The Result when I Time Leaped Chapter 15 Bahasa Indonesia


Kecemasan Hiiragi-chan

Sudut Pandang Sanada Seiji
Aku bangun setelah mendengar suara ribut dan melihat Sana serta Hiiragi-chan di tempat duduk mereka.
"Aku benar-benar tertidur ..."
Aku meregangkan badanku sejenak. Sepertinya waktu lompatanku dibatalkan karena aku akhirnya tertidur. Karena aku tidak tahu alasannya, aku akhirnya tidak bisa tidur nyenyak di malam hari ...
Hiiragi-chan tersenyum samar.
“Sana-chan bilang kamu tidur cukup nyenyak, loh?”
"Ah, ummm, yeah, Nii-san, kamu masih enak tidur walau aku sudah menusuk pipimu ... A-apa kamu belum cukup tidur?"
Mengapa Sana terlihat panik?
Segera setelah itu, Ii-san yang terlambat karena masih ada pelajaran, tiba dan pertemuan waktu makan siang kami yang menyenangkan dimulai. Hari ini, Sana dan Hiiragi-chan pada dasarnya diam, bahkan ketika aku mencoba berbicara dengan mereka, reaksi mereka terlihat lemah. Ii-san juga terlihat diam-diam jadi makan siang hari ini luar biasa tenang.
Mungkinkah ... saat aku sedang tidur, Sana tidak berkelahi dengan Hiiragi-chan, ‘kan ...?
Aku memainkan ponselku, dan mengirim sms ke Sana.
"Apa kau melakukan sesuatu pada Sensei?"
"Apa maksudmu?"
Apa aku salah? Jika bukan itu masalahnya maka baguslah. Jika ada sesuatu yang terjadi, Sana mungkin akan memberitahuku, atau mungkin memang tidak ada yang terjadi.

******

“Seiji-kun. Apa keluargamu biasanya memiliki semacam salam khusus? Misalnya salam gaya orang Eropa? "
Saat rutinitas telepon pada malam hari, itu adalah hal pertama yang dikatakan sang dewi.
“Orang eropa? Apa yang kau bicarakan?"
“Misalnya, saling berpelukan dan cipika cipiki?”
“Tidak mungkin kita melakukan sesuatu yang seperti itu. Kami sepenuhnya normal, kok. ”
“Jadi begitu ya. Jika itu masalahnya maka tidak apa-apa. Seperti yang aku duga, Sana-chan sangat menyukai Seiji-kun. ”
“Mengungkit itu lagi? Teori yang mana kalau dia menyukai Onii-chan? ”
"Ya. Nuansanya sedikit berbeda. Ngomong-ngomong, karena kalian bersaudara yang tinggal di bawah satu atap, jangan melakukan hal yang aneh-aneh, ya? ”
“Aku takkan melakukan hal seperti itu. Lebih penting lagi, kau tidak bermaksud memberitahu siapa pun tentang apa yang terjadi pada hubunganku sebagai guru dan murid, kan ...? ”
“I-itu… itu benar ... Tapi, tapi! Itu masih lebih aman daripada antar saudara kandung! ”
Nadanya lebih ngaco dari biasanya.
"Sensei, apa kau mabuk?"
"Saat hanya kita berdua, panggil aku Haruka-san, bukan ...?"
Tuh ‘kan, dia mulai mabuk.
“Karena besok hari libur, Sensei akhirnya minum ~. Fuhehehe… Seiji-kun, kenapa kamu tidak datang kemari supaya kita bisa minum bersama? ”
"Hei. Aku tidak bisa minum karena aku masih di bawah umur! ”
Bugya, aku mendengar teriakan singkat dari Hiiragi-chan melalui telepon. Sepertinya dia memuntahi apa yang dia minum.
"Meskipun itu baru saja dimasukkan ... Fuheheheh"
Waktu untuk tawanya sudah menjadi aneh. Kegalauanya sudah cukup parah hari ini. Ketika aku melihat jam tanganku, itu masih jam 9 malam.
"Karena aku sedikit khawatir, aku akan pergi."
"Jika kamu tidak cepat-cepat datang, pengumuman penutupan Hiiragi-sensei akan terjadi dan itu akan ditutup, kamu tahu?"
Pengumuman penutupan ?? Omongannya sudah tidak bisa dimengerti.
Aku dengan cepat berganti baju dan keluar dari kamarku, di mana aku bertemu Sana di pintu masuk.
"Kamu mau pergi kemana?"
“Sepertinya akan ditutup setelah pengumuman penutupan. Kau tidak paham apa yang sedang aku bicarakan, bukan? Aku juga."
?? Ekspresi penuh tanya muncul diwajah Sana.
Setelah memaasang sepatuku, aku mengangkang motor kesayanganku dan menuju ke tempat Hiiragi-chan. Ini akan menjadi yang kedua kalinya aku pergi ke tempatnya.

Pinpon, setelah bel pintu berbunyi, suara langkah kaki terdengar saat pintu terbuka sedikit. Hiiragi-chan mengintip melalui celah itu. Matanya terlihat tidak fokus, sepertinya dia bisa tertidur kapan saja jika sudah berbaring.
"Sebutkan kata sandi rahasia."
“Hah? Kata sandi?"
"Betul. Kamu harus mengatakan bagaimana perasaanmu tentang Hiiragi-sensei atau tidak boleh masuk. ”
Apa kau ini anak kecil, hah? Dia tampak lebih tidak ngaco daripada waktu itu. Aku harus membuatnya minum air.
“Perasaanku pada Hiiragi-sensei? Atau untuk Haruka-san? ”
"Haruka-san."
Dia mengambil umpan. Selain itu, dia masih sadar.
"Aku mencintainya."
"Mo, moouuuuuuuuu! Seiji-kun ~"
Hiiragi-chan, setelah menjadi sangat bahagia, meninggalkan pintu dan masuk ke dalam. Sepertinya tidak apa-apa bagiku untuk masuk. Gashan. Ada rantai yang mencegahku membuka pintu.
Heeeeey! Copot dulu rantainya!!
"Ah. Aku lupa . "
Teheheh, Hiiragi-chan yang mabuk kembali ke pintu masuk.
Itu benar, terus, kau hanya perlu membukanya. Buka saja.
"Aku juga, aku mencintaimu, Seiji-kun ."
Kyaa, si Hiiragi-chan yang malu tampak sangat senang saat dia berlari kembali ke dalam.
Heeeeeeey! 

Sesaat kemudian.
"Kenapa tidak masuk?"
Setelah membuat pernyataan yang membingungkan, dewi cinta akhirnya melepaskan rantai dan membiarkan aku masuk.
"Aah, aku mengerti, kata sandinya sangat terikat dengan kata-kata cinta."
"?"
Apa yang kamu katakan, atau itulah yang ingin kukatakan. Aku ingin bertanya apa yang kamu pikirkan! Aku tidak bisa menanggapi komentar pemabuk dengan serius — aku bersumpah saat itu juga. Hiiragi-chan memeluk lenganku dan bertindak manja. Ini lucu dengan caranya sendiri.
Dia tidak mengenakan lapisan tambahan di bagian atas sehingga celana dalamnya kadang kelihatan, kadang tidak. Juga, rok yang dia kenakan saat sekolah hari ini tersingkap karena gerakan kakinya dan membuat celana dalamnya benar-benar terlihat. Aku kesulitan harus melihat kemana sehingga aku mencoba memperbaikinya. Dewi yang rusak ini benar-benar tak berdaya.
Dia duduk di sofa dan di atas meja di depannya hanya ada 3 kaleng kosong yang saling bertumpukan. Sepertinya Hiiragi-chan lebih lemah terhadap alkohol daripada yang aku kira. Setelah berjuang untuk memisahkan diri dari Hiiragi-chan, dan mengeluarkan sebotol air dari kulkas, aku menuangkannya ke dalam gelas.
" Ini airnya. Minumlah."
"Yeeees "
Dia meminumnya dalam satu tegukan.
"Tidak biasanya kau mabuk sampai segininya."
Tidak jarang Hiiragi-chan minum di rumah. Ada banyak waktu dimana dia minum sedikit ketika kita berbicara di telepon saat malam hari. Namun, hanya itu yang paling banter, biasanya tidak sampai ke segininya.
"Apa karena besok hari libur?"
"Sana-chan itu tipe gadis seperti apa?"
"Apa?"
Aneh sekali. Hiiragi-chan menyandarkan kepalanya di pundakku saat dia menggumamkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti. Sama seperti itu, suara napas tidurnya yang stabil keluar. Ketika aku membawanya ke tempat tidurnya, dia akhirnya bangun.
“... Nn. … Copot... ”
La-Lagi ?!
Aku cepat-cepat melihat ke sekeliling kamarnya untuk mencari T-shirt yang bisa dia gunakan sebagai piyama, tapi aku sudah terlambat.
Dia membuang pakaian dalamnya.
Dia membuang celana dalamnya.
"Jangan telanjang sembarangan!"
Aku melemparkan T-shirt-nya.
"Roknya akan kusut ..."
"Hari ini akan menjadi dasar juga !?"
Nugi nugi. (T/N: Telanjang bruuu :’v)
"Waaaaaaaaaaaaaah."
"Hari ini warnanya putih "
“Jangan katakan itu! Aku barusan melihatnya jadi aku sudah tahu! ”
Seakan dia tidak ingin aku melihatnya, Hiiragi-chan menutupi tubuhnya dengan selimut. Ketika aku mencoba untuk pergi,  lenganku tertahan dan diseret ke tempat tidur apa adanya.






close

1 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama