang tak terbatas dengan menyerap nutrisi dari akar. Namun, semua itu bisa diatasi dengan cukup berani oleh Masachika, menggunakan strateginya yang sudah terbukti efektif dalam pertempuran melawan naga, yaitu selama ada kerusakan yang masuk, tidak masalah meskipun kadang meledak. Tentu saja, Maria memberikan perlindungan sihir yang tepat. Strategi serangan sembarangan ini sangat cocok dengan treant yang memiliki cabang dan akar yang luas. 

Poin penentunya ialah sihir tanah Masachika yang meledak dan mengangkat sebagian tanah beserta akar treant, melemparkannya. Itu terjadi di belakang treant... tepat di belakang area yang menyerupai wajahnya, sehingga dengan dampak itu, treant terjatuh dengan posisi tengkurap. Lebih buruk lagi, di tempat jatuhnya ada genangan air besar yang dibuat oleh sihir air Masachika (yang juga meledak seperti biasa)... dan treant tidak bisa melihat atau berbicara, bahkan tidak bisa pulih dengan akarnya, dan akhirnya hanya bisa dipukul hingga selesai. 

Namun, itu hanya kebetulan yang menguntungkan. Masachika berpikir bahwa mereka mungkin akan kesulitan lagi di dalam gua area ketujuh... tapi sejauh ini, mereka tidak berhadapan dengan kesulitan yang berarti. 

Jika dipikir-pikir dengan tenang, seharusnya mana mungkin kita bisa melewatinya semulus ini, ‘kan?”

Ya, memang...

Alisa mengangguk usai mendengar kata-kata Masachika dengan ekspresi yang agak rumit. 

Hutan di area keenam, dengan pepohonan yang lebat dan kabut tebal yang muncul sesekali, dengan mudah membuat mereka kehilangan arah, dan di area ketujuh ini pun, terdapat banyak gua besar dan kecil yang membentuk labirin raksasa yang rumit. Sangat sulit untuk maju tanpa tersesat, dan jika mereka terlibat dalam pertarungan dengan musuh, mereka pasti akan kehilangan arah. Dengan begitu, mereka tidak akan tahu mana yang merupakan pintu masuk atau keluar, dan saat tersesat, mereka akan menghabiskan energi dan item, sampai akhirnya kehabisan tenaga... mungkin begitulah desainnya. 

“Untungnya berkat Masha-san, kami tidak tersesat sama sekali... meskipun mungkin kami memang tersesat sih.

Hehe~ tidak seberapa~

“Dia tidak sedang memujimu.

Ya, Masachika dan yang lainnya memiliki keterampilan unik dari Maria. Keterampilan misterius bernama Mukjizat Bunda Suci yang memiliki efek Kemungkinan tinggi untuk tersesat tetapi pasti sampai ke tujuan. Keterampilan ini sangat berkuasa di kedua area ini. Berkat itu, meskipun mereka tampaknya memilih rute secara sembarangan, mereka bisa maju dengan lancar, dan jika ada desainer area ini, mungkin mereka akan meneteskan air mata. 

Yah, terlepas dari itu... jika dipikir-pikir, naga di area kelima memang sangat kuat, ya.

... Hmm.

Memang, ya.”

Ketiga orang lainnya terlihat tidak puas, tapi mereka sepakat bahwa tidak ada gunanya memikirkan jawaban yang tidak ada, jadi mereka melanjutkan untuk menjelajahi gua. Mengikuti insting Maria, mereka terus maju. Dan saat mereka merasa bos area mungkin akan muncul... tiba-tiba mereka keluar ke ruang yang luas. Selain itu, sinar matahari masuk dari atas. 

Woahh... 

“Cantiknya.

Ruang berbentuk lingkaran yang terbuka, berbeda dari gua yang lembap dan sempit sebelumnya. Mungkin karena atapnya terbuka ke langit, tanah di tengahnya ditumbuhi hijauan. Bagi mereka yang sudah lama berada di dalam gua yang suram, tempat ini membuat mereka ingin meregangkan tubuh. Namun... 

Jangan lengah.

Ya, aku tahu... Ini jelas-jelas ruangan bos.

Ya... kita tidak tahu dari mana monster akan datang.

Usai mendengar peringatan Alisa, Maria juga dengan hati-hati melihat sekeliling sambil memberikan sihir pertahanan dan dukungan kepada semua orang. 

Setelah persiapan selesai... tapi, belum ada yang muncul. 

Dari atas? Dari kiri atau kanan? Atau mungkin dari bawah? Atau mungkin, dia mungkin sudah menghilang dan ada di depan mereka. Dengan penuh kewaspadaan, mereka mengamati sekitar... tapi tidak musuh yang muncul. 

... Mungkin kita harus mendekati tengah agar dia muncul?

... Mungkin saja.

Masachika mengangguk pada dugaan itu, dan mereka berempat mulai maju perlahan. Sambil merasa waspada terhadap sekeliling, mereka melangkah satu demi satu... Saat Alisa yang berada di depan menginjak rumput dan melangkah beberapa langkah lebih jauh, Yuki yang terbang di sekelilingnya mengeluarkan suara. 

Ahh~... Master, sepertinya kita sudah mengalahkannya?

Apa? Maksudnya apa?

Sembari mengerutkan keningnya, Masachika melihat ke arah Yuki, yang sedang menunjuk ke tanah. Setelah memanggil Alisa dan yang lainnya, mereka mendekat, dan di sana tergeletak sisik merah yang sudah dikenalnya. 

“Hmm? Ini...?

Saat Masachika melihat wajah Yuki, dia mengangguk dan berkata sambil melihat sekeliling. 

‘Menurutku.... bos area yang muncul di sini adalah naga yang kita kalahkan sebelumnya.

...

Beberapa detik keheningan pun berlalu. Segera setelah itu, banyak informasi terhubung dalam pikiran Masachika. Kendaraan yang disarankan untuk dibeli di kota sebelum area kelima. Naga yang sangat kuat untuk bos area kelima, yang memberikan pengalaman yang banyak. Selain itu, jalan panjang yang sangat panjang setelah mengalahkan naga itu dan hutan di depannya. 

Area itu, jika kita melarikan diri dengan menunggangi kendaraan sampai ke hutan, itu sudah dianggap selesai, bukan?

Jadi, begitu, yaaaaa!!!

Semuanya jadi terhubung. Tidak mengherankan jika naga itu sangat kuat. Tidak heran jika dari area keenam sampai sini terasa mudah. Tentu saja. Karena, mungkin, kecuali raja iblis yang kemungkinan adalah bos terakhir, bos di area ketujuh seharusnya adalah yang terkuat, dan mereka sudah mengalahkannya di tengah perjalanan.

Sembilan dari sepuluh kemungkinan, dugaan Yuki mungkin benar. Bos di area ketujuh yang muncul tiba-tiba dengan kekuatan yang tidak masuk akal setelah mereka melarikan diri dari area kelima, adalah musuh yang telah menanamkan trauma pada mereka. Ini mungkin adalah desain yang disengaja. Mungkin jika mereka menunggangi hewan, pada saat naga muncul, hewan tersebut akan menjadi liar, dan secara otomatis memicu peristiwa pelarian dengan scroll paksa. 

‘Master seharusnya tidak mengalahkan bos dalam acara yang sudah pasti kalah' 

... Kurasa masalahnya adalah bos itu memang dirancang untuk bisa dikalahkan. 

Meskipun begitu, Masachika sangat menyadari bahwa itu bukan musuh yang seharusnya bisa dikalahkan. Mereka bisa mengalahkannya berkat keterampilan unik yang meningkatkan pengalaman dan item luar biasa yang didapat dari menyelesaikan mini-game. Bahkan, Masachika sendiri hanya bisa memaksa musuh menjadi liar dengan serangan bunuh diri. Tanpa keterampilan unik Maria, Masachika pasti sudah mati, dan tanpa keterampilan unik Alisa dan senjata misterius Ayano, mereka tidak akan bisa menyelesaikannya. 

(Sungguh kemenangan yang sepenuhnya dibantu oleh cheat... biasanya tidak mungkin untuk mengalahkannya.) 

Saat Masachika merenungkan hal itu, ketiga temannya yang terkejut oleh teriakannya mendekat dengan hati-hati. 

“Umm, Kuze-kun? Apa yang terjadi? 

“Apa kamu tahu identitas bosnya~? 

Ah, yah...

Kemudian, sambil menunjukkan sisik merah yang terjatuh di tanah, Masachika mulai menjelaskan dugaannya. 

Begitu ya, jadi itu alasannya...

Kalau dipikir-pikir, banyak hal yang jadi masuk akal...

'[Saya mengerti.]' 

Ketiga orang itu mengangguk berulang kali, dan Masachika memberi senyuman lelah. 

Jadi, kurasa itulah mengapa... sepertinya kita mungkin sudah menyelesaikan arena ini sekarang. 

... Rasanya agak mengecewakan ya. 

Yah mau bagaimana lagi~... kita sudah mengalahkannya sebelumnya... 

Setelah dibuat merasa waspada sebelumnya, mereka merasa sedikit tidak puas, tetapi mereka berempat terus melanjutkan ke dalam gua. Mereka dengan mudah mencapai sisi lain gua, dan setelah berjalan beberapa saat, mereka menemukan pintu logam di ujung jalan. Meskipun, pintu itu tidak berada di dinding. 

Pintu itu dipasang di langit-langit gua yang tingginya sekitar tiga meter, dan ukurannya cukup besar untuk satu orang saja. Ketika Maria mengetuk pintu itu beberapa kali dengan tongkat sucinya, suara terdengar dari balik pintu setelah beberapa saat. 

Siapa?

Kami adalah kelompok pahlawan. Kami datang untuk mengalahkan raja iblis.

Ketika Alisa menjawab dengan singkat, pintu tersebut terbuka, dan seorang pria berpakaian hitam yang tampak misterius muncul. Setelah memastikan bahwa mereka adalah kelompok pahlawan dari perlengkapan mereka, ia menurunkan tangga tali. 

“Kami sudah menunggu kedatangan Anda. Ini adalah markas rahasia dari unit intelijen kastil raja iblis.

Setelah semua orang menaiki tangga, pria itu berkata demikian dan membungkuk untuk memberi hormat. 

Di sini adalah benteng terakhir sebelum area ketujuh yang mereka dengar, markas rahasia di depan kastil raja iblis. Tampaknya mereka sedang mengamati gerakan pasukan raja iblis dari sini. 

Meski fasilitas dan persediaan kami terbatas, tapi kami akan melakukan yang terbaik sebisa kami.

Ah, terima kasih banyak.

Tentu saja, mana mungkin ada tempat menempa di markas rahasia seperti ini, dan tidak banyak orang yang memiliki pekerjaan terkait produksi. Itu sudah diperingatkan di benteng area sebelumnya, jadi tidak ada masalah. Sebenarnya, berkat menghindari pertempuran melawan naga, masalahnya pun menghilang. Jika mereka bertarung melawan naga itu di area ketujuh, mereka mungkin akan menghabiskan banyak perlengkapan dan item, lalu dalam keadaan itu, mereka harus menyerbu kastil raja iblis. 

(Jika dipikir-pikir, bisa mengalahkan naga di area kelima merupakan langkah yang cerdas untuk perkembangan ke depan, ya? Berkat itu, kita juga bisa mempersiapkan perlengkapan dari bahan naga...) 

Saat Masachika merenungkan hal itu, pria yang tampaknya menjadi pemandu menunjuk ke atas. 

Apa Anda melihatnya? Kastil raja iblis.

Eh, memangnya kita bisa melihatnya dengan jelas?

Tentu saja.

Semua orang mengangguk setuju, dan sembari terus mengikuti pria itu, mereka tiba di tempat yang mirip loteng. 

Silakan. Jika Anda naik dan melihat melalui tabung di sana, Anda nanti bisa melihat kastil raja iblis.

Mengikuti instruksi, mereka menaiki tangga dan mengarahkan mata mereka ke sesuatu yang mirip periskop yang menjulang dari langit-langit. Dan memang, pemandangan kastil raja iblis yang tampak jelas terlihat. 

Kastil yang menyeramkan dengan desain hitam berduri dan menara tajam. Di atasnya, awan hitam yang aneh berputar-putar. Awan mencurigakan itu sepenuhnya menghalangi sinar matahari, dan satu-satunya cahaya yang menerangi area kastil adalah cahaya merah dari obor dan cahaya ungu yang dipancarkan oleh tengkorak yang tersebar di berbagai tempat. 

Itu jelas-jelas kastil raja iblis.

Setelah bertukar tempat dengan rekan-rekannya dan memastikan penampilan kastil raja iblis, semua orang mengadakan rapat strategi. Mereka memutuskan untuk cukup beristirahat dan menyerbu kastil raja iblis keesokan harinya. Ketika mereka menyampaikan rencana itu kepada pemandu, pria itu mengangguk. 

“Kedengarannya cukup bagus. Pengawasan pasukan Raja Iblis akan longgar di pagi hari, dan di sini adalah markas rahasia yang tidak diketahui oleh pasukan raja iblis. Jika kita melancarkan serangan dari sini, itu akan menjadi serangan mendadak yang tidak terduga bagi pasukan Raja Iblis.

Ahh~ begitu ya...

Bukannya itu yang disebut sebagai ‘pertanda’? Pikiran itu melintas di benak Masachika, tetapi jika diucapkan, itu bisa menjadi lebih seperti pertanda’, jadi ia menahan diri untuk tidak mengatakannya. 

Selain itu, gerakan undead juga melambat di pagi hari."

Pria yang menjadi pemandu itu dengan santai menyebutkan kata yang tidak boleh dilewatkan, dan setelah sejenak terdiam, ketiga suara itu bersatu. 

Eh? 

“Hah?

Undead?

Kemudian, mereka saling memandang, dan Masachika mewakili yang lain dengan hati-hati bertanya. 

... Apa ada undead?

Ya, tentu saja.

Benarkah?

Di sekitar kastil raja iblis, banyak nyawa yang melayang, baik dari ras manusia maupun ras iblis, dan kekuatan sihir dari ras iblis tingkat tinggi memenuhi area tersebut. Begitu seseorang yang masih hidup melangkah masuk, undead akan merangkak keluar dari tanah. 

“Merangkak... 

Bayangan zombie dan kerangka tengkorak yang mengejar mereka dalam gerombolan terlintas di benak mereka bertiga. Dan mereka serentak menyimpulkan, “Mana sanggup!!

Mengenai monster, meskipun grafiknya kasar kecuali beberapa makhluk, hal itu masih bisa diterima. Namun, monster undead justru hal yang berbeda. Karena di dunia ini, manusia terlihat cukup seperti manusiawi. Jika mereka berubah menjadi undead, mereka takkan terlihat seperti cosplay murahan. Meskipun begitu, dikejar oleh kerangka yang bergerak itu sudah pasti menakutkan. Sangat menakutkan dan membuat mereka ngeri. 

Pasukan raja iblis juga tampaknya lebih fokus pada pengawasan di udara dan menyerahkan pengawasan di darat kepada undead... jadi menghindarinya hampir tidak mungkin. Kami memiliki keterampilan stealth, jadi kami bisa sedikit menipu undead sampai batas tertentu.

... Hmm? 

Hal itu menjadi kabar baik bagi Masachika... tidak, bagi ketiga orang itu. 

Apa bakalan efektif? Keterampilan stealth terhadap undead? 

Ya, benar. Undead biasanya bersembunyi di bawah tanah pada siang hari, mendeteksi makhluk melalui suara dan getaran tanah, dan menyerang. Jika kita bisa meminimalkan semua itu...

Ketika mendengar kata-kata tersebut, tatapan Masachika dan kakak beradik Kujou terfokus pada Ayano, yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian, dan kemudian Ayano mengangkat telinga anjingnya dengan tegak.

 

◇◇◇◇

 

““““......””””

Keesokan paginya, Masachika dan kakak beradik Kujou kembali dibuat terguncang-guncnag di dalam kotak kardus. 

Belajar dari pengalaman sebelumnya, kali ini mereka berbaring di dasar kotak kardus, mengulurkan kedua tangan dan kaki mereka untuk menghindari dorongan dan kerumunan. Meskipun begitu, setiap kali mereka berbalik, mereka masih terguncang ke kiri dan kanan, dan tubuh mereka sedikit bersentuhan... namun, mereka sama sekali tidak mengeluarkan suara. Jika mereka bersuara, itu akan memicu kepanikan zombie. Ketiga orang itu sudah mengerti, jadi mereka bertekad untuk tidak bersuara.

Ya, saat ini Masachika dan yang lainnya sedang melintasi padang gurun di sekitar kastil raja iblis sembari dibawa oleh Ayano. Dengan keterampilan stealth tingkat tinggi yang dimiliki Ayano, mereka dapat menghindari deteksi undead. Kotak kardus yang mereka gunakan melayang mengikuti Ayano, sehingga tidak ada suara yang terdengar terlepas dari seberapa banyak Ayano bergerak. Selama orang-orang di dalamnya tidak mengeluarkan suara, mereka seharusnya tidak terdeteksi oleh undead... seharusnya begitu

Berdasarkan asumsi tersebut, mereka bertiga bertahan selama sekitar dua puluh menit, berdiri berdampingan seperti tiang penyangga manusia—pemandangan yang agak konyol bagi siapa pun yang melihatnya. Tiba-tiba, kotak kardus yang sebelumnya hanya bergoyang ke samping mengalami guncangan besar ke atas. 

!

Segera setelah itu, sensasi melayang mendadak menyelimuti tubuh mereka. Sensasi yang sama ketika wahana roller coaster jatuh dengan tajam, membuat organ dalam terasa melayang. Setelah beberapa kali merasakan itu, tutup kotak kardus terbuka. Dinding kotak kardus juga menurun, sehingga mereka bisa melihat pemandangan di luar. 

'[Terima kasih telah menaikinya bersama kami.]' 

Tidak, ini bukan bus kali.

Tanpa sadar, Masachika menggumam sambil melihat sekeliling, dan di belakangnya ada tembok kastil, di kiri dan kanan ada pagar hidup, dan di depan... kastil raja iblis yang terlihat sangat mengintimidasi dari dekat. 

“Hebat sekali Ayano. Kamu keren banget!

"Terima kasih banyak. Berkatmu, kita berhasil menghindari kemungkinan untuk dikerumuni undead.

“Hebat banget~~! Kami sangat terbantu!

Ketiga orang itu memberikan pujian tulus kepada Ayano yang memegang tali dengan kait yang dipinjamkan Masachika, yang ajaibnya tidak hancur selama pertempuran. Ternyata Ayano berhasil memanjat tembok kastil tanpa melewati gerbang utama dan berhasil memasuki area tersebut. Dia berhasil melewati daerah dengan banyak undead dan mungkin juga petugas yang berada di gerbang utama. 

'Memangnya ini cara pahlawan bertarung?' 

'Berisik!' 

Masachika membalas dalam hati terhadap komentar Yuki yang tidak perlu, lalu dirinya melihat ke arah Alisa dan Maria sebelum kembali menatap Ayano. 

Kalau begitu, apa kita bisa pergi?" 

'[Serahkan saja pada saya.]' 

Baiklah, aku mengandalkanmu.

Semoga berhasil.

Hati-hati ya. Jaga dirimu baik0baik.

'[Saya mengerti.]' 

Setelah menjawab dan memberi hormat, Ayano mulai bergerak dengan cepat, seolah menghilang seperti udara, dan mulai bergerak menyusuri tembok kastil. 

(Apa itu keterampilan uniknya...? Meskipun aku tidak sepenuhnya mengerti...) 

Melihat Ayano yang menghilang seperti kabut, Masachika memiringkan kepalanya karena merasa bingung

Namun, ini juga merupakan rencana yang telah disepakati sebelumnya. Dari sini, Ayano akan bergerak sendiri. Rencana ini dinamakan Operasi Menyelamatkan Sang Putri Ketua Lebih Dulu’. Mengingat kemungkinan terburuk di mana Touya bisa diambil sebagai sandera oleh raja iblis, mereka berencana agar Ayano mengamankan Touya. Sebenarnya, Masachika juga merasa bahwa tingkat keberhasilan rencana ini tidak terlalu tinggi, tetapi jika mereka bisa mengamankan Touya terlebih dahulu, mereka bisa mundur tanpa harus mengalahkan raja iblis. Dan meskipun tidak bisa mengalahkan raja iblis, jika mereka bisa membawa Touya kembali, mungkin ratu yang dalam keadaan mengamuk itu akan tenang dan bersedia membantu dalam mengalahkan raja iblis tanpa menghancurkan dunia... atau begitulah harapannya

'Apa begini cara pahlawan bertarung?' 

'Aku sudah bilang diam!' 

Setelah mengatakan itu lagi dalam hati kepada Yuki, Masachika berbalik ke arah Alisa dan Maria. 

Apa kalian sudah siap? 

Ya.

Tunggu, sebentar lagi... ya, aku sudah siap.

Alisa yang sebelumnya melepas perlengkapan logam yang mudah mengeluarkan suara kini kembali mengenakan perlengkapannya. Setelah memastikan itu, Masachika mengangguk. 

Baiklah, kalau begitu, mari kita lakukan sesuai rencana.

“Oke~”

“Umm, kita beneran akan melakukannya...?

Kita perlu mengalihkan perhatian dengan aksi yang mencolok agar tidak menarik perhatian ke arah Ayano, bukan? 

Benar sih... 

Mengabaikan keraguan Alisa, Maria mulai memberikan sihir pertahanan dan dukungan. Namun, meskipun mereka berada di dalam pagar tanaman, sihir yang memancarkan cahaya tampaknya terlalu mencolok. 

Siapa di sana?!

Sebuah suara serak terdengar dari suatu tempat, dan ketika mereka berbalik, sesosok iblis berkaki dua, mirip kumbang, yang tampaknya seorang prajurit yang sedang berpatroli, menatap mereka dari arah kastil. 

Kita sudah ketahuan. Ayo bersiap-siap!

Ah, sudahlah, aku tidak peduli lagi!

Masachika mengeluarkan gulungan ke arah monster itu, dan Alisa mengangkat tangannya. 

Ledakan

Terima ini!

Вузлиф!

Proyektil batu dan ledakan menghantam monster berbentuk serangga itu, bahkan menghancurkan dinding luar kastil di belakangnya. 

(Yosh, seperti yang kuduga, dinding kastil bisa dihancurkan! Seperti yang dilakukan Sarashina-senpai!)

Dengan sedikit merayakan kemenangan, mereka berlari menuju lubang besar yang terbuka di dinding. 

Ora ora ora, rasakan ini! Ayo serbuu!! 

Tolong berhenti!

“Ayo serang~ ayo serang~”

“Bahkan Masha juga! Apa yang kau bicarakan?!" 

Dengan suara seperti penjahat, Masachika memukul musuh terdekat dengan buku sihirnya, sementara Maria dengan semangat mengayunkan tongkatnya. Sambil memberi komentar, Alisa juga mengayunkan pedang sucinya dengan semangat. 

'Apa ini beneran kelompok pahlawan?' 

Sambil melihat ketiga orang itu, Yuki menggelengkan kepala dengan ekspresi bingung. 

◇◇◇◇

Lima belas menit setelah Masachika dan yang lainnya melakukan serangan mendadak yang mencolok, koridor kastil raja iblis telah berubah menjadi kekacauan yang luar biasa. 

Para monster dari pasukan raja iblis berusaha menghancurkan tiga penyusup yang sombong itu dengan jumlah yang banyak, mereka menyerbu dari depan dan belakang koridor. Sihir yang mereka lepaskan, tombak yang menusuk, pedang yang diayunkan, palu yang menghantam, dan cakarnya terhalang oleh dinding cahaya dan dipantulkan kembali. Kemudian, mereka yang berdiri di depan diserang dengan pedang suci, sementara mereka yang mengejar di belakang disambut dengan buku sihir yang dipukul kembali. 

Meski begitu, perbedaan jumlahnya sangat mencolok, dan para penyusup yang sebelumnya maju dengan semangat mulai terhenti, perlahan-lahan didorong mundur—sepertinya itulah kesempatan bagi mereka, dan dengan menerobos kerumunan monster, seorang monster besar maju ke depan. 

Cahaya Fajar

Hahaha, aku adalah satu dari lima jenderal terkuat pasukan raja iblis, Gokuenken!

Утринни Яязария 

Sebuah cahaya dipancarkan untuk menghentikan pernyataan monster yang tampak seperti monster bernama itu. Matahari yang muncul dari balik gunung seolah menerangi dunia seketika. Cahaya meledak yang dilepaskan dari tengah kerumunan monster itu seketika menerangi koridor kastil yang gelap, menghapus semua bayangan tanpa meninggalkan apapun. 

“Oi, tunggu──

Ya, bahkan monster bernama Gokuenken yang terlihat sombong itu tidak terkecuali. Beberapa detik setelah cahaya mereda, semua monster yang sebelumnya ada di sana menghilang tanpa jejak. 

“Seriusan...  sihir cahaya suci ini benar-benar cheat.

“Jadi sihir ini benar-benar efektif terhadap monster, ya~~” 

Masachika bergumam dengan nada tidak percaya sambil menghela napas dan meneguk ramuan. 

Sihir cahaya suci yang dimiliki pahlawan itu istimewa, karena tidak hanya menghabiskan MP tetapi juga SP. Namun, sihir ini tidak terlalu kuat dan kurang efektif terhadap makhluk selain monster, sehingga selama ini hampir tidak pernah digunakan. Namun, dengan meningkatnya level keterampilan dan dibukanya sihir tingkat tinggi, sihir dengan area luas dan kekuatan besar telah ditambahkan, dan kini sihir ini menjadi sangat berbahaya di dalam kastil raja iblis yang dipenuhi monster. 

Tapi, mungkin level kita sudah mencapai batas... Meskipun sudah menghabisi banyak monster, level kita sudah tidak naik lagi.

“Benar juga... Mungkin dengan semua ini, kita bisa mendapatkan kembali pengalaman yang hilang dari melewati daerah undead dan penjaga gerbang. 

Seperti yang dikatakan Masachika, pertarungan mencolok semacam ini tidak hanya menarik perhatian musuh, tetapi juga berarti mereka telah melewati bagian awal area kedelapan dan mendapatkan pengalaman. Mereka ingin meningkatkan level mereka sebanyak mungkin sebelum pertempuran terakhir melawan raja iblis. Meskipun ada beberapa musuh yang bukan monster biasa, tapi tidak ada yang menyadarinya. Sebenarnya, jika mereka mulai memikirkan kepribadian musuh, mereka mungkin akan berpikir, Apa mereka juga memiliki nama dan kehidupan...? Jadi, mereka sengaja mengabaikannya. Mereka adalah hanya poin pengalaman yang bergerak. Poin pengalaman. Oke

“Jadi..... aku berencana untuk memutuskan jalan bagi yang berikutnya, apa kalian setuju?

Ya.

Ya, aku mengerti.

Baiklah, bersiaplah untuk guncangannya.

Longsoran Batu

Setelah memberikan peringatan, Masachika menatap kerumunan monster yang datang lagi, lalu melihat ke bawah dan mulai mengucapkan mantra. 

Абувуал!

Pada saat itu, Masachika merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Berbeda dengan sensasi percikan yang biasa ia rasakan di dalam kepalanya setiap kali sihirnya meledak, ada sesuatu yang terasa tenang di dadanya... dan tanpa meleset, koridor itu runtuh dan menelan pasukan pengejar ke bawah. 

... Apa itu berhasil?

Ya, ya, pengucapanmu sangat bagus! Sempurna! 

“Atau lebih tepatnya, kamu cukup mahir dalam bahasa Rusia, ya? Kuze-kun.” 

Masachika terkejut dengan tatapan Alisa yang sedikit curiga, tetapi dia segera membuat wajah bangga. 

Yah, aku pernah disebut jenius yang luar biasa.

Ya, ya.

Mendengar ucapan narsis Masachika yang melakukan gerakan menyibakkan rambutnya yang tidak perlu, Alisa langsung menatap ke depan dengan tatapan dingin. Merasa lega, Masachika membalas tatapan lembut Maria dengan keraguan, dan Maria menggelengkan kepala kecil tanpa berkata. 

Kalau begitu, mari kita pergi~” 

“Ya, kita harus melakukannya dengan cepat.

Ah, kurasa kita akan baik-baik saja dengan sihir pertahanan Masha-san, tapi kita harus berhati-hati terhadap serangan mendadak dari atas atau samping." 

Dengan begitu, Masachika yang berada di belakang juga berdiri di samping Alisa, dan ketiga orang itu berlari bersamaan. 

Ora ora ora! Para pahlawan sedang lewat!! 

“Sudah kubilang jangan bersikap seperti itu!! 

 

◇◇◇◇

 

Masachika dan yang lainnya menghancurkan musuh yang menghadang, menggunakan sihir area untuk mengusir mereka, kadang-kadang mereka juga menghancurkan koridor atau meledakkan dinding, mereka menaiki tangga dan akhirnya tiba di lantai lima.

Ada sebuah pintu logam besar dan berat yang muncul di hadapan mereka bertiga. Di samping pintu megah itu, berdiri patung iblis raksasa yang menyeramkan seperti patung penjaga. 

“Aku yakin, patung itu akan bergerak begitu tangan kita menyentuh pintu. 

'Benar sekali.' 

Sambil memperingatkan kedua temannya dengan suara keras, Masachika meluncurkan sihir ke arah tangga yang baru saja mereka naiki. 

Longsoran Batu

Абувуал!

Kali ini berhasil, dan langit-langit runtuh, menutup tangga dan mencegah aliran musuh dari bawah. 

Namun, mantra sihir ini juga cukup cheat ya... maksudku, dalam permainan, bangunan biasanya tidak bisa dihancurkan, bukan? 

'Habisnya, jika pemain bisa mengubah medan pertarungan sesuka hati, pasti akan banyak bug yang muncul.' 

Benar. Dalam permainan, sihir penghancur medan pertarungan seperti ini pasti akan menjadi prioritas untuk diperbaiki. Atau bahkan tidak akan ada pengaturan sama sekali.

'Kurasa cuma Master yang bisa menggunakan sihir dengan konsumsi MP yang sangat tinggi seperti ini.

Saat berbicara sampai di situ, Masachika tiba-tiba menyadari. 

Sihir bertipe tanah ini dirancang untuk mendekonstruksi dan menghancurkan struktur yang terbuat dari tanah atau logam. Selama ini, dirinya telah menggunakannya untuk meruntuhkan dinding, lantai, dan langit-langit... 

...

Kuze-kun? Apa ada yang salah?

Ah, tidak... bisakah kalian tetap waspada?

Longsoran Batu

Masachika menatap pintu logam di depannya. Dirinya juga memperhatikan patung iblis di kedua sisinya yang tampaknya siap bergerak. Dan ketika waktu cooldown sihir selesai, dirinya dengan tenang mengarahkan sihirnya ke arah patung di sebelah kanan.    

Абувуал!

Sihir itu berhasil, dan patung iblis yang menjaga pintu pun ikut runtuh. Seketika, patung itu berubah menjadi tumpukan puing-puing... bergetar kecil... hening. Poin pengalaman pun didapat. 

““““.....””””

'Apa yang sedang kamu lakukan, Master?' 

Setelah memastikan bahwa patung di sebelah kiri tidak bergerak, Masachika meluncurkan sihirnya lagi setelah cooldown selesai. Patung iblis itu runtuh. Poin pengalaman pun didapat. 

“Mantap, sekarang kita tidak perlu khawatir serangan musuh dari belakang.

Rasanya, aku telah melakukan sesuatu yang sangat kejam...

Itu hanya perasaanmu saja~. 

Sambil mengabaikan perasaan itu, Masachika mempersiapkan diri untuk pertempuran akhir. Dirinya mengisi HP dan MP-nya dengan ramuan, dan memulihkan daya tahan perlengkapannya dengan ramuan alkimia. Ia kemudian mengatur itemnya dan memastikan barang-barang yang mungkin akan digunakan dalam pertempuran mudah dijangkau. 

“Apa kalian semua sudah siap? 

Mendengar panggilan Alisa, Masachika dan Maria mengangguk. Setelah berdiskusi tentang gerakan setelah masuk, Maria memberikan sihir pertahanan dan dukungan. 

Kalau begitu, ayo kita pergi!

“Tentu!”

“Ohh~!

Mendengar suara rekan-rekannya, Alisa menaruh tangannya di pintu, dan pintu logam berat itu secara otomatis terbuka ke dalam dengan suara gemuruh—kemudian kilatan cahaya hijau tua muncul dalam sekejap.

 

 

Sebelumnya  |  Daftar isi  |  Selanjutnya

Posting Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama