The Result when I Time Leaped Chapter 64



Pekerjaan Part-time

Sudut Pandang Hiiragi Haruka
Tampaknya Seiji-kun memulai pekerjaan part-time.
“Eeeeh? Apa kamu mau uang saku? Jika cuma 30.000 yen sebulan, aku sendiri bisa memberimu langsung. ”
"Tidak tidak tidak tidak! Aku takkan menerimanya. Jika kau melakukan sesuatu seperti itu, aku merasa seperti kau benar-benar berusaha membuatku menjadi orang yang tidak berguna ... ”
Saat aku menawarinya bantuan, Seiji-kun langsung menolaknya. Aku pikir itu hal baik bagi seorang murid untuk rajin melakukan pekerjaan part-time, karena itu bisa menjadi pengalaman kerja yang baik, tetapi ... Apa Seiji-kun punya malasah keuangan? Apa Ia mungkin memiliki sesuatu yang Ia inginkan?
“Jika itu masalahnya, seharusnya Ia tinggal bilang saja padaku ...”
“Ada apa, Haru-chan?”
Karena sekarang liburan musim panas, Natsumi sering mampir untuk bermain. Hari ini juga, dia makan malam bersama di tempatku.
“Ini tentang Seiji-kun, Ia memulai pekerjaan part-time ….. jika ada sesuatu yang Ia inginkan, seharusnya bilang saja padaku.”
“Tak masalah, ‘kan? Menjadi siswa yang bekerja lebih baik daripada menghabiskan liburan musim panas dengan bermalas-malasan dan tidak melakukan apa-apa.”
“Bagaimana denganmu? Kamu selalu main kesini sampai tiga kali seminggu? Bagaimana dengan masa depan mu?”
“Aku punya rekomendasi untuk ke universitas, jadi tidak apa-apa bagiku untuk bermain sebentar.”
Muuu ... Dia berbanding terbalik dari Seiji-kun.
“Jangan terlalu khawatir, Haru-chan.”
“Apanya?”
“Dorobo-kun bukan tipe cowok yang melakukan sesuatu tanpa berpikir, ‘kan? Aku yakin ada alasannya tersendiri. ”
“Tapi tetap saja ... bahkan jika itu yang terjadi ... aku masih cemas ...”
“Uwaaah… terlalu posesif.”
Natsumi membalas dengan muka masam.
Tempat Seiji-kun bekerja adalah bagian dari industri makanan. Tampaknya Ia bekerja di kafe kecil.
“Jika kamu masih khawatir, kenapa tidak pergi ke sana?.”
“……”
Tempat di mana Seiji-kun bekerja ... Aku ingin melihatnya ...!
“Uwaah ... wajahmu menjadi seperti seorang gadis yang dimabuk cinta ...”
“Ayo pergi!”
... Oleh karena itu, selama akhir pekan, aku bersama Natsumi pergi mengunjungi kafe tempat Seiji-kun bekerja.
Sekolah kami tidak punya aturan ketat mengenai bekerja part-time. Kamu pasti langsung diizinkan asalkan kamu memberi tahu guru wali kelasmu dan menyelesaikan beberapa dokumen sederhana. Ada beberapa siswa yang mengikuti sesuai prosedur, tapi kebanyakan dari mereka tidak melakukan itu.
Mengemudi ke distrik perbelanjaan dengan mobilku, kami parkir di tempat parkir, dan tiba di pinggir jalan dekat dengan stasiun.
Pada malam hari, kafe itu menjadi restoran Italia dan tampilan luarnya cukup mewah. Kalau dilihat melalui jendela, banyak pelanggan wanita yang datang.
“Bukannya itu Dorobo-kun, yang mengenakan seragam bartender?”
“Ya Tuhan. Aku harus mengambil fotonya.”
“Kamu seperti walinya saja. Salah satu wali yang sangat posesif! ”
Di dalam kafe, ada juga banyak pekerja wanita yang berlalu-lalang membawa minuman dan hidangan. Aku mengerti ….. aku memahaminya dengan sangat baik ….. mudah sekali bergaul dengan rekan kerja ...! Apalagi mereka semua adalah mahasiswi yang lebih muda dariku ...! Dan mereka masih sangat muda ...!
“Haru-chan, tunggu, bisakah kamu berhenti mengeluarkan aura aneh. Secara khusus, ada banyak racun seperti asap hitam yang keluar darimu. Dan juga, jangan menggeram ke orang-orang. Berhenti melotot ke orang lain juga. ”
Setelah diberitahu bahwa, aku menarik napas panjang.
Seorang pelayan wanita datang membawa notepad untuk meminta pesanan kami. Setelah memesan dua pasta, kami menunggu pesanan datang.
“Ah”, mendengar suara itu datang dari Natsumi, aku melihat ke arahnya, dan melihat Seiji-kun.
“Halo, Dorobo-kun.”
“…”
Ekspresinya sopan ketika Ia berdiri memegang salad pesanan kami. Ia mengenakan seragam pelayan, dengan celana panjang hitam dan celemek melilit di pinggangnya.
“Ini salad pesananmu ... Untuk apa kau datang kemari?”
“Aku cuma penasaran apakah Seiji-kun bekerja keras.”
Dan juga mengamati tempat kerjamu.
“Dorobo-kun, kamu dapat tugas membawa makanan?”
“Tidak, karena  tempat ini kekurangan orang, jadi aku cuma membantu sedikit. Biasanya, aku bertugas di dapur ... Juga, aku akan menghubungimu nanti, jadi saat sudah selesai, langsung pulang saja, oke? ”
“Okeeee.”
Berbalik, Seiji-kun berjalan ke area khusus pegawai.
“Haru-chan, apa kamu puas dengan ini?”
“Aku puas ... tapi kekhawatiranku jadi meningkat.”
Ketika aku menusuk saladku dengan garpu, seorang pelayan yang berbeda membawa pasta kami. Muuu ......pelayan cewek berbeda lagi. (Dia lebih muda dan lebih manis dariku, dan mungkin juga anak kuliahan.)
Setelah kami selesai memakan pasta yang lezat, kami bercakap-cakap sambil minum es kopi. Ini adalah restoran yang bagus dan nyaman. Perabotan dan dekorasi interiornya cukup modis. Aku lumayan mengerti kenapa seorang gadis ingin bekerja part-time di sini.
Jika aku ingat benar, jam shift Seiji-kun sebentar lagi selesai.
“Mungkin aku harus menunggu sampai Ia selesai bekerja dan kemudian mengantarnya pulang ...”
“Haru-chan, tindakanmu mirip seperti penguntit. Kau bahkan tahu kapan Ia pulang kerja. ”
“Ak-Aku bukan penguntit, kok.”
“Meski kamu itu pacarnya, jika terlalu berlebihan, kamu akan dibenci, loh?”
“Seiji-kun takkan membenciku hanya karena itu ....”
Ap-Apa yang akan aku lakukan? Bagaimana jika Ia akhirnya membenciku.
Bagaimana jika Ia pergi makan malam bersama rekan kerjanya setelah pulang kerja? “Sanada-kun, kamu anak SMA? Kamu begitu dewasa sampai-sampai mengejutkanku. ” Jika Ia dipuji oleh gadis kuliahan seperti itu …... lalu mereka akan berhubungan baik …... apa yang akan aku lakukan ...? Ugugugugu.
“Tunggu, Haru-chan. Itu keluar lagi. Aura hitamnya tolong simpan di dalam.”
“Apa yang akan aku lakukan jika Seiji-kun pergi makan bersama gadis lain ...?”
“Kalau Ia memang mau pergi, tak masalah, ‘kan? Apa Ia tipe orang yang selingkuh denganmu, Haru-chan?”
“Tidak sih, tapi…”
“Kalau begitu percayalah padanya. Dorobo-kun, benar-benar mencintaimu, Haru-chan. "
Alangkah baiknya jika aku mendengarnya dari mulutnya sendiri. Baru-baru ini, Ia sangat malu dan belum mengatakannya padaku ...
Ia tidak memberitahuku alasannya memulai pekerjaan ini, dan aku merasa Seiji-kun menyembunyikan sesuatu dariku. Jika ini tentang Seiji-kun, aku ingin tahu segalanya. Tapi itu mungkin sangat menyebalkan ...
Dengan sedikit gugup, Natsumi berbisik kepadaku secara diam-diam.
“Hei, hei ... Apa kamu sudah berhubungan seks dengan Dorobo-kun ...?”
“Ap-ap-apa-apaan dengan pertanyaanmu itu?”
“Sepertinya masih belum ya.”
“...Enggak masalah ‘kan, toh lagian ini tidak ada hubungannya dengan Natsumi. Kami saling berjanji sebelum kami menikah, hal-hal seperti itu tidak boleh dilakukan ... ”
“Fufuun? Nah, inilah masalahnya. Antara seorang gadis yang mudah diajak bicara, imut, dan baik-baik saja dengan hubungan fisik, dan seorang gadis yang imut, sempurna dalam segala hal, tetapi menolak pada hubungan fisik ... menurutmu mana yang lebih disukai anak cowok? ”
“Orang pertama?”
“Betul. Semakin kau menghargainya, semakin mudah baginya untuk dicuri, loh? ”
“Seiji-kun bilang Ia baik-baik saja. Ia bilang akan menahannya ...”
“Semoga saja bisa begitu.”
Muuu, Natsumi pasti menikmati saat aku merasa lebih cemas ... Dia pasti menyeringai sekarang.
“Ketika Ia bilang baik-baik saja, itu artinya Ia baik-baik saja menggunakan gadis lain sebagai pengganti, ‘kan?”
“Se-Seiji-kun takkan melakukan hal seperti itu!”
“Fufufu. Ya itu benar. Maaf sudah menggodamu seperti itu.”
Ta-Tapi tetap saja, kalau batasannya sampai menikah, mungkin terlalu jauh ...?
Pada akhirnya, kami tidak menunggu Seiji-kun dan langsung pulang. Sesaat setelah aku selesai makan malam, ada telepon dari Seiji-kun.
“Maaf mengganggumu hari ini.”
"Tidak apa-apa. Aku cuma sedikit terkejut. ”
Aku harus mengatakannya. Fakta kalau aku sangat khawatir.
“... Lalu, kenapa kau datang ke tempat kerjaku? Tampaknya mereka semua sudah punya pacar, jadi tidak usah khawatir.”
“Ah, benarkah?”
Kekhawatiranku berakhir dengan sia-sia.
“Memang ada itu salah satu alasannya, tapi bagian terpenting adalah kenapa kamu mendadak mulai bekerja part-time …... Kamu tidak memberitahuku sama sekali.”
“Jika aku memberitahumu, maka efeknya akan berkurang jadi aku tidak memberitahumu.”
Efeknya akan berkurang?
Sementara aku masih tidak yakin, pada hari berikutnya, Seiji-kun datang ke apartemenku sembari memegang boneka binatang.
“A-apa itu !?”
“Hayo tebak sekarang hari apa?”
“Ini bukan ulang tahunku ... Ah, hari jadian kita!”
“Ya. Betul. Ini ... adalah hadiah hari jadian kita.”
Aku menerima boneka beruang yang besar dan lembut. Rasanya senang memeluknya ...
“Lalu ... mengenai pekerjaan part-time kemarin ...”
“Aku sudah kepikiran ingin menghadiahi sesuatu untuk merayakan hari jadian kita, dan kali ini, aku dengan paksa mendapatkan sedikit uang untuk membelinya.”
“Ya ampuuuuunnnn, Seiji-kunnnnnnnnn.”
Aku memeluk erat-erat beruang itu. Sangat lembut dan menyenangkan.
“Seperti yang dikatakan Natsumi.”
“Hmm? Ada apa dengan Natsumi-chan? ”
“Fufuun, itu rahasia ♪ Terima kasih hadiahnya. Ayo kita tentukan namanya bersama-sama? ”
Mou, Ia tidak perlu memberi kejutan seperti ini ...
Bersamaan dengan boneka binatang itu, aku memeluk Seiji-kun.
“Wah, tunggu, kita masih di pintu masuk.”
Tampaknya sejak itu, Natsumi lebih sering mampir dua atau tiga kali lebih banyak dan memutuskan kalau Ia adalah cowok baik-baik yang punya semangat kerja keras.
Ya ya ... Seiji-kun yang bekerja sangatlah keren.
Setelah kejadian ini, aku sekali lagi jatuh cinta dengan Seiji-kun.


close

1 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

Lebih baru Lebih lama