Watashi no Shiranai, Senpai no Hyakko no Koto Chapter 67


u Sudut Pandang si Senpai u   
“Selamat pagi.”
Oh, pagi.
Aku menyapa Kouhai-chan di stasiun di pagi hari.
Hari ini, aku merasa dia terdengar sedikit lebih lelah dari biasanya. Mungkin nadanya?
“Batas waktu gambarnya besok, ‘kan?
Ini tentang gambar Kouhai-chan, atau lebih tepatnya, ilustrasi yang akan dia pamerkan di festival budaya. Aku pikir dia sudah menyelesaikannya di akhir pekan, tapi sepertinya bukan itu masalahnya, membuatku sedikit khawatir.
Tidak apa-apa, aku sudah menyelesaikannya.
“Benarkah?”
 “Ya, beneran.
Ketika aku masih dalam keadaan terkejut, kereta pun tiba.

u Sudut Pandang si Kouhai u   
Usai menghangatkan tubuhku di dalam kereta, aku mulai dengan menggoda Senpai.
Ada apa, Senpai? Apa kamu mengkhawatirkan aku?”
“Untuk apa?”
Senpai langsung berpaling, menghindari kontak mata denganku.
Kamu pikir aku tidak bisa menyelesaokannya tepat waktu, ‘kan?
“Yah…”
“Aku menyelesaikannya tepat waktu kok, jadi tak perlu khawatir lagi.
Senpai masih tidak mau menatap mataku. Serius.
Ngomong-ngomong, senpai, inilah pertanyaan hari ini dariku.
“Tumbennya.”
“Itu karena ada masih ada relasinya. Senpai, bagaimana kamu melakukan PR liburan musim panasmu?”
“Apa maksudmu…”
Yah, jawabannya sebenarnya bisa ditebak.
Tapi untuk berjaga-jaga, untuk memastikan, mari kita tanyakan saja padanya.
Bukannya ada banyak tipe orang? Apa Senpai tipe orang yang akan menunda PR sampai akhir, atau tipe orang yang mencoba menyelesaikannya secepat mungkin?”
Ahh. Bukannya itu sudah jelas?”
“Iya.”
Aku akan mulai secepat mungkin, dan terus mengerjekannya secara bertahap. Tapi…”
Yah, tentu saja Senpai akan melakukan itu ... Eh, apa-apaan dengan  tapiitu?
“Aku juga tipe orang yang akan menunda penelitian atau laporan bebas sampai akhir, dan berusaha untuk mengerjakannya nanti.
Senpai dengan ringan membodohi dirinya sendiri.
Eh, tapi bukannnya tugas semacam itu bisa diselesaikan dengan cepat, ‘kan?
Kenapa kamuu harus menundanya sampai akhir, ketika kamu bisa menyelesaikannya dengan cepat?
Biarin. PR semacam itu adalah jenis penugasan yang akan dilakukan orang ketika mereka menginginkannya.”
“Begitukah?”
“Ya.”

u Sudut Pandang si Senpai u   
Lalu, ini pertanyaan hari ini dariku. Bagaimana Kouhai-chan mengerjakan PR tugas liburan musim panasmu?”
Karena kau bertanya begitu kepadaku, aku akan menanyakannya kembali.
Selain bagaimana dia menyelesaikan ilustrasinya, dia tidak terlihat seperti tipe orang yang akan melakukannya sambil menangis di ambang tenggat waktu.
 “Aku akan segera menyelesaikan semuanya.
Ah, seperti yang sudah kuduga, ya?
Tapi aku takkan memberi tahu siapa pun kalau aku sudah menyelesaikannya.
Eh? Kenapa?”
Kenapa kau harus merahasiakannya?
Hah?
Ekspresi Kouhai-chan terlihat lebih terkejut dariku.
Eh, Senpai, apa kamu tidak tahu?
“Tidak.”
Karena kau bisa menonjolkan kelebihanmu, bukannya itu akan membuat citramu terlihat baik untuk para guru?
“Dengar. Jika aku menyelesaikannya, mereka akan datang.”
Oh?
“Orang-orang yang belum menyelesaikan PR mereka akan merengek di akhir liburan musim panas. Dan kemudian, mereka akan meminta ... Tolong izinkan aku menyalin PR-mu.
Meski dia mengatakannya dengan kalimat gaya horor, aku tidak merasa takut sama sekali.
Hee…”
Tolong beri tanggapan yang lebih baik, Senpai!
Eh, aku tidak bisa membuat respons selain 'Hee'. Itu tidak pernah terjadi padaku.”
Eh?
Kouhai-chan mengangkat suaranya, seolah mendengar sesuatu yang tidak terduga.
 “Senpai, Kamu menyelesaikan tugas PR lebih awal, bukan?
Yah, selain dari laporan, pada dasarnya aku menyelesaikannya dengan cepat.
Bukankah teman sekelasmu meminta untuk meminjamkan PR? Senpai adalah murid teladan juga, jadi pasti ada banyak yang memintamumu, ‘kan?”
... Tidak juga kok.
Kouhai-chan tertegun, menjawab dengan 'Ehhh ... ”
Ah, apa Senpai terlalu sibuk dengan makalah laporanmu, dan tidak punya waktu untuk berurusan dengan orang lain?
Itu juga benar, tapi ...
Ayo berikan jawaban yang tidak diprediksi oleh Kouhai-chan sama sekali.
Aku tidak punya teman dekat di kelas yang punya PR sama jadi tidak ada orang yang akan meminta untuk menyalin PR-ku.
“Uwahhh ...
Meminta orang lain untuk menyalin PR” adalah tindakan yang membutuhkan kepercayaan tertentu. Lagi pula, bila kau tidak mempercayai laporan atau orang yang menyelesaikan PRnya, Kau takkan mau meminjamnya.
Aku tidak begitu beradaptasi secara sosial untuk dapat menjadi teman sekelas yang bisa diandalkan seperti itu hanya dalam beberapa bulan, sejak dimulai pada bulan April.
Aku tidak menyadarinya sama sekali. Senpai tidak punya banyak teman, eh ♪”
“Hal itu bukanlah sesuatu yang bisa kau katakan kepada orang lain sambil tersenyum.
Kouhai-chan tampak sangat senang saat dia bersandar di dinding kereta.
“Karena ini Senpai, jadi tidak apa-apa.
Jadi kau mengabaikan perasaanku?
Tapi aku sendiri tidak keberatan punya beberapa teman.
Jika aku ingin punya banyak, dan aku berpikir untuk meningkatkan jumlah teman yang aku miliki, aku akan melakukan sesuatu tentang itu sendiri.
Karena aku tidak mencoba melakukan apa pun, itu berarti aku puas dengan situasiku saat ini.
Aku tidak mengabaikan perasaan Senpai. Aku hanya memilih untuk tidak mengomentarinya.”
Bukannya itu sama saja?
Dan juga.
Aku punya Kouhai-chan kecil licik ini di hadapanku sebagai teman bicara, jadi aku mungkin merasa tidak membutuhkan orang lain lagi.




Hal yang kuketahui tentang Senpai-ku, nomor (67)
Sepertinya Ia  mengerjakan tugas PR-nya sampai akhir liburan musim panas.


close

1 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

  1. Akhirnya selesai baca vol 2, Thanks min buat vol 2 nya, ditunggu lanjutannya 😊

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama